SlideShare a Scribd company logo
1 of 31
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
          PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG
           2012 / 2013
ANGGOTA :
     Moch. Alda Rifirdaus   115040146
     Erika Agni Fitria      115040159
     Fitriyani Rahmah       115040163
     Hani Pebrianti         115040171
      Abdul Basith          115040172
     Ega Heryanti           115040189
     Indah Ciptaningsari    115040198
TUJUAN Materi

Diharapkan      mahasiswa       dapat    memahami
peran, struktur dan fungsi tubuh cacing
Nemathelminthes, dan dapat memahami contoh-
contoh dari klasifikasi cacing nemathelminthes yang
merugikan, sehingga dapat mengetahui bagaimana cara
melakukan tindakan dan pencegahan di dalam
kehidupan sehari-hari.
INDIKATOR HASIL BELAJAR

1. Mahasiswa dapat menyebutkan ciri-ciri dari
   filum Nemathelminthes
2. Mahasiswa mampu menyebutkan kelas dari
   filum Nemathelminthes
3. Mahasiswa mampu menyebutkan ciri-ciri tiap
   kelas dari filum Nemathelminthes
4. Mahasiswa mampu menyebutkan contoh
   spesies tiap kelas dari filum Nemathelminthes
5. Mahasiswa mampu menyebutkan peranan dari
   filum Nemathelminthes
Nemathelminthes (dalam bahasa yunani, nema = benang, helminthes =

cacing) disebut sebagai cacing giling karena tubuhnya berbentuk bulat

panjang atau seperti benang.Berbeda dengan Platyhelminthes yang

belum memiliki rongga tubuh, Nemathelminthes sudah memiliki rongga

tubuh meskipun bukan rongga tubuh sejati. Oleh karena memiliki rongga

tubuh semu, Nemathelminthes disebut sebagai hewan Pseudoselomata.
Belum memiliki
                                       Alat ekskresi   peredaran darah   Cincin saraf
                                        dengan sel                       merupakan
                                       Renette atau                      pusat sistem
                                         sistem H                           saraf

                                                                                         7.Berumah
                     Alat pencernaan
                                                                                        dua, fertilisasi
                         lengkap
                                                                                           internal




                                                                                                     hidup bebas atau
    Simetris bilateral
                                                                                                          parasit




triploblastik, pse
                                                                                                           Pernaasa difusi
   udocoelom
• Nemathelminthes hidup bebas atau parasit pada
  manusia, hewan, dan tumbuhan




• Nemathelminthes yang hidup bebas berperan sebagai
  pengurai sampah organik
• yang parasit memperoleh makanan berupa sari makanan
  dan darah dari tubuh inangnya.



• Habitat cacing ini berada di tanah becek dan di dasar
  perairan tawar atau laut
• Nemathelminthes parasit hidup dalam inangnya
Gambar Morfologi dan Anatomi
Fungsi bagian-bagian tubuh:

 Kutikula berfungsi untuk melindungi diri dari
  enzim pencernaan inang.
 Spikula berfungsi untuk membuka pori kelamin
  cacing betina dan memindahkan sperma saat
  kawin.
 Kait kitin berfungsi untuk menempel pada usus
  inangnnya
 Alat ekskresi berupa protonefridia
  (Tubulus/pembuluh bercabang-cabang yang
  memanjang pada bagian samping kiri dan kanan
  disepanjang tubuh Sel )
Nematoda



  Nematophora
Contoh hewan:
Peranan Mengenai Teknologi
dan Informasi :
 Pada umumnya Nemathelminthes merugikan, sebab
  parasit pada manusia maupun hewan. Untuk mencegah
  infeksi nematoda parasit berikut adalah langkah-langkah
  yang perlu dilakukan :
  1. Mengobati penderita dan massa.
  2. Pendidikan kesehatan pribadi dan lingkungan.
  3. Menjaga kebersihan makanan atau memasak
  makanan dengan baik.
  4. Memakai alas kaki bila berjalan di tanah (untuk
  mencegah infeksi cacing tambang dan strongiloidiasis).
  5. Pembuatan MCK yang sehat dan teratur
1.Kelas Nematoda
Kelas Nematoda Nematoda atau cacing gelang ( filum
Nematoda) yang paling beragam filumSecernentea
                                       : dari
                                         (Phasmida)
pseudocoelomates , dan salah satu yang paling
beragam dari semua binatang. Nematoda spesies
sangat sulit untuk membedakan; lebih dari 28.000
telah diuraikan, yang lebih dari 16.000 adalah parasit .
Telah diperkirakan bahwa jumlah spesies nematoda
                   Adenophorea
mungkin sekitar 1.000.000. Tidak seperti cnidaria atau
                    (Aphasmida)
cacing pipih , cacing gelang memiliki sistem
pencernaan yang seperti tabungdengan bukaan di
kedua ujungnya.
• di anterior/sub dorsal/sub ventral & dikelilingi oleh bibir-bibir
        Mulut:            • Ada & tidak selalu ada: 3 bibir (dorsal (1) dan latero-ventral(2).


