Suara Merdeka 19 Februari 2014

8,601 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
8,601
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
18
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Suara Merdeka 19 Februari 2014

  1. 1. RABU WAGE, 19 FEBRUARI 2014 TAHUN 65 NO. 9 ■ TERBIT 32 HALAMAN kunjungi kami di : www.suaramerdeka.com m.suaramerdeka.com 1 epaper.suaramerdeka.com PULIHKAN KEHORMATAN LONDON - Arsenal akan memasuki Stadion Emirates, Kamis (20/2), dengan keinginan kuat melakukan balas dendam terhadap Bayern Munich. Mereka telah belajar dari kekalahan menyakitkan di kandang musim lalu. Pada 20122013, The Gunners dipermak 1-3 oleh Bayern Munich saat kedua t i m bertemu pada leg pertama Liga Champions di London. Meskipun Arsenal kemudian menyelamatkan kebanggaan dengan kemenangan 2-0 di Munich pada leg kedua, itu tidak cukup untuk mencegah mereka tersingkir dari babak 16 besar untuk musim ketiga berturut-turut. Pelatih Arsene Wenger pun menghadapi tugas menakutkan. Dia harus memastikan Arsenal terhindar dari tersingkir di babak 16 besar empat tahun berturut-turut. Tim Meriam London itu telah semakin bagus, setidaknya jika dibandingkan pertemuan satu tahun lalu. Mereka mendapat suntikan tenaga tambahan dengan kedatangan Mesut Oezil dari Real Madrid senilai 42,5 juta pound atau Rp 828 miliar. Bayern tengah menikmati kemajuan, meski ada sedikit tanda melambat, di bawah Pep Guardiola, yang memimpin Barcelona meraih kemenangan atas Arsenal di tahap ini pada musim 2010-2011. Juara Bundesliga, Piala Jerman, dan Liga Champions itu mendapat keuntungan dari model pendekatan baru Guardiola, yang berhasil mengubah Philipp Lahm sebagai poros di lini tengah. Aaron Ramsey Pertempuran akan memperlihatkan seberapa matang Aaron Ramsey dan Toni Kroos. Dua gelandang muda itu berkembang pesat d i klub masingmasing. Tahun lalu, Ramsey masih jauh di bawah jika dibandingkan Kroos dalam hal pengakuan kemampuan individual. Kroos ikut menghancurkan pertahanan Arsenal di Emirates lewat satu golnya, sementara Ramsey masih menjadi pemain yang diragukan. Barcelona FC Namun dia telah berubah dalam 12 bulan terakhir. Kemampuannya naik dan menjadi terkenal. Itu berarti, jurang pemisah di antara keduanya tak akan lagi kentara. Ramsey telah menjaringkan 10 gol untuk tim, dua di antaranya di Liga Champions. Kehadiran Ramsey bisa membuat Bayern memiliki rasa takut lebih ketimbang tahun lalu. Kroos, sementara itu, bertipe perfeksionis. Dia selalu ‘‘membelai‘‘ bola sebelum benar-benar mengirimnya ke depan. Kecerdasan Ramsey akan diuji oleh kemampuan Kroos, yang musim depan kemungkinan berpindah ke Old Trafford. Di bagian yang sama, pertarungan juga akan melibatkan Mesut Oezil dan Javi Martinez. (Bersambung hlm 11 kol 1) Deddy Kusdinar Janji Ungkap Aktor Besar ● Dituntut Sembilan Tahun JAKARTA Pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek Hambalang Deddy Kusdinar dituntut sembilan tahun penjara oleh jaksa Komisi Peberantasan Korupsi (KPK). Mantan kepala Biro Perencanaan Kementerian Pemuda dan Olahraga itu berjanji mengungkap peran aktor-aktor besar yang bermain dalam megaproyek tersebut. “Aktor besar akan kami ungkap dalam pembelaan,” ujar kuasa hukum Deddy Kusdinar, Samsul Huda, usai sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (18/2). (Bersambung hlm 11 kol 1) Deddy Kusdinar SM/Antara SM/Reuters Lahar Kelud Meluncur ● Pulang, Pengungsi Terjebak KEDIRI - Hujan deras yang mengguyur puncak dan lereng Gunung Kelud, Selasa (18/2), mengakibatkan jutaan kubik lahar dingin meluncur ke kawasan di bawahnya. Material sisa erupsi itu mengalir ke sejumlah sungai dan menuju ke wilayah Kabupaten Malang, Kediri, dan Blitar. Lahar dingin antara lain mengalir ke Sungai Konto di Kecamatan Puncu dan sungai lain di Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri. Derasnya terjangan lahar dilaporkan merusak sejumlah jembatan. Sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa. Dua penambang pasir terseret lahar, namun berhasil diselamatkan. Selain itu, sejumlah penduduk Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, (Bersambung hlm 11 kol 4) PANTAU LAHAR: Petugas melihat kondisi Sungai Konto yang dialiri lahar dingin di Jembatan Kandangan, Kediri, Jawa Timur, Selasa (18/2).(58) PDIP Cegah Risma Mundur JAKARTA- PDIPberkeyakinan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tidak akan menyerah dan tetap mengemban tugasnya hingga akhir masa jabatan. Selaku partai yang menaunginya, PDIP akan mencegah Risma mundur karena dia masih dibutuhkan rakyat. ”Risma ikon partai dan ikon Surabaya,”kata politikus senior PDIP yang juga Ketua MPR Sidarto Danusubroto, Selasa (18/2). Sidarto mengatakan, PDIP sama sekali tak ingin Risma mundur. Untuk mempertahankan Risma, PDIP mengutus para petingginya ke Surabaya guna berbicara dengan sang wali kota. Sekjen Tjahjo Kumolo termasuk yang berangkat ke Kota Pahlawan. Menurut Sidarto, PDIP akan menyelesaikan masalah ini secara internal dengan Risma. Tjahjo Kumolo mengatakan, PDIP mendukung kepemimpinan Wali Kota Tri Rismaharini dan wakilnya, Wisnu Sakti Buana untuk menyelesaikan tugas hingga akhir masa jabatan. Menurut dia, menjadi pemimpin tidak mudah. Namun, berbagai tekanan itu justru akan memperkuat karakter Risma. (Bersambung hlm 11 kol 1) SM/Antara 8 Sri Widyastuti Bawa SMA 1 Mojotengah 10 Besar Nasional Hijaukan Sekolah, Jadi Jujugan SMA Se-Indonesia terdapat mata air ini beberapa kali berhasil menyabet juara sekolah sehat dan bersih, di antaranya memenangi Green School Award 2012 dan 2013 yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis Universitas Negeri Semarang (Unnes). Keberhasilan itu diperoleh setelah memenuhi berbagai kriteria dan komitmen terhadap kebijakan konservasi dan ramah lingkungan. Kriteria itu antara lain dilihat dari kondisi fisik sekolah, lokasi dan jumlah ruang hijau, juga informasi tentang penggunaan energi, transportasi, penggunaan air, proses daur ulang sampah, serta pengolahan limbah. (Bersambung hlm 11 kol 4) Sri Widyastuti Bangkok Rusuh Lagi BAKU tembak antara polisi Thailand dan pemprotes antipemerintah pecah di Bangkok ketika aparat berupaya membersihkan para pendemo dari jalanan Kota Bangkok, kemarin (18/2). 10 NASIONAL BK Maklumi Anggota DPRD Bolos BADAN Kehormatan (BK) DPRD Jateng memaklumi anggota Dewan yang bolos. Ketidaktegasan itulah menjadi pemicu tidak jeranya para wakil rakyat itu untuk membolos. Cara Alami Suburkan Sperma (Kanal “Lelaki”) SM/Edy Purnomo Kesehariannya sederhana, senang berdiskusi, dan berkeliling sekolah. Itulah sosok Sri Widyastuti (52), guru dan kepala sekolah yang berhasil mengantarkan SMA 1 Mojotengah Wonosobo menjadi salah satu dari 10 sekolah terbaik Kementerian Pendidikan Nasional 2014, serta beberapa kali menyabet penghargaan pengelolaan lingkungan terbaik. GURU kelahiran 12 Desember 1961 ini menyukai masalah lingkungan sejak remaja. Ia menjadikan bunga sebagai media untuk bereksperimen sekaligus sebagai hiburan. Hobinya merawat bunga itu dinikmati hingga sekarang, sehingga dia pun bersemangat saat diberi tugas untuk memimpin SMA Mojotengah. Sebab, lahan sekolah itu luas. Cocok untuk melampiaskan hobinya. ”Kalau pulang, yang pertama saya pegang anggrek,” ucapnya. Di sekolah, Widyastuti berhasil menyulap 40 persen lahan menjadi pusat pembibitan dan hutan sekolah. Dia menargetkan tahun ini tidak ada sejengkal tanah pun yang kosong tanpa penghijauan. Melalui sentuhannya, SMA 1 Mojotengah berhasil menjadi Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan (Adiwiyata) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013, sehingga menjadi wakil provinsi ini di tingkat nasional. SMA 1 Mojotengah juga berhasil menjadi Sekolah Sehat Tingkat Kabupaten Wonosobo. Lembaga pendidikan yang di lahannya INTERNASIONAL Manfaat Daun Alpukat untuk Kesehatan (Kanal “Sehat”)
  2. 2. RABU, 19 FEBRUARI 2014 Peluang Jokowi Bisa Berubah ● Capres PD Belum Aman JAKARTA - Gubernur DKI Joko Widodo dinilai dalam posisi politik yang tidak bebas untuk maju dalam Pemilu Presiden 2014. Meski secara statistik berpeluang menang, dapat dikalahkan oleh sejumlah hal. SM/Antara WAKAPOLRI KE KPK : Wakapolri Komjen Pol Oegroseno memberikan keterangan pers seusai mengunjungi gedung KPK untuk berpamitan kepada pimpinan KPK dan penyidik, Selasa (18/2). (58) Pamitan, Wakapolri Sambangi KPK JAKARTA-Wakil Kepala Kepolisian RI (Wakapolri), Komisaris Jenderal Oegroseno mengaku datang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pembinaan sumber daya manusia anggota Polri yang bertugas di lembaga antirasuah tersebut. ”Kan ada penugasan anggota Polri di KPK. Sedang kita pelajari apakah ada masalah-masalah yang belum selesai, pembinaan karir dan lain sebagainya,” ujar Oegroseno di gedung KPK, Selasa (18/2). Dia mengungkapkan, jika KPK mem- butuhkan penambahan personel dari Polri, pihaknya siap untuk melakukannya. ”Nanti kalau dibutuhkan nggak masalah,” katanya. Pengabdian Sementara itu, saat ditanyakan apakah Ia berniat mendaftar menjadi komisioner KPK setelah pensiun, jenderal bintang tiga ini menjawab dengan diplomatis. ”Belum tahu. Yang penting pengabdian terhadap bangsa tidak berhenti,” katanya. Sebelumnya Juru Bicara KPK, Johan Budi mengatakan kunjungan Wakapolri ke KPK dalam rangka berpamitan sebelum masa pensiun. ”Pamit saja mau pensiun, dengan pimpinan KPK dan penyidik,” ujar Johan saat dikonfirmasi. Oegroseno diangkat menjadi Wakapolri berdasarkan keputusan Kapolri, Nomer Kep 557 VII 2013, tertanggal 31 Juli 2013 menggantikan Komjen Nanan Sukarna yang pensiun. Oegrosesno sendiri diketahui akan segera masa pensiun pada akhir Februari 2014.(J13-80) Dana Saksi Parpol Pasti Batal JAKARTA - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad menyatakan, kebijakan pembiayaan saksi partai oleh negara hampir pasti batal. Menurut dia, pemerintah tidak mau mengambil risiko atas ketidakjelasan sikap parpol dan tidak ada regulasi yang memayunginya. ”Cuma disayangkan keputusan terlambat. Pemerintah sudah pastikan tak jalankan, tentu Bawaslu harus siap,” kata Muhammad di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (18/2). Muhammad mengatakan, rencana pembiayaan mitra pengawas pemilu lapangan (PPL) juga terancam gagal. Padahal, kebijakan tersebut sudah lama disetujui dan tidak ada satu pun partai yang menolak. ”Kami kecewa pemerintah seperti ini,” ujarnya. Muhammad menegaskan, persolan pemilu begitu penting. Apabila mitra PPLtidak disetujui, dia khawatir pengawasan pemilu tidak berjalan optimal. ”Ada indikasi karena Bawaslu tak bersedia mengelola dana saksi parpol, mitra PPL juga dihambat-hambat,” katanya. Dia menambahkan, jika keduanya batal, Bawaslu akan tetap bekerja sesuai dengan kemampuan. Meski demikian, dia mengingatkan semakin banyak pihak yang mengawasi pemilu akan semakin positif, karena potensi pelanggaran bisa ditekan. ”Bayangkan tiap TPS tak ada pengawasannya. Menjadi sebuah kecelakaan politik, kenapa undang-undang tidak mewajibkan tiap TPS ada pengawasnya,” tuturnya.(viva-80) Jalan Rusak di Jateng Paling Parah JAKARTA - Banjir melanda berbagai daerah pada Januari 2014. Sejumlah jalan mengalami kerusakan parah terutama di wilayah Jawa Tengah. Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak di Jakarta, Selasa (18/2), mengatakan Jawa Tengah mengalami kerusakan jalan yang paling parah. Kerusakan jalan mencapai 130 kilometer. Untuk memperbaiki jalan tersebut, Kementerian PU menutupnya dengan batu pecah di titik-titik tertentu. Sementara itu di titik yang lebih banyak mengalami kerusakan dibobol sekalian untuk kemudian diberikan lapis aspal. ”Nanti kira-kira bulan Maret kita lakukan (lapis aspal) dengan lebih permanen,” ujar Hermanto. Biaya untuk memperbaiki jalan rusak tersebut tidak sedikit. Menurut Hermato, jalan dengan lebar tujuh meter per satu kilometer menghabiskan biaya sekitar Rp 3 miliar hingga Rp 5 miliar. Dalam hal ini, PU akan menghabiskan anggaran untuk perbaikan jalan. Bukan hanya akibat banjir, namun juga sebagai langkah antisipasi menjelang Lebaran. Dana APBN Wamen juga menambahkan, Kementerian PU harus mengeluarkan dana Rp 5 miliar untuk memperbaiki tiap satu kilometer jalan yang rusak di jalur Pantai Utara (Pantura). ”Dana yang diambil dari APBN tersebut bisa Rp 3 sampai Rp 5 miliar,” ujar Hermanto. Saat ini Kementerian PU memperbaiki kerusakan jalan sementara. Hal tersebut agar jalur pantura bisa diakses. Mulai bulan depan, Kementerian PU melakukan perbaikan secara permanen. Saat ini PU hanya melapisi jalanan rusak dan berlubang dengan aspal. ”Kita berikan lapisan aspal. Bulan depan sudah mulai terang, kita lakukan perbaikan dengan lebih permanen,” jelasnya.(bn80) ”Yang pertama adalah keputusan politik internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Berikutnya adalah bila Jokowi menjatuhkan dirinya sendiri dan membuat blunder,” kata pengamat politik Yunarto Wijaya, Selasa (18/2). Menurutnya, kemungkinan apa pun masih mungkin terjadi. Apalagi sistem politik di Indonesia yang belum sepenuhnya mapan. Hal itu ditambah dengan sistem pengambilan keputusan dalam partai yang masih bersifat feodal dan tertutup. ”Bukan tidak mungkin Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri mengambil keputusan yang berbeda dengan prediksi lembaga survei,” ujarnya. Dia menambahkan, publik perlu mempertimbangkan dua hal saat membaca hasil survei. Yang pertama, posisi terakhir secara elektoral. Berikutnya, harus membaca tren. ”Paling tidak dari tingkat elektabilitas capres, minimal setahun terakhir. Dengan demikian dapat diprediksi siapa yang berpeluang untuk menang. Secara statistik, Jokowi memang hampir tidak mungkin dikalahkan,” paparnya. Diduga Bayar Corby TV Australia Digerebek JAKARTA - Kepolisian Australia menggerebek kantor jaringan televisi Channel 7 di tengah spekulasi televisi itu akan membayar terpidana narkotika Schapelle Corby untuk mendapatkan wawancara. Polisi mengatakan penggerebekan dilakukan atas dasar peraturan yang melarang pelaku kejahatan mengeruk keuntungan dari tindakannya. Televisi Channel 7 mengecam penggerebekan kepolisian federal Australia dengan alasan belum ada kesepakatan yang dicapai dengan Corby. ”Kepolisian Federal Australia (AFP) sebelumnya meminta informasi mengenai Corby dan kontrak yang mungkin telah kita buat, dan kami memberikan semua informasi yang diminta dan memberikan perintah kepada tim pengacara kami untuk memberikan informasi tambahan yang mungkin Erupsi Gunung Api Bukan ”Penyakit Menular” SETELAHGunung Sinabung (2.460 mdpl) di Karo, Sumut, giliran meletus Gunung Kelud (1.731 mdpl) di perbatasan Kediri, Blitar, dan Malang. Ada hubungan atau faktor kebetulan? Pertanyaan itu muncul karena kabar tersebut diikuti rentetan gunung api lainnya yang seolaholah baru kemarin sore menggeliat. Di luar gunung api itu, muncul tiga gunung api berstatus Siaga dan 17 gunung api berstatus Waspada. Bayangan itu kemudian menimbulkan rasa tidak tenang. Bahaya tiba-tiba seolah berada di depan mata, tanpa terkesan bisa me- lakukan sesuatu apa pun. Termasuk memilah-milah dan mencerna dinamika yang berkembang. Padahal sejumlah gunung, di antaranya Kerinci (Jambi) sudah Waspada sejak September 2007 dan belum dicabut. Demikian pula Dukono, Halmahera (Juni 2008), atau Anak Krakatau yang status Waspadanya sudah dinyatakan sejak Januari 2012. Dalam catatan sejarah, letusan gunung api di Selat Sunda itu sangat dahsyat pada Agustus 1833. Bila meletus belakangan ini, PVMBG hanya menaikan status ”tertinggi”-nya di level Siaga. SM/Juli Nugroho MENGECEK : Surono mengecek alat pemantau gunung berapi. (58) Kita malah bisa menikmati letusannya langsung dalam jarak relatif dekat termasuk lava pijar yang menggores malam dari kawahnya. Tentu saja itu ada syaratnya. Ikuti rekomendasi pihak yang berwenang dan jangan cobacoba melanggarnya. Untuk kembali ke periode tersohornya tersebut, Anak Krakatau butuh pertumbuhan dan itu yang sedang berlangsung. Letusan Semeru (3.676 mdpl), gunung api tertinggi di Pulau Jawa bahkan seperti tak terbilang. Letusannya bisa puluhan bahkan ratusan per hari namun statusnya tetap Waspada. Terakhir status Semeru itu ditetapkan sejak Mei 2012. Letusan itu tak ada akumulasi energi yang bisa berpotensi jadi erupsi besar. Sistem Gambaran seperti itu semakin menunjukkan, setiap gunung api mempunyai sistem tersendiri dalam membangun aktivitasnya. Tidak ada ceritanya aktivitas gunung satu dengan gunung lainnya itu ada perjanjian untuk menggeliat. Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Surono mempunyai istilah dalam melukiskannya. ”Gunung api bukan virus flu yang bisa menular,” jelas pria yang intim disapa Mbah Rono itu. Demikian pula dengan Kelud. Gunung tersebut sempat meng- alami perubahan pola letusan pada 2007 sebelum kembali ke ciri asalnya, eksplosif. Pada letusan tujuh tahun lalu itu, letusan Kelud hanya memunculkan kubah lava dengan volume 16,28 juta meter kubik. Perbedaan yang terjadi karena gas Kelud tidak terakumulasi penuh sehingga mengalami kebocoran yang diketahui melalui perubahan air di danau kawah yang sudah hilang karena ditumbuhi kubah lava. Kenapa Kelud seperti itu? Cukup eksplosif. Bayangkan saja kolom asapnya menjulang hingga 20 km. Kepala Lapan, Thomas Djamaluddin menyebut sebagian material vulkanik itu mencapai stratosfer. Dari peristiwa sebelumnya, debu letusan Gunung Galunggung pada 1982 dan Gunung Pinatubo 1991 yang bertahan lebih dari 2 tahun di stratosfer. Terkait dampaknya, Jamaluddin memperkirakan tak terlalu banyak memberi perubahan pada suhu global. Hal ini berbeda dengan Kasus Letusan Pinatubo, Filipina yang berkontribusi pada laju penurunan suhu global 0,2 0,5 derajat dalam rentang 1-3 tahun. Saat itu, debunya sangat masif dan menyebar luas. ”Efeknya tidak signifikan karena volume debu belum cukup untuk mengurangi transparansi Namun, itu semua masih sangat mungkin berubah. Apalagi, faksionalisasi yang ada di PDIP tidak terlalu kuat. Apalagi sikap Mega sangat sulit diprediksi, bahkan oleh orang-orang terdekatnya. ”Dalam konteks pengambilan keputusan, keluarganya juga belum tentu bisa mempengaruhinya. Sebab, Mega sangat independen. Hal itu bisa kita lihat dari rekam jejaknya selama ini,” katanya. Dikatakan, Mega betul-betul menjadi variabel independen, sehingga dalam soal capres, bukan tidak mungkin akan ada keputusan yang mengejutkan yang tidak terduga. ”Baik dari sisi waktu pengambilan keputusan, maupun siapakah yang nantinya akan dicapreskan oleh PDIP. Sebagai variabel independen, sikap Mega bahkan tidak terbaca oleh faksi-faksi yang ada di internal PDIP,” tegasnya. Untungkan Prabowo Dia menambahkan, bila akhirnya PDIP tidak mencalonkan Jokowi, maka yang diuntungkan Prabowo Subianto. Sebab, dia akan mendapatkan limpahan suara. ”Selain Jokowi, Prabowo adalah orang itulah yang dianggap sebagai antitesa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Prabowo dinilai memiliki ketegasan. Sementara, Jokowi dianggap berbeda dengan SBY yang cenderung normatif, dan berjarak,” imbuhnya. Dalam kesempatan itu Yunarto juga menilai, aturan mengenai presidentialthreshold akan menyebabkan capres yang dihasilkan oleh Konvensi Capres Partai Demokrat belum aman. Sebab, tidak realistis bila muncul capres dari partai yang elektabiltasnya diperkirakan berada di bawah 10 persen. ”Bukan bermaksud mendiskreditkan, namun sejauh ini belum ada aturan tegas di internal partai tersebut mengenai nasib capresnya bila suaranya dalam pemilu legislatif di bawah presidential threshold. Tak heran banyak pihak yang mengatakan konvensi untuk calon wapres,” tuturnya. Sebab, akan lebih memungkinkan bagi capres terpilih untuk melamar posisi sebagai cawapres dari mereka yang akan maju sebagai capres. ”Bila hasil surveinya makin turun, maka bukan tidak mungkin justru menjadi konvensi menteri,” selorohnya. Buka Ruang Demokrasi, Parpol Lain Bisa Ikuti Langkah Demokrat Gelar Konvensi Terpisah peserta konvensi Marzuki Alie menilai demokrasi akan lebih hidup bila seluruh partai politik membuka ruang untuk publik menjadi pemimpin nasional. Selain itu, konvensi juga juga akan menghilangkan oligarki elite politik. (H28,J22-80) atmosfer yang berdampak pendinginan,” tandasnya. Mengapa Kelud bisa seperti itu? Vulkanologis Mas Atje Purbawinata menyebut kondisi itu tak terlepas dari munculnya kubah lava Kelud. Dengan munculnya kubah lava berarti mengubah komposisi magma Kelud sekaligus karakter letusannya. Sifat magma-nya menjadi lebih asam, lebih kental, kandungan silika-nya pun berlimpah. Gas-gas yang muncul akan terserap dalam kandungan magma-nya. Komposisi tersebut menjadikan letusan Kelud akan sangat eksplosif. ”Krisis Kelud 2007 merupakan akhir tipe letusan danau kawah. Mulai sekarang, letusan Kelud bersifat eksplosif. Keasaman magma-nya bersifat menghancurkan,” katanya. ”Melihat rupa bumi kompleks Kelud, tidak tertutup kemungkinan pusat erupsi berikutnya berpindahpindah,” imbuh Mas Atje. Kelud sendiri mempunyai tujuh kawah. Kondisi tersebut semakin menegaskan, gunung api memang mempunyai sistem yang berbeda terutama dalam pelepasan energinya. Sebelum Kelud, ada dua gempa yang terjadi yakni gempa Kebumen 6,2 SR Januari lalu dan gempa terasa skala 4,5 pada Senin (11/2). Lalu di pusat Pantai Selatan Jatim. (Setiadi Dwie-80) mereka miliki,” kata Tim Worner, pucuk pimpinan Seven West Media, yang membawahi Channel 7. ”Tampaknya AFP tidak percaya bahwa kita belum mencapai kesepatan atau pemahaman dengan Schapelle Corby.” Kasus Corby mendapat per- hatian besar di Australia. Puluhan wartawan dan juru kamera terbang ke Bali guna meliput pembebasan bersyarat Corby dari penjara di Kerobokan, Bali. Muncul spekulasi bahwa Corby dan keluarganya melakukan negosiasi untuk menjual kisahnya.(dtc-80) SM/Reuters Schapelle Corby
