Ekonomi

139,170 views

Published on

1 Comment
17 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
139,170
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
1,167
Comments
1
Likes
17
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ekonomi

  1. 1. Kamis, 2009 Maret 12<br /> HYPERLINK " http://s0n0fsparda.blogspot.com/2009/03/definisi-teori-ekonomi-mikro-ilmu.html" Definisi Teori Ekonomi Mikro <br />Diposkan oleh sonofsparda <br />Ilmu ekonomi merupakan suatu studi tentang perilaku masyarakat dalam menggunakan sumber daya yang langka dalam rangka memproduksi berbagai komoditi, dan menyalurkannya kepada berbagai individu dan kelompok yang ada dalam suatu masyarakat. Kelangkaan berarti tidak semua kebutuhan manusia dapat dipenuhi sehingga memaksa kita untuk membuat suatu pilihan. <br />Teori Ekonomi Mikro atau teori harga adalah ilmu yang mempelajari arus barang dan jasa dari sektor perusahan ke sektor rumah tangga, komposisi serta bagaimana harga barang dan jasa dalam arus tersebut ditentukan. Teori Ekonomi Mikro juga mempelajari arus barang dan jasa sumber-sumber ekonomi dari pemilik sumber ekonomi ke perusahaan penghasil, kemana penggunaan sumber-sumber ini mengalir dan bagaimana harga sumber-sumber tadi ditentukan. Teori ekonomi mikro mempelajari perilaku satuan ekonomi yang mencakup konsumen pekerja, 2 investor, dan setiap individu yang memainkan peranan dalam berfungsinya perekonomian. Tujuan teori adalah untuk meramal dan menjelaskan segala sesuatu yang berhubungan dengan teori tersebut. Sebuah teori merupakan hipotesa yang telah berhasil diuji. Suatu hipotesa diuji bukan berdasarkan kenyataan asumsi melainkan atas kemampuannya untuk meramalkan dengan tepat dan menjelaskannya. Asumsi yang dipakai dalam teori ekonomi mikro adalah bahwa semua <br />sumber ekonomi sudah dimanfaatkan secara penuh.<br />Definisi Ilmu ekonomi<br />View<br />clicks<br />Posted May 30th, 2008 by muh_farid<br />Ekonomi<br />BAB. I (BIDANG STUDI ILMU EKONOMI)<br />Definisi Ilmu ekonomiDari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan (Ingg: scarcity).Kata " ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani ????? (oikos) yang berarti " keluarga, rumah tangga" dan ????? (nomos), atau " peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai " aturan rumah tangga" atau " manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi vs makroekonomi. Selain itu, subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif) vs normatif, mainstream vs heterodox, dan lainnya. Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi seperti yang telah disebutkan di atas adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia.Ada sebuah peningkatan trend untuk mengaplikasikan ide dan metode ekonomi dalam konteks yang lebih luas. Fokus analisa ekonomi adalah " pembuatan keputusan" dalam berbagai bidang dimana orang dihadapi pada pilihan-pilihan. misalnya bidang pendidikan, pernikahan, kesehatan, hukum, kriminal, perang, dan agama. Gary Becker dari University of Chicago adalah seorang perintis trend ini. Dalam artikel-artikelnya ia menerangkan bahwa ekonomi seharusnya tidak ditegaskan melalui pokok persoalannya, tetapi sebaiknya ditegaskan sebagai pendekatan untuk menerangkan perilaku manusia. Pendapatnya ini terkadang digambarkan sebagai ekonomi imperialis oleh beberapa kritikus.Banyak ahli ekonomi mainstream merasa bahwa kombinasi antara teori dengan data yang ada sudah cukup untuk membuat kita mengerti fenomena yang ada di dunia. Ilmu ekonomi akan mengalami perubahan besar dalam ide, konsep, dan metodenya; walaupun menurut pendapat kritikus, kadang-kadang perubahan tersebut malah merusak konsep yang benar sehingga tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Hal ini menimbulkan pertanyaan " apa seharusnya dilakukan para ahli ekonomi? ” The traditional Chicago School, with its emphasis on economics being an empirical science aimed at explaining real-world phenomena, has insisted on the powerfulness of price theory as the tool of analysis. On the other hand, some economic theorists have formed the view that a consistent economic theory may be useful even if at present no real world economy bears out its prediction.Sejarah perkembangan ilmu ekonomiAdam Smith sering disebut sebagai yang pertama mengembangkan ilmu ekonomi pada abad 18 sebagai satu cabang tersendiri dalam ilmu pengetahuan. Melalui karya besarnya Wealth of Nations, Smith mencoba mencari tahu sejarah perkembangan negara-negara di Eropa. Sebagai seorang ekonom, Smith tidak melupakan akar moralitasnya terutama yang tertuang dalam The Theory of Moral Sentiments. Perkembangan sejarah pemikiran ekonomi kemudian berlanjut dengan menghasilkan tokoh-tokoh seperti Alfred Marshall, J.M. Keynes, Karl Marx, hingga peraih hadiah Nobel bidang Ekonomi tahun 2006, Edmund Phelps.Secara garis besar, perkembangan aliran pemikiran dalam ilmu ekonomi diawali oleh apa yang disebut sebagai aliran klasik. Aliran yang terutama dipelopori oleh Adam Smith ini menekankan adanya invisible hand dalam mengatur pembagian sumber daya, dan oleh karenanya peran pemerintah menjadi sangat dibatasi karena akan mengganggu proses ini. Konsep invisble hand ini kemudian direpresentasikan sebagai mekanisme pasar melalui harga sebagai instrumen utamanya.Aliran klasik mengalami kegagalannya setelah terjadi Depresi Besar tahun 1930-an yang menunjukkan bahwa pasar tidak mampu bereaksi terhadap gejolak di pasar saham. Sebagai penanding aliran klasik, Keynes mengajukan teori dalam bukunya General Theory of Employment, Interest, and Money yang menyatakan bahwa pasar tidak selalu mampu menciptakan keseimbangan, dan karena itu intervensi pemerintah harus dilakukan agar distribusi sumber daya mencapai sasarannya. Dua aliran ini kemudian saling " bertarung" dalam dunia ilmu ekonomi dan menghasilkan banyak varian dari keduanya seperti: new classical, neo klasik, new keynesian, monetarist, dan lain sebagainya.Namun perkembangan dalam pemikiran ini juga berkembang ke arah lain, seperti teori pertentangan kelas dari Karl Marx dan Friedrich Engels, serta aliran institusional yang pertama dikembangkan oleh Thorstein Veblen dkk dan kemudian oleh peraih nobel Douglass C. North.MetodologiSering disebut sebagai The queen of social sciences, ilmu ekonomi telah mengembangkan serangkaian metode kuantitatif untuk menganalisis fenomena ekonomi. Jan Tinbergen pada masa setelah Perang Dunia II merupakan salah satu pelopor utama ilmu ekonometri, yang mengkombinasikan matematika, statistik, dan teori ekonomi. Kubu lain dari metode kuantitatif dalam ilmu ekonomi adalah model General equilibrium (keseimbangan umum), yang menggunakan konsep aliran uang dalam masyarakat, dari satu agen ekonomi ke agen yang lain. Dua metode kuantitatif ini kemudian berkembang pesat hingga hampir semua makalah ekonomi sekarang menggunakan salah satu dari keduanya dalam analisisnya. Di lain pihak, metode kualitatif juga sama berkembangnya terutama didorong oleh keterbatasan metode kuantitatif dalam menjelaskan perilaku agen yang berubah-ubah.Empat aspek yang erat hubungannya dengan metodologi dalam analisis ekonomi. Aspek-aspek tersebut adalah:? Masalah pokok ekonomi yang di hadapi setiap masyarakat, yaitu masalah kelangkaan atau kekurangan. Berdasarkan uraian mengenai masalah ekonomi pokok tersebut akan dirumuskan definisi ilmu ekonomi.? Jenis-jenis analisis ekonomi.? Ciri-ciri utama suatu teori ekonomi dan kegunaan teori ekonomi.? Bentuk-bentuk alat analisis yang digunakan pakar ekonomi dalam menerangkan teori ekonomi dan menganalisis berbagai peristiwa yang terjadi dalam perekonomian.<br />Masalah Ekonomi dan Kebutuhan untuk Membuat PilihanDalam kehidupan sehari-hari setiap individu, perusahaan-perusahaan dan masyarakat secara keseluruhannya akan selalu menghadapi persoalan-persoalan yang bersifat ekonomi...”Apakah yang diartikan dengan kegiatan ekonomi?”Kegiatan ekonomi dapat didefinisikan sebagai kegiatan seseorang atau suatu perusahaan ataupun suatu masyarakat untuk memproduksi barang dan jasa maupun mengkonsumsi (menggunakan) barang dan jasa tersebut.<br />Masalah Pokok Perekonomian: KekuranganMasalah kelangkaanMasalah kelangkaan atau kekurangan berlaku sebagai akibat dari ketidakseimbangan antara (i) kebutuhan masyarakat (ii) faktor-faktor produksi yang tersedia dalam masyarakat.Faktor-faktor produksi yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang-barang tersebut adalah relatif terbatas. Oleh karenanya masyarakat tidak dapat memperoleh dan menikmati semua barang yang mereka butuhkan atau inginkan. Mereka perlu membuat dan menentukan pilihan.<br />Kebutuhan MasyarakatYang dimaksudkan dengan kebutuhan masyarakat adalah keinginan masyarakat untuk mengkonsumsi barang dan jasa. Sebagian barang dan jasa ini diimport dari luar negeri. Tetapi kebanyakan diproduksikan di dalam negeri. Keinginan untuk memperoleh barang dan jasa dapat dibedakan kepada dua bentuk:• Keinginan yang disertai oleh kemampuan untuk membeli.• Keinginan yang tidak disertai oleh kemampuan untuk membeli.<br />Keinginan yang disertai dengan kemampuan untuk membeli dinamakan permintaan efektif.Jenis-jenis Barang1. Berdasarkan kepentingan barang tersebut dalam kehidupan manusia. Barang-barang tersebut dibedakan kepada barang inferior (contoh: ikan asin dan ubi kayu), barang esensial (contoh: beras, gula dan kopi), barang normal (contoh: baju dan buku) dan barang mewah (contoh: mobil dan emas).2. Berdasarkan cara penggunaan barang tersebut oleh masyarakat. Barang-barang tersebut dibedakan menjadi barang pribadi (contoh: makanan, pakaian dan mobil) dan barang publik (contoh: jalan raya, lampu lalu lintas dan mercu suar).<br />Faktor-faktor produksiYang dimaksudkan dengan faktor-faktor produksi adalah benda-benda yang disediakan oleh alam atau diciptakan oleh manusia yang dapat digunakan untuk memproduksi barang-barang dan jasa-jasa.Faktor-faktor produksi yang tersedia dalam perekonomian dibedakan kepada empat jenis, yaitu:1. Tanah dan sumber alam, faktor produsi ini disediakan oleh alam. Faktor produksi ini meliputi tanah, barang tambang, hasil hutan dan sumber alam yang dapat dijadikan modal seperti air yang dibendung untuk irigasi atau untuk pembangkit tenaga listrik.2. Tenaga kerja, faktor produksi ini bukan saja jumlah buruh yang terdapat dalam perekonomian. Pengertian tenaga kerja meliputi keahlian dan keterampilan. Dari segi keahlian dan pendidikannya tenaga kerja dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu: tenaga kerja kasar, tenaga kerja terampil dan tenaga kerja terdidik.3. Modal, faktor produksi ini merupakan benda yang diciptakan oleh manusia dan digunakan untuk memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang dibutuhkan.4. Keahlian keusahawanan, faktor produksi ini berbentuk keahlian dan kemampuan pengusaha untuk mendirikan dan mengembangkan berbagai kegiatan usaha. Kealian keusahawanan meliputi kemahiran mengorganisasi ketiga sumber atau faktor produksi tersebut secara efektif dan efisien sehingga usahanya berhasil dan berkembang serta dapat menyediakan barang dan jasa untuk masyarakat.