Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Mutu relevansi-kopertis-iii-dirjen-dikti-prof-dr-djoko-santoso

2,553 views

Published on

Published in: Education, Business
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Mutu relevansi-kopertis-iii-dirjen-dikti-prof-dr-djoko-santoso

  1. 1. PERAN PENDIDIKAN TINGGI DALAM MENINGKATKAN MUTU DAN RELEVANSI DJOKO SANTOSO DIRJEN PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
  2. 2. TOPIK BAHASAN <ul><li>TANTANGAN BAGI PENDIDIKAN TINGGI DALAM MENYONGSONG ASEAN ONE COMMUNITY 2015 </li></ul><ul><li>PERAN PENDIDIKAN TINGGI </li></ul>
  3. 3. ..... Indonesia menjadi negara maju .... melalui pertumbuhan ekonomi tinggi yang inklusif dan berkelanjutan (BPS) 0,96% 0,17% Pengeluaran/hari Tahun 2009 Tahun 2025 9, 7 < 2 dolar 2-4 dolar 4-10 dolar 10-20 dolar >20 dolar 13 % (Harapan) 10 % Potensi Pertumbuhan Ekonomi 59,23% 21,22% 30% 45% 2%
  4. 4. <ul><li>Natural Resources </li></ul><ul><ul><li>Geothermal (largest reserve) </li></ul></ul><ul><ul><li>Coal (no.2 in the world) </li></ul></ul><ul><ul><li>Tin, Nickel (no. 2 and 4 in the world) </li></ul></ul><ul><ul><li>Palm oil, Rubber, Cacao (no.1, 2, 2 in the world) </li></ul></ul><ul><ul><li>Marine resources (largest teritory, mega biodiversity) </li></ul></ul><ul><ul><li>Others </li></ul></ul><ul><li>Experiences </li></ul>Per capita income USD 3. Human Resource... 3 Main Resources for Economic Growth
  5. 5. Demographic Bonus 100 Year of Independence Human Resource (Source: Menko Perekonomian) Decreasing Dependency Ratio from 2010-2040: can become demographic deviden for economic development, provided that good human resource development is in place.
  6. 6. 6 Koridor Pengembangan
  7. 7. Primary Education SMP/MTs SMA/MA Junior Secondary High School Vocational HS University Human Resource Situation: Level of Education (Source: BPS) Improving access to higher education!
  8. 8. TKI dengan kualitas rendah Sumer: Kemenakertrans (2010) Tahun TKI Formal % TKI Informal % Total 2006 177.495 26 502.505 74 680.000 2007 196.191 28 500.555 72 696.746 2008 269.346 34 479.470 64 748.816
  9. 9. TKA membanjiri Indonesia Sumber: Kemenakertrans (2010)
  10. 10. TANTANGAN BAGI PENDIDIKAN TINGGI DALAM MENYONGSONG ONE COMMUNITY 2015 <ul><li>Jakarta sebagai ‘entry point’ masuknya orang, barang, budaya, pengaruh, ke Indonesia  sangat dominan </li></ul><ul><li>Menyiapkan sumberdaya yang berkualitas untuk memberikan sinyal kolaborasi, dan hal ini tidak mungkin jika tidak melalui PENDIDIKAN </li></ul><ul><li>Sebanyak mungkin sumberdaya manusia Indonesia lulusan perguruan tinggi (akademik/vokasi/profesi)  ada hubungan antara lulusan PT dengan GDP </li></ul>
  11. 11. A pa yang dibutuhkan? <ul><li>Perguruan tinggi BERKUALITAS yang mampu: </li></ul><ul><ul><li>Mengembangkan potensi mahasiswa agar bisa menjadi sarjana yang bertaqwa, cakap, bermartabat , bermanfaat bagi pembangunan dan masyarakat, dan bisa berkompetisi dalam pasar global ( kompetitif ) </li></ul></ul><ul><ul><li>Memberi solusi bagi pembangunan sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat, mengembangkan dan menciptakan pengetahuan dan teknologi yang meningkatkan daya saing (lulusan, perguruan tinggi, daerah, bangsa) membangun knowledge capital melalui riset dan pemberdayaan masyarakat </li></ul></ul>