  3. 3. RABU, 19 FEBRUARI 2014 Dicecar soal THR Tri Yulianto Marah JAKARTA - Anggota Komisi VII Bidang Energi DPR, Tri Yulianto naik pitam saat dicecar kuasa hukum terdakwa Deviardi, Effendi Saman. Dia ditanya soal uang tunjangan hari raya (THR) yang diberikan oleh mantan kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini. Bahkan saat ditanya pertemuan dengan Ketua Komisi VII DPR, Sutan Bhatoegana dengan Rudi Rubiandini di luar rapat komisi, politikus Partai Demokrat itu emosional. ìApakah ada rapat soal THR di Komisi VII?î Tanya Effendi dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap di SKK Migas di Pengadilan Tipikor, Selasa (18/2). Tri membantah. ìTidak ada. Tidak pernah itu,î jawabnya. Pertanyaan dilanjutkan terkait pertemuan anggota Komisi VII dengan pejabat SKK Migas di luar ruang rapat. ìTidak ada. Dalam konteks tugas tidak boleh, kecuali di ruang rapat. (Tapi) kalau tidak sengaja memang tidak boleh ketemu?î Effendi kemudian menanyakan soal pertemuan Bhatoegana dengan Rudi Rubiandini kepada Tri. Dia mengaku tidak tahu, baik secara langsung maupun melalui media. ìSaya nggak tahu, saya nggak urus yang begitu-begituan,î katanya dengan nada tinggi. Tri juga membantah ada rapat khusus di Komisi VII DPR yang membahas soal penggeledahan ruang kerjanya dan Ketua Komisi VII Sutan Bhatoegana. Namun dia mengakui pernah mengajak pengusaha Iswan Priyadi menemui Rudi Rubiandini. "Iya saya pernah. Jadi saya ketemu dia di lobi. Saya ajak sekalian bertemu Pak Rudi," ujar Tri. Pernah Bertemu Ketua Majelis Hakim Amin Iswanto menanyakan berkas dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Tri Yulianto. Dalam pengakuannya Tri pernah berkunjung ke ruang kerja Rudi Rubiandini. Hal itu terjadi setelah Rudi menjadi Kepala SKK Migas. Tri ternyata tidak sendirian. Dia bersama pengusaha bernama Iswan Priyadi. Kesaksian Tri ini lantas memancing pertanyaan-pertanyaan lanjutan dari Jaksa Riyono. Penuntut umum mencecarnya karena dia mengaku hanya kebetulan bertemu dengan Iswan Priyadi. "Kalau kebetulan kenapa Anda ajak bareng bertemu Pak Rudi," tanya jaksa. "Ya karena saya melihat dia. Saya ajak saja ke atas. Kenalan dengan Pak Rudi," kata Tri. Tri mengatakan dalam pertemuan dengan Rudi itu, dirinya hanya hendak bersilaturahmi. Sementara itu pengusaha itu hendak mengikuti tender. "Dia katanya mau ikut lelang. Tidak tahu lelang apa. Setahu saya dia pengusaha perkapalan," ujar Tri. Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Amin Ismanto mencecar Tri Yulianto terkait titipan uang tunjangan hari raya dari Rudi Rubiandini untuk Sutan Bathoegana. Awalnya, Tri ditanya Amin Ismanto soal perkara SKK Migas. "Saya disangka media menerima THR," kata Tri. Pertanyaan soal THR dari Rudi juga dilakukan Hakim Matheus Samiadji. "Sekali lagi apakah saudara tidak menerima titipan THR dari terdakwa kepada Sutan Bhatoegana," tanya Samdiadji. "Tidak pernah yang mulia," tegasnya. Dalam dakwaan Rudi, Sutan menerima 200 ribu dolar AS. Uang ini merupakan bagian uang 300 ribu dolar AS yang diterima Rudi dari bos Kernel Oil, Widodo Ratanachaitong. Uang ini diterima Rudi melalui pelatih golfnya Deviardi pada 26 Juli 2013 di Plaza Mandiri, Jakarta. Rudi sebagaimana dipaparkan dalam dakwaan mengaku memberikan 200 ribu dolar AS kepada Sutan melalui Tri Yulianto. Serah terima uang dilakukan di sebuah toko buah All Fresh di Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan. Dia tetap membantah menerima titipan uang dalam pertemuan di toko buah All Fresh, Jl MTHaryono, Jaksel. Saksi Asep Toni, mantan sopir Rudi sebelumnya mengaku melihat Rudi membawa tas ransel saat turun dari parkir All Fresh pada 26 Juli 2013. Saat kembali ke mobil, tas ransel itu tidak dibawa lagi. (D3,J13-80) SM/Antara SIDANG RUDI: Terdakwa kasus dugaan korupsi di lingkungan SKK Migas Rudi Rubiandini menyimak keterangan saksi saat lanjutan persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (18/2). (58) Roger Danuarta Terancam 7 Tahun Penjara SM/Detikcom Roger Danuarta JAKARTA- Tersangka aktor sinetron Roger Danuarta dijerat pasal berlapis dan terancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara karena kedapatan memakai, menyimpan serta memiliki narkoba. Roger diketahui sakaw saat mengendarai mobil mercy B-368-RY yang berada Jalan Kayu Putih Tengah Kecamatan Pulogadung Jakarta Timur, Minggu (16/2) lalu. Ditahan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto mengungkapkan, Roger dikenai Pasal 111, Pasal 112, dan Pasal 127 Undang-undang Nomor 35/2009 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Narkotika. "Ancamannya tujuh tahun penjara," ujar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Selasa (18/2). Rikwanto mengungkapkan, Roger masih menjalani proses penyidikan dan ditahan di Polsek Pulogadung. Untuk putusan direhabilitasi atau dipenjara tergantung dari keputusan pengadilan nanti. Seperti diketahui, Roger sakau saat mengendarai mobilnya, sehingga mengakibatkan kemacetan lalu lintas. Saat digeledah, dimobilnya ditemukan barang bukti berupa ganja kering seberat 15,7 gram, heroin 1,50 gram dan jarum suntik.(K24-80) SM/Antara KETERANGAN INDAH DEWI: Penyanyi Indah Dewi Pertiwi atau IDP memberikan keterangan kepada wartawan terkait kasus penerimaan uang dari tersangka kasus korupsi Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan di Jaksel, Selasa (28/2). (58) Indah dan Chynthiara Alona Klarifikasi JAKARTA - Tim Kuasa Hukum Artis Cynthiara Alona mendatangi kantor Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK), Selasa (18/2), untuk mengklarifikasi dugaan aliran dana dari pengusaha Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Transaksi dana yang mengalir ke sejumlah artis itu diduga diperoleh Wawan dari hasil korupsi dalam sejumlah proyek yang merugikan negara. "Kami ingin mengklarifikasi terkait dugaan klien kami yang disebut menerima aliran dana dari tersangka Wawan yang saat ini disidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," kata Sunan Kalijaga, kuasa hukum Cynthiara Alona di kantor PPATK, kemarin. Sunan bersama sejumlah pengacara lainnya mengaku ingin memastikan kebenaran kabar itu secara langsung dari PPATK. Jika memang betul ada uang Wawan mengalir ke rekening kliennya, pengacara siap kooperatif membantu penegak hukum. Sunan juga mewakili artis Catherine Wilson dan beberapa artis lain yang namanya disebut menerima aliran dana dan hadiah berupa mobil dan rumah dari Wawan. Kendati demikian, lanjut Sunan, kliennya merasa dirugikan atas pemberitaan bahwa kliennya menerima aliran dana dan harta benda dari Wawan yang juga suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany itu. "Dia merasa sangat dirugikan, nama baiknya dicemarkan. Kalau nanti memang tidak ada nama klien kami dalam daftar penyidikan itu, kami meminta KPK dan PPATK untuk memulihkan nama baik mereka," katanya. Setelah dari PPATK, tim kuasa hukum yang dipimpin Sunan Kalijaga itu langsung mendatangi kantor KPK untuk melakukan hal yang sama, yakni meminta kejelasan soal klien mereka. Sementara itu penyanyi Indah Dewi Pertiwi alias IDP juga mengklarifikasi terkait namanya yang disebut-sebut menerima aliran dana dari Wawan. Dia yakin, inisial IDP yang menerima dana dari Wawan itu bukan dirinya. "Kami mendatangi KPK untuk meminta penjelasan itu," kata IDP. Pekan Depan Supaya kasus ini segera selesai, IDP mengaku bersedia diperiksa KPK terkait dugaan aliran dana Wawan tersebut. Dia merasa dirugikan dalam pemberitaan yang menyebutkan namanya itu. "Kalau diperiksa KPK, aku siap sekali. Aku cuma minta agar namaku dibersihkan dari pemberitaan ini," katanya. IDP juga membantah pernah mengenal sosok Wawan, termasuk kerja sama dengan pihak adik Ratu Atut tersebut. Ia merasa kabar miring itu mengganggu karier dan keberlangsungan pekerjaannya. "Kasus ini mengganggu pekerjaan aku. Aku punya mitra kerja, mereka menanyakan permasalahan itu," katanya. Swementara KPK akan memeriksa model Catherine Wilson , Senin, (24/2). Dia akan diperiksa terkait kasus tindak pidana pencucian uang yang dilakukan oleh Wawan. "Catherine Wilson kemungkinan besar akan diperiksa Senin pekan depan," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, kemarin. Pemeriksaan tersebut merupakan penjadwalan ulang setelah pada panggilan sebelumnya, Jumat lalu, surat panggilan tidak sampai ke Catherine. "Diharapkan yang bersangkutan hadir untuk memberikan keterangan," kata Johan.(J13,viva-80) Dua Anggota DPR Berminat Jadi Hakim MK JAKARTA- Pendaftaran calon hakim konstitusi yang akan dibuka oleh Komisi III DPR mengundang minat dua anggota Dewan untuk ikut berkompetisi. Anggota Komisi III DPR, Harry Witjaksana mengungkapkan, banyak politikus yang berminat mendaftar untuk mengikuti proses seleksi menjadi hakim konstitusi. Namun, ada dua nama yang santer disebut-sebut berminat, yakni mantan ketua Komisi III, Benny K Harman dari Partai Demokrat, dan Ahmad Dimyati Natakusuma dari PPP. "Para politikus yang mau daftar sudah banyak. Mereka punya kapasitas, Pak Dimyati dan Pak Benny. Menurut saya pemikiran Pak Benny cukup baik," ujarnya di sela- sela rapat paripurna di Gedung DPR, Jakarta, kemarin. Jeda Waktu Menurut dia, keinginan anggota dewan menjadi hakim konstitusi tidak melanggar aturan. Pasalnya, MK sudah membatalkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2014 tentang Perppu MK, yang salah satu pasalnya adalah mengatur ketentuan anggota parpol untuk mendaftar menjadi hakim konstitusi. Politikus dari Fraksi Partai Demokrat ini menilai, jika MK menolak uji materi UU No 4 Tahun 2014, maka semua politikus atau kader parpol harus memiliki jeda waktu untuk menjadi hakim konstitusi. "Tapi mau bagaimana lagi? Memang yang paling jernih ada jeda waktunya dari politikus menjadi hakim MK," tambah Harry. Sementara itu, Benny K Harman mengaku siap maju menjadi hakim konstitusi dalam pemilihan yang akan dilakukan Komisi III DPR. "Kalau memang ada yang mendukung ya saya pertimbangkan. Itu menantang. Saya siap kalau ada yang merekomendasikan," tuturnya. Dia menyatakan, hal terpenting saat ini mengisi kekosongan hakim konstitusi melalui mekanisme yang sesuai dengan aturan perundangan. "Yang penting prosesnya transparan, mekanismenya tepat. Siapa pun kalau tidak diawasi berbahaya," katanya.(J22,H28-80)
  4. 4. RABU, 19 FEBRUARI 2014 Tiga Daerah Diusulkan Jadi KEK ● Tarik Investasi dan Ratakan Pembangunan JAKARTA - Pemerintah mengusulkan tiga daerah baru menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yang akan dipercepat pembangunannya guna pemerataan pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa mengatakan tiga daerah baru yang diusulkan itu adalah Tanjung ApiApi (Sumatra Selatan), Morotai (Maluku), dan Mandalika (Nusa Tenggara Timur). Usulan KEK baru disampaikan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Jika disetujui, ketiga daerah itu akan sangat membantu peningkatan pembangunan dan pemerataan pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut Hatta, keuntungan menjadi KEK adalah pemba- ngunan di wilayah itu dipercepat. Pasalnya, daerah yang dijadikan KEK harus dilengkapi berbagai sarana dan infrastruktur demi menarik lebih banyak investasi. ‘’Daerah-daerah yang mempunyai KEK akan semakin menarik untuk investasi di sektor industri,’’ujar Hatta, kemarin. Pulau Jawa, menurut Hatta, saat ini mungkin masih bisa menjadi sentra industri. Namun, pada waktu mendatang harus terjadi pemerataan pertumbuhan industri di seluruh Indonesia agar tidak terpusat di Pulau Jawa. SM/Dok Hatta Rajasa Ia mencontohkan, produksi kendaraan bermotor tahun ini sebanyak 1 juta unit masih bisa dilakukan. Namun, dengan perkiraan pada 2020 produksi kendaraan mencapai 3 juta unit, tentu akan kesulitan bagi industri mencari lahan pabrik untuk di Jakarta. Mudahkan Investor Dengan KEK, pemerintah mendorong agar industri dan perusahaan tumbuh dan menyebar ke berbagai daerah. Dalam rangka menumbuhkembangkan industri itu, pemerintah pun memberikan dukungan fasilitas berupa kemudahan kepada investor KEK, misalnya kebijakan pajak yang sesuai serta berbagai keringanan lainnya. Untuk itu, pemerintah terus memperbanyak KEK di