Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

2 sebab azab kubur

2,209 views

Published on

ALLAH

  • Be the first to like this

2 sebab azab kubur

  1. 1. Ditulis Oleh: Munzir Almusawa Monday, 12 March 2012 Dua Sebab Siksa Di Alam Kubur Senin, 05 Maret 2012(‫)يراخبلا حيحص‬“Dari Ibn Abbbas Ra berkata, Nabi SAW melewati dua kuburan dan bersabda: “Sungguhkeduanya tersiksa, dan bukan tersiksa sebab dosa yang sangat besar, namun salah satunyatidak menutup aurat (membuka auratnya dihadapan orang lain) saat buang air kecil, danyang satunya sering mengadu domba orang lain, lalu beliau SAW mengambil sehelai daunyang masih segar, dan membelahnya menjadi dua, dan menaruhnya masing-masing helai dimasing masing kubur tersebut, maka orang orang bertanya: Wahai Rasulullah, untuk apaengkau perbuat itu?, maka beliau SAW bersabda: semoga diringankan untuk keduanya sebelum potongan daun ini mengering” (Shahih Bukhari) Assalamu‟alaikum warahmatullahi wabarakatuh .Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Luhur, Yang Maha Memilikisegenap kemuliaan dan keluhuran dan Melimpahkan kepada hamba-hambaNya. Segenap alamsemesta di langit dan bumi diciptakan dari ketiadaan, alam dunia, alam barzakh dan alam akhirat,dan segenap alam yang telah dicipta oleh Allah subhanahu wata’ala baik yang kita ketahui ataupun yang tidak kita ketahui. Dan dari awal penciptaan makhluk sejak itu pula tercantum bahwasemulia-mulia makhluk adalah sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Bahkan Allahsubhanahu wata’ala telah menjadikan sang nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai gerbangkasih sayang bagi segenap anugerah dan rahmat Allah subhanahu wata’ala, yang mana dengankebangkitan sang nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hal itu menjadikan rahmat Allah berlimpah
  2. 2. dan terbuka untuk kita semua, dan segenap anugerah Allah yang berupa kenikmatan di dunia dandi akhirat adalah bagian dari rahmat Allah subhanahu wata’ala, dan rahmat Allah subhanahuwata’ala itu telah sampai kepada kita, yaitu sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallamdari 14 abad yang silam. Yang mana cahaya risalah kenabian berlanjut dari periode ke periode,dari generasi ke generasi, hingga telah lewat 14 abad yang silam akan tetapi sampai saat ini kitamasih berada dalam cahaya risalah yang terang benderang, cahaya sayyidina Muhammadshallallahu ‘alaihi wasallam.Ketahuilah bahwa kenikmatan dan segala kebahagiaan yang dicipta oleh Allah subhanahuwata’ala terbagi menjadi dua bagian, yaitu kenikmatan di dunia dan kenikmatan di akhirat. Dansungguh beruntung mereka yang menjadikan kenikmatan di dunia sebagai pembuka kenikmatandi akhirat kelak, sebaliknya merugilah mereka yang menjadikan kenikmatan dunia sebagai alatuntuk melewati kehidupan yang membuat mereka jauh atau bahkan melupakan Allah subhanahuwata’ala karena terlarut hanya dalam kenikmatan dunia, sehingga mereka menghadapi kehidupandunia yang fana dengan penuh kenikmatan, dan kehidupan akhirat yang kekal akan dihadapidalam kehinaan, wal’iyadzubillah (semoga Allah melindungi dan menjauhkan kita dari haltersebut).Senantiasalah ingat akan firman Allah subhanahu wata’ala:( ‫) 581 : نارمع لآ‬“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalahdisempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalamsurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalahkesenangan yang memperdayakan”. ( QS. Ali Imran : 185 )Kehidupan dunia hanyalah kehidupan fana yang penuh dengan permainan, sandiwara dan tipuan-tipuan belak. Maka dalam kehidupan fana yang penuh dengan permainan dan tipuan ini, Allahsubhanahu wata’ala menerbitkan matahari penerang kehidupan, sayyidina Muhammadshallallahu ‘alaihi wasallam, yang mana telah Allah sebutkan dalam Al qur’an sebagai “ Penyerukepada Allah dan pelita yang terang benderang”, sebagaimana firmanNya :( ‫) 64 : بازحألا‬“Dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yangmenerangi”. ( QS. Al Ahzab : 46 )Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam adalah penyeru manusia ke jalan Allah subhanahu wata’aladan sebagai pelita yang terang benderang, yang menerangi kehidupan kita dan menyejukkan
