Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
LEPRA      Lepra adalah penyakit menular kronik yangberkembang       lambat,    disebabkan     olehMycobacterium leprae da...
Bentuk Lepra• Bentuk Tuberkuloid (T) .  Bentuk ini bersifat tidak menular dan agak mudah disembuhkan.  Pasien tetap memili...
Tipe lepraAda dua tipe lepra yaitu :• Tipe I (reaksi kebalikan = reversal)  Menimbulkan exacerbasi mendadak dari luka-luka...
Produksi LepraeMycobacterium leprae berproduksi di daerah-daerah yanglebih dingin. Sebenarnya M.Leprae mempunyaiPatogeneta...
Gejala KlinisDiagnosis penyakit kusta didasarkan pada gambaranklinis, Bakterioskopis, Hispatologis, diantara ketiganya,dia...
Penyakit Kusta pada KulitPenyakit kusta terutama bagi kelainan kulit yang masihberupa                     Makula          ...
Jenis dan Manifestasi Klinis  Manifestasi klinis dari kusta sangat  beragam, namun terutama mengenai  kulit, saraf, dan me...
PenyebabMycobacterium leprae adalah penyebab darikusta. (Sebuah bakteri yang tahan asam) M.leprae juga merupakan bakteri a...
PatofisiologiMekanisme penularan yang tepat belum diketahui.Beberapa hipotesis telah dikemukakan seperti adanyakontak deka...
Pintu masuk dari M. leprae ke tubuh manusiamasih menjadi tanda tanya. Saat inidiperkirakan bahwa kulit dan saluranpernapas...
Pengobatan• DOS (Diamino Difenil Sulfom )  resistensi DOS ada dua,primer dan sekunder• Protionamid etionamid  Dosisnya 5-1...
Kelompok BerisikoKelompok yang berisiko tinggi terkena kustaadalah yang tinggal di daerah endemik dengankondisi yang buruk...
MAKALAH               FARMAKOLOGI TOKSIKOLOGI                  “PATOGENESIS LEPRA”                       Kelompok IVini De...
Lepra
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Lepra