luar Pulau Jawa. KEK yang ada di Pulau Jawa hanya ada satu, yakni di Tanjung Lesung (Banten), yang digunakan untuk pengembangan industri pariwisata. ‘’Pokoknya kami dorong terus untuk di luar Pulau Jawa. Kalau di Jawa tidak usah dibangun (KEK), karena pasti semuanya tertarik ke Pulau Jawa,’’ Mandalika, lanjut Hatta, menjadi salah satu KEK Pariwisata. Sebagai permulaan, telah disiapkan lahan seluas 1.200 hektare untuk pembangunan hotel dan resort. Menurut Hatta, beberapa investor telah mengajukan diri un- tuk masuk seperti PTGobel, Mandiri Maju Hotel, dan PT MNC Land.Lalu KEK di Tanjung ApiApi, menjadi daerah yang paling siap. Pasalnya, banyak investor yang berniat masuk, salah satunya PTPupuk Sriwijaya (Pusri). ‘’Di area ini Pusri akan memakai lahan seluas 700 hektare dengan investasi Rp 2,7 triliun,’’ kata Hatta. Kemudian pembangunan KEK di Morotai akan terbagi beberapa sektor, seperti industri, penunjang pariwisata dan resort. Menurut Hatta, lahan yang disiapkan untuk tahap awal seluas 1.500 hektare. Hatta menambahkan, penetapan KEK harus melalui berbagai proses perizinan dan memenuhi persyaratan. Ada 14 poin persyaratan yang harus dipenuhi. Antara lain tidak boleh ada masalah pembebasan lahan, kesiapan infrastruktur pendukung, perizinan tata ruang, dan lain sebagainya. (J10,viva-79) T-TEP Lahirkan Ahli Otomotif JAKARTA - Toyota berharap semakin banyak ahli otomotif dari Indonesia. Hal itu diujutkan dengan menambah institusi ToyotaTechnical Education Program (T-TEP) menjadi 62 unit. Lembaga ini sejak 1991 sudah melahirkan ahli otomotif. Presdir Toyota Astra Motor, Johnny Darmawan mengatakan, tahun ini akan ada peningkatan kualitas empat T-TEP, yaitu SMKN 1 Cibinong (Jawa Barat), SMKN 2 Surabaya (Jawa Timur), SMK Tunas Pelita Binjai (Sumatera Utara), dan SMK Bunda Satria Wangon (Jawa Tengah). Selain itu sudah ada 13 T-TEP yang dilengkapi alat peraga mobil Toyota. Di antaranya adalah SMKN 7 Semarang, SMKN 2 Depok Sleman, SMKN 5 Surabaya, SMKN 5 Makassar, SMKN 1 Cibinong, SMKN 2 Surabaya, SMK Bunda Satria Wangon.(wa-79) Pemerintah Kesulitan Membeli Minyak JAKARTA - Pemerintah melalui SKK Migas menginginkan Pertamina membeli minyak mentah yang diproduksi perusahaan minyak yang beroperasi di Indonesia. Namun tidak mudah, karena perusahaan minyak tersebut tidak mau menjual. ‘’Sistem perminyakan kita itu kan bagi hasil, yang dibagi itu minyak. Jadi misalnya perusahaan produksi minyak, hasil minyaknya 85% buat negara dan 15% buat perusahaan minyak,’’ujar Sekretaris SKK Migas, Gde Pradyana, di Jakarta, Selasa.Gde mengatakan, pihaknya ingin pembagian hasil 15% tersebut tidak berupa minyak lagi, tetapi pembagian keuntungan dalam bentuk dolar.‘’Jadi 15% itu bukan berupa minyak lagi, tapi uang dolar atau jika tidak mau, minyak mereka dibeli langsung oleh Pertamina. Jadi Pertamina tidak perlu membeli dari luar negeri, toh di dalam negeri sudah ada,’’ ucapnya.(J10,dtf-79) Pharmaton Ajak Karyawan Apotek Nonton Bareng BERSAMABINTANG IKLAN : Marketing Manager Pharmaton Jani Sartana (kanan) berbincang bersama dua pemeran film ‘’The Killers’’, Oka Antara (tengah) dan Ersya Aurelia (kiri) usai nonton bareng film bersama karyawan apotek se-Jakarta. (79) SM/Hartono Harimurti BISAUngkap Kesulitan UKM Tembus Ekspor JAKARTA - Produk Usaha Kecil Menengah (UKM) asal Indonesia masih menemui beberapa kendala metembus pasar ekspor. Meski beberapa di antaranya sukses dan laku dijual di luar negeri. Chairman Business Indonesia Singapore Association (BISA), Stefanus T Wijaya mengatakan, di Singapura UKM terkendala persoalan bahasa. Pelaku UKM yang kebanyakan hanya mengerti bahasa Indonesia, sulit untuk berinteraksi di negeri Singapura yang dominan berbahasa Inggris atau Mandarin. Itu pun berlaku pada merek produk yang tercan- tum. ‘’Pertama itu kendala bahasa. Contoh Sidomuncul jualan Tolak Angin, waktu di Singapura itu tidak laku karena tolak angin bahasa Melayu,’’ kata Stefanus dalam acara Press Conference IndonesiaSingapura Business Forum 2014, di Gedung Galaktika, Jalan RM Harsono, Jakarta, Selasa. Lalu persoalan pemasaran yang juga masih terbatas. Tidak seperti perusahaan besar, UKM yang memiliki modal yang lebih sedikit, akan sulit untuk memasarkan produknya di luar negeri. Itu pun dianggap menjadi salah satu kendala sulitnya UKM berkembang di luar negeri. ‘’Yang paling mendasar adalah kesiapan UKM kita mendapat klien dari luar negeri,’’tambahnya. Cukup Maju Meski demikian, tidak sedikit UKM yang produknya cukup maju dikembangkan di Singapura. Dari data BISA, setidaknya ada 5.000 UKM asal Indonesia yang produknya masuk ke Singapura. UKM itu seperti pelaku bisnis toko atau hanya menjadi pemasok saja. Produk yang ditawarkan pun bermacam-macam. Pakaian, makanan, dan kera jinan yang cukup laku di masyarakat negeri Singa. ‘’Seperti keripik, lalu mi instan, disenangi orang-orang di Singapura. Produkproduk mi asal Indonesia banyak disukai. Ada juga ayam goreng surabaya, ayam goreng ojolali, tapi buatnya di Singapura,’’katanya. Lalu ada juga kaus dari Bandung. Banyak yang barangnya dari Indonesia tapi labelnya asing. ‘’Misalnya harganya 1 potong 3 dolor Singapura dijual 20 dolar Singapura. ‘’Jadi ada yang produksi tanpa merek. Memang Singapura negara kecil tapi dia menang di branding,’’imbuhnya. (J10,dtf-79) Sidomuncul Siap Ekspor Bahan Baku ● Perluas Pabrik Senilai Rp 95 M UNGARAN - PT Industri Jamu dan Herbal PT Sidomuncul Tbk memperluas pabrik bahan baku Semarang Herbal Indo Plan (SHIP) di kawasan pabrik, Bergas, Kabupaten Semarang. Peletakan batu pertama pembangunan pabrik SHIP dilakukan Menteri Perindustrian, MS Hidayat, kemarin. Hadir dalam acara itu, Direktorat Jenderal Basis Industri Manufaktur Budi Dharmadi, Direktur Industri Kimia Hilir Toeti Rahajoe, Kepala Disperindag Jateng Edison Ambarura, dan tamu undangan. MS Hidayat mengapresiasi upaya Sidomuncul untuk mengembangkan bisnis. Apalagi industri jamu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. ‘’Nilai transaksi jamu di Indonesia mencapai Rp 14 triliun pada 2013, dan diprediksi meningkat menjadi Rp15 triliun pada 2014 ini,’’katanya. Dia menambahkan, saat ini terdapat 1.247 industri jamu di Indonesia yang sebagian besar berada di pulau Jawa. Tenaga kerja yang terserap mencapai 15 juta orang. Dari jumlah tersebut, industri jamu yang berfungsi sebagai obat mampu menyerap tiga juta tenaga kerja, dan sisanya sebesar 12 juta orang terserap di industri jamu yang berkembang ke arah makanan, minuman, spa dan aroma therapy Batu Aceh Presiden Direktur PT Sido- SM/Dok TANDA TANGANI PRASASTI : Menteri Perindustrian RI, MS Hidayat didampingi Presiden Direktur PT Sidomuncul Tbk, Irwan Hidayat menandatangani prasasti pembangunan pabrik bahan baku di Bergas, Kabupaten Semarang. (79) muncul Tbk, Irwan Hidayat mengatakan, batu yang dipakai saat peletakan berasal dari Aceh. Saat Sidomuncul pertama membangun pabrik SHIP pada 2010, batu berasal dari Papua. ‘’Ini mempunyai harapan seperti filosofi terbitnya matahari dari timur dan akan memberikan cahaya bagi semua,’’ katanya. Perluasan SHIPini, menelan anggaran hingga Rp 95 miliar dan memakan waktu pembangunan enam bulan. Perluasan pabrik bahan baku untuk meningkatkan kapasitas produksi, sehingga bisa memenuhi kebutuhan bahan baku jamu. ‘’Saya menargetkan peningkatan produksi bahan baku hingga tiga kali lipat, sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan pabrik,’’katanya. Dia menjelaskan, sebelumnya SHIP ini menempati area seluas 10 hektare dengan luas bangunan 4.000 m2, sedangkan pabrik yang akan dibangun juga seluas 4.000 m2, dengan kapasitas produksi tiga kali lebih besar. Direktur Operasional PT Sido Muncul Tbk, David Hidayat menambahkan, pabrik baru akan menambah kapasitas produksi bahan baku, sehingga tidak menutup kemungkinan Sidomuncul akan meningkatkan ekspor. Selama ini Sidomuncul kewalahan memenuhi pasar ekspor bahan baku jamu, lantaran tingginya permintaan di dalam negeri, utamanya kebutuhan Sidomuncul.(D14-79) JAKARTA - Persaingan produk multivitamin semakin ketat, sehingga perlu cara jitu mengenalkan produk kepada masyarakat. Karyawan apotek adalah orang yang bisa berhubungan langsung dengan pemakai sehingga perlu mendapatkan apresiasi. Untuk itu PT Boehringer Ingelheim Indonesia, produsen multivitamin Pharmaton, mengajak lebih dari 1.000 front liner (karyawan) apotek nonton bareng Film The Killers. Marketing Manager PT Pharmaton, Jani Sartana mengatakan, strategi mengajak para front liner ini untuk memenangkan persaingan pasar multivitamin di Indonesia. ‘’Para front liner yang tersebar di Jakarta,Surabaya, Semarang, Bandung, Makasar dan Medan, akan nonton bareng film The Killers secara bertahap. Kita mengajak front liner apotek yang telah berjasa mengenalkan pro- duk kepada masyarakat luas,’’ kata Jani. Mengalami Pertumbuhan Dijelaskan, penjualan multivitamin Pharmaton setiap tahun terus mengalami pertumbuhan. ‘’Sales kita terus mengalami pertumbuhan. Pada 2012 penjualan mencapai Rp 73 miliar untuk Pharmaton, kalau untuk tahun 2013 sedang dihitung,’’ujarnya. Alasan Pharmaton memilih film The Killers, karena dibintangi Oka Antarayang juga juga brand ambassador dan bintang iklan Pharmaton Formula yang masih ditayangkan hingga saat ini. Oka yang hadir dalam acara tersebut mengaku sudah berkalikali mencoba multivitamin memilih Pharmaton, meskipun harganya lebih mahal dibandingkan kompetitornya. ‘’Meski mahal sedikit tapi kita mendapatkan kualitas signifikan. Mengapa tidak memilih yang berkualitas,’’katanya. (F4-79) PT DI Siap Garap R80 JAKARTA - PT Dirgantara Indonesia (PT DI) siap menjadi kontraktor pengembangan pesawat R80 yang merupakan rancangan mantan Menristek BJ Habibie. Habibie melalui PT Regio Aviasi Industri (RAI) bekerja sama dengan PT DI, melakukan persiapan pengembangan R80. Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DI, Andi Alisyahbana mengatakan, tahap pertama proyek ini adalah konfigurasi. Pada tahap ini akan dipastikan soal jumlah penumpang karena menyangkut segmen pasar. ‘’Pertama konfigurasi, yaitu menentukan jumlah penumpang. Rasanya akan menuju 80 penumpang,’’katanya usai acara penyerahan helikopter Dauphin pesanan Basarnas di Lanudal Pondok Cabe Tangerang Selatan, Selasa. Andi menjelaskan, dari sisi pasar untuk pesawat R80 belum memiliki pesaing. Saat ini, tidak ada produsen pesawat di dunia yang bermain pada kelas 80 penumpang. ‘’Kalau ATR juga kapasitasnya tidak sampai 80 orang. Kita masuk di pasar yang belum ada pemainnya,’’terangnya. Selanjutnya, pada tahap kedua PT DI dan PT RAI akan masuk ke tahap desain awal. Targetnya prosesnya dimulai tahun 2015. ‘’Setelah itu, preliminary design, yakni penentuan bentuk. Dimulai tahun depan, karena tergantung dana,’’jelasnya. Tahap terakhir, PT DI dan PT RAI akan memasuki fase terberat yaitu detail design. Pada tahap ini nantinya akan masuki tahap pembuatan prototipe hingga sertifikasi pesawat. Pesawat N250 menurutnya telah berwujud prototipe, namun belum mengantongi sertifikasi kelaikan terbang dari lembaga internasional. Harapannya pesawat baling-baling bermesin turboprop ini bisa dijual ke publik mulai tahun 2020. Namun syaratnya proses pembia yaan pengembangan pesawat ini berjalan lancar.(J10,dtf-79)
