SlideShare a Scribd company logo
1 of 36
Zoologi Invertebrata
     Dr. Uus Toharudin, M.Pd.
Ida Yayu Nurul Hizqiyah, S.Pd., M.Si.




    Program Studi Pendidikan Biologi
 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
          Universitas Pasundan
KELOMPOK 2 BIOLOGI C
1.   VENI HERLIANI             115040149
2.   ADRIANTY NOORHANIF        115040165
3.   INKA HARDIATI RAHMAH      115040150
4.   SITI HUDAEPAH             115040182
5.   NOPITA                    115040147
6.   KHAIRUNNISA KUSDIYANTI    115040191
Indikator
1. Mahasiswa dapat memahami, membedakan dan
   mengelompokan hewan berdasarkan zat pembentuk dan
   tipe saluran air.
2. Mahasiswa dapat memahami struktur dari setiap kelas
   hewan porifera
3. Mahasiswa dapat memahami fungsi, ciri-ciri, sifat-
   sifat umum Porifera dan khusus dari setiap kelas serta
   peranan dalam kehidupan sehari-hari.
Sejarah Porifera
•          Spons merupakan salah satu komponen biota penyusun terumbu karang
    yang mempunyai potensi bioaktif yang belum banyak dimanfaatkan. Hewan laut
    ini mengandung senyawa aktif yang persentase keaktifannya lebih besar
    dibandingkan dengan senyawa-senyawa yang dihasilkan oleh tumbuhan darat
    (Muniarsih dan Rachmaniar, 1999). Jumlah struktur senyawa yang telah
    didapatkan dari spons laut sampai Mei 1998 menurut Soest dan Braekman (1999)
    adalah 3500 jenis senyawa, yang diambil dari 475 jenis dari dua kelas, yaitu
    Calcarea dan Demospongiae. Senyawa tersebut kebanyakan diambil dari Kelas
    Demospongiae terutama dari ordo Dictyoceratida dan Dendroceratida (1250
    senyawa dari 145 jenis), Haplosclerida (665 senyawa dari 85
    jenis), Halichondrida (650 senyawa dari 100 jenis), sedangkan ordo
    Astroporida, Lithistida, Hadromerida dan Poecilosclerida, senyawa yang
    didapatkan adalah sedang dan kelas Calcarea ditemukan sangat sedikit.
Ciri-ciri umum
  Tubuhnya berpori-pori
  Lapisan tubuh diploblastik
  Hewan multiseluler
  Struktur tubuh radial simetris
  Memiliki bentuk dan warna bervariasi
  Mempunyai daya regenerasi tinggi
  Tipe nutrisi holozoik dan saprozoik
  Eksresi dengan menggunakan vakuola kontraktil
  Reproduksi seksual dan aseksual
  Umumnya hidup di laut, tetapi ada juga yang hidup di air tawar (familia
spingillidae)
Sifat-sifat
Tipe nutrisi holozoik dan saprozoik.

Umumnya hidup di laut, kecuali familia spingilidae hidup di air
tawar.

Fase dewasa hidup dengan tipe sessil (menetap) di dasar perairan
dan tidak dilengkapi dengan alat gerak.

Respirasi dgn cara difusi melalui seluruh permukaan tubuh.

Eksresi dengan menggunakan vakuola kontraktil.

Memiliki sistem kanal atau saluran air untuk mensirkulasikan air di
dalam tubuhnya pencernaan secara intraseluler di dalam koanosit
dan amoebosit.

Reproduksi secara vegeratif atau aseksual dengan cara gemmule
dan kuncup (budding), sedangkan secara generatif atau seksual yaitu
sifatnya berumah satu dan berumah dua melalui pembuahan ovum
oleh sperma.
Bagian-bagian tubuh porifera:




 Epidermis tersusun dari : Pinakosit &
Porosit
Mesoglea/Mesenkim tersusun atas :
          - sel koanosit
          - sel amoebosit
          - sel skleroblas
          - sel arkeosit
Endodermis membentuk spongosoel.
Fungsi-fungsi bagian tubuh
   Ostium         : Tempat masuknya air
   Osculum        : Berfungsi untuk keluar nya air.
   Mesofil        : Penyekat/Pembatas antara lapisan epidermis dan endodermis
   Porosit        : Tempat masuknya air.
   Spongocoel : Saluran penghubung dalam sistem saluran air pada ostium dan oskulum
   Koanosit       : Pencerna makanan
   Amoebosit : Untuk mengedarkan makanan
   Epidermis      : Pelindung tubuh
   Spikula        : Pembentuk/penyusun tubuh
   Flagel         : Untuk Menggerakan makanan dari luar
KLASIFIKASI PORIFERA

• Berdasarkan bahan penyusun
  spikulanya, Porifera dibedakan
  menjadi :
   – Class Calcarea (Calsium Carbonat)
   – Class Hexactinellida (Silikat)
   – Class Demospongia (Serabut          -
     Spongin)

                                         -
TIPE SALURAN AIR
• Askon : Air masuk melalui pori yang pendek, lurus ke spongocoel (rongga
  tubuh) lalu keluar melalui oskulum.

• Sykon : Air masuk melalui pori menuju ke saluran radial yang berdinding
  koanosit menuju ke spongocoel & keluar melalui oskulum.