<br />Sifat-sifat Teori EkonomiSifat-sifat umum dari teori-teori di dalam ilmu ekonomi. Setiap teori mempunyai 4 unsur penting berikut:• Definisi-definisi yang menjelaskandengan sebaik-baiknya variabel-variabel yang sifat-sifat hubungannya akan diterangkan dalam teori tersebut.• Sejumlah asumsi-asumsi atau pemisalan-pemisalan mengenai keadaan yang harus wujud supaya teori itu berlaku dengan baik.• Satu atau beberapa hipotesis mengenai sifat-sifat hubungan di antara berbagai variabel yang dibicarakan.• Satu atau beberapa ramalan mengenai keadaan-keadaan yang akan berlaku.<br />Alat-alat Analisis dalam Ilmu EkonomiIlmu ekonomi memerlukan beberapa alat analisis untuk menerangkan teori-teorinya dan untuk menguji kebenaran teori-teori tersebut. Grafik dan kurva adalah alat analisis yang utama dalam teori ekonomi. Dalam teori yang lebih mendalam, matematika dan persamaan matematika memegang peranan yang sangat penting. Di samping itu statistik adalah alat analisis untuk mengumpulkan fakta dan menguji kebenaran teori ekonomi.<br />Gambar 1.1Informasi dalamSatu Grafik<br />Tabel 1.1PermintaanTerhadap baju<br />Keadaan Harga (ribu rupiah) Jumlah yang dibeli (unit)A 50 300B 40 400C 30 600D 20 1050E 10 1800<br />Gambar 1.2ContohHubungan antaraHarga danPermintaan Baju<br />Gambar 1.3ContohKurva Permintaan danPenawaran<br />Peranan Ahli Ekonomi dalam Kebijakan EkonomiTugas dari ahli-ahli ekonomi adalah memikirkan cara-cara dengan menggunakan teori-teori ekonomi sebagai landasan untuk menghindari pertentangan yang mungkin timbul dalam mencapai berbagai tujuan tersebut secara serentak. Di dalam memikirkan cara-cara mengatasi masalah ekonomi yang dihadapi dan mewujudkan tujuan-tujuan ekonomi yang yang ditentukan, analisis yang dibuat haruslah meliputi persoalan-persoalan berikut:• Tujuan-tujuan dari kebijakan yang dijalankan.• Cara-cara yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.• Jenis pengorbanan yang harus dibuat untuk mencapai tujuan tersebut.• Akibat buruk yang mungkin berlaku apabila suatu langkah atau kebijakan ekonomi dilaksanakan.• Menjajaki langkah alternatif lain yang lebih baik untuk mencapai tujuan-tujuan yang ingin dicapai.<br />Teori MikroekonomiTeori mikroekonomi dapat didefinisikan sebagai: satu bidang dalam ilmu ekonomi yang menganalisis mengenai bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian.Isu pokok yang dianalisis dalam teori mikroekonomi adalah: bagaimanakah caranya menggunakan faktor-faktor produksi yang tersedia secara efisien agar kemakmuran masyarakat dapat dimaksimumkan?<br />Teori MakroekonomiTeori makroekonomi membuat analisis mengenai kegiatan dalam suatu perekonomian dari sudut pandang yang berbeda dengan teori mikroekonomi. Analisis makroekonomi merupakan analisis terhadap keseluruhan kegiatan perekonomian. Analisis dalam makroekonomi merincikan pengeluaran agregat kepada 4 komponen: pengeluaran rumah tangga (biasa disebut sebagai konsumsi rumah tangga), pengeluaran pemerintah, pengeluaran perusahaan-perusahaan (biasanya disebut sebagai investasi) dan ekspor-impor. Teori makroekonomi meliputi juga analisis dalam berbagai aspek berikut:• Masalah ekonomi yang dihadapi, terutama pengangguran dan inflasi, dan bentuk kebijakan pemerintah untuk mengatasinya.• Peranan uang dalam penentuan kegiatan ekonomi.<br />ekonomi mikroOct 24, '07 9:57 AMfor everyoneCategory:BooksGenre: ScienceAuthor:izza mafuah<br />BAB IPENDAHULUANMenurut Alfred Marshal dalam buku Principles of Economies “Ilmu Ekonomi adalah suatu bidang ekonomi tentang umat manusia dalam kehidupan sehari – hari”. Secara lebih mendetail, ilmu ekonomi diartikan sebagai studi tentang bagaimana masyarakat baik individu atau secara bersama – sama mengelola sumber daya yang terbatas atau langka sementara kebutuhan tidak terbatas. Sehingga sebenarnya elmu ekonomi akan mempelajari bagaimana individu – individu membuat keputusan, mulai dari seberapa banyak harus bekerja untuk memenuhi kebutuhannya, apa saja yang harus dibeli berdasarkan scala preferensi yang dimilikinya, bagaimana mereka menabung dan seberapa banyak yang harus disisihkan untuk menabung. Secara integral ilmu ekonomi juga melihat pergerakan pertumbuhan ekonomi yang terjadi akibat adanya usaha – usaha yang dilakukan oleh individu – individu pelaku ekonomi, bagaimana kebijakan yang seharusnya diterapkan agar kegiatan ekonomi bisa berjalan dengan lancar, adil dan mengacu pada win – win solution. Berdasarkan uraian – uraian tersebut di atas, maka terdapat beberapa alasan mengepa kita perlu mempelajari ilmu ekonomi. Yaitu1.Ilmu ekonomi akan membantu memahami dunia nyata. Ada beberapa pertanyaan mengenai perekonomian yang mungkin membangkitkan rasa keingintahuan misalnya tempat kost sulit di cari di Solo pada periode tertentu ?, Mengapa biaya penerbangan berkurang untuk pembelian tiket terusan ( pulang-pergi ) ?, Mengapa Marcela Yalianti dibayar begitu mahal untuk iklan yang dia bintangi ?, Mengapa biaya hidup di Jakarta lebih tinggi dibandingkan di Jogjakarta ? dan sebagainya2.Ilmu ekonomi akan membantu seseorang menjadi pelaku ekonomi yang lihai dalam perekonomian. Karena dalam kehidupan kita akan banyak membuat keputusan ekonomi. Mahasiswa memilih jurusan dan program studi juga dipengaruhi oleh faktor ekonomi seperti biaya hidup , akan bekerja di bidang apa? Berapa banyak biaya untuk dikonsumsi, berapa banyak yang ditabung, diwujudkan dalam bentuk apa investasi yang akan ditanam ? Kalau seseorang memutuskan untuk mempunyai usaha sendiri, bagaimana cara mengelola usaha tersebut ? Sampai dengan bagaimana seseorang menjadi begitu kaya sementara yang lain tidak ?3.Ilmu ekonomi akan membantu pemahaman mengenai keterbatasan kebijakan ekonomi, potensi dan akibat yang akan terjadi dengan adanya kebijakan tersebut Bagaimana perpajakan dan defisit anggaran pemerintah mempengaruhi perekonomian secara keseluruhan. Bagaimana kebijakan perekonomian akan menentukan masyarakat suatu negara memilih seorang presiden ? Misalnya Kasus di Amerika Serikat pada pemilihan presiden. Dalam kondisi Surplus anggaran pendapatan, Bush memilih kebijakan pemotongan pajak yang kemudian populer di kalangan pengusaha, Sementara Al Gore memilih kebijakan subsidi dan pemberian tunjangan sehingga populer di kalangan kaum miskin.Setelah kita mengetahui alasan mempelajari ilmu ekonomi, maka terlihat jelas bahwa setiap kegiatan ekonomis membutuhkan pembuatan keputusan untuk mencapai kesejahteraan bersama. Terdapat 10 prinsip dalam pembuatan keputusan dan perekonomian yaitu :1.Terdapat Trade Off ( Pilihan ). Yang mendasari adalah skala prioritas yang dipilih, masing – masing pilihan akan membawa opportunity cost, pilihan antara bekerja dan sekolah, pilihan antara membeli sepatu dengan baju dan sebagainya. Trade off yang terbesar dalam ekonomi secara global adalah pilihan antara Effisiensi dan Equity. Efisiensi adalah kondisi ideal ketika sebuah masyarakat dapat memperoleh hasil atau manfaat yang maksimal dari penggunaan sumber daya yang dimilikinya Sementara Equity adalah kondisi ideal ketika kesejahteraan ekonomi terbagi atau terdistribusikan secara adil di antara segenap anggota masyarakat.2.Biaya adalah apa yang anda korbankan untuk memperoleh sesuatu. Biaya ini mengikuti pilihan yang diambil dan sering disebut sebagai Biaya Opportunity apa saja yang harus dikorbankan atau dikeluarkan untuk memperoleh sesuatu.3.Orang rasional berpikir secara bertahap. Dalam pelaksanaan keputusan sering dilakukan penyesuaian – penyesuaian atau perubahan – perubahan marginal. Keputusan managerial yang dilakukan oleh perusahaan juga menggunakan prinsip ini di mana evaluasi selama masa pelaksanaan rencana – rencana ekonomi selalu dilakukan seiring pencapaian tujuan yang diinginkan. Misalnya dalam kasus yang dialami oleh Sunsilk sebagai Leader Market industri shampo akhirnya merubah strategi pemasaran karena dikalahkan oleh Biuti, Dengan perubahan pola pemasatan maka Sunsilk bisa kembali menjadi Leader Market. kemudian kasus pasta gigi Prodent yang akhirnya lenyap dari pasaran karena kesalahan dalam evaluasi pemasaran. Tujuan yang diinginkanIdentifikasi masalah yang adaAlternatif keputusanFaktor internal Faktor EksternalPengambilan keputusanPelaksanaanEvaluasiDi sini setiap pelaku ekonomi baik perseorangan maupun secara kelompok (perusahaan ) harus memahami skema pengambilan keputusan sebagai berikut 4.Setiap orang bereaksi terhadap Insentif. Insentif mendorong seseorang untuk bekerja secara lebih giat. Pemilihan antara leisure ( liburan ) dengan Kerja sangat terpengaruh oleh adanya insentif. 