Prinsip-Prinsip Bimbingan Konseling MATAKULIAH BIMBINGAN KONSELING STAIN SALATIGA

16,766 views

Published on

PRINSIP-PRINSIP BIMBINGAN DAN KONSELING  
Presentasi ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Bimbingan Konseling diampu oleh Wahidin, S.Pd.I, M.Pd  
Kelompok : 3 (tiga)
Anggota : Parli : 11 20 90 35
Zumrotun Nida : 11 20 90 37
Muh Nurul Huda : 11 20 90 42

semoga bermanfaat dan mendapat nilai A (4) aminnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn

Published in: Education
0 Comments
6 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
16,766
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
219
Comments
0
Likes
6
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Prinsip-Prinsip Bimbingan Konseling MATAKULIAH BIMBINGAN KONSELING STAIN SALATIGA

  1. 1. PRINSIP-PRINSIP BIMBINGAN DAN KONSELINGPresentasi ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Bimbingan Konseling diampu oleh Wahidin, S.Pd.I, M.Pd Kelompok : 3 (tiga) Anggota : Parli : 11 20 90 35 Zumrotun Nida : 11 20 90 37 Muh Nurul Huda : 11 20 90 42 Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga Tahun 2013
  2. 2. Manusia adalah mahluk filosofis, artinya manusia mepunyai pengetahuandan berpikir, mausia juga memiliki sifat yang unik, berbeda dengan mahluk laindalam pekembanganya. Implikasi dari kergaman ini ialah bahwa individu memilikikebebasan dan kemerdekaan untuk memilih dan megeAmbangkan diri sesuaidengan keunikan ataua tiap-tiap pontensi tanpa menimbulkan konflik denganlingkungannya. Dari sisi keunikan dan keragaman idividu, maka diperlukanlahbimbingan untuk membantu setiap individu mencapai perkembangan yang sehatdidalam lingkungannya ( Nur Ihsan, 2006 : 1) Pada dasarnya bimbingan dan konseling juga merupakan upaya bantuanuntuk menunjukan perkembangan manusia secara optimal baik secara kelompokmaupun idividu sesuia dengan hakekat kemanusiannya dengan berbagaipotensi, kelebihan dan kekurangan, kelemhan serta permaslahanya. Adapun dalam dunia pendidikan, bimbingan dan konseling juga sangatdipelukan karena dengan adanya bimbingan dan konseling dapat mengantarkanpeserta didik pada pencapai Standar dan kemampuan profesional danAkademis, serta perkembangan dini yang sehat dan produktif dan didalambimbinganya dan konseling selian ada pelyanan juga ada Prinsip – prinsipnya.
  3. 3. PEMBAHASANPRINSIP – PRINSIP BIMBINGAN DAN KONSELING Prinsip yang berasal dari asal kata ” PRINSIPRA” yang artinya permulandengan sautu cara tertentu melhirkan hal –hal lain , yang keberadaanya tergantungdari pemula itu, prisip ini merupakam hasil perpaduan antara kajian teoriitik danteori lapangan yang terarah yang digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaanyanh dimaksudkan.( Halaen,2002,: 63 )Prinsip bimbingan dan Konseling memnguraikan tentang pokok – pokok dasarpemikiran yang dijadikan pedoman program pelaksanaan atau aturan main yanhharus di ikuti dalam pelaksanaan program pelayanan bimbingan dan dapat jugadijadikan sebagai seperangkat landassan praktis atau aturan main yang harus diikutidalam pelaksanaan program pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah.Prayitno mengatakan : ” Bahwa prinsip merupaka hasil kajian teoritik dan telaahlapangan yanh digunakan sebgai pedoman pelaksanaan sesuatu yang dimaksudkan”jadi dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa prinsip – prinsip bimbingan dankonseling merupakan pemaduan hasil – hasil teori dan praktek yang dirumuskandan dijadikan pedoman sekaligus dasar bagi peyelengaran pelayanan.
  4. 4. Macam – macam prinsip bimbingan dankonseling Dalam pelayanan bimbuingasn dan konseling prisip yang digunakanbersumber dari kajian filosofis hasil dari penelitian dan pengalama praktistentang hakikat manusia, perkembangan dan kehidupan manusia dalamkonteks sosial budayanya, pegertian, tujuan, fungsi, danproseses, penyelenggaraan bimbingan dan konseling. Ada beberapa prinsip pelaksanaan bimbingan dan konseling diantaranya :