  5. 5. RABU, 19 FEBRUARI 2014 S AHAM P ENCETAK U NTUNG KODE LAST +/- S AHAM P ENCETAK R UGI KODE LAST LPPF 13.000 575 320 GMTD 5.450 550 29.500 300 UNVR 28.075 300 23.200 300 HSMP 69.000 250 45.500 1.850 2.810 MYOR AALI ECII BELI +/- 11.830 GGRM VALUTA ASING : KURS PERDAGANGAN VALUTA ASING DI SEMARANG ARTAMAS US$ HK$ AUS SIN DEM Stg NLG Yen 100 SwFr Frc Myr Eur 11.700 1.500 10.525 9.285 18.800 11.400 3.560 16.025 NIAGA 11.160 1.250 10.015 9.510 19.470 10.301 3.112 13.123 SUPIT 11.680 1.490 10.480 9.225 19.400 11.400 12.930 3.500 15.930 JUAL MITRA ARTAMAS 11.680 1.500 10.550 9.275 19.200 11.400 3.525 16.000 11.750 1.530 10.725 9.325 19.300 11.600 3.600 16.100 NIAGA 11.200 1.252 10.057 9.550 19.475 10.450 3.154 13.170 SUPIT MITRA 11.760 1.540 10.750 9.400 19.810 11.650 13.260 3.650 16.170 11.740 1.530 10.700 9.325 19.600 11.700 3.600 16.125 Bank Keberatan Pungutan OJK ● Dialihkan ke Nasabah JAKARTA - PT CIMB Niaga Tbk (BNGA), keberatan terkait aturan OJK yang bakal menerapkan pungutan kepada industri keuangan. Besaran pungutan di angka 0,03% dari total aset. Besaran angka ini akan berlaku progresif. Bank Syariah Bukopin Tawarkan Sukuk SM/Antara DIREKTUR Bisnis Bank Syariah Bukopin Harry Harmono Busiri (ketiga kanan), menyaksikan pembelian Sukuk Ritel Negara SR006 Tahun 2014 oleh nasabah di banking hall BSB, Jakarta, Selasa (18/2). BSB ikut menjual Sukuk Ritel Negara SR006 Tahun 2014 nilai nominal per unit Rp1.000.000 dengan jumlah minimum Rp 5 juta dan maksimum Rp 5 miliar selama masa penawaran mulai 14-28 Februari 2014 dengan tanggal penjatahan 3 Maret 2014. (58) Volume Perdagangan Obligasi Naik Rp 7,03 T SEMARANG - Total volume perdagangan obligasi negara minggu lalu meningkat Rp 7,03 triliun, menjadi Rp 47,18 triliun. Tingginya permintaan investor terhadap tenor pendek tercermin dari perubahan yield curve minggu lalu, mengakibatkan bentuk kurva imbal hasil (yield curve) menjadi curam (steepening) untuk obligasi pemerintah. ‘’Rata-rata volume setiap transaksi sebesar Rp 18,3 miliar. Sebanyak 40% dari total volume perdagangan masih didominasi oleh tenor menengah,’’ kata Kepala Cabang Sentra Investasi Danareksa (SID) Semarang, Melcy RS Makarawung, kemarin. Menurut dia, imbal hasil (yield) salah satu seri acuan (benchmark) 5 tahun, menjadi satu-satunya benchmark yang mengalami penurunan selama minggu lalu, walaupun tidak signifikan. Yield FR0069 turun 2 bps menjadi 7,98% pada penutupan minggu lalu. Sementara itu FR0070 dan FR0071 sama-sama mengalami peningkatan sebesar 8 bps. Penurunan Yield indeks naik 5 bps dari 8,96%, menjadi 9,01% pada akhir minggu lalu. Rata-rata spread antara yield curve 10 dan 2 tahun (yield slope) selama Februari meningkat 42 bps menjadi 161 bps. Artinya yield curve obligasi negara dalam proses steepening atau penurunan. ‘’Jika Bank Indonesia menurunkan tingkat suku bunga (BI Rate), maka tingkat suku bunga pinjaman akan turun dan membuat obli gasi negara semakin menarik, terutama untuk jangka panjang. Sehingga yield untuk tenor panjang akan turun, dan yield curve kembali flat,’’ujar Melcy. Sementara itu acuan risiko berinvestasi atau Credit Default Swap (CDS) In- donesia mengalami penurunan 13 bps selama minggu lalu. Selain itu, sejak akhir Januari 2014 hingga 6 Februari 2014, kepemlikan asing meningkat Rp 540 miliar menjadi Rp 329,19 triliun sedangkan kepemilikan bank domestik turun hingga Rp 4,17 triliun. Transaksi obligasi korporasi di pasar sekunder selama minggu lalu masih didominasi oleh sektor perusahaan pembiayaan dan perbankan masing-masing sebesar 34,5% dan 22,7%. ‘’Bank Indonesia dalam periode yang sama meningkatkan komposisi kepemilikannya terhadap obligasi negara sebesar Rp 3,1 triliun dan mengurangi reverse repo dengan jumlah yang sama. Rupiah selama minggu lalu me nguat 0,43% terhadap dolar AS dari Rp 12.213 menjadi Rp 12.161 per dolar AS,’’ paparnya.(J8-79) BI Andalkan TPID Redam Inflasi di Daerah JAKARTA - Bank Indonesia (BI) terus mengandalkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk mengetahui dan menekan tingkat inflasi di daerah, sehingga dapat mendukung sasaran inflasi nasional secara keseluruhan. ‘’Yang penting adalah terkait inflasi. Walaupun inflasi membaik, tapi di beberapa kawasan ada yang risiko inflasinya tinggi,’’kata Direktur Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Dody Zulverdi, kepada wartawan di Gedung BI, Jakarta, Selasa. Dijelaskan, untuk menjaga inflasi daerah, bank sentral punya TPID yang dinilai perannya sangat baik dalam meredam inflasi nasional. Salah satunya, kata Dody, saat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. ‘’Kenaikan BBM kan dampaknya ke transportasi. Ini kebijakan daerah,’’ucapnya. Secara nasional, tingkat inflasi mencapai 8,3% pada 2013, jauh di atas sasaran inflasi pemerintah sebesar 4,5% plusminus 1%, akibat adanya penyesuaian harga BBM bersubsidi pada pertengahan tahun. Secara khusus, kata Dody, pengendalian inflasi perlu memperhatikan karakteristik daerah. ‘’Masing-masing daerah punya sumber inflasi yang beda. Di Kawasan Timur Indonesia itu bahan pangan yang terkait perikanan. Kalau ada gangguan laut dan pelayaran, inflasi naik,’’ujarnya. Menurutnya, BI menilai salah satu hal yang perlu diper- baiki untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan, dengan meningkatkan daya saing tiap-tiap daerah, sehingga tidak terkonsentrasi di satu kawasan saja. Daya Saing ‘’Tantangan struktural yang berkaitan dengan daya saing. Ketimpangan konsentrasi daya saing. Ada daerah-daerah yang tertinggal terus,’’paparnya. Ditambahkan, beberapa daerah memiliki daya saing terbaik, seperti Jawa, Kalimantan Timur, Sumatera utamanya di Riau dan Kepulauan Riau. Secara keseluruhan, wilayah Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera punya daya saing di tingkat menengah. ‘’Top ten bottom, Kawasan Timur Indonesia, Nusa Tenggara, Maluku, Papua, Kalimantan Tengah, Jambi, Bengkulu, Bangka, dan Belitung,’’tuturnya. Pada perkembangannya kemudian, perbedaan daya saing tiap-tiap daerah turut menentukan tingkat kemiskinan wilayah-wilayah di Tanah Air. Walau secara keseluruhan menurun, tapi tingkat kemiskinan dan ketimpangan Kawasan Timur Indonesia cenderung lebih tinggi. Sementara di kawasan Jakarta, Jawa dan Sumatera lebih rendah. ‘’Ini jadi tantangan kebijakan. Yang jadi masalah itu terjadi di sebagian wilayah tertentu. Ini ada kaitannya dengan daya saing mereka,’’ tandas Dody.(bn-79) Ekspor Masih Bisa Dipacu JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan ekspor barang pada triwulan I2014 akan sangat tinggi. Ini terjadi hampir di beberapa sektor dan daerah. Penyebab utamanya nilai tukar rupiah yang masih kompetitif. Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, Dodi Zulverdi menuturkan, untuk keseluruhan wilayah Sumatera, mayoritas ekspor berasal dari perkebunan. Baik dari Sumatera bagian utara, tengah dan selatan. ‘’Kalau untuk Sumatera itu trennya adalah perkebunan sebagai asesmen,’’ ungkap Dodi. Selanjutnya adalah Jakarta dengan perbaikan ekspor pada manufaktur. Hal yang sama juga terjadi pada Jawa bagian barat, tengah dan timur serta kawasan Bali dan Nusa Tenggara. ‘’Asesmennya itu adalah sektor manufaktur. Seperti barang-barang hasil industri itu akan cukup tinggikan ekspor,’’ sebutnya. Sementara perlambatan ekspor akan dialami oleh kawasan Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Penyebabnya adalah pemberlakukan undang-undang mineral dan batubara (minerba) dan bea keluar untuk untuk ekspor komoditas mineral, dengan kadar tertentu. Sangat Kompetitif ‘’Tapi dampak untuk wilayah Sulawesi itu memang tidak terlalu, karena mungkin sudah ada beberapa yang diolah dengan smelter. Tapi yang agak berat itu untuk Kalimantan dan Papua. Memang berdampak,’’papar Dodi. Dodi menjelaskan nilai tukar saat ini memang menguat sehingga berada pada kisaran Rp 11.600/dolar AS. Akan tetapi itu masih cukup kompetitif karena berada di bawah REER (real efective exchange rate) yang sebesar 94%. ‘’Kalau dilihat dari nilai tukar kawasan, kita masih sangat kompetitif. Jadi masih memacu ekspor untuk lebih tinggi. Jadi memang nilai tukar menguat, tapi harus lihat regio nalnya. Kan sama-sama pengekspor ,’’terangnya. Pelemahan nilai tukar sejak pertengahan tahun lalu berpengaruh positif pada ekspor untuk beberapa sektor. Ekspor menjadi lebih menarik karena nilai ekspor lebih tinggi, meskipun volumenya sama. (bn,dtf-79) Sebagaimana diketahui, mulai 1 Maret 2014, OJK bakal menarik pungutan kepada seluruh industri jasa keuangan. ‘’Tentu akan menurunkan fee di perbankan. Kami juga ada biaya NPL dan operasional. Adanya aturan ini, fee incomeakan turun,’’ kata Direktur Keuangan Perseroan PTCIMB Niaga, Wan Razly, di Graha Nia-ga Jakarta, Selasa. Wan mengaku, saat ini pihaknya masih mengkaji aturan OJK tersebut. Termasuk apakah nantinya akan dibebankan ke nasabah atau mencari cara lain, melalui pengembangan produkproduk baru yang kompetitif. ‘’Kami masih mengkaji dampak iuran yang telah dikeluarkan ke OJK. Kami harus mitigasi dengan produk baru yang lebih inovatif,’’kata dia. Di sisi lain, dia menjelaskan, kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar 175 basis poin (bps) di sepanjang 2013, juga turut menaikkan biaya bunga perseroan. Dampaknya kenaikan suku bunga terbesar terdapat pada deposito berjangka. Namun, pihaknya akan terus meningkatkan dana murah di tengah pengetatan likuiditas. Per akhir 2013, dana murah perseroan tumbuh di atas industri, yaitu sebesar 10% menjadi Rp 72,03 triliun. Sementara industri hanya tumbuh 9%. Suku Bunga Naik Sementara itu, Direktur Keuangan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), Arief Harris menjelaskan, pungutan pengawasan jasa keuangan oleh OJK yang dibebankan kepada perbankan, dikhawatirkan berimbas pada kenaikan suku bunga kredit. ‘’Ada impact-nya ke suku bunga, tapi tidak akan sampai naikkan 1%. Saya tidak melihat itu sesuatu yang big impact,’’ujar Arief Harris saat media briefing di Penang Bistro, Oakwood Mega Kuningan, Jakarta, Selasa. Menurutnya, selama 2013 aset BTPN naik 18% dari Rp 59,1 triliun menjadi Rp 69,7 triliun. Dengan pungutan tersebut pihaknya akan tetap memantau biaya dana atau cost of fund. Dijelaskan, biaya dana ini yang perlu dijaga agar tidak terus meningkat. ‘’Justru cost of fund yang harus dijaga jangan sampai naik, ini justru impact-nya lebih besar daripada iuran OJK. Tahun lalu 8,8% naik 180 bps. Tahun ini harapannya bisa turun,’’jelas dia. Meskipun demikian, Arief mengaku, pihaknya mendukung aturan OJK tersebut. Pasalnya, pemberlakuan aturan ini dinilainya bakal meningkatkan Good Corporate Governance (GCG) di industri perbankan. ‘’Kalau sudah jadi aturan kita bayarlah. Ini bagian dari GCG,’’ cetusnya. (J10,dtf-79) IHSG Ditutup Stagnan JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah masuk area jenuh beli akibat penguatan yang terjadi sejak pekan lalu. Tak mampu naik lebih tinggi lagi, IHSG konsolidasi dulu dan berakhir stagnan pada perdagangan kemarin. Membuka perdagangan, IHSG bertambah 9,211 poin (0,20%) ke level 4.564,579 meski sudah jenuh beli, karena terus-terusan menguat sejak pekan lalu. Investor asing masih terus menempatkan dananya di pasar modal dalam negeri. Aksi beli mendorong IHSG terus menanjak di zona hijau. Namun indeks juga sempat jatuh ke posisi terendahnya kemarin di 4.550,003. Saham Komoditas Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik 6,410 poin (0,14%) ke level 4.561,778. Penguatan IHSG mulai melambat setelah muncul aksi ambil untung. Indeks masih bisa bertahan di zona hijau berkat saham-saham komoditas. Tapi penguatan ini tertahan koreksi di saham-saham perbankan. Sahamsaham lapis dua juga ada yang terkena aksi jual. Menutup perdagangan, Selasa (18/2), IHSG naik tipis 0,823 poin (0,02%) ke level 4.556,191. Sementara Indeks LQ45 menipis 0,259 poin (0,03%) ke level 766,460. Aksi jual banyak dilakukan investor domestik, sedangkan asing terus berburu saham. Dana asing sebanyak Rp 687,71 miliar masuk lantai bursa, setelah investor asing melakukan pembelian bersih (foreign net buy) di seluruh pasar. Perdagangan kemarin berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 259.377 kali pada volume 5,312 miliar lembar saham senilai Rp 5,9 triliun. Sebanyak 141 saham naik, sisanya 160 saham turun, dan 85 saham stagnan.(bn,dtf-79)
