2. konsep dasar ekonomi islam

19,603 views

Published on

Published in: Education

2. konsep dasar ekonomi islam

  1. 1. Pertemuan 3 Konsep Dasar Ekonomi Islam Azis Budi Setiawan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI
  2. 2. <ul><li>Konsep Dasar Ekonomi Islam </li></ul><ul><ul><li>Tujuan Hidup </li></ul></ul><ul><ul><li>Ekonomi Islam dan Rasionalitas </li></ul></ul>
  3. 3. Tujuan Hidup Manusia <ul><li>Pada dasarnya tujuan hidup setiap manusia adalah untuk mencapai kesejahteraan, meskipun manusia memaknai ’kesejahteraan’ dengan prespektif yang berbeda-beda. </li></ul><ul><li>Sebagian besar paham ekonomi (konvensional) memaknai kesejahteraan sebagai kesejahteraan material duniawi. </li></ul>
  4. 4. Falah sebagi Tujuan Hidup (1) <ul><li>Islam memaknai ’kesejahteraan’ dengan istilah falah. </li></ul><ul><li>Informasi mengenai konsep kesejahteraan ini hanya dapat diperoleh dari Allah Subhanahu wa Ta’ala , yaitu melalui ajaran yang diwahyukan dalam Alquran dan Sunnah. </li></ul><ul><li>Istilah falah disebutkan dalam beberapa ayat Alquran sebagai ungkapan atas orang-orang yang sukses. </li></ul><ul><li>Misalnya dalam beberapa ayat disebut dengan kata muflihun (QS 3:104; 7:8,157; 9:88,23; 23:102; 24:51), dan aflah (QS 23:1; 91:9). </li></ul><ul><li>Falah berasal dari bahasa Arab dari kata kerja aflaha-yuflihu yang berarti kesuksesan, kemuliaan dan kemenangan. </li></ul><ul><li>Dalam pengertian literal, falah adalah kemuliaan dan kemenangan dalam hidup. </li></ul>
  5. 5. Falah sebagi Tujuan Hidup (2) <ul><li>Falah dalam hal ini berarti kesejahteraan holistik dan seimbang antara dimensi: </li></ul><ul><ul><li>(1) material-spiritual; </li></ul></ul><ul><ul><li>(2) individual-sosial; </li></ul></ul><ul><ul><li>(3) kesejahteraan di kehidupan duniawi dan di akhirat. </li></ul></ul><ul><li>Sejahtera dunia diartikan sebaga segala yang memberikan kenikmatan hidup inderawi, baik fisik, intelektual, biologis maupun material. </li></ul><ul><li>Sedangkan kesejahteraan akhirat diartikan sebagai kenikmatan yang yang diperoleh setelah kematian manusia. </li></ul><ul><li>Prilaku manusia di dunia diyakini akan berpengaruh terhadap kesejahteraan di akhirat yang abadi. </li></ul><ul><li>Dalam konteks dunia, falah merupakan konsep yang multidimensi. Ia memiliki implikasi pada aspek mikro maupun makro. </li></ul>
  6. 7. Maslahah sebagai Tujuan Antara untuk Mencapai Falah <ul><li>Falah dapat terwujud apabila terpenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup manusia secara seimbang sehingga tercipta maslahah . </li></ul><ul><li>Maslahah adalah segala bentuk keadaan, baik material maupun non material, yang mampu meningkatkan kedudukan manusia sebagai makhluk yang paling mulia. </li></ul><ul><li>Maslahah dasar bagi kehidupan manusia terdiri dari lima hal, yaitu agama ( dien ), jiwa ( nafs ), intelektual ( ’aql ), keturunan ( nasl ), dan material ( maal ). </li></ul><ul><ul><li>Dien  dibutuhkan oleh manusia  menuntun keyakinan, memberikan ketentuan/aturan hidup, dan membangun moralitas. </li></ul></ul><ul><ul><li>Nafs  sesuatu yang membantu eksistensinya merupakan kebutuhan, yang mengancam kehidupan harus dijauhi </li></ul></ul><ul><ul><li>’ Aql  Islam mewajibkan tholabul ilm  karena tanpanya manusia akan mengalami kesulitan dan penderitaan. </li></ul></ul><ul><ul><li>Nasl  kelangsungan generasi dan kehidupan dunia sangat penting </li></ul></ul><ul><ul><li>Maal  Ia dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia dan sebagai sarana untuk ibadah (banyak ibadah membutuhkan harta) </li></ul></ul>