5.Perdagangan Dapat Menguntungkan Semua Pihak. Perdagangan didasari oleh Absolut Advantage, Comperatif Advantage dan Competitif Advantage. Melalui perdagangan diharapkan harga suatu barang akan lebih murah bila dibandingkan dengan biaya untuk memproduksi barang sendiri.6.Pasar adalah Wahana untuk mengorganisasikan kegiatan ekonomi. Dalam perekonomian pasar ( market economy ), keputusan ditentukan oleh tarik menarik atau bargaining power antara permintaan dan penawaran. Namun faktor pemerintah juga mempengaruhi sebagai invisible hand dengan berbagai kebijakan yang ditetapkan. Misalnya kebijakan di bidang Fiskal dan Moneter, pemberian subsidi atau pengenaan pajak.7.Pemerintah Ada kalanya Dapat memperbaiki Hasil – Hasil mekanisme Pasar. Kegagalan pasar ( Market Failure ) adalah situasi di mana pasar gagal mengalokasikan sumber daya secara efisien. Salah satu penyebab kegagalan pasar adalah Externalitas yaitu dampak suatu tindakan suatu pihak kepada pihak yang lain. Misalnya eksternalitas kaitannya dengan polusi, pembangunan jalan atau perumahan yang merusak ekosistem dan sosial budaya masyarakat. Hal ini kemudian menyebabkan munculnya ISO 14000 bagi perusahaan . Eksternatilitas bisa bersifat positif maupun negatif. Misalnya pembangunan Waduk Kedung Ombo. Sebab lain kegagalan pasar adalah Kuasa Pasar (Market Power) Hal ini merujuk pada kemampuan seseorang atau sekelompok orang/ usaha untuk mempengaruhi perekonomian dan harga. Misal kasus Boycoot pada awal tahun 1900an. Kuasa Pasar ini sering didominasi oleh pemerintah sebagai invisible hand dengan berbagai keputusan yang ditetapkan.8.Standart Hidup Suatu Negara Tergantung pada kemampuannya Memproduksi Barang dan Jasa. Hal ini berkaitan erat dengan Productivitas. Semakin banyak barang dan jasa yang dihasilkan akan menyebabkan semakin tinggi perputaran mata uang yang terjadi sehingga harga akan meningkat. Pada posisi harga yang meningkat maka biaya hidup akan bertambah. Misalnya Perbandingan antara Jakarta & Jogjakarta, perputaran mata uang atau velocitynya lebih tinggi.9.Harga – Harga Meningkat Jika pemerintah Mencetak Uang. Hal ini disebut dengan Inflasi yaitu suatu kondisi di mana harga-harga meningkat secara keseluruhan dalam sebuah perekonomian. Inflasi sering diikuti oleh rendahnya pertumbuhan ekonomi. Namun Inflasi juga dibutuhkan dalam Perekonomian yaitu inflasi yang rendah dan terkendali.10.Masyarakat menghadapi trade off jangka pendek antara inflasi dan pengangguran. Kebijakan dalam menghadapi inflasi dan pengangguran merupakan pilihan yang sulit. Ketika pemerintah menekan laju inflasi, pada saat yang sama pengangguran akan bertambah. Trade off ini biasanya disebut dengan Kurva Philips, mengambil nama ekonom yang pertama menelaah trade off antara inflasi dan pengangguran.Dalam pembuatan Keputusan, dihadapkan dengan Analisis Positif vs Normatif. Analisis Positif adalah manakala pernyataan mencoba untuk menjelaskan dunia sebagaimana adanya sementara Analisis Normatif mencoba menunjukkan bagaimana dunia ini seharusnya. Dengan adanya pertentangan tersebut maka selalu dicoba untuk mengusahakan adanya Win-Win Solution.Ekonomi mulai dianggap sebagai suatu disiplin ilmu setelah terbitnya buku “The Wealth of Nations”, pada tahun 1776 oleh Adam Smith. Selama berabad – abad Ilmu Ekonomi mengalami banyak sekali kemajuan sampai kemudian munculnya buku “ The General Theory Of Employment, Interest And Money “ yang ditulis oleh John Maynard Keynes pada tahun 1936. Ilmu ekonomi merupakan gabungan antara ilmu dan seni, dipelajari dengan berbagai alasan, yaitu untuk memahami berbagai permasalahan yang dihapadi oleh masyarakat dan rumah tangga; untuk membantu pemerintah negara berkembang maupun negara maju dalam menunjang pertumbuhan dan meningkatkan kualitas hidup, serta menghindari timbulnya depresi dan inflasi; untuk menganalisis dan mengubah ketidakmerataan distribusi pembangunan dan hasil – hasilnya serta pemerataan berbagai kesempatan berusaha.DefinisiTerdapat banyak pengertian dan definisi mengenai ilmu ekonomi yang mudah untuk dimengerti, antara lain :1.Studi tentang kegiatan produksi dan pertukaran atau transaksi antar anggota masyarakat2.Analisis perilaku variabel – variabel ekonomi seperti harga, output, produksi, kesempatan kerja yang nantinya akan diperlukan pemerintah dalam perumusan kebijakan.3.Bagaimana masyarakat memilih menggunakan sumber – sumber produktif yang terbatas untuk memproduksi berbagai macam komoditi sesuai kebutuhan.4.Studi tentang uang, bunga dan modalDari beberapa definisi tersebut di atas, secara umum ilmu ekonomi adalah Bagaimana masyarakat menggunakan sumber – sumber langka yang dimiliki untuk menghasilkan barang dan jasa sebanyak mungkin agar mencapai kepusan maksimum. Atau Efisiensi dalam menggunakan sumber – sumber dengan cara yang sebaik – baiknya. Di mana efisiensi diukur dengan membandingkan antara input dan output yang dihasilkan.Ilmu Ekonomi saling berkaitan dan berkesinambungan dengan berbagai ilmu sosial yang lain seperti psikologi, politik, hukum, sosial budaya, sosiologi ,sejarah, termasuk pertahanan dan keamanan.Tujuan yang hendak dicapai dalam perekonomianSecara indivudial atau perilaku pelaku – pelaku ekonomi, tujuan yang ingin dicapai dalam melakukan kegiatan ekonomi adalah terpenuhinya setiap kebutuhan hidup dengan menggunakan sumber daya yang terbatas. Sementara apabila dibahas tujuan perekonomian secara luas maka tujuan yang hendak dicapai adalah1.Tercapainya Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan dinamis2.Tercapainya kesempatan kerja penuh atau Full Employment3.Tercapainya Stabilitas harga4.Tercapainya Kebebasan berusaha dan berekonomi5.Tercapainya Distribusi pendapatan yang merata6.Terjaminnya keamanan atau jaminan ekonomisDari tujuan – tujuan tersebut maka ilmu ekonomi dibedakan menjadi 2 cabang yaitu ekonomi Mikro dan Makro. Analisis Mikro adalah pembahasan ekonomi yang ditujukan pada subyek ekonomi secara individual ( rumah tangga konsumen dan rumah tangga produsen / perusahaan secara individu) dan bagaimana mereka berinteraksi di pasar. Analisis Makro mempelajari subyek ekonomi secara agregatif ( keseluruhan ) meliputi keterkaitan antara masing – masing pelaku ekonomi seperti konsumen, produsen, negara/ pemerintah dan luar negeri. Dalam makro perilaku subyek secara individu diabaikan. Termasuk di dalamnya mengkaji fenomena perekonomian termasuk inflasi, pengangguran dan pertumbuhan ekonomi.Perbedaan antara ekonomi makro dan mikro bukan hal yang mendasar karena perekonomian secara agregat sebenarnya adalah kumpulan bagian – bagian pasar dalam perekonomian itu. Perbedaannya adalah pada penekanan dan pembahasan.Ruang lingkup perekonomian bisa dibentuk dalam skema sebagai berikut :Gb 1.1 Skema ruang lingkup perekonomianEkonomi Mikro bisa didefinisikan sebagai hubungan antara produsen dengan konsumen atau antara pemilik modal dengan pemilik faktor produksi. Hubungan itu bisa digambarkan sebagai berikut :Pasar Barang dan JasaRumah tangga Rumah tanggaPerusahaan KonsumenPasar faktor produksiGb.1.2 Hubungan produsen dan konsumenProses interaksi yang terjadi di pasar mengakibatkan perputaran uang antar konsumen dan produsen berjalan dengan lancar. Rumah tangga konsumen memperoleh uang pada pasar faktor produksi, sementara rumah tangga produsen memperoleh uang melalui penjualan barang dan jasa. Kondisi ini disebut sebagai simbiosis mutualisme antara sektor rumah tangga perusahaan dan rumah tangga konsumen.Alfred Marshal menyebut bahwa permintaan akan faktor produksi merupakan turunan ( derived demand ) dari permintaan akan barang dan jasa yang timbul karena kebutuhan manusia.Besarnya pendapatan baik produsen maupun konsumen tergantung pada :1.Kuantitas faktor produksi yang digunakan oleh perusahaan2.Jumlah barang dan jasa yang berhasil diciptakan dengan adanya proses produksi.3.Tingkat harga penggunaan yang berlaku, karena faktor produksi juga mempunyai harga yang akan menjadi biaya produksi bagi perusahaan Permintaan akan barang timbul karena individu pada sektor rumah tangga :a.Memerlukan barang untuk memenuhi kebutuhan hidupnyab.Memiliki daya beli ( pendapatan berupa uang ) yang diperoleh dari penjualan atas faktor – faktor produksi yang dimilikinya ke sektor rumah tangga perusahaanBAB IITEORI PERILAKU KONSUMENDalam melakukan kegiatan konsumsinya, perilaku konsumen dituntun oleh tujuannya untuk memperoleh kepuasan. Terdapat beberapa pendekatan permintaan individu yaitu :Ada 2 cara pendekatan yaitu :1.Pendekatan Cardinal2.Pendekatan Ordinal1. Pendekatan kardinal , asumsi dasarnya:a.Kepuasan konsumsi dapat diukur dengan satuan ukur, utilb.Makin banyak barang dikonsumsi makin besar kepuasanc.Terjadi hukum The law of deminishing Marginal Utility pada tambahan kepuasan setiap satu satuan. Setiap tambahan kepuasan yang diperoleh dari setiap unit tambahan konsumsi semakin kecil. ( Mula – mula kepuasan akan naik sampai dengan titik tertentu atau saturation point tambahan kepuasan akan semakin turun ). Hukum ini menyebabkan terjadinya Downward sloping MU curva. Tingkat kepuasan yang semakin menurun ini dikenal dengan hukum Gossen.d.Tambahan kepuasan untuk tambahan konsumsi 1 unit barang bisa dihargai dengan uang, sehingga makin besar kepuasan makin mahal harganya. Jika konsumen memperoleh tingkat kepuasan yang besar maka dia akan mau membayar mahal, sebaliknya jika kepuasan yang dirasakan konsumen redah maka dia hanya akan mau membayar dengan harga murah. Pendekatan kardinal biasa disebut sebagai Daya guna marginalAsumsi seorang konsumen1.Konsumen harus rasional yaitu menginginkan kepuasan maksimal.2.Konsumen punya preferensi jelas akan barang dan jasa3.Terdapat kendala anggaranCara untuk maksimisasi daya guna total konsumen adalah :MUa = MUb = MUxPa Pb PxDan menggunakan kendala anggaranI = APa + BPb + ……+ XPx Contoh kasus 1Konsumen A akan mengkonsumsi 2 buah barang X & Y dengan jumlah anggaran sebesar Rp 10. Harga masing – masing barang Px = Rp 1 dan Py = Rp 1. Apabila rangkaian utility adalah sebagai berikut : Berapa banyak barang X dan Y yang dibeli oleh konsumen tersebut ?Tabel 2.1 Nilai guna terhadap konsumsi 2 macam barangKonsumsi keNilai Guna Barang YNilai Guna Barang X11612215113141041395128611771068959841073Total11575Dengan asumsi konsumen rasional maka Tn A akan mengkonsumsi barang X sebanyak 3 dan barang Y sebanyak 7 ( Cetak tebal ).I = Ypy + XPx = 7 ( 1 ) + 3 ( 1 ) = 10Total Utility = 124 nilai guna.2. Pendekatan Ordinal Mendasarkan pada asumsi bahwa kepuasan tidak bisa dikuantitatifkan dan antara satu konsumen dengan konsumen yang lain akan mempunyai tingkat kepuasan yang berbeda dalam mengkonsumsi barang dalam jumlah dan jenis yang sama. Oleh karena itu kemudian muncul pendekatan ordinary yang menunjukkan tingkat kepuasan mengkonsumsi barang dalam model kurva indifferent. Pendekatan ordinal berdasarkan pembandingan sesuatu barang dengan barang yang lain, lalu memberikan urutan dari hasil pembandingan tersebut. Contoh penggunaan metode ordinal antara lain dalam suatu lomba atau kejuaraan, pengukuran indeks prestasi dan pengukuran yang sifatnya kualitatatif misalnya bagus, sangat bagus, paling bagus. Dalam teori perilaku konsumen dengan pendekatan ordinal asumsi dasar seorang konsumen adalah :1.Konsumen rasional, mempunyai skala preferensi dan mampu merangking kebutuhan yang dimilikinya2.Kepuasan konsumen dapat diurutkan, ordering3.Konsumen lebih menyukai yang lebih banyak dibandingkan lebih sedikit, artinya semakin banyak barang yang dikonsumsi menunjukkan semakin tingginya tingkat kepuasan yang dimilikinya.Pendekatan ordinal membutuhkan tolok ukur pembanding yang disebut dengan indeferent kurve. Kurva Indeferent adalah Kurva yang menghubungkan titik – titik kombinasi 2 macam barang yang ingin dikonsumsi