Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
DISIPLIN
KERJA
Dipersembahkan
Oleh
Husaeri Priatna,A.P.,S.Ak.
Disiplin Kerja
Terdiri dari dua kata yaitu :
“Disiplin” dan “Kerja”
Disiplin :
Pada hakekatnya, disiplin merupakan hal yang dapat
dilatih. pelatihan disiplin diharapkan dapat
menumbuhkan ken...
• Disiplin kerja merupakan tata tertib diri serta
keteraturan diri dalam melakukan suatu
pekerjaan agar terlatih baik fiki...
- 5 S (Seiri, Seiton, Seisou, Seiketsu, Shitsuke)
merupakan pedoman kerja sehari-hari di
perusahaan Jepang. Dalam bahasa I...
Disiplin
Kerja
Di
Indonesia
1. Mentalitas rakyat dan pemimpin yang
terbentuk selama kemerdekaan
sampai saat ini adalah men...
DISIPLIN KERJA
MENURUT PARA AHLI
Disiplin kerja dapat diartikan sebagai
pelaksanan manajemen untuk memperteguh
pedoman-pedoman organisasi.
Menurut Keith Da...
Siswanto Sastrohadiwiryo (2003 : 291)
Disiplin kerja dapat didefinisikan sabagai suatu
sikap menghormati, menghargai, patu...
Kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang
menaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma
sosial yang berla...
Dari pendapat diatas dapat diambil
kesimpulan :
atau organisasinya baik yang
tertulis maupun tidak tertulis
sehingga dihar...
Manfaat Disiplin Kerja
Disiplin kerja dapat dilihat sebagai sesuatu yang besar
manfaatnya, baik bagi
kepentingan organisas...
Tujuan Disiplin Kerja
Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu
datang dan pulang tepat pada waktunya,
mengerjakan s...
Pengaruh Disiplin Kerja tehadap
Hasil Kerja
Kedisiplinan seseorang
dapat dilakukan baik dalam
sebuah organisasi dimana ia
bekerja maupun dalam
pekerjaannya secara
ind...
Bidang-bidang Pekerjaan /Profesi :
1. Karyawan
2. Pengusaha
3. Seniman
4. Atlet / Olahragawan
5. Buruh
6. Guru/Pengajar
7....
Tipe-tipe Kedisiplinan
Disiplin prefentif
Disiplin prefentif adalah kegiatan yang dilaksanakan
untuk mendorong para karyaw...
Tipe-tipe Kedisiplinan
Disiplin Korektif
Disiplin Korektif adalah kegiatan yang diambil untuk
menangani pelanggaran terhad...
VARIABEL, DIMENSI DAN INDIKATOR DISIPLIN KERJA
Disiplin
Kerja
Sumber:
Hasibuan
(2002: 213 –
216)
VARIABEL
Tujuan
disiplin ...
Faktor-Faktor Disiplin Kerja
• Faktor Lingkungan Kerja/Organisasi - Budaya
• Faktor Peraturan Organisasi
• Faktor Kebutuha...
PERSYARATAN
DISIPLIN KERJA
• Adanya peraturan atau tata tertib perusahaan.
• Adanya tindakan korektip atau hukuman bagi pelanggaran tatatertib.
• Ada...
• Harus adil, karena dengan keadilan akan mendorong terwujudnya
kedisiplinan karyawan hal ini disebabkan ego dan sifat man...
KESIMPULAN
• Disiplin kerja dapat melekat pada diri seseorang
dikarenakan faktor tuntutan dalam lingkungan
organisasi maup...
TERIMAKASIH
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Disiplin kerja by husaeri priatna