• Rhagon : Porifera ini mempunyai lapisan masoglea yang tebal dengan sistem
  saluran air bercabang-cabang. Koanosit dibatasi oleh suatu rongga yang
  bersilia berbentuk bulat. Air masuk melalui pori-pori saluran radial yang
  bercabang-cabang keluar melalui oskulum.
Calcarea
(Calcisspongiae)
KLASIFIKASI                    KLASIFIKASI
  Kingdom :Animalia
  Phyllum : Porifera           Kingdom :Animalia
  Class: Calcarea              Phyllum : Porifera
  Ordo: Clathrinida            Class: Calcarea
  Family: Leucascidae          Ordo: Clathrinida
  Genus: Leucascus             Family: Clathrinidae
  Species : Leucascus roseus   Genus: Clathrina
                               Species: Clathrina aurea
Clathrina cerebrum




Leucosolenia eleanor
Hexactinellida
                      (Hyalospongiae)

Hexactinellida        Berasal dri kata hexa = Enam
Hyalospongiae                hyalo = kaca/transparan, spongia
  = spons

 Memiliki kerangka tubuh berupa spikula dari zat silikat (zat
  kersik)
 Ujung spikula berjumlah enam seperti bintang
 Tubuhnya kebanyakan berwarna pucat dengan bentuk vas
  bunga atau mangkuk
 Hidup di laut dalam, pada kedalaman 200 – 1.000 m
 Tinggi tubuhnya rata-rata 10-30 cm dengan saluran tipe
  sikonoid
Klasifikasi
Kingdom   : Animalia
Phylum     : Porifera
Class     : Hexactinellida
Ordo      : Dictyoceratida
Family    : Spongiidae
Genus      : Spongia
Species    : Spongia officinalis



             Klasifikasi
  Kingdom : Animalia
   Phylum : Porifera
  Class   : Hexactinellida
  Ordo    : Lyssacinosidea
  Family : Euplectellidae
  Genus   : Euplectella
  Species : Euplectella aspergillum
DEMOSPONGIAE
Demospongiae        berasal dari kata demo = tebal,
  spongia = spons

 Memiliki rangka yang tersusun dari serabut spongin.
 Demospongiae merupakan kelas terbesar yang
  mencakup 90% dari seluruh jenis porifera.
 Tinggi dan diameternya ada yang mencapai lebih dari 1
  meter.
 Bentuk tubuhnya tidak beraturan dan bercabang.
 Tubuhnya berwarna cerah karena mengandung pigmen
  yang terdapat pada amoebosit.
 Habitat Demospongiae umumnya di laut dalam maupun
  dangkal, meskipun ada yang di air tawar.
KLASIFIKASI
Kingdom :Animalia
Phyllum : Porifera
Class: Demospongiae
Ordo: Hadromerida
Family: Suberitidae
Genus: Suberites
Species:Suberites carnosus




                                      KLASIFIKASI
                             Kingdom :Animalia
                             Phyllum : Porifera
                             Class: Demospongiae
                             Ordo: Hadromerida
                             Family: Clionaidae
                             Genus: Cliona
                             Species:Cliona carteri
KLASIFIKASI
                                                          Kingdom :Animalia
                                                          Phyllum : Porifera
                                                          Class: Demospongiae
                                                          Ordo: Dictyoceratida
                                                          Family: Spongiidae
                                                          Genus: Euspongia
                                                          Species: Euspongia
                                                          officinalis


        KLASIFIKASI
Kingdom :Animalia
Phyllum : Porifera
Class: Demospongiae
Ordo: Haplosclerida            KLASIFIKASI
Family: Petrosiidae            Kingdom :Animalia
Genus: Petrosia                Phyllum : Porifera
Species: Petrosia fisiformis   Class: Demospongiae
                               Ordo: Haplosclerida
                               Family: Niphatidae
                               Genus: Niphates
                               Species: Niphates erecta
◌Tubuh berpori yang terdiri
atas: ostium, oskulum, dan
spongocoel.
◌Lapisan
tubuhnya diploblastik primit
if karena terdiri atas dua
lapisan sel tunas, yaitu
ektoderm dan endoderm.
◌Hewan multiseluler yang
paling sederhana karena
belum mempunyai
jaringan, organ, dan sistem
organ.
◌Tubuh memiliki penyokong
berupa spikula yang
berbentuk kristal atau
bahan serabut dari bahan
organik.
◌Berbentuk seperti vas
PENCERNAAN
             Porifera hidup secara heterotrof.
             Makanannya adalah bakteri dan
             plankton. Makanan yang masuk ke
             tubuhnya dalam bentuk cairan sehingga
             porifera disebut juga sebagai pemakan
             cairan.


             Jalannya air : laut - ostium - spongocoel- osculum
1. Pembentukan Kuncup Atau Budding

         Reproduksi secara aseksual dilakukan dengan pembentukan kuncup
dari dinding tubuhnya ke arah luar. Kuncup yang terbentuk dilepaskan dan akan
tumbuh menjadi Porifera baru atau dapat pula tetap melekat membentuk suatu
koloni. Pembentukan kuncup ini dapat terjadi bila kondisi kurang
menguntungkan, yaitu bila keadaan kering atau keadaan dingin.
2. Pembembentukan Gemmulae

         Pertama-tama arkeosit mengumpulkan nutrient dengan memfagosit
sel lain untuk dikumpulkan dalam rongga tubuh.Sel tertentu kemudian
mengelilingi secret kumpulan tersebut dan membungkusnya.Terbentuklah
kumpulan/cluster dan kapsul yang mengelilingi. Pada kondisi yang tepat
gemmulae menetas dan sel-sel di dalamnya keluar dan berdiferensiasi
membentuk spons baruSedangkan perkembangbiakan generatif berlangsung
secara anisogami, yaitu dengan peleburan gamet jantan (mikrogamet) dengan
gamet betina (makrogamet).Dari peleburan ini dihasilkan zigot yang kemudian
berkembang menjadi larva bersilia.
 Porifera ini bersifat hemaprodit, pembuahan terjadi dari sperma yang
berasal dari jenis induk Porifera yang lain. Fertilisasi secara internal.