oleh seorang individu pada tingkat kepuasan yang sama.Ciri – ciri kurva Indiferent1.Berlereng/ slope negatif. Hal ini menunjukkan apabila dia ingin mengkonsumsi barang X lebih banyak maka harus mengorbankan konsumsi terhadap barang Y2.Cembung ke titik Origin ( Convex ) . Derajat penggantian antar barang konsumsi semakin menurun. Hal ini masih berkaitan dengan hukum Gossen, di mana apabila pada titik tertentu semakin banyak mengkonsumsi barang X akan mengakibatkan kehilangan atas barang X tidak begitu berarti dan sebaliknya atas barang Y3.Tidak saling berpotongan. Ini berakitan dengan asumsi bahwa masing – masing kurva indiferent menunjukkan tingkat kepuasan yang sama. Dengan pengertian apabila A = B dan A = C maka otomatis C = B padahal yang terjadi tidak demikian.4.Semakin ke kanan menunjukkan tingkat kepuasan yang semakin tinggi. Ketika kurva bergeser ke kanan akan menunjukkan kombinasi barang X dan Y yang bisa dikonsumsi oleh seseorang semakin banyak. Hal inilah yang menyebabkan semakin bertambahnya kepuasan dengan pergeseran kurva ke kanan.Y0 XGb. 2.1 Kurva Indeferent3. Fungsi BelanjaUntuk memenuhi kebutuhannya, konsumen membeli barang / jasa X dan Y yang akan dikonsumsinya. Pola belanja yang kita gunakan di sini adalah menggunakan habis seluruh uangnya untuk belanja barang / jasa ( asumsi full employment dari pandangan Klasik ). Fungsi belanja bisa dituliskan sebagai berikut :I = X Px + Y Py Dimana I = Uang anggaran yang dimiliki konsumenX,Y = Kuantitas barang X dan Y yang dibeliPx,Py = Harga barang X dan YSecara grafis, fungsi belanja bisa digambarkan dalam Budget Line atau kendala anggaran. Budget Line adalah garis yang menghubungkan titik – titik kombinasi barang X dan Y yang mampu dibeli oleh konsumen pada tingkat pendapatan tertentu.Karakteristik Budget Line adalah sebagai berikut :1.Budget Line berslope negatif. Hal ini disebabkan adanya efek substitusi antara barang X dan barang Y2.Satu Budget Line untuk satu jumlah anggaran tertentu. Semakin besar jumlah uang yang dialokasikan untuk membeli barang X dan Y ditunjukkan oleh garis yang semakin menjauhi titik 0.3.Panjang penggal vertikal menunjukkan apabila keseluruhan dana digunakan untuk membeli barang Y, sebaliknya penggal horisontal menunjukkan apabila seluruh dana digunakan untuk membeli barang X.Contoh kasus 2 : Tn A mempunyai pendapatan sebesar Rp 125.000 yang akan digunakan untuk membeli 2 macam barang X dan Y apabila harga X (Px) Rp 1200 dan harga Y (Py) Rp 1000 bagaimana bentuk kurvanya ?Y0 XGb 2.2. Kurva Budget LineDalam melakukan optimasi terhadap kepuasannya, konsumen dipandu YY1 E IC0 BL XX1Gb.2.3 kepuasan maksimum pada pendekatan ordinal Berkaitan dengan kepuasan ( keseimbangan BL dan IC ) ini maka konsumen dihadapkan pada Efek Substitusi dan Efek Pendapatan.Efek Substitusi adalah perubahan keseimbangan konsumsi barang X dan Y karena terdapat perubahan dalam harga salah satu barang sehingga konsumen terpaksa mengubah keseimbangannya untuk mencapai kepuasan maksimum yang baru.YPCC = Price Consumption CurveIC3IC1IC1BL2 BL1 BL31XGb 2.4. Efek Substitusi Mula – mula keseimbangan berada pada titik A tetapi kemudian terjadi perubahan dalam harga X sehingga BL berubah dan mengakibatkan timbulnya keseimbangan antara BL dan IC yang baru menjadi titik B. Garis yang menghubungkan titik A dan B ini disebut dengan efek substitusi.PCC atau Price Consumption Curve adalah kurva yang menghubungkan titik – titik keseimbangan X dan Y yang berubah disebabkan karena adanya efek substitusi (perubahan salah satu atau kedua macam barang )Efek pendapatan adalah perubahan keseimbangan BL dan IC karena adanya perubahan dalam pendapatan secara riil.YICC IC3IC1IC 2BL2 BL1 BL31XGb. 2.5. Efek pendapatan Mula – mula keseimbangan berada pada titik E tetapi kemudian terjadi perubahan dalam pendapatan riil, BL berubah dan mengakibatkan timbulnya keseimbangan antara BL dan IC yang baru menjadi titik F. Garis yang menghubungkan titik A dan B ini disebut dengan efek pendapatan.ICC = Income Consumption Curve adalah kurva yang menghubungkan titik – titik perubahan keseimbangan barang dan jasa yang akan dikonsumsi oleh konsumen pada tingkat income yang berubahPengaruh jenis barang terhadap permintaan konsumen.1.Barang normal, barang – barang pada umumnya , Pendapatan naik maka akan mengakibatkan permintaan terhadap barang tersebut bertambah dan sebaliknya . Harga turun menyebabkan permintaan naik dan sebaliknya 2.Barang inferior, barang kurang disukai/ lebih rendah dibandingkan barang normal. Misal jagung terhadap beras. Pendapatan bertambah mengakibatkan permintaan akan barang tersebut justru berkurang dan sebaliknya .3.Barang superior, barang mewah , Pendapatan bertambah mengakibatkan permintaan bertambah dan sebaliknya. Harga naik menyebabkan permintaan turun dan sebaliknya . Seperti kasus pada barang normal.BAB IIITEORI PERILAKU PRODUSENPermasalahan seorang produsen adalah bagaimana dengan modal yang terbatas bisa menciptakan barang dengan kualitas dan kuantitas yang cukup. Peran penting seorang produsen adalah sebagai berikut :1.Produsen menjadi manajer yang mengkoordinasikan faktor – faktor produksi baik tenaga kerja/ L , tanah/ sumber daya alam, N, capital/ modal, bahan baku dan enterpreneur / keahlian yang ada dalam masyarakat.2.Mempunyai insiatif dan daya kreatif untuk inovasi – inovasi baru termasuk dalam IPTEK.3.Mengambil keputusan kebijakan bisnis4.Mampu menganalisis kondisi ekonomi secara makro yang sedang berlangsung dalam negara tersebut.5.Kemampuan untuk memilih WHAT (Brg apa yang dibuat ), HOW ( Bgmn cara paling efisien untuk membuatnya ), WHO ( siapa yang terjun langsung dan tidak langsung dalam proses produksi ), WHOM ( Untuk siapa barang tersebut dibuat ). Di sini diharapkan seorang produsen mempunyai kepekaan untuk melihat pasar yang paling menguntungkan.FUNGSI PRODUKSIUntuk memproduksi suatu barang atau jasa, perusahaan memerlukan sumber atau faktor produksi. Yaitu input – input yang dibutuhkan untuk menciptakan out put Produk. Hubungan antara input dan output digambarkan sebagai berikut :Q = f ( K, L , T , N )Di mana Q = Out put atau ProdukK = Kapital/ modalL = Labour / tenaga KerjaT = TehnologiN = Nature/ Tanah/ Sumber Daya AlamS = Skill/ EntepreneurDari fungsi hubungan antara input dengan output diperoleh biaya produksi untuk masing – masing tingkat out put.TEORI BIAYADalam berproduksi kita tidak akan lepas dari biaya. Terdapat banyak pembedaan jenis biaya :1.a. Biaya langsung Yaitu biaya yang langsung masuk dalam proses produksi suatu barang, bahan baku, tenaga kerja dll.b. Biaya tidak langsung Yaitu biaya yang dikeluarkan untuk mendukung proses produksi misalnya biaya telepon, listrik, iklan dll.2.a. Biaya eksplisit Yaitu biaya yang muncul atau kelihatan dalam proses produksi.b. Biaya implisit Yaitu biaya yang tidak kelihatan dalam proses produksi namun sebenarnya ada dan dikeluarkan.3.a. Biaya Tetap ( Fixed Cost = FC ) Yaitu biaya yang tidak bertambah seiring dengan pertambahan produksi. Biasanya hanya muncul pada saat pertama akan berproduksi, gedung, mesin berat, dllb. Biaya Variabel ( Variabel Cost = VC ) Yaitu biaya yang bertambah seiring dengan bertambahnya unit barang yang diproduksi.Dari beberapa jenis biaya tersebut yang akan banyak kita gunakan adalah jenis yang ketiga.Total biaya ( Total Cost = TC ) adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi sampai terciptanya barang. TC = TFC + TVCBiaya Perunit ( Average Cost = AC ) Biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi 1 unit barang jadi. AC = TC / QBiaya Marginal ( Marginal Cost = MC ) Tambahan biaya karena menambah 1 unit barang yang diproduksi.Secara Grafis, hubungan macam – macam biaya tersebut bisa dilihat sebagai berikut :TCRpVCFCAFC1QGb. 3.1. Hubungan macam – macam biaya produksiSeperti pada perilaku konsumen, Dalam berperilaku seorang produsen juga dibatasi dengan Besar biaya yang harus dikeluarkan dan juga besarnya produk yang bisa dibuat. Hal ini disebut dengan Isocost dan Isoproduct.Isoproduct adalah kurva yang menghubungkan kombinasi antara faktor produksi ( L & K ) yang mampu memproduksi sejumlah barang tertentu. Sifat Isoproduct sama dengan Kurva Indiferent.Isocost adalah garis yang menghubungkan kombinasi faktor – faktor produksi ( K & L ) pada tingkat pengeluaran biaya tertentu.Seperti dalam budget line. Isocost mempunyai daerah yang feasible.K0 LGb. 3.2. Kurva Isocost dan IsoproductSuatu perusahaan berada pada kondisi produksi optimum apabila terjadi persinggungan antara Isocost dan Isoproduct. Apabila masing – masing keseimbangan dihubungkan akan terbentuk jalur perluasan produksi dalam jangka panjang.Fungsi Produksi dibedakan menjadi :1.Jangka Pendek : Jika terdapat fixed dan variable cost.2.Jangka Panjang : Jika semua fixed cost sudah menjadi variable cost.Dalam jangka pendek berlaku hukum The Law of Deminishing Return ( Hukum kenaikan yang semakin menurun ). Yaitu Jika dalam proses produksi terdapat input tetap / Fixed Cost ( artinya produksi masih dalam jangka pendek ) , Apabila semakin banyak input variabel yang digunakan, maka output akan bertambah dengan pola pertambahan yang menunjukkan:1.MP naik, maksimum lalu turun sampai nol dan akhirnya negatif The law of Deminishing Marginal Return 2.AP mula-mula naik, maksimum lalu turun tapi tidak menjadi negatif disebut The Law of Deminishing Average Return. Elastisitas Input Yaitu Seberapa besar perubahan output akibat perubahan input. Mempunyai 2 kemungkinan :1.Negatif yaitu pertambahan input akan mengurangi output2.Positif yaitu pertambahan input justru menambah outputDalam kenaikan produksi terdapat 2 1.Economies of Scale yaitu apabila biaya per unit menurun dengan semakin bertambahnya produksi atau disebut Decreasing Cost. Kondisi ini yang diharapkan oleh setiap perusahaan yang berproduksi/ efisiensi produksi.2.Diseconomies of Scale yaitu dengan peningkatan produksi justru menyebabkan kenaikan biaya per unit. Kondisi ini harus segera dicari penyebabnya di mana munculnya inefisiensi.Untuk mengatasi agar tidak terjadi Diseconomies of Scale yang mengakibatkan banyak kerugian pada Perusahaan, maka jangka panjang diperlukan beberapa faktor berikut ini :a.Spesialisasi Tenaga Kerja, Dengan jumlah tenaga kerja yang relatif banyak dan dilakukan pembagian maka masing – masing tenaga kerja akan mampu berkonsentrasi pada pekerjaan . Selain itu spesialisasi akan menghasilkan keahlian khusus dan cekatan bagi seorang tenaga kerja. b.Spesialisasi