  12. 12. APA KESIAPAN KITA? <ul><li>Memberikan pendidikan tinggi yang bermutu dan relevan, </li></ul><ul><li>Perguruan Tinggi harus berijin dari Kemdiknas, </li></ul><ul><li>Perguruan Tinggi harus konsisten menyelenggarakan pendidikannya sebagaimana saat mengajukan usulannya, </li></ul><ul><li>Perguruan Tinggi harus memiliki fokus pada peningkatan KOMPETENSI MAHASISWA. </li></ul>
  13. 13. Kompetensi berhubungan dengan Budaya Akademik: KARAKTER MAHASISWA
  14. 14. KOMPETENSI MAHASISWA dicapai melalui: Pendidikan karakter Budaya Akademik Di Kampus Penyelenggaraan PT yang akuntabel, menjunjung integritas yang tinggi Reduksi konflik Mengedepankan MUTU dalam pelayanan akademik
  15. 15. Kondisi Perguruan Tinggi di Indonesia <ul><li>Status akreditasi (masih banyak yang belum mengajukan akreditasi) </li></ul><ul><li>Pembelajaran masih lebih banyak bobotnya pada peningkatan Hardskills </li></ul><ul><li>Kualifikasi dosen masih banyak yang S1 </li></ul><ul><li>Sarana dan prasarana masih belum menyesuaikan dengan kemajuan teknologi saat ini </li></ul>
  16. 16. STATUS AKREDITASI PRODI DI INDONESIA* **A = Akreditasi A B = Akreditasi B C = Akreditasi C K = Kadaluarsa T = Belum Akreditasi * SUMBER DATA DI DOWLOAD DARI WEB PDPT DAN BAN-PT TAHUN September 2011 No. Status Akreditasi PTN KOP 1 KOP 2 KOP 3 KOP 4 KOP 5 KOP 6 KOP 7 KOP 8 KOP 9 KOP 10 KOP 11 KOP 12 Total Persentase 1 A** 734 3 9 53 137 53 53 103 6 15 10 0 0 1176 6.67 2 B 1609 131 144 232 371 222 222 363 101 194 163 70 40 3862 21.91 3 C 564 374 188 152 451 236 236 358 141 411 267 147 79 3604 20.45 4 K 928 128 91 238 298 87 87 271 57 96 73 40 19 2413 13.69 5 T 1549 598 407 866 714 36 435 541 241 401 340 203 238 6569 37.27 Jumlah 5384 1234 839 1541 1971 634 1033 1636 546 1117 853 460 376     Grant Total 17624 100
  17. 17. PERSENTASE AKREDITASI PRODI DI INDONESIA *A = Akreditasi A B = Akreditasi B C = Akreditasi C K = Kadaluarsa T = Belum Akreditasi
  18. 18. KOPERTIS 3 Bagaimana strategi mengubah PT menjadi berkualitas?
  19. 19. PE RAN PENDIDIKAN TINGGI
  20. 20. Pembelajaran Penelitian & Pengembangan Publikasi Interaksi dengan Industri dan Masy. Peran Pendidikan Tinggi
  21. 21. Manfaat Sosial dan Ekonomi dari Pendidikan (Sumber: OECD, Highlight of Education At Glance, 2010)
  22. 22. <ul><li>Premium untuk lulusan universitas dan diploma Indonesia lebih tinggi dari rata-rata negara OECD. </li></ul><ul><li>Data Gaji adalah untuk 2010 dari: http://pusdatinaker.balitfo.depnakertrans.go.id </li></ul>Gaji Rata-rata per B ulan untuk T iap Jenjang (Sumber: Depnakertrans, 2011)
  23. 23. Jumlah Pekerja Berpendidikan Tinggi (D2 Keatas) (Sumber: NSF, Asia’s Rising Scince&Engineering Strength, 2007) Walaupun peningkatannya paling tinggi, namun dalam jumlah, apalagi proporsi terhadap populasi, Indonesia memiliki jumlah pekerja berpendidikan tinggi yang sangat rendah.