Sperma dan ovum berkembang dari sel-sel arkeosit yang terdapat pada
mesoglea.

Kemudian terjadi pembuahan dan membentuk zigot.

Zigot membelah menjadi larva bersilia.

Kemudian keluar dari induknya bersama aliran air melalui oskulum.

Untuk sementara waktu akan berenang-renang mencari tempat melekat.

Jika sudah menemukan tempat perlekatan maka akan tumbuh menjadi
porifera baru.
Contoh-contoh Hewan Porifera




  Euplectella aspergillum     Spongia officinalis              Hippospongia
Kingdom : Animalia            Kingdom : Animalia           Kingdom : Animalia
Phylum : Porifera             Phylum : Porifera            Filum     : Porifera
Class      : Hexactinellida   Class     : Demospongiae     Class    :Demospongiae
Ordo       :Lyssacinosidea    Ordo      : Dictyoceratida   Ordo    :Dictyoceratida
Family    : Euplectellidae    Family     : Spongiidae      Famíly :Spongiidae
                              Genus     : Spongia          Genus :Hippospongia
Genus      : Euplectella
Niphates digitalis        Sycon raphanus                 Clathrina clathrus
Kingdom : Animalia         Kingdom : Animalia           Kingdom       : Animalia
Phylum : Porifera          Phylum : Porifera            Phylum         : Porifera
Class    : Demospongiae    Class     : Calcarea         Class         : Calcarea
Ordo     : Haplosclerida   Ordo       : Leucosolenida   Ordo          : Clathrinida
Family : Niphatidae        Family    : Sycettidae       Family        :Clathrinidae
Genus : Niphates           Genus : Sycon                Genus          : Clathrina
Species : N. Digitalis     Species : S. raphanus        Species        : C. clathrus
PERANAN PORIFERA
•   Banyak spesies mengandung zat-zat beracun, mungkin untuk mencegah predator.
    Digunakan hewan laut tertentu dengan menempatkan spons dewasa spons pada
    tubuh mereka untuk mencegah predator.

•   Dapat dimanfaatkan sebagai penggosok ketika mandi ataupun mencuci dan
    pembersih kaca. Selain itu, dapat juga dimanfaatkan sebagai hiasan yang ada pada
    akuarium.

•   Beberapa bahan kimia ini telah ditemukan memiliki efek farmasi bermanfaat bagi
    manusia, termasuk senyawa untuk obat
    pernapasan, kardiovaskular, gastrointestinal, anti inflamasi, antitumor, dan antibiotik.

•   Porifera juga menyediakan rumah untuk sejumlah tanaman laut kecil, yang hidup di
    dalam dan di sekitar sistem pori mereka.

•   Beberapa porifera menggali permukaan hewan karang dan moluska, kadang-
    kadangmenyebabkan degradasi yang signifikan pada hewan karang dan kematian
    dari moluska.
2. power point
2. power point

More Related Content

What's hot

Cnidaria Dan Ctenophora (Ciri-ciri, struktur tubuh, klasifikasi dan contoh, r...
Cnidaria Dan Ctenophora (Ciri-ciri, struktur tubuh, klasifikasi dan contoh, r...Cnidaria Dan Ctenophora (Ciri-ciri, struktur tubuh, klasifikasi dan contoh, r...
Cnidaria Dan Ctenophora (Ciri-ciri, struktur tubuh, klasifikasi dan contoh, r...Herninda N. Shabrina
 
Laporan praktikum 6 bunga majemuk (morfologi tumbuhan)
Laporan praktikum 6 bunga majemuk (morfologi tumbuhan)Laporan praktikum 6 bunga majemuk (morfologi tumbuhan)
Laporan praktikum 6 bunga majemuk (morfologi tumbuhan)Maedy Ripani
 
Power Point Platyhelminthes
Power Point PlatyhelminthesPower Point Platyhelminthes
Power Point PlatyhelminthesImawaty Yulia
 
Laporan praktikum 2 daun majemuk dan bagian bagiannya (morfologi tumbuhan)
Laporan praktikum 2   daun majemuk dan bagian bagiannya (morfologi tumbuhan)Laporan praktikum 2   daun majemuk dan bagian bagiannya (morfologi tumbuhan)
Laporan praktikum 2 daun majemuk dan bagian bagiannya (morfologi tumbuhan)Maedy Ripani
 
PPT Biologi SMA Kelas X Protista-fix
PPT Biologi SMA Kelas X Protista-fixPPT Biologi SMA Kelas X Protista-fix
PPT Biologi SMA Kelas X Protista-fixRian Maulana
 
Makalah Biologi - Amphibia
Makalah Biologi  - AmphibiaMakalah Biologi  - Amphibia
Makalah Biologi - AmphibiaVita Mustika
 
