Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
1992                   International Standard Serial Number: 0125 – 913X                  Daftar Isi :                   2...
Kuku, bagi sebagian orang merupakan bagian tubuh yang perlu di-                                   perhatikan, karena selai...
1992                                   International Standard Serial Number: 0125 – 913XKETUA PENGARAH                    ...
English SummaryDERMATOPHYTOSES IN PALEM-                  THE INFLUENCE OF INCUBATING                 ECTODERMAL DYSPLASIA...
Artikel                         Kelainan Lempeng Kuku                                   Adiana Murniatl, Untung SP, Mochta...
distal matriks ditemukan melanosit yang lebih banyak                Onikomadesisdibanding pada bagian proksimal(3).       ...
Pada onikokauksis kuku keras, menebal, memanjang, per-        Twenty Nail Dystrophymukaan kuku halus, kuku lebih cembung d...
kelenjar tiroid. Pada beberapa kasus clubbing sudah ada sejak         Tetrasiklinlahir tanpa penyakit yang mendasarinya(2,...
Akantosis nigricans          coklat                                       Warna putih ini umumnya dianggap disebabkan kera...
Kelainan Dasar dan Lipat Kuku                                       Grace Widodo, Erdina H.D.P., A. Kosasih               ...
7) Trauma                                                          an yang banyak berhubungan dengan air, pasien dianjurka...
Perdarahan                                                           yang diencerkan dengan NaCl normal sampai konsentrasi...
pasangan terlihat pada pasien dengan hipoalbuminemia. Garis-            Perubahan warna sehubungan dengan pigmentasi dapat...
Nevus junctional                                                          Terapi adalah amputasi bila tulang di bawahnya t...
Mengisap jari                                                                   4.  Soepardