Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
PSIKOLOGI PERKEMBANGAN II    PERKEMBANGANPSIKOSOSIAL PADA MASA    DEWASA TENGAH
Oleh    Annisa Fadhilah      Ilsha Virman   Rahmi Indah Putri  Rahmizakia Rifka Sri    Rahayu Andiana   Wirza Feny Rahayu ...
Perubahan pada  Memandang Arah         Usia Dewasa  Kehidupan pada           Tengah    Masa Dewasa      Tengah            ...
Memandang ArahKehidupan pada  Masa Dewasa    Tengah          Para ilmuwan perkembangan memandang arah   perkembangan psiko...
Perubahan   pada UsiaDewasa Tengah                          Carl Jung    Model-model  Tahapan Normatif             Erik Er...
Carl Jung     Carl Jung meyakini bahwa perkembangan paruh baya     yang sehat menuntut individuasi. Sampai sekitar umur   ...
ERIKERICKSON      Erikson memandang usia sekitar umur 40 tahunan    sebagai masa ketika orang-orang mencapai memasuki     ...
Warisan Jung danErikson : Vaillant  dan Levinson        George Vaillant (1977) dan Daniel Levinson (1978),         keduany...
WaktuPeristiwa : Jam    Sosial         Menurut model waktu peristiwa, perkembangan        kepribadian orang dewasa tidak s...
Diri pada MasaDewasa Tengah               Apakah Terdapat Krisis Paruh Baya?      Memasuki usia paruh baya menimbulkan str...
Susan Krauss  Whitbourne:         Generativity,identitas sebagai   Identitas dan Usia     proses        Perkembangan      ...
KepuasanEmosi                        Carol Ryff             Hidup        Kesejahteraan        psikologis dan          kese...
Berbagai hubungan pada usia paruh baya                             Teori Kontak                                Sosial     ...
Hubungan, Gender, dan Kualitas Hidup Bagi kebanykan orang dewasa berusia paruh baya,     hubungan merupakan kunci terpenti...
Hubungankonsensual                            Pernikahan dan                              kohabitasi  Perceraian pada usia...
Pernikahan dan             kohabitasi   Kepuasan pernikahan secara umum pada usia  tengah,ketika banyak pasangan yang anak...
Perceraian pada usia              paruh baya Perceraian pada usia paruh baya relatif tidak lazim.Kebanyakan perceraian mun...
Hubungan homoseks             dan lesbian Banyak homoseks yang menyembunyikan identitasmereka hingga masa dewasa, yang man...
PertemananPertemanan pada usia paruh baya sering kali berkisar    diseputar pekerjaan dan orang tua; yang lainnya  berdasa...
Hubungandengan anakyang sudah  dewasa     Remaja : berbagai      persoalan bagi      Empty nest        orang tua      Meng...
Remaja : berbagai           persoalan bagi             orang tuaMasa remaja dan masa paruh baya adalah masa yangdapat dika...
Empty nest Empty nest merupakan tahap transisi orang tua yangmengiringi kepergian anak terakhir dari rumah.dampakempty nes...
Mengasuh anak-         anak yang telah             dewasa   Beberapa orang tua mengalami kesulitan dalammemperlakuakan ana...
Cluttered nest revolving door syndrom adalah kecendrungan dewasaawal meninggalkan rumah untuk kembali lagi ke rumah    ora...
Pertaliankeluarga lainnya  Hubungan dengan                               Hubungan denganorang tua lanjut usia             ...
Hubungan dan bantuan yang                                         timbal balik                                  Kebanyakan...
Hubungan dengansaudara kandung         Menjaga hubungan dengan saudara kandung penting bagi       kesejahteraan psikologis...
Menjadi kakek nenek                              Menjadi Kakek                              Nenek setelah Peran kakek nene...