Manajemen, Spesialisasi ini menyebabkan fokus dari seorang manajer atas pekerjaan tertentu misalnya manajer pemasaran, manajer produksi, HRD dan sebagainya. Yang akan mendorong suatu perusahaan untuk cepat berkembang.c.Pemanfaatan Peralatan Kapital secara maksimal.d.Produk sampingan. Hal ini dilakukan untuk memperkecil limbah yang harus dibuang dan juga memanfaatkan daur ulang dari produk tersebut. Misalnya Pabrik gula memanfaatkan produk sampingan berupa spirtus.PENDAPATAN / REVENUESelain biaya produksi, hal yang tidak boleh ditinggalkan adalah berapa jumlah pendapatan yang akan diperoleh dengan memproduksi barang tersebut.Total Revenue (TR) Yaitu total pendapatan yang akan diperoleh seorang produsen apabila memproduksi sejumlah unit barang tertentu.Kuantitas Barang ( Q ) yaitu total jumlah barang yang diproduksi oleh seorang produsenAverage Revenue ( AR ) yaitu harga rata – rata unit barang AR = TR /QSeorang produsen yang rasional pasti mengharapkan pendapatan yang dia peroleh harus lebih besar dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkannya.Dimana = TR - TCTR = TC Perusahaan BEP ( Break Event Point)TR > TC Perusahaan labaTR < TC Perusahaan rugi.Contoh Kasus 3Diketahui perusahaan roti mempunyai Fixed Cost sebesar Rp 10 juta dan biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat sepotong roti adalah Rp 500,- apabila harga jualnya Rp 1000,- Berapa harus dijual agar perusahaan BEP ?TC = FC + VC = 10 juta + 500 QTR = P X Q = 1000 QBEP = TR – TC = 0( 1000 Q ) – ( 10 juta + 500 Q ) = 0500 Q = 10 jutaQ = 20.000 unitJadi perusahaan baru akan mendapatkan keuntungan setelah berproduksi minimal 20.001 unit.BAB IVKESEIMBANGAN DEMAND & SUPPLYDemand/ Permintaan Pengertian Permintaan adalah fungsi yang menunjukkan berbagai jumlah produk yang ingin dibeli oleh konsumen pada berbagai tingkat harga selama periode waktu tertentu. Kurva permintaan menunjukkan hubungan terbalik antara harga dengan jumlah barang yang diminta dan berlereng/ slope negatif yang artinya kenaikan harga akan mengakibatkan penurunan jumlah barang yang diminta. Kurva Permintaan bisa digambarkan sebagai berikut :P0 QGb. 4.1 Kurva permintaanFaktor – faktor yang mempengaruhi permintaan selain harga barang tersebut adalah sebagai berikut :a.Selera, perubahan selera konsumen bisa terjadi karena faktor mode dan iklanb.Jumlah konsumen, pertambahn penduduk akan mengakibatkan jumlah konsumen yang semakin meningkat dan mengubah permintaanc.Pendapatan konsumen.Pada kasus barang normal pertambahan pendapatan akan menaikkan permintaan sementara untuk barang inferior, pertambahan pendapatan justru akan menyebabkan penurunan permintaan.d.Harga barang lain. Pengaruh perubahan harga barang tergantung apakah barang tersebut sifatnya substitusi / saling menggantikan atau barang komplementer/ saling melengkapi.e.Ekspektasi/ Harapan akan masa depan. Apabila ekspektasi positif, artinya harga barang diharapkan normal maka tidak mempengaruhi permintaan tetapi apabila ekspektasinya negatif di mana harga barang diharapkan akan naik akan mengakibatkan kenaikan permintaan.Kelima faktor tadi mengakibatkan perubahan permintaan sementara harga barang itu sendiri mengakibatkan perubahan dalam jumlah barang yang diminta. Perbedaan jumlah barang dan diminta dan perubahan permintaan adalah :Perubahan jumlah barang yang diminta artinya kurva permintaan tetap hanya naik turun titik pada kurva tersebut.Perubahan permintaan artinya perubahan kurva permintaan secara keseluruhan bergeser ke kanan atas atau ke kiri bawah.Supply/ PenawaranPengertian Penawaran adalah sejumlah kuantitas barang tertentu yang ingin dijual oleh produsen pada berbagai tingkat harga dalam periode waktu tertentu.Kurva penawaran juga menunjukkan hubungan antara harga dengan kuantitas, di mana apabila harag turun maka jumlah yang ditawarkan untuk dijual turun sementara apabila harga naik maka jumlah yang tersedia untuk dijual juga naik sehingga Kurva Penawaran berslope PositifP0 QGb 4.2. Kurva penawaranSelain harga, faktor – faktor yang mempengaruhi fungsi penawaran adalah sebagai berikut :a.Tehnik produksi dan harga faktor produksi. Karena hal yang terpenting dalam penentuan harga suatu barang adalah biaya yang dikeluarkan untuk membuat barang itu sendiri.b.Perubahan harga barang lain. Hal ini berkaitan dengan sifat barang lain tersebut apakah substitusi ataukah komplementer.c.Ekspektasi di masa depan. Apabila ekspektasi harga positif artinya tidak ada kemungkinan kenaikan harga relatif tinggi di masa depan maka penawaran akan tetap, sebaliknya apabila ada ekspektasi harga akan naik maka produsen akan mengurangi penawaran dan menimbun barang untuk dijual di masa yang akan datang.d.Banyaknya produsen. Semakin banyak produsen artinya penawaran bertambah dan sebaliknya apabila jumlah produsen sedikit, penawaran akan berkurang.Keseimbangan Antara Supply dan DemandUnsur yang paling penting dalam Pasar adalah harga dan jumlah barang yang disepakati oleh konsumen maupun oleh produsen. Dalam pasar, penawaran dan permintaan akan melakukan tarik – menarik atau Bargaining Power untuk membentuk harga dan kuantitas yang disepakati.Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi keseimbangan pasar selain faktor harga. Hal ini bisa dijelaskan pada diagram berikut :Harga akan terjadi apabila terdapat keseimbangan antara penawaran dengan permintaan. ( Qs = Qd Atau Ps = Pd )Secara matematis keseimbangan bisa dituliskan sebagai berikut : Contoh kasus 4Bila fungsi permintaan Pd = 10 – 2 QdPs = 1 + 1,5 QsKeseimbangan terjadi pada saat Qd = Qs atau pd = Ps10 – 2 Q = 1 + 1,5 Q9 = 3,5 Q Q = 2,57P = 10 + 2Q= 10 – 5,14 = 4,86PenggambarannyaFungsi Permintaan; pada saat P = 0 Q = 5Q = 0 P = 10Fungsi Penawaran; pada saat P = 0 Q = - 0,667Q = 0 P = 1BAB VPAJAK DAN SUBSIDITugas utama pemerintah untuk mencapai tujuan kemapanan ekonomi adalah dengan menstabilkan harga. Harga dituntut untuk dinamis namun stabil, artinya kenaikan harga masih dalam batas yang bisa ditelolerir dan tidak fluktuatif. Terdapat banyak mekanisme yang dilakukan oleh pemerintah misalnya dengan bertindak sebagai penjual sekaligus pembeli untuk barang tertentu. Misalnya dilakukan oleh pemerintah untuk menjamin ketersediaan beras melalui Bulog. Salah satu mekanisme lain yang dilakukan pemerintah untuk menstabilkan harga adalah dengan pajak dan subsidi. Baik pajak maupun subsidi dilakukan pemerintah dengan memperhatikan dua pihak yaitu produsen dan konsumen. Tarik – menarik mengenai jumlah pajak yang ditanggung maupun subsidi yang dinikmati oleh konsumen dan produsen tergantung dari elastisitas barang tersebut. Makin pokok atau penting nilai suatu barang bagi konsumen akan mengakibatkan semakin besar pajak yang diatnggung oleh konsumen dan makin sedikit subsidi yang bisa dinikmatinya dan sebaliknya apabila tingkat/ nilai kepentingan barang itu semakin rendah.Dengan adanya pajak dan subsidi maka keseimbangan pasar akan berubah. Bagaimana dampak pengenaan pajak dan subsidi kita bahas berikut ini.PajakPajak yang kita bahas di sini adalah pajak pertambahan nilai yaitu sejumlah uang yang dikenakan oleh pemerintah untuk barang tertentu. Yang besarnya bisa ditentukan secara nominal atau merupakan prosentase tertentu terhadap harga barang tersebut.Contoh Kasus 5Qd = 15 – Pd Qs = 2 Ps – 6 Bila pajak yang dikenakan oleh pemerintah Rp 3 / unit. Berapa harga dan jumlah keseimbangan sebelum dan sesudah pajak.a.Sebelum pajak15 – P = 2 ps – 6 Q = 15 - P1= 3 P Q = 15 - 7P = 7 Q = 8Note : Pajak memberikan pengaruh langsung pada supply b.Sesudah pajakQs = 2 ( Ps – 3 ) – 6= 2 Ps – 6 – 6 QSt = 2 Ps – 12Pd = Ps Qd = Qs15 – P = 2P – 121= 3P P = 9Q = 15 – 9 = 6Keseimbangan baru terjadi pada P = 9 dan Q = 6Jadi a. Pajak ditanggung konsumen Rp 2 ( 9 – 7 = 2 )a.Pajak ditanggung Produsen Rp 1 ( 3 –2 = 1 )b.Pendapatan yang diterima oleh pemerintah adalah besar pajak dikalikan dengan jumlah barang pada keseimbangan 6 X Rp 3 = Rp 18,-Pajak Proporsional yaitu pajak yang besarnya ditetapkan berdasarkan prosentase tertentu terhadap harga barang.Misalnya ditentukan besarnya pajak adalah sebesar t % , maka persamaannya :P = a + bQ + tPP – t P = a + bQ( 1 – t ) P = a + b QP = ( a / 1 – t ) + ( b / 1 – t ) QMisalnya dengan mengambil kasus di atas di mana fungsi permintaan Pd =15–Q dan fungsi penawaran Ps= 3 + 0,5 Q. Dan ditetapkan pajak adalah sebesar 25 % dari harga.Harga dan kuantitas sebelum pajak P = 7 dan Q = 8.Setelah pajak.Ps = 3 + 0,5 Q + 0,25 P0,75 P = 3 + 0,5 Q P = 4 + 0,667 Q atau Q = -6 + 1,5 PKeseimbangan pasar :15 – P = -6 + 1,5 P Q = 15 - P1= 2,5 PP = 8,4 Q = 6,6Besar pajak dalam nominal adalah 0,25 X Rp 7 = Rp 1,75Pajak ditanggung konsumen Rp 8,4 – Rp 7= Rp1,4. ( 80 %) Pajak ditanggung Produsen Rp1,75 – Rp1,4=Rp0,35 (20 %)Besar kecilnya prosentase pajak yang ditanggung baik oleh konsumen maupun produsen ditentukan oleh elastisitas barang. Apabila barang elastis maka produsen akan menanggung beban lebih banyak sementara apabila inelastis maka konsumen yang menanggung lebih banyak.SubsidiSubsidi merupakan bantuan yang diberikan oleh pemerintah untuk mengurangi tingginya harga. Subsidi merupakan kebalikan dari pajak, dimana dengan diberikannya subsidi maka akan menyebabkan harga jual menjadi lebih murah dan barang yang terjual menjadi lebih banyak.Contoh kasus 6Diketahui fungsi permintaan dan penawaran adalah sebagai berikut Qd = 10 – Pd Qs = -6 + 2 PsPemerintah mengenakan subsidi atas barang tersebut sebesar Rp 2 / unit.a.Persamaan permintaan dan penawaran sebelum adanya subsidiQd = 10 – Pd Qs = -6 + 2 ps10 – Pd = -6 + 2P Qs = 10 – P-3 P = -16 Q = 10 – PP = 5 1/3 Q = 10 – 5 1/3Q = 4 2/3b.Diberikan subsidi sebesar Rp 2 makaQs = -6 + 2 ( Ps + 2 )= -6 + 2 Ps + 4= -2 + 2 PsDimasukkan Qs = Qd- 2 + 2 Ps = 10 – Pd Q = 10 - P3 P = 12 Q = 10 - 4P = 4 Q = 6Harga menjadi lebih murah sedangkan jumlah barang yang disepakati menjadi lebih banyak. a.Subsidi untuk produsen Rp 2/3 ( Total Subsidi – Subsidi konsumen)b.Subsidi untuk konsumen Rp 1 1/3 ( Psemula – P akhir )c.Pengeluaran pemerintah untuk subsidi Rp 2 X 6 = Rp 12,-Grafik sebelum dan sesudah pemberian subsidi bisa digambar.BAB VIELASTISITASElastisitas adalah ukuran yang menunjukkan seberapa besar perubahan nilai suatu variabel yang diakibatkan perubahan variabel lain yang mempengaruhinya. Secara umum disebutkan bahwa eElastisitas yaitu berapa % perubahan Y apabila X berubah : XY / = = lim Y / Y )( = dY . XX = 0 X / X )( dX YSifat elastisitas = 1 unitary elastis > 1 elastis0 < < 1 inelastis = 0 Inelastis sempurna = Elastis sempurmaElastisitas PermintaanAdalah seberapa besar perubahan jumlah barang yang diminta dengan adanya perubahan harga. Suatu barang dikatakan elastis apabila pembeli/ konsumen responsif terhadap perubahan harga yang ditetapkan. Besar kecilnya elastisitas tergantung pada besar kecilnya perubahan jumlah barang yang diminta karena perubahan harga tersebut. Rumusan elastisitas permintaan adalah sebagai berikut :d Qd= % = Qd Qd / Qd )= lim ( P% P P / P )( = d Qd . Pd P QdContoh kasus 7)Diketahui Qd = 25 - 3 P 2 . Tentukan elastisitasnya pada tingkat harga 5.Qd = 25 – 3 P 2.dQd / dP = Qd ‘ = - 6 Pd = dQd . p_ dP Qd= -6P . P .25-3P2= -6(5) . 