Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Food security

1,821 views

Published on

Published in: Food
  • Be the first to comment

Food security

  1. 1. FOOD SECURITY Aviria Ermamilia
  2. 2. ISU MUTAKHIR GIZI • Membahas isu-isu terkini di bidang gizi • Menuntut KEAKTIFAN mahasiswa • Output  mahasiswa memahami dan mampu menjelaskan hal- hal terkait isu terkini di bidang gizi • Aplikasi&Esensi??
  3. 3. METODE PEMBELAJARAN • Kuliah INTERAKTIF • Diskusi, presentasi (praktek) • BELAJAR MANDIRI
  4. 4. POKOK BAHASAN • Food Security • Antiobesitas • Food Born Disease • Fad Diet • Fortifikasi Pangan
  5. 5. EVALUASI • UTS : 35% • UAS : 35% • PRAKTEK (TUGAS/PRESENTASI) : 30%
  6. 6. EARLY AGREEMENT • Menghargai orang lain merupakan wujud penghargaan pada diri sendiri • AGREE ?? • Harapan di masa depan adalah motivasi terkuat untuk terus belajar dan update ilmu • APA MIMPIMU?? • Mari wujudkan bersamaku, dan RESPATI
  7. 7. FOOD SECURITY VS FOOD SAFETY ??
  8. 8. FOOD SECURITY • Definisi The World Food Summit of 1996 (Food and Agriculture Organization / FAO): “when all people, at all times, have physical and economic access to sufficient, safe, and nutritious food to meet their dietary needs and food preferences for an active and healthy life” • Definisi menurut UU No.7 1996 : “ Kondisi terpenuhinya pangan bagi setiap rumah tangga, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup,baik jumlah maupun mutunya, aman, merata, dan terjangkau”
  9. 9. • Konsep food security : akses secara ekonomi maupun secara fisik untuk memperoleh makanan yang dibutuhkan seseorang sesuai dengan selera, kebudayaan maupun kepercayaannya • Di beberapa negara, masalah kesehatan yang berkaitan dengan ketersediaan makanan semakin mengancam (double burden)
  10. 10. Food Security tersusun dari 3 pilar: 1. Food availability: sufficient quantities of food available on a consistent basis. 2. Food access: having sufficient resources to obtain appropriate foods for a nutritious diet. 3. Food use: appropriate use based on knowledge of basic nutrition and care, as well as adequate water and sanitation. (Food and Agriculture Organization / FAO), food security menjadi sebuah isu kelanjutan perkembangan yang kompleks, karena terkait dengan lingkungan kesehatan, sosial, ekonomi, dan politik.
  11. 11. TUJUAN, PENGARUH DAN MANFAAT FOOD SECURITY
  12. 12. KAJIAN PERMASALAHAN FOOD SECURITY • Kajian secara global  fokus di ASIA (Asia tenggara&Asia Selatan) sebagai negara yang berpotensi besar sebagai pemasok ketersediaan pangan • Namun pada tahun 1960 – awal 1970 kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan mengalami kondisi sebaliknya  kekurangan pangan  GREEN REVOLUTION  BERHASIL • Timbul masalah baru yaitu perlambatan pertumbuhan ekonomi  ketersediaan pangan menurun • Disisi lain terdapat masyarakat yang meningkat pendapatannya  kebutuhan pangan makin meningkat
  13. 13. • Kebijakan pemerintah adalah mengutamakan impor bahan makanan dibandingkan meningkatkan produksi pangan domestik  peningkatan harga pangan secara drastis namun tidak disertai peningkatan kemampuan daya beli masyarakat  menurunkan Food Security • Muncul pula permasalahan global food security terkait dengan fenomena perubahan iklim (kekeringan, cuaca ekstrim)  mempengaruhi tingkat produksi pangan global  meningkatkan kekurangan gizi • FAO mengestimasikan bahwa 62% dari 925 juta penderita kekurangan gizi berasal dari Asia dan pasifik, dimana sekitar 578 juta orang menderita kelaparan di Asia (FAO/WFP, 2011).
  14. 14. • HUNGER MAP
  15. 15. • Terkait dengan perkiraan krisis pangan yang akan terjadi, terdapat berbagai penerapan strategi yang berbeda dari negara-negara di dunia  kajian keefektifan suatu program  pengaruh ketersediaan pangan terhadap keberlangsungan kehidupan dan eksistensi manusia.
