55
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian kualit...
56
Data digali secara mendalam oleh peneliti mengacu pada teori
namun tanpa mempunyai prediksi terlebih dahulu, sehingga t...
57
situation atau situasi sosial yang terdiri dari atas tiga elemen, yaitu tempat
(place), pelaku (actors), dan aktivitas ...
58
informasi yang baru). Untuk mencapai titik kejenuhan, peneliti melakukan
pengambilan data kepada informan sampai data y...
59
analisa data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan atas
temuannya (Sugiyono, 2008).
2. Pedoman wawancara
Pedoman waw...
60
1. Wawancara mendalam (In Depth Interview)
Data diperoleh melalui wawancara langsung dan mendalam dengan
informan untuk...
61
4. Catatan Lapangan
Catatan lapangan ini berupa catatan-catatan tambahan yang diperoleh
selama melakukan penelitian di ...
62
b. Meningkatkan ketekunan
Dalam penelitian ini, peneliti berusaha untuk lebih meningkatkan
ketelitian dan kecermatan da...
63
sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Dalam
penelitian ini data diperoleh dengan wawancara kemudian
dicek dengan...
64
independen yang akan memantau jalannya penelitian. Pihak
independen tersebut adalah kader/tokoh masyarakat
setempat/per...
65
Miles dan Huberman (1984) dalam Sugiyono (2008), model ini
terdiri atas tiga komponen yaitu reduction, sajian data, dan...
66
Skema 3.2 Proses analisis dalam model interkatif (Miles dan Huberman,
1984 dalam Sugiyono, 2008).
J. Etika Penelitian
M...
67
atau masyarakat secara keseluruhan. Prinsip ini meliputi hak untuk
mendapatkan perlindungan dari penderitaan dan kegeli...
68
penelitian tanpa diskriminasi apabila mereka tidak bersedia atau
dropped out sebagai informan.
b. Hak dijaga kerahasiaa...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Bab iii 7

5,744 views

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
5,744
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
121
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bab iii 7

  1. 1. 55 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya perilaku, persepsi, motivasi dan tindakan, secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata- kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah. Penelitian kualitatif berorientasi pada landasan teoritis (Moleong, 2009). Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang berusaha melihat kebenaran-kebenaran atau membenarkan, namun di dalam melihat kebenaran tersebut, tidak selalu dapat dan cukup didapat dengan melihat sesuatu yang nyata, akan tetapi kadangkala perlu melihat sesuatu yang bersifat tersembunyi, dan harus melacaknya lebih jauh ke balik sesuatu yang nyata tersebut. Metode kualitatif berusaha mengungkapkan berbagai keunikan yang terdapat dalam individu, kelompok, masyarakat atau organisasi dalam kehidupan sehari-hari secara menyeluruh, rinci, dalam, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah (Miles and Huberman, 1994 dalam Sugiyono 2008).
  2. 2. 56 Data digali secara mendalam oleh peneliti mengacu pada teori namun tanpa mempunyai prediksi terlebih dahulu, sehingga terbuka kemungkinan untuk memperoleh data seluasnya-luasnya dari informan. Pada penelitian ini peneliti tidak melakukan pembuktian terhadap suatu hipotesis, penelitian menuntut fleksibilitas terhadap data yang diperoleh sehingga memiliki kemungkinan untuk berubah. Pendekatan fenomenologis yang ditekankan yaitu aspek subjektif dari penerapan lima tugas keluarga merawat anggota keluarga yang mengalami stroke tahap rehabilitasi. Peneliti berusaha untuk masuk ke dalam pengalaman, baik secara fisik maupun psikis keluarga sehingga peneliti mengerti bagaimana persepsi pengalaman lima tugas keluarga yang dikembangkan oleh keluarga dalam merawat anggota keluarga yang mengalami stroke tahap rehabilitasi. B. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di wilayah kabupaten Brebes Bagian Utara selama bulan Februari 2013. Peneliti memilih wilayah ini karena Kabupaten Brebes bagian utara adalah salah satu kabupaten yang memiliki angka kejadian stroke cukup tinggi yaitu sebesar 47420 pada tahun 2011. C. Metode Pemilihan Informan Dalam penelitian kualitatif tidak menggunakan istilah populasi, tetapi oleh Spradley (1980) dalam Sugiyono (2008) dinamakan social
