Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
SEMANTIK,PRAGMATIK, DAN SOSIOLINGUISTIK Membedakan prinsip-prinsip semantik,  pragmatik, dan kaitannya dengan  sosiolingu...
SEMANTIK
Makna Kata Tiap aspek dari makna sebuah kata terlihat  dalam sebuah pola karakteristik dari  kenormalan dan ketidaknormal...
Tujuh Tipe Makna menurut Leech  (2003:19-37)1. Makna Konseptual: isi yang logis, kognitif, atau denotatif.  Contoh: rumah2...
Kebertalian dan Ketidakbertalian Makna kata digambarkan sebagai pola kebertalian dan  ketidakbertalian dengan semua kata ...
Perikutan Makna   It’s a triangle memperikutkan makna    “it has three angles”   It’s a bird tidak memperikutkan makna  ...
Sifat Semantis   Makna kata yang bisa digali dari    hubungan kontekstual adalah salah satu    atau setidaknya sebagian d...
Sifat Ketercakupan danKeterkecualian Sifat ketercakupan dan  keterkecualian dapat didiagnosis  dengan membawa makna antar...
Sifat Keterdugaan,Kemungkinan, danKetidakterdugaan    Sifat keterdugaan, kemungkinan dan     ketidakterdugaan dapat diuji...
   Sifat kemungkinan ada ketika kedua    kalimat penguji menunjukkan paradoks    ekspresif dan P and Q normal:    It’s a ...
Kanonik   Sifat semantis yang dianggap tidak memiliki    "kecacatan" disebut sifat kanonik (Cruse,    1986:19).   ?The t...
PRAGMATIK
Definisi Pragmatikstudi tentang makna dalam hubungannya dengan situasi-situasi ujar (Leech, 1983).kajian tentang bagaima...
Konteks dalam Pragmatik Konteks  situasi lingkungan dalam arti yang  luas yang memungkinkan peserta pertuturan  untuk da...
Semantik dan Pragmatik   Perlakuan makna menurut Leech (1983):     Semantik : makna didefinisikan semata-mata     sebaga...
Pertentangan Pandangan Semantik Generatif (tokoh John R. Ross) memasukkan pragmatik ke dalam semantik hipotesis perform...
SOSIOLINGUISTIK
Pengertian SosiolinguistikIlmu  antardisiplin sosiologi-linguistik.Cabang linguistik yang mempelajari hubungan dan salin...
Bahasa dan MasyarakatDimensi  kemasyarakatan memberi “makna” pada bahasa, menyebabkan terjadinya ragam-ragam bahasa (Chae...
Pragmatik dan Sosiolinguistik Pragmatik: fokus kajian bahasa pada  hubungan lambang-penutur   sosiolinguistik (Chaer & A...
DAFTAR PUSTAKAChaer,    Abdul dan Leonie Agustina. 2004.     Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta:     Penerbit Rineka...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Semantik pragmatiksosiolinguistik

5,028 views

Published on

Mengenalkan perbedaan prinsip-prinsip semantik, pragmatik, dan sosiolinguistik (oleh Heidyanne R. Kaeni & R.A. Disyacitta Nariswari - Linguistik UI - September 2012)