5 . = 325-75Jadi pada tingkat harga Rp 5 apabila terjadi perubahan harga sebesar Rp 1 maka akan mengkibatkan perubahan permintaan sebesar 3 unit.ELASTISITAS PENAWARANPengertian elastisitas penawaran sama dengan elastisitas permintaan. Hanya dilihat dari sisi produsen. Apabila terjadi perubahan harga berapa besar perubahan jumlah barang yang ditawarkan. s = % Qs = E Qs = lim% P E P 0P Qs / Qs )( = dQs . P . P( / P ) dP QsContoh kasus 8)Qs = -200 + 7 P2Berapa elastisitas penawaran pada tingkat harga P =10 dan P = 15Qs = -200 + 7 P2Qs’ = 14Ps = 14P . P .-200 + 7 P2Saat P = 10 s = 140 . 10 . = 2,8-200 + 700Saat P = 15 ?Faktor – Faktor yang mempengaruhi elastisitas adalah sebagai berikut :1.Substitubilitas. Semakin banyak barang substitusi atau barang pengganti yang tersedia maka semakin besar elastisitasnya. Karena perubahan harga sedikit saja akan mengakibatkan konsumen mengubah besarnya barang yang diminta, demikian juga dari sisi produsen.2.Proporsi pendapatan yang dibelanjakan untuk barang tersebut. Semakin banyak proporsi pendapatan untuk barang tersebut mengakibatkan semakin kecil elastisitasnya. Hal ini karena perubahan harga akan sangat berpengaruh terhadap besarnya proporsi pendapatan.3.Jenis barang. Merupakan barang kebutuhan pokok atau bukan. Apabila barang kebutuhan pokok maka elatisitasnya kecil atau semakin inelastis, sebaliknya bila bukan maka elastisitasnya besar. Oleh karena itu barang kebutuhan pokok cenderung inelastis.4.Lamanya periode waktu. Semakin panjang periode waktu maka semakin elastis. Hal ini karena kebiasaan pola konsumsi terbentuk dalan jangka waktu yang lama. Misalnya seorang perokok berat tidak akan serta merta mengurangi konsumsi rokoknya apabila terjadi perubahan harga.5.Harga barang komplementernya, Bila harga barang komplementer naik maka akan mengakibatkan permintaan barang X berubah. Elastisitas suatu barang juga sangat berpengaruh terhadap tarik – menarik pengenaan pajak dan pemberian subsidi yang akan dinikmati oleh konsumen maupun oleh produsen. Semakin inelastis maka konsumen semakin besar menanggung pajak, sebaliknya semakin elastis maka semakin besar pajak yang ditanggung oleh produsen. Untuk subsidi yang terjadi sebaliknya.BAB VIIPASARBertemunya permintaan dan penawaran atas satu macam barang/ jasa.Yaitu posisi di mana terdapat sejumlah barang tertentu yang mau dan mampu dibeli oleh konsumen dan dijual oleh produsenMacam – macam Pasar1.Pasar persaingan Sempurna2.Pasar persaingan tidak sempurna3.Oligopoli4.Monopoli1. Pasar Persaingan SempurnaPasar persaingan sempurna muncul karena adanya prinsip – prinsip sebagai berikut :1.Tidak ada satu penjual tunggal yang mempunyai sumber cukup banyak untuk dapat mempengaruhi harganya di pasar2.Sumber variabel mempunyai mobilitas yang tinggi untuk berbagai harga pasar dan penggunaannya relatif fleksible.Karena prinsip2 tersebut di atas maka pada pasar persaingan sempurna akan dipenuhi dengan adanya syarat – syarat sebagai berikut :Syarat – syarata.Jumlah produsen di mana volume produksi hanya bagian kecil dari total volume transaksi pasar, sehingga dengan kata lain secara individual tidak bisa mempengaruhi harga pasar atau baik produsen maupun konsumen bertindak sebagai Price Taker ( penerima harga ).b.Produk homogen ( jenis maupun kualitas )c.Setiap produsen maupun konsumen tahu informasi pasar ( simetris information )d.Bentuk kurva permintaan horisontal, karena tidak terdapat perubahan harga berapapun jumlah barang yang akan diminta oleh konsumen atau ditawarkan oleh produsene.Untuk mencapai keuntungan maksimum pada suatu perusahaan adalah dengan melihat besar volume output yang dihasilkan.Dalam persaingan sempurna terdapat 2 keseimbangan yaitu 1.Keseimbangan produsen secara individual akan tercapai apabila keuntungan perusahaan maksimum2.Ekuilibrium pasar apabila semua perusahaan dalam posisi equilibrium.Pasar persaingan sempurna dibagi menjadi 2 yaitu 1.Jangka pendek dengan asumsi setiap produsen tidak bisa menambah kapasistas produksinya dan tidak ada produsen baru keluar atau masuk kedalam pasar. 2.Jangka Panjang dengan asumsi dimungkinkan adanya perluasan kapasitas produksi.Equlibrium jangka PendekY0 XGb.6.1. Gambar keseimbangan Pasar persaingan sempurna dalam jangka pendekDalam jangka pendek, produsen masih bisa berproduksi meskipun rugi sampai pada batas di atas AVC. Perusahaan sebaiknya menghentikan produksinya apabila Price sudah di bawah AVC.Syarat keuntungan maksimum pada perusahaan di Pasar persaingan sempurna.1.MC = MR, di mana MC masih dalam posisi menaik2.MR = P > AVCY0 XGb. 6.2 . Keuntungan maksimum pada pasar persaingan sempurnaProdusen yang rasional tidak akan mau berproduksi setelah berada di bawah AVC.Kerugian minimum akan terjadi apabila MR = P = AC. Apabila keseimbangan sudah di bawah AC artinya mulai menderita rugi.KURVA PENAWARANDalam jangka pendek untuk pasar persaingan sempurna, MC = Penawaran. MC merupakan volume produksi yang akan dipilih oleh seorang produsen.Kurva penawaran untuk seluruh produsen (pasar) adalah penjumlahan secara horisontal seluruh kurva supply produksi.Arah pencapaian equilibrium pada pasar persaingan di mulai saat tercapainya equilibrium pasar, yang menentukan harga produsen akan menyesuaikan tingkat output dengan harga pasar yang berlaku.Eq Pasar ( Supply + Demand )Harga Demand Produk Ouput eq ProdusenEqulibrium PerusahaanGb. 6.3 Arah pencapaian equilibrium pada pasar persaingan sempurnaKeseimbangan Jangka PanjangDalam jangka Panjang keseimbangan sudah termasuk dalam penciutan dan perluasan kapasitas produksi akibat keluar masuknya produsen baru di pasar.Posisi apabila terdapat penambahan volume produksiY1XGb 6.4. Posisi apabila terdapat penambahan volume produksiMula – mula Price pasar ditentukan oleh keseimbangan jangka pendek yaitu antara D dengan S1, sehingga menghasilkan P1. Kemudian karena adanya profit akan mendorong pengusaha lain ikut masuk hal ini mengakibatkan perubahan S ke S2. Harga menjadi turun. Apabila produsen masih memperoleh keuntungan maka volume akan terus bertambah dan harga akan semakin turun sampai batas tertentu produsen yang mampu bertahan.Ad.2 Pasar MonopoliCiri – ciri pasar monopoli1.Produsen sebagai ‘Price Maker’2.Permintaan pasar merupakan bentuk dari permintaan perusahaan3.Marginal Revenue lebih rendah daripada averagenya4.MR berslope negatifSebab – sebab terjadinya monopoli1.Penguasaan bahan mentah strategis = Absolut advantage2.Adanya hak paten = Competitive Advantage3.Terbatasnya pasar 4.Pemberian hak monopoli oleh pemerintahApabila dalam jangka panjang ada keuntungan maka perusahaan akan menciptakan Barier to Entry atau hambatan bagi produsen lain untuk ikut masuk pada pasar.Macam – macam Barier to Entry1. Natural Barier, yaitu hambatannya tercipta secara alamia.Minimum Efficiency to Scale, perusahaan tersebut secara alami karena lokasi, Sumber Daya, tehnologi memungkinkan dia untuk berporduksi dengan biaya lebih murah. Mengacu pada comparative advantageb.Set Up Cost. Perusahaan yang bersangkutan merupakan satu-satunya yang mampu membiayai seluruh kegiatan produksi yang tinggi2.Created Barier. Hambatan yang diciptakana.Hak Patenb.Forcement, Threatment, Sabotage. Dalam jangka panjang, created barier bisa dihilangkan.Keseimbangan Jangka Pendek akan terjadi apabilaa.MR = MC pada saat MR positifb.Perusahaan akan berhenti apabila harga minimal= TVCc.Tidak ada jaminan bahwa dalam jangka pendek perusahaan bisa memperoleh keuntunganPerbandingan antara pasar persaingan sempurna dan pasar monopoli bisa ditunjukkan oleh grafik iniGb. 6.5. Perbandingan antara Pasar persaingan sempurna dan MonopoliPada ATC2 perusahaan boleh memutuskan untuk keluar atau tidak dari pasar. (Posisi BEP ). DISKRIMINASI HARGAProdusen menetapkan harga yang berbeda untuk produk yang sama. Misalnya harga untuk umum dan mahasiswa.P1 P1P2Q1 Q1 Q2Gb. 6.6. Diskriminasi hargaKonsekwensinyaUntuk perusahaan diterimanya revenue lebih besarUntuk masyarakat adanya barang yang lebih banyak sehingga punya efek positif Distribusi Income.Dumping dibedakan menjadi 2 jenis yaitu :1.Dumping predatory2.Dumping sporadis ( over produksi/ supply )CARTELYaitu kesepakatan dari beberapa produsen dalam industri yang sama untuk membatasi produknya sehingga diperoleh profit maksimum bersama. Terdapat Quota Produksi.Atau secara bersama – sama bertindak sebagai monopolis.Masalahnya adalah :1.Bagaimana supaya perusahaan mentaati kuota produksi yang telah disepakati.2.Bagaimana supaya profit yang diharapkan tidak berkurang dengan masuknya perusahaan lain.Gb. 6.7. Apabila terdapat pelanggaran dalam CartelKartel akan bekerjasama untuk menciptakan quota sebesar Oq1Namun terjadi konflik dimana ada produsen yang kurang puas dengan berproduksi sebesar Oq1 dan melanggar menambah produksi sebesar Oq1 – Oq2 untuk menambah Profit.Bila hal ini benar – benar terjadi maka Ouput akan naik dan harga menjadi turun. Produsen secara keseluruhan mengalami kerugianMonopoli Dan Kesejahteraan Masyarakata.Dalam distribusi pendapatan terjadi ketidakadilanb.Volume produksi lebih kecil dari output optimum. Karena bisa terjadi inefisiensi dimana produsen tidak memanfaatkan economic of Scalec.Eksploitasi oleh Produsen terhadap Konsumen dan terhadap Pemilik Faktor Produksi.Cara menghilangkan efek negatif dari Monopolia.Mencegah timbulnya monopolib.Pemerintah mendirikan perusahaan tandinganc.Import barangd.Dibuat peraturan khusus / Undang – Undang.Ad.3. Persaingan MonopolistikPada pasar persaingan monopolistik terdapat adanya unsur kompetisi yang didasarkan kenyataan bahwa terdapat banyak perusahaan / produsen dimana tindakan satu produsen akan mempengaruhi produsen yang lain. Tetapi juga terdapat unsur monopoli di mana perusahaan memproduksi barang yang homogen tapi masing-masing mempunyai perbedaan yang signifikan