31,197 views

Published on

  • Login to see the comments

Disiplin kerja by husaeri priatna

  1. 1. DISIPLIN KERJA
  2. 2. Dipersembahkan Oleh
  3. 3. Husaeri Priatna,A.P.,S.Ak.
  4. 4. Disiplin Kerja Terdiri dari dua kata yaitu : “Disiplin” dan “Kerja”
  5. 5. Disiplin : Pada hakekatnya, disiplin merupakan hal yang dapat dilatih. pelatihan disiplin diharapkan dapat menumbuhkan kendali diri, karakter atau keteraturan, dan efisiensi. Jadi secara singkat dapat disimpulkan bahwa disiplin berhubungan dengan pengendalian diri supaya dapat menbedakan mana hal yang benar dan mana hal yang salah sehingga dalam jangka panjang diharapkan bisa menumbuhkan perilaku yang bertanggung jawab Kerja : kegiatan melakukan sesuatu; yg dilakukan (diperbuat)
  6. 6. • Disiplin kerja merupakan tata tertib diri serta keteraturan diri dalam melakukan suatu pekerjaan agar terlatih baik fikiran, tindakan maupun perbuatan yang dilakukan secara kontinyuitas untuk mencapai tujuan dalam jangka waktu panjang serta dengan tujuan agar hasilnya memuaskan. Apa itu Disiplin Kerja ??
  7. 7. - 5 S (Seiri, Seiton, Seisou, Seiketsu, Shitsuke) merupakan pedoman kerja sehari-hari di perusahaan Jepang. Dalam bahasa Indonesia Artinya : Pilah, Tata, Bersih, Rapi, dan Disiplin - Bushido adalah semangat kerja keras yang diwariskan secara turun- menurun. Semangat ini melahirkan proses belajar nan tak kenal lelah. Awalnya semangat ini dipelajari Jepang dari Barat. Tapi kini Baratlah yang terpukau dan harus belajar dari Jepang. DISIPLIN KERJA DI JEPANG
  8. 8. Disiplin Kerja Di Indonesia 1. Mentalitas rakyat dan pemimpin yang terbentuk selama kemerdekaan sampai saat ini adalah mencari titik aman, kesenangan, kekayaan untuk diri sendiri. 2. Kualitas produk hukum, aparat hukum dan penegakan hukum ada ditangan orang yang punya uang dan kekuasaan. 3. Kualitas SDM yang sehat tidak tersebar merata di seluruh Indonesia karena sangat dipengaruhi juga budaya/sifat lokal yang cenderung apathis dan rasis untuk menerima perubahan. 4. Kultur penyelesaian dengan kekerasan/pengerahan masa pada daerah tertentu yang mungkin sebagai jalan kepuasan secara psikis.
  9. 9. DISIPLIN KERJA MENURUT PARA AHLI
  10. 10. Disiplin kerja dapat diartikan sebagai pelaksanan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman organisasi. Menurut Keith David dalam A.A. Anwar Prabu Mangkunegara (2001 :129)
  11. 11. Siswanto Sastrohadiwiryo (2003 : 291) Disiplin kerja dapat didefinisikan sabagai suatu sikap menghormati, menghargai, patuh, dan taat terhadap peraturan-peraturan yang berlaku baik yang tertulis maupun tidak tertulis serta sanggup menjalankannya dan tidak mengelak untuk menerima sanksi- sanksinya apabila ia melanggar tugas dan wewenang yang diberikan kepadanya.
  12. 12. Kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Kesadaran disini merupakan sikap seseorang yang secara sukarela menaati semua peraturan dan sadar akan tugas dan tanggung jawabnya. Jadi, dia akan mematuhi atau mengerjakan semua tugasnya dengan baik, bukan atas paksaan. Sedangkan kesediaan adalah suatu sikap, tingkah laku, dan perbuatan seseorang yang sesuai dengan peraturan perusahaan, baik yang tertulis maupun tidak Malayu S.P Hasibuan, (2003 : 193-194)
  13. 13. Dari pendapat diatas dapat diambil kesimpulan : atau organisasinya baik yang tertulis maupun tidak tertulis sehingga diharapkan pekerjaan yang dilakukan efektif dan efesien. Disiplin kerja pegawai merupakan sikap atau tingkah laku yang menunjukkan kesetiaan dan ketaatan seseorang atau sekelompok orang terhadap peraturan yang telah ditetapkan oleh instansi
  14. 14. Manfaat Disiplin Kerja Disiplin kerja dapat dilihat sebagai sesuatu yang besar manfaatnya, baik bagi kepentingan organisasi maupun bagi para pegawainya. Bagi organisasi adanya disiplin kerja akan menjamin terpeliharanya tata tertib dan kelancaran pelaksanaan tugas, sehingga diperoleh hasil yang optimal. Sedangkan bagi pegawai akan diperoleh suasana kerja yang menyenangkan sehingga akan menambah semangat kerja dalam melaksanakan pekerjaannya. Dengan demikian, pegawai dapat melaksanakan tugasnya dengan penuh kesadaran serta dapat mengembangkan tenaga dan pikirannya semaksimal mungkin demi terwujudnya tujuan organisasi. (Sutrisno, 2009)