 Amfid (di anterior):     • fungsi khemoreseptor


                          • kelenjar di post anus ~ kelenjar
Phasmid( di posterior):   • Leaf crown~mahkota(inner &outer leaf crown)

Buccal cavity (rongga     • untuk menghisap makanan
       mulut)

      Sex organ:          • terpisah antara jantan & betina


  Esofagus tdd otot       • : untuktk menghisap makanan
      bergaris

        Bulbus            • dibag post esofagus, ada & tidak
Tubuh bulat panjang tidak bersegmen,. Contoh:
Gordius,Gordionus,Nectonema


Ukuran tubuh bervariasi dari beberapa mm sampai
satu meter


memiliki warna kekuning – kuningan



Hewan jantan umumnya berukuran lebih kecil


Ujung ekor hewan jantan melengkung


. Contoh: Gordius,Gordionus,Nectonema
Cacing ini dikenal sebagai cacing tambang yang
persebarannya di daerah tropis Asia dan Afrika. Di
daerah Amerika terdapat cacing yang serupa yang
dikenal sebagai Necator americanus. Cacing
tambang berukuran 1 – 1,5 cm dan bersifat parasit
dalam usus manusia. Pada mulutnya terdapat kait
berupa gigi dari kitin untuk melekat dan melukai
dinding usus inangnya. Cacing ini mengisap darah
inang sehingga dapat menyebabkan anemia.
Penyakit yang disebabkan cacing tambang disebut
ankilostomiasis.
Cacing dewasa bertelur
                        di dalam usus dan
                       keluar bersama feses




 Cacing kemudian                                menetas menjadi larva
mengisap darah pada                                yang disebut
   dinding usus                                    rhabditiform




                                                berkembang menjadi
masuk ke dalam usus                             filariform yang dapat
   (infeksi aktif.                              menembus kulit kaki
                                                      atau tangan



                         masuk ke sistem
                         peredaran darah
                             menuju ke
                          jantung, paru-
                      paru, faring, tenggorok
Trichinella spiralis sering disebut cacing otot.
Cacing ini bersifat parasit di usus
manusia, babi, dan tikus yang dapat
menyebabkan penyakit trikinosis. Larva dapat
masuk bersama
makanan ke dalam usus. Cacing dewasa bertelur
di dalam usus dan menghasilkan larva. Larva
dapat menembus usus mengikuti aliran darah
dan bergerak menuju otot.
Trichinella spiralis
Klasifikasi Trichinella spiralis
Phylum          : Nemathelminthes
Class          : Nematoda
Subclass        : Adenophorea
Ordo           : Enoplida
Super famil : Ttichinelloidea
Genus          : Trichinella
Species         : Trichinella spiralis
Cacing ini disebut juga cacing kremi yang
bersifat parasit di dalam usus manusia terutama
pada anak-anak. Cacing betina bertelur pada
malam hari dan mengeluarkan zat yang dapat
menyebabkan rasa gatal di daerah anus.
autoinfection
                                   retroinfection