Published in: Lifestyle, News & Politics
  • Be the first to comment

Semantik pragmatiksosiolinguistik

  1. 1. SEMANTIK,PRAGMATIK, DAN SOSIOLINGUISTIK Membedakan prinsip-prinsip semantik, pragmatik, dan kaitannya dengan sosiolinguistik Heidyanne R. Kaeni R. A. Disyacitta Nariswari Departemen Linguistik Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia Semptember 2012
  2. 2. SEMANTIK
  3. 3. Makna Kata Tiap aspek dari makna sebuah kata terlihat dalam sebuah pola karakteristik dari kenormalan dan ketidaknormalan semantis dalam konteks yang sesuai secara gramatikal (Cruse, 1986:15). Hubungan kewajaran antara unsur leksikal dengan konteks  hubungan kontekstual (Cruse, 1986:16) ◦ makna sebuah kata tercermin sepenuhnya dalam hubungan kontekstual ◦ makna sebuah kata dibentuk oleh hubungan kontekstualnya
  4. 4. Tujuh Tipe Makna menurut Leech (2003:19-37)1. Makna Konseptual: isi yang logis, kognitif, atau denotatif. Contoh: rumah2. Makna Konotatif: yang dikomunikasikan dengan apa yang diacu oleh bahasa. Contoh: pelacur – PSK; kakus – WC – kamar kecil3. Makna Stilistik: yang dikomunikasikan dari keadaan sosial mengenai penggunaan bahasa. Contoh: aku dan kau suka dancow4. Makna Afektif :yang terungkap dari perasaan dan tingkah laku pembicara/ penulis. Contoh: bedebah, honey,..5. Makna Refleksi: yang disampaikan melalui asosiasidengan pengertian yang lain dari ungkapan yang sama.Contoh: bacaan saat dzikir, sholat6. Makna Kolokatif: yang disampaikan melalui asosiasi dengan kata yang cenderung terjadi pada lingkup kata yang lain. Contoh: cantik - putri, gadis, perempuan, ...7. Makna Thematik: yang dikomunikasikan dengan cara dimana pesannya disusun atas dasar urutan dantekanan. Contoh: iklan bank, iklan shampo
  5. 5. Kebertalian dan Ketidakbertalian Makna kata digambarkan sebagai pola kebertalian dan ketidakbertalian dengan semua kata lain yang mampu bertentangan dalam konteks gramatika (Cruse, 1986:16). Kebertalian dan ketidakbertalian sintagmatik:  kebertalian sintagmatik ditetapkan oleh kapasitas asosiasi yang normal dalam ujaran contoh: The dog barked (kebertalian antara dog dan barked)  ketidakbertalian sintagmatik digambarkan oleh ketidakwajaran sintagmatik yang melanggar batasan gramatika contoh: The lions are chirruping. Kebertalian dan ketidakbertalian paradigmatik:  kebertalian paradigmatik kebertalian semantis antara pola kewajaran sintagmatik  ketidakbertalian paradigmatik ketidakbertalian semantis antara pola kewajaran sintagmatik contoh: Arthur fed the dog/ cat/ ?lamp-post. The dog/ cat/ ?lamp-post ran away. The ?dog/ ?cat/ lamp-post got bent in the crash. We painted the ?dog/ ?cat/ lamp-post red.
  6. 6. Perikutan Makna It’s a triangle memperikutkan makna “it has three angles” It’s a bird tidak memperikutkan makna “it is adapted for flight” It’s a dog tidak memperikutkan makna “it has four legs” Sumber: Cruse (1986:18)
  7. 7. Sifat Semantis Makna kata yang bisa digali dari hubungan kontekstual adalah salah satu atau setidaknya sebagian dari makna kata lain. Sebuah kata bermakna yang berperan dalam makna kata lain merupakan sifat semantis dari kata kedua (Cruse, 1986:16). Pembeda tingkat dan jenis peran dari sifat semantis: ketercakupan, keterdugaan, kemungkinan, ketidakterdugaan, dan keterkecualian
  8. 8. Sifat Ketercakupan danKeterkecualian Sifat ketercakupan dan keterkecualian dapat didiagnosis dengan membawa makna antar kalimat (Cruse, 1986:16-17). “animal” merupakan sifat ketercakupan dari dog karena It’s a dog membawa makna “it’s an animal”. “fish” merupakan sifat keterkecualian dari dog karena It’s a dog membawa makna “it’s not a fish”.
  9. 9. Sifat Keterdugaan,Kemungkinan, danKetidakterdugaan  Sifat keterdugaan, kemungkinan dan ketidakterdugaan dapat diuji oleh bentuk “P, tetapi Q” (Cruse, 1986:17).  It’s a dog tidak membawa makna “it can bark”  jadi “can bark” bukan sifat ketercakupan  Contoh yang menunjukkan sifat keterdugaan: It’s a dog, but it can bark. (kalimat ganjil)  paradoks ekspresif It’s a dog, but it can’t bark. (kalimat
  10. 10.  Sifat kemungkinan ada ketika kedua kalimat penguji menunjukkan paradoks ekspresif dan P and Q normal: It’s a dog, but it’s brown. (kalimat ganjil) It’s a dog, but it isn’t brown. (kalimat ganjil) It’s a dog and it’s brown. (kalimat normal) “can sing” merupakan sifat ketidakterdugaan dari dog: It’s a dog, but it can sing. (kalimat normal) It’s a dog, but it can’t sing. (paradoks ekspresif)
