Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Sistem Pengapian Konvensional

2,057 views

Published on

Sistem pengapian adalah proses pembakaran campuran bahan bakar dan udara yang telah di kompresikan ke dalam ruang bakar , lalu di bakar menggunakan percikan bunga api yang dihasilkan oleh busi . #Salam otomotif

Published in: Automotive
  • Be the first to comment

Sistem Pengapian Konvensional

  1. 1. By ; Handika Putro Rizki Utomo
  2. 2. APA ITU PENGAPIAN ? Pengapian adalah pembakaran campuran bahan bakar dan udara yang sudah dimampatakan di dalam ruang bakar dengan menggunakan percikan bunga api listrik yang dihasilkan oleh busi akibat tegangan yang sangat tinggi
  3. 3. SAAT PENGAPIAN (Pembakaran Normal) Percikan bunga api terjadi Pada saat piston bergerak ke atas pada langkah kompresi, percikan bunga api terjadi pada saat yang tepat untuk membakar campuran dan meneruskan proses pembakaran. Pembakaran dimulai Piston masih bergerak ke atas, campuran sedang terbakar dengan stabil dan merambat ke seluruh ruang bakar. Pembakaran selesai Piston bergerak melampaui TMA dan pada kira-kira 10 derajat perputaran poros engkol setelah TMA, dihasilkan tekanan pembakaran maksimum. Ini mendorong piston bergerak ke bawah pada saat langkah usaha.
  4. 4. Komponen Sistem Pengapian 1. Baterai 2. Kk 3. Koil 4. Kondensor 5. Distributor 6. Busi 7. Kontak point 7
  5. 5. Fungsi komponen sistem pengapian BATERAI Kegunaan : Sebagai penyedia atau sumber arus listrik Saklar penyalaan/Kunci kontak Kunci kontak berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan arus dari baterai ke ignition coil
  6. 6. Kumparan pengapian/ignition koil Fungsinya untuk menaikan tegangan dari tegangan baterai 12V menjadi (12000 v – 20000 v ) agar dapat terjadi loncatan bunga api listrik pada elektroda busi sehingga dapat memungkinkan terjadinya pembakaran diruang bakar.
  7. 7. Distributor pengapian/ignition distributor Kegunaan : Berfungsi untuk mendistribusikan induksi tegangan tinggi sekunder koil ke busi sesuai dengan urutan pengapian motor atau FO ( Firing Order ).
  8. 8. Kontak point / platina Berfungsi untuk memutuskan dan mengalirkan arus pada kumparan primer
  9. 9. RANGKAIAN PRIMER Kunci kontak Lilitan Primer Coil Kontak Point Distributor Rangkaian primer merupakan jalur untuk arus tegangan rendah dari baterai dan terdiri dari komponen- komponen berikut:
  10. 10. RANGKAIAN SEKUNDER Lilitan Sekunder Coil Rotor Distributor Tutup Distributor Busi-Busi Rangkaian sekunder merupakan jalur untuk arus tegangan tinggi yang ditingkatkan oleh coil dan terdiri dari komponen- komponen berikut:
  11. 11. Saat kunci kontak on, kotak pemutus menutup Arus mengalir dari (+) baterai  kunci kontak  kumparan primer koil kontak pemutus  massa. • Terjadi pembentukan medan magnet pada inti koil 1 2 3 4 1 3 2 4 Cara kerja .
  12. 12. Saat kunci kontak on, kontak pemutus membuka Arus primer terputus dengan cepat maka :  Ada perubahan medan magnet ( medan magnet jatuh )  Terjadi arus induksi tegangan tinggi pada sirkuit sekunder ( terjadi loncatan bunga api di antara elektroda busi )
  13. 13. 1.PEMERIKSAAN CENTRIFUGAL ADVANCER Lakukan pemeriksaan dengan cara memegaang rotor, lalu memutarnya ke arah jarum jam kemudian lepaskan rotor. Bila rotor kembali ke posisi semula berarti centrifugal advancer dalam kondisi baik .
  14. 14. 2. PEMERIKSAAN HUBUNGAN PRIMER COIL Dengan menggunakan Avo meter , tempelkan kedua buah colokan avo meter pada masing – masing terminal yaitu pada terminal positif dan pada terminal negative
  15. 15. 3.PEMERIKSAAN HUBUNGAN SEKUNDER COIL Dengan menggunakan Avo meter , tempelkan kedua buah colokan avo meter pada masing – masing terminal yaitu pada terminal positif primer dan pada terminal sekunder
  16. 16. 4.PENGUKURAN CELAH PLATINA Lakukan penyetelan dengan menggunakan obeng dan fuller gauge , lalu carilah posisi elah yang tepat lalu kencangkan Celah platina yang dijinkan adalah 0,40mm -0,50 mm
  17. 17. 5.PENGUKURAN CELAH BUSI Seperti pada gambar colokan fuller gauge pada celah busi yaitu diantara celeh elektroda dan masa Celah standar yang diijinkan 0,70 mm - 0,80 mm
  18. 18. Terima kasih

×