Kemahiran Tumpuan Dalam Sains

589 views

Published on

Kemahiran Tumpuan Dalam Sains

berkaitan dengan radio zaman dahulu dan zaman sekarang

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
589
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
7
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kemahiran Tumpuan Dalam Sains

  1. 1. FAKULTI PENDIDIKAN TEKNIKAL UNIVERSITI TUN HUSSEIN ONN MALAYSIA, PARIT RAJA, BATU PAHAT BBR 36903 KEMAHIRAN TUMPUAN DALAM
  2. 2. SAINS TAJUK TUGASAN : KEMAHIRAN TUMPUAN DALAM SAINS NAMA PELAJAR : ONG CHIN HOCK NAMA PROGRAM : PROGRAM PENSISWAZAHAN GURU PENGKHUSUSAN : SARJANA MUDA PENDIDIKAN ( SR ) ( DB100485 ) DENGAN KEPUJIAN SAINS (SEKSYEN 1) SESI PENGAJIAN : 2013/2014 ( SEMESTER6 ) NAMA PENSYARAH : EN GHAZALLY SPAHAT TARIK H HANTAR :30 / 11 / 2013 PENGENALAN Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik). Gelombang ini melintas dan merambat lewat udara dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara). Dasar teori dari perambatan gelombang elektromagnetik pertama kali dijelaskan pada 1873 oleh James Clerk Maxwell dalam papernya di Royal Society mengenai teori dinamika medan elektromagnetik (bahasa Inggris: A dynamical theory of the electromagnetic field), berdasarkan hasil kerja penelitiannya antara 1861 dan
  3. 3. 1865. Pada 1878 David E. Hughes adalah orang pertama yang mengirimkan dan menerima induksinya gelombang radio menyebabkan ketika dia gangguan menemukan ke bahwa telepon keseimbangan buatannya. Dia mendemonstrasikan penemuannya kepada Royal Society pada 1880 tapi hanya dibilang itu cuma merupakan induksi. Adalah Heinrich Rudolf Hertz yang, antara 1886 dan 1888, pertama kali membuktikan teori Maxwell melalui eksperimen, memperagakan bahwa radiasi radio memiliki Hertzian), dan seluruh properti menemukan gelombang bahwa (sekarang persamaan disebut gelombang elektromagnetik dapat diformulasikan ke persamaan turunan partial disebut persamaan gelombang. BERIKUT PERKEMBANGAN RADIO DARI MASA KE MASA Radio Marconi, tahun 1895:
  4. 4. Kononnya, inilah radio pertama yang dibuat pada tahun 1895. Pembuatnya adalah perusahaan milik Guglielmo Marconi, orang Amerika keturunan Italia yang memegang hak paten atas penemuan radio. Namanya saja produk pertama, tentu ada banyak kekurangan pada radio ini bila dibandingkan dengan radio jaman sekarang. Contoh, radio ini hanya mampu menjangkau sinyal radio dalam radius 1,5 kilometer saja, dan karena bodinya besar maka sudah pasti radio ini sangat berat. Radio tripleks merk National: Nah, ini dia radio yang mirip dengan radio kesayangan saya dulu. Bodinya dari tripleks, bentuknya kotak persegi, dengan satu speaker sedang, dan tabulasi frekuensi yang memenuhi 2/3 tampilan depan radio. Antenanya memanjang ke
  5. 5. atas, tidak dapat ditekuk, tapi bisa ditekan memendek. Radio ini ditenagai oleh 4 batere ukuran besar dan hanya bisa menangkap gelombang MW & SW. Eit, jangan salah! Dengan radio jadul begini saya bisa dengar siaran Radio Singapore International (RSI), BBC London, Deutsche Welle (Jerman), Voice of America (VoA) berbahasa Indonesia yang disiarkan langsung dari Washington DC, radio Jepang, radio China, radio India, dan beberapa siaran radio internasional lain. Biar jadul tapi canggih kan? Radio Zaman Perang Dunia I:
  6. 6. Dari bentuknya yang amat sangat besar, bisa ditebak kalau radio ini sangat berat. Tidak bisa dibawa kemana-mana, dan jelas harganya juga selangit. Jadi, jangan heran kalau di tahun-tahun ini hanya para ningrat yang bisa punya radio. Jangan bayangkan stasiun radio yang ada di jaman ini sama seperti yang kita kenal pada masa sekarang. Siarannya lebih banyak diisi dengan lagu-lagu dan sandiwara radio. Radio Zaman Perang Dunia II: Bentuknya sudah agak lebih kecil. Tapi tetap saja tampilannya tidak ada indahindahnya sama sekali. Walaupun kelihatan kecil dan terbuat dari kayu, tapi radio antik bermerk Philips ini bobotnya 18 kg! Panjang 60 centi dan tinggi 55 centi, sebenarnya tak terlalu besar. Tapi mungkin komponen-komponen yang