            Siklus sendiri                          Siklus kembali



            Anak menggaruk                          Cacing bertelur
            anus, Tangan yang                       dicelana dalam
            terkontaminasi                          kemudian cacing
            memegang akanan                         masuk lagi
            kemudian telu cacing
                                                    kedalam anus
            masuk lagi kedalam
            tubuh
Cacing ini bersifat parasit yang hidup pada
pembuluh limfe atau getah bening manusia.
Cacing dapat menyebabkan penyumbatan aliran
limfe sehingga terjadi pembengkakan, misalnya
pada kaki, akibatnya kaki menjadi besar seperti
kaki gajah yang disebut elepantiasis atau
filariasis. Penyebaran cacing ditularkan melalui
gigitan nyamuk Culex.
Kingdom       Animalia
Phyllum       Nemathelminthes
Sub class     Secernentea
Class         Nematoda
Ordo          Ascaridida
Superfamily   Ascaridoidea
Family        Ascarididae
Genus         Ascaris, Parascaris, Toxascaris,
              Toxocara
 Cacing ini sering disebut cacing gelang atau
  cacing perut karena bersifat parasit di dalam usus
  halus manusia. Cacing dewasa dapat mencapai
  panjang 40 cm dengan permukaan tubuh yang
  licin dan dilindungi lapisan kutikula. Di dalam
  usus halus, cacing dewasa bertelur, kemudian
  telur yang mengandung embrio ini keluar
  bersama feses. Telur ini jika ikut termakan oleh
  manusia akan menetas di usus (infeksi pasif).
Larva dapat menembus dinding usus dan masuk
ke dalam peredaran darah menuju paru-paru.
Larva kemudian menuju ke faring dan bila
tertelan akan masuk ke usus halus. Di dalam
usus halus cacing menghisap sari makanan dan
mulai bertelur setelah dewasa.
TERIMA KASIH

More Related Content

What's hot

class nematoda(Smk duta pratama indonesia)
class nematoda(Smk duta pratama indonesia)class nematoda(Smk duta pratama indonesia)
class nematoda(Smk duta pratama indonesia)
akmallala
 
Platyhelminthes ppt bio x.1
Platyhelminthes  ppt bio x.1Platyhelminthes  ppt bio x.1
Platyhelminthes ppt bio x.1
nakur14
 
NEMATHELMINTHES Presentation
NEMATHELMINTHES PresentationNEMATHELMINTHES Presentation
NEMATHELMINTHES Presentation
D C Rini
 
Nematoda (biologi kelas x)
Nematoda (biologi kelas x)Nematoda (biologi kelas x)
Nematoda (biologi kelas x)
Iratika Aulia
 

What's hot (20)

Cacing nematoda
Cacing nematodaCacing nematoda
Cacing nematoda
 
Trichinella spiralis
Trichinella spiralisTrichinella spiralis
Trichinella spiralis
 
Ppt nematoda.
Ppt nematoda.Ppt nematoda.
Ppt nematoda.
 
nemathelminthes
nemathelminthesnemathelminthes
nemathelminthes
 
Vermes fix
Vermes fixVermes fix
Vermes fix
 
Bahan ajar2 nemathelminthes
Bahan ajar2 nemathelminthesBahan ajar2 nemathelminthes
Bahan ajar2 nemathelminthes
 
class nematoda(Smk duta pratama indonesia)
class nematoda(Smk duta pratama indonesia)class nematoda(Smk duta pratama indonesia)
class nematoda(Smk duta pratama indonesia)
 
presentasi filum nematelminthes
presentasi filum nematelminthespresentasi filum nematelminthes
presentasi filum nematelminthes
 
Platyhelminthes ppt bio x.1
Platyhelminthes  ppt bio x.1Platyhelminthes  ppt bio x.1
Platyhelminthes ppt bio x.1
 
NEMATHELMINTHES Presentation
NEMATHELMINTHES PresentationNEMATHELMINTHES Presentation
NEMATHELMINTHES Presentation
 
PPT parasitologi - strongiloides stercoralis & trichinella spiralis
PPT parasitologi - strongiloides stercoralis & trichinella spiralisPPT parasitologi - strongiloides stercoralis & trichinella spiralis
PPT parasitologi - strongiloides stercoralis & trichinella spiralis
 
Nemathelminthes
NemathelminthesNemathelminthes
Nemathelminthes
 
Klasifikasi Nemathelminthes
Klasifikasi NemathelminthesKlasifikasi Nemathelminthes
Klasifikasi Nemathelminthes
 
Cacing nematoda usus
Cacing nematoda ususCacing nematoda usus
Cacing nematoda usus
 
Nematoda (biologi kelas x)
Nematoda (biologi kelas x)Nematoda (biologi kelas x)
Nematoda (biologi kelas x)
 