  3. 3. 57 situation atau situasi sosial yang terdiri dari atas tiga elemen, yaitu tempat (place), pelaku (actors), dan aktivitas (activity) yang berinteraksi secara sinergis. Situasi sosial dalam penelitian ini adalah keluarga yang merawat anggota keluarganya yang mengalami stroke tahap rehabilitasi di Kabupaten Brebes Bagian Utara. Sampel dalam penelitian kualitatif bukan dinamakan responden, tetapi sebagai narasumber atau partisipan, informan, teman dan guru dalam penelitian. Penentuan sumber data pada orang yang diwawancara dilakukan secara purposive sampling, yaitu dipilih dengan pertimbangan dan tujuan tertentu (Sugiyono, 2008). Pertimbangan tertentu ini adalah informan yang dapat memberikan data secara jelas khusunya untuk mengungkap gambaran selama merawat anggota keluarganya yang mengalami stroke tahap rehabilitasi. Jumlah informan dalam penelitian ini memiliki kriteria: 1) Tipe keluarga: extended family yang terdiri dari ayah, ibu, anak, kakek, dan nenek atau nuclear family yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak. 2) Bersedia menjadi informan 3) Ada anggota keluarga yang mengalami stroke 4) Keluarga tinggal bersama 5) Keluarga yang merawat tidak mempunyai gangguan komunikasi Menurut Nasution (1988) dalam sugiyono (2008), penentuan unit sampel (informan) dianggap telah memadai apabila telah sampai pada taraf “redudancy” (data telah jenuh, ditambah sampel tidak lagi memberikan
  4. 4. 58 informasi yang baru). Untuk mencapai titik kejenuhan, peneliti melakukan pengambilan data kepada informan sampai data yang didapat sudah sama antar informan yang satu dengan informan yang lainnya dan sampai tidak ditemukan variasi data lagi. D. Variabel Penelitian Menurut Sugiyono (2008), dalam pandangan kualitatif, gejala suatu objek bersifat holistic sehingga peneliti kualitatif tidak akan menetapkan penelitiannya hanya berdasarkan variabel penelitian tetapi keseluruhan situasi sosial yang diteliti yang meliputi tempat, perilaku, dan aktivitas yang berinteraksi secara sinergis. Dalam mempertajam penelitian, peneliti kaualitatif menetapkan fokus penelitian. Menurut Spardley (1980) dalam Sugiyono (2008), fokus itu merupakan domain tunggal atau beberapa domain yang terkait dari situasi sosial. Fokus penelitian ini adalah lima tugas keluarga dalam merawat anggota keluarga yang mengalami stroke rehabilitasi. E. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data adalah: 1. Peneliti sebagai instrument (Human Instrument) pokok Peneliti menetapkan fokus penelitian, memilih informasi sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data,
  5. 5. 59 analisa data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan atas temuannya (Sugiyono, 2008). 2. Pedoman wawancara Pedoman wawancara terdiri dari beberapa poin utama yang berupa pertanyaan yang diajukan kepada informan. Pertanyaan ini dibuat sendiri oleh peneliti berdasarkan landasan teori. Dalam penelitian ini terdapat 5 pertanyaan terbuka yang dapat diperluas. 3. Pedoman Observasi Pedoman observasi yang digunakan peneliti yaitu berisi tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh keluarga dalam merawat anggota keluarganya yang mengalami stroke. 4. Alat perekam suara Alat ini digunakan untuk mengingat dan mendengar kembali informasi yang diperoleh pada saat wawancara. Alat perekam suara yang digunakan adalah alat perekam suara digital yang dapat merekam 4 jam dalam 1 kali rekam. 5. Kamera Alat ini digunakan untuk mendokumentasikan semua aktifitas pasien dan keluarga dalam memberikan perawatan. F. Metode Pengumpulan Data Sesuai dengan bentuk penelitian kualitatif, metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:
  6. 6. 60 1. Wawancara mendalam (In Depth Interview) Data diperoleh melalui wawancara langsung dan mendalam dengan informan untuk mendapatkan data dan keterangan tentang tema yang diteliti. Kelonggaran cara ini akan mampu menggali kejujuran informan untuk memberikan informasi yang sebenarnya. Diajukan beberapa pertanyaan yang dapat dipakai sebagai pedoman dalam mengeksplorasi pengalaman keluarga dalam merawat anggota keluarganya yang mengalami stroke tahap rehabilitasi. Proses wawancara dilakukan oleh peneliti sendiri. Alat yang digunakan untuk mempermudah proses wawancara adalah buku catatan, pulpen, panduan wawancara dan alat perekam suara digital.. 2. Observasi Peneliti mengobservasi pasien dan keluarganya dalam memberikan perawatan selama menginap 2 hari 1 malam di rumah informan dan beberapa hari setelahnya akan melakukan pengamatan dari kejauhan dan tanpa membuat janji terlebih dahulu dengan keluarga yang dibantu dengan para tetangga informan dalam memperoleh informasi. 3. Dokumentasi Dokumentasi dalam penelitian ini yaitu berupa transkrip yang didapat dari hasil wawancara pada partisipan. Hasil wawancara yang berupa rekaman kemudian diubah dalam bentuk tulisan. Dokumen ini bermanfaat dalam proses analisis, namun sewaktu-waktu diperlukan data ini dapat digunakan kembali karena data ini tersimpan.
