perubahanakuntansi konvergensi-psak-ifrs_2011

5,028 views

Published on

Published in: Education, Business, Technology
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
5,028
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
22
Actions
Shares
0
Downloads
233
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

perubahanakuntansi konvergensi-psak-ifrs_2011

  1. 1. Pokok-Pokok Perubahan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Berlaku tahun 2011 & 2012 berdasarkan Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) & Standar Akuntansi Internasional (IAS) Irsan Lubis, SE.Ak STAPI INDONESIA LEMBAGA STUDI AKUNTANSI PERPAJAKAN INDONESIA Jalan Raden Saleh, Kompleks Palem Ganda Asri Blok B10 No. 3 Karang Tengah, Tangerang Telp. (021) 33269500, 7300906 Fax (021) 7300906 www.stapiindonesia.wordpress.com , www.puspajakindonesia.wordpress.com
  2. 2. Alasan Perlunya Standar Akuntansi Internasional <ul><li>Peningkatan daya banding laporan keuangan dan memberikan informasi yang berkualitas di pasar modal internasional </li></ul><ul><li>Menghilangkan hambatan arus modal internasional dengan mengurangi perbedaan dalam ketentuan pelaporan keuangan. </li></ul><ul><li>Mengurangi biaya pelaporan keuangan bagi perusahaan multinasional dan biaya untuk analisis keuangan bagi para analis. </li></ul><ul><li>Meningkatkan kualitas pelaporan keuangan menuju “best practise”. </li></ul><ul><li>Mengikuti kesepakatan Negara-negara G-20 </li></ul>
  3. 3. 14 PSAK Disahkan Berlaku tgl 1 Januari 2011 1. PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan 2. PSAK 2 (revisi 2009): Laporan Arus Kas 3. PSAK 4 (revisi 2009): Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan KeuanganTersendiri 4. PSAK 5 (revisi 2009): Segmen Operasi 5. PSAK 12 (revisi 2009): Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama 6. PSAK 15 (revisi 2009): Investasi Pada Entitas Asosiasi 7. PSAK 25 (revisi 2009): Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan 8. PSAK 48 (revisi 2009): Penurunan Nilai Aset 9. PSAK 57 (revisi 2009): Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi 10. PSAK 58 (revisi 2009): Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan 11. PSAK 19 (2010): Aset Tak berwujud 12. PSAK 23 (2010): Pendapatan 13. PSAK 7 (2010): Pengungkapan Pihak‐Pihak yang Berelasi 14. PSAK 22 (2010): Kombinasi Bisnis 1 PSAK Belum Disahkan Berlaku tgl 1 Januari 2011 1. ED PSAK 3 : Laporan Keuangan Interim (akan disahkan segera, kemungkinan bisa berlaku tahun 2011)
  4. 4. 1 PSAK Disahkan Berlaku tahun 2012 1. PSAK 10 (2010): TransaksiMata UangAsing (Sudah disahkan, Penerapan Dini diijinkan) 9 PSAK Belum Disahkan Berlaku tahun 2012 1. ED PSAK 8 (R 2010): Peristiwa SetelahTanggal Neraca 2. ED PSAK 18 (2010): Program Manfaat Purnakarya 3. ED PSAK 24 (2010) Imbalan Kerja 4. ED PSAK 60 : Instrumen Keuangan: Pengungkapan 5. ED PSAK 50 (R 2010): Instrumen Keuangan: Penyajian 6. ED PSAK 53 (R 2010): Pembayaran Berbasis Saham 7. ED PSAK 46 (Revisi 2010) Pajak Penghasilan 8. ED PSAK 61: Akuntansi Hibah Pemerintah Dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah 9. ED PSAK 63: Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi
  5. 5. Ringkasan Perubahan
  6. 6. Laporan Keuangan PSAK 1 (R. 1998) <ul><li>Neraca </li></ul><ul><li>Laporan Laba Rugi </li></ul><ul><li>Laporan Perubahan </li></ul><ul><li>Ekuitas </li></ul><ul><li>4. Laporan Arus Kas </li></ul><ul><li>5. Catatan atas Laporan </li></ul><ul><li>Keuangan </li></ul>Laporan Keuangan PSAK 1 (R. 2009) 1. Laporan Posisi Keuangan 2. Laporan Laba Rugi Komprehensif 3. Laporan Perubahan Ekuitas 4. Laporan Arus Kas 5. Catatan atas Laporan Keuangan 6. Laporan Posisi Keuangan Awal Periode Komparatif Sajian Akibat Penerapan Retrospektif, Penyajian Kembali, atau Reklasifikasi Pos-Pos Laporan Keuangan