  3. 3. sanubari kita serta mempermudah segala kesulitan dalam kehidupan kita. Allah subhanahuwata’ala berfirman :( ‫) 2 : قالطلا‬“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” ( QS. At Thalaq: 2 )( ‫) 4 : قالطلا‬“Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginyakemudahan dalam urusannya.” ( QS. At Thaalaq : 4 )( ‫) 5 : قالطلا‬“Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.” ( QS. At Thaalaq : 5 )Dan bagaimana cara kita bertakwa kepada Allah subhanahu wata’ala, panutan kita dalam hal iniadalah pimpinan kita sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, yang membawa kitakepada keluhuran dan kemudahan, membawa kita kepada ketenangan, membawa kita kepadakesejukan dan kesejahteraan di dunia dan akhirat, maka panutlah beliau dalam menghadapikehidupan kita di dunia ini.Sampailah kita pada hadits luhur, dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam suatu waktumelewati dua kuburan, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkata bahwa keduapenghuni kuburan tersebut sedang disiksa di dalam kuburan mereka, hal ini menunjukkan bahwabeliau mengetahui dan mendengar siksa kubur. Dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkatabahwa mereka tidaklah disiksa sebab perbuatn dosa besar, kemudian beliau mengambil selembardaun yang masih basah lalu membelahnya menjadi dua bagian, yang masing-masing bagiandiletakkan di atas kedua kuburan tersebut. Para sahabat yang melihat hal tesebut lantas bertanyakepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengapa beliau melakukan hal itu, makaRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Semoga Allah meringankan siksaan keduaorang ini sebelum daun itu mengering”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabdabahwa mereka disiksa bukan karena perbuatan dosa yang sangat besar, karena juga dijelaskandalam riwayat yang lainnya di dalam Shahihul Bukhari bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam mengatakan bahwa hal tersebut bukanlah perbuatan dosa yang sangat besar, lantasbeliau terdiam dan kemudian berkata : “akan tetapi termasuk dosa besar”, maka untukmempermudah pemahaman dari hadits tersebut adalah bahwa perbuatan itu bukanlah termasuk
  4. 4. dosa yang sangat besar seperti syirik, membunuh, berzina dan yang lainnya, namun hal tersebuttermasuk dosa besar di sisi Allah subhanahu wata’ala, dan perbuatan tersebut sering dan banyakdiremehkan oleh orang. Perbuatan dosa yang dilakukan kedua penghuni kubur itu, yang pertamaadalah tidak menutupi aurat ketika membuang air kecil, yaitu membuang air kecil di hadapanorang lain. Mungkin anak kecil yang belum baligh masih banyak yang membuang air kecildihadapan orang, namun seorang anak yang sudah baligh seharusnya tidak memperbuat haltersebut, maka selayaknya bagi setiap orang tua untuk mengajari anak-anaknya agar tidakmembuang air kecil sembarangan hingga terlihat auratnya oleh orang lain, dan aurat tidak bolehterlihat bukan hanya ketika membuang air kecil saja namun dalam segala keadaan. Kemudiandosa yang kedua adalah banyak mengadu domba orang lain (namiimah), menukil ucapanHujjatul Islam Al Imam An Nawawi bahwa makna “Namiimah” adalah menyampaikan ucapanorang kepada yang lainnya kemudian memunculkan kebencian antara satu dengan yang lainnya,sehingga mereka saling bermusuhan akibat perbuatan tersebut. Maka tentunya Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam melihat bahwa kedua orang penghuni kubur tersebut adalah ummatbeliau shallallahu ‘alaihi wasallam yang sedang ditimpa kesulitan di dalam kubur