  24. 24. Y = -1085,96 + 6,82 X R² = 0,85 Denmark Islandia Indonesia Jumlah Peneliti dan PDB /K apita adalah data tahun 2007 yang diambil dari data statistik world bank 2011 http://data.worldbank.org/indicator/SP.POP.TECH.RD.P6/countries http://data.worldbank.org/indicator/SP.POP.SCIE.RD.P6/countries http://data.worldbank.org/indicator/NY.GDP.PCAP.CD/countries Hubungan Nilai PDB /Kapita dengan Jumlah Peneliti ( 2007 ) Sumber : World Bank 2011 Jumlah Peneliti per 1 juta penduduk memiliki korelasi positif yang tinggi dengan nilai PDB per Kapita (koefisien korelasi r = 0, 92 ) P eneliti adalah ilmuwan dan tenaga teknis berpendidikan minimal S1/D4 yang melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan.
  25. 25. Tabel 1. Lima besar penghasil makalah (dokumen) ilmiah dari berbagai jurnal yang tercatat di Scopus (Mei 2011) dari berbagai institusi riset di Indonesia
  26. 26. KARYA ILMIAH INSTITUSI RISET INDONESIA MENURUT SCOPUS (MEI 2011)
  27. 27. PERBANDINGAN DENGAN BEBERAPA NEGARA LAIN <ul><li>Publikasi Ilmiah di Jurnal Internasional 2011* </li></ul><ul><li>Indonesia </li></ul><ul><li>Institut Teknologi Bandung 1.686 </li></ul><ul><li>Universitas Indonesia 1.414 </li></ul><ul><li>Universitas Gadjah Mada 1.001 </li></ul><ul><li>Institut Pertanian Bogor 683 </li></ul><ul><li>Malaysia </li></ul><ul><li>University of Malaya 13.133 </li></ul><ul><li>Universiti Sains Malaysia 9.649 </li></ul><ul><li>Universiti Putra Malaysia 8.725 </li></ul><ul><li>Universiti Kebangsaan Malaysia 7.194 </li></ul><ul><li>Universiti Teknologi Malaysia 4.102 </li></ul><ul><li>Peringkat KEI Indonesia dan Negara Tetangga** </li></ul><ul><li>Peringkat Negara </li></ul><ul><li>19 Singapura </li></ul><ul><li>48 Malaysia </li></ul><ul><li>63 Thailand </li></ul><ul><li>103 Indonesia </li></ul><ul><li>Keterangan: </li></ul><ul><li>*Jumlah publikasi yang tercatat di pangkalan data Scimago yang data berasal dari Scopus </li></ul><ul><li>**KEI (Knowledge Economy Index) menunjukkan banyaknya penelitian yang dipublikasikan secara internasional. </li></ul><ul><li>Singapura </li></ul><ul><li>National Universiy of Singapore 59.290 </li></ul><ul><li>Nayang Technological University 32.500 </li></ul><ul><li>Institute for Infocomm Research 4.629 </li></ul><ul><li>Thailand </li></ul><ul><li>Mahidol University 15.896 </li></ul><ul><li>Chulalongkorn University 12.482 </li></ul><ul><li>Chiang Mai University 6.084 </li></ul><ul><li>Prince of Songkia University 4.163 </li></ul><ul><li>Kesetsart University 3.827 </li></ul>
  28. 28. Y = 4260,84 + 13059,78 X R² = 0,29 Indonesia Norway Israel Hubungan Dana Penelitian dan PDB ( S umber : W orldbank, 2011) 1. A nggaran penelitian tahun 2007 : http://data.worldbank.org/indicator/GB.XPD.RSDV.GD.ZS 2. PDB / Kapita tahun 2007 : http://data.worldbank.org/indicator/NY.GDP.PCAP.CD/countries Persentase dana penelitian terhadap PDB memiliki korelasi positif yang cukup kuat terhadap nilai PDB per kapita (koefisien korelasi r = 0, 54 )
  29. 29. Y = 11,33 + 0,37 X R² = 0,65 Hubungan Kenaikan Produktivitas dengan Kenaikan Jumlah Peneliti 2006-2007 (Sumber : W orldbank dan OECD) Kenaikan jumlah peneliti per 1 juta penduduk memiliki korelasi positif yang tinggi terhadap kenaikan nilai produktivitas (koef. Korelasi = 0.81) <ul><li>Jumlah Peneliti 2006-2007: http://data.worldbank.org/indicator/SP.POP.TECH.RD.P6/countries dan http://data.worldbank.org/indicator/SP.POP.SCIE.RD.P6/countries </li></ul><ul><li>Produktivitas dihitung dari data PDB dan Jam kerja tahun </li></ul><ul><li>data PDB 2006-2007 : http://data.worldbank.org/indicator/NY.GDP.PCAP.CD/countries </li></ul><ul><li>data jam kerja 2006-2007 : http://stats.oecd.org/Index.aspx?DataSetCode=EO88_INTERNET </li></ul>
