Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
candaan        uji nyali   ROBIN HOODhakim daminG   MELAWAN AS    DUNIA MAYA                                              ...
majalah detik          Table of Contents                                                    Favorite       Back           ...
Fitur Background Download*Telah tersedia di Majalah Detik!           Update Majalah Detik               versi 2.2.6       ...
DAFTAR ISI  Edisi 60       21 - 27 Januari 2013                                                               internasiona...
nasionalCandaan Tak SenonohPak Hakim   Berawal dari canda, karier Hakim Muhammad Daming Sunusi terancam.   Ia menyebutkan ...
nasional                      gelak tawa menyambut kalimat itu.Seleksi Hakim Agungdetikfoto               Senin, 14 Januar...
nasional                    nyebutkan pelaku dan korban sama-sama menikmati                    tindak pidana pemerkosaan. ...
nasional                                     bertugas selama 29 tahun, ia tidak memiliki                                  ...
hukumRekening MelarAnggota Banggar   DPR lagi-lagi kebakaran jenggot. PPATK mengungkap sejumlah   transaksi mencurigakan a...
hukum                     m                     ­ enemukan 96 terlapor transaksi mencurigakan                     adalah a...
hukum                                       gota FPAN Wa Ode Nurhayati, dan                                       mantan a...
hukumKPK geledah Banggar DPR.ramses/detikfoto                           n                           ­ yaman. Itulah yang d...
kriminalAzab LukisanWidayat   Perlahan tapi pasti lukisan di Museum H. Widayat berkurang.   Jumlah lukisan yang awalnya se...
kriminal                                                Wajah tamu yang datang Kamis                                      ...
kriminal                     Menurut dia, tidak ada penyiletan pada kanvas lukisan.                     Hanya, proses peng...
kriminal                             ambil 140 buah. Kasus pengambilan lukisan itu pun                             dilapor...
kriminalDirektur Museum H.Widayat, Fajar PurnomoSidi menjelaskan kronologihilangnya ratusan koleksinya.Tri Joko Purnomo   ...
kriminalPutra ketiga dan kelima dari                                    Di tengah konflik itu, beberapa anak Widayat meng-...
kriminal                    datang. Namun belum juga mediasi digelar, sebanyak                    140 lukisan digondol dar...
BERITA KOMIK   Pembuktian Cinta Lesbi di Batam   Reporter: Agus Siswanto (Batam)   dan Irwan Nugroho                      ...
[ lensa ]Evakuasi di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur. Ketinggian air di kawasan ini ada yangmencapai 3 meter. detikf...
[ lensa ]Mahasiswa dievakuasi dengan mengunakan gerobak, karena rumah kos mereka di Grogol, JakartaBarat terendam banjir. ...
[ lensa ]Tim SAR menolong seorang ibu yang terjebak banjir di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.detikfoto/Rengga       ...
[ lensa ]Tim SAR mengevakuasi korban banjir dengan menggunakan perahu karet. Tak jarang mereka harusmelawan arus yang sang...
FOKUS   100         hari jokowi - ahok    100         Ujian Banjir di                                                     ...
FOKUS   100         hari jokowi - ahok                                  S                              “             iap B...
FOKUS   100 hari jokowi - ahok                                                                 saat banjir, karena tak    ...
FOKUS   100 hari jokowi - ahok                                                                   Hanya tinggal hitungan   ...
FOKUS   100          hari jokowi - ahok                                                dua rumahnya. Saat dievakuasi, Mu- ...
FOKUS   100hari jokowi - ahok                                                               ari lalu. Pompa air juga      ...
FOKUS        100hari jokowi - ahok                      Skala Banjir                                VS                2007...
FOKUS    100    hari jokowi - ahokKompromi demimegaproyek   Sejumlah megaproyek di Masa Jokowi-AHOK masih   menggantung. J...
FOKUS   100         hari jokowi - ahok                              sapa Jokowi itu.                                 Untuk...
FOKUS   100hari jokowi - ahok                                yang melakukan pendekatan-pendekatan yang baik,”Desain MRTjak...
FOKUS   100 hari jokowi - ahok                                                             lagi ia belum mengambil        ...
FOKUS   100  hari jokowi - ahok                                  (PT Jaya Real Property, PT Pembangunan Jaya Ancol,Kawasan...
FOKUS   100         hari jokowi - ahok                              sudah siap sebelum Jokowi-Ahok dilantik. DPRD se-     ...
FOKUS   100         hari jokowi - ahok  Tahun Baru Bus Baru   S          elasa 1 Januari 2013, BLU         Nilai investasi...
FOKUS   100     hari jokowi - ahokSaat Rumah SakitKebanjiran Pasien  Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar adalah j...
FOKUS   100         hari jokowi - ahok                              K                                       amis 17 Januar...
FOKUS   100hari jokowi - ahok                                                               barkan kepada 738.949         ...
FOKUS   100         hari jokowi - ahok                                 Sebetulnya, kata Andi, pemanfaatan KJS itu meli-   ...
FOKUS   100hari jokowi - ahok                                                              dilakukan. Apalagi, peru-      ...
FOKUS   100         hari jokowi - ahok  Menyulap PNS Mirip  Customer Bank  B         irokrasi adalah masalah yang         ...
FOKUS    100     hari jokowi - ahokPendobrak Gaya‘Ndoro’ Pejabat   Gaya Jokowi saat memimpin Solo dan Jakarta tak banyak b...
FOKUS   100         hari jokowi - ahok                              Kota Batik itu.                                 Suliad...
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
20130121 majalah detik_60
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

20130121 majalah detik_60

1,199 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

20130121 majalah detik_60

  1. 1. candaan uji nyali ROBIN HOODhakim daminG MELAWAN AS DUNIA MAYA IK KOM KTIAN U S P EMBA SEJENI CINTujian berat JOKOWI EDISI 60 21 JANUARI 2013
  2. 2. majalah detik Table of Contents Favorite Back Share FBHome Table of Contents Gunakan icon berikut Memutar ipad: sebagai petunjuk membaca Untuk melihat majalah majalah ini dalam tampilan horizontal atau vertikal Kebawah Galeri Image Tap Audio Rubrik: Geser kekiri dan kekanan untuk melihat rubrik Close Video 3600 Geser 360 View Artikel: Geser keatas dan kebawah Putar Map untuk membaca artikel Kumpulan edisi yang sudah dan belum didownload Pindah halaman lewat scroll Menampilkan majalah yang sedang dibaca
  3. 3. Fitur Background Download*Telah tersedia di Majalah Detik! Update Majalah Detik versi 2.2.6 *Background download memungkinkan Anda mendownload Majalah detik sambil membuka aplikasi lain.