mereka, danbeliau shallallahu ‘alaihi wasallam tidak rela hal itu terjadi atas ummatnya, akan tetapi meskipunmereka telah berbuat dosa namun masih tetap diberi syafaat oleh beliau shallallahu ‘alaihiwasallam, yaitu dengan meletakkan daun di atas kedua kubur tersebut agar diringankan siksakubur mereka sebelum daun itu mengering. Maka hadits ini menjadi dalil bahwa syafaat nabiMuhammad shallalahu ‘alaihi wasallam tidak hanya ada ketika di hari kiamat saja, namunsyafaat beliau shallallahu ‘alaihi wasallam juga bisa terjadi di alam barzakh (kubur) bahkan dialam dunia, karena beliau sangat peduli terhadap ummatnya dan tidak rela jika kesulitanmenimpa mereka, dimana segala sesuatu yang membuat ummatnya sulit atau dalam masalah,maka hal tersebut juga membuat beliau shallallahu ‘alaihi wasallam merasa sulit. Sebagaimanafirman Allah subhanahu wata’ala :( ‫) 821 : ةبوتلا‬“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasaolehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amatbelas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” ( QS. At Taubah : 128 )Jika diantara kita tertimpa kesulitan atau musibah, maka hal itu juga akan memberatkan nabiMuhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, sehingga beliau sangat menjaga ummatnya dengantuntunan-tuntunan mulia beliau agar terjauhkan dari segala kesulitan baik di dunia atau diakhirat, begitu juga dengan doa-doa beliau shallallahu ‘alaihi wasallam untuk ummatnya darizaman beliau hingga di akhir zaman, serta dengan syafaat kubra kelak di hari kiamat. Inilahindahnya nabi kita, yang paling peduli kepada kita, di saat semua kekasih kita melupakan kita,orang-orang yang mencintai kita akan meninggalkan dan melupakan kita jika mereka bukanlahtermasuk orang-orang yang shalih, namun nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam tidakakan pernah melupakan ummatnya selama mereka masih mengakui kalimat syahadat :
  5. 5. “ Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad utusan Allah”Meskipun barangkali diantara mereka masih ada yang akan melewati kehidupan yang sulit kelakdi akhirat, namun kesulitan itu tidak akan abadi karena semua kesulitan ummat ini akan berakhirdengan syafaat nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Kita berharap agar semuakesulitan kita di dunia dan di akhirat termudahkan dengan syafaat nabi Muhammad shallallahu‘alaihi wasallam. Di majelis yang mulia ini, majelis kecintaan kepada nabi Muhammadshallallahu ‘alaihi wasallam karena majelis ini tidak kita buka dan tidak kita tegakkan kecualiuntuk menuntun ummat menuju cinta kepada Allah subhanahu wata’ala dan kecintaan kepadaRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, oleh sebab itu majelis ini diberi nama dengan “MajelisRasulillah shallallahu „alaihi wasallam” , serta untuk menuntun ummat menuju kebahagiaandan keluhuran dengan bersatu dalam satu barisan bersama para salafusshalih, para muqarrabin,para awliyaa’ dan para syuhadaa’ dan shalihin dan bersama pemimpin seluruh orang-orang yangmulia, pemimpin semua manusia sejak zaman nabi Adam As, sayyidina Muhammad shallallahu‘alaihi wasallam. Dimana seluruh alam semesta mengenal dan mencintai beliau shallallahu‘alaihi wasallam kecuali para pendosa dari kalangan manusia dan jin yang tidak mengenal beliaushallallahu ‘alaihi wasallam. Sebagaimana dijelaskan dalam riwayat Shahihul Bukhari dimanaRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda seraya menunjuk kepada gunung Uhud :“ Sesungguhnya Uhud adalah gunung yang mencintai kami, dan kami pun mencintainya”Gunung Uhud hanyalah tumpukan batu namun ternyata juga mencintai sayyidina Muhammadshallallahu ‘alaihi wasallam dan cintanya dijawab oleh beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, makaterlebih lagi cinta kita kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam seharusnya melebihicinta gunung Uhud itu, dan kepedulian