  16. 16. DAMPAK FOOD INSECURITY • Apabila food security tidak tercapai  ketersediaan pangan rendah  asupan rendah  status gizi turun • Kirkpatrick&Tarasuk, 2008. Food Insecurity is Associated with Nutrient Inadequacies Among Canadian Adults and Adolescents. J Nutr.138(3):604-12 “Higher estimated prevalences of nutrient inadequacy were apparent among adolescents and adults in food-insecure households, with the differences most marked for protein, vitamin thiamin, riboflavin, vitamin B-6, folate, vitamin B-12, magnesium, phosphorus, and zinc. Among children, few differences in dietary intakes by household food security status were apparent and there was little indication of nutrient inadequacy. This study indicates that for adults and, to some degree, adolescents, food insecurity is associated with inadequate nutrient intakes. These findings highlight the need for concerted public policy responses to ameliorate household food insecurity“
  17. 17. • Belachew, Tefera et al. 2011. Food Insecurity and Age at Menarche Among Adolescent Girls in Jimma Zone Southwest Ethiopia: a Longitudinal Study. Reproductive Biology and Endocrinology 9:125 “ Food insecurity is associated with delay of age at menarche by one year among girls in the study area. Stunted girls had menarche one year later than their non-stunted peers. Age at menarche reflects the development of girls including the timing of sexual maturation, nutritional status and trajectory of growth during the pre-pubertal periods. The findings reflect the consequence of chronic food insecurity on the development and well-being of girls in the study area”
  18. 18. ISU TERKAIT FOOD SECURITY • Dampak perdagangan bebas, mempertimbangkan perbedaan situasi (ekonomi, sosial dan politik) pada negara-negara berkembang terhadap food security • Bagaimana produksi makanan dan pertanian serta perdagangannya dapat dikendalikan dari eksploitasi berlebihan terhadap sumber alam yang dapat membahayakan ketahanan pangan domestik dalam jangka panjang • Bagaimana untuk memastikan bahwa produk pengembangan makanan secara kualitas dapat diterima dan aman untuk dikonsumsi • Biodiversity pangan, pengembangan bahan makanan lokal, penggantian beras • Rekayasa organisme untuk mengembangkan kualitas maupun kuantitas bahan makanan • Kebijakan ekspor-impor bahan makanan • Ketersediaan lahan pertanian yang semakin berkurang • Perubahan iklim terkait ketersediaan pangan • Air dan ketahanan pangan
  19. 19. ISU UTAMA TERKAIT FOOD SECURITY “CLIMATE CHANGE AND FOOD SECURITY” Gambar 1. Dampak Perubahan Iklim Terhadap Food Security Sumber : www.worldbank.org
  20. 20. CLIMATE CHANGE PERUBAHAN CUACA KEKERINGAN BANJIR PRODUKSI PANGAN
  21. 21. • Langkah yang dilakukan agar food security terjaga  meningkatkan produksi pangan, baik secara kuantitas maupun kualitas • Polemik yang terjadi : peningkatan produksi  food security Peningkatan penggunaan energi Natural Resources
  22. 22. • Peningkatan produksi bahan makanan  meningkatkan pengolahan bahan  produk siap makan • Polemik yang tejadi : bahan hewani VS bahan nabati • Bahan Nabati  produk nabati (3 kcal) • Bahan hewani  produk hewani (24 kcal)  emisi gas (methana 12X global warming dibanding CO2)  inefektivitas lahan  Food chain
  23. 23. AGRICULTURE AND FOOD SECURITY • Pertumbuhan penduduk mengakibatkan peningkatan penggunaan lahan pertanian digantikan dengan lahan pemukiman • Hal tersebut berdampak pada produksi pangan yang menurun yang mengancam food security • Dilakukan peningkatan usaha pertanian untuk meningkatkan food security • Tujuan : produk pertanian/panen meningkat, tercapainya food security • Pengaruh : “double high” technology system