  4. 4. DAFTAR ISI Edisi 60 21 - 27 Januari 2013 internasional Pertarungan demi Kemenangan Ketiga Tantangan besar di periode kedua Barack Obama. Gaya hidup 2013: Mewah Nan Elegan Perkembangan fashion hijab 2013 makin stylish. Meski begitu para hijabers akan dianggap semakin syar’i.FokusUjian Banjir di 100 Hari Jokowi-AhokJelang 100 hari kerja Jokowi-Ahok, banjir bandangmelanda Jakarta. Mereka bilang tidak pernah punyatarget program 100 hari. Nasional Candaan Tak Senonoh Pak HakimHukum interviewRekening Melar Anggota Banggar Dirut PLN: Intinya Subsidi Listrik Dikurangi Rp 14,8 triliun DPR lagi-lagi kebakaran jenggot. PPATK meng- ekonomi ungkap sejumlah transaksi Terganjal Saat Menuju Hilir ik mencurigakan anggota dewan kom ktian yang terkait pencucian uang. u i bisnis emb a Lesb P t Uji Nyali Melawan Paman Sam Cin Batam dikriminal peopleAzab Lukisan Widayat Jessica Chastain, Jackie Chan, Intan Nuraini Perlahan tapi pasti lukisan di Museum H. Widayat seni & hiburan berkurang. Jumlah lukisan Catatan Harian dalam Konser Balawan yang awalnya sebanyak 1.001, kini menyusut karena dijual wkwkwk anak-anaknya. Nama Suroboyoan Ala Baktiono Lensa Evakuasi Banjir JakartaCover: Kiagus Aulianshah @majalah_detik majalah detik Tap Pada konten untuk membaca artikelPemimpin Redaksi: Arifin Asydhad Wakil Pemimpin Redaksi: Iin Yumiyanti Redaksi: Deden Gunawan, MRizal, Irwan Nugroho, Ken Yunita, Mulat Esti Utami, Silvia Galikano, Bahtiar Rifai, Evi Tresnawati,Monique Shintami, Isfari Hikmat, Rahmayoga Wedar, Aryo Bhawono, Hans Henricus Tim Foto:Dikhy Sasra, Ari Saputra, Haris Suyono, Agus Purnomo Product Management: Rohalina Gunara, SenaAchari, Eko Tri Hatmono Creative Designer: Mahmud Yunus, Kiagus Aulianshah, Galih Gerryaldy,Desy Purwaningrum, Arieskariny Dwi Putri.Kontak Iklan: Arnie Yuliartiningsih, Email: sales@detik.com Telp: 021-79177000, Fax: 021-79187769Direktur Utama: Budiono Darsono Direktur: Nur Wahyuni Sulistiowati, Heru Tjatur, Warnedy Kritik dan Saran:appsupport@detik.com Alamat Redaksi: Gedung Aldevco Octagon Lantai 2, Jl. Warung Jati Barat RayaNo.75 Jakarta Selatan, 12740 Telp: 021-7941177 Fax: 021-7944472 Email: redaksi@majalahdetik.comMajalah detik dipublikasikan oleh PT Agranet Multicitra Siberkom, Grup Trans Corp. Majalah detik 23 - 29 APRIL 2012
  5. 5. nasionalCandaan Tak SenonohPak Hakim Berawal dari canda, karier Hakim Muhammad Daming Sunusi terancam. Ia menyebutkan pemerkosa dan korban sama-sama menikmati peristiwa pemerkosaan. Sebuah canda yang tidak senonoh. Y “Reporter: Salmah Muslimah, Andi ang diperkosa dengan yang memperkosaSaputra, Danu Damarjati, dan M. Iqbal ini sama-sama menikmati. Jadi harus pikir-Foto: Ari Saputra pikir terhadap hukuman mati,” Kalimat itu terlontar dari mulut Daming Sunusi. Ia sengaja mengatakannya untuk memancing tawa Anggota Komisi III DPR di hadapannya. Berhasil, Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  6. 6. nasional gelak tawa menyambut kalimat itu.Seleksi Hakim Agungdetikfoto Senin, 14 Januari 2013, waktu memang berjalan lambat di Ruang Komisi III DPR Gedung Nusantara II kompleks DPR, MPR, DPD, Senayan, Jakarta Pusat. Daming duduk sendiri di depan menghadapi anggota DPR, perwakilan 9 fraksi. Ia mendapat urutan kedua wawancara fit and proper test calon hakim agung (CHA). Debat soal hukuman mati mewarnai tanya-jawab selepas presentasi makalah. Suasana memang kaku, forum semacam ini padat dengan debat teoretis. Da- ming pun merasa jenuh. Sebuah pertanyaan kemudian dilempar oleh Anggo- ta Komisi III DPR dari Fraksi PAN, Andi Azhar soal hu- kuman mati bagi pelaku tindak pidana pemerkosaan. Daming tidak sepakat penjatuhan hukuman mati bagi pelaku tindak pidana pemerkosaan.  Sayangnya ia menjawab dengan kalimat yang tidak senonoh yang merendahkan korban perkosaan. Ia me- Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  7. 7. nasional nyebutkan pelaku dan korban sama-sama menikmati tindak pidana pemerkosaan. Parahnya, seloroh ini ia lempar di tengah forum terbuka yang menjadi sorotanSelama ini tak publik. Terang saja kalimat itu memicu amarah. Satuan Tu-mudah melakukan gas Perlindungan Anak Indonesia (Satgas PAI) meng-pendampingan anggap Daming tidak memiliki kredibilitas sebagaikepada korban hakim. Korban pemerkosaan bukan bahan candaan, mereka justru harus mendapat perlindungan.pemerkosaan. Mereka pun datang ke Komisi III DPR keesokan hari-Kondisi nya. Permintaannya jelas, Daming pantas dicoret sejakpsikologis korban dini. “Kami meminta DPR RI tidak meloloskan Damingterlalu lemah menjadi hakim agung karena telah melukai perasaan rakyat,” tegas Ketua Satgas PAI, Muhammad Ihsan.menghadapi “ Amarah ini bukan hal sepele. Dua kalimat Damingproses hukum. telah melenyapkan kesempatannya sebagai hakim agung. Fraksi-fraksi di DPR satu per satu memastikan pencoretan Daming, ia diputus tidak layak melanjutkan kariernya sebagai hakim agung. Janji pencoretan ini dilakukan ketika gelar pertemu- an antara Satgas PAI dengan Komisi III DPR. 9 fraksi sepakat jika Daming tidak pantas dipilih. Fit and proper test di DPR memang berjalan ketat. Saat ini seleksi dilakukan terhadap 24 CHA. DPR hanya akan memilih 8 hakim agung. Mereka akan memberi- kan keputusan hakim agung terpilih pada 23 Januari mendatang. Satgas PAI tidak puas hanya melapor ke DPR. Me- reka pun meminta Komisi Yudisial (KY) melakukan pe- meriksaan terhadap Daming atas pelanggaran etika. Selama ini tak mudah melakukan pendamping- an kepada korban pemerkosaan. Kondisi psikologis korban terlalu lemah menghadapi proses hukum. Tak ayal, masih banyak keluarga korban menghindari pe- nyelesaian secara hukum. Kondisi inilah yang membuat Satgas PAI semakin geram terhadap Daming. Selaku hakim yang pernah Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  8. 8. nasional bertugas selama 29 tahun, ia tidak memiliki perspektif korban. Menata kata memang harus dilakukan deng- an hati-hati. Mantan Hakim Agung Benjamin Mangkoedilaga menganggap pernyataan Da- ming pantas mendapatkan ganjaran. Pemerko- saan merupakan perkara sensitif karena me- nyangkut kehormatan, hakim tingkat apa pun harus tahu itu. “Bagi saya, ini sudah ada pelanggaran etiknya. Ini harus ditindak oleh KY, jadi bukan hanya soal seleksi calon hakim agungnya saja,” jelasnya. Gayung pun bersambut, KY melakukan proses pemeriksaan. Wakil Ketua KY Imam Anshori Saleh mengaku tengah memulai pemeriksaan atas canda Daming. Ia tidak menganggap per- kara candaan ini sebagai hal remeh. Kapasitas Daming ketika melontarkan canda itu adalah sebagai hakim karier. Apalagi ia tengahWakil Ketua KY Imam AnshoriSaleh berada di tengah forum resmi. KY tengah memintaari saputra/detikfoto bantuan ahli untuk memastikan candaan tersebut. “Kami butuh waktu dua minggu, karena kita butuh tenaga ahli. Lebih cepat lebih baik. Kasusnya seder- hana, tapi belum tentu hasilnya sederhana,” paparnya. Sesal memang datang terlambat. Daming mengaku tak bermaksud melukai siapa pun dengan candanya. Ia menangis sesenggukan menghadapi semua cercaan. Menyesal. Bahkan keluarganya turut mengecam canda itu. Pu- trinya menelepon dari Makassar mengatakan canda itu bukan dari ayahnya. “Dia bilang ‘Ini bukan omongan ayah saya, bukan Daming ayah saya yang seperti saya kenal selama ini’. Saya sangat menyesal,” sesalnya. Namun reaksi telanjur bergulir. Memang wajib men- jaga kalimat kalau jadi pejabat. Bisa jadi sekali canda meski satu kalimat, karier pun tamat. (ARY/YOG) Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  9. 9. hukumRekening MelarAnggota Banggar DPR lagi-lagi kebakaran jenggot. PPATK mengungkap sejumlah transaksi mencurigakan anggota dewan yang terkait pencucian uang. Anggota Badan Anggaran (Banggar) menjadi sorotan pertama. PReporter: Bahtiar Rifai dan Irwan Nugroho ara anggota dewan di Senayan dibuat ‘jan-DETIKFOT0 tungan’ beberapa waktu lalu. Di masa reses, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Ke- uangan (PPATK) mengungkap temuan tentang transaksi-transaksi mencurigakan yang dilakukan oleh kalangan legislatif. Dari riset tipologi selama tahun 2012, PPATK Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  10. 