Kajian bahasa indonesia sd i

2,926 views

Published on

materi pertemuan 1

Published in: Education
  • Be the first to comment

Kajian bahasa indonesia sd i

  1. 1. PERTEMUAN ITEORI PEMEROLEHANDAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK
  2. 2.  Membicarakan pengajaran bahasa, terutama di sekolah dasar tidak akan terlepas dari pembahasan psikolinguistik, sebab masalah pengajaran bahasa adalah masalah psikolinguistik. Psikolinguistik merupakan urat nadi pengajaran bahasa (Simanjutak,1982).
  3. 3.  Pemerolehan bahasa (language acquisition) adalah proses-proses yang berlaku di dalam otak seorang anak ketika memperoleh bahasa ibunya.
  4. 4.  Apakah manusia memperoleh bahasa karena dia dilahirkan dengan dilengkapi pengetahuan khusus tentang kebahasaan? Atau mereka dapat belajar bahasa karena mereka adalah binatang yang sangat pintar sehingga mampu memecahkan berbagai macam masalah?
  5. 5.  Pada tahun 1901, di Eropa, Albert Thumb seorang ahli linguisstik telah bekerja sama dengan seorang ahli psikologi Karl Marbe untuk menerbitkan buku yang kemudian dianggap sebagai buku psikolinguistik pertama yang diterbitkan, tentang penyelidikan eksperimental mengenai dasar-dasar psikologi pembentukan analogi pertuturan. Kedua sarjana itu menggunakan kaidah-kaidah psikologi eksperimental untuk meneliti hipotesis-hipotesis linguistik.
  6. 6.  Psikolinguistik benar-benar dianggap sebagai disiplin baru, sebagai ilmu tersendiri pada tahun 1963, yaitu ketika Osgood menulis satu artikel dalam jurnal American Psychology yang berjudul On understanding and creating sentences.
  7. 7.  (1) terdapatnya pusat-pusat yang khas dalam otak manusia; (2) perkembangan bahasa yang sama bagi semua bayi; (3) kesukaran yang dialami untuk menghambat pertumbuhan bahasa pada manusia; (4) bahasa tidak mungkin diajarkan kepada makhluk lain.
  8. 8.  Tahukah Anda bahwa sebenarnya manusia sejak lahir sudah dikaruniai oleh Tuhan dengan apa yang disebut sebagai bakat bahasa? Mungkin Anda akan bertanya, apa buktinya? Secara relatif, agak mudah untuk menunjukkan bahwa manusia secara bawaan diprogram untuk memperoleh bahasa. Bagian yang sukar adalah menemukan secara tepat apa sebenamya bakat atau bawaan (innate) itu.
  9. 9.  Krashen (1981) dalam (Harras dan Bachari, 2009) dengan tegas membedakan pemerolehan bahasa dan belajar bahasa. Pemerolehan bahasa merupakan proses yang subsadar. Si pemeroleh bahasa biasanya tidak menyadari adanya fakta bahwa mereka memperoleh bahasa.
  10. 10.  Proses-proses ketika anak sedang memperoleh bahasa ibunya terdiri dari dua aspek: pertama aspek performance yang terdiri dari aspek-aspek pemahaman dan pelahiran , kedua aspek kompetensi. Kedua jenis proses ini berlainan.
  11. 11.  Pembelajaran bahasa menyangkut proses- proses yang berlaku pada masa seseorang sedang mempelajari bahasa baru setelah ia selesai memperoleh bahasa ibunya. Dengan kata lain pemerolehan bahasa melibatkan bahasa pertama sedangkan pembelajaran bahasa melibatkan bahasa kedua atau juga bisa bahasa asing.
  12. 12.  Apakah sesungguhnya benda yang diperoleh jika kita berbicara tentang pemerolehan bahasa? Kemudian alat apa yang digunakan anak- anak dalam proses pemerolehan itu?
  13. 13.  Berdasarkan pengamatan dan kajian para ahli bahasa dapat disimpulkan bahwa manusia telah dilengkapi sesuatu yang khusus dan secara alamiah untuk dapat berbahasa dengan cepat dan mudah. Miller dan Chomsky (1957) menyebutnya LAD (language acquisition device) yang intinya bahwa setiap anak telah memiliki LAD yang dibawa sejak lahir.
  14. 14.  Karakteristik Pemerolehan Bahasa Menurut Tarigan dkk. (1998):a) Berlangsung dalam situasi informal, anak- anak belajar bahasa tanpa beban, dan di luar sekolah;b) Tidak melalui pembelajaran formal (sekolah, kursus)c) Dilakukan spontan/tanpa sadar
  15. 15.  Faktor biologis Faktor intelegensi Faktor lingkungan sosial Faktor motivasi (Tarigan dkk., 1998)
  16. 16.  Kemampuan berbahasa secara lancar tidaklah terjadi secara tiba-tiba. Djarwowidjojo (dalam Tarigan dkk., 1998) mengungkapkan bahwa pemerolehan bahasa anak tidaklah tiba-tiba atau sekaligus melainkan bertahap. Kemajuan kemampuan berbahasanya berkembang seiring dengan perkembangan fisik, mental, intelektual, dan lingkungannya.
  17. 17. Menurut Piaget dan Vygotsky (dalamTarigan, 1988), tahap-tahap perkembangan bahasa anakadalah sebagai berikut: Usia Tahap Perkembangan Bahasa 0,0-0,5 Tahap Meraban (Pralinguistik) Pertama 0,5-1,0 Tahap Meraban (Pralinguistik) Kedua: Kata nonsense 1,0-2,0 Tahap Linguistik I: Holofrastik;Kalimat Satu Kata 2,0-3,0 Tahap Lingistik II: Kalimat Dua Kata 3,0-4,0 Tahap Linguistik III: Pengembangan Tata Bahasa 4,0-5,0 Tahap Linguistik IV: Tata Bahasa Pra-Dewasa 5,0- Tahap Linguistik V: Kompetensi Penuh.
  18. 18.  Dimulai dari tangisan bayi yang sudah mengisayaratkan nilai komunikatif. Kemudian menghasilkan bunyi-bunyi bahasa Bunyi-bunyi berupa vokal/konsonan yang tidak bermakna/nonsense. 7-12 bulan ocehan yang meningkat pesat.
  19. 19.  Masa ini anak mulai belajar menggunakan satu kata yang mewakili keseluruhan idenyaContoh: “juju” (sambil memegang baju) maksudnya “ini baju” atau “mau pakai baju” “gi” (sambil menunjuk keluar) maksudnya “ingin pergi” atau “keluar” “bum-bum” (menunjuk motor) maksudnya “ini motor” atau “naik motor” Jangan mengajarkan bicara bayi pada masa ini.
  20. 20.  Anak sudah mulai mengkombinasikan dua kataContoh: “Ma, pelgi” maksudnya “Mama, saya mau pergi” Pada tahap ini anak juga mulai mengenal berbagai makna kata Penting mengajarkan makna dari ujaran yang diucapkan
  21. 21.  Pada masa ini anak sudah semakin kaya perbendaharaan kosakata Mulai mampu membuat kalimat Tuturan mulai lebih panjang Bisa menghibur dan bercana dengan kalimat/bahasa menyerupai orang dewasa.
  22. 22.  Fase Fonologis (lahir-2 tahun) Fase Sintaktik (2-7 tahun) Fase Semantik (7-11 tahun)

×