Tugas kimia hk. gay lussac & avogadro

10,804 views

Published on

Published in: Education
2 Comments
12 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
10,804
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1,166
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
2
Likes
12
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tugas kimia hk. gay lussac & avogadro

  1. 1. Tugas Kimia Hukum Gay Lussac dan Hipotesis Avogadro
  2. 2. HUKUM GAY LUSSAC DAN HIPOTESIS AVOGADRO Dalam teori atomnya, John Dalton mengatakan bahwa senyawa terbentuk dari dua jenis atom/lebih dengan perandingan tertentu. Namun demikian, pada masa itu, para ahli belum mengetahui cara menentukan rumus kimia zat. Dalton bahkan pernah menyatakan rumus kimia air sebagai HO karena menganggap bahwa unsur-unsur selalu terdiri dari atom-atom dan bahwa senyawa merupakan penggabungan sederhana dari atom-atom unsur. Cara menentukan rumus kimia zat bisa dilakukan setelah penemuan Gay Lussac dan Avogadro.
  3. 3. HUKUM GAY LUSSAC  Henry Cavendish (1731-1810) Seorang ahli kimia berkebangsaan Inggris, menemukan fakta bahwa perbandingan volum hidrogen : volum oksigen dalam bentuk air adalah 2 : 1, dengan syarat kedua gas itu diukur pada suhu (T) dan tekanan (P) yang sama.  Joseph Louis Gay Lussac (1778-1850) Ilmuan berkebangsaan Perancis tersebut tertarik pada penemuan Henry C, kemudian melakukan percobaan terhadap berbagai reaksi gas dan menemukan hasil dalam percobaannya.
  4. 4. 1) Pada reaksi antara gas hidrogen dengan gas klorin membentuk gas hidrogen klorida, perbandingan volumnya adalah 1 : 1 : 2. V liter (T,P) Gas klorin Joseph Louis Gay Lussac menemukan hasil sebagai berikut. + V liter (T,P) Gas hidrogen 2V liter (T,P) Gas hidrogen klorida
  5. 5. 2) Pada reaksi antara gas hidrogen dengan gas oksigen membentuk uap air, perbandingan volumnya adalah 2 : 1 : 2. + 2V liter (T,P) Gas hidrogen V liter (T,P) Gas oksigen 2V liter (T, P) Uap air
  6. 6. 3) Pada reaksi antara gas nitrogen dengan hidrogen membentuk amonia, perbandingan volumnya adalah 1 : 3 : 2. + V liter (T,P) Gas nitrogen 3V liter (T,P) Gas hidrogen 2V liter (T,P) Gas amonia
  7. 7. Hukum Perbandingan Volume Gay Lussac secara tegas dapat dinyatakan sebagai berikut. “Bila diukur pada suhu dan tekanan yang sama, volum gas yang bereaksi dan gas hasil reaksi berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana.” Atau “ Perbandingan volume gas-gas sesuai dengan koefisien masing-masing.“
  8. 8. Untuk dua buah gas (misalnya gas A dan Gas B) dalam suatu persamaan reaksi berlaku hubungan: Volume A Koefisien A Volume B Koefisien B = Ingat !
  9. 9. HIPOTESIS AVOGADRO Mengapa perbandingan volum gas-gas dalam suatu reaksi merupakan bilangan sederhana? Banyak ahli, termasuk Dalton dan Gay Lussac, gagal menjelaskan hukum perbandingan volum yang ditemukan oleh Gay Lussac. Penyebab kegagalan mereka adalah anggapan bahwa partikel unsur selalu berupa atom. Barulah pada tahun 1811, Amadeo Avogadro (1776 - 1856) dari Italia, mengemukakan bahwa partikel unsur tidak harus berupa atom yang berdiri sendiri tetapi dapat juga berupa gabungan dari beberapa atom yang disebut molekul unsur.