4,780 views

Published on

  • Be the first to comment

Lepra

  1. 1. LEPRA Lepra adalah penyakit menular kronik yangberkembang lambat, disebabkan olehMycobacterium leprae dan ditandai denganpembentukan lesi granulomatosa atauneurotropik pada kulit, selaput lendir, saraf,tulang, dan organ-organ dalam.
  2. 2. Bentuk Lepra• Bentuk Tuberkuloid (T) . Bentuk ini bersifat tidak menular dan agak mudah disembuhkan. Pasien tetap memiliki daya tangkis Imunologi. Lepra Tuberkuloid : dapson 100 mg 1x sehari, rifampisin 600 mg 1xsebulan selama 6 bulan.• Bentuk Lepromatosus (L). Bentuk ini bersifat sangat menular, sukar disembuhkan dan lama. Penularan bentuk Lopromatosus disebabkan kontak yang erat dan lama dan sistem tangkis dari pasien sudah tidak aktif lagi. Lepra Lepromatosus : dapson 100 mg 1xsehari, rifampisin 600 mg 1x sebulan dan klofazimin 50 mg 1x sehari + 300 mg 1x sebulan selama minimal 2 tahun dan maksimal 3 tahun.• Bentuk T.L (Kombinasi bentuk tuberkuloid & Lepromatosus.
  3. 3. Tipe lepraAda dua tipe lepra yaitu :• Tipe I (reaksi kebalikan = reversal) Menimbulkan exacerbasi mendadak dari luka-luka kulit dan syaraf yang meradang dan membengkak terutama terjadi pada bentuk border line dari LT dan LL. Penyebabnya adalah suatu reaksi imun seluler (oleh limfe-T) terhadap anti gen basil lepra.• Tipe II (Erythema nodosum leprosum, ENL) Terjadi hanya pada LL sebagai reaksi imun humoral (dari antibody) terhadap anti gen basil lepra. Kompleks imun diendapkan pada endotel pembuluh dan syaraf kulit yang berakibat bertambahnya permeabilitas dindind pembuluh dan berkurangnya oksigen di jaringan. Gejalanya berupa demam tinggi, nodule dengan ruam merah dan radang syaraf.
  4. 4. Produksi LepraeMycobacterium leprae berproduksi di daerah-daerah yanglebih dingin. Sebenarnya M.Leprae mempunyaiPatogenetas dan daya Invasif yang rendah, sebabpenderita yang mengandung kuman jauh lebih banyakbelum tentu memberikan gejala yang lebih berat,bahkandapat sebaliknya, ketidakseimbangan antara derajat infeksidan derajat penyakit, tidak lain disebabkan oleh sistemimun yang berbeda yang mencegah timbulnya reaksiGranuloma setempat dan menyeluruh yang dapat sembuhsendiri /Progresif. Oleh karena itu penyakit kusta dapatdisebut penyakit Imunologik. Gejala-gejala klinisnya lebihsebanding dengan tingkat reaksi selularnya daripadaintensitas infeksinya.
  5. 5. Gejala KlinisDiagnosis penyakit kusta didasarkan pada gambaranklinis, Bakterioskopis, Hispatologis, diantara ketiganya,diagnosis secara klinislah yang terpenting yang palingsederhana, hasil bakterioskopis memerlukan waktupaling sedikit 15-30 menit, sedang Hispatologismemerlukan 3-7 hari. Kalau masih memungkinkan,baiknya juga dilakukan tes Lepromim (mitsuda) untukmembantu penentuan tipe, yang hasilnya barudiketahui setelah 3-4 minggu tidak cukup hanya sampaidiagnosis kusta saja, tetapi perlu ditentukan tipenya,sebab penting untuk terapinya.
  6. 6. Penyakit Kusta pada KulitPenyakit kusta terutama bagi kelainan kulit yang masihberupa Makula yangHipopigmentasi, hiperpigmentasi, dan Eritematosa.Kelainan kulit yang tanpa komplikasi pada penyakitkusta dapat hanya berbentuk Makula saja, Infiltratsaja, atau keduanya. Sebab penyakit kusta inimendapat julukan The Greatest Immitator pada ilmupenyakit kulit. Penyakit kulit lain yang harusdiperhatikan sebagai diagnosis banding antara lainadalah :Dermatofitosis, Tinea, versikolor, Pitiriasisrosea, Pitiriasisalba, dermatitis seboroika, GranulomaAnulare, Xantomatosis, Skleroderma, LeukomiaKutis, Tuberkolosis Kutis Verukosa, dan BirthMark.
  7. 7. Jenis dan Manifestasi Klinis Manifestasi klinis dari kusta sangat beragam, namun terutama mengenai kulit, saraf, dan membran mukosa penyakit ini dapat dikelompokkan lagi menjadi :• kusta tuberkuloid (Inggris: paucibacillary),• kusta lepromatosa (penyakit Hansen multibasiler), atau• kusta multibasiler (borderline leprosy).
  8. 8. PenyebabMycobacterium leprae adalah penyebab darikusta. (Sebuah bakteri yang tahan asam) M.leprae juga merupakan bakteri aerobik, grampositif, berbentuk batang, dan dikelilimgi olehmembran sel lilin yang merupakan ciri darispesies Mycobacterium. M. leprae belumdapat dikultur pada laboratorium.
  9. 9. PatofisiologiMekanisme penularan yang tepat belum diketahui.Beberapa hipotesis telah dikemukakan seperti adanyakontak dekat dan penularan dari udara.Selain manusia,hewan yang dapat tekena kusta adalah armadilo, simpanse,dan monyet pemakan kepiting. Faktor ketidakcukupan gizijuga diduga merupakan faktor penyebab Dua pintu keluardari M. leprae dari tubuh manusia diperkirakan adalah kulitdan mukosa hidung. Telah dibuktikan bahwa kasuslepromatosa menunjukkan adnaya sejumlah organisme didermis kulit. Bagaimanapun masih belum dapat dibuktikanbahwa organisme tersebut dapat berpindah ke permukaankulit
  10. 10. Pintu masuk dari M. leprae ke tubuh manusiamasih menjadi tanda tanya. Saat inidiperkirakan bahwa kulit dan saluranpernapasan atas menjadi gerbang darimasuknya bakteri saluran pernapasan adalahrute yang paling dimungkinkan menjadigerbang masuknya bakteri, walaupundemikian pendapat mengenai kulit belumdapat disingkirkan
  11. 11. Pengobatan• DOS (Diamino Difenil Sulfom ) resistensi DOS ada dua,primer dan sekunder• Protionamid etionamid Dosisnya 5-10 mg/kg berat badan setiap hari• Dapson : diaminodifenilsulfon, DDS, suatu inhibitor folat sintetase.• Klofazimin : lampren• Rifampisin : Rifampin,Rifadin,Rimactane.• Talidomida : softenon,synovir
  12. 12. Kelompok BerisikoKelompok yang berisiko tinggi terkena kustaadalah yang tinggal di daerah endemik dengankondisi yang buruk seperti tempat tidur yangtidak memadai, air yang tidak bersih, asupangizi yang buruk, dan adanya penyertaanpenyakit lain seperti HIV yang dapat menekansistem imun. Pria memiliki tingkat terkenakusta dua kali lebih tinggi dari wanita.
  13. 13. MAKALAH FARMAKOLOGI TOKSIKOLOGI “PATOGENESIS LEPRA” Kelompok IVini Desista Sani (066108002) Pratiwi (0661080 )Lia Raini (066108011) Maria Ulfah (0661080 )Mega Maulida (066108016) Septian Wisnu (0661080 )Rani Novia J (066108027) Indra R (066108059)Eti Susanti (066108028) Elpriadi Laoli (0661080 )Fauzia Rahmah (066108029) Ramiana S (0661080 )Ardiansyah (066107051) Dedi.D (0661080 )Arpiansyah (066107066) Kiki Astrianti (0661080 )Heri Hermawan (0661070 ) Anita Pramita (066108013)

×