Filum Echinodermata
Filum EchinodermataFilum Echinodermata
Filum EchinodermataAfi Alifia
 
Praktikum bio protista
Praktikum bio protistaPraktikum bio protista
Praktikum bio protistanailun
 
Sistem indra pada hewan
Sistem indra pada hewanSistem indra pada hewan
Sistem indra pada hewanHafiza Maulita
 
Bab 7. Osteichthyes
Bab 7. Osteichthyes Bab 7. Osteichthyes
Bab 7. Osteichthyes Nana Citra
 
Gymnospermae - Anatomy
Gymnospermae - AnatomyGymnospermae - Anatomy
Gymnospermae - Anatomydewisetiyana52
 
Kelompok 6 super kelas agnatha
Kelompok 6 super kelas agnathaKelompok 6 super kelas agnatha
Kelompok 6 super kelas agnathaf' yagami
 
Laporan Praktikum IDENTIFIKASI & KLASIFIKASI TUMBUHAN || Biologi Tanaman
Laporan Praktikum IDENTIFIKASI & KLASIFIKASI TUMBUHAN || Biologi TanamanLaporan Praktikum IDENTIFIKASI & KLASIFIKASI TUMBUHAN || Biologi Tanaman
Laporan Praktikum IDENTIFIKASI & KLASIFIKASI TUMBUHAN || Biologi Tanamanshafirasalsa11
 

What's hot (20)

Cnidaria Dan Ctenophora (Ciri-ciri, struktur tubuh, klasifikasi dan contoh, r...
Cnidaria Dan Ctenophora (Ciri-ciri, struktur tubuh, klasifikasi dan contoh, r...Cnidaria Dan Ctenophora (Ciri-ciri, struktur tubuh, klasifikasi dan contoh, r...
Cnidaria Dan Ctenophora (Ciri-ciri, struktur tubuh, klasifikasi dan contoh, r...
 
Laporan praktikum 6 bunga majemuk (morfologi tumbuhan)
Laporan praktikum 6 bunga majemuk (morfologi tumbuhan)Laporan praktikum 6 bunga majemuk (morfologi tumbuhan)
Laporan praktikum 6 bunga majemuk (morfologi tumbuhan)
 
Power Point Platyhelminthes
Power Point PlatyhelminthesPower Point Platyhelminthes
Power Point Platyhelminthes
 
CACING PLANARIA SP
CACING PLANARIA SPCACING PLANARIA SP
CACING PLANARIA SP
 
Laporan praktikum 2 daun majemuk dan bagian bagiannya (morfologi tumbuhan)
Laporan praktikum 2   daun majemuk dan bagian bagiannya (morfologi tumbuhan)Laporan praktikum 2   daun majemuk dan bagian bagiannya (morfologi tumbuhan)
Laporan praktikum 2 daun majemuk dan bagian bagiannya (morfologi tumbuhan)
 
PPT Biologi SMA Kelas X Protista-fix
PPT Biologi SMA Kelas X Protista-fixPPT Biologi SMA Kelas X Protista-fix
PPT Biologi SMA Kelas X Protista-fix
 
Makalah Biologi - Amphibia
Makalah Biologi  - AmphibiaMakalah Biologi  - Amphibia
Makalah Biologi - Amphibia
 
Laporan Praktikum 3 Amphibia
Laporan Praktikum 3 AmphibiaLaporan Praktikum 3 Amphibia
Laporan Praktikum 3 Amphibia
 
Laporan jaringan otot
Laporan jaringan ototLaporan jaringan otot
Laporan jaringan otot
 
Tata nama tumbuhan
Tata nama tumbuhanTata nama tumbuhan
Tata nama tumbuhan
 
Coelenterata
CoelenterataCoelenterata
Coelenterata
 
Filum Echinodermata
Filum EchinodermataFilum Echinodermata
Filum Echinodermata
 
Praktikum bio protista
Praktikum bio protistaPraktikum bio protista
Praktikum bio protista
 
Sistem indra pada hewan
Sistem indra pada hewanSistem indra pada hewan
Sistem indra pada hewan
 
Filum Arthropoda Biologi
Filum Arthropoda BiologiFilum Arthropoda Biologi
Filum Arthropoda Biologi
 
Bab 7. Osteichthyes
Bab 7. Osteichthyes Bab 7. Osteichthyes
Bab 7. Osteichthyes
 
Gymnospermae - Anatomy
Gymnospermae - AnatomyGymnospermae - Anatomy
Gymnospermae - Anatomy
 
alga merah (rhodophyta)
alga merah (rhodophyta)alga merah (rhodophyta)
alga merah (rhodophyta)
 
Kelompok 6 super kelas agnatha
Kelompok 6 super kelas agnathaKelompok 6 super kelas agnatha
Kelompok 6 super kelas agnatha
 
Laporan Praktikum IDENTIFIKASI & KLASIFIKASI TUMBUHAN || Biologi Tanaman
Laporan Praktikum IDENTIFIKASI & KLASIFIKASI TUMBUHAN || Biologi TanamanLaporan Praktikum IDENTIFIKASI & KLASIFIKASI TUMBUHAN || Biologi Tanaman
Laporan Praktikum IDENTIFIKASI & KLASIFIKASI TUMBUHAN || Biologi Tanaman
 

Viewers also liked (11)

Coelenterata Kelas 10 BIOLOGY
Coelenterata Kelas 10 BIOLOGYCoelenterata Kelas 10 BIOLOGY
Coelenterata Kelas 10 BIOLOGY
 
Porifera
PoriferaPorifera
Porifera
 
Phylum Porifera
Phylum PoriferaPhylum Porifera
Phylum Porifera
 
2. power point
2. power point2. power point
2. power point
 
Euspongia sp
Euspongia spEuspongia sp
Euspongia sp
 
Porifera
PoriferaPorifera
Porifera
 
Kunci determinasi
Kunci determinasiKunci determinasi
Kunci determinasi
 
Ppt promkes idk 7
Ppt promkes idk 7Ppt promkes idk 7
Ppt promkes idk 7
 
9. Phylum Porifera Notes
9. Phylum Porifera Notes9. Phylum Porifera Notes
9. Phylum Porifera Notes
 
Presentation of porifera
Presentation of poriferaPresentation of porifera
Presentation of porifera
 
Power point mollusca
Power point molluscaPower point mollusca
Power point mollusca
 

Similar to 2. power point

KLASIFIKASI HEWAN DAN PENGGOLONGAN DUNIA HEWAN
KLASIFIKASI HEWAN DAN PENGGOLONGAN DUNIA HEWANKLASIFIKASI HEWAN DAN PENGGOLONGAN DUNIA HEWAN
KLASIFIKASI HEWAN DAN PENGGOLONGAN DUNIA HEWANDesy Aryanti
 
Kingdom Animalia (Avertebrata)
Kingdom Animalia (Avertebrata)Kingdom Animalia (Avertebrata)
Kingdom Animalia (Avertebrata)Dewi Ayu Pratiwi
 
KLASIFIKASI HEWAN Ikan (PISCES), Burung (AVES), MAMALIA, AMPHIBIA, REPTILIA
KLASIFIKASI HEWAN Ikan (PISCES), Burung (AVES), MAMALIA, AMPHIBIA, REPTILIAKLASIFIKASI HEWAN Ikan (PISCES), Burung (AVES), MAMALIA, AMPHIBIA, REPTILIA
KLASIFIKASI HEWAN Ikan (PISCES), Burung (AVES), MAMALIA, AMPHIBIA, REPTILIAFirdika Arini
 
Biologi Presentation
Biologi PresentationBiologi Presentation
Biologi PresentationADHP
 
Porifera dan ctenophora (power point)
Porifera dan ctenophora (power point)Porifera dan ctenophora (power point)
Porifera dan ctenophora (power point)Kurnia Wati
 
8. animalia porifer,colen, platyhel
8. animalia porifer,colen, platyhel8. animalia porifer,colen, platyhel
8. animalia porifer,colen, platyhelalfiyyah479
 
Power Point Protozoa
Power Point ProtozoaPower Point Protozoa
Power Point ProtozoaImawaty Yulia
 
Filum annaleda dan moluska
Filum annaleda dan moluskaFilum annaleda dan moluska
Filum annaleda dan moluskajalil11
 
Tugas ppt zoin
Tugas ppt zoinTugas ppt zoin
Tugas ppt zoinRizka Desi
 
Animalia porifer,colen, platyhel
Animalia porifer,colen, platyhelAnimalia porifer,colen, platyhel
Animalia porifer,colen, platyhelNingrum Handayani
 

Similar to 2. power point (20)

KLASIFIKASI HEWAN DAN PENGGOLONGAN DUNIA HEWAN
KLASIFIKASI HEWAN DAN PENGGOLONGAN DUNIA HEWANKLASIFIKASI HEWAN DAN PENGGOLONGAN DUNIA HEWAN
KLASIFIKASI HEWAN DAN PENGGOLONGAN DUNIA HEWAN
 
Kingdom Animalia
Kingdom AnimaliaKingdom Animalia
Kingdom Animalia
 
Kingdom Animalia (Avertebrata)
Kingdom Animalia (Avertebrata)Kingdom Animalia (Avertebrata)
Kingdom Animalia (Avertebrata)
 
KLASIFIKASI HEWAN Ikan (PISCES), Burung (AVES), MAMALIA, AMPHIBIA, REPTILIA
KLASIFIKASI HEWAN Ikan (PISCES), Burung (AVES), MAMALIA, AMPHIBIA, REPTILIAKLASIFIKASI HEWAN Ikan (PISCES), Burung (AVES), MAMALIA, AMPHIBIA, REPTILIA
KLASIFIKASI HEWAN Ikan (PISCES), Burung (AVES), MAMALIA, AMPHIBIA, REPTILIA
 
Biologi Presentation
Biologi PresentationBiologi Presentation
Biologi Presentation
 
porifera
poriferaporifera
porifera
 
Xmia4 porifera
Xmia4 poriferaXmia4 porifera
Xmia4 porifera
 
Kelompok 1 (gastropoda)
Kelompok 1 (gastropoda)Kelompok 1 (gastropoda)
Kelompok 1 (gastropoda)
 
Porifera dan ctenophora (power point)
Porifera dan ctenophora (power point)Porifera dan ctenophora (power point)
Porifera dan ctenophora (power point)
 
8. animalia porifer,colen, platyhel
8. animalia porifer,colen, platyhel8. animalia porifer,colen, platyhel
8. animalia porifer,colen, platyhel
 