  10. 10. Avogadro dapat menjelaskan hukum perbandingan volum dengan mengajukan hipotesis sebagai berikut : “Pada suhu dan tekanan sama, semua gas bervolum sam mengandung jumlah molekula yang sama pula.” Jadi, perbandingan volum gas-gas itu juga merupakan perbandingan jumlah molekul yang terlibat dalam reaksi. Dengan kata lain, perbandingan Volum gas-gas yang bereaksi sama dengan koefisien reaksinya.
  11. 11. Contoh soal Menentukan rumus molekul senyawa gas dari data perbandingan volum Dua liter gas nitrogen (N₂) tepat bereaksi dengan 3 liter gas oksigen (O) membentuk 2 liter gas X, semuanya diukur pada suhu (T) dan tekanan (P) yang sama. Tentukanlah rumus molekul gas X tersebut. Analisis Masalah : Sesuai dengan hipotesis Avogadro, perbandingan volum gas-gas yang terlibat dalam reaksi sama dengan koefisien reaksinya. Dengan demikian, setelah menentukan koefisien reaksi, rumus molekul gas X akan dapat ditentukan berdasarkan kesetaraan atom-atom sebelum dan sesudah reaksi.
  12. 12. Jawab: Misalkan rumus molekul gas X itu NaOb Volum N₂ : O₂ : NaOb = 2 : 3 : 2 Oleh karena perbandingan volum gas merupakan koefisien reaksi, maka persamaan reaksinya dapat ditulis sebagai berikut. 2N₂(g) + 3O(g) 2NaOb Jumlah atom sebelum reaksi sama dengan sesudah reaksi, maka : - Untuk kesetaraan atom N: Jumlah atom N di ruas kiri = 4, di ruas kanan = 2a Berarti, 2a=4 atau a=2 - Untuk kesetaraan atom O: Jumlah atom O di ruas kiri = 6, di ruas kanan = 2b Berarti, 2b=6 atau b=3 Dengan a=2 dan b=3, maka rumus kimia gas X atau NaOb adalah N₂O₃.
  13. 13. STOIKIOMETRI REAKSI-REAKSI GAS  Hukum Gay Lussac dan hipotesis Avogadro menjadi dasar bagi stoikiometri reaksi-reaksi gas. Jika pengukuran dilakukan pada suhu dan tekanan sama, maka perbandingan volum gas yang terlibat dalam reaksi sama dengan koefisien reaksinya. Oleh karena itu, jika volum salah satu komponen diketahui, maka volum komponen lainnya dapat ditentukan.
  14. 14. Contoh Soal Menentukan volum gas lain jika volum salah satu gas diketahui Gas etana (C₂H₆) terbakar menurut persamaan sebagai berikut. 2C₂H₆(g) + 7O₂(g) 4CO₂(g) + 6H₂O(g) Hitunglah volum oksigen yang diperlukan untuk membakar 6 liter C₂H₆? Analisis Masalah : Pada contoh soal ini, Anda diberikan persamaan reaksi yang melibatkan gas serta volum salah satu komponennya, kemudian Anda diminta menentukan volum komponen gas lainnya. Untuk itu,pergunakan perbandingan koeisien untuk menentukan volum gas yang ditanyakan.
  15. 15. Jawab:  Perbandingan volum O₂ : C₂H₆ = 7 : 2 (sama dengan koefisien reaksi)  Diketahui volum C₂H₆ = 6 liter, maka volum O₂ = ⁷/₂ x 6 liter = 21 liter.  Jadi, untuk membakar 6 liter C₂H₆(T,P) diperlukan 21 liter O₂ (T,P)
  16. 16. - Gay Lussac menemukan bahwa perbandingan volum gas pereaksi dan hasil reaksi merupakan bilangan bilat sederhana asal diukur pada suhu dan tekanan yang sama. - Avogadro menjelaskan hukum Gay Lussac dengan hipotesis bahwa gas-gas bervolum sama mengandung jumlah molekul yang sama, asal diukur pada suhu dan tekanan yang sama. - Berdasarkan hipotesis Avogadro, perbandingan volum gas yang terlihat dalam reaksi sama dengan koefisien reaksinya, asal diukur pada suhu dan tekanan yang sama. Rangkuman

×