Menulis naskah drama

11,237 views

Published on

Petunjuk sederhana cara menulis naskah drama

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
11,237
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
76
Actions
Shares
0
Downloads
265
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Menulis naskah drama

  1. 1. Menulis Naskah Drama PELATIHAN TERINTEGRASI BERBASIS KOMPETENSI harrydfauzi@ gmail .com
  2. 2. Unsur-unsur Drama sebagai Karya Sastra <ul><li>Medium Bahasa </li></ul><ul><li>Unsur Tematik </li></ul><ul><li>Penokohan dan Karakterisasi </li></ul><ul><li>Plot </li></ul><ul><li>Setting (Latar) </li></ul>harrydfauzi@ gmail .com
  3. 3. Ciri-ciri Naskah Drama <ul><li>Drama ditulis untuk dipentaskan, karena itu drama disusun berdasarkan persyaratan pentas. </li></ul><ul><li>Adanya bentuk-bentuk dialog, solilokui, kadang-kadang ada prolog dan epilog. </li></ul><ul><li>Adanya perintah laku yang ditulis secara singkat dan dalam bentuk tulisan yang berbeda dari dialog. </li></ul><ul><li>Setting (latar) diungkapkan secara singkat dan hanya merupakan petunjuk global bagi pengguna naskah. </li></ul>harrydfauzi@ gmail .com
  4. 4. Bentuk Drama mana yang akan Anda tulis? <ul><li>Drama Panggung </li></ul><ul><li>Drama Radio </li></ul><ul><li>Master Skenario </li></ul><ul><li>Screenplay </li></ul><ul><li>TV Play </li></ul>harrydfauzi@ gmail .com
  5. 5. <ul><li>Jenis Drama : </li></ul><ul><li>Tragedi </li></ul><ul><li>Komedi </li></ul><ul><li>Tragikomedi </li></ul><ul><li>Melodrama </li></ul><ul><li>Farce </li></ul><ul><li>Prosedur: </li></ul><ul><li>Dramatisasi Puisi </li></ul><ul><li>Menyadur dari karya drama asing </li></ul><ul><li>Menulis Drama Sendiri </li></ul>harrydfauzi@ gmail .com
  6. 6. Medium Bahasa dalam Drama <ul><li>Bahasa Baku atau Bahasa Standar </li></ul><ul><li>Bahasa Dialek (Betawi, Jawa, Sunda, Batak, Padang, dsb.) </li></ul><ul><li>Bahasa Puisi dan Bahasa Puitis </li></ul><ul><li>Bahasa Keseharian </li></ul>harrydfauzi@ gmail .com
  7. 7. Unsur Tematik dalam Drama ? Tema  Subject Master Drama Tema Jasmani <ul><li>Tema Moral </li></ul><ul><ul><li>Tema Sosial </li></ul></ul><ul><ul><li>Tema Egoik </li></ul></ul><ul><ul><li>Tema Ketuhanan </li></ul></ul><ul><ul><li>perjuangan </li></ul></ul><ul><li>sosial </li></ul><ul><li>percintaan </li></ul><ul><li>kejiwaan </li></ul><ul><li>metafisik </li></ul><ul><li>dakwah </li></ul>harrydfauzi@ gmail .com
  8. 8. Menciptakan Tokoh <ul><li>T okoh T ipikal ( tokoh yang memiliki ciri-ciri khas tertentu yang berbeda baik dari kehidupan manusia sehari-hari maupun tokoh lain dalam keseluruhan cerita ) </li></ul><ul><li>T okoh N etral ( tokoh yang tidak digambarkan sebagai tokoh yang luar biasa, ia merupakan manusia kebanyakan yang digambarkan tidak memiliki ciri-ciri tertentu ) </li></ul><ul><li>Tokoh Karikatural ( tokoh yang digambarkan dari sisi kehidupan yang hampir tidak berkaitan dengan kenyataan hidup sehari-hari, berlebihan, kadang-kadang mewakili kelompok masyarakat tertentu ) </li></ul><ul><li>Tokoh Berkembang ( karakter tokoh ini berkembang secara terus-menerus sepanjang cerita ) </li></ul><ul><li>T okoh B ulat atau T okoh K ompleks ( tokoh yang digambarkan seluruh sisi kehidupannya ) </li></ul><ul><li>T okoh S ederhana atau T okoh S impel ( tokoh yang hanya ditampilkan dari satu sisi kehidupannya atau bahkan tidak jelas asal-usulnya ) </li></ul>harrydfauzi@ gmail .com
  9. 9. Menciptakan Karakterisasi <ul><ul><li>berdasarkan ciri-ciri fisik </li></ul></ul><ul><ul><li>berdasarkan kebiasaan/sifat </li></ul></ul><ul><ul><li>berdasarkan pekerjaan/profesi </li></ul></ul><ul><ul><li>b erdasarkan asal-usul daerah </li></ul></ul><ul><ul><li>berdasarkan insiden tertentu </li></ul></ul>Nama owe mah Pek Ci-wit Si Beton namaku, tapi aku lemah-lembut, lho harrydfauzi@ gmail .com
  10. 10. Plot Drama Durasi (rolling time) Awal Akhir Eksposisi Insiden Awal         Klimaks Antiklimaks Peleraian Konflik Konflik Konflik Konflik Penurunan Laku harrydfauzi@ gmail .com
  11. 11. Terjadinya Konflik PROTAGONIS ANTAGONIS KONFLIK MOTIF MOTIF LAKU LAKU harrydfauzi@ gmail .com