Sekian,Terima Kasih
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Ppt perkembangan psikososial 2003

5,029 views

Published on

  • Be the first to comment

Ppt perkembangan psikososial 2003

  1. 1. PSIKOLOGI PERKEMBANGAN II PERKEMBANGANPSIKOSOSIAL PADA MASA DEWASA TENGAH
  2. 2. Oleh Annisa Fadhilah Ilsha Virman Rahmi Indah Putri Rahmizakia Rifka Sri Rahayu Andiana Wirza Feny Rahayu Zakiah Ulya
  3. 3. Perubahan pada Memandang Arah Usia Dewasa Kehidupan pada Tengah Masa Dewasa Tengah Diri pada Masa Dewasa Tengah : Berbagai dan Tema PertalianKekeluargaan PERKEMBANGAN Lainnya PSIKOSOSIAL PADA MASA DEWASA TENGAH Berbagai Hubungan pada Masa Dewasa Hubungan dengan Tengah Anak yang Sudah Dewasa Hubungan Konsensual
  4. 4. Memandang ArahKehidupan pada Masa Dewasa Tengah Para ilmuwan perkembangan memandang arah perkembangan psikososial masa dewasa tengah dalam beberapa cara. Secara objektif, dimana mereka melihat pada berbagai arah atau jalan. Namun, kesinambungan serta perubahan peran dan hubungan juga memiliki sisi Subjektif. Perubahan dan kesinambungan pada masa paruh baya harus dipandang dalam sudut pandang seluruh rentang kehidupan. Peran pekerjaan dan pribadi saling bergantung satu sama lain. Cohort, gender, suku bangsa, budaya, dan status social ekonomi sangat mempengaruhi jalannya kehidupan.
  5. 5. Perubahan pada UsiaDewasa Tengah Carl Jung Model-model Tahapan Normatif Erik Erikson (Carl Jung dan Erik Erikson) Warisan Jung dan Erikson : Vaillant dan Levinson.
  6. 6. Carl Jung Carl Jung meyakini bahwa perkembangan paruh baya yang sehat menuntut individuasi. Sampai sekitar umur 40 tahun, Jung berkata, orang dewasa memusatkan perhatian pada kewajiban terhadap keluarga dan masyarakat serta mengembangkan berbagai aspek kepribadian mereka yang akan membantu mereka mencapai tujuan eksternal. Pada usia paruh baya, orang-orang mengalihkan obsesi mereka ke diri mereka yang spiritual dan kebathinan. Baik laki-laki maupun perempuan mencari “penyatuan antithesis” dengan mengungkapkan aspek-aspek yang disangkal sebelumnya.
  7. 7. ERIKERICKSON Erikson memandang usia sekitar umur 40 tahunan sebagai masa ketika orang-orang mencapai memasuki tahap normative ke tujuh mereka, generativity versus stagnation. Yang merupakan kepedulian orang dewasa yang matang untuk membangun dan membimbing generasi berikutnya melanggengkan diri sendiri diri sendiri melalui pengaruhnya pada mereka yang mengikutinya, atau jika tidak, orang pada usia lanjut akan merasakan ketidakaktifan atau kehampaan dalam hidupnya
  8. 8. Warisan Jung danErikson : Vaillant dan Levinson George Vaillant (1977) dan Daniel Levinson (1978), keduanya menjelaskan peralihan pada masa paruh baya – dari memperjuangkn pekerjaan usia 30-an ke evaluasi kembali dan bahkan mengatur kembali kehidupan secara drastic pada usia 40-an ke kematangan dan stabilitas yang relative pada usia 50- an.
  9. 9. WaktuPeristiwa : Jam Sosial Menurut model waktu peristiwa, perkembangan kepribadian orang dewasa tidak selalu bergantung pada usia dibandingkan pada peristiwa hidup yang penting. Masa paruh baya sering kali membawa pada perubahan kembali peran-peran social.
  10. 10. Diri pada MasaDewasa Tengah Apakah Terdapat Krisis Paruh Baya? Memasuki usia paruh baya menimbulkan stress tetapi tidak lebih dari beberapa peristiwa pada masa awal. Berbagai titik balik sering kali melibatkan sebuah kajian ulang yang introspektif dan penilaian ulang terhadap berbagai nilai dan prioritas. Dimana pengkajian ulang merupakan penelaahan introspektif yang sering kali muncul dalam masa paruh baya, mengarah pada penilaian ulang dan revisi berbagai nilai dan prioritas.