LAPORAN PRAKTIKUM PARASITOLOGI DASAR 1
LAPORAN PRAKTIKUM PARASITOLOGI DASAR 1LAPORAN PRAKTIKUM PARASITOLOGI DASAR 1
LAPORAN PRAKTIKUM PARASITOLOGI DASAR 1
 
Platymelminthes
PlatymelminthesPlatymelminthes
Platymelminthes
 
Cestoda patogen 2
Cestoda patogen 2Cestoda patogen 2
Cestoda patogen 2
 
Filum Nemathelminthes (Cacing Gilig)
Filum Nemathelminthes (Cacing Gilig)Filum Nemathelminthes (Cacing Gilig)
Filum Nemathelminthes (Cacing Gilig)
 
Nemathelminthes
NemathelminthesNemathelminthes
Nemathelminthes
 

Viewers also liked

Mengenal siklus hidup cacing kremi (Enterobius vermicularis)
Mengenal siklus hidup cacing kremi (Enterobius vermicularis)Mengenal siklus hidup cacing kremi (Enterobius vermicularis)
Mengenal siklus hidup cacing kremi (Enterobius vermicularis)
Bahrul Singo
 
Coelenterata Kelas 10 BIOLOGY
Coelenterata Kelas 10 BIOLOGYCoelenterata Kelas 10 BIOLOGY
Coelenterata Kelas 10 BIOLOGY
Jacqueline Celine
 

Viewers also liked (6)

Mengenal siklus hidup cacing kremi (Enterobius vermicularis)
Mengenal siklus hidup cacing kremi (Enterobius vermicularis)Mengenal siklus hidup cacing kremi (Enterobius vermicularis)
Mengenal siklus hidup cacing kremi (Enterobius vermicularis)
 
2. power point
2. power point2. power point
2. power point
 
Nemathelminthes
NemathelminthesNemathelminthes
Nemathelminthes
 
Porifera
PoriferaPorifera
Porifera
 
Coelenterata Kelas 10 BIOLOGY
Coelenterata Kelas 10 BIOLOGYCoelenterata Kelas 10 BIOLOGY
Coelenterata Kelas 10 BIOLOGY
 
Phylum Porifera
Phylum PoriferaPhylum Porifera
Phylum Porifera
 

Similar to 2. power point

Power Point nemathelminthes
Power Point nemathelminthesPower Point nemathelminthes
Power Point nemathelminthes
Imawaty Yulia
 
Power Point Platyhelminthes
Power Point PlatyhelminthesPower Point Platyhelminthes
Power Point Platyhelminthes
Imawaty Yulia
 
BIOLOGI SMA KELAS 10 ANIMALIA Nematoda
BIOLOGI SMA KELAS 10 ANIMALIA NematodaBIOLOGI SMA KELAS 10 ANIMALIA Nematoda
BIOLOGI SMA KELAS 10 ANIMALIA Nematoda
Fauzan Ardana
 
Cacing(vermes) biologi
Cacing(vermes)  biologiCacing(vermes)  biologi
Cacing(vermes) biologi
SMA N 90 JKT
 

Similar to 2. power point (20)

2. power point
2. power point2. power point
2. power point
 
Helmintologi copy
Helmintologi   copyHelmintologi   copy
Helmintologi copy
 
Nematoda
NematodaNematoda
Nematoda
 
Zoologi Invertebrata Philum Nemathelmintes
Zoologi Invertebrata Philum NemathelmintesZoologi Invertebrata Philum Nemathelmintes
Zoologi Invertebrata Philum Nemathelmintes
 
invertebrata Phylum Nemathelmintes
invertebrata Phylum Nemathelmintes invertebrata Phylum Nemathelmintes
invertebrata Phylum Nemathelmintes
 
Group 4 phylum platyhelminthes
Group 4 phylum platyhelminthesGroup 4 phylum platyhelminthes
Group 4 phylum platyhelminthes
 
1. bahan ajar
1. bahan ajar1. bahan ajar
1. bahan ajar
 
8. animalia nemat anellida
8. animalia nemat anellida8. animalia nemat anellida
8. animalia nemat anellida
 
Hewan Avertebrata atau Hewan Tidak Bertulang Belakang
Hewan Avertebrata atau Hewan Tidak Bertulang BelakangHewan Avertebrata atau Hewan Tidak Bertulang Belakang
Hewan Avertebrata atau Hewan Tidak Bertulang Belakang
 