  7. 7. ada di dalamnya yang membuat radio ini teramat berat. Kini, radio seperti ini dihargai lebih dari 1,5 juta rupiah dalam keadaan rosak. Radio Zaman Dahulu Radio Zaman Sekarang Banyak penggunaan awal radio adalah maritim, untuk mengirimkan pesan telegraf menggunakan kode Morse antara kapal dan darat. Salah satu pengguna awal termasuk Angkatan Laut Jepang memata-mata armada Rusia pada saat Perang Tsushima di 1901. Salah satu penggunaan yang paling dikenang adalah pada saat tenggelamnya RMS Titanic pada 1912, termasuk komunikasi antara operator di kapal yang tenggelam dan kapal terdekat, dan komunikasi ke stasiun darat mendaftar yang terselamatkan. Radio digunakan untuk menyalurkan perintah dan komunikasi antara Angkatan Darat dan Angkatan Laut di kedua pihak pada Perang Dunia II; Jerman menggunakan komunikasi radio untuk pesan diplomatik ketika kabel bawah lautnya dipotong oleh Britania. Amerika Serikat menyampaikan Empat belas pokok presiden woodrow Wilson kepada Jerman melalui radio ketika perang. Siaran mulai dapat dilakukan pada 1920-an, dengan populernya pesawat radio, terutama di Eropa dan Amerika Serikat. Selain siaran, siaran titik-ke-titik, termasuk telepon dan siaran ulang program radio, menjadi populer pada 1920-an dan 1930-an. Penggunaan radio dalam masa sebelum perang adalah pengembangan pendeteksian dan pelokasian pesawat dan kapal dengan penggunaan radar]. Sekarang ini, radio banyak bentuknya, termasuk jaringan tanpa kabel, komunikasi
  8. 8. bergerak di segala jenis, dan juga penyiaran radio. Baca sejarah radio untuk informasi lebih lanjut. Sebelum televisi terkenal, siaran radio komersial termasuk drama, komedi, beragam show, dan banyak hiburan lainnya; tidak hanya berita dan musik saja. Lihat pemrograman radio. Radio dikenal oleh masyarakat sebagai pemancar berita yang disebar luaskan melalui gelombang elektromagnetik keseluruh penjuru. Dengan radio, masyrakat mendapatkan berita tentang suatu kejadian ataupun peristiwa yang telah terjadi. Pada bulan maret 2001digital audio satelit Amerika diluncurkan, dengan perangkap 1.300 antena dan perangkap pemancar yang super canggih. Gelombang radio merupakan suatu bentuk dari radiasi gelombang elektromagnetik dan terbentuk ketika objek bermuatan listrik dari gelombang tersebut. Pada awalnya kita kita menggunakan pemancar radio AM, karena radio AM, karena radio AM bekerja dan memprinsipkan memodifikasikan gelombang radio dan gelombang audio, maka kedua gelombang itu sama-sama memiliki gelombang yang konstan. Dengan berjalannya waktu dan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, para ahli menciptakan pemancar radio yang lebih canggih. Mereka menciptakan pemancar radio FM yang pemancaran gelombangnya lebih luas dan jernih, dapat mencakup gelombang dan pemancar yang lebih luas lagi dan dapat diterima disegala penjuru, ini membuat masyarakat merasakan manfaat yang lebih lagi dari radio, dari kota sampai ke pelosok desa, masyarakat dapat menikmati siaran radio dengan jernih. Perkembangan radio pada masa sekarang ini maju dengan sangat pesat, jika dibandigkan dengan zaman dulu, radio hanya bisa dimiliki dan di nikmati oleh kalangan – kalangan tertentu saja, karena dengan harga yang mahal dan produksi radio pun tidak terlalu banyak, maka pemanfaatan radio tidak menyeluruh dimanfaatkan oleh masyarakat pada keseluruhan lapisan masyarakat, pada masa itu radio hanya dimanfaatkan oleh masyarakat kalangan atas atau orang pemerintahan. Tantangan yang dihadapi oleh radio dari zaman ke zaman adalah frekuensi gelombang yang masih terbatas pemancarnya. Transmisi yang diterima masih sulit untuk didapat, jika kita berda jauh dari kota, kita tidak dapat menerima siaran radio dengan baik. Pemancar gelombang yang kurang memadai mengakibatkan pamor radio menjadi kalah saing dengan media elektronik informasi yang lain, seperti televisi, internet, dan lain sebagainya. Teknologi penyiaran radio digital sangat modern dan canggih dengan