  24. 24. • Contoh penelitian : Jianbo , Shen et al. 2013.Transforming Agriculture in China: From Solely High Yield to Both High Yield and High Resource Use Efficiency. Elsevier Journals
  25. 25. Gambar 2. Conceptual model for principles and practice of the modern “double high” agriculture with high crop productivity and high resource use efficiency.
  26. 26. • Gambar 3. Cereal grain yield in China has been merely secured by much higher input of resources including fertilizer, irrigation, plastic film and other chemicals.
  27. 27. PENGANEKARAGAMAN BAHAN MAKANAN • Jenis bahan makanan di dunia sangatlah beragam, namun setiap daerah mempunyai kecenderungan konsumsi jenis makanan yang sama selama hidupnya  kurang maksimalnya penggunaan bahan makanan yang tidak sering dikonsumsi • Sebagai contoh di Asia, beras merupakan makanan pokok utama di beberapa negara. Jika konsumsi beras terus meningkat sementara produksinya tidak meningkat dan cenderung menurun karena berbagai faktor maka harus difikirkan untuk dilakukan substitusi
  28. 28. Gambar 4. Tren Konsumsi Beras Dunia Sumber = The Asia Foundation, 2010
  29. 29. Gambar 5. Perbandingan konsumsi beras pada beberapa negara
  30. 30. • Substitusi beras menimbulkan pro kontra di kalangan masyarakat, meskipun di Indonesia sebenarnya banyak bahan makanan yang dapat digunakan sebagai pengganti beras  PERAN KITA!!! • Substitusi beras : sukun, beras tiruan, singkong, jagung, umbi-umbian yang lain • Beras tiruan (beras cerdas) ditemukan oleh Prof. Dr. Achmad Subagio (2011) dari tepung singkong atau yang disebut sebagai modified cassava flour (Mocaf) + 25-30% tepung beras. Diklaim memiliki 5 kecerdasan : 1. Cerdas dalam bahan baku. Beras tiruan itu dibikin dari tepung lokal, berbahan lokal, yakni Mocaf dan bahan alami lain yang bisa diperoleh atau ada di daerah di Indonesia, seperti sayuran. 2. Cerdas dalam proses pembuatan. Teknologi pembuatannya simpel, bisa diproduksi massal oleh industri besar dan kecil seperti usaha kecil dan menengah. 3. Cerdas dalam cara memasaknya dan mempersiapkan. Artinya, produk itu bisa dimasak secara sederhana, seperti memasak beras atau mi instan yang cukup menggunakan rice cooker atau panci masak. 4. Ceras itu juga cerdas dalam pemanfaatan kesehatan. 5. Cerdas untuk tujuan pembangunan nutrisi, eknomi, dan kesejahteraan rakyat.
  31. 31. PENGEMBANGAN DIVERSIFIKASI PRODUK PANGAN OLAHAN LOKAL • Bahan makanan lokal banyak yang dapat dikonsumsi untuk menunjang kehidupan, namun belum dimaksimalkan penggunaannya untuk meningkatkan ketahanan pangan di suatu daerah • Untuk itu diperlukan berbagai penelitian terkait dengan manfaat bahan pangan lokal, dan pengembangan produk dari bahan tersebut
  32. 32. KEBIJAKAN EKSPOR-IMPOR BAHAN MAKANAN • Apakah kebijakan ekspor-impor sudah tepat?? • Dampaknya terhadap IPTEK, sosial, ekonomi, politik??
  33. 33. PENGEMBANGAN BAHAN MAKANAN SINTETIS • Tujuan : Food Security • Pengaruh : meminimalkan penggunaan bahan makanan asli  produk makanan laboratorium • Contoh : In Vivo Meat, Mastricht University • Pro Kontra : Biaya, Etika
  34. 34. PENGEMBANGAN JENIS ORGANISME BARU DENGAN REKAYASA GENETIKA DAN IRADIASI • Tujuan : Menciptakan produk dengan kualitas lebih baik (daya simpan lebih panjang, anti hama, ukuran seragam dll) • Pengaruh : food safety • Pro Kontra : Food Alergi, Cancer, Imunologi, merusak biodiversifikasi alami • Contoh : GMO WHO, Iradiasi (Buah,Daging,dll)
  35. 35. KESIMPULAN • Sebagai seorang calon Ahli Gizi haruslah dapat berfikir secara ilmiah untuk menyikapi ISU-ISU yang berkembang di masyarakat (Evidence Based) • Usaha peningkatan produksi pangan untuk tujuan FOOD SECURITY dapat dilakukan dengan berbagai cara namun harus memperhatikan beberapa hal : 1. Keamanan Pangan 2. Pengaruh kesehatan 3. Dampak lingkungan 4. Efek jangka panjang

×