  30. 30. Catatan: - Indikator dengan huruf hijau memiliki keterkaitan erat dengan pendidikan - Kebijakan sudah dianggap bagus (rangking 27), tetapi realisasinya masih rendah Kapasitas Inovasi Indonesia ( Sumber: Innovation Capacity Index, 2010-2011) No Indikator Rangking Overal Innovation Capacity Index 77 1 Good Governance 92 2 Country Policy Assessment 27 3 Social Inclusion & Equity Policies 96 4 Education (Secondary and Tertiery Education) 85 5 Doing Business 82 6 R & D Infrastructure 89 7 Patent & Trademark 73 8 Telephone Communication 79 9 Mobile Celluler 92 10 Internet, Computer & TV 97 11 Government ICT Usage 84 12 Quality of the Infrastructure 75
  31. 31. <ul><li>Perguruan Tinggi adalah sumber penting penelitian&pengembangan </li></ul><ul><ul><li>Lebih dari 50% penelitian dasar yang menghasilkan terobosan-terobosan pemikiran yang memungkinkan munculnya industri-industri baru dilaksanakan di perguruan tinggi. </li></ul></ul><ul><ul><li>Perguruan tinggi memiliki misi yang lebih luas dalam menerjemahkan hasil litbang menjadi produk dan perusahaan baru </li></ul></ul><ul><ul><li>15 % penelitian terapan dilaksanakan melalui inovasi yang dimulai di kampus yang kemudian diserap menjadi bisnis melalui paten, start-up, dan pengaturan konsultansi antara dosen dan industri. </li></ul></ul><ul><li>(National Science Foundation (2007), NSF Report 07-317 ; Litan, R.E. et al (2007). “Commercializing University Innovations: A Better Way,” in Innovation Policy and the Economy , vol. 8. MIT Press.) </li></ul><ul><li>Pembelajaran setingkat sarjana adalah kegiatan utama perguruan tinggi yang memungkinkan perguruan tinggi berhasil melaksanakan penelitian maju ( advanced research ) dan pendidikan pasca sarjana. </li></ul><ul><li>(Bernanke, B. 2007. “Speech At the U.S. Chamber Education and Workforce Summit”, Washington, D.C.) </li></ul>Fungsi Perguruan Tinggi
  32. 32. <ul><li>Community College memberikan kontribusi nyata terhadap perluasan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi, karena biayanya murah,jadwal yang lentur, lokasi yang dekat karena tersebar merata di seluruh negara. </li></ul><ul><ul><li>Hampir 50% mahasiswa AS mengikuti pendidikan tinggi melalui Community College </li></ul></ul><ul><ul><li>Community College sangat membantu pemenuhan kebutuhan pelatihan khusus, pendidikan perbaikan (remedial), dan pendidikan orang dewasa </li></ul></ul><ul><ul><li>(Bernanke, B. (2007). “Speech At the U.S. Chamber Education and Workforce Summit”, Washington, D.C., September 24, 2007) </li></ul></ul><ul><li>Pendidikan di community college meningkatkan penghasilan : </li></ul><ul><ul><li>D1 sebesar 9-13 % dari lulusan SMA, D2 sebesar 15-27 % dari lulusan SMA.     </li></ul></ul><ul><ul><li>(Sesuai dengan Mincerian Return sebesar dalam kisaran10 %/tahun) </li></ul></ul><ul><ul><li>(Kane, T. and Rouse, C. (1999). “ The Community College: Educating Students at The Margin Between College and Work,” J. Economic Perspectives, vol. 13.) </li></ul></ul><ul><li>Tidak ada perbedaan yang nyata (signifikan) antara sarjana melalui pendidikan sepenuhnya (4 tahun) di universitas atau yang melalui community college (2 tahun) dan dilanjutkan dengan di universitas (2 tahun) </li></ul><ul><li>(Gill, A. and Leigh, D. (2003). “Do the Returns to Community Colleges Differ Between Academic and Vocational Programs?” J. Human Resources , vol. 38.) </li></ul>Peran Community College di AS
  33. 33. Model Pendidikan Tinggi Mendatang Kebutuhan peningkatan APK dalam jumlah besar dalam waktu cepat, membutuhkan model-model baru pengelolaan pendidikan tinggi dan menengah, yang antara lain dengan mambangun Community College di tiap kota/ibukota kabupaten dengan cara memperluas sekolah yang sudah ada. Melalui Community College , biaya pendidikan tinggi akan dapat ditekan karena peserta didik tidak harus pergi terlalu jauh untuk bisa kuliah.