2. power point
2. power point2. power point
2. power point
 
Power Point nemathelminthes
Power Point nemathelminthesPower Point nemathelminthes
Power Point nemathelminthes
 
1.bahan ajar
1.bahan ajar1.bahan ajar
1.bahan ajar
 
Kelompok 3,x mipa 4,platyhelminthes,
Kelompok 3,x mipa 4,platyhelminthes,Kelompok 3,x mipa 4,platyhelminthes,
Kelompok 3,x mipa 4,platyhelminthes,
 
Power Point Platyhelminthes
Power Point PlatyhelminthesPower Point Platyhelminthes
Power Point Platyhelminthes
 
BIOLOGI SMA KELAS 10 ANIMALIA Nematoda
BIOLOGI SMA KELAS 10 ANIMALIA NematodaBIOLOGI SMA KELAS 10 ANIMALIA Nematoda
BIOLOGI SMA KELAS 10 ANIMALIA Nematoda
 
Xmia1 nemathelminthes
Xmia1 nemathelminthesXmia1 nemathelminthes
Xmia1 nemathelminthes
 
cacingvermesbiologi-150217115831-conversion-gate01.pdf
cacingvermesbiologi-150217115831-conversion-gate01.pdfcacingvermesbiologi-150217115831-conversion-gate01.pdf
cacingvermesbiologi-150217115831-conversion-gate01.pdf
 
Cacing(vermes) biologi
Cacing(vermes)  biologiCacing(vermes)  biologi
Cacing(vermes) biologi
 
Platymelminthes
PlatymelminthesPlatymelminthes
Platymelminthes
 
Aschelminthes-Kelompok 7B.pptx
Aschelminthes-Kelompok 7B.pptxAschelminthes-Kelompok 7B.pptx
Aschelminthes-Kelompok 7B.pptx
 

More from Yuga Rahmat S (20)

2.powert point
2.powert point2.powert point
2.powert point
 
2. power point
2. power point2. power point
2. power point
 
2. power point
2. power point2. power point
2. power point
 
2. power point
2. power point2. power point
2. power point
 
2. power point
2. power point2. power point
2. power point
 
2. power point
2. power point2. power point
2. power point
 
Echinodermata
EchinodermataEchinodermata
Echinodermata
 
2010 pengamatan invertebratadibama
2010 pengamatan invertebratadibama2010 pengamatan invertebratadibama
2010 pengamatan invertebratadibama
 
3. silabus
3. silabus3. silabus
3. silabus
 
1.bahan ajar
1.bahan ajar1.bahan ajar
1.bahan ajar
 
Artikel kel. 8
Artikel kel. 8Artikel kel. 8
Artikel kel. 8
 
Rayap
RayapRayap
Rayap
 
3. silabus
3. silabus3. silabus
3. silabus
 
1.bahan ajar
1.bahan ajar1.bahan ajar
1.bahan ajar
 
Artikel fhylum mollusca
Artikel fhylum molluscaArtikel fhylum mollusca
Artikel fhylum mollusca
 
Artikel fhylum mollusca
Artikel fhylum molluscaArtikel fhylum mollusca
Artikel fhylum mollusca
 
64 reproduksi perkembangan larva
64 reproduksi perkembangan larva64 reproduksi perkembangan larva
64 reproduksi perkembangan larva
 
3. silabus
3. silabus3. silabus
3. silabus
 
1.bahan ajar
1.bahan ajar1.bahan ajar
1.bahan ajar
 
Penelitian cacing tanah
Penelitian cacing tanahPenelitian cacing tanah
Penelitian cacing tanah
 