10. hukum m ­ enemukan 96 terlapor transaksi mencurigakan adalah anggota DPR/DPRD. Periode jabatan yang dominan adalah periode 2009-2014 sebanyak 41 orang atau (42,17%), lalu periode 1999-2004 sebanyak 37 (38,5%) terlapor, dan periode 2004-2009 sebanyak 18 terlapor (18,8%). PPATK kemudian mengelompokkan lagi 96 anggota DPRD/DPR itu ke dalam 10 kriteria jabatan. Artinya satu terlapor bisa dilaporkan dalam beberapa jabatan yang berbeda. Nah, ditemukanlah hasil sebanyak 41 (38,6%) dari 96 terlapor itu adalah anggota DPRD, se- dangkan 33 terlapor (31,1%) adalah DPR pusat. Kepala PPATK, Muhammad Yusuf mengatakan,Dalam dua periode dari anggota DPR yang mempunyai transaksi men-jabatan itu, curigakan itu, beberapa di antaranya adalah anggotaanggota Banggar Badan Anggaran (Banggar). Tak hanya di periode yang sekarang. Ada anggota Banggar yang terdeteksinakal tersebut melakukan transaksi keuangan adalah mereka yangmelakukan juga menjabat di periode sebelumnya.transaksi keuangan Dalam dua periode jabatan itu, anggota Banggar nakal tersebut melakukan transaksi keuangan bukanbukan hanya hanya sekali, melainkan puluhan kali. Jumlah uang-sekali, melainkan nya pun fantastis. Dalam sekali bertransaksi saja, iapuluhan kali. mengirim uang mencapai Rp 100 miliar. “Dari yang kita dalami, tampak betul keganjilan itu. Yang kita temukan tunai,” kata Yusuf saat ditemui ma- jalah detik. Mengenai anggota Banggar itu, PPATK sudah me­ laporkannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu. Jumlahnya sekitar 21 orang. Laporan itu dilengkapi lagi pada Desember 2012. S ­ ayang Yusuf tak mau membocorkan nama-nama mereka. Namun, beberapa yang dilaporkan itu kini sudah diproses hukum. Sebut saja misalnya mantan Bendahara Umum Par- tai Demokrat Muhammad Nazaruddin, mantan ang- Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  11. 11. hukum gota FPAN Wa Ode Nurhayati, dan mantan anggota FPD Angelina Sondakh. Ketiga-tiganya sudah divonis Pengadilan Tipikor dalam berbagai kasus korupsi dengan masa hukuman bervariasi. Satu lagi nama anggota Bang- gar yang terendus punya tran- saksi mencurigakan. Ia adalah Zulkarnaen Djabar. Politikus Partai Golkar ini telah ditetap- kan sebagai tersangka oleh KPKKepala PPATK, pada 29 Juni 2012. Ia diduga terlibat dalam korupsiMuhammad Yusuf pengadaan Alquran di Kementerian Agama.antara “Itu yang masih dalam proses hukum,” ucap Yusuf, mantan Aspidsus Kajati DKI itu. Sebelumnya, terkait dengan laporan PPATK itu, mun- cul pula nama-nama anggota Banggar yang dicurigai melakukan pencucian uang. Di antaranya politikus PD Mirwan Amir, yang ketahuan membeli mobil dari uang yang mencurigakan. Ia juga diduga menerima uang dari berbagai perusahaan batu bara dan kayu di Kali- mantan secara rutin. Mirwan pun sudah membantah. Menurut Yusuf, transaksi-transaksi tak wajar itu p ­atut diduga merupakan tindak pidana pencucian uang. Kendalanya, dalam pasal 74 UU No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, harus dicari dahulu tindak pidana pokoknya. Jadi, KPK tidak bisa mengenakan UU TPPU secara langsung kepada para anggota Banggar yang terindikasi pidana. “Penjelasan pasal itu agak ‘mengganggu’ memang bagi KPK karena nggak bisa langsung masuk ke TPPU. Kecuali polisi,” katanya. Temuan KPK itu sedikit banyak membuat anggo- ta DPR di Senayan meradang. Ada pula yang tidak Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  12. 12. hukumKPK geledah Banggar DPR.ramses/detikfoto n ­ yaman. Itulah yang dialami oleh Wakil Ketua Bang- gar Tamsil Linrung. Menurut politikus PKS ini, PPATK sudah menciptakan suasana tidak kondusif dengan menunjukkan hasil risetnya. Lebih baik, data itu dise- rahkan ke penegak hukum. “Saya jadi tidak nyaman kerja di Banggar,” ucapnya beberapa waktu lalu. Sindiran juga dilayangkan anggota Komisi III DPR Trimedya Panjaitan. PPATK dianggapnya cuma men- cari popularitas saja dengan mengumbar data anali- sis. Padahal, katanya, temuan PPATK itu tidak kuat. “PPATK selama ini cuma menumpang gebyar-gebyar- nya di media,” kata Trimedya. Wakil Kepala PPATK Agus Santoso mengatakan, PPATK tak bermaksud mengerjai Banggar, tetapi untuk menjaga agar tidak terjadi penyimpangan ang- garan. Sudah menjadi tugas PPATK untuk memelototi rekening yang mencurigakan, apalagi kepunyaan ang- gota dewan yang terhormat. “Nama-nama sudah kami serahkan ke KPK. Tidak menutup kemungkinan tahun ini ada lagi,” ungkapnya. (WAN/YOG) Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  13. 13. kriminalAzab LukisanWidayat Perlahan tapi pasti lukisan di Museum H. Widayat berkurang. Jumlah lukisan yang awalnya sebanyak 1.001, kini menyusut karena dijual anak-anaknya.  SReporter: Bahtiar Rifai dan Bagus Kurniawan enja hampir tiba. Seperti biasa, Iskandar,Foto: Berbagai sumber petugas Museum Widayat bergegas menutup pintu museum, yang terletak di Jl. Letnan Tu- kiyat 32 Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Namun saat ia hendak mengunci pintu bangunan berlantai dua itu, datang sejumlah orang ke situ. Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  14. 14. kriminal Wajah tamu yang datang Kamis sore, 10 Januari 2013, ke museum itu tidak asing bagi Iskandar. Sebab mereka adalah anak-anak almar- hum H. Widayat, pemilik museum.  Ada Wardiningsih (anak per- tama), Anwar (anak ketiga), Wi- caksono (anak kelima), Yuli (anak kedelapan), Danang (anak kesem- bilan) dan Agung (anak kesepuluh). “Mereka ditemani oleh pengacara dan satu orang lagi yang saya ti-Museum H. Widayat dak kenal,” terang Iskandar saat berbincang denganblog museum h. widayat majalah detik.  Namun Iskandar merasa ada yang aneh deng- an kedatangan anak-anak Widayat ke museum itu. Pasalnya, mereka meminta kunci museum dengan alasan mengambil beberapa lukisan, tapi permintaan itu ditolak. Iskandar beralasan, jika ingin mengambil lukisan harus seizin direktur museum dan komisaris.  Upaya anak-anak Widayat untuk mengambil lukisan yang terpajang di museum berjalan cukup alot. Butuh waktu satu jam mereka berdebat dengan Iskandar sang penjaga museum. Kata-kata kasar dan tekanan bertubi-tubi menyerang Iskandar. Akhirnya ia pun me- nyerah dan menyerahkan kunci museum ke tangan anak-anak Widayat. Bukan itu saja, Iskandar juga disuruh menyiapkan kamar untuk mereka menginap. Selain berfungsi sebagai museum lukisan, bangun- an yang berdiri di atas tanah seluas 7.000 m2 itu juga tersedia art shop, serta studio yang merangkap tempat tinggal. Ada pula guest house tempat untuk menginap para tamu-tamu Widayat, yang terletak di belakang bangunan museum.  Iskandar bercerita, setelah keenamnya masuk, me- reka memilih lukisan dan menurunkan dari tembok. Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  15. 15. kriminal Menurut dia, tidak ada penyiletan pada kanvas lukisan. Hanya, proses pengambilan dilakukan dengan memo- tong kabel kawat yang digunakan untuk menggantung lukisan. Kebetulan kata Iskandar, ada beberapa lu- kisan yang memang dipajang dan digantung dengan menggunakan semacam kabel kawat.  Tak lama berselang, sekitar pukul 21.00 WIB, datang sebuah truk ke pelataran museum. Lukisan-lukisan yang telah diturunkan dari ruang pameran satu per satu dimasukkan ke dalam truk. “Saat itu saya disuruh tidur dan tidak ikut campur dalam proses pengambil- an lukisan,” kenang Iskandar.  Sementara versi Direktur Museum Widayat, Purno- mo Sidi yang juga anak almarhum Widayat, sempat ada pemukulan saat proses pengambilan lukisan itu. Namun kemudian dilerai. IskandarPungki menjelaskan, total lukisan kemudian disuruh ke guest houseyang diambil sebanyak 111 dan tidak boleh masuk ke dalamlukisan kanvas dan lukisan akrilik museum. “Sebenarnya Iskandar itu bukan penjaga, mereka itu ke-di atas kanvas sebanyak 29 buah. luarga yang kebetulan menjaga di situ,” ungkap Purnomo yang akrab disapa Pungki. Meski “disekap” di guest house, Iskandar masih mendengar suara mobil truk masuk lagi ke halaman museum, lewat tengah malam, seki- tar pukul 01.00 WIB. Dari balik jendela kamar ia meli- hat beberapa lukisan yang belum terangkut langsung dimasukkan ke dalam truk. Sekitar pukul 03.00 WIB, anak-anak Widayat yang mengambil lukisan-lukisan itu kemudian pulang ke rumah masing-masing sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.  