Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

tasawuf

436 views

Published on

tasawuf adalah jalan untuk menuju Tuhan

Published in: Spiritual
  • Be the first to comment

tasawuf

  1. 1. Topik ke-2: STANDAR DAN RENTANG NILAI AKHLAK Oleh: Kelompok 2; Jur____; Kls____; Smt ____ 1. _____________________ NIM _______________ 2. _____________________ NIM _______________ 3. _____________________ NIM _______________ 4. _____________________ NIM _______________ Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN SGD Bandung 2015
  2. 2. Topik ke-2: STANDAR DAN RENTANG NILAI AKHLAK 1. Standar Nilai Akhlak a. Hati Nurani b. Konsensus Masyarakat c. Petunjuk Tuhan 2. Rentang Nilai Akhlak a. Akhlak terpuji 1) Jujur, 2) Cerdas 3) Tangguh 4) Peduli b. Akhlak Tercela 1) Dusta, 2) Bodoh 3) Rapuh 4) Masa bodoh
  3. 3. Luthfi Ubaidillah Nuur 1210206056 M. Syahril Romadona 1210206057 Mar’atun Soliha 1210206058 Marini Utami Ningsih 1210206059 Abdul Kholik 20820386 Dini Islami 208203897 Irsyad M.T 208203906 Iyan Herdiana 208203925 M. Irfan 208203927 Mansyur H. 208203937 Citra Nurul A. 208203911 TASAWUF DAN MASYARAKAT MODERN Kelompok : 10
  4. 4. Krisis Modernisme Proses modernisasi dibarat memberi dampak positif- negatif. Positifnya membawa kemudahan-kemudahan dalam penyelesaian berbagai persolar kehidupan sedangkan negatifnya menimbulkan krisis makna hidup. Menghadapi kenyataan ini para pemikir berusaha keras mencari jalan keluar dengan caranya sendiri-sendiri.
  5. 5. Krisis Dunia Modern 1. Kehilangan Visi Keilahian Krisis peradaban modern bersumber pada penolakan terhadap hakikat ruh, Tuhan, kehidupan akhirat, hidupnya hanya mengandalkan roti semata. Eksesnya, kekuatan manusia mengalami eksternalisasi. Berikutnya, menaklukan dunia tanpa batas. Interaksi dengan alam melalui proses desakralisasi alam. Mendapat kepuasan dari alam tanpa rasa tanggung jawab apapun. Munculah berbagai krisis dunian modern. Krisis kehidupan spiritual, juga krisis kehidupan social. Idealnya penguasa bumi ini, keatas berperan sebagai Abdullah dan kebawah berperan sebagai khalifatullah. Dengan demikian keseimbangan hidupnya dapat dijaga.
  6. 6. Kerusakan lingkungan disebabkan oleh upaya manusia modern yang memandang lingkungan alam sebagai tatan realitas yang berdiri sendiri dan terpisah dari lingkungan ilahi.
  7. 7. Dari segi ini, ancaman yang paling serius bagi lingkungan adalah praktik kekhalifahan manusia yang tidak lagi menerima posisi asalnya sebagai hamba Allah yang menjalankan amanahnya. Mereka mengembangkan sains yang didasarkan pada dominasi (penjajah) atas alam. Dalam perspektif ini, Nasr menawarkan pendekatan tradisional mengatasi krisis lingkungan. Pertama, memperkenalkan hikmah perennial Islam tentang tatanan alam dan kaitannya dengan setiap fase kehidupan manusia. Kedua, mengembangkan kesadaran perlakuan etis terhadap lingkungan alam.
  8. 8. Manusia modern menciptakan sebuah sains berdasarkan kekuatan ratio semata untuk memperoleh data melalui indera, tidak menyertakan hal yang paling esensial dari manusia itu sendiri. Ketika lupa siapa mereka sebenarnya, telah membakar tangan didalam api yang mereka nyalakan sendiri. Masyarakat barat telah mencapai tingkat kemakmuran materi sedemikian hingga perangkat teknologinya serba mekanis. Namun kemewahannya kian dihantui rasa cemas. Mereka membanggakan teknologi namun mereduksi integritas kemanusiaanya, lalu terperangkap dalam jaringan system rasionalitas teknologi yang sangat tidak human