sehingga konsumen punya pilihan.Ciri – ciri Persaingan Monopolistik1.Terdapat banyak perusahaan dalam industri tersebut2.Tindakan / keputusan yang diambil oleh suatu perusahaan akan mempengaruhi perusahaan yang lain.3.Kurva permintaan perusahaan pesaing adalah berslope negatif dan cukup elastis4.Meski jenis produknya sama tapi tidak homogen, terdapat perbedaan yang menyebabkan konsumen mempunyai pilihan5.Persaingan yang dilakukan bukan dalam bentuk harga6.Tidak terdapat rintangan untuk keluar masuk pasarTabel 6.1 Perbedaan Pasar Persaingan Sempurna & Pasar Persaingan MonopolistikPersaingan SempurnaPersaingan MonopolistikProduknya homogenJumlah produsen sangat banyak dan pengaruh terhadap harga tidak adaTidak perlu bersaing karena produsen tidak bisa mempengaruhi hargaProduknya sama tapi dibedakan dengan merk, kemasanHanya sedikit produsen dan masing-masing berpengaruh atas segmenPersaingan yang terjadi bukan bersifat harga, tapi cenderung iklanUnsur terpenting dalam Pasar Persaingan Monopolistik adalah:1.Produsen jumlahnya cukup banyak, dengan barang yang homogen tapi mempunyai diferensiasi produk. Diferensiasi ini yang akan diunggulkan oleh perusahaan untuk menarik pangsa pasar. Misalnya lokasi, fasilitas pembayaran , periklanan dll, yang sifatnya bukan harga.2.Rintangan masuk dalam pasar adalah karena faktor finansial.3.Kecenderungan pasar persaingan monopolistik yang produsennya banyak menyebabkan tingkat kapasitas produksinya rendah / tidak bekerja dengan optimal sehingga untuk meraih keuntungan dengan menetapkan harga yang relatif tinggi. (Misalnya banyaknya apotik pada satu kota tertentu). Karena itu maka perusahaan yang ada dalam pasar persaingan monopolistik banyak yang melakukan diferensiasi produk agar mampu bertahan dan memperoleh keuntungan dalam jangka panjang. Misalnya dengan penciptaan barang yang sama tapi dengan type, style, merk dan harga yang berbeda untuk menjangkau hampir semua pangsa pasar yang ada. (Mis. Pasar Sabun ( Lux, Giv, Lifebouy ) , Pasar Shampo (Clear, Sunsilk, Pantene) dll )Advertensi merupakan hal yang paling pokok dalam pasar persaingan monopolistik. Advertensi dan promosi penjualan mencoba membujuk konsumen dengan mencocokkan permintaan dengan produk yang ditawarkan penjual sementara Diferensiasi Produk berusaha menohok selera yang dimilikinya dengan penganekaragaman jenis barang.Tujuan Iklan adalah :a.Membedakan produk perusahaan dengan perusahaan lain untuk jenis barang yang sama dan menimbulkan kefanatikkan atau kesetiaan terhadap merk tertentu.b.Membuat kurva menjadi kurang elastis ( in elastis ) atau semakin curam yang artinya perubahan terhadap harga tidak akan memberikan pengaruh yang terlalu besar terhadap permintaan akan barang.Tabel 6.2. Kebaikan dan Keburukan Iklan Bagi MasyarakatKebaikan IklanKeburukan IklanMemberikan informasi yang membantu konsumen membuat pilihan yang rasional, juga informasi ttg produk baru dan perbaikan atas produk yang telah ada.Mendukung komunikasi, dimana sarana seperti radio, surat kabar, TV baru bisa hidup dan berinovasi dengan adanya pemasukan dari biaya iklan.Bila berhasil maka akan tercapai skala ekonomi, Pengeluaran konsumen secara agregat meningkat, kesempatan kerja naik dan pendapatan scr nas akan naik .Mendorong perusahaan untuk selalu berinovasi agar tidak kalah dengan perusahaan pesaing.Tujuan yang terjadi justru masy terbujuk mengikuti pola hidup konsumtif dan bersaing. Dan kadang membeli dengan harga lbh mahalCenderung merupakan kegiatan yang tidak produktif bahkan terjadi alokasi sumber yang tidak pada tempatnya, misalnya pengeluaran untuk iklan lebih besar dibanding ongkos prod.Punya biaya eksternal yang tinggi misalnya menimbulkan kegaduhan untuk mobil reklame, pemandangan yg kotor untuk spanduk dllMenaikkan biaya secara signifikan pd perusahaan dan akan menimbulkan monopoli karena perusahaan yang beriklan banyak (mempunyai dana yg besar) akan menjadi pemenang.Ad.4. Pasar OligopoliPasar Oligopoli menunjukkan adanya produsen yang jumlahnya terbatas/ sedikit dan jumlah konsumen yang sangat banyak. Terdapat 2 macam oligopoli yaitu 1.Produknya homogen ( baja, semen, pupuk dll )2.Terdapat diferensiasi Produk ( Otomotif, Rokok dll )Tindakan yang dilakukan oleh seorang produsen akan langsung ditanggapi oleh produsen yang lain.Ciri – ciri pasar Oligopolia.Terdapat beberapa orang produsen dengan konsumen yang relatif banyak. Tiap produsen mempunyai pengaruh atas harga.b.Terdapat barier to entry bagi produsen lain sehingga jumlah perusahaan akan cenderung konstan.c.Penguasaan pangsa pasar ditunjukkan dengan nisbah konsentrasi penjualan yang dihitung berdasarkan jumlah atau persentase aktiva perusahaan terhadap total aktiva pasar.d.Perang harga merupakan unsur yang sangat dihindari karena akan menimbulkan kerusakan secara masal dalam pasar oligopoli. Untuk menghindarinya maka dilakukan kolusi antar perusahaan. Sehingga cenderung akan menciptakan kartel.e.Perusahaan yang tidak mampu bersaing akan cenderung melakukan merger dengan perush yang kuat.f.Inovasi dan penguasaan terhadap tehnologi merupakan unsur yang penting dalam kemajuan perusahaan.Perbaikan kualitas produk akan memperluas pangsa dan menurunkan biaya produksi yang tidak akan bisa ditiru dengan cepat oleh pesaingnya.Banyaknya pesaing yang kuat akan memaksa perusahaan melakukan efisiensi dalam segi biaya secara maksimum. ( Economic of scale ) dg comparative advantage.<br />V<br />Proyek Kebergunaan Wikipedia telah merilis Vector, sebuah kulit tampilan baru, di seluruh proyek wiki Wikimedia. Anda dapat mengganti kulit tampilan Anda di preferensi Anda.<br />Ekonomi mikro<br />Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas<br />Langsung ke: navigasi, cari<br />Model permintaan dan penawaran menjelaskan bagaimana harga beragam sebagai hasil dari keseimbangan antara ketersediaan produk pada tiap harga (penawaran) dengan kebijakan distribusi dan keinginan dari mereka dengan kekuatan pembelian pada tiap harga (permintaan). Grafik ini memperlihatkan sebuah pergeseran ke kanan dalam permintaan dari D1 ke D2 bersama dengan peningkatan harga dan jumlah yang diperlukan untuk mencapai sebuah titik keseimbangan (equibilirium) dalam kurva penawaran (S).<br />Ilmu ekonomi mikro (sering juga ditulis mikroekonomi) adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan. Ekonomi mikro meneliti bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut mempengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang akan menentukan harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya.[1][2] Individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi secara optimal, bersama-sama individu lainnya di pasar, akan membentuk suatu keseimbangan dalam skala makro; dengan asumsi bahwa semua hal lain tetap sama (ceteris paribus).<br />Kebalikan dari ekonomi mikro ialah ekonomi makro, yang membahas aktivitas ekonomi secara keseluruhan, terutama mengenai pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran, berbagai kebijakan perekonomian yang berhubungan[3], serta dampak atas beragam tindakan pemerintah (misalnya perubahan tingkat pajak) terhadap hal-hal tersebut.[4]<br />Daftar isi[sembunyikan]1 Tinjauan umum2 Asumsi dan definisi3 Model operasi4 Kegagalan pasar5 Biaya peluang6 Penerapan ekonomi mikro 6.1 Konsep fundamental dalam ekonomi mikro6.2 Teori konsumsi6.3 Teori produksi dan harga6.4 Kesejahteraan ekonomi6.5 Organisasi industri6.6 Kegagalan pasar6.7 Ekonomi finansial6.8 Perdagangan internasional6.9 Metodologi7 Catatan8 Bacaan Lebih Lanjut<br />[sunting] Tinjauan umum<br />Salah satu tujuan ekonomi mikro adalah menganalisa pasar beserta mekanismenya yang membentuk harga relatif kepada produk dan jasa, dan alokasi dari sumber terbatas diantara banyak penggunaan alternatif. Ekonomi mikro menganalisa kegagalan pasar, yaitu ketika pasar gagal dalam memproduksi hasil yang efisien; serta menjelaskan berbagai kondisi teoritis yang dibutuhkan bagi suatu pasar persaingan sempurna. Bidang-bidang penelitian yang penting dalam ekonomi mikro, meliputi pembahasan mengenai keseimbangan umum (general equilibrium), keadaan pasar dalam informasi asimetris, pilihan dalam situasi ketidakpastian, serta berbagai aplikasi ekonomi dari teori permainan. Juga mendapat perhatian ialah pembahasan mengenai elastisitas produk dalam sistem pasar.<br />[sunting] Asumsi dan definisi<br />Teori penawaran dan permintaan biasanya mengasumsikan bahwa pasar merupakan pasar persaingan sempurna. Implikasinya ialah terdapat banyak pembeli dan penjual di dalam pasar, dan tidak satupun diantara mereka memiliki kapasitas untuk mempengaruhi harga barang dan jasa secara signifikan. Dalam berbagai transaksi di kehidupan nyata, asumsi ini ternyata gagal, karena beberapa individu (baik pembeli maupun penjual) memiliki kemampuan untuk mempengaruhi harga. Seringkali, dibutuhkan analisa yang lebih mendalam untuk memahami persamaan penawaran-permintaan terhadap suatu barang. Bagaimanapun, teori ini bekerja dengan baik dalam situasi yang sederhana.<br />Ekonomi arus utama (mainstream economics) tidak berasumsi apriori bahwa pasar lebih disukai daripada bentuk organisasi sosial lainnya. Bahkan, banyak analisa telah dilakukan untuk membahas beragam kasus yang disebut " kegagalan pasar" , yang mengarah pada alokasi sumber daya yang suboptimal, bila ditinjau dari sudut pandang tertentu (contoh sederhananya ialah jalan tol, yang menguntungkan semua orang untuk digunakan tetapi tidak langsung menguntungkan mereka untuk membiayainya). Dalam kasus ini, ekonom akan berusaha untuk mencari kebijakan yang akan menghindari kesia-siaan langsung di bawah kendali pemerintah, secara tidak langsung oleh regulasi yang membuat pengguna pasar untuk bertindak sesuai norma konsisten dengan kesejahteraan optimal, atau dengan membuat " pasar yang hilang" untuk memungkinkan perdagangan efisien dimana tidak ada yang pernah terjadi sebelumnya. Hal ini dipelajari di bidang tindakan kolektif. Harus dicatat juga bahwa " kesejahteraan optimal" biasanya memakai norma Pareto, dimana dalam aplikasi matematisnya efisiensi Kaldor-Hicks, tidak konsisten dnegan norma utilitarian dalam sisi normatif dari ekonomi yang mempelajari tindakan kolektif, disebut pilihan masyarakat/publik. Kegagalan pasar dalam ekonomi positif (ekonomi mikro) dibatasi dalam implikasi tanpa mencampurkan kepercayaan para ekonom dan teorinya.