  12. 12. POLA DRAMA PERMULAAN LAKU KELANJUTAN LAKU PENYUDAHAN LAKU Tumbuhnya permasalahan yang terjadi di dunia atau yang menimpa pada diri protagonis Pertumbuhan konflik yang menyebabkan munculnya alternatif pemecahan masalah Berakhirnya segala kekalutan dengan akhir yang bahagia, atau berakhir dengan tragis harrydfauzi@ gmail .com
  13. 13. Irama Tragis Religius Yunani Klasik Awal ( Hybris ) Protagonis menilai dirinya secara keliru berdasarkan norma yang berlaku. Karena kekeliruannya ini, ia kemudian bertindak di luar batas dan semena-mena. Tengah ( Nemesis ) Protagonis memperoleh peringatan dan tentangan atas perbuatannya yang semena-mena itu dari orang-orang sekitarnya, dari masyarakatnya, dan dari nilai-nilai yang diwakili oleh tokoh agama. Akibat tindakan semena-menanya, protagonis mendapat murka dewata. Akhir ( Dike ) Karena murka dewata ini, protagonis mengalami nasib yang tragis dengan atau tanpa penyesalan.
  14. 14. Irama Komis ( Komedi ) Survival (penyelamatan) Protagonis berkehendak atau menginginkan sesuatu. Karena keinginannya ini, ia memperoleh tantangan dan bahaya. Dengan cara yang tak diduga dan (bahkan) lucu, ia mengatasi masalah atau menyelamatkan diri dari keadaan bahaya yang dihadapinya. Growth (pertumbuhan) Protagonis memperoleh kedudukan dan status sosial yang lebih baik, biasanya digambarkan dengan pernikahan atau sejenisnya. harrydfauzi@ gmail .com
  15. 15. Pola Mintaraga Awal Tengah Akhir Sang pahlawan (ksatria) memperoleh panggilan gaib atau panggilan dewata. Sang pahlwan berangkat menuju dunia lain, dunia di luar kesehariannya. Di sana ia diuji dan setelah lulus ia memperoleh anugerah dewata. Anugerah ini kemudian ia gunakan untuk menyejahterakan sesamanya. harrydfauzi@ gmail .com
  16. 16. Pola Wishnu Nitis Awal Tengah Akhir Sang Wisnu turun ke dunia dan menitis pada satu tokoh dan bertugas untuk memerangi angkara murka. Tokoh yang dititisi Wisnu mencari identitas dirinya secara metafisikal. Kemudian ia memerangi angkara murka yang mengancam dan akan merusak ketenteraman dunia dan kesejahteraan manusia. Angkara murka dapat diberantas dan keadaan dunia kembali aman sejahtera. harrydfauzi@ gmail .com
  17. 17. Pola Mencari Ayah Awal Tengah Akhir Salah seorang putra Arjuna di pertapaan kakeknya bertanya tentang siapa sebenarnya ayah kandungnya. Sang Kakek mengatakan bahwa ayahnya adalah Arjuna. Sang ksatria pun pergi ke Amarta mencari ayahnya. Ia kemudian diuji melalui pelaksanaan dharmanya sebagai ksatria. Setelah lulus, resmilah ia dakui sebagai putra Arjuna. harrydfauzi@ gmail .com
  18. 18. Trilogi Aristoteles Kesatuan Tempat (drama harus terjadi pada satu tempat tertentu) Kesatuan Waktu (drama harus berlangsung pada waktu tertentu yang merupakan kesatuan utuh) Kesatuan Kejadian (drama hanya menampilkan peristiwa yang saling berkaitan) harrydfauzi@ gmail .com
  19. 19. Tiga Anasir yang Harus Ada dalam Drama <ul><li>Anasir Kesatuan (kesatuan waktu, kesatuan tempat, dan kesatuan kejadian) </li></ul><ul><li>Anasir Keharusan Psikis (adanya Protagonis, Antagonis, Tritagonis) </li></ul><ul><li>Anasir Penghemat (drama hanya menampilkan hal-hal yang penting dari kehidupan manusia dan tidak menampikan seluruh sisi kehidupan manusia secara lengkap) </li></ul>harrydfauzi@ gmail .com
  20. 20. Menciptakan Setting Setting Waktu: Setting Tempat: Topografi (nama daerah, kota, desa, kampung, dsb) Skeneri (interior dan eksterior) Historis (zaman Sriwijaya, zaman revolusi, zaman dulu, dsb.) Detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, sianghari, malam hari harrydfauzi@ gmail .com
  21. 21. Bagaimanapun juga ... Tidak pernah ada teknik menulis karya drama yang paling baik, sebaik-baiknya karya drama yang ditulis adalah karya yang paling orisinal dari segala aspek. Percayalah bahwa Anda mampu menulis sebaik dramawan dan sastrawan besar jika Anda menulis sesuai dengan hati nurani Anda sendiri. Imajinasi yang berkembang merupakan modal utama dalam berkarya seni Terima kasih atas segala perhatian Anda harrydfauzi@ gmail .com

×