Evolusi Eukaryotik
Evolusi EukaryotikEvolusi Eukaryotik
Evolusi Eukaryotik
 
Kingdom Animalia
Kingdom AnimaliaKingdom Animalia
Kingdom Animalia
 
Power Point Protozoa
Power Point ProtozoaPower Point Protozoa
Power Point Protozoa
 
Phylum porifera
Phylum poriferaPhylum porifera
Phylum porifera
 
Tugas_bu_lilis.pptx
Tugas_bu_lilis.pptxTugas_bu_lilis.pptx
Tugas_bu_lilis.pptx
 
PIK risna ariyanti
PIK risna ariyantiPIK risna ariyanti
PIK risna ariyanti
 
Filum annaleda dan moluska
Filum annaleda dan moluskaFilum annaleda dan moluska
Filum annaleda dan moluska
 
Tugas ppt zoin
Tugas ppt zoinTugas ppt zoin
Tugas ppt zoin
 
Animalia porifer,colen, platyhel
Animalia porifer,colen, platyhelAnimalia porifer,colen, platyhel
Animalia porifer,colen, platyhel
 
PHYLUM PORIFERA
PHYLUM PORIFERAPHYLUM PORIFERA
PHYLUM PORIFERA
 

More from Yuga Rahmat S (20)

2.powert point
2.powert point2.powert point
2.powert point
 
2. power point
2. power point2. power point
2. power point
 
2. power point
2. power point2. power point
2. power point
 
2. power point
2. power point2. power point
2. power point
 
2. power point
2. power point2. power point
2. power point
 
2. power point
2. power point2. power point
2. power point
 
2. power point
2. power point2. power point
2. power point
 
2. power point
2. power point2. power point
2. power point
 
2. power point
2. power point2. power point
2. power point
 
Echinodermata
EchinodermataEchinodermata
Echinodermata
 
2010 pengamatan invertebratadibama
2010 pengamatan invertebratadibama2010 pengamatan invertebratadibama
2010 pengamatan invertebratadibama
 
3. silabus
3. silabus3. silabus
3. silabus
 
1.bahan ajar
1.bahan ajar1.bahan ajar
1.bahan ajar
 
Artikel kel. 8
Artikel kel. 8Artikel kel. 8
Artikel kel. 8
 
Rayap
RayapRayap
Rayap
 
3. silabus
3. silabus3. silabus
3. silabus
 
1.bahan ajar
1.bahan ajar1.bahan ajar
1.bahan ajar
 
Artikel fhylum mollusca
Artikel fhylum molluscaArtikel fhylum mollusca
Artikel fhylum mollusca
 
Artikel fhylum mollusca
Artikel fhylum molluscaArtikel fhylum mollusca
Artikel fhylum mollusca
 
64 reproduksi perkembangan larva
64 reproduksi perkembangan larva64 reproduksi perkembangan larva
64 reproduksi perkembangan larva
 