  9. 9. Intellectus (mata hati) merupakan elemen esensi manusia, dipusat eksistensi yang sanggup menatap realitas lebih utuh, realitas baying-bayang Tuhan yang diisyaratkan oleh alam semesta, esensi manusia. Begitulah mata hati tertutup, Intellectusnya disfungsional, mandeg, buntu, maka apapun yang diraih manusia modern itu berada dipinggiran Untuk mencapai level eksistensi, harus mengadakan pendakian spiritual, melatih ketajaman Intellectus. Setiap pengetahuan yang utuh diraih melalui pengetahuan dari pusat, yang memandang pengetahuan dipinggir-pinggirnya dan ruji-ruji yang menghubungkannya.
  10. 10. Penyebab kejatuhan manusia. Dibarat berkembang aliran dualism Cartesian, yaitu realitas ada dua bentuk: realitas material, fisik dan realitas mental, rasio. Dimensi metafisik menjadi profane, padahal mulanya itu merupakan pengetahuan sacara, keilahian. Dimensi metafisik Barat menjadi data empiris dari bentuknya yang philosofi yang hanya melajirkan konsep ruhaniah yang palsu. Rasionalisme Descartes menyatakan bahwa sesuatu dipandang benar jika sesuai dengan criteria rumusan rasio. Cogito ergo sum, saya berfikir maka saya ada. Pengetahuan ini bersifat persial, pengetahuan yang utuh hanya dapat diraih melalui visi Intellectus-Nya, diupayakan melalui pendakian ruhani kea rah titik pusat, hikmah spititual agama.
  11. 11. Manusia demikian: Meskipun hidup dalam batas ruang dan waktu, berkarya dengan disiplin ilmu yang fragmentalis, namun dapat memahami watak alam, sehingga dapat mengelolanya, sementara mata hatinya memandang alam yang dikelolanya sebagai sesama makhluk tuhan, yang mengisyaratkan al- Rahman. Manusia Modern: Menciptakan situasi yang berjalan tanpa adanya control, karenanya mereka terperosok kedalam posisi yang sulit yang mengantarkannya pada kehancuran lingkungan dan manusianya. Agar keluar dari lilitan krisis ini mereka harus kembali kepusat eksistensinya lewat: • Latihan spiritual • Pengalaman ajaran agama
  12. 12. 2. Kehampaan Spiritual Terlalu menggunakan rasio berakibat pada mudah dihinggapi penyakit kehampaan spiritual. Kemajuan pesat di Barat dalam bidang filsafat, ilmu, teknologi, hanya mampu memenuhi kebutuhan pokok manusia yang immanen, empiris, namun kebutuhan pokoknya yang transenden tidak terpenuhi. Kebutuhan ini hanya bisa dipenuhi dengan menggali sumber ilahiyah. Menghidupkan sikap keagamaan.
  13. 13. Herlihy berpendapat: Hijab dan ilusi merupakan dua hal yang bertentangan dalam kebijaksanaan manusia. Hijab menutupi kebenaran, sedangkan ilusi mengaburkannya. Manusia tradisional mencoba menyikap hijab itu, tetapi manusia modern berusaha untuk mengapusnya. Akibatnya manusia modern menciptakan ilusi. Memandang dunia ini sebagai realitas kehidupan yang sesungguhnya. Kehidupan yang final tidak ada lagi kehidupan setelahnya. Manuisa tradisional berpandang sebaliknya, bahwa kehidupan dunia ini hanya bersifat sementara dan setelah itu ada kehidupan lain, sebagai kehidupan yang sesungguhnya.
  14. 14. Krisis Dunia Islam Menurut Nasr, sepanjang 12 abad pertama, umat Islam tidak menghadapi masalah yang serius karena mereka hidup dengan kesadaran penuh mengenai keberadaan dan realisasi janji Allah mengikuti ajaran agamanya. Mereka menghancurkan pasukan salib, menguasai tiga benua yaitu asia, eropa dan afrika.
  15. 15. a. Krisis pemikiran islam Krisis dunia islam mulai terjadi ketika kolonialisme eropa mengenai pantai dari al-Islam. Secara perlahan modernisme terus menggenanginya. Krisis ini berdimensi kosmis saat itu sekularistik-materialistik barat terjadi di dunia Islam tradisi autentik Islam mulai dirusak. Dunia Islam saat ini, mengelompok pada tiga bagian yaitu: • Muslim yang masih berpegang teguh pada tradisional • Muslim yang sudah terpengaruh oleh modernism • Muslim yang berada ditengah ketegangan pertarungan tradisional-modernism.