  7. 8. Permasalahan dalam Mencapai Falah (1) <ul><li>Dalam upaya mencapai kesejahteraan manusia menghadapi masalah, yaitu kesenjangan antara sumber daya ( resources ) yang ada dengan keinginan & kebutuahan ( want & need ) manusia. </li></ul><ul><li>Allah telah menciptakan alam semesta ini dengan berbagai sumber daya yang memadai untuk mencukupi kebutuhan manusia. </li></ul><ul><li>Penyebab Kelangkaan relatif ( relative scarcity ): </li></ul><ul><ul><li>(1) Ketidakmerataan distribusi sumber daya  contoh: kelangkaan BBM  manusia mencari alternatif biogas dst. </li></ul></ul><ul><ul><li>(2) Berbagai keterbatasan manusia  contoh: (1) keterbatasan ilmu pengetahuan yang dikuasi, (2) keserakahan manusia (sifat buruk). </li></ul></ul><ul><ul><li>serta (3) munculnya konflik antara tujuan duniawi dan ukhrawi  contoh: korupsi  korbankan akhirat  timbulkan scarcity bagi pihak lain. </li></ul></ul>
  8. 9. Permasalahan dalam Mencapai Falah (2) <ul><li>Ilmu ekonomi Islam lahir untuk menyelesaikan permasalahan kelangkaan relatif ( relative scarcity ) ini. Sehingga dapat dicapai falah , yang diukur dengan maslahah . </li></ul><ul><li>Terdapat tiga aspek utama yang harus diselesaikan oleh ekonomi agar falah tercapai, yaitu: </li></ul><ul><ul><li>(1) konsumsi, output atau komoditas apa dan berapa yang diperlukan agar kemaslahatan maksimal tercapai; </li></ul></ul><ul><ul><li>(2) produksi, bagaimana output dihasilkan agar kemaslahatan maksimal tercapai; dan </li></ul></ul><ul><ul><li>(3) distribusi, bagaimana sumber daya dan output didistribusikan agar setiap mendapatkan maslahah yang maksimal. </li></ul></ul><ul><li>Ketiga aspek tersebut merupakan kesatuan integral untuk mewujudkan maslahah kehidupan. </li></ul><ul><li>Aktivitas ekonomi harus menuju pada tujuan yang sama untuk mencapai maslahah yang maksimum bagi umat manusia, dimana: </li></ul><ul><ul><li>Konsumsi  orientasi keseimbangan pemenuhan kebutuhan antar individu dan antar aspek kehidupan. </li></ul></ul><ul><ul><li>Produksi  orientasi efisien dan adil, sehingga mencukupi kebutuhan semua manusia </li></ul></ul><ul><ul><li>Distribusi  orientasi adil dan merata agar semua memiliki kesempatan yang sama untuk memenuhi kebutuhan. </li></ul></ul><ul><li>Dengan demikian diharapkan falah dapat tercipta bagi setiap manusia. </li></ul>
  9. 10. <ul><li>Konsep Dasar Ekonomi Islam </li></ul><ul><ul><li>Tujuan Hidup </li></ul></ul><ul><ul><li>Ekonomi Islam dan Rasionalitas </li></ul></ul>
  10. 11. Dasar Ekonomi Islam <ul><li>Ekonomi merupakan bagian integral dari ajaran Islam. Dan karenanya ekonomi Islam akan terwujud sempurna hanya jika ajaran Islam diyakini dan dilaksanakan secara menyeluruh. </li></ul><ul><li>Falah hanya akan diperoleh jika ajaran Islam dilaksanakan secara kafah (sempurna). </li></ul><ul><li>Ekonomi Islam mempelajari prilaku ekonomi individu-individu yang secara sadar dituntun ajaran Islam Alquran dan Sunnah dalam memecahkan masalah ekonomi yang dihadapinya. </li></ul>