  6. 6. RABU, 19 FEBRUARI 2014 Membuang Jauh Mental Plagiarisme Sungguh mengejutkan, pengunduran diri Anggito Abimanyu sebagai dosen di Fakultas EKonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM). Anggota yang juga menjabat Dirjen Haji dan Umrah di Kemenag itu tersandung kasus plagiarisme atau penjiplakan karya intelektual. Artikelnya di harian Kompas berjudul ’’Gagasan Asuransi Bencana’’ pada 10 Februari 2014 dituding hasil jiplakan. Kita tahu, Indonesia adalah arena pembajakan karya intelektual. Sedemikian hebat kegilaan membajak karya intelektual itu sehingga plagiarisme di berbagai bidang seolah-olah menjadi hal yang biasa. Ribuan mungkin jutaan kasus plagiarisme mungkin terjadi dan hanya satu dua kasus saja yang mencuat ke media massa dan menjadi perhatian publik karena terkait tokoh atau institusi ternama. Saat tudingan itu mencuat, Anggito membantah tidak melakukan plagiarisme. Ketokohan Anggito di dunia intelektual sudah diakui dan disegani, sehingga semua pihak masih menunggu penjelasan resmi dari otoritas intelektual seperti Senat Akademik dan Komisi Etik Senat Akademik UGM. Mengingat jejak rekam dan prestasi Anggito, keputusan mundur itu tentu saja mengejutkan dan membuat publik terpana. Selebihnya, dipraktikkan perbuatan ’’terus menjiplak asal tidak ketahuan’’. Plagiarisme dalam berbagai varian dan wujud dilakukan. Bisnis pembuatan skripsi dan thesis, misalnya, adalah akibat dari mental plagiarisme yang tidak menghargai orisinalitas gagasan dan otentisitas ide. Teknik copy and paste adalah teknik andalan bagi jutaan mahasiswa dalam menyelesaikan tugas kuliah. Terkejut dan terpana karena seorang sosok intelektual seperti dia bisa tersandung kasus plagiarisme. Plagiat atau penjiplakan karya adalah dosa besar bagi intelektual. Perlindungan terhadap orisinalitas dan otentisitas karya intelektual memang harus ditegakkan karena dari situlah berawal kemajuan suatu bangsa dan masyarakat. Kasus Anggito adalah pil pahit yang harus ditelan. Terhadap keputusan mundur Anggito, di satu sisi kita acungkan jempol pada keberanian untuk jujur dengan mengakui kesalahan itu dengan mengundurkan diri. Di sisi lain, kasus itu harus membuka mata kita bahwa masih sedemikian berat pekerjaan yang harus dituntaskan untuk memberantas plagiarisme. Sebab, Indonesia tidak akan beranjak ke tataran lebih tinggi jika kita masih bermental plagiat. Religiositas Tan Malaka Oleh M Rasyid Ridha Saragih Semarang Butuh Pertobatan Suporter Ingin sepak bola Semarang berkembang dalam prestasi dan hiburan? Jawabannya, kita membutuhkan pertobatan anarkisme suporter. Suka atau tidak suka, sorotan PSSI Pusat terhadap perilaku penonton dalam laga persahabatan antara PSIS melawan tim nasional U-19 pekan lalu, kembali menerbitkan keprihatinan. Indikatorindikatornya jelas: kemeluberan massa ke tepi lapangan, gangguan pelemparan kertas-kertas, dan penyalaan kembang api. Kita mungkin akan mudah defensif menjawab, bahwa perilaku penonton seperti dalam pertandingan melawan timnas U-19 itu hanya ulah sebagian orang yang punya agenda mengganggu ketertiban. Jawaban semacam ini menurut hemat kita tidak akan pernah membantu menyelesaikan masalah. Pengelolaan suporter menjelang sebuah pertandingan selalu membutuhkan mobilisasi konsolidasi, karena yang dikelola adalah ”massa”. Insiden-insiden yang sampai dua kali menghentikan pertandingan itu jelas berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan kepada Semarang untuk menjadi tuan rumah kompetisi. Jika itu terjadi, kerugian bakal diderita PSIS yang akan menjalani banyak laga kandang dalam Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia. Dan, yang akan kehilangan pastilah pecinta PSIS dan penggemar bola di sini. Tidak ada kata lain, dibutuhkan pertobatan perilaku suporter! Kesadaran itulah yang mesti dikembangkan, sehingga setiap pimpinan kelompok suporter, dengan organ-organ di bawahnya memikul tanggung jawab sangat besar untuk menenteramkan, mengawal, dan mengarahkan ke ketertiban. Doktrin-doktrin di balik fanatisme sudah saatnya dikaji ke arah spirit pendukungan yang bernuansa entertainment dan kegembiraan menonton sepak bola, bukan semangat berperang dan mengganggu ketertiban. Ibu Kota Jawa Tengah ini punya dua kelompok suporter, Panser Biru dan Snex. Di luar itu, tentu lebih banyak lagi penggemar sepak bola yang tidak secara formal mengikatkan diri sebagai anggota kelompok. Kita tahu, berbagai upaya sudah dilakukan untuk menjadikan supportership sebagai kekuatan moral tim sepak bola dalam ikhtiar pemenangan; namun jika tidak terkelola dengan baik, fanatisme dukungan akan kontraproduktif bagi tim tersebut. Melihat antusiasme masyarakat yang mengingini PSIS berprestasi dan menjadi penyumbang produktif pembinaan, penegakan hukum merupakan jawaban mutlak untuk menyelamatkan dan mengawal semua itu. Perilaku suporter membutuhkan momentum yang bisa membangun efek jera. Realitas terciptanya pelanggaran perilaku dalam penyelenggaraan pertandingan harus dihadapi dengan pembinaan yang bukan hanya preventif, tetapi juga represif. Dituduh plagiat, Anggito Abimanyu mundur dari UGM. Copy paste setitik rusak nama sebelanga... * * * Disorot, 17 anggota DPRD Jateng bolos rapat. Semua tidak rapat pun kehidupan tetap jalan... (Pelesetannya antiplagiat) Terbit sejak 11 Februari 1950 PT Suara Merdeka Press Pendiri : H Hetami Komisaris Utama : Ir Budi Santoso Pemimpin Umum: Kukrit Suryo Wicaksono Pemimpin Redaksi : Amir Machmud NS Direktur Operasional : Hendro Basuki Direktur Pemberitaan : Sasongko Tedjo Direktur SDM : Sara Ariana Fiestri PUBLIK Indonesia akhir-akhir ini tengah dikagetkan oleh serangkaian tindakan yang ingin meredam semangat kebebasan pascareformasi. Di Surabaya, ada anggota ormas menghentikan acara bedah buku karya Harry A Poeze, Tan Malaka: Gerakan Kiri dan Revolusi Indonesia. Semarang yang diperkirakan sebagai kota majemuk nan damai, ternyata serupa. Diskusi tentang Tan Malaka yang digelar Komunitas Gerobak Hysteria, yang hendak menghadirkan pembicara yang sama dengan kegiatan di Surabaya direspons secara negatif oleh sebuah ormas yang kemudian berusaha memengaruhi aparat kepolisian untuk tidak memberikan izin. Semarang dalam konteks sejarah, merupakan salah satu pusat pergerakan kaum kiri di Indonesia. Pergerakan mereka berbalut corak religius, dan pada 1920-an gerakan yang berkembang di Semarang adalah Sarekat Islam-Merah. ”SI Semarang dan Onderwijs” (1921) adalah salah satu tulisan Tan yang bercerita bagaimana pendidikan seharusnya diberikan kepada anak-anak. Waktu itu Tan mengusulkan revisi program SI Semarang yang seharusnya menyentuh dimensi pendidikan, karena dimensi inilah yang justru ampuh untuk melawan ketidakadilan pada masa depan. Sebagai kota pelabuhan dan perindustrian, Semarang kala itu terkenal dengan banyak buruh industrinya, namun anakanak mudanya miskin pendidikan dan intelektualisme. Bagi Tan, yang dibutuhkan oleh anak-anak Semarang adalah pendidikan kerakyatan, yang secara singkat terbagi dalam tiga bagian utama konsep. Pertama; ia haruslah mengajarkan tentang pendidikan keterampilan, sebagai dasar keilmuan dalam dunia pendidikan. Kedua; pendidikan pergaulan, yang oleh Tan disebut pendidikan kecakapan berorganisasi. Model itu akan menumbuhkan sikap demokratis pada diri anak-anak. Ketiga; pendidikan yang berorientasi ke bawah, yang selalu peka pada ketertindasan rakyat. Walaupun Tan beberapa kali mengas- ingkan diri, menghindari kejaran pemerintah kolonial, ia tetap berpegang pada pendiriannya untuk menciptakan negara Indonesia merdeka. Tulisannya berjudul ”Naar de Republiek Indonesia” (1924) merupakan salah satu bukti awal perancangan konsep besar Republik Indonesia, lebih awal ketimbang Soempah Pemoeda 1928. Program Kerja Selain menyinggung situasi perpolitikan dunia, ia juga menggagas beberapa program kerja krusial demi mewujudkan Indonesia yang merdeka, seperti dalam bidang ekonomi, militer, politik, sosial, pendidikan, hingga rencana aksi. ”Naar de Republiek Indonesia” ditulis Tan ketika masih di pengasingan, dan Moh Yamin mengakui tulisan itu layaknya Jefferson Washington merancang Republik Amerika Serikat sebelum kemerdekaannya tercapai, atau Rizal Bonifacio meramalkan Filipina sebelum revolusi di negara itu pecah. Itu benar-benar rancangan strategis yang tidak setengah-setengah. (Bersambung hlm 7 kol 2) Penanganan Aset dan Harta Kekayaan SALAH satu instrumen internasional yang menjadi tonggak penting dan banyak memengaruhi praktik penegakan hukum, terutama dalam penanganan tindak pidana korupsi, yaitu United Nation Convention Against Corruption (UNCAC) Tahun 2003. Resolusi PBB Nomor 58/4 tanggal 13 Oktober 2003 tentang Konvensi PBB mengenai antikorupsi tersebut, telah diteken oleh sedikitnya 116 negara dan banyak negara meratifikasi Indonesia, sebagai bagian dari masyarakat beradab dunia, pada 18 April 2006 telah meratifikasi UNCAC 2003, melalui UU Nomor 7 Tahun 2006. Sebagai negara pihak (states parties) maka kita pun wajib mengadopsi ketentuan dalam UNCAC 2003, termasuk mengimplementasikan dalam penegakan hukum. Dalam tataran teoritik, ketentuan Pasal 54 Ayat (1) UNCAC 2003 yang mengatur tentang perampasan aset/harta kekayaan tanpa suatu putusan pidana dengan alasan tersangka/terdakwa meninggal dunia, melarikan diri, atau tidak dapat dihadirkan karena berbagai sebab, sesungguhnya berpijak dari doktrin Non-Conviction Based (NCB) Asset Forfeiture atau biasa dikenal dengan civil forfeiture. Doktrin NCB yang berkembang dalam common law system, menungkinkan negara memperoleh aset yang berasal dari hasil kejahatan melalui mekanisme gugatan. Doktrin hukum NCB dan amanat Pasal 54 Ayat (1) Huruf c itulah, yang jadi pijakan teoritik dan normatif pengundangan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 1 Tahun 2013 tentang Tata Cara Penyelesaian Permohonan Penanganan Harta Oleh R Widyopramono Kelahiran Perma Nomor 1 Tahun 2013 merupakan jawaban terhadap kebutuhan hukum Kekayaan dalam Tindak Pidana Pencucian Uang atau Tindak Pidana Lain. Menjawab Kebutuhan Di sisi lain, Perma Nomor 1 Tahun 2013 merupakan jawaban terhadap kebutuhan hukum, khususnya berkait penanganan perkara tipikor atau tindak pidana lain. Kelahiran Perma itu dilatarbelakangi kekosongan hukum acara untuk pelaksanaan Pasal 67 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Di