  34. 34. Kerangka Pikir Perkiraan Rinci Kebutuhan SDM ( Demand Side ) Pertumbuhan PDB Nasional Peningkatan Output Koridor Penambahan Input Koridor Pertumbuhan PDB Koridor Penambahan Input SD Alam Penambahan Input Investasi Penambahan Input SDM Koridor Potensi Koridor Peluang Kerja Peluang Usaha
  35. 35. Kerangka Pikir Perkiraan Rinci Pemenuhan SDM ( Supply Side ) Ketrampilan Sikap Pengetahuan Untuk Tiap Jenis keahlian KKNI: Kerangka Kompetensi Nasional Indonesia, IQF: Indonesia Qualification Framework Penambahan Output Pendidikan: Wirausahawan, Naker, Inovasi, ... Penambahan Kapasitas dan Kualitas Pendidikan yang Dibutuhkan Penambahan Input SDM Koridor Kebutuhan SDM Nasional Penentuan Jenis & Tingkat Keahlian yang Harus Disiapkan KKNI/IQF Tenaga Kerja Wira-usaha
  36. 36. Prioritas Pembangunan Nasional <ul><li>Peningkatan akses pendidikan yang berkualitas , relevan dan efesien menuju terangkatnya kesejahteraan hidup rakyat, kemandirian, keluhuran budi pekerti, dan karakter bangsa yang kuat. </li></ul><ul><li>Ketidak sesuaian antara keluaran pendidikan dan kebutuhan dunia kerja akan menyebabkan pengangguran: </li></ul><ul><ul><li>Pengangguran terstruktur karena pasokan tenaga kerja melebihi kebutuhan (structural unemployement) </li></ul></ul><ul><ul><li>Pengangguran friksional karena pasokan tenaga kerja tidak sesuai dengan kebutuhannya (frictional unemployment) </li></ul></ul><ul><li>Pembangunan pendidikan diarahkan demi tercapainya pertumbuhan ekonomi yang didukung keselarasan antara ketersediaan tenaga pendidik d engan kemampuan : </li></ul><ul><ul><li>menciptakan lapangan kerja melalui kewirausahaan untuk mengatasi pengangguran terstruktur </li></ul></ul><ul><ul><li>menjawab tantangan kebutuhan tenaga kerja melalui kesesuaian kompetensi, jumlah, dan lokasi lulusan pendidikan untuk mengatasi pengangguran friksional </li></ul></ul>
  37. 37. Framework of Supply-Demand Harmonization Dimension of Harmonization: Quantity, Q u ality/Competence, Location, Time (Supply Side ) ( Demand Side ) MoNE/MoRA, other Ministries Industry & Business Sectors as Users
  38. 38. Benchmarking: KKNI Profesional S2 S1 S3 General High School (3) 1 2 3 4 5 7 8 9 6 S2(Applied) D I D IV/ S1(Applied) D III D II Vocational High School (3) S3(Applied) Expert Technician/Analyst Operator Specialist
  39. 39. Profil relatif PDRB per Koridor
  40. 40. Komposisi Persentase Lulusan Rerata dan Serapan Tenaga Kerja di Sektor yang Relevan *Kependidikan, Kesehatan, Komputer dan Sains pendukung semua sektor Sumber: diolah dari PDPT, 2010; BPS, 2010