  7. 7. 61 4. Catatan Lapangan Catatan lapangan ini berupa catatan-catatan tambahan yang diperoleh selama melakukan penelitian di lapangan. G. Sumber Data Penelitian ini menggunakan sumber data primer. Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data (Sugiyono, 2008). Sumber data primer dalam penelitian ini adalah hasil wawancara langsung dan observasi dengan informan yaitu keluarga yang merawat anggota keluarganya yang mengalami stroke tahap rehabilitasi. H. Metode Uji Mutu Data Menurut Sugiyono (2009) dalam penelitian kualitatif uji mutu data didapatkan dengan credibility dan dependability. 1. Credibility (derajat kepercayaan) Pengujian kredibiltas data penelitian dilakukan dengan cara: a. Perpanjangan pengamatan Penelitian akan dilaksanakan lebih dari dua kali pengambilan data karena data yang diperoleh dirasa belum memadai dan belum kredibel. Dengan perpanjangan penelitian lebih dari dua kali pengambilan data dengan wawancara mendalam maka data yang diperoleh telah valid.
  8. 8. 62 b. Meningkatkan ketekunan Dalam penelitian ini, peneliti berusaha untuk lebih meningkatkan ketelitian dan kecermatan dalam membuat transkrip dan dalam melakukan analisis data, proses ini dilakukan secara terus menerus. Dengan cara ini, maka kepastian data dan urutan peristiwa dapat direkam secara pasti dan sistematis. c. Triangulasi Triangulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu. Dengan demikian terdapat triangulasi sumber, triangulasi teknik pengumpulan data, dan triangulasi waktu. 1) Triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber yaitu pasien, tetangga, dan anggota keluarga lain. Pasien Anggota keluarga lain Tetangga Skema 3.1.a Triangulasi Sumber Data. 2) Triangulasi teknik pengumpulan data untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada
  9. 9. 63 sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Dalam penelitian ini data diperoleh dengan wawancara kemudian dicek dengan observasi dan dokumentasi. Wawancara Observasi Dokumentasi Skema 3.1 b. Triangulasi Teknik Pengumpulan Data. d. Member check adalah proses pengecekan data yang diperoleh peneliti kepada pemberi data. Tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa jauh data yang diperoleh dari peneliti ini telah disepakati oleh para informan berarti data tersebut sudah valid, sehingga semakin kredibel atau dapat dipercaya. 2. Dependability Penelitian Dependibility dalam penelitian kuantitatif disebut realibilitas. Suatu penelitian yang reliabel adalah apabila orang lain dapat mengulangi atau mereplikasi proses penelitian tersebut. Peneliti melakukan uji dependability dengan melakukan audit terhadap keseluruhan proses penelitian. Dimulai dari menentukan masalah, memasuki lapangan, menentukan sumber data, melakukan analisa data, melakukan uji keabsahan data serta penarikan kesimpulan. Dalam melakukan uji dependability, peneliti akan dibantu oleh pihak
  10. 10. 64 independen yang akan memantau jalannya penelitian. Pihak independen tersebut adalah kader/tokoh masyarakat setempat/perangkat desa. I. Metode Analisa Data Metode analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data secara kualiatatif dengan menggunakan model analisi interaktif menurut Miles dan Huberman (1984) dalam Sugiyono (2008). Peneliti melakukan pengumpulan data dengan wawancara kemudian data yang didapatkan oleh peneliti dilakukan pereduksian data dengan mengfokuskan data yang ada sesuai dengan permasalahan dalam penelitian. Data disajikan dalam bentuk transkip kosong yang belum dianalisis. Setelah itu barulah data tersebut dikategorikan secara spesifik terhadap transkip. Data ini kemudian dianalisis dan dikategorikan sesuai dengan teori dan hasil wawancara lalu disajikan dalam pembahasan dan ditarik kesimpulannya. Miles dan Huberman (1984) dalam Sugiyono (2008), mengemukakan bahwa aktifitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus pada setiap tahapan penelitian sampai tuntas dan datanya sampai jenuh. Aktifitas dalam analisis data yaitu data reduction, data display, dan data conclusion drawing/verification.