  15. 15. Tujuan Disiplin Kerja Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat pada waktunya, mengerjakan semua pekerjaannya dengan baik, mematuhi semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Dengan dilakukan pembinaan disiplin kerja karyawan yang baik maka semangat kerja , moral kerja, efesiensi, dan efektifitas kerja karyawan akan meningkat.
  16. 16. Pengaruh Disiplin Kerja tehadap Hasil Kerja
  17. 17. Kedisiplinan seseorang dapat dilakukan baik dalam sebuah organisasi dimana ia bekerja maupun dalam pekerjaannya secara individu
  18. 18. Bidang-bidang Pekerjaan /Profesi : 1. Karyawan 2. Pengusaha 3. Seniman 4. Atlet / Olahragawan 5. Buruh 6. Guru/Pengajar 7. DLL
  19. 19. Tipe-tipe Kedisiplinan Disiplin prefentif Disiplin prefentif adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk mendorong para karyawan agar mengikuti berbagai setandar-setandar dan aturan. Sehingga penyelewengan- penyelewengan dapat dicegah. Dengan disiplin ini pihak perusahaan akan dapat mengantisipasi tindakan-tindakan yang mungkin akan terjadi yang dapat menghambat jalannya kegiatan organisasi, jadi dapat dikatakan disini bahwa disiplin dapat ditekankan pada awal-awal kegiatan sebagai tindakan pencegahan sebelum kesalahan terjadi.
  20. 20. Tipe-tipe Kedisiplinan Disiplin Korektif Disiplin Korektif adalah kegiatan yang diambil untuk menangani pelanggaran terhadap peraturan-peraturan dan mencoba menghindari pelanggaran–pelanggaran lebih lanjut.
  21. 21. VARIABEL, DIMENSI DAN INDIKATOR DISIPLIN KERJA Disiplin Kerja Sumber: Hasibuan (2002: 213 – 216) VARIABEL Tujuan disiplin kerja DIMENSI 1. Sesuai rencana dan jadwal 2. Menyelesaikan tujuan pekerjaan 3. Mengembangkan kemampuan INDIKATOR Faktor pendukung disiplin kerja 1. Teladan Kepemimpinan 2. Balas Jasa 3. Keadilan Faktor penentu disiplin kerja 1. Pengawasan Melekat 2. Sanksi Hukuman 3. Ketegasan
  22. 22. Faktor-Faktor Disiplin Kerja • Faktor Lingkungan Kerja/Organisasi - Budaya • Faktor Peraturan Organisasi • Faktor Kebutuhan • Faktor Perintah Atasan
  23. 23. PERSYARATAN DISIPLIN KERJA
  24. 24. • Adanya peraturan atau tata tertib perusahaan. • Adanya tindakan korektip atau hukuman bagi pelanggaran tatatertib. • Adanya rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas–tugas yang diberikan kepadanya. • Harus adanya tujuan dan kemampuan, tujuan ini harus dinyatakan dengan jelas dan ditetapkan secara ideal dan cukup menantang bagi kemampuan karyawan. Pekejan yang dibebankan harus disesuaikan dengan kemampuan karyawan yang bersangkutan. • Harus adanya teladan pimpinan, sangat berperan dalam menetukan kedisiplinan karyawan, karena pemimpin dijadikan teladan dan panutan oleh bawahannya. • Harus adanya balas jasa, hal ini ikut mempengaruhi kedisilinan karyawan, karena balas jasa akan memberika kepuasan dan kecintaan karyawan terhadap pekerjaannya.
  25. 25. • Harus adil, karena dengan keadilan akan mendorong terwujudnya kedisiplinan karyawan hal ini disebabkan ego dan sifat manusia yang selalu merasa dirinya penting dan minta diperlakukan sama dengan manusia lainnya. • Waskat (pengawasan melekat) yaitu suatu tindakan nyata dan efektif untuk mencegah atau mengetahui kesalahan, membetulkan kesalahan, memelihara kedisiplinan, menjadi sistem-sistem kerja yang paling efektif dan menciptakan sistem internal kontrol yang terbaik dalam pencapayan tujuan perusahaan. • Ketegasan, dalam menegur dan menghukum setiap karyawan yang indisipliner akan mewujudkan kedisiplinan yang baik pada perusahaan tersebut. • Hubungan terhadap manusia yaitu hubungan yang harmonis ikut mencipakan kedisiplinan yang baik pada suatu perusahaan.
  26. 26. KESIMPULAN • Disiplin kerja dapat melekat pada diri seseorang dikarenakan faktor tuntutan dalam lingkungan organisasi maupun kebutuhan secara pribadi serta disiplin kerja dapat tumbuh karena kepercayaan secara turun temurun, yang mana apabila melanggarnya ia akan dikenai sanksi atau perasaan bersalah walaupun tidak dikenai sanksi. Disiplin kerja yang dilakukan seseorang disebabkan karena ada tujuan tertentu
  27. 27. TERIMAKASIH

×