<br />Permintaan untuk berbagai komoditas oleh perorangan biasanya disebut sebagai hasil dari proses maksimalisasi kepuasan. Penafsiran dari hubungan antara harga dan kuantitas yang diminta dari barang yang diberi, memberi semua barang dan jasa yang lain, pilihan pengaturan seperti inilah yang akan memberikan kebahagiaan tertinggi bagi para konsumen.<br />[sunting] Model operasi<br />Diasumsikan bahwa semua perusahaan mengikuti pembuatan keputusan rasional, dan akan memproduksi pada keluaran maksimalisasi keuntungan. Dalam asumsi ini, ada empat kategori dimana keuntungan perusahaan akan dipertimbangkan:<br />Sebuah perusahaan dikatakan membuat sebuah keuntungan ekonomi ketika average total cost lebih rendah dari setiap produk tambahan pada keluaran maksimalisasi keuntungan. Keuntungan ekonomi adalah setara dengan kuantitas keluaran dikali dengan perbedaan antara average total cost dan harga.<br />Sebuah perusahaan dikatakan membuat sebuah keuntungan normal ketika keuntungan ekonominya sama dengan nol. Keadaan ini terjadi ketika average total cost setara dengan harga pada keluaran maksimalisasi keuntungan.<br />Jika harga adalah di antara average total cost dan average variable cost pada keluaran maksimalisasi keuntungan, maka perusahaan tersebut dalam kondisi kerugian minimal. Perusahaan ini harusnya masih meneruskan produksi, karena kerugiannya akan makin membesar jika berhenti produksi. Dengan produksi terus menerus, perusahaan bisa menaikkan biaya variabel dan akhirnya biaya tetap, tetapi dengan menghentikan semuanya akan mengakibatkan kehilangan semua biaya tetapnya.<br />Jika harga dibawah average variable cost pada maksimalisasi keuntungan, perusahaan harus melakukan penghentian. Kerugian diminimalisir dengan tidak memproduksi sama sekali, karena produksi tidak akan menghasilkan keuntungan yang cukup signifikan untuk membiayai semua biaya tetap dan bagian dari biaya variabel. Dengan tidak berproduksi, kerugian perusahaan hanya pada biaya tetap. Dengan kehilangan biaya tetapnya, perusahaan menemui tantangan. Akan keluar dari pasar seutuhnya atau tetap bersaing dengan resiko kerugian menyeluruh.<br />[sunting] Kegagalan pasar<br />Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kegagalan Pasar<br />Dalam ekonomi mikro, istilah " kegagalan pasar" tidak berarti bahwa sebuah pasar tidak lagi berfungsi. Malahan, sebuah kegagalan pasar adalah situasi dimana sebuah pasar efisien dalam mengatur produksi atau alokasi barang dan jasa ke konsumen. Ekonom normalnya memakai istilah ini pada situasi dimana inefisiensi sudah dramatis, atau ketika disugestikan bahwa institusi non pasar akan memberi hasil yang diinginkan. Di sisi lain, pada konteks politik, pemegang modal atau saham menggunakan istilah kegagalan pasar untuk situasi saat pasar dipaksa untuk tidak melayani " kepentingan publik" , sebuah pernyataan subyektif yang biasanya dibuat dari landasan moral atau sosial.<br />Empat jenis utama penyebab kegagalan pasar adalah :<br />Monopoli atau dalam kasus lain dari penyalahgunaan dari kekuasaan pasar dimana " sebuah" pembeli atau penjual bisa memberi pengaruh signifikan pada harga atau keluaran. Penyalahgunaan kekuasaan pasar bisa dikurangi dengan menggunakan undang-undang anti-trust.[5]<br />Eksternalitas, dimana terjadi dalam kasus dimana " pasar tidak dibawa kedalam akun dari akibat aktivitas ekonomi didalam orang luar/asing." Ada eksternalitas positif dan eksternalitas negatif.[5] Eksternalitas positif terjadi dalam kasus seperti dimana program kesehatan keluarga di televisi meningkatkan kesehatan publik. Eksternalitas negatif terjadi ketika proses dalam perusahaan menimbulkan polusi udara atau saluran air. Eksternalitas negatif bisa dikurangi dengan regulasi dari pemerintah, pajak, atau subsidi, atau dengan menggunakan hak properti untuk memaksa perusahaan atau perorangan untuk menerima akibat dari usaha ekonomi mereka pada taraf yang seharusnya.<br />Barang publik seperti pertahanan nasional[5] dan kegiatan dalam kesehatan publik seperti pembasmian sarang nyamuk. Contohnya, jika membasmi sarang nyamuk diserahkan pada pasar pribadi, maka jauh lebih sedikit sarang yang mungkin akan dibasmi. Untuk menyediakan penawaran yang baik dari barang publik, negara biasanya menggunakan pajak-pajak yang mengharuskan semua penduduk untuk membayar pda barang publik tersebut (berkaitan dengan pengetahuan kurang dari eksternalitas positif pada pihak ketiga/kesejahteraan sosial).<br />Kasus dimana terdapat informasi asimetris atau ketidak pastian (informasi yang inefisien) HYPERLINK " http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_mikro" l " cite_note-ecoglossary-4" [5]. Informasi asimetris terjadi ketika salah satu pihak dari transaksi memiliki informasi yang lebih banyak dan baik dari pihak yang lain. Biasanya para penjua yang lebih tahu tentang produk tersebut daripada sang pembeli, tapi ini tidak selalu terjadi dalam kasus ini. Contohnya, para pelaku bisnis mobil bekas mungkin mengetahui dimana mbil tersebut telah digunakan sebagai mobil pengantar atau taksi, informasi yang tidak tersedia bagi pembeli. Contoh dimana pembeli memiliki informasi lebih baik dari penjual merupaka penjualan rumah atau vila, yang mensyaratkan kesaksian penghuni sebelumnya. Seorang broker real estate membeli rumah ini mungkin memiliki informasi lebih tentang rumah tersebut dibandingkan anggota keluarga yang ditinggalkan. Situasi ini dijelaskan pertamakali oleh Kenneth J. Arrow di artikel seminartentang kesehatan tahun 1963 berjudul " ketidakpastian dan Kesejahteraan Ekonomi dari Kepedulian Kesehatan," di dalam American Economic Review. George Akerlof kemudian menggunakan istilah informasi asimetris pada karyanya ditahun 1970 The Market for Lemons. Akerlof menyadari bahwa , dalam pasar seperti itu, nilai rata-rata dari komoditas cenderung menurun, bahkan untuk kualitas yang sangat sempurna kebaikannya, karena para pembelinya tidak memiliki cara untuk mengetahui apakah produk yang mereka beli akan menjadi sebuah " lemon" (produk yang menyesatkan).<br />[sunting] Biaya peluang<br />Artikel utama untuk bagian ini adalah: Biaya peluang<br />Walaupun biaya peluang (opportunity cost) terkadang sulit untuk dihitung, efek dari biaya peluang sangatlah universal dan nyata pada tingkat perorangan. Bahkan, prinsip ini dapat diaplikasikan kepada semua keputusan, dan bukan hanya bidang ekonomi. Sejak kemunculannya dalam karya seorang ekonom Jerman bernama Freidrich von Wieser, sekarang biaya peluang dilihat sebagai dasar dari teori nilai marjinal.<br />Biaya peluang merupakan salah satu cara untuk melakukan perhitungan dari sesuatu biaya. Bukan saja untuk mengenali dan menambahkan biaya ke proyek, tetapi juga mengenali cara alternatif lainnya untuk menghabiskan suatu jumlah uang yang sama. Keuntungan yang akan hilang sebagai akibat dari alternatif terbaik lainnya; adalah merupakan biaya peluang dari pilihan pertama. Sebuah contoh umum adalah seorang petani yang memilih mengolah pertaniannya dibandingkan dengan menyewakannya ke tetangga. Maka, biaya peluangnya adalah keuntungan yang hilang dari menyewakan lahan tersebut. Dalam kasus ini, sang petani mungkin mengharapkan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari pekerjaan yang dilakukannya sendiri. Begitu juga dengan memasuki universitas dan mengabaikan upah yang akan diterima jika memilih menjadi pekerja, yang dibanding dengan biaya pendidikan, buku, dan barang lain yang diperlukan (sebagai biaya total dari kehadirannya di universitas). Contoh lainnya ialah biaya peluang dari melancong ke Bahamas, yang mungkin merupakan uang untuk pembayaran cicilan rumah.<br />Perlu diingat bahwa biaya peluang bukanlah jumlah dari alternatif yang ada, melainkan lebih kepada keuntungan dari suatu pilihan alternatif yang terbaik. Biaya peluang yang mungkin dari keputusan sebuah kota membangun rumah sakit di lahan kosong, merupakan kerugian dari lahan untuk gelanggang olahraga, atau ketidakmampuan untuk menggunakan lahan menjadi sebuah tempat parkir, atau uang yang bisa didapat dari menjual lahan tersebut, atau kerugian dari penggunaan-pengguaan lainnya yang beragam - tapi bukan merupakan agregat dari semuanya (ditotalkan). Biaya peluang yang sebenarnya, merupakan keuntungan yang akan hilang dalam jumlah terbesar diantara alternatif-alternatif yang telah disebutkan tadi.<br />Satu pertanyaan yang muncul dari ini ialah bagaimana menghitung keuntungan dari alternatif yang tidak sama. Kita harus menentukan sebuah nilai uang yang dihubungkan dengan tiap alternatif untuk memfasilitasi pembandingan dan penghitungan biaya peluang, yang hasilnya lebih-kurang akan menyulitkan untuk dihitung, tergantung dari benda yang akan kita bandingkan. Contohnya, untuk keputusan-keputusan yang melibatkan dampak lingkungan, nilai uangnya sangat sulit untuk dihitung karena ketidakpastian ilmiah. Menilai kehidupan seorang manusia atau dampak ekonomi dari tumpahnya minyak di Alaska, akan melibatkan banyak pilihan subyektif dengan implikasi etisnya.<br />[sunting] Penerapan ekonomi mikro<br />Ekonomi mikro yang diterapkan termasuk area besar belajar, banyak diantaranya menggambarkan metode dari yang lainnya. Regulasi dan organisasi industri mempelajari topik seperti masuk dan keluar dari firma, inovasi, aturan merek dagang. Hukum dan Ekonomi menerapkan prinsip ekonomi mikro ke pemilihan dan penguatan dari berkompetisi dengan rezim legal dan efisiensi relatifnya. Ekonomi Perburuhan mempelajari upah, kepegawaian, dan dinamika pasar buruh. Finansial publik (juga dikenal dengan ekonomi publik) mempelajari rancangan dari pajak pemerintah dan kebijakan pengeluaran dan efek ekonomi dari kebijakan-kebijakan tersebut (contohnya, program asuransi sosial). Ekonomi kesehatan mempelajari organisasi dari sistem kesehatan, termasuk peran dari pegawai kesehatan dan program asuransi kesehatan. Politik ekonomi mempelajari peran dari institusi politik dalam menentukan keluarnya sebuah kebijakan. Ekonomi kependudukan, yang mempelajari tantangan yang dihadapi oleh kota-kota, seperti gepeng, polusi air dan udara, kemacetan lalu-lintas, dan kemiskinan, digambarkan dalam geografi kependudukan dan sosiologi. Finansial Ekonomi mempelajari topik seperti struktur dari portofolio yang optimal, rasio dari pengembalian ke modal, analisa ekonometri dari keamanan pengembalian, dan kebiasaan finansial korporat. Bidang Sejarah ekonomi mempelajari evolusi dari ekonomi dan institusi ekonomi, menggunakan metode dan teknik dari bidang ekonomi, sejarah, geografi, sosiologi, psikologi dan ilmu politik.<br />

×