  11. 11. Susan Krauss Whitbourne: Generativity,identitas sebagai Identitas dan Usia proses Perkembangan identitas (teoritikal) Psikologi Naratif:Identitas Gender identitas sebagai kisah hidup
  12. 12. KepuasanEmosi Carol Ryff Hidup Kesejahteraan psikologis dan kesehatan mental positif Generatifity sbgFaktor Penyesuaian Kesejahteraandan Kesejahteraan Sosial Psikososial
  13. 13. Berbagai hubungan pada usia paruh baya Teori Kontak Sosial Teori Konvoi Sosial Teori Selektivitas Sosial Berbagai lingkaran teman dan Emosional keluarga dekat dengan berbagai Sudut pandang rentangkehidupan pada cara orang-orang kadar kedekatan, yang dapat memilih dengan siapa mereka mereka andalkan untuk bantuan, akan menghabiskan waktu kesejahteraan, dan dukungan mereka sosial, dan kepada mereka juga kita menawarkan kepedulian, perhatian, dan dukungan.
  14. 14. Hubungan, Gender, dan Kualitas Hidup Bagi kebanykan orang dewasa berusia paruh baya, hubungan merupakan kunci terpenting untukkesejahteraan. Hal ini bisa menjadi sumber kesehatan dan kepuasan yang utama, tetapi juga dapat memberikan tuntutan yang membuat stres (hubungan dengan pasangan, pasangan kohabitasi, pasangan homoseks,teman, pada pertalian dengananak-anak yang sudah dewasa, ikatan dengan orang tua yang sudah lanjut usia, saudara sekandung dan cucu)
  15. 15. Hubungankonsensual Pernikahan dan kohabitasi Perceraian pada usia paruh baya Hubungan homoseks dan lesbian pertemanan
  16. 16. Pernikahan dan kohabitasi Kepuasan pernikahan secara umum pada usia tengah,ketika banyak pasangan yang anak-anak remajanya dan telah hidup bahagia yang meliputi kebaikan.Namun, Kohabitasi bagi orang-orang usia paruh baya lebih mungkin dapat menimbulkan depresi dibandingkan dengan rekan mereka yang telah menikah.
  17. 17. Perceraian pada usia paruh baya Perceraian pada usia paruh baya relatif tidak lazim.Kebanyakan perceraian muncul selama masa 10 tahun pertama. bagi orang-orang diusia paruh baya, perceraian dapat menjadi hal yang traumatis.
  18. 18. Hubungan homoseks dan lesbian Banyak homoseks yang menyembunyikan identitasmereka hingga masa dewasa, yang mana hal ini dapat berpengaruh terhadap aspek lainnya dari masa perkembangan.Laki-laki homoseks yang menyembunyikan jati dirinyahingga masa paruh baya cendrung merasa bersalah, memendam rahasia, menutup kondisinya dengan melakukan pernikahan heteroseksual, dan akhirnyaberkonflik dengan dirinya sendiri. Sebaliknya, mereka yang mengakui jati dirinya sejak awal sering kali menghadapi halangan lintas-ras dan sosial ekonomi.
  19. 19. PertemananPertemanan pada usia paruh baya sering kali berkisar diseputar pekerjaan dan orang tua; yang lainnya berdasarkan hubungan dengan lingkungan sekitar tempat tinggal atau hubungan dengan organisasi sukarela.Kualitas pertemanan pada masa paruh baya sering kali mengompensasi kekurangan jumlah waktu yang dihabiskan, terutama selama masa krisis seperti perceraian.