Pungki menjelaskan, total lukisan yang diambil se- banyak 111 lukisan kanvas dan lukisan akrilik di atas kanvas sebanyak 29 buah. Jadi total lukisan yang di- Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  16. 16. kriminal ambil 140 buah. Kasus pengambilan lukisan itu pun dilaporkan ke polisi. Pungki menganggap adik-adik- nya telah melanggar wasiat Widayat. Sebelum meninggal pada 20 Juni 2002, ujar Pungki, Widayat sempat memanggil sebelas anak-anaknya hasil pernikahannya dengan kedua istrinya, Soewarni dan Soemini. Mereka dikumpulkan di dalam museum. Di situ Widayat berwasiat “Sopo wae (siapa saja) anak keturunan ‘ku, cucu ‘ku, sik wani ngerusak (yang be- rani merusak) atau memindahtangankan lukisan di museum, saya azab, saya laknat.” Wasiat ini dibuat bukan tanpa alasan. Kata Pungki,Pertapa lukisan karya H. saat Widayat masih hidup, anak-anak dari istri keduaWidayat ingin menjual lukisan berjudul Untuk Istriku Min (Soe-blog museum h widayat mini). Lukisan itu memang dibuat khusus untuk istri keduanya itu. Sebelumnya, Widayat juga membuat lukisan khusus untuk istri pertama. Aksi penjualan lukisan itu buntut dari penjualan lukisan yang dilakukan anak-anak dari istri pertama. “Saudara-saudara saya ingin menjual lukisan milikSopo wae (siapa saja) anak Ibu (Soemini), karena anak-anak dari Ibu Soewarni juga menjualketurunan ‘ku, cucu ‘ku, sik wani lukisan milik ibunya,” ujar Pung-ngerusak (yang berani merusak) ki, yang merupakan anak ketigaatau memindahtangankan lukisan dari istri kedua Widayat.  Dijelaskan Pungki, saat itudi museum, saya azab, saya laknat. anak-anak Widayat dari istri per- tama menjual lukisan milik ibu- nya untuk membangun masjid. Konon lukisan itu dijual dengan harga miliaran rupiah.  Nah, karena khawatir akan terjadi penjualan lukisan besar-besaran, Widayat  sempat menawarkan untuk menjual sejumlah lukisan yang tidak menjadi koleksi di museum. Sebab, bagi Widayat, koleksi di museum Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  17. 17. kriminalDirektur Museum H.Widayat, Fajar PurnomoSidi menjelaskan kronologihilangnya ratusan koleksinya.Tri Joko Purnomo yang berisi 1.001 lukisan, harus tetap utuh agar bisa dinikmati pencinta seni dan khalayak ramai. Widayat juga telah menyiapkan harta warisan beru- pa uang, tanah, perhiasan, mobil, dan 2.999 lukisan (kecuali yang di museum) untuk sebelas anaknya yang tidak satu pun mewarisi bakat lukisnya. Kalau dihi- tung-hitung, harta warisan itu nilainya bisa mencapai puluhan miliar rupiah.   Namun yang terjadi di luar harapan. Begitu Widayat meninggal, terjadi sengketa di antara anak-anaknya. Konflik itu bermula dari pengelolaan museum. Ter- jadi aksi saling melengserkan pengelolaan museum. Persoalan menjadi semakin runyam lantaran biaya operasional museum tidak sedikit. Setiap bulan paling tidak butuh Rp 75 juta untuk biaya operasionalnya.  Alhasil, dari waktu ke waktu konflik di antara anak keturunan Widayat terus meruncing. Sebagian ber- anggapan bahwa lukisan di museum adalah warisan yang berhak dimiliki setiap anak. Sebagian yang lain beranggapan aset museum tidak bisa diperjualbelikan atau dipindahtangankan. Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  18. 18. kriminalPutra ketiga dan kelima dari Di tengah konflik itu, beberapa anak Widayat meng-pelukis H. Widayat, Anwar ambil 25 lukisan di museum, pada 2010. Saat itu Pung-Utomo (kiri) dan Juli Raharjo(tengah) didampingi penasihat ki yang menjadi direktur museum melaporkan peng-hukum mereka, Irawadi Uska ambilan lukisan tersebut sebagai bentuk pencurian.(kanan) memberikan klarifikasi.Detikfoto Menurut taksiran Pungki, 25 lukisan milik ayahnya itu laku sekitar Rp 7 miliar.  Konflik terus berlanjut. Akhir 2012, Pungki dan Dyah Widiyati,  digugat oleh sembilan saudaranya yang di- wakili anak tertua dari istri pertama, Wardaningsih. Gugatan hak waris itu dilayangkan Wardaningsih ke Pengadilan Agama Mungkid, Magelang. Dalam gugatan itu Wardaningsih beralasan, seluruh harta warisan, termasuk museum dan lukisannya, boleh diperjualbelikan. Selain itu, mereka menuding Purnomo telah memalsukan lukisan serta ingin me- nguasai seluruh harta peninggalan H. Widayat. Sampai saat ini proses hukum perdata itu masih berjalan. Kedua pihak sudah dipertemukan untuk bermusyawarah, tapi masih deadlock. Pertemuan mediasi kembali diagendakan pada 22 Januari men- Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  19. 19. kriminal datang. Namun belum juga mediasi digelar, sebanyak 140 lukisan digondol dari museum.   “Saya tahu siapa yang mengambil dan dibawa ke mana lukisan-lukisan itu. Tapi, biarlah polisi yang mengungkap,” ungkap Pungki. Namun para pengambil lukisan membantah telah mencuri. Mereka menganggap koleksi museum itu diambil ahli waris yang berhak atas barang-barang tersebut. “Tidak benar adanya pencurian. Kita meng- ambil lukisan yang menjadi hak waris kami dari wa- risan milik almarhum Bapak HajiTidak benar adanya pencurian. Widayat,” kata Anwar Hutomo Kusu- mo Wardono, putra alm. H. WidayatKita mengambil lukisan yang kepada wartawan di kantor Pusatmenjadi hak waris kami dari Bantuan Hukum Jogjakarta (PBHJ). warisan milik almarhum Bapak Anwar berkilah, lukisan yang di-Haji Widayat ambil adalah milik ahli waris, baik anak-anak dan cucu almarhum. Sedangkan lukisan yang menjadi milik Pungki tidak diambil. Saat pembagian warisan juga sudah ada kesepakatan dan diundi. Ada ahli waris yang menda- patkan lukisan-lukisan yang berukuran besar, namun ada pula yang kecil. Menurut Anwar, kasus ini adalah murni sengketa perdata dan warisan yang terjadi sejak lama. Pihaknya sudah mengetahui bila kasusnya dilaporkan ke Polres Magelang. Saat ini, polisi akan melakukan mediasi kepada para ahli waris yang bersengketa tersebut. Sedangkan Kasat Reskrim Polres Magelang AKP Saprodin menyebut, raibnya koleksi Museum Wida- yat berhubungan dengan gugatan perdata ahli waris almarhum Widayat di Pengadilan Agama Magelang. Ia menambahkan,  anak almarhum Widayat sebagi- an sudah diperiksa polisi. Dari keterangan mereka, hilangnya koleksi museum terkait dengan masalah keluarga. (DEN/YOG) Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  20. 20. BERITA KOMIK Pembuktian Cinta Lesbi di Batam Reporter: Agus Siswanto (Batam) dan Irwan Nugroho Saya nikahkan saudara Angga Soetjipto dan Ninies Ramiluningtyas Saaahhh!!! Pernikahan sesama jenis kembali terku- ak. Kali ini dilakukan dua perempuan Angga Soetjipto alias Musjalifa (23) dan Ninies Ramiluningtyas (41), warga Batam, Kepulauan Riau. Begitu ketahuan, buku pernikahan mereka langsung dicabut.6 Januari 2012 adalah hari yang bahagia bagi Angga Soetjipto alias Musjalifa (23)seorang mahasiswa dan Ninies Ramiluningtyas (41) yang merupakan buruh pabrik.Hari itu, keduanya menikah setelah setahun berkenalan. Pernikahan itu dilakukandi KUA Kabupaten/Kota Batam. Tidak ada kecurigaan apa pun dari petugas KUA,karena keduanya mengumpulkan syarat-syarat pernikahan secara lengkap. Perni-kahan itu juga dihadiri oleh saksi.Setelah menikah, mereka menggelar resepsi. Belum jelas di mana acaranya. menurut informasi, mereka hanyamengundang kalangan dekat saja. Jadi terbatas. Makin mencurigakan. Selanjutnya, ‘suami-istri’ Angga-Niniestinggal di Blok F No. 20 Perumahan Puri Agung III Kelurahan Mangsang, Kecamatan Seibeduk, Batam. biasanya kalau Dia (Angga) malah keluar rumah ia memakai punya kebiasaan aneh jaket, namun sekarang seperti menanam dan tidak, ah.. saya makin mengurus bunga. curiga, itu kok kayak Dia jarang sekali payudara ya keluar rumah Istrinya malah nggak hhmmm.... ahh...sepertinya mereka menggun- jing ku...awalnya kehidupan mereka layaknya suami-istri betulan. Namun, warga curiga dengan tindak-tanduk pasangantersebut. Kecurigaan mengarah kepada sang ‘suami’, Angga, yang mempunyai perilaku mirip perempuan. Karenakeanehan itu semakin memuncak, Ketua RT setempat, Nugroho, mengumpulkan warganya untuk mengadakan rapat.Tujuannya, memastikan jenis kelamin Angga, apakah benar si Angga adalah pria sejati. ah..sudah lama bagaimana kalau Kemudian padasaya curiga dengan hari senin ini kita Senin 7 Januari tindak tanduk datangi rumah yang lalu, mere- pasangan itu.... mereka ka mendatangi rumah Ninies. K.. TO K.. TO K... TO Angga sempat membantah kalau dia adalah perempuan. YA ADA APA?? BOLEH KAMI Ini buku MASUK?? nikah kami di KUA Sudahlah, daripada masyara- kat mengarak kamu keliling kampung, mending bicara baik-baik ya, benar saya perempuan “Terus, kenapa Ini untuk kalian sampai pembuktian menikah? cinta Setelah ‘penggerebekan’ itu, Angga kabur dari rumah Ninies. Sampai saat ini, tidak diketahui batang hidungnya. Sementara Ninies memilih mengurung diri di dalam rumahnya. Tidak mau ditemui oleh siapa pun. Rumahnya yang teduh terlihat sepi. (WAN/YOG) Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  21. 