  41. 41. Ekstrapolasi Naker Per Sektor 2025 *Porsi lulusan PT pada sektor yang telah memiliki SDM berpendiikan tinggi lebih banyak diestimasikan peningkatannya lebih sedikit. Sektor Kontribusi Sektor Nasional 2025 Proyeksi Naker Per Sektor 2025 Estimasi Porsi lulusan PT/sektor Estimasi Porsi Lulusan PT scr nasional 1. PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN & PERIKANAN 14% 36% 5% 1.70% 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN 10% 1% 28% 0.28% 3. INDUSTRI PENGOLAHAN 27% 12% 26% 3.15% 4. LISTRIK, GAS & AIR BERSIH 1% 0% 26% 0.00% 5. KONSTRUKSI 6% 3% 13% 0.30% 6. PERDAGANGAN, HOTEL & RESTORAN 16% 26% 13% 3.50% 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI 7% 7% 16% 1.13% 8. KEUANGAN, REAL ESTATE & JASA PERUSAHAAN 9% 1% 36% 0.38% 9. JASA-JASA 9% 23% 26% 6.35% TOTAL 100% 100% 16.75%
  42. 42. Kebutuhan Naker Berpendidikan Tinggi 2025 SEKTOR Sains Pert Komp Kesh Tek Pddk Sos Ekon Total 1. PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN & PERIKANAN 0.15% 0.77% 0.15% 0.00% 0.31% 0.00% 0.31% 0.08% 1.77% 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN 0.08% 0.05% 0.03% 0.00% 0.26% 0.00% 0.00% 0.03% 0.44% 3. INDUSTRI PENGOLAHAN 0.23% 0.23% 0.47% 0.23% 2.34% 0.00% 0.23% 0.23% 3.98% 4. LISTRIK, GAS & AIR BERSIH 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.02% 0.00% 0.00% 0.00% 0.03% 5. KONSTRUKSI 0.05% 0.00% 0.05% 0.00% 0.47% 0.00% 0.05% 0.05% 0.66% 6. PERDAGANGAN, HOTEL & RESTORAN 0.16% 0.16% 0.16% 0.16% 0.31% 0.00% 1.25% 1.57% 3.76% 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI 0.07% 0.00% 0.07% 0.00% 0.24% 0.00% 0.14% 0.14% 0.66% 8. KEUANGAN, REAL ESTATE & JASA PERUSAHAAN 0.03% 0.03% 0.03% 0.00% 0.16% 0.00% 0.16% 0.27% 0.66% 9. JASA-JASA 0.10% 0.10% 0.10% 1.91% 0.10% 1.91% 0.10% 0.11% 4.42% TOTAL 0.87% 1.33% 1.05% 2.31% 4.21% 1.91% 2.24% 2.48% 16.39% TOTAL RELATIF 5.28% 8.14% 6.39% 14.07% 25.68% 11.68% 13.66% 15.11% 100.00%
  43. 43. Proyeksi Jumlah Sarjana per Bidang Ilmu per Sektor Ekonomi th 2025 <ul><li>Perhitungan kebutuhan SDM berbasis kepada kebutuhan masing-masing sektor terhadap </li></ul><ul><li>Bidang ilmu </li></ul>SEKTOR Sains Pert Komp Kesh Tek Pddk Sos Ekon Total 1. PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN & PERIKANAN 171,682 858,409 171,682 - 343,363 - 343,363 85,841 1,974,340 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN 87,103 58,069 29,034 - 290,344 - - 29,034 493,585 3. INDUSTRI PENGOLAHAN 261,310 261,310 522,619 261,310 2,613,097 - 261,310 261,310 4,442,264 4. LISTRIK, GAS & AIR BERSIH 2,468 - 2,468 2,468 24,679 - - 4,936 37,019 5. KONSTRUKSI 52,884 - 52,884 - 528,841 - 52,884 52,884 740,377 6. PERDAGANGAN, HOTEL & RESTORAN 174,811 174,811 174,811 174,811 349,623 - 1,398,491 1,748,113 4,195,472 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI 79,326 - 79,326 - 264,420 - 158,652 158,652 740,377 8. KEUANGAN, REAL ESTATE & JASA PERUSAHAAN 29,615 29,615 29,615 - 177,691 - 177,691 296,151 740,377 9. JASA-JASA 106,837 106,837 106,837 2,136,731 106,837 2,136,731 106,837 128,204 4,935,849 TOTAL 966,036 1,489,050 1,169,277 2,575,320 4,698,895 2,136,731 2,499,227 2,765,125 18,299,660