2. power point

  • 1.
  • 2. Zoologi Invertebrata Dr. Uus Toharudin, M.Pd. Ida Yayu Nurul Hizqiyah, S.Pd., M.Si. Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan
  • 3. KELOMPOK 2 BIOLOGI C 1. VENI HERLIANI 115040149 2. ADRIANTY NOORHANIF 115040165 3. INKA HARDIATI RAHMAH 115040150 4. SITI HUDAEPAH 115040182 5. NOPITA 115040147 6. KHAIRUNNISA KUSDIYANTI 115040191
  • 4.
  • 5. Indikator 1. Mahasiswa dapat memahami, membedakan dan mengelompokan hewan berdasarkan zat pembentuk dan tipe saluran air. 2. Mahasiswa dapat memahami struktur dari setiap kelas hewan porifera 3. Mahasiswa dapat memahami fungsi, ciri-ciri, sifat- sifat umum Porifera dan khusus dari setiap kelas serta peranan dalam kehidupan sehari-hari.
  • 6. Sejarah Porifera • Spons merupakan salah satu komponen biota penyusun terumbu karang yang mempunyai potensi bioaktif yang belum banyak dimanfaatkan. Hewan laut ini mengandung senyawa aktif yang persentase keaktifannya lebih besar dibandingkan dengan senyawa-senyawa yang dihasilkan oleh tumbuhan darat (Muniarsih dan Rachmaniar, 1999). Jumlah struktur senyawa yang telah didapatkan dari spons laut sampai Mei 1998 menurut Soest dan Braekman (1999) adalah 3500 jenis senyawa, yang diambil dari 475 jenis dari dua kelas, yaitu Calcarea dan Demospongiae. Senyawa tersebut kebanyakan diambil dari Kelas Demospongiae terutama dari ordo Dictyoceratida dan Dendroceratida (1250 senyawa dari 145 jenis), Haplosclerida (665 senyawa dari 85 jenis), Halichondrida (650 senyawa dari 100 jenis), sedangkan ordo Astroporida, Lithistida, Hadromerida dan Poecilosclerida, senyawa yang didapatkan adalah sedang dan kelas Calcarea ditemukan sangat sedikit.
  • 7. Ciri-ciri umum Tubuhnya berpori-pori Lapisan tubuh diploblastik Hewan multiseluler Struktur tubuh radial simetris Memiliki bentuk dan warna bervariasi Mempunyai daya regenerasi tinggi Tipe nutrisi holozoik dan saprozoik Eksresi dengan menggunakan vakuola kontraktil Reproduksi seksual dan aseksual Umumnya hidup di laut, tetapi ada juga yang hidup di air tawar (familia spingillidae)
  • 8. Sifat-sifat Tipe nutrisi holozoik dan saprozoik. Umumnya hidup di laut, kecuali familia spingilidae hidup di air tawar. Fase dewasa hidup dengan tipe sessil (menetap) di dasar perairan dan tidak dilengkapi dengan alat gerak. Respirasi dgn cara difusi melalui seluruh permukaan tubuh. Eksresi dengan menggunakan vakuola kontraktil. Memiliki sistem kanal atau saluran air untuk mensirkulasikan air di dalam tubuhnya pencernaan secara intraseluler di dalam koanosit dan amoebosit. Reproduksi secara vegeratif atau aseksual dengan cara gemmule dan kuncup (budding), sedangkan secara generatif atau seksual yaitu sifatnya berumah satu dan berumah dua melalui pembuahan ovum oleh sperma.
  • 9. Bagian-bagian tubuh porifera:  Epidermis tersusun dari : Pinakosit & Porosit Mesoglea/Mesenkim tersusun atas : - sel koanosit - sel amoebosit - sel skleroblas - sel arkeosit Endodermis membentuk spongosoel.
  • 10. Fungsi-fungsi bagian tubuh  Ostium : Tempat masuknya air  Osculum : Berfungsi untuk keluar nya air.  Mesofil : Penyekat/Pembatas antara lapisan epidermis dan endodermis  Porosit : Tempat masuknya air.  Spongocoel : Saluran penghubung dalam sistem saluran air pada ostium dan oskulum  Koanosit : Pencerna makanan  Amoebosit : Untuk mengedarkan makanan  Epidermis : Pelindung tubuh  Spikula : Pembentuk/penyusun tubuh  Flagel : Untuk Menggerakan makanan dari luar
  • 11. KLASIFIKASI PORIFERA • Berdasarkan bahan penyusun spikulanya, Porifera dibedakan menjadi : – Class Calcarea (Calsium Carbonat) – Class Hexactinellida (Silikat) – Class Demospongia (Serabut - Spongin) -
  • 12.
  • 13. TIPE SALURAN AIR • Askon : Air masuk melalui pori yang pendek, lurus ke spongocoel (rongga tubuh) lalu keluar melalui oskulum. • Sykon : Air masuk melalui pori menuju ke saluran radial yang berdinding koanosit menuju ke spongocoel & keluar melalui oskulum. • Rhagon : Porifera ini mempunyai lapisan masoglea yang tebal dengan sistem saluran air bercabang-cabang. Koanosit dibatasi oleh suatu rongga yang bersilia berbentuk bulat. Air masuk melalui pori-pori saluran radial yang bercabang-cabang keluar melalui oskulum.
  • 14.
  • 16. KLASIFIKASI KLASIFIKASI Kingdom :Animalia Phyllum : Porifera Kingdom :Animalia Class: Calcarea Phyllum : Porifera Ordo: Clathrinida Class: Calcarea Family: Leucascidae Ordo: Clathrinida Genus: Leucascus Family: Clathrinidae Species : Leucascus roseus Genus: Clathrina Species: Clathrina aurea
  • 18. Hexactinellida (Hyalospongiae) Hexactinellida Berasal dri kata hexa = Enam Hyalospongiae hyalo = kaca/transparan, spongia = spons  Memiliki kerangka tubuh berupa spikula dari zat silikat (zat kersik)  Ujung spikula berjumlah enam seperti bintang  Tubuhnya kebanyakan berwarna pucat dengan bentuk vas bunga atau mangkuk  Hidup di laut dalam, pada kedalaman 200 – 1.000 m  Tinggi tubuhnya rata-rata 10-30 cm dengan saluran tipe sikonoid
  • 19. Klasifikasi Kingdom : Animalia Phylum : Porifera Class : Hexactinellida Ordo : Dictyoceratida Family : Spongiidae Genus : Spongia Species : Spongia officinalis Klasifikasi Kingdom : Animalia Phylum : Porifera Class : Hexactinellida Ordo : Lyssacinosidea Family : Euplectellidae Genus : Euplectella Species : Euplectella aspergillum