21. [ lensa ]Evakuasi di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur. Ketinggian air di kawasan ini ada yangmencapai 3 meter. detikfoto/Hasan Evakuasi Banjir Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  22. 22. [ lensa ]Mahasiswa dievakuasi dengan mengunakan gerobak, karena rumah kos mereka di Grogol, JakartaBarat terendam banjir. detikfoto/Agung Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  23. 23. [ lensa ]Tim SAR menolong seorang ibu yang terjebak banjir di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.detikfoto/Rengga Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  24. 24. [ lensa ]Tim SAR mengevakuasi korban banjir dengan menggunakan perahu karet. Tak jarang mereka harusmelawan arus yang sangat deras saat evakuasi. detikfoto/Hasan Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  25. 25. FOKUS 100 hari jokowi - ahok 100 Ujian Banjir di Hari Jokowi-Ahok Jelang 100 hari kerja Jokowi-Ahok, banjir bandang melanda Jakarta. Mereka bilang tidak pernah punya target program 100 hari. Reporter: M. Rizal, Isfari Hikmat, Monique Shintami, Evi Tresnawati I Foto: Ari Saputra/Detikfoto Majalah detik 21 - 27 januari 2013 Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  26. 26. FOKUS 100 hari jokowi - ahok S “ iap Bapak. Siap Bapak. Sekarang saya masih di lapangan.” Begitu kata Gubernur DKI Ja- karta Joko Widodo (Jokowi) saat berbincang dengan seseorang di ujung telepon, Kamis, 17 Januari 2013. Ternyata yang jadi lawan bicaranya itu Menko Kesra, Agung Laksono. Kepada majalah detik, Jokowi mengatakan, Agung meminta digelar rapat koordinasi untuk mengantisi- pasi dampak banjir. Pasalnya, pada hari itu Jakarta sedang dikepung banjir. Jokowi mengaku sebetulnya sudah berupaya meng-Banjir bahkan antisipasi banjir itu. Malam hari sebelum banjir mener-merendam jang, ia mengecek tempat-tempat yang rawan sepertiIstana Negara Rawa Buaya, Kampung Pulo, Kampung Melayu, Kam- pung Duri, dan Cengkareng. “Saya cek perahu karetdan membuat ada semalam. Untuk posko kesehatan ada. TempatPresiden SBY pengungsian juga sudah siap,” terang Jokowi.menunda 2 jam Namun, curah hujan dan air ‘kiriman’ dari Bogorpertemuan begitu tinggi. Tanggul Banjir Kanal Barat (BKB) didengan Presiden kawasan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, jebolArgentina dan membuat tanah di bawah bantalan rel kereta apiCristina tergerus. Air bah dari jebolnya tanggul itu merendamFernandez de perumahan elite Menteng, Jl. Sudirman, Bundaran HI,Kirchner. dan Jl. MH Thamrin. Banjir bahkan merendam Istana Negara dan mem- buat Presiden SBY menunda 2 jam pertemuan dengan Presiden Argentina Cristina Fernandez de Kirchner. Banjir memaksa transportasi publik berhenti berope- rasi. Sejumlah toko tutup. Banyak kantor di Jakarta pun bubar lebih cepat lantaran karyawannya teradang banjir. Jakarta benar-benar lumpuh. Sore harinya, Jokowi meninjau langsung tanggul Latuharhari yang jebol. Ia ikut bahu-membahu mem- benahi tanggul dibantu Kementerian PU dan TNI/Pol- ri. Adapun Ahok mencarikan batu-batu dan meninjau banjir di wilayah lain. Ia sempat diisukan menghilang Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  27. 27. FOKUS 100 hari jokowi - ahok saat banjir, karena tak terlihat ikut rapat koordi- nasi di Balai Kota. “Aku ninjau beberapa lokasi di Jakut dan Jak- bar. Juga lihat sistem polder tertutup di Muara Karang," ucap Ahok ke- pada majalah detik. Banjir parah ini seolah membenarkan prediksi sejumlah kalangan sebe- lumnya. Diprediksi banjir akan lebih besar dariTap untuk melihat video tahun 2007 lalu (baca: Majalah Detik edisi 57: AwasTanggul Jebol Banjir Bandang Jakarta).isfari/majalahdetik Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) luas genangan yang terjadi di ibu kota men- capai 41 km2 yang tersebar di 62 titik banjir. Akibatnya sebanyak 910 RT, 337 RW, 74 kelurahan, 31 kecamat- an, terendam. Adapun total kepala keluarga yang ter- dampak mencapai 97.608 KK atau 248.846 jiwa. Kondisi inilah yang membuat Agung gusar dan lang- sung menelepon Jokowi. Ia meminta Jokowi mengge- lar rapat di Balai Kota DKI Jakarta untuk membahas banjir kali ini. Selain dihadiri Jokowi dan Agung, hadir pula Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, serta Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Suto- po Purwo Nugroho. DKI Jakarta akhirnya ditetapkan sebagai wilayah tanggap darurat banjir selama 10 hari, sejak 17 Januari sampai 27 Januari. “Pemerintah pusat maupun Pem- prov DKI mampu dan siap untuk mengatasi, melaku- kan langkah-langkah dalam menangani akibat banjir ini dan dampaknya,” kata Agung usai rapat digelar. lll Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  28. 28. FOKUS 100 hari jokowi - ahok Hanya tinggal hitungan hari tugas Jokowi-Ahok memimpin Jakarta me- masuki hari ke-100, banjir besar melanda. Padahal banjir adalah salah satu pekerjaan rumah di Ja- karta, selain kemacetan. Masalah penanganan banjir ini pun menjadi salah satu program uta- ma Jokowi saat bersaingJokowi membantu menjadi orang nomor satu di ibu kota.memperbaikI tanggul Banjir Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan HumasKanal Barat yang jebol.ari/detikfoto BNPB Sutopo Purwo Nugroho, sampai Sabtu, 19 Ja- nuari 2013, setidaknya ada 14 korban meninggal dunia akibat banjir kali ini. Para korban umumnya meninggal karena tersetrum. Evakuasi terhadap korban banjir memang menjum- pai beberapa kendala. Saat majalah detik memantau lokasi banjir di Kalibata, Jakarta Selatan, kondisi ru- mah-rumah yang terendam banjir gelap gulita. PLN sengaja memadamkan aliran listrik untuk menghin- dari korban jiwa maupun kebakaran. Untuk menyusuri wilayah permukiman yang dekat dengan aliran Sungai Ciliwung, perahu tak bisa di- gunakan karena takut terbalik. “Wah kalau mau lihat rumah-rumah kumuh yang sudah diseret arus nggak bisa menjangkau kita,” ujar Iwan, salah satu warga yang mendampingi majalah detik sambil mendayung perahu karet menyusuri rumah-rumah yang te­ rendam. Ketinggian air di Kalibata bervariasi dari 1 meter hingga 3 meter. Muhammad, salah seorang warga Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati, berhasil dievakuasi setelah sehari semalam bertahan di lantai Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  29. 29. FOKUS 100 hari jokowi - ahok dua rumahnya. Saat dievakuasi, Mu- hammad bersama seorang anaknya yang masih berusia dua tahun. Di pos pengungsian terdekat yang terletak di Kampus Binawan, setidak- nya ada 200 KK yang mengungsi. Sa- yangnya hingga Kamis malam, para pengungsi mengaku belum menerima bantuan apa pun dari Pemprov DKI Jakarta. Bantuan yang mereka terima saat ini hanya dari relawan Binawan, LSM dari Kanada, dan juga bantuan dari Trupala (Pencinta Alam SMA 6 Jakarta). “Kalau Jokowi baru ngunjung-ngun- jungi saja ke tempat banjirnya, nggakPresiden SBY tinjau banjir ke tempat pengungsian. Belum ada hasilnya ngunjung-di lingkungan Istana ngunjungi saja. Kalau dulu, dapur umum, tenda, MCK,Kepresidenan.Anung sudah langsung siap,” ujar Amirudin, Ketua RW 05, Kelurahan Cililitan. Selain dikeluhkan pengungsi banjir, sejumlah peng- usaha juga menyayangkan kesiapan pemerintah da- lam mengatasi banjir. Apalagi banjir yang mengepung Jakarta melumpuhkan perekonomian kota tersibuk di Indonesia itu. Menurut taksiran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, kerugian ekonomi Jakar- ta akibat banjir mencapai Rp 1 miliar sampai Rp 15 miliar per jam. Kerugian ini timbul akibat mandeknya distribusi, gagalnya tran­ aksi, serta kerusakan. s “Kita sangat berharap Pemerintah DKI Jakarta dengan dukungan penuh pemerintah pusat sudah harus segera merumuskan dengan serius dan fokus. Sehingga Jakarta bebas banjir,” kata Sarman Siman- jorang, Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta. Namun, menurut Jokowi, posko kesehatan dan pos pengungsian sudah disiapkan sejak banjir 15 Janu- Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  30. 