  44. 44. Estimasi Jumlah Lulusan PT 2025 Sektor Kontribusi Sektor Nasional 2025 Proyeksi Naker Per Sektor th 2025 Estimasi Porsi lulusan PT/sektor Est Porsi Lulusan PT scr nasional Estimasi jumlah lulusan PT 1. PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN & PERIKANAN 15.0% 34.0% 5.0% 1.70% 1,853,000 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN 10.0% 1.0% 28.0% 0.3% 305,200 3. INDUSTRI PENGOLAHAN 26.8% 12.0% 28.0% 3.4% 3,662,400 4. LISTRIK, GAS & AIR BERSIH 1.2% 0.025% 30.0% 0.0% 8,175 5. KONSTRUKSI 6.3% 2.5% 15.0% 0.4% 408,750 6. PERDAGANGAN, HOTEL & RESTORAN 16.0% 23.0% 15.0% 3.5% 3,760,500 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI 6.8% 6.5% 20.0% 1.3% 1,417,000 8. KEUANGAN, REAL ESTATE & JASA PERUSAHAAN 9.3% 1.0% 38.0% 0.4% 414,200 9. JASA-JASA 8.8% 20.0% 30.0% 6.0% 6,540,000 TOTAL 100.0% 100.0% 16.9% 18,369,225
  45. 45. Proyeksi Jumlah Sarjana per Bidang Ilmu per Sektor Ekonomi th 2025 SEKTOR Sains Pert Komp Kesh Tek Pddk Sos Ekon Total 1. PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN & PERIKANAN 161,130 805,652 161,130 - 322,261 - 322,261 80,565 1,853,000 2. PERTAMBANGAN & PENGGALIAN 53,859 35,906 17,953 - 179,529 - - 17,953 305,200 3. INDUSTRI PENGOLAHAN 215,435 215,435 430,871 215,435 2,154,353 - 215,435 215,435 3,662,400 4. LISTRIK, GAS & AIR BERSIH 545 - 545 545 5,450 - - 1,090 8,175 5. KONSTRUKSI 29,196 - 29,196 - 291,964 - 29,196 29,196 408,750 6. PERDAGANGAN, HOTEL & RESTORAN 156,688 156,688 156,688 156,688 313,375 - 1,253,500 1,566,875 3,760,500 7. PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI 151,821 - 151,821 - 506,071 - 303,643 303,643 1,417,000 8. KEUANGAN, REAL ESTATE & JASA PERUSAHAAN 16,568 16,568 16,568 - 99,408 - 99,408 165,680 414,200 9. JASA-JASA 141,558 141,558 141,558 2,831,169 141,558 2,831,169 141,558 169,870 6,540,000 TOTAL 926,801 1,371,807 1,106,331 3,203,837 4,013,970 2,831,169 2,365,002 2,550,308 18,369,225 TOTAL RELATIF 5.05% 7.47% 6.02% 17.44% 21.85% 15.41% 12.87% 13.88% 100.00%
  46. 46. PENUTUP <ul><li>MARI KITA PERBAIKI BERBAGAI KEKURANGAN DI KITA, MULAI DARI: </li></ul><ul><li>1. FOKUS PENGEMBANGAN </li></ul><ul><li>2. FOKUS KEUNGGULAN </li></ul><ul><li>3. PROSES PEMBELAJARAN </li></ul><ul><li>4. SISTEM PENJAMINAN MUTU </li></ul><ul><li>5. SELALU MEMPERHATIKAN KEBUTUHAN DUNIA KERJA, WIRAUSAHA, DAN DUNIA INDUSTRI </li></ul>

×