  9. 9. frekuensi gelombang yang luas, kita dapat menikmati siaran radio luar, seperti BBC dan lainnya. Radio digital di perkenalkan di Indonesia dan sekarang masyarakat Indonesia dapat menikmati manfaat hadirnya radio digitl. Dengan segala keuntungan, manfaat, dan jangkauan frekuensi yang luas, membuat pamor radio menjadi tinggi di minati oleh masyarakat yang haus akan informasi dan kemajuan ilmu teknologi khususnya teknologi informatika. Radio digital menggunakan teknologi signal digital, sehingga masyarakat dapat menikmati radio digital dengan lebih baik lagi tanpa ada ganggun frekuensi yang sulit didapat atau terputus – putus. Kelebihan dari radio digital sebagai berikut : v Radio digital tidak terpengaruh oleh perubahan cuaca, walaupun cuaca buruk sekali, seperti hujan, kita tetap dapat menerima dengan baik siaran radio digital. v Jangkauannya lebih luas, walaupun kita jauh dari kota, kita masih bisa menikmati informasi atau siaran dari radio digital. v Signal frekuensi yang digunakan oleh radio digital adalah signal frequency network v Hemat biaya – biaya pemancar di bandingkan dengan radio-radio analog. Dari semua keuntungan – keuntungan yang didapat dari radio digital, kini semua lapisan masyarakat dapat menikmati siaran radio dengan nyaman, tanpa terganggu oleh frekuensi gelombang yang terbatas jangkauannya. Manfaat radio bagi masyarakat sangat beragam, manfaatnya sangat bisa dirasakan dari masyarakat lapisan atas sampai lapisan bawah, seperti : Ø Sebagai alat penting media yang dapat didapat secara mudah dan dimana saja bisa dinikmati, tidak hanya sumber berita tetapi juga hiburan. Ø Sebagai alat media periklanan bagi para produsen yang ingin memasarkan produknya kepada masyarkat, radio menjadi salah satu alat iklan yang cukup menjanjikan, Karena radio menjangkau segala lapisan masyarakat. Ø Sebagai sumber informasi yang dapat masyarkat dapati, tidak hanya informasi yang terjadi di dalam negeri tetapi juga informasi berita dari luar negeri. Ø Sebagai kekuatan sosial, masyarakat yang dapat memenuhi kebutuhan akan informasi, kekuatan sosial dari seluruh lapisan masyarakat. Tantangan yang di hadapi radio terhadap media baru, seperti televisi,
  10. 10. internet, dan lainnya, tantangan yang di hadapi radio hanya audio yang didapati sebagai sumber informasi, dan radio biasanya diminati oleh masyarakat – masyarakat yang menengah kebawah, bukan berarti masyarakat menengah ke atas tidak menggunakan radio, tetapi mereka cenderung mencari berita atau informasi dari teknologi yang lebih canggih lagi, seperti televisi dan internet. Televisi dan internet bisa mereka nikmati tidak hanya dengan audio saja, tetapi dengan visual pun mereka bisa mendapat dua keuntungan sekaligus yang bisa di rasakan, kadang masyarakat bosan dengan informasi yang di dapat dengan hanya mendengarkan saja, tanpa melihat gambar secara visual. Tantangan radio menjadi lebih berat dengan kemajuan ilmu teknologi komunikasi yang semakin maju pesat, tetapi radio tetap bertahan dari zaman ke zaman tidak terhapus oleh waktu. Zaman terus bergulir, ilmu teknologi semakin maju pesat, berkembang menciptakan teknologi – teknologi mutahir dalam segala bidang termasuk bidang komunikasi informasi, walaupun banyak bermunculan media – media lain, radio tetap bertahan dengan eksistensinya di hati masyarakat. Tantangan – tantangan yang datang seperti internet dan televise tidak membuat radio menjadi hilang keberadaannya di tengah – tengah masyarakat.
  11. 11. Rujukan 1. http://10110066.blog.unikom.ac.id/radio-untuk-alat.4dx 2. http://komunikasi.us/index.php/mata-kuliah/dmnm/561-perkembangan-radio-darizaman-ke-zaman 3. http://en.wikipedia.org/wiki/Radio 4. http://zh.scribd.com/doc/3936051/asas-pengenalan-radio 5. http://www.scribd.com/collections/3027638/asas-pengenalan-radio 6. http://glosbe.com/ms/zh/pengesan%20pengenalan%20frekuensi%20radio 7. http://agusbaha07.blogspot.com/2012/10/sejarahpenemu-dan-perkembanganradio.html 8. http://cakruarief.wordpress.com/sejarah-radio-dan-wireless-dalam-bahasa-inggris/

×