  5. 5. a. Bimbingan adalah suatu proses membantu individu agar mereka dapat membantu dirinya sendiridalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya.b. Hendaknya bimbingan bertitik tolak (berfokus) pada individu yang dibimbingc. Bimbingan diarahkan pada individu dan tiap individu memiliki karakteristik tersendiri.d. Masalah yang dapat diselesaikan oleh tim pembimbing di lingkungan lembaga hendaknyadiserahkan kepada ahli atau lembaga yang berwenang menyelesaikannya.e. Bimbingan dimulai dengan identifikasi kebutuhan yang dirasakan oleh individu yang akandibimbing.f. Bimbingan harus luwes dan fleksibel sesuai dengan kebutuhan individu dan masyarakat.g. Program bimbingan di lingkungan lembaga pendidikan tertentu harus sesuai dengan programpendidikan pada lembaga yang bersangkutan.h. Hendaknya pelaksanaan program bimbingan dikelola oleh orang yang memiliki keahlian dalambidang bimbingan, dapat bekerja sama dan menggunakan sumber-sumber yang relevan yang beradadi dalam ataupun di luar lembaga penyelenggara pendidikan.i. Hendaknya melaksanakan program bimbingan di evaluasi untuk mengetahui hasil danpelaksanaan program (Nur Ihsan, 2006 : 9)
  6. 6. Rumusan prinsip-prinsip bimbingan dan konseling pada umumnya ialah berkenaandengan sasaran pelayanan, masalah klien, tujuan dan proses penanganan masalah, programpelayanan, penyelenggaraan pelayanan. Diantara prinsip-prinsip tersebut adalah :
  7. 7. 1. Prinsip-prinsip berkenaan dengan sasaran pelayanan Sasaran pelayanan bimbingan dan konseling adalah individu-individu baiksecara perorangan aupun kelompok yang menjadi sasaran pelayanan pada umumnyaadalah perkembangan dan perikehidupan individu, namun secara lebih nyata danlangsung adalah sikap dan tingkah lakunya yang dipengaruhi oleh aspek-aspekkepribadian dan kondisi sendiri, serta kondisi lingkungannya, sikap dan tingkah lakudalam perkembangan dan kehidupannya itu mendorong dirumuskannya prinsip-prinsipbimbingan dan konseling sebagai berikut :  BK melayani semua individu tanpa memandang umur, jenis kelamin, suku, agama dan status sosial ekonomi.  BK berurusan dengan pribadi dan tingkah laku individu yang unik dan dinamis.  BK memperhatikan sepenuhnya tahap-tahap dan berbagai apek perkembangan individu.  BK memberikan perhatian utama kepada perbedaan individual yang menjadi orientasi pokok pelayanannya.
  8. 8. 2. Prinsip-prinsip berkenaan dengan masalah individu Berbagai faktor yang mempengaruhi perkembangan dan kehidupanindividu tidaklah selalu positif, namun faktor-faktor negatif pasti ada yangberpengaruh dan dapat menimbulkan hambatan-hambatan terhadapkelangsungan perkembangan dan kehidupan individu yang berupa masalah.Pelayanan BK hanya mampu menangani masalah klien secara terbatas yangberkenaan dengan :  BK berurusan dengan hal-hal yang menyangkut pengaruh kondisi mental atau fisik individu terhadap penyesuaian dirinya dirumah, disekolah serta dalam kaitannya dengan kontak sosial dan pekerjaan, dan sebaliknya pengaruh lingkungan terhadap kondisi mental dan fisik individu.  Kesenjangan sosial, ekonomi dan kebudayaan merupakan faktor timbulnya masalah pada invidu yang kesemuanya menjadi perhatian utama pelayanan BK.
  9. 9. 3. Prinsip-prinsip berkenaan dengan program pelayananAdapun prinsip-prinsip yang berkenaan dengan pelayanan layanan BK ituadalah sebgaai berikut : BK merupakan bagian integrasi dari proses pendidikan dan pengembangan, oleh karena itu BK harus diselaraskan dan dipadukan dengan program pendidikan serta pengembangan peserta didik. Program BK harus fleksibel disesuaikan dengan kebutuhan individu, masyarakat dan kondisi lembaga. Program bimbingan dan konseling disusun secara berkelanjutan dari jenjang pendidikan terendah sampai tertinggi.