  • 20. DEMOSPONGIAE Demospongiae berasal dari kata demo = tebal, spongia = spons  Memiliki rangka yang tersusun dari serabut spongin.  Demospongiae merupakan kelas terbesar yang mencakup 90% dari seluruh jenis porifera.  Tinggi dan diameternya ada yang mencapai lebih dari 1 meter.  Bentuk tubuhnya tidak beraturan dan bercabang.  Tubuhnya berwarna cerah karena mengandung pigmen yang terdapat pada amoebosit.  Habitat Demospongiae umumnya di laut dalam maupun dangkal, meskipun ada yang di air tawar.
  • 21. KLASIFIKASI Kingdom :Animalia Phyllum : Porifera Class: Demospongiae Ordo: Hadromerida Family: Suberitidae Genus: Suberites Species:Suberites carnosus KLASIFIKASI Kingdom :Animalia Phyllum : Porifera Class: Demospongiae Ordo: Hadromerida Family: Clionaidae Genus: Cliona Species:Cliona carteri
  • 22. KLASIFIKASI Kingdom :Animalia Phyllum : Porifera Class: Demospongiae Ordo: Dictyoceratida Family: Spongiidae Genus: Euspongia Species: Euspongia officinalis KLASIFIKASI Kingdom :Animalia Phyllum : Porifera Class: Demospongiae Ordo: Haplosclerida KLASIFIKASI Family: Petrosiidae Kingdom :Animalia Genus: Petrosia Phyllum : Porifera Species: Petrosia fisiformis Class: Demospongiae Ordo: Haplosclerida Family: Niphatidae Genus: Niphates Species: Niphates erecta
  • 23. ◌Tubuh berpori yang terdiri atas: ostium, oskulum, dan spongocoel. ◌Lapisan tubuhnya diploblastik primit if karena terdiri atas dua lapisan sel tunas, yaitu ektoderm dan endoderm. ◌Hewan multiseluler yang paling sederhana karena belum mempunyai jaringan, organ, dan sistem organ. ◌Tubuh memiliki penyokong berupa spikula yang berbentuk kristal atau bahan serabut dari bahan organik. ◌Berbentuk seperti vas
  • 24. PENCERNAAN Porifera hidup secara heterotrof. Makanannya adalah bakteri dan plankton. Makanan yang masuk ke tubuhnya dalam bentuk cairan sehingga porifera disebut juga sebagai pemakan cairan. Jalannya air : laut - ostium - spongocoel- osculum
  • 25.
  • 26.
  • 27. 1. Pembentukan Kuncup Atau Budding Reproduksi secara aseksual dilakukan dengan pembentukan kuncup dari dinding tubuhnya ke arah luar. Kuncup yang terbentuk dilepaskan dan akan tumbuh menjadi Porifera baru atau dapat pula tetap melekat membentuk suatu koloni. Pembentukan kuncup ini dapat terjadi bila kondisi kurang menguntungkan, yaitu bila keadaan kering atau keadaan dingin.
  • 28. 2. Pembembentukan Gemmulae Pertama-tama arkeosit mengumpulkan nutrient dengan memfagosit sel lain untuk dikumpulkan dalam rongga tubuh.Sel tertentu kemudian mengelilingi secret kumpulan tersebut dan membungkusnya.Terbentuklah kumpulan/cluster dan kapsul yang mengelilingi. Pada kondisi yang tepat gemmulae menetas dan sel-sel di dalamnya keluar dan berdiferensiasi membentuk spons baruSedangkan perkembangbiakan generatif berlangsung secara anisogami, yaitu dengan peleburan gamet jantan (mikrogamet) dengan gamet betina (makrogamet).Dari peleburan ini dihasilkan zigot yang kemudian berkembang menjadi larva bersilia.
  • 29.
  • 30.  Porifera ini bersifat hemaprodit, pembuahan terjadi dari sperma yang berasal dari jenis induk Porifera yang lain. Fertilisasi secara internal. Sperma dan ovum berkembang dari sel-sel arkeosit yang terdapat pada mesoglea. Kemudian terjadi pembuahan dan membentuk zigot. Zigot membelah menjadi larva bersilia. Kemudian keluar dari induknya bersama aliran air melalui oskulum. Untuk sementara waktu akan berenang-renang mencari tempat melekat. Jika sudah menemukan tempat perlekatan maka akan tumbuh menjadi porifera baru.
  • 31.
  • 32. Contoh-contoh Hewan Porifera Euplectella aspergillum Spongia officinalis Hippospongia Kingdom : Animalia Kingdom : Animalia Kingdom : Animalia Phylum : Porifera Phylum : Porifera Filum : Porifera Class : Hexactinellida Class : Demospongiae Class :Demospongiae Ordo :Lyssacinosidea Ordo : Dictyoceratida Ordo :Dictyoceratida Family : Euplectellidae Family : Spongiidae Famíly :Spongiidae Genus : Spongia Genus :Hippospongia Genus : Euplectella
  • 33. Niphates digitalis Sycon raphanus Clathrina clathrus Kingdom : Animalia Kingdom : Animalia Kingdom : Animalia Phylum : Porifera Phylum : Porifera Phylum : Porifera Class : Demospongiae Class : Calcarea Class : Calcarea Ordo : Haplosclerida Ordo : Leucosolenida Ordo : Clathrinida Family : Niphatidae Family : Sycettidae Family :Clathrinidae Genus : Niphates Genus : Sycon Genus : Clathrina Species : N. Digitalis Species : S. raphanus Species : C. clathrus
  • 34. PERANAN PORIFERA • Banyak spesies mengandung zat-zat beracun, mungkin untuk mencegah predator. Digunakan hewan laut tertentu dengan menempatkan spons dewasa spons pada tubuh mereka untuk mencegah predator. • Dapat dimanfaatkan sebagai penggosok ketika mandi ataupun mencuci dan pembersih kaca. Selain itu, dapat juga dimanfaatkan sebagai hiasan yang ada pada akuarium. • Beberapa bahan kimia ini telah ditemukan memiliki efek farmasi bermanfaat bagi manusia, termasuk senyawa untuk obat pernapasan, kardiovaskular, gastrointestinal, anti inflamasi, antitumor, dan antibiotik. • Porifera juga menyediakan rumah untuk sejumlah tanaman laut kecil, yang hidup di dalam dan di sekitar sistem pori mereka. • Beberapa porifera menggali permukaan hewan karang dan moluska, kadang- kadangmenyebabkan degradasi yang signifikan pada hewan karang dan kematian dari moluska.