sisi lain, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) banyak mendapatkan laporan rekening tak bertuan dengan jumlah nominal sangat besar, dari luar negeri. Sebagai tindak lanjutnya, Mahkamah Agung mengeluarkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2013 tentang Petunjuk Penanganan Perkara Tata Cara Penyelesaian Permohonan Penanganan Harta Kekayaan dalam Tindak Pidana Pencucian Uang. Surat edaran untuk ketua Pengadilan Negeri itu antara lain menegaskan syarat pengajuan permo- honan penanganan harta kekayaan berikut kelengkapannya. Hal yang terpenting dari edaran itu adalah terkait putusan hakim yang menyatakan aset/harta kekayaan yang dimohonkan sebagai aset negara harus dinyatakan dirampas untuk negara. Setidak-tidaknya ada tiga hal pokok yang menarik dari substansi Perma Nomor 1 Tahun 2013. Ketiganya merupakan hal yang relatif baru, baik dari tataran teoritis maupun praktik penegakan hukum pidana. Pertama; permohonan penanganan harta kekayaan yang diajukan penyidik.Tata cara pengajuan permohonan penentuan status harta kekayaan yang diatur dalam Perma Nomor 1 Tahun 2013, hampir sama dengan acara pemeriksaan singkat dalam perkara tindak pidana ringan (tipiring). Persamaan itu terletak pada kewenangan penyidik, yang dapat langsung mengajukan ke persidangan tanpa melalui penuntut umum. Hanya dalam perkara tipiring, pengajuan berita acara pemeriksaan ke pengadilan diajukan penyidik atas kuasa penuntut umum. Adapun permohonan penanganan harta kekayaan yang dilakukan penyidik cukup memberitahukan ke Jaksa sebagaimana layaknya surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP). (Bersambung hlm 7 kol 2) Email Baru Berhubung email lama mengalami gangguan, kini kirimkan artikel wacana nasional (hal 6) ke: wacana_nasional@suaramerdeka.com. dan: wacana.nasional@gmail.com. Panjang maksimal 7.000 karakter with space, sertakan pasfoto pose santai. (Red) Wakil Pemimpin Redaksi : Gunawan Permadi. Redaktur Senior: Sri Mulyadi, AZaini Bisri, Heryanto Bagas Pratomo. Redaktur Pelaksana : Ananto Pradono, Murdiyat Moko, Triyanto Triwikromo. Koordinator Liputan: Hartono, Edy Muspriyanto. Sekretaris Redaksi : Eko Hari MudjihartoStaf Redaksi :Soesetyowati, Cocong Arief Priyono, ZaenalAbidin, Eko Riyono, Darjo Soyat , Ghufron Hasyim, MuhammadAli, DwiAni Retnowulan, Bambang Tri Subeno, Simon Dodit, Budi Surono, Renny Martini, Diah Irawati, Agustadi,Gunarso, Mohammad Saronji, Ahmad Muhaimin, Bina Septriono, Nugroho Dwi Adiseno, Nasrudin, M.Asmu’i, Ali Arifin, Sri Syamsiyah LS, Gunawan Budi Susanto, Imam Nuryanto, Arwan Pursidi, Arie Widiarto, Zulkifli Masruch, Agus Fathudin Yusuf, Petrus Heru Subono, Tavif Rudiyanto, Dwi Ariadi, M Jokomono, SaroniAsikin, PurwokoAdi Seno, Karyadi, ArswindaAyu Rusmaladewi, Maratun Nashihah, Mundaru Karya, Sarby SB Wietha, MohamadAnnas, KunadiAhmad, Ida Nursanti,Aris Mulyawan, Setyo Sri Mardiko, Budi Winarto, Sasi Pujiati, Hasan Hamid, Rony Yuwono, Sumaryono HS, M Norman Wijaya, Surya Yuli P, A Adib, Noviar Yudho P, Yunantyo Adi S, Fahmi Z Mardizansyah, Saptono Joko S, Dian Chandra TB, Roosalina, Dicky Priyanto, Hasan Fikri, Tri Budianto. Litbang :Djurianto Prabowo ( Kepala ),Dadang Aribowo. Pusat Data & Analisa: Djito Patiatmodjo (Kepala). Personalia: Sri Mulyadi (Kepala), Dyah Anggarini. RedakturArtistik: Putut Wahyu Widodo (Koordinator), Toto Tri Nugroho, Joko Sunarto, Djoko Susilo, SigitAnugroho. Reporter Biro Semarang : Edi Indarto ( Kepala), Widodo Prasetyo (wakil), Sutomo, IrawanAryanto, Moh. Kundori, Adhitia Armitrianto, Rosyid Ridho, Yuniarto Hari Santosa, Maulana M Fahmi, FaniAyudea, Hartatik, LeonardoAgung Budi Prasetya, Modesta Fiska Diana, Royce Wijaya Setya Putra, Wahyu Wijayanto. Biro Jakarta : Hartono Harimurti, ( Kepala), Wahyu Atmadji, Fauzan Djazadi, Budi Yuwono, Sumardi, Tresnawati, Budi Nugraha, RM Yunus Bina Santosa, Saktia Andri Susilo, Kartika Runiasari, Mahendra Bungalan Dharmabrata, Wisnu Wijarnako. Biro Surakarta : Budi Cahyono ( Kepala ), Won Poerwono, SubaktiASidik, Joko Dwi Hastanto, Bambang Purnomo, Anindito, Sri Wahyudi, Setyo Wiyono, Merawati Sunantri, Sri Hartanto, Wisnu Kisawa, Achmad Husain, Djoko Murdowo, Langgeng Widodo, Yusuf Gunawan, Evi Kusnindya, Budi Santoso, Irfan Salafudin, Heru Susilowibowo, Basuni Hariwoto, Khalid Yogi Putranto, Budi Santoso. Biro Banyumas :Sigit Oediarto (Kepala), Khoerudin Islam, Budi Hartono,Agus Sukaryanto, RPArief Nugroho,Agus Wahyudi, M Syarif SW, Mohammad Sobirin, Bahar Ibnu Hajar, Budi Setyawan. Biro Pantura :Trias Purwadi (Kepala), Wahidin Soedja, Saiful Bachri, Nuryanto Aji, Arif Suryoto, Riyono Toepra, Muhammad Burhan, M Achid Nugroho, Wawan Hudiyanto, Cessna Sari, Bayu Setiawan, Teguh Inpras Tribowo, Nur Khoerudin. Biro Muria :Muhammadun Sanomae (Kepala), Prayitno Alman Eko Darmo, Djamal AG, Urip Daryanto, Sukardi, Abdul Muiz, Anton Wahyu Hartono, Mulyanto Ari Wibowo, Ruli Aditio, Moch Noor Efendi. Biro Kedu/DIY: Komper Wardopo (Kepala), Doddy Ardjono, Tuhu Prihantoro, Sudarman, Eko Priyono, Henry Sofyan, Nur Kholiq, Amelia Hapsari, Supriyanto, Sony Wibisono. Daerah Istimewa Yogyakarta: Sugiarto, Asril Sutan Marajo, Agung Priyo Wicaksono, Juili Nugroho. Bandung :Dwi Setiadi. Koresponden : Ainur Rohim (Surabaya). Alamat Redaksi : Jl Raya Kaligawe KM 5 Semarang 50118.Telepon : (024) 6580900 ( 3 saluran ), 6581925. Faks : (024) 6580605. Alamat Redaksi Kota : Jl Pandanaran No 30 Semarang 50241. Telepon : (024) 8412600. Manajer Iklan : Bambang Pulunggono. Manajer Pemasaran: Berkah Yuliarto, Manajer Markom: Yoyok Gumulyo. Manajer Riset dan Pengembangan : Adi Ekopriyono. Manajer TU :Amir AR. Manajer Keuangan : Dimas Satrio W. Manajer Pembukuan : Kemad Suyadi. Manajer Logistik/Umum : Adi P. Manajer HRD: Budi Susanto. Alamat Iklan/Sirkulasi/Tata Usaha:Jl Pandanaran No 30 Semarang 50241. Telepon: (024) 8412600. Faks : (024) 8411116, 8447858. ■ HOT LINE 24 JAM024-8454333 ■REDAKSI:(024) 6580900 Faks (024) 6580605 e-mail: redaksi@suaramerdeka.info. Dicetak oleh PTMasscom Graphy, isi di luar tanggung jawab percetakan.
  7. 7. RABU, 19 FEBRUARI 2014 Dakwah Bijak Para Wali Oleh Abu Rokhmad Tanggal 17-22 Februari digelar festival budaya bertajuk ’’Mahrajan Wali Jawi’’ di Demak. Kegiatan yang diinisiasi kiai sekaligus budayawan KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) ini akan dihadiri banyak seniman-ilmuwan dan diisi beragam kegiatan, seperti pameran buku, halakah, kirab budaya, dan istigasah. Wayangan dengan dalang Ki Enthus Susmono memuncaki acara. Festival itu mengangkat tema ’’Menapak Jejak Aulia Meneladani Kearifan Mengajak’’. Tema itu menarik dan inspiratif di tengah kehidupan beragama di masyarakat yang sarat kekerasan dan intoleransi. Lebih-lebih pada saat Indonesia dirubung Islam transnasional yang membawa pikiran, gerakan, dan ekspresi keislaman khas Arab Saudi yang radikal, memusuhi tradisi dan pluralitas. Pesan kunci yang disampaikan dalam acara ini adalah ajakan menengok kembali sejarah dakwah kehidupan para wali yang sukses menyebarkan Islam di Jawa. Untuk mengislamkan Jawa, mereka tidak memilih jalan perang. Mereka berlaku santun, bahkan terhadap kelompok yang berbeda. Kosakata kafir atau bid’ah, nyaris tak pernah terucap karena baktinya pada keragaman. Pendek kata, para wali mengajarkan betapa Islam dipeluk oleh penduduk negeri tanpa paksaan, bersanding harmonis dengan tradisi, toleran terhadap perbedaan, dan damai dalam berdakwah. Spirit itu kini mulai hilang dan wacana publik disesaki model Islam garis keras yang hanya paham satu cara: kekerasan. Pada abad VII M, Islam hadir di Nusantara. Pulaunya ribuan dan masyarakatnya majemuk. Beragam etnis dan keyakinan ada di sini. Islam datang pada masyarakat yang sudah memiliki nilai, budaya, dan agama yang sudah lama dianut. Kontak Islam dengan budaya setempat ini, melahirkan Islam baru yang khas Indonesia, yaitu Islam sebagaimana yang dipraktikkan warga setempat. Walisongo menjadi mediator Islam yang khas itu. Mereka menjembatani pertemuan antara agama dan tradisi. Bahkan, para wali mau ’’mengorbankan’’ egoisme doktrin Islam, demi menghormati keyakinan setempat. Sapi yang halal menurut Islam, oleh Sunan Kudus dilarang disembelih semata- mata menghargai keyakinan agama masyarakat setempat. Model penyebaran Islam ala Walisongo lentur dan akomodatif tapi tidak mengorbankan akidah. Cara ini membuat masyarakat tidak resisten menerima Islam. Dakwah Bijak Para wali pasti menyadari, dakwah yang lentur dan akomodatif terhadap budaya setempat sangat berisiko. Salah satunya akan terjadi percampuran antara Islam dan tradisi. Banyak ditemukan muatan lokal dalam praktik keislaman nyaris tidak bisa dibedakan. Karena hal ini, para wali dicap sebagai penyebar Islam sinkretis, Islam yang tidak murni atau Islam abangan. Padahal dalam proses penyebaran Islam, selalu muncul dua isu, yaitu Islamisasi Jawa dan Jawanisasi Islam. Hakikatnya, proses ini mirip dengan wacana Islamisasi Arab atau Arabisasi Islam. Olok-olok ini terus dipelihara dan menutupi jasa para wali yang telah meretas jalan ketersebaran Islam di Nusantara. Sejatinya para wali adalah pengikut Islam yang autentik. Mereka tidak pernah menggadaikan akidah Islam hanya untuk menyenangkan pemeluk agama lain. Mereka menggunakan cara berbeda untuk mencapai tujuan sama. Di tengah kepungan tradisi Jawa, saya meyakini bahwa Islam masih tegak sebagai agama yang pristin (meminjam Ulil Abshar) meski unsur-unsur lokal tidak mungkin dihilangkan sama sekali. Sebab, begitu Islam diterima oleh seseorang maka ia akan ’’menyentuhnya’’dan memaknainya sesuai dengan ia pahami. Di situlah Islam bersinggungan dengan lokalitas. Melalui festival tersebut, masyarakat, minimal di Jateng, diajak untuk memahami bagaimana para wali berdakwah. Islam mengajarkan umatnya untuk mengajak kepada kebaikan dengan cara yang baik pula, bukan lewat paksaan apalagi kekerasan. Begitu pula melarang kemungkaran, harus dengan cara yang baik. Para wali meletakkan akhlak di atas segalanya. (10) – Dr Abu Rokhmad MA, sukarelawan Mahrajan Wali Jawi, dosen IAIN Walisongo Semarang Religiositas ... Diketik 1,5 spasi maksimal satu folio, ditandatangani dan dilengkapi fotokopi identitas diri. Isi seluruhnya tanggung jawab penulis dan tidak melayani permintaan identitas yang dirahasiakan. Redaksi berhak melakukan editing. Kirimkan ke alamat: mbaca.sm@gmail.com Untuk kritik dan saran seputar Suara Merdeka kirim: kritik@suaramerdeka.info Mengapresiasi Tulisan Prof Tri Marhaeni Membaca tulisan Ibu Tri Marhaeni bertutut-turut di Suara Merdeka, 28 dan 29 Januari 2014 tentang ”Menjadi Magister Segala Ilmu” yang berisi perjalanan pengabdian di bidang pendidikan oleh peserta program sarjana mendidik di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (SM3T) sangat menarik, membanggakan sekaligus terharu, dan saya mengapresiasi. Program pengabdian sarjana pendidikan untuk berpartisipasi di daerah tersebut memang sangat dibutuhkan. Saya pribadi berucap syukur dan mengapresiasi kepada Unnes yang telah menerjunkan anak didik untuk menolong, membantu, dan membuka diri terjun di wilayah yang sulit terjangkau. Mudah-mudahan diikuti yang lain, karena negara kita ini luas. Semoga Ibu beserta kelompok dapat mengembangkan sayap ke daerah-daerah lain seperti di NTT, NTB, syukur kalau