2. power point

  • 1. JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG 2012 / 2013
  • 2. ANGGOTA : Moch. Alda Rifirdaus 115040146 Erika Agni Fitria 115040159 Fitriyani Rahmah 115040163 Hani Pebrianti 115040171 Abdul Basith 115040172 Ega Heryanti 115040189 Indah Ciptaningsari 115040198
  • 3. TUJUAN Materi Diharapkan mahasiswa dapat memahami peran, struktur dan fungsi tubuh cacing Nemathelminthes, dan dapat memahami contoh- contoh dari klasifikasi cacing nemathelminthes yang merugikan, sehingga dapat mengetahui bagaimana cara melakukan tindakan dan pencegahan di dalam kehidupan sehari-hari.
  • 4. INDIKATOR HASIL BELAJAR 1. Mahasiswa dapat menyebutkan ciri-ciri dari filum Nemathelminthes 2. Mahasiswa mampu menyebutkan kelas dari filum Nemathelminthes 3. Mahasiswa mampu menyebutkan ciri-ciri tiap kelas dari filum Nemathelminthes 4. Mahasiswa mampu menyebutkan contoh spesies tiap kelas dari filum Nemathelminthes 5. Mahasiswa mampu menyebutkan peranan dari filum Nemathelminthes
  • 5. Nemathelminthes (dalam bahasa yunani, nema = benang, helminthes = cacing) disebut sebagai cacing giling karena tubuhnya berbentuk bulat panjang atau seperti benang.Berbeda dengan Platyhelminthes yang belum memiliki rongga tubuh, Nemathelminthes sudah memiliki rongga tubuh meskipun bukan rongga tubuh sejati. Oleh karena memiliki rongga tubuh semu, Nemathelminthes disebut sebagai hewan Pseudoselomata.
  • 6. Belum memiliki Alat ekskresi peredaran darah Cincin saraf dengan sel merupakan Renette atau pusat sistem sistem H saraf 7.Berumah Alat pencernaan dua, fertilisasi lengkap internal hidup bebas atau Simetris bilateral parasit triploblastik, pse Pernaasa difusi udocoelom
  • 7. • Nemathelminthes hidup bebas atau parasit pada manusia, hewan, dan tumbuhan • Nemathelminthes yang hidup bebas berperan sebagai pengurai sampah organik • yang parasit memperoleh makanan berupa sari makanan dan darah dari tubuh inangnya. • Habitat cacing ini berada di tanah becek dan di dasar perairan tawar atau laut • Nemathelminthes parasit hidup dalam inangnya
  • 9. Fungsi bagian-bagian tubuh:  Kutikula berfungsi untuk melindungi diri dari enzim pencernaan inang.  Spikula berfungsi untuk membuka pori kelamin cacing betina dan memindahkan sperma saat kawin.  Kait kitin berfungsi untuk menempel pada usus inangnnya  Alat ekskresi berupa protonefridia (Tubulus/pembuluh bercabang-cabang yang memanjang pada bagian samping kiri dan kanan disepanjang tubuh Sel )
  • 12. Peranan Mengenai Teknologi dan Informasi :  Pada umumnya Nemathelminthes merugikan, sebab parasit pada manusia maupun hewan. Untuk mencegah infeksi nematoda parasit berikut adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan : 1. Mengobati penderita dan massa. 2. Pendidikan kesehatan pribadi dan lingkungan. 3. Menjaga kebersihan makanan atau memasak makanan dengan baik. 4. Memakai alas kaki bila berjalan di tanah (untuk mencegah infeksi cacing tambang dan strongiloidiasis). 5. Pembuatan MCK yang sehat dan teratur
  • 13. 1.Kelas Nematoda Kelas Nematoda Nematoda atau cacing gelang ( filum Nematoda) yang paling beragam filumSecernentea : dari (Phasmida) pseudocoelomates , dan salah satu yang paling beragam dari semua binatang. Nematoda spesies sangat sulit untuk membedakan; lebih dari 28.000 telah diuraikan, yang lebih dari 16.000 adalah parasit . Telah diperkirakan bahwa jumlah spesies nematoda Adenophorea mungkin sekitar 1.000.000. Tidak seperti cnidaria atau (Aphasmida) cacing pipih , cacing gelang memiliki sistem pencernaan yang seperti tabungdengan bukaan di kedua ujungnya.