  7. 7. Laporan Posisi Keuangan per 31 Desember 20X1 (dalam ribuan rupiah) 31 Des 20X1 31 Des 20X0 ASET Aset lancar Kas dan setara kas 312.400 322.900 Piutang usaha 91.600 110.800 Persediaan 135.230 132.500 Aset lancar lainnya 25.650 12.540 Total aset lancar 564.880 578.740 Aset tidak lancar Aset keuangan tersedia untuk dijual 142.500 156.000 Investasi dalam entitas asosiasi 100.150 110.770 Aset tetap 350.000 360.020 Aset tak berwujud lainnya 227.470 227.470 Goodwill 80.800 91.200 Total aset tidak lancar 901.620 945.460 Total Aset 1.466.500 1.524.200 Ilustrasi Penyajian Laporan Keuangan
  8. 8. Laporan Posisi Keuangan per 31 Desember 20X1 (dalam ribuan rupiah) 31 Des 20X1 31 Des 20X0 LAIBILITAS Laibilitas jangka pendek Utang usaha dan terutang lainnya 115.100 187.620 Pinjaman jangka pendek 150.000 200.000 Bagian pinjaman jangka panjang 10.000 20.000 Utang pajak jangka pendek 35.000 42.000 Laibilitas diestimasi jangka pendek 5.000 4.800 Total laibillitas jangka pendek 315.100 454.420 Laibilitas jangka panjang Pinjaman jangka panjang 120.000 160.000 Pajak tangguhan 28.800 26.040 Laibilitas diestimasi jangka panjang 28.850 52.240 Total laibilitas jangka panjang 177.650 238.280 Total Laibilitas 492.750 692.700 Lanjutan
  9. 9. Laporan Posisi Keuangan per 31 Desember 20X1 (dalam ribuan rupiah) 31 Des 20X1 31 Des 20X0 EKUITAS Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Modal saham 650.000 600.000 Saldo laba 243.500 161.700 Komponen ekuitas lainnya 10.200 21.200 903.700 782.900 Kepentingan non pengendali- 70.050 48.600 Total Ekuitas 973.750 831.500 Total Laibilitas dan Ekuitas 1.466.500 1.524.200 Lanjutan
  10. 10. Laporan laba rugi komprehensif untuk tahun yang berakhir 31 Desember 20X1 (dalam ribuan rupiah) 31 Des 20X1 31 Des 20X0 Pendapatan 390.000 355.000 Beban pokok penjualan (245.000) (230.000) Laba bruto 145.000 125.000 Pendapatan lainnya 20.667 11.300 Biaya distribusi (9.000) (8.700) Beban administrasi (20.000) (21.000) Beban lain-lain (2.100) (1.200) Biaya pendanaan (8.000) (7.500) Bagian laba entitas asosiasi (a) 35.100 30.100 Laba sebelum pajak 161.667 128.000 Beban pajak penghasilan (40.417) (32.000) Laba tahun berjalan dari operasi yang dilanjutkan 121.250 96.000 Kerugian tahun berjalan dari operasi yang Dihentikan - (30.500) LABA TAHUN BERJALAN 121.250 65.500 Ilustrasi Penyajian Laporan Keuangan
  11. 11. Laporan laba rugi komprehensif untuk tahun yang berakhir 31 Desember 20X1 (dalam ribuan rupiah) 31 Des 20X1 31 Des 20X0 LABA TAHUN BERJALAN 121.250 65.500 Pendapatan komprehensif lain: Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing (b) 5.334 10.667 Aset keuangan tersedia untuk dijual (b) (24.000) 26.667 Lindung nilai arus kas (b) (667) (4.000) Keuntungan revaluasi aset tetap 933 3.367 Keuntungan (kerugian) aktuarial dari program pensiun manfaat pasti (667) 1.333 Bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi (c) 400 (700) Pajak penghasilan terkait (d) 4.667 (9.334) Pendapatan komprehensif lain tahun berjalan setelah pajak (14.000) 28.000 TOTAL PENDAPATAN KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 107.250 93.500 Lanjutan
  12. 12. Laporan laba rugi komprehensif untuk tahun yang berakhir 31 Desember 20X1 (dalam ribuan rupiah) 31 Des 20X1 31 Des 20X0 Laba yang dapat diatribusikan kepada: Pemilik entitas induk 97.000 52.400 Kepentingan non pengendali 24.250 13.100 121.250 65.500 Jumlah laba rugi komprehensif yang dapat diatribusikan kepada: Pemilik entitas induk 85.800 74.800 Kepentingan non pengendali 21.450 18.700 107.250 93.500 Laba per saham (dalam satuan rupiah): Dasar dan dilusian 0,46 0,30 Lanjutan
  13. 13. Penerapan PSAK baru (IFRS & IAS) di Perusahaan dilakukan bertahap mulai tahun 2010 & 2011. Mulai tanggal 1 Januari 2012 wajib diterapkan. LKS Akuntansi SMK. Sudah dilakukan oleh LSP -TA di LKS DKI Jakarta tahun 2010 di Istora tgl 30/11/2010 Guru & Buku Akuntansi SMK Siswa Akuntansi SMK VISI SMK SDM SIAP KERJA DUNIA KERJA (Akuntansi Perusahaan) LOMBA AKUNTANSI / LKS
  14. 14. Persiapan Guru Akuntansi SMK : 1. Merubah pola pikir dalam mengajar 2. Terbuka untuk ikut training/diklat akuntansi baru. 3. Selektif memilih buku pegangan untuk siswa kelas X, XI & XII. 4. Membuat diktat sendiri (diorganisasi oleh MGMP)
  15. 15. Terima Kasih

×