bisa mendatangi wilayah Indonesia di perbatasan antara Indonesia Malaysia, Indonesia - Brunei Darusalam. Di wilayah ini pada waktu ditayangkan TVRI, nampak betapa kehidupan masyarakat di tapal batas tersebut masih miskin. Belum tersentuh tangan-tangan halus seperti Ibu dan rekan-rekan dan masih belum mendapatkan sentuhan pendidikan, kesehatan, serta perbaikan sosial ekonomi yang layak. Pengabdian Ibu sangat dibanggakan dan dengan tulus lahir batin mengabdi pada negara dan bangsa dalam rangka mencerdaskan anak bangsa tanpa pamrih. Sayang, usia saya sudah mendekati 70 tahun, andaikan belum, ingin berpartisipasi juga seperti lbu. Semoga Ibu bersedia menerima salam hormat saya dan selamat berjuang. Sri Murni Rahayu Pensiunan Dosen Kopertis VI Jl Meranti Barat V/231 Perum Banyumanik, Semarang *** Tugas Polri Melayani Rakyat Salah satu tugas Polri adalah melayani masyarakat. Lingkup pelayanan tentunya membutuhkan keiklasan, sehingga ketika seseorang melayani pelanggan, dia harus ramah, sopan, dan berusaha memancarkan semangat pengabdian. Hal ini pula yang terpancar dan dipraktikkan oleh setiap polisi, di mana saja, kapan saja, dan terhadap siapa saja. Sebab, pelayanan terbaik sudah menjadi slogan yang harus dilaksanakan, bukan lip servicesemata. Bila pun masih terdapat kekurangan, bukan menjadi alasan untuk tidak berbuat maksimal. Hakikatnya, polisi juga abdi masyarakat. Ia bekerja karena ada amanat dari rakyat. Ia ada juga karena digaji oleh rakyat, sehingga menjadi hal yang kurang elok dan kontraproduktif bila dalam pelayanan tadi ada hal-hal yang menjadikan masyarakat sebagai ''tuan'' merasa tidak terlayani dengan baik. Mau tidak mau, suka atau tidak suka, perlu pola pikir dan budaya yang lebih memasyarakat di kalangan polisi negeri ini bahwa dia benarbenar bekerja sebagai pelayan masyarakat. AKPHerie Purwanto, SH MH Kasat Binmas Polres Pekalongan Kota (Sambungan hlm 6) Tidak berhenti sampai di situ, rancangan Tan makin dipertajamkan oleh konsep yang paling penting bagi Indonesia, yakni masalah pola pikir. ”Materialisme dialektika logika” (1943) merupakan karya magnum opus-nya sangat dipengaruhi oleh arus filsafat rasional Barat, dan dibumbui kekentalan cara berpikir sains. Salah satu yang diupayakan Tan melalui buku ini adalah mendobrak cara berpikir masyarakat Indonesia, yang kala itu, dan kemungkinan hingga kini, masih dipengaruhi cara mistik. Dia berupaya menjadikan Indonesia sebagai negara maju, dimulai dari pembaruan cara berpikir. Berpijak pada titik itu, ia meyakini Indonesia dapat memajukan aspek perkembangan sains dan Penanganan ... (Sambungan hlm 6) Perbedaan lainnya terletak pada tidak adanya tersangka atau terdakwa dalam permohonan penanganan harta kekayaan, sementara dalam perkara tipiring yang diajukan penyidik ke siding pengadilan meliputi terdakwa beserta barang bukti, saksi ahli, dan juru bahasa. Tidak adanya tersangka atau terdakwa itulah, yang menjadi alasan pokok diajukannya permohonan penanganan harta kekayaan sehingga penyidik harus melengkapinya berita acara pencarian tersangka, berkas perkara hasil penyidikan dan berita acara penghentian sementara seluruh atau sebagian transaksi atas permintaan PPATK. Kedua, perampasan aset tanpa tuntutan pidana. Selama ini, dalam praktik penegakan dan penuntutan perkara pidana dan penentuan status aset/harta kekayaan yang diduga berasal dari hasil kejahatan dilakukan sesudah atau bersamaan dengan pembuktian kesalahan atau penghukuman. Adapun Perma Nomor 1 Tahun 2013 fokus pada pemeriksaan aset/harta kekayaan, termasuk memutuskan statusnya apakah dirampas sebagai aset negara ataukah dikembalikan kepada yang berhak. Ketiga; efektivitas proses Industri Pangan Rumah Tangga Oleh Kartika Pibriyanti angan merupakan kebutuhan dasar manusia dan paling utam. Pemenuhannya pun merupakan bagian dari hak asasi manusia sebagai komponen dasar mewujudkan SDM. Namun gambaran mengenai kondisi keamanan pangan, termasuk di Jateng, dalam 3 tahun terakhir masih memprihatinkan. Masyarakat masih menjumpai produk pangan, termasuk hasil industri pangan rumah tangga (IPRT) yang tidak memenuhi persyaratan. Ditambah rendahnya tanggung jawab dan kesadaran produsen/distributor mengenai keamanan pangan yang diproduksi, serta masih kurangnya pengetahuan konsumen terhadap keamanan pangan. Tahun 2009 Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) melakukan survei keamanan pangan pada 1.504 industri pangan rumah tangga (IPRT) di 18 provinsi. Hasil survei menunjukkan 24,14% industri telah menerapkan dengan baik, 24,80% telah menerapkan, dan 51,06% masih memerlukan pendampingan. Selain itu, masih terdapat penyalahgunaan bahan berbahaya, seperti formalin (4,89%), boraks (8,80%) rhodamin B dan methanyl yellow (4,89%) pada produk industri pangan rumah tangga. Terkait kasus keracunan pangan, di antaranya disebabkan belum dipatuhinya ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang produksi, distribusi, dan peredaran produk. Tahun 2007, dari 4.007 sarana produksi yang diperiksa, tercatat 2.271 (56,68%) sarana tidak memenuhi ketentuan sehingga tidak bisa menerapkan good manufacturing practices (GMP) secara konsisten. Bahkan, 75,91% dari total sarana itu tidak memenuhi ketentuan yang kemudian memicu kasus keracunan makanan, termasuk di Jateng. Tahun 2010 saja di Jateng tercatat 40 kejadian luar biasa (KLB) keracunan makanan di 22 kabupaten/kota (42,86%). Kasus itu menyebabkan 11 orang tewas, 835 keracunan, dan 9.627 lainnya terancam keracunan. Makanan/minuman beracun itu berasal dari produk jasa boga dan produk olahan 50%, pangan olahan 20%, jajanan 15%, dan tidak diketahui penyebabnya 15%. Pada era pasar bebas, industri pangan Indonesia, termasuk dari Jateng, harus mampu bersaing dengan derasnya produk industri pangan negara lain yang sistem mutunya sudah mapan. Untuk memberikan jaminan keamanan pangan bagi konsumen diperlukan sistem pembinaan dan registrasi produk. Konsekuensinya, makanan dan minuman yang tak memenuhi standar, apalagi membahayakan kesehatan, dilarang diedarkan. Upaya itu akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap pangan industri rumah tangga (PIRT). Hal itu selaras dengan amanat perundangundangan yang menyebutkan pemerintah melalui pembinaan wajib meningkatkan daya saing pangan industri rumah tangga. Tanggung Jawab Melalui pembinaan dan pendampingan maka pengelola dan karyawan industri rumah tangga memiliki kesadaran P teknologi. Aspek Religiositas Sebenarnya kita perlu mengoreksi ulang cap komunis yang terlanjur disematkan pada Tan mengingat sesungguhnya selepas 1926 ia sudah keluar dari lingkaran elite-elite komunis, baik internasional, maupun Partai Komunis Indonesia. Ia bahkan mendirikan Partai Republik Indonesia, yang makin menjadikannya dimusuhi oleh orang-orang PKI pada masa itu. Komunisme yang oleh sebagian awam selalu diindentikkan ateisme sebenarnya tidaklah tepat, dan menjadi fatal jika dilekatkan pada Tan. Sebagai keturunan Minang yang religius, ia justru memegang teguh prinsip-prinsip agama. Baginya, tidak ada pertentangan antara ajaran agama dan kehendak diri. Baginya, Islam adalah the way of life. Ketika ia menulis Islam dalam Tinjauan Madilog penentuan aset/harta kekayaan. Pasal 7 Perma itu mengadopsi ketentuan Pasal 86 KUHAP. Termasuk memberikan ruang terhadap pimpinan instansi penyidik untuk mengusulkan tempat sidang, ketika karena alasan tertentu tidak memungkinkan memeriksa suatu permohonan harta kekayaan. Perma tersebut memberikan hak keleluasaan kepada penyidik untuk menentukan pengadilan negeri tertentu, ketika harta kekayaan berada di wilayah hukum beberapa pengadilan. Ketentuan Pasal 5 Perma itu, selain berbeda dari ketentuan Pasal 84 KUHAP, juga telah memberikan terobosan dalam rangka efektivitas dan efisiensi penanganan harta kekayaan sesuai dengan asas KUHAP. Memahami substansi Perma Nomor 1 Tahun 2013 berikut latar belakang yang meliputi kelahirannya maka penegakan hukum pidana senantiasa berkembang sesuai dengan pemikiran dan dinamika praktik hukum di bebagai belahan dunia. Substansi hukum berasal dari dinamika pemikiran tersebut merupakan salah satu kebutuhan hukum, yang keberadaannya tidak dapat dihindarkan. (10) – Dr R Widyopramono, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejakgung (1948), sebenarnya antara konsep pemikiran dalam Madilog dan semangat Islam adalah sama, bagaimana Islam menjunjung tinggi rasionalitas dan hukum alam (sunnatullah), namun menjunjung tinggi juga dimensidimensi pergerakan sosial, ekonomi, hingga politik. Sebagaimana diakui Hamka dalam pengantar buku tersebut, Al Ustadz Tan Malaka menyebutkan bahwa Islam sejalan dan secorak dengan pergerakan sosial modern. Keteguhan pendiriannya juga terlihat tahun 1920-an, ketika Tan tentang pengolahan pangan yang higienis. Mereka juga bertanggung jawab terhadap kesehatan konsumen. Sejalan dengan hal itu, produk yang diedarkan wajib mencantumkan nama jenis pangan, nama dagang, dan jenis kemasan, Selain itu, berat bersih, komposisi, nama dan alamat jelas, masa kedaluwarsa, dan kode produksi. Pangan industri rumah tangga yang memenuhi standar cara produksi yang baik, yang ditunjukkan dengan sertifikat yang diperoleh, bisa memberikan keuntungan untuk produk tersebut. Hal itu bahkan berdampak siginifikan bisa dikaitkan dengan persaingan pasar. Dalam rantai produksi pangan industri rumah tangga, BPOM bertugas mengawasi keamanan pangan. Polda serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng, termasuk instasi di tingkat kabupaten/kota dapat Produksi industri pangan rumah tangga seharusnya melibatkan Badan POM, MUI, Depkes, Polri, dan Disperindag menyita dan mencabut izin usaha apabila produsen melanggar ketentuan keamanan pangan. Adapun MUI, melalui Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM), berwenang mengeluarkan sertifikat halal. Produksi pangan industri rumah tangga di Jateng seharusnya melibatkan Badan POM, MUI, Depkes, Polri, serta Disperindag tinggal regional. Mereka bisa mengawasi keamanan pangan sehingga produksi pangan industri rumah tangga aman dikonsumsi. (10) -- Kartika Pibriyanti, mahasiswa Magister Ilmu Gizi Universitas Diponegoro Email Baru Berhubung e-mail lama mengalami gangguan, kini kirimkan artikel wacana lokal (hal 7) ke: wacana_lokal@suaramerdeka.com. dan: wacana.lokal@gmail.com. Panjang maksimal 6.000 karakter with space, sertakan pasfoto pose santai. (Red) menghadiri kongres komunis internasional. Dia melontarkan pernyataan yang sama, yang berujung pada pengucilan dirinya oleh tokohtokoh komunis internasional. Jadi, tidaklah tepat andai ada sekelompok orang ataupun ormas yang menuduhnya komunis-ateis atau PKI. Apalagi bila ada pihak hendak membubarkan diskusi yang membicarakan pemikiranpemikiran Tan. Sesungguhnya tidak sesempit itu mengingat Tan adalah orang yang religius, rasionalis, dan nasionalis. Ketika di Semarang ada pembubaran diskusi mengenai pemikiran Tan, yang notabene kota majemuk, realitas itu justru akan mencoreng nama kota ini dalam sejarah. Selain itu, pelarangan tersebut secara eksplisit bertentangan dengan hukum, mengingat Pasal 28F UUD 1945 menyebut tiap orang berhak mendapatkan informasi, serta mendiskusikan, dan menyebarkannya. (10) – M Rasyid Ridha Saragih, asisten peneliti pada Satjipto Rahardjo Institute

×