  20. 20. Hubungandengan anakyang sudah dewasa Remaja : berbagai persoalan bagi Empty nest orang tua Mengasuh anak- anak yang telah Cluttered nest dewasa
  21. 21. Remaja : berbagai persoalan bagi orang tuaMasa remaja dan masa paruh baya adalah masa yangdapat dikaitkan dengan krisis emosional.Masa remaja adalah masa dimana anak mencari identitas diri dan mencoba hal-hal baru sehingga ini akan menjadimasalah baru bagi orang tua karena di masa ini anakakan memiliki pergaulan yang lebih luas di lingkungan dimana nilai ini akan mempengaruhi nilai yangditanamkan orang tua dalam keluarga, sehingga inilah yang akan memnculkan kecemasan, ketakutan dan masalah bagi orang tua disamping masalah mereka pribadi sebagai orang yang berada dalam tahapan paruh baya yang juga memiliki banyak persoalan.
  22. 22. Empty nest Empty nest merupakan tahap transisi orang tua yangmengiringi kepergian anak terakhir dari rumah.dampakempty nest terhadap pernikahan orang tua dapat dilihat dari kualitas dan lamanya pernikahan. Dalam suatupernikahan yang kuat kepergian anak-anak yang sudahdewasa bisa memberikan peluang adanya”bulan madu kedua” sedangkan dampak empty nest terhadap keluarga atau pernikahan yang rapuh dapat memperkuat keinginan mereka untuk bercerai (jikaalasan untuk mempertahankan pernikahan hanya demi anak).
  23. 23. Mengasuh anak- anak yang telah dewasa Beberapa orang tua mengalami kesulitan dalammemperlakuakan anak mereka sebagai orang dewasa dan banyak orang dewasa awal yang mengalami kesulitan menerima kepedulian yang terus menerus dari orangtua.Namun banyak juga dewasa awal dan orang tuanya yang berusia paruh baya saling menikmati kebersamaan dan berhubungan baik.
  24. 24. Cluttered nest revolving door syndrom adalah kecendrungan dewasaawal meninggalkan rumah untuk kembali lagi ke rumah orang tua mereka kaena menghadapi kesulitan keuangan, pernikahan atau masalah lainnyaKeadaan dan sindrom ini dapat memperpanjang masa menjadi orang tua, memperpanjang masa menjadi orang tua bisa mengarah pada ketegangan antar generasi jika berlawananan dengan harapan normative, karena seiring dengan peralihan remaja menuju dewasa awal, orang tua mengharapkan anak mereka menjadi mandiri dan mereka juga mengharapkan demikian, sehingga penundaan dan kembalinya anak dapat memicu stress.
  25. 25. Pertaliankeluarga lainnya Hubungan dengan Hubungan denganorang tua lanjut usia saudara kandung Menjadi Kakek nenek
  26. 26. Hubungan dan bantuan yang timbal balik Kebanyakan orang dewasa Hubungan dengan berusia paruh baya dan orang tuaorang tua lanjut usia mereka memiliki hubungan yang hangat dan penuh kasih sayang berdasarkan hubungan yang sering dilakukan dan bantuan yang timbal balik. Hubungan anak perempuan dan ibu yang lebih tua, terutama, cendrung dekat. Menjadi pengasuh bagi orang tua lanjut usia Tekanan dalam pengasuhan Keturunan biasanya paling baik Melakukan pengasuhan bergaul dengan orang tua ketika dapat membuat mereka sehat dan kuat. Ketika menimbulkan stress. orang – orang yang lebih kuat sakit, terutama jika mengalami kemunduran mental atau perubahan kepribadian, beban mengasuh mereka mungkin menjadikan hubungan lebih tegang.
  27. 27. Hubungan dengansaudara kandung Menjaga hubungan dengan saudara kandung penting bagi kesejahteraan psikologis dalam masa paruh baya, meskipun tingkat kepentingannya relatif terhadap hubungan lainnya, seperti pertemanan, bisa naik dan turun dari waktu ke waktu. Hubungan saudara kandung terlihat memiliki tujuan yang agak berbeda untuk perempuan dan laki – laki. Bagi perempuan, perasaan positif terhadap saudara kandung dikaitkan dengan konsep diri yang menyenangkan, bagi laki – laki, dengan moral yang tinggi.
  28. 28. Menjadi kakek nenek Menjadi Kakek Nenek setelah Peran kakek nenek Bercerai dan Menikah Kembali Membesarkan cucu
  29. 29. Sekian,Terima Kasih

×