kita terhadap beliau dan dakwah beliau shallallahu ‘alaihiwasallam akan berganti dengan cinta beliau shallallahu ‘alaihi wasallam kepada kita, sertalimpahan anugerah dari Allah subhanahu wata’ala berupa kemuliaan-kemuliaan yang Allahberikan untuk kita dalam kehidupan dunia yang dari sana akan muncul kemuliaan dalamkehidupan akhirat kelak, insyaallah.Dan layak kita fahami bahwa dalam kehidupan ini, kita telah mendapatkan anugerah besar yangberupa kalam Allah subhanahu wata’ala, yaitu Al qur’anul Karim yang merupakan surat kasihsayang Allah yang menuntun kita untuk mencintai dan dicintai Allah subhanahu wata’ala yangdibawa oleh sang pembawa Al qur’an sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam,dimana Al quran itu berisi kalimat-kalimat suci dari Allah subhanahu wata’ala yang layaknyamenerangi hari-hari dalam kehidupan kita, layaknya menerangi bibir kita, layaknya menerangirumah-rumah kita, dan selayaknya menerangi jiwa-jiwa kita. Namun saat ini lihatlah bagaimanakeadaan rumah-rumah kita, barangkali di sebagian rumah telah berminggu-minggu bahkanberbulan-bulan tidak terdengar suara lantunan kalimat-kalimat Allah dibacakan, tidak ada orangyang membaca Al qur’an di dalamnya, padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
  6. 6. “ Sesungguhnya rumah yang didalamnya dibacakan Al quran maka akan terlihat olehpenduduk langit (malaikat) sebagaimana terlihatnya bintang-bintang oleh penduduk bumi”Rumah-rumah yang didalamnya dibacakan Al qur’an tampak terang benderang oleh penduduklangit, maka bagaimanakah keadaan rumah-rumah kita, apakah terlihat gelap seperti gelapnyamalam, ataukah terlihat berpijar seperti bintang dan terlihat indah dari langit oleh para malaikatAllah. Maka terangilah rumah-rumah kita dengan Al qur’an, terangilah bibir-bibir kita dengankalimat-kalimat Allah subhanahu wata’ala.Alhamdulillah di majelis ini kita telah membuka Halaqaturrasul yang ditujukan untuk merekayang ingin membaca Al qur’an secara berkelompok, dimana membaca Al qur’an sendiri pun halitu adalah baik, namun jika membacanya secara berkelompok bersama dengan orang lain makakemuliaan yang didapati pun akan bertambah banyak, dimana setiap orang akan menjadipengajar, pelajar, pendengar dan pembaca Al qur’an. Seseorang akan menjadi sebagai pelajar,karena ketika ia membaca Al qur’an dan dalam bacaannya terdapat kesalahan maka orang lainakan membenarkan bacaannya, maka dari pembetulan itu ia telah belajar. Dan ia disebut sebagaipengajar ketika ia membetulkan bacaan orang lain yang salah atau kurang tepat, serta disebutpula sebagai pendengar ketika seseorang mendengarkan orang lain membaca sehinggapendengarannya mendapatkan cahaya dari bacaan itu, dan disebut sebagai pembaca ketikaseseorang mendapatkan bagian untuk membaca sehingga bercahayalah bibirnya dengan bacaantersebut, dan hal itu merupakan hal yang sangat agung di sisi Allah subhanahu wata’ala,demikianlah tujuan dari dibentuknya Halaqaturrasul ini sebagaimana yang diinstruksikan olehguru mulia kita untuk dimakmurkan di Majelis Rasulillah shallallahu ‘alaihi wasallam.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda bahwa sebaik-baik manusia yang berjalan diatas bumi adalah para pengajar Al qur’an, dimana jika ia mengatakan kepada seorang anak keciluntuk mengucapkan ‫ ميحرلا نمحرلا هللا مسب‬kemudian anak itu mengucapkannya, maka Allahakan menentukan untuk anak itu, dan orang yang mengajarnya serta untuk kedua orang tua anakitu pembebasan dari api neraka. Maka terlebih lagi jika yang diajarkan adalah Al qur’an hinggakhatam, seperti pembacaan Al qur’an secara berkelompok yang didalamnya tercakuppembelajaran dan pengajaran Al qur’an.Barangkali hari-hari kita terlewatkan dan pendengaran dan pengucapan kita ada pada hal-halyang tidak diridhai Allah, bagaimana keadaan bibir kita, telinga kita, pengucapan kita danpendengaran kita akan