  16. 16. b. Tasawuf: Alternatif Pembebasan Manusia Modern Tasawuf senantiasa menjadi persoalan menarik: Dalam konteks lain. Di satu sisi menjadi mentalite umat dan di sisi lain ditinggalkan umat. Salah satu tema penting dalam pembaruan pemikiran islam Nasr. Menjadi bagian integral dari wacana pemikirannya tentang persoaalan dunia modern.
  17. 17. Mengapa Nasr memilih sufisme sebagai alternative upaya pembebasan manusia modern ? secara tersirat ia menjawab: secara perlahan kekayaan islam yang paling dalam, mulai menarik perhatian sejumlah orang barat, meskipun dalam waktu yang sama proses pembaratan terus mengancam benteng peradaban islam itu. Kemunduran umat islam justru antara lain disebabkan karena penghancuran tarekat sufi oleh bentuk baru rasionalisme purita, seperti Wahibisme di Arabia. Sebetulnya menolak sufisme dan mengkambing hitamkannya sebagai penyebab kemunduran umat, berarti islam direduksi sampai tinggal doktrin fikih-kaku yang pada gilirannya tidak berdaya menghadapi serangan bertubi-tubi dari intelektual barat.
  18. 18. c. Tasawuf dan Syariah Sebagai system ajaran keagamaan yang utuh, islam memberi tempat kepada jenis penghayatan keagamaan eksoterik, lahiri dan esoteric, batini sekaligus. Kaum syariah lebih menitikberatkan perhatian kepada segi- segi kaum hukum lahiri, sementara kaum tariqah mereka berkecimpung dalam amalan-amalan tarikat dinamakan kaum batini. Dalam ibadah pun dibagi dua, yaitu orientasi keislaman lebih menitikberatkan kepada: •Ketentuan-ketentuan luar (segi-segi lahiriah); •Ketentuan-ketentuan dalam (segi-segi batiniah). Dalam perkembangannya sempat terjadi polemik antar mereka dengan sikap saling menuduh bahwa lawannya sesat, tidak sempurna. Kemudian muncul upaya mewujudkan prinsip equilibrium (tawazun).
  19. 19. Tasawuf Baru (Neo-Sufisme) 1. Neo-Sufisme a. Suatu jenis kesufian yang merupakan kelanjutan dari ajaran islam, tetap menjaga keterlibatan dimasyarakat secara aktif b. Sufisme yang diperbaharui, sifat akstatik metafisis yang dominan ditasawuf awal. Digantikan dengan postulat- postulat agama ortodoks (salaf) c. Tekanannya pada motif moral, penerapan metode dzikir dan muraqabah.
  20. 20. Pemikiran Neo-Sufisme di Indonesia dikembangkan oleh : 1.Hamka (m.1981 M) dengan bukunya tasaawuf modern, meletakkan dasar-dasar sufisme baru ditanah air. Esoteris islam disampaikan secara wajar, terkendali standar syariah, mendalam namun tidak uzlah. Tetap terlibat dimasyarakat 2.Norcholis Madjid (1.1939 M) cenderung menghidupkan kembali aktifitas salafi, menanamkan kembali sikap positif kepada dunia. Praktiknya dalam lingkungan kitab suci. Penghayatan keagamaan yang lebih dalam. Sesekali menyingkirkan diri, uzlah, mungkin ada baiknya. Untuk meyegarkan kembali wawasan, meluruskan pandangan, yang dijadikan titik tolak untuk penobatan diri dan aktivitas yang lebih segar
  21. 21. Tawaran Tasawuf terhadap masyarakat muslim Menurut Nasr, Sumber dimensi batiniah Islam yang paling mudah dijangkau, yaitu tasawuf. Praktik dimensi batin ini muncul tidak saja dalam dunia Sunni, tapi juga dalam mazhab Syi'ah Dua Belas Imam dan Ismailiyah. Nasr mengklaim, dalam sejarahnya tasawuf telah menjadi obat yang mampu melepaskan simpul keburukan yang menjerat kebeningan jiwa. Ilmu ini, menurutnya, menjadi psikoterapi sejati yang lebih unggul dari psikoterapi modern. Sebab, guru sufi menyembuhkan muridnya dengan sarana Ruh, mampu menenangkan dan sekaligus menyenangkan jiwa, serta memberinya cahaya yang terpancar dari-Nya sesuatu yang tak bisa dilakukan oleh psikoterapi modern.

×