  • 14. • di anterior/sub dorsal/sub ventral & dikelilingi oleh bibir-bibir Mulut: • Ada & tidak selalu ada: 3 bibir (dorsal (1) dan latero-ventral(2). Amfid (di anterior): • fungsi khemoreseptor • kelenjar di post anus ~ kelenjar Phasmid( di posterior): • Leaf crown~mahkota(inner &outer leaf crown) Buccal cavity (rongga • untuk menghisap makanan mulut) Sex organ: • terpisah antara jantan & betina Esofagus tdd otot • : untuktk menghisap makanan bergaris Bulbus • dibag post esofagus, ada & tidak
  • 15. Tubuh bulat panjang tidak bersegmen,. Contoh: Gordius,Gordionus,Nectonema Ukuran tubuh bervariasi dari beberapa mm sampai satu meter memiliki warna kekuning – kuningan Hewan jantan umumnya berukuran lebih kecil Ujung ekor hewan jantan melengkung . Contoh: Gordius,Gordionus,Nectonema
  • 16. Cacing ini dikenal sebagai cacing tambang yang persebarannya di daerah tropis Asia dan Afrika. Di daerah Amerika terdapat cacing yang serupa yang dikenal sebagai Necator americanus. Cacing tambang berukuran 1 – 1,5 cm dan bersifat parasit dalam usus manusia. Pada mulutnya terdapat kait berupa gigi dari kitin untuk melekat dan melukai dinding usus inangnya. Cacing ini mengisap darah inang sehingga dapat menyebabkan anemia. Penyakit yang disebabkan cacing tambang disebut ankilostomiasis.
  • 17.
  • 18. Cacing dewasa bertelur di dalam usus dan keluar bersama feses Cacing kemudian menetas menjadi larva mengisap darah pada yang disebut dinding usus rhabditiform berkembang menjadi masuk ke dalam usus filariform yang dapat (infeksi aktif. menembus kulit kaki atau tangan masuk ke sistem peredaran darah menuju ke jantung, paru- paru, faring, tenggorok
  • 19.
  • 20. Trichinella spiralis sering disebut cacing otot. Cacing ini bersifat parasit di usus manusia, babi, dan tikus yang dapat menyebabkan penyakit trikinosis. Larva dapat masuk bersama makanan ke dalam usus. Cacing dewasa bertelur di dalam usus dan menghasilkan larva. Larva dapat menembus usus mengikuti aliran darah dan bergerak menuju otot.
  • 21. Trichinella spiralis Klasifikasi Trichinella spiralis Phylum : Nemathelminthes Class : Nematoda Subclass : Adenophorea Ordo : Enoplida Super famil : Ttichinelloidea Genus : Trichinella Species : Trichinella spiralis
  • 22. Cacing ini disebut juga cacing kremi yang bersifat parasit di dalam usus manusia terutama pada anak-anak. Cacing betina bertelur pada malam hari dan mengeluarkan zat yang dapat menyebabkan rasa gatal di daerah anus.
  • 23.
  • 24. autoinfection retroinfection Siklus sendiri Siklus kembali Anak menggaruk Cacing bertelur anus, Tangan yang dicelana dalam terkontaminasi kemudian cacing memegang akanan masuk lagi kemudian telu cacing kedalam anus masuk lagi kedalam tubuh
  • 25. Cacing ini bersifat parasit yang hidup pada pembuluh limfe atau getah bening manusia. Cacing dapat menyebabkan penyumbatan aliran limfe sehingga terjadi pembengkakan, misalnya pada kaki, akibatnya kaki menjadi besar seperti kaki gajah yang disebut elepantiasis atau filariasis. Penyebaran cacing ditularkan melalui gigitan nyamuk Culex.
  • 26.
  • 27. Kingdom Animalia Phyllum Nemathelminthes Sub class Secernentea Class Nematoda Ordo Ascaridida Superfamily Ascaridoidea Family Ascarididae Genus Ascaris, Parascaris, Toxascaris, Toxocara
  • 28.  Cacing ini sering disebut cacing gelang atau cacing perut karena bersifat parasit di dalam usus halus manusia. Cacing dewasa dapat mencapai panjang 40 cm dengan permukaan tubuh yang licin dan dilindungi lapisan kutikula. Di dalam usus halus, cacing dewasa bertelur, kemudian telur yang mengandung embrio ini keluar bersama feses. Telur ini jika ikut termakan oleh manusia akan menetas di usus (infeksi pasif).
  • 29. Larva dapat menembus dinding usus dan masuk ke dalam peredaran darah menuju paru-paru. Larva kemudian menuju ke faring dan bila tertelan akan masuk ke usus halus. Di dalam usus halus cacing menghisap sari makanan dan mulai bertelur setelah dewasa.
  • 30.