  11. 11. Kanonik Sifat semantis yang dianggap tidak memiliki "kecacatan" disebut sifat kanonik (Cruse, 1986:19). ?The typical dog has four legs. ?Dogs typically have four legs. The typical bird is adapted for flight. Birds are typically adapted for flight. ?A dog that does not have four legs is not necessarily defective. A bird that cannot fly is not necessarily defective. ?What kinds of dog have only three legs?
  12. 12. PRAGMATIK
  13. 13. Definisi Pragmatikstudi tentang makna dalam hubungannya dengan situasi-situasi ujar (Leech, 1983).kajian tentang bagaimana bahasa digunakan untuk berkomunikasi (Parker, 1986).kajian tentang kondisi penggunaan bahasa manusia sebagaimana ditentukan oleh konteks masyarakatnya (Mey, 1993).kajian hubungan antara bahasa dan konteks yang tergramatikalisasi atau terkodifikasi dalam struktur bahasa (Levinson, 1983)
  14. 14. Konteks dalam Pragmatik Konteks  situasi lingkungan dalam arti yang luas yang memungkinkan peserta pertuturan untuk dapat berinteraksi dan yang membuat ujaran mereka dapat dipahami (Mey, 1993). Pentingnya konteks dalam pragmatik: Wijana (1996) : Pragmatik mengkaji makna yang terikat konteks Searle, Kiefer dan Bierwich (1980) : Pragmatik berkaitan dengan interpretasi ungkapan yang mengikuti aturan sintaksis tertentu dan cara menginterpretasi ungkapan tersebut tergantung pada kondisi-kondisi khusus penggunaan ungkapan tersebut dalam konteks sumber: Nadar (2009:4)
  15. 15. Semantik dan Pragmatik Perlakuan makna menurut Leech (1983):  Semantik : makna didefinisikan semata-mata sebagai ciri ungkapan suatu bahasa, terpisah dari situasi, penutur, dan petuturnya  Pragmatik : makna diberi definisi dalam hubungannya dengan penutur (intended meaning and interpreted meaning). Kajian makna menurut Parker (1986):  Acuan penutur : kajian pragmatik  Referensi linguistik : kajian semantik Kajian makna menurut Frawly (1993): Konteks dan penggunaan (pragmatik) menentukan makna Semantik bahasa tidak terlalu terkait dengan pengkajian konteks & penggunaan bahasa sumber: Nadar (2009:3)
  16. 16. Pertentangan Pandangan Semantik Generatif (tokoh John R. Ross) memasukkan pragmatik ke dalam semantik hipotesis performatif: sebuah kalimat dalam representasi struktur batin/semantiknya merupakan kalimat performatif cth 1: “Saya menyatakan kepadamu bahwa X” cth 2: “Saya memerintahkan kamu untuk Y” daya ilokusi / daya pragmatik suatu tuturan terkurung di dalam struktur semantiknya Ahli Filsafat (tokoh: John R. Searle) skeptis terhadap pendekatan makna sebagai wujud abstrak (konsep-konsep)  semantik masuk ke dalam pragmatik usul: teori makna sebagai sub bagian dan teori tindakan definisi makna bertolak dari tindakan ujar penutur – petutur Leech (1983:7)
  17. 17. SOSIOLINGUISTIK
  18. 18. Pengertian SosiolinguistikIlmu antardisiplin sosiologi-linguistik.Cabang linguistik yang mempelajari hubungan dan saling pengaruh antara perilaku bahasa dan perilaku sosial (Kridalaksana, 2011:225).Kajian bahasa dalam penggunaannya untuk meneliti hubungan konvensi pemakaian bahasa dengan aspek- aspek lain dari tingkah laku sosial (Criper & Widdowson dalam Chaer, 2004).
  19. 19. Bahasa dan MasyarakatDimensi kemasyarakatan memberi “makna” pada bahasa, menyebabkan terjadinya ragam-ragam bahasa (Chaer & Agustina, 2004:2-3).Menurut Chaer & Agustina (2004), bahasa sebagai objek dalam sosiolinguistik: dilihat/didekati sebagai sarana interaksi atau komunikasi di dalam masyarakat manusia tiap kegiatan kemasyarakatan tidak lepas dari penggunaan bahasa  rumusan
  20. 20. Pragmatik dan Sosiolinguistik Pragmatik: fokus kajian bahasa pada hubungan lambang-penutur  sosiolinguistik (Chaer & Agustina, 2004:2- 3). Menurut Leech (1983), pertemuan sosiologi-pragmatik:  didasarkan pada kenyataan Prinsip Kerjasama dan Prinsip Sopan Santun berperan secara berbeda dalam kebudayaan masyarakat bahasa yang berbeda.  deskripsi pragmatik harus dikaitkan dengan kondisi-kondisi sosial tertentu.
  21. 21. DAFTAR PUSTAKAChaer, Abdul dan Leonie Agustina. 2004. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.Cruse, D. A. 1986. Lexical Semantics. Cambridge University Press.Kridalaksana, Harimurti. 2011. Kamus Linguistik Edisi Keempat. Jakarta: Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama.Leech, Geoffrey. 1983. The Principles of Pragmatics. Longman Group Limited.____________. 2003. Semantik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.Nadar, F. X. 2009. Pragmatik & Penelitian Pragmatik. Yogyakarta: Graha Ilmu.

×