hal-hal yang diridahi Allah subhanahu wata’ala. Seberapa banyak kitamendengar atau membaca kalimat-kalimat Allah yang begitu indah, dan seberapa banyak kitamengucapkan dan mendengarkan kalimat-kalimat selain Al qur’an, seberapa peduli kita akankalimat-kalimat Allah dan seberapa peduli kita terhadap selain Al qur’an. Mungkin banyak darisebagian rumah-rumah kita yang jauh dari cahaya Al qur’an Al Karim, namun sebagian dari kitatelah menata waktu dalam setiap harinya, misalnya ketika berada di rumah pada jam sekian akanacara ini dan itu di Tv maka aku harus mendengarkannya dan yang lainnya, kesemuanya ditatadengan tertib agar tidak terlewatkan padahal hal-hal tersebut hanyalah kefanaan yang sia-sia dantiada akan menuntun kepada keluhuran namun barangkali menuntun kepada kehinaan. Akan
  7. 7. tetapi adakah seseorang yang peduli untuk mengatur waktunya pada jam tertentu untuk membacaAl qur’an?, sebagaimana waktu sebelum masuk waktu subuh sangat dianjurkan untuk membacaAl qur’an, begitu pula sebelum terbitnya matahari dan setelah terbenamnya matahari, bahkan diwaktu kapanpun dan dimana pun disunnahkan untuk membaca Al qur’anul Karim, kecuali ditempat-tempat yang hina seperti kamar mandi dan lainnya. Maka terangilah waktu-waktu kitadengan cahaya Al qur’an, yang mana Al quran adalah kalam Allah subhanahu wata’ala yangdibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan ingatlah bahwa Allah subhanahuwata’ala menciptakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah sebagai lambang cintaAllah subhanahu wata’ala, lambang kasih sayang Allah subhanahu wata’ala terhadap hamba-hambaNya, dan dengan kasih sayang itu Allah memberikan kenikmatan di dunia kepada semuamanusia yang beriman atau pun yang tidak beriman, dan terdapat pula kasih sayang dankelembutan yang hanya diberikan kepada manusia yang beriman kelak di akhirat. Allahsubhanahu wata’ala berfirman dalam hadits qudsi riwayat Shahih Al Bukhari bahwa ketika Allahsubhanahu wata’ala telah selesai membangun ‘arsy dan seluruh alam semesta, kemudian Allahmenuliskan di atas ‘arasy :“ Sesungguhnya rahmatKu (kasih sayang) mengalahkan kemurkaanKu”Oleh sebab itu layaklah jika para shalihin dan para wali Allah dan orang-orang yang berimansangat mencintai dan rindu kepada Allah subhanahu wata’ala lebih dari kecintaan mereka kepadaselain Allah subhanahu wata’ala. Syaikh Ibrahim Al Khawwas Ar dalam kitab Ihyaa’ Ulumuddinsambil memegang dadanya dan mengalir air matanya beliau berkata :“ Sungguh rindunya aku pada Yang melihatku (Allah) dan aku tidak melihatNya”Dan kerinduan orang-orang shalih seperti mereka ditumpahkan dalam munajat yang sangatagung dan sering kita dengar, yaitu :“ Ya Allah limpahkanlah rizeki kepada kami untuk memandang dzatMu yang mulia”Ketika kita telah mencintai Allah subhanahu wata’ala, maka kita haruslah menyayangi hamba-hamba yang telah diciptaNya, diantara meraka adalah keluarga, kerabat kita, tetangga dan teman-teman kita, dan yang lainnya. Orang yang menyayangi segenap ummat Islam denganmenginginkan untuk tidak datang musibah atas mereka, maka ia adalah pemilik jiwa yang samadengan jiwa nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, satu pemikiran dan satu niat denganbeliau shallallahu ‘alaihi wasallam, yang mana beliau senantiasa berdoa untuk ummatnya agarterjauhkan dari segala musibah.
  8. 8. Semoga Allah subhanahu wata’ala menjauhkan musibah dari kita dan semua ummat ini, sertamengabulkan segala hajat kita dan semua hajat ummat ini, Ya Rahman Ya Rahiim permudahlahsegala kesulitan dan bukalah segala pintu keluhuran, angkatlah segala penghalang kami untukmencapai kemuliaan, keluhuran, dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Wahai Yang MahaMemiliki dunia dan akhirat dan kebahagiaannya limpahkanlah kepada kami kebahagiaan didunia dan akhirat dan jauhkan kami dari api neraka…Ucapkanlah bersama-sama

×