  11. 11. 65 Miles dan Huberman (1984) dalam Sugiyono (2008), model ini terdiri atas tiga komponen yaitu reduction, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam analisa pertama, yang dilakukan peneliti adalah pengumpulan data. Data yang telah dikumpulkan kemudian direduksi, reduksi di sini adalah seleksi, pemfokusan, dan penyederhanaan data-data yang telah diperoleh yang masih berupa data kasar, sehingga peneliti berusaha memilih dan memfokuskan data yang relefan dengan permasalahan dan tujuan penelitian. Setelah data direduksi, kemudian data disajikan dalam satu tulisan atau biasa disebut sajian data yaitu kaitan organisasi informasi yang memungkinkan kesimpulan riset dapat dilakukan. Dalam tahap ini peneliti melakukan coding yaitu pengkategorian secara spesifik terhadap hasil wawancara. Apabila dalam menyajikan data atau tulisan masih merasa ada data yang kurang, maka peneliti melihat kembali dalam data reduksi. Data yang sudah dikoding kemudian dianalisis dan disesuaikan dengan teori dan hasil wawancara. Jika sudah didapatkan, maka peneliti segera menyajikannya lagi dalam tulisan dan dapat diambil kesimpulan. Tetapi bila dalam pembuatan kesimpulan ternyata masih ada data yang kurang, peneliti kembali ke lapangan untuk mencari data (Miles dan Huberman, 1984 dalam sugiyono, 2008). Proses analisa data kualitatif dengan model interaktif dapat dilihat pada skema 3.2 di bawah ini:
  12. 12. 66 Skema 3.2 Proses analisis dalam model interkatif (Miles dan Huberman, 1984 dalam Sugiyono, 2008). J. Etika Penelitian Masalah etika pada penelitian yang menggunakan subjek manusia menjadi isu sentral yang berkembang saat ini. Pada penelitian ilmu keperawatan, karena hampir 90 % subyek yang digunakan adalah manusia maka peneliti harus memahami prinsip – prinsip etika penelitian. Secara umum prinsip etika dalam penelitian dapat dibedakan menjadi 3 bagian yaitu : 1. Prinsip Manfaat Prinsip ini mengharuskan peneliti untuk memperkecil resiko dan memaksimalkan manfaat. Penelitian terhadap manusia diharapkan dapat memberikan manfaat untuk kepentingan manusia secara individu Pengumpulan data Sajian data Penarikan kesimpulan/verivikasi Pengolahan data/reduksi
  13. 13. 67 atau masyarakat secara keseluruhan. Prinsip ini meliputi hak untuk mendapatkan perlindungan dari penderitaan dan kegelisahan dan hak untuk mendapat perlindungan dari eksploitasi. 2. Prinsip Menghargai Hak Asasi Manusia (Respect Human Dignit ) a. Hak untuk ikut atau tidak untuk menjadi informan (right to self- determination). Dalam hal ini keluarga memutuskan sendiri apakah mereka mau atau tidak menjadi partisipan. b. Hak untuk mendapatkan jaminan dari perlakuan yang diberikan. Peneliti menjelaskan secara rinci tentang penelitian yang akan dilakukan dan bertanggung jawab ketika melaksanakan penelitian tersebut. c. Informed Consent Informed Consent merupakan bentuk persetujuan antara peneliti dan partisipan dengan memberikan lembar persetujuan. Peneliti memberikan informasi secara lengkap kepada partisipan tentang tujuan penelitian yang akan dilaksanakan dan partisipan mempunyai hak untuk bebas menerima atau menolak menjadi partisipan. 3. Prinsip Keadilan (Right to Justice) a. Hak untuk mendapatkan perlakuan yang adil (right in fair treatment). Subyek harus diperlakukan secara adil baik sebelum, selama dan sesudah keikutsertannya dalam
  14. 14. 68 penelitian tanpa diskriminasi apabila mereka tidak bersedia atau dropped out sebagai informan. b. Hak dijaga kerahasiaannya (right to privacy) Subyek mempunyai hak untuk meminta bahwa data yang diberikan harus dirahasiakan, untuk itu perlu adanya anominity (tanpa nama)dan confidentially (rahasia). Peneliti memberikan jaminan kerahasiaan hasil penelitian baik informasi maupun masalah – masalah lainnya ( Nursalam, 2003 & Hidayat, 2009 ). K. Jadwal Kegiatan Penelitian Tabel 3.1 Jadwal kegiatan penelitian No Kegiatan Bulan ke 11 12 1 2 3 4 1 Pengajuan Judul 2 Survei Pendahuluan 3 Penyusunan Proposal 4 Pelaksanaan Penelitian 5 Penyusunan Hasil

×