30. FOKUS 100hari jokowi - ahok ari lalu. Pompa air juga sudah dikerahkan untuk menanggulangi genang- an yang ada di jalan-jalan. Ia mengakui, hal itu tidak menyelesaikan masalah. “Menyelesaikan ma- salah jangka panjang itu yang sudah sering saya sampaikan, normalisasi itu, pengerukan sungai, sumur resapan,” ujar Jokowi.Gubernur dan Wakil Gubernur Masalah lainnya, imbuh Jokowi, normalisasi itu bu-DKI Jakarta, Joko Widodo dan tuh pembebasan tanah untuk resapan air, tetapi ang-Basuki Tjahaja Purnama.ANTARA/Wahyu Putro A garannya belum diketok dewan. Untuk resapan yang ditargetkan dibutuhkan paling tidak Rp 250 miliar. Untuk normalisasi kali untuk pembebasan tanahnya dibutuhkan Rp 450 miliar. Itu belum biaya fisik. Jika program itu sudah berjalan paling tidak dalam satu tahun bisa menghilangkan 7-8 titik banjir. Saat ini ada 7-8 titik banjir yang jadi target pembe- nahan Pemprov DKI Jakarta, karena itu Jokowi tidak sepakat dengan istilah 100 hari di pemerintahannya. “100 hari ngapain? Saya tidak punya program 100 hari,” pungkasnya. Ahok pun setali tiga uang. Meski memandang banjir di Jakarta harus diatasi dengan cara-cara yang eks- trem, tetapi itu juga tidak bisa dilakukan dalam waktu yang singkat. Dalam tiga bulan ini, jajaran Pemprov DKI Jakarta masih menggenjot rancangan proyek-proyek di Jakarta, salah satunya untuk mengatasi banjir. “Sekarang minimal kita sudah punya gubernur dan wakil gubernur yang nggak boros, korupsi, dan trans- paran. Tinggal programnya kita kawal,” kata Dwi Djoko Rusriyanto, staf Ahok. (DEN/WAN) Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  31. 31. FOKUS 100hari jokowi - ahok Skala Banjir VS 2007 2013 (15-18 Januari 2013) Luas genangan Luas genangan 2 2 231,8 km 41 km (8% luas DKI) • 910 RT • 102 kelurahan • 337 RW • 32 kecamatan Kerugian materi Terdampak Rp 5,18 triliun 248.846 jiwa Pengungsi Pengungsi > 320.000 orang 18.018 orangKorban meninggal dunia Korban meninggal dunia 80jiwa 14 jiwatinggi genangan (meter) LOKASI PENGUNGSI 0.1-0.3 1-5 BATAS RW TERDAMPAK BANJIR 0.3-1 >5 Sumber: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kemen- terian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Majalah detik 21 - 27 januari 2013 Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  32. 32. FOKUS 100 hari jokowi - ahokKompromi demimegaproyek Sejumlah megaproyek di Masa Jokowi-AHOK masih menggantung. Jokowi tak mau menanggung risiko yang terjadi. APBD yang belum diketok Juga jadi kendala. TReporter: Hans Henricus, Isfari Hikmat, ransportasi massal harus ada yang sele-Bahtiar Rifai, dan Monique ShintamiJhoni Hutapea/detikfoto sai. Entah MRT atau monorel harus ada yang rampung. Itu target Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo di lima tahun kepemimpinannya. Membenahi transportasi massal memang menjadi salah satu janji mantan Walikota Solo yang akrab di- Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  33. 33. FOKUS 100 hari jokowi - ahok sapa Jokowi itu. Untuk urusan ini, Jokowi sebetulnya tak mau keluar dari blue print yang sudah ada. Utamanya melanjutkan proyek Mass Rapid Transit (MRT), monorel yang ter- bengkalai, dan meningkatkan performa bus transja- karta. Tapi MRT tampaknya menjadi prioritas Jokowi. Sebelum masa jabatannya berakhir pada 2017, Jakar- ta ditargetkan sudah memiliki setidaknya satu koridor MRT. Namun tetap, Jokowi tak mau gegabah. Bahkan ia terkesan sangat hati-hati. Jokowi menghitung ulang untung rugi proyek MRT. Public hearing dilakukan de­ ngan mengundang para pakar transportasi dan warga Jakarta.Itu nanti “Saya tidak mau karena suatu kalkulasi yang salah, pas saya tidak menjabat ada suara-suara ‘Waduh iniurusannya dulu yang ngitung keliru ini. Harga tiketnya mahal’”PT MRT dan ujarnya kepada majalah detik.Dinas Tata Selain itu, ia bergerilya untuk melobi pemerintahRuang yang pusat untuk porsi tanggungan pinjaman. Ia memintamelakuan agar porsi pusat dinaikkan menjadi 60% dari semulapendekatan- 42%. Alasannya, jika porsi DKI dikurangi maka hargapendekatan tiket yang semula Rp 38.000 bisa diturunkan. Geri-yang baik. lya dilakukan ke Menkeu Agus Martowardojo, Menko Perekonomian Hatta Rajasa hingga Wapres Boediono. Akhirnya, pusat menyetujui menaikkan porsinya men- jadi 49%. “Kami menerima keputusan ini, karena tak ingin proyek ini kembali tertunda,” terang Jokowi. Selain porsi tanggung jawab, juga ada perubahan tahap pembangunan yang semula dimulai dari Lebak Bulus ke Bundaran HI, dibalik menjadi HI-Lebak Bu- lus. Ini dikarenakan masih adanya penolakan oleh para pelaku usaha di kawasan Fatmawati yang akan dilalui jalur MRT. “Itu nanti urusannya PT MRT dan Dinas Tata Ruang Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  34. 34. FOKUS 100hari jokowi - ahok yang melakukan pendekatan-pendekatan yang baik,”Desain MRTjakartamrt.com imbuhnya. Setelah ini, diharapkan proyek senilai Rp 15,6 triliun ini bisa segera diputuskan siapa yang akan melak- sanakan pemba­ gunan proyek ini. Saat ini ada dua n konsorsium yang bertarung memenangi proyek MRT tahap satu ini, yakni konsorsium Hutama Karya-Sum- itomo dan Wijaya Karya-Obayashi-Shimizu. Merasa MRT sudah siap, Jokowi berencana untuk mengumumkan nasib proyek itu pada 17 Januari 2013 yang lalu. Sa­ang, banjir besar keburu melanda. Di y tengah perjalanan ke kantor, Jokowi ditelepon Menko Kesra untuk mengadakan rapat mengantisipasi dam- pak banjir. Jakarta ditetapkan situasi tanggap darurat hingga 27 Januari 2013. Jika MRT sudah menemui titik terang, monorel yang sebagian tiangnya sudah dibangun beberapa tahun lalu justru kian tak jelas. Jokowi ingin proyek itu juga diumumkan berbarengan dengan MRT. Namun, lagi- Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  35. 35. FOKUS 100 hari jokowi - ahok lagi ia belum mengambil keputusan. Di saat yang sama, PT Adhi Karya secara resmi menyatakan mundur dari konsorsium PT Ja- karta Monorail. BUMN ini malah mengusulkan rute baru yakni Bekasi-Cawa- ng-Cibubur. “Alasannya satu, proposal kami itu beda dengan yang dikons- esikan kepada Jakarta Monorail,” ujar Dirut PT Adhi Karya, Kiswodarmawan.Permukiman kumuh diKampung Melayu, Jaktim Kompromi dengan pemerintah pusat memang har-dok. detikfoto us banyak dilakukan Jokowi saat memutuskan mega- proyek di Jakarta. Pasalnya ‘pusat’ ada di banyak megaproyek itu. Dalam kasus pembangunan enam ruas tol Jakarta misalnya, Jokowi akhirnya harus mengubah sikapnya. Setelah mendengar paparan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan bertemu Dirut PT Jakarta Tollroad Development Frans Sunito, Jokowi akhirnya menyetujui proyek senilai total Rp 40,02 triliun itu. Alasannya enam ruas tol ini merupakan bagian dari tulang punggung transportasi Jakarta. Keenam ruas tol tersebut adalah Tol Semanan- Sunter (17,88 kilometer), Tol Sunter-Pulo Gebang (11 kilometer), Tol Duri Pulo-Kampung Melayu (12,65 ki- lometer), Tol Kemayoran-Kampung Melayu (9,60 kilo- meter), Tol Pasar Minggu-Casablanca (9,15 kilometer) dan Tol Ulujami-Tanah Abang (8,27 kilometer). Di balik pembangunan jalan tol ini sudah ada kon- sorsium Jakarta Tollroad Development, yang terdiri dari PT Jakarta Propertindo, Grup Pembangunan Jaya Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  36. 