Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Upcoming SlideShare
Parts clerk performance appraisal
Next
Download to read offline and view in fullscreen.

Share

Keluarga Berencana

Download to read offline

Keluarga Berencana dalam Perspektif Hukum Islam

  • Be the first to like this

Keluarga Berencana

  1. 1. Pengertian Keluarga Berencana dalam Ensiklopedi Hukum Islam disebut dengan istilah tanzhim an-nasl (pengaturan keturunan atau fertilitas). Tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri: • Menghindari kelahiran yang tidak diinginkan • Mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan • Mengatur interval diantara kehamilan • Mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri • Menentukan jumlah anak dalam keluarga.
  2. 2. Keluarga Berencana adalah istilah yang resmi digunakan di Indonesiaterhadap usaha-usaha untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan keluarga dengan menerima dan mempraktekkan gagasan keluarga kecil yang potensial dan bahagia
  3. 3. Alat kontrasepsi yang dibolehkan dalam Islam adalah: Untuk wanita, seperti: •Pil •Obat Suntik •Susuk •Cara-cara tradisional dan metode sederhana, misal minum jamu. Untuk pria, seperti: •Kondom •Coitus Interruptus (Azal menurut Islam).
  4. 4. Alat kontrasepsi yang dilarang dalam Islam Untuk wanita, seperti: • Menstrual regulation (MR) atau pengguguran kandungan yang masih muda • Abortus atau pengguguran kandungan yang sudah bernyawa • Ligasi tuba (mengikat saluran kantong ovum) dan tubekotomi (mengangkat tempat ovum). Untuk pria, seperti: • vasekotomi (mengangkat atau memutuskan saluran sperma dan buah zakar), cara ini disebut sterilisasi
  5. 5. Dalil-dalil Mengenai Keluarga Berencana (KB) A. Pandangan Al-Qur’an ِ‫ض‬ ً‫ة‬َ‫ي‬ ِ‫ر‬ُ‫ذ‬ ْ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫ف‬ْ‫ل‬َ‫خ‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ‫ا‬ ْ‫ُو‬‫ك‬َ‫ر‬َ‫ت‬ ْ‫و‬َ‫ل‬ َ‫ن‬ْ‫ي‬ِ‫ذ‬َّ‫ل‬‫ا‬ َ‫ش‬ْ‫خ‬َ‫ي‬ْ‫ل‬‫ا‬َ‫و‬َ َّ‫اّلل‬ ‫ا‬ ْ‫و‬ُ‫ق‬َّ‫ت‬َ‫ي‬ْ‫ل‬َ‫ف‬ ْ‫م‬ِ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ‫ا‬ ْ‫و‬ُ‫ف‬‫ا‬َ‫خ‬ ‫ا‬ً‫ف‬‫ا‬َ‫ع‬ُ‫ل‬ ْ‫و‬ُ‫ق‬َ‫ي‬ْ‫ل‬َ‫و‬‫ا‬ ْ‫و‬ ‫ا‬ً‫د‬ْ‫ي‬ِ‫د‬َ‫س‬ ً‫ال‬ ْ‫و‬َ‫ق‬. Artinya: “Dan hendaklah orang-orang takut kepada Allah, bila seandainya mereka meninggalkan anak- anaknya yang dalam keadaan lemah. Yang mereka khawatikan terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar”. (Q.S An- Nisa’: 9)
  6. 6. B. Pandangan Al-Hadits ْ‫ي‬َ‫خ‬ َ‫ء‬‫ا‬َ‫ي‬ِ‫ن‬ْ‫غ‬َ‫أ‬ َ‫ك‬َ‫ت‬َ‫ث‬َ‫ر‬َ‫و‬ ْ‫ر‬َ‫ذ‬َ‫ت‬ ْ‫ن‬ِ‫إ‬ َ‫ك‬َّ‫ن‬ِ‫إ‬ً‫ة‬َ‫ل‬‫ا‬َ‫ع‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬ْ‫ر‬َ‫ذ‬َ‫ت‬ ْ‫إن‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ٌ‫ر‬ َ‫اس‬َّ‫ن‬‫ال‬ َ‫ن‬ ْ‫و‬ُ‫ف‬َّ‫ف‬َ‫ك‬َ‫ت‬َ‫ي‬. Artinya: “Sesungguhnya lebih baik bagimu, meninggalkan ahli warismu dalam keadaan berecukupan dari pada meninggalkan mereka menjadi beban/tanggungan orang banyak” (HR. Muttafaq Alaih)
  7. 7. Ulama-ulama yang membolehkan: 1. Imam al- Ghazali 2. Syekh al- Hariri (Mufdi Besar Mesir) 3. Syekh Mahmud Syaltut
  8. 8. ْ‫و‬ُ‫ن‬َ‫م‬ ِ‫ة‬َّ‫ي‬ِ‫ع‬َّ‫ر‬‫ال‬ ‫ى‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ِ‫ام‬َ‫م‬ِ‫أل‬‫ا‬ ُ‫ف‬ُّ‫ر‬َ‫ص‬َ‫ت‬ِ‫ة‬َََ‫ل‬ْ‫ص‬َ‫م‬ْ‫ل‬ ‫ا‬ِِ ٌ‫ط‬. Artinya: “Kebijkasanaan Imam (pemerintah) terhadap rakyatnya bisa dihubungkan dengan (tindakan) kemaslahatan”.
  9. 9. HUKUM Pertimbangan kemaslahatan ummat (rakyat), dapat dijadikan dasar pertimbangan untuk menetapkan hukum Islam menurut Madzhab Maliky, yang disebutnya sebagai Maslahah Mursalah atau Istislah.

Keluarga Berencana dalam Perspektif Hukum Islam

Views

Total views

246

On Slideshare

0

From embeds

0

Number of embeds

3

Actions

Downloads

2

Shares

0

Comments

0

Likes

0

×