  10. 10. 4. Prinsip-prinsip berkenaan dengan pelaksanaan pelayanan Pelaksanaan pelayanan BK baik yang bersifat insidental maupunterprogram, dimulai dengan pemahaman tentang tujuan layanan, dan tujuan ini akandiwujudkan melalui proses tertentu yang dilaksanakan oleh tenaga ahli dalambidangnya, yaitu konselor profesional.Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan hal tersebut adalah :  BK harus diarahkan untuk pengembangan individu yang akhirnya mampu membimbing diri sendiri dalm menghadapi permasalahannya.  Dalam proses BK keputusan yang diambil dan akan dilakukan oleh individu hendaknya atas kemauan individu itu sendiri bukan karena kemauan atau desakan dari pihak lain.  Permasalahan individu harus ditangani oleh tenaga ahli dalam bidang yang relevan dengan permasalahan yang dihadapi.  Kerja sama antara guru pembimbing, guru-guru lain dan orang tua anak amat menentukan hasil pelayanan bimbingan.  Pengembangan program pelayanan BK ditempuh melalui pemanfaatan yang maksimal dari hasil pengukuran dan penilaian terhadap individu yang terlibat dalam proses pelayanan dan program bimbingan dan konseling itu sendiri (Hanen, 2002).
  11. 11. 5. Prinsip-prinsip bimbingan dan konseling disekolah dalam lapangan operasional bimbingan dan konseling lapangan operasional bimbingan dan konseling. Sekolah merupakan lembagayang wajah dan sosoknya sangat jelas. Di sekolah pelayanan bimbingan dankonseling diharapkan dapat tumbuh dan berkembang dengan amat baik mengingatsekolah merupakan lahan yang secara potensial sangat subur, sekolah memilikikondisi dasar yang justru menuntut adanya pelayanan ini pada kadar yang tinggi.Pelayanan BK secara resmi memang ada disekolah, tetapi keberadaannya belumseperti dikehendaki.Dalam kaitan ini Belkin (dalam Prayitno 1994) menegaskan enam prinsip untukmenumbuh kembangkan pelayanan BK disekolah.
  12. 12. KESIMPULAN Prinsip-prinsip BK merupakan pemanduan hasil-hasil teori dan praktekyang dirumuskan dan dijadikan pedoman dan dasar bagi penyelenggaraanpelayanan.a. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan sasaran layanan :(1) Bimbingan dan konseling melayani semua individu tanpa memandangumur jenis kelamin, suku, agama dan status sosial ekonomi.(2) Bimbingan dan konseling berurusan dengan pribadi dan tingkah lakuindividu dan memperhatikan tahap-tahap atau berbagai aspekperkembangan individu, serta memberikan perhatian utama kepadaperbedaan invidual yang menjadi orientasi pokok pelayanan.b. Prinsip yang berkenaan dengan permasalahan individuBimbingan dan konseling berurusan dengan hal-hal yang menyangkutpengaruh kondisi mental atau fisus individu terhadap penyesuaian dirinyadirumah maupun disekolah, dan yang menjadi faktor timbulnya masalahpada individu adalah kesenjangan sosial, ekonomi dan kebudayaan.
  13. 13. c. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan program pelayanan- Bimbingan dan konseling merupakan bagian integral dari upaya pendidikandan pengembangan individu;- Program bimbingan dan konseling harus fleksibel disesuaikan dngankebutuhan individu, masyarakat dan kondisi lembaga serta disusun secaraberkelanjutan dari jenjang pendidikan terendah sampai tertinggi.d. Prinsip-prinsip yang berkenaan dengan tujuan pelaksanaan pelayanan- Bimbingan dan konseling harus diarahkan untuk mengembangkan invidusehingga keputusan yang diambil dan akan dilakukan oleh individu hendaknyaatas kemauan individu itu sendiri.- Permasalahan individu harus ditangani oleh tenaga ahli dalam bidang yangrelevan dengan permasalahan yang dihadapi.
  14. 14. E. Prinsip bimbingan dan konseling disekolahPrinsip BK disekolah menegaskan bahwa penegakan danpenumbuh kembangan pelayanan bimbingan dan konselingdi sekolah hanya mungkin dilakukan oleh konselorprofesional yang sadar akan profesinya, dan mampumenerjemahkan ke dalam program dan hubungan dengansejawat dan personal sekolah lainnya, memiliki komitmendan keterampilan untuk membantu siswa dengan segenapvariasinya disekolah, dan mampu bekerja sama sertamembina hubungan yang harmonis-dinamis dengan kepalasekolah
  15. 15. Hallen, 2002. Bimbingan dan Konseling. Liputan Press : JakartaNurihsan Juntika. 2006. Bimbingan dan Koseling dalam Berbagai LatarKehidupan. PT RFIKA ADITAMA : BandungPrayitno dan Erman Amfi. 1995. Dasar-dasar Bimbingan Konseling.Reneka Cipta : Jakarta

×