36. FOKUS 100 hari jokowi - ahok (PT Jaya Real Property, PT Pembangunan Jaya Ancol,Kawasan padat penduduk diJakarta PT Jaya Konstruksi, PT Pembangunan Jaya, PT Jayafikri/detikfoto Land, dan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk). Sejumlah BUMN juga ikut terlibat yaitu PT Wijaya Karya Tbk, PT Adhi Karya Tbk, PT Pembangunan Perumahan, dan Hutama Karya. Sikap kompromi Jokowi ini menuai protes, karena di- nilai tidak sejalan dengan misinya membangun trans- portasi ma­ ­ al. Bahkan ada yang menduga sebagai ss bagian transaksi pembangunan MRT. “Jalan tol atau jalan baru tidak menjamin menyelesaikan kemacet- an,” ujar Direktur Intrans (Institut Transportasi Studi) Darmaningtyas. Tak hanya dari pusat, Jokowi juga harus ‘menunduk- kan’ DPRD DKI Jakarta yang dinilai sengaja mengulur pembahasan APBD, hingga membuahkan teguran dari Mendagri Gamawan Fauzi. Namun tudingan ini langsung dibantah oleh Wakil Ketua DPRD DKI, Sayo- go Hendro Subroto. Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perhitungan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD DKI 2013 Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  37. 37. FOKUS 100 hari jokowi - ahok sudah siap sebelum Jokowi-Ahok dilantik. DPRD se- ngaja menunda pengesahan APBD untuk memberi kesempatan pada eksekutif untuk meneliti dan mela- kukan perubahan. Dan perubahan itu baru diserahkan ke DPRD akhir November 2012. “Terlambatnya di situ. Dilantik 15 Oktober, meng- ubah KUA PPAS baru kemudian kita bahas. Karena kebijakan umum serta kebijakan beliau sangat ber- ubah,” ujar politikus PDIP ini. Memang, Jokowi-Ahok banyak melakukan perubah- an rencana pada sektor transportasi dan perumahan.Di Jakarta ada Di samping MRT dan monorel, Jokowi menambahkan rencana peremajaan angkutan umum dan penam-sekitar 300 RW bahan armada bus transjakarta. Semua itu mengaki-yang kumuh. batkan perubahan anggaran hingga Rp 2,2 triliun. IniDalam setahun membuat DPRD gamang, karena payung hukumnyapaling bisa belum jelas.dilakukan 30 Untuk sektor perumahan, Jokowi menyampaikanhingga 40 RW. tekadnya untuk merealisasikan pembangunan kam-Satu kampung pung deret di bantaran kali dan pembangunan rusu-itu Rp 30 miliar. nawa di pusat kota. Namun soal ini, juga dinilai belumIni perlu acuan ada payung hukumnya.kerja yang jelas. “Di Jakarta ada sekitar 300 RW yang kumuh. Dalam setahun paling bisa dilakukan 30 hingga 40 RW. Satu kampung itu Rp 30 miliar. Ini perlu acuan kerja yang jelas,” ujar Sayogo sambil menambahkan harus ada detail mana yang dapat dan apa kriterianya. Anggota Komisi B Slamet Nurdin menambahkan, Pemprov juga belum menyelesaikan Rencana Pemba- ngunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yang berisi program-program pembangunan. Menurut informasi yang diterima majalah detik, ada 50 ribu item-item proyek yang dibahas. Tujuannya, untuk menghindari kebocoran. Ahok mengakui, RPJMD itu memang masih disusun. "Tak ada yang menghambat. Sedang proses penyu- sunan," kata Ahok. (AMI/WAN) Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  38. 38. FOKUS 100 hari jokowi - ahok Tahun Baru Bus Baru S elasa 1 Januari 2013, BLU Nilai investasi pengadaan 66 ar- TransJakarta meluncurkan mada transjakarta baru mencapai uji operasi 10 bus yang baru Rp 221 miliar. Sedangkan persiapan saja dihadirkan dari Perusahaan keuangan yang dipenuhi oleh Pem- Zhong Tong, Cina. Armada baru prov DKI Jakarta di awal mencapai ini akan  mengisi dua koridor, yakni Rp 1,8 triliun. Harga setiap unitnya koridor I dan koridor XI Kampung mencapai Rp 3,35 miliar. Melayu-Pulo Gebang. Pengamat transportasi, Darma- Hadirnya 10 bus baru ini merupakan realisasi awal janji kampanye Jokowi-Ahok untuk me- nambah 1.000 unit trans- jakarta dan penambah- an koridor menjadi 15 koridor dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2012 lalu. Pasca-pelantikan, ANTARA/Puspa Perwitasari keduanya mengusulkan penambah- ningtyas menilai, meski ada penam- an 66 armada transjakarta. 10 bus bahan unit, secara umum kualitas ini adalah gelombang pertama yang transjakarta menurun. Jalur trans- segera akan bertambah menjadi 23 jakarta sampai saat ini tidak ada pada Januari 2013. yang benar-benar steril. Ketersedia- Jokowi sendiri cukup ambisius an BBG juga masih menjadi problem melakukan penambahan trans- utama. jakarta. Ia mendapat laporan nihil- “Hal itu berdampak pada headway nya penambahan armada pada saat bus yang lama dan masa tunggu perayaan ulang tahun BLU Trans- penumpang yang  lama pula. Juga Jakarta. Makanya, ia berniat me- tidak memberi kepastian pada waktu nambah sebanyak 450 armada pada tempuh,” katanya. tahun 2013 ini. (ARY) Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  39. 39. FOKUS 100 hari jokowi - ahokSaat Rumah SakitKebanjiran Pasien Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar adalah janji kampanye Jokowi-Ahok yang sudah diwujudkan. Masyarakat berbondong-bondong ke rumah sakit. Sayang, dampak ‘euforia’ warga Jakarta itu tampak belum diantisipasi.Reporter: Ken Yunita, Bahtiar Rifai, Monique Shintami | Video: Detik TV Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  40. 40. FOKUS 100 hari jokowi - ahok K amis 17 Januari 2013, perasaan lega meng- hinggapi Endang Prihatin (40) usai meman- dang antrean pasien yang mengular di Ru- mah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati, Jakarta Selatan. Baru saja ia melengang menuju kamar anaknya yang dirawat di RS tersebut. Beberapa bulan lalu, ia harus menghadapi antrean yang sama. Ujungnya sungguh menyakitkan, pihak RS Fatmawati menolak merawat Adiem (17), anaknya. Padahal sudah sejak lama Adiem mengidap penyakit hernia. “Dia kan kena hernia sejak umur 4 tahun dan baru dioperasi sekarang ini,” tuturnya ketika ditemui maja- lah detik di RS Fatmawati.Anggaran ini Adiem akhirnya dapat dioperasi bermodalkan sebu- ah kartu berwarna jingga dan putih bernama Kartuditargetkan Jakarta Sehat (KJS). Kartu itu adalah buah kebijakanuntuk Gubernur DKI Jakarta yang baru, Joko Widodo. Untukmemenuhi mendapatkan KJS, syaratnya cukup mudah. Ia hanyakebutuhan mempersiapkan KTP DKI Jakarta yang masih aktif dankesehatan bagi mendaftarkannya ke Puskesmas tempatnya tinggal.sekitar 4,7 juta “Saya lantas diberi kartu sementara, untuk nantipenduduk DKI diperbarui dengan kartu yang tetap,” tutur Endang.Jakarta. Pasca-memenangi Pilgub DKI Jakarta September 2012 yang lalu, Jokowi-Ahok langsung mengebut pem- bikinan KJS. Tak harus menunggu pembahasan APBD 2013. Sisa anggaran DKI 2012 masih memungkinkan untuk menjalankan program KJS. Alhasil, gelontoran anggaran sebesar Rp 800 miliar langsung digunakan untuk memenuhi KJS. Anggaran ini ditargetkan untuk memenuhi kebu- tuhan kesehatan bagi sekitar  4,7 juta penduduk DKI Jakarta. KJS diharapkan dapat memenuhi kebutuhan kesehatan penduduk miskin (478,1 ribu jiwa) dan pen- duduk rentan (780 ribu jiwa) dari keseluruhan pendu- duk DKI (9,6 juta jiwa). Hingga saat ini KJS telah dise- Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  41. 41. FOKUS 100hari jokowi - ahok barkan kepada 738.949 penduduk. Untuk program KJS itu, Jokowi memang sudah pengalaman. Ia memberlakukan pem- berian kartu sehat ke- tika  menjabat sebagai Walikota Solo. Hasil- nya signifikan, kartu ini dapat menopang kebutuhan pengobat- an sebanyak 235.639Jokowi membagikan Kartu penduduk kelas menengah dan  bawah dari jumlahJakarta Sehat (KJS) di keseluruhan penduduk Solo, sekitar 2 juta jiwa.Kelurahan Bukit Duri, Tebet,Jakarta Selatan Kartu ini memang cukup memberikan kelegaan.Agung Pambudhy/detikfoto Pemegang kartu dapat memperoleh fasilitas perawat- an di kelas 3. Pasien pun bisa berobat untuk penyakit kanker dan kemoterapi. Namun, Jakarta memberikan tantangan lebih. Dalam praktiknya, terlihat ada yang belum matang dalam peluncuran KJS ini. Sejak adanya KJS, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Jakarta Pusat kebanjiran pasien. Jumlah pasien melonjak dari 200 menjadi 700 orang per hari. Bahkan, di hari libur, jumlah pasien mem- bengkak menjadi 1.200 pasien per hari. Karena ruang kelas 3 overload, pasien dirawat di IGD. RSUD Tarakan sendiri masih memaklumi mem- bengkaknya pasien. Mereka tetap memenuhi pelayan- an secara standar. Sementara jumlah tenaga medis tidak mengalami penambahan. Kejadian yang sama juga dialami RSUP Fatmawati. Direktur RS tersebut, Andi Wahyuningsih mengaku sering sekali menerima pasien pemegang KJS yang sebenarnya tak perlu diobati di rumah sakit. Pasien ‘nyasar’ ini mencapai 40 persen pemegang KJS yang berobat ke RSUP Fatmawati. Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  42. 42. FOKUS 100 hari jokowi - ahok Sebetulnya, kata Andi, pemanfaatan KJS itu meli- batkan puskesmas sebagai pelayan kesehatan utama. Jadi, pemegang kartu KJS bisa diobati di puskesmas jika tak membutuhkan perawatan intensif. Kalaupun wajib dirawat, harus mendapat rujukan dari puskes- mas setempat. “Nah, jadi sekarang belum ada petunjuk teknis (juk- nis) yang lengkap mengenai KJS ini,” keluhnya. Selain KJS, Jokowi-Ahok juga menggenjot janji kam- panye mereka yang lain, yakni Program KartuJakarta Pintar (KJP). Hingga akhir 2012 lalu, pembagian KJP mencapai 12 ribu siswa. Anggaran yang disediakan dengan sisa APBD DKI 2012 adalah Rp 37 miliar. Awal tahun ini, pengguna KJP mencapai 10 ribu sis-Awal tahun wa dari kuota 332 ribu dengan ketersediaan anggaran Rp 804 triliun. Mayoritas pengguna kartu ini adalahini, pengguna sekolah swasta yang mencapai 113 sekolah. Sedang-KJP mencapai kan sekolah negeri hanya mencapai 18 sekolah.10 ribu siswa “Ini masih berjalan walau ada keluhan. Karena wajardari kuota 332 di pendidikan ini kan banyak keluhan. Urusan Sekolahribu dengan itu peserta didiknya di Jakarta mencapai 1,6 juta sis-ketersediaan wa,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakartaanggaran Rp Taufik Yudi.804 triliun. Gerak cepat Jokowi-Ahok ini menuntut DPRD DKI Jakarta mempercepat langkah. Tak ayal, berbagai ke- sepakatan harus digelar. Maklum, orientasi anggaran ini berbeda jauh dengan masa Gubernur Fauzi Bowo (Foke). Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Sayogo Hendro Su- broto menyatakan pelantikan Jokowi-Ahok dilakukan pada 15 Oktober 2012. Pada saat itu, perubahan ang- garan melalui Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) DKI di- lakukan. 10 hari kemudian diserahkan kepada DPRD DKI Jakarta. Waktu ini sudah sangat terlambat untuk melakukan pembahasan. Namun mau tak mau perubahan harus Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  43. 43. FOKUS 100hari jokowi - ahok dilakukan. Apalagi, peru- bahan baru diserahkan akhir November 2012. Namun antusiasme dari Gubernur dan Wakil Gubernur DKI sangat besar.  Sehingga DPRD DKI Jakarta tetap harus melakukan pembahas- an. Alhasil,  kesepakatan dapat dilakukan pada 15 Januari untuk memenuhi program KJS dan KJP. Mereka sepakat me- manfaatkan dana sisa anggaran DKI 2012 sebesar RpKartu Jakarta Sehat (KJS)memicu jumlah pasien di 3,1 triliun. DPRD DKI Jakarta melakukan penghitunganbeberapa RSUD meningkat. Tak sisa anggaran yakni Rp 7 triliun ditambah penambah-terkecuali di RSUD Tarakan,Jakarta. an pendapatan sebesar Rp 2,2 triliun. Namun anggar-Agung Pambudhy/detikfoto an ini sudah dimanfaatkan sebesar Rp 5,2 triliun. “Kami sudah mengakomodir (mengakomodasi) kemauan gubernur. Mereka (DPRD DKI Jakarta) me- nunggu, karena gubernurnya lain, juga menunggu apa yang disampaikan dalam kampanye akan diakomodir (diakomodasi),” jelasnya. Jokowi sendiri memastikan pemegang KJS tetap bisa berobat meski APBD belum diketok. Terkait ada- nya permasalahan di rumah sakit-rumah sakit, Jokowi mengakui sistem KJS sedang dirombak. Namun, un- tuk pelayanan terhadap masyarakat, ia meminta agar segera ditanggulangi. Misalnya, dengan menambah tenaga medis sehingga mencukupi. “Memang sekarang ini lonjakan pasien cukup ba- nyak. Itu menunjukkan bahwa KJS memang dibutuh- kan oleh masyarakat,” cetusnya. (ARY/WAN) Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  44. 44. FOKUS 100 hari jokowi - ahok Menyulap PNS Mirip Customer Bank B irokrasi adalah masalah yang sering dikeluhkan oleh warga DKI Jakarta. Masyarakat sering diha- dapkan dengan birokrasi yang lambat dan berbelit-belit. Belum lagi, pungut- an liar yang ditarik oleh oknum-oknum aparat pemerintah. Pada masa kampanye Pilgub DKI Jakarta, penataan birokrasi menjadi dok. detikfoto fokus utama jualan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama. Mereka ber- segan memarahi anak buahnya yang janji mengubah birokrasi benar-benar lamban. (Baca Majalah Detik Edisi 52: menjadi pelayan masyarakat. Ahok Style). Pasca-dilantik, Jokowi melakukan in- Ahok mengidamkan birokrasi Pem- speksi mendadak ke kantor kelurahan prov Jakarta mirip customer bank. “Pak dan kecamatan. Ia mendapati banyak Ahok sampaikan paling nggak kayak anak buahnya yang tidak tertib dan custumer service bank. Kan mereka pe- disiplin masuk kantor. Layanan masya- layan masyarakat,” kata staf Ahok, Dwi rakat pun masih centang perenang. Djoko Rusriyanto. Alhasil, Jokowi mengumpulkan apa- Beberapa pihak menilai sudah ada ratnya pada Selasa 20 November 2012. perbaikan birokrasi itu. Namun, tetap Dalam forum itu, ia meminta agar para saja masih ada oknum-oknum PNS aparatur di bawah menjalankan tugas- yang bertindak menyimpang. Penga- nya secara  lebih profesional. Tak segan laman itu bahkan dirasakan langsung ia mengancam mengganti lurah atau oleh keluarga pakar manajemen, Rhe- camat yang tidak patuh alias mbalela. nald Kasali. Ahok lebih bersikap keras lagi terha- “Kemarin urus KTP terasa. Anak saya dap para anak buahnya. Sikap tegasnya dimintai duit. Bahkan ditegur sama terhadap birokrasi itu bahkan ia tun- yang jaga, ‘masa kamu dari luar negeri jukkan ke masyarakat melalui video di nggak punya duit?’” ucap Rhenald. YouTube. Di depan rapat dinas, Ahok tak (WAN/YOG) Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  45. 45. FOKUS 100 hari jokowi - ahokPendobrak Gaya‘Ndoro’ Pejabat Gaya Jokowi saat memimpin Solo dan Jakarta tak banyak beda. Blusukan ke kampung-kampung tetap menjadi ciri khasnya. Banyak ditiru pejabat lain. Efektif, tapi juga tak lepas dari kelemahan. SReporter: Isfari Hikmat, Bahtiar Rifai, Monique uliadi adalah saksi hidup keseharian JokoShintami, dan Evi Tresnawati Widodo (Jokowi) saat menjadi Walikota Solo,Foto: Agung Pambudhy/detikfoto Jawa Tengah (Jateng). Di samping tentu saja istrinya, Iriana, Suliadi adalah orang yang selalu berada di dekat Jokowi. Maklum, Suliadi adalah sopir pribadi Jokowi selama tujuh tahun memimpin Majalah detik 21 - 27 januari 2013
  46. 46. FOKUS 100 hari jokowi - ahok Kota Batik itu. Suliadi bercerita, setiap hari Jokowi rutin menyam- bangi kampung-kampung di Solo. ‘Blusukan’ itu di- lakukan tak tentu, tapi seringnya pagi hari sebelum berangkat ke kantor. Mobil biasanya keluar dari Loji Gandrung, rumah dinas walikota di Jl. Slamet Riyadi, sekitar pukul 07.30 WIB. Di tengah perjalanan ke kampung-kampung itu, mobil berhenti sebentar di toko untuk membeli sara- pan. Roti dan air mine­ al adalah menu santapan pagi r Jokowi. “Kadang saya atau ajudan turun beli roti,” kata Suliadi kepada majalah detik.Di Jakarta, Berkunjung ke tengah-tengah warga Solo, Jokowiantusias mendengarkan keluh kesah mereka. Masalah-ma-masyarakat salah itu ‘dicatat’ di kepala Jokowi. Selain menyerap aspirasi warga, ia juga membawa bawaan wajib, yaitulebih besar beras dan buku tulis untuk anak-anak sekolah.dibandingkan “Biasanya satu jam atau dua jam keli­ ing kampung,” ldi Solo. Ketika ucap Suliadi.mengunjungi Setelah Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta, Su-Jakbar, Jokowi liadi ‘berpisah’ dengan mantan bosnya karena tak lagidirubung oleh didapuk sebagai sopir. Namun, saat tahun baru 2013banyak orang. lalu, ia diundang ke Jakarta. Selama seminggu Suliadi ‘bernostalgia’ dengan Jokowi. Ia diajak Jokowi keliling kampung di Jakarta Barat dan mengunjungi Bendun- gan Katu­ampa, Bogor. l Nah, dari situlah, Suliadi melihat ada sedikit yang berbeda dari blusukan Jokowi ketika masih di Solo dan setelah di Jakarta. Di Jakarta, antusias masyarakat lebih besar dibandingkan di Solo. Ketika meng­ njungi u Jakbar, Jokowi dirubung oleh banyak orang. “Pak Jokowi makin kurus juga. Mungkin karena banyak yang dijelajahi,” canda Suliadi. Blusukan memang menjadi ciri khas yang tetap di- pertahankan oleh Jokowi ketika menjadi Gubernur Ja- karta. Selama tiga bulan memimpin ibu kota, Jokowi Majalah detik 21 - 27 januari 2013

×