  11. 12. Pengertian dan Lingkup Ekonomi Islam (1) <ul><li>Secara umum, ekonomi Islam didefinisikan sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan yang berupaya untuk memandang, meneliti, dan akhirnya berupaya untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan ekonomi dengan cara-cara yang Islami. </li></ul><ul><li>Yang dimaksudkan dengan cara-cara yang Islami disini adalah cara-cara yang didasarkan atas Alquran dan Sunnah. Jadi, ilmu ekonomi Islam mendasarkan segala aspek tujuan, metode penurunan ilmu, dan nilai-nilai yang terkandung pada agama Islam. </li></ul><ul><li>Penurunan kebenaran atau hukum dalam ekonomi Islam didasarkan pada kebenaran deduktif wahyu Ilahi (ayat qauliyah) yang didukung oleh kebenaran induktif empiris (ayat kauniyah). </li></ul>
  12. 13. Pengertian dan Lingkup Ekonomi Islam (2) <ul><li>Beberapa ekonom memberikan penegasan bahwa ruang lingkup ekonomi Islam adalah masyarakat Muslim atau negara Muslim. </li></ul><ul><li>Namun pendapat lain lebih menekankan terhadap perspektif Islam tentang masalah ekonomi pada umumnya. </li></ul><ul><li>Dari berbagai pendapat dapat disimpulkan bahwa ekonomi Islam bukan hanya merupakan praktik ekonomi yang dilakukan oleh individu dan komunitas muslim yang ada, namun juga merupakan perwujudan perilaku ekonomi yang didasarkan pada ajaran Islam. </li></ul><ul><li>Berbeda dengan ekonomi konvensional yang hanya lebih menekankan pada analisis terhadap masalah ekonomi dan alternatif solusinya. Dalam padangan ini tujuan ekonomi dan nilai-nilainya (value) dianggap sebagai hal yang sudah tetap (given) atau diluar bidang ilmu ekonomi. </li></ul><ul><li>Ekonomi Islam dan konvensional berbeda dalam cara menyelesaikan masalah dan cara melihat masalah. </li></ul><ul><li>Ekonomi Islam adalah ilmu yang mempelajari usaha manusia untuk mengalokasikan dan mengelola sumber daya untuk mencapai falah berdasarkan pada prinsip-prinsip dan nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunah. </li></ul>
  13. 14. Ekonomi Islam sebagai Suatu Ilmu dan Norma <ul><li>Ekonomi positif ( positive economics ) dan ekonomi normatif ( normative economics ) </li></ul><ul><li>Ilmu ekonomi konvensional melakukan pemisahan secara tegas antara aspek positif dan normatif.  Fakta ekonomi independen terhadap norma ( tidak ada kausalitas )  norma diluar ilmu ekonomi </li></ul><ul><li>Ekonomi Islam hanya akan dihasilkan dengan integrasi norma dan ilmu ekonomi. </li></ul>
  14. 15. Rasionalitas dalam Islam <ul><li>Ekonomi Islam dibangun atas dasar perilaku individu yang rasional Islami. </li></ul><ul><li>Rasional Islami dalam hal ini tidak dimaknai sebagai rasional sempit, melainkan perilaku logis bagi setiap individu yang sadar dan perhatian untuk memperoleh falah . </li></ul><ul><li>Hal ini menuntut manusia untuk bervisi dan berfikir jangka panjang. </li></ul><ul><li>Dalam hal tertentu, manusia akan mengorbankan kepentingan duniawinya untuk mendapatkan kesejahteraan akhirat atau melakukan tindakan etis yang mengorbankan kepentingan individu atau material demi memperoleh maslahah yang lebih besar. </li></ul><ul><li>Perilaku etis dipandang sabagi perilaku rasional ketika sejalan dengan nilai-nilai falah . </li></ul>
  15. 16. <ul><li>Wallahu’alam bishawab </li></ul><ul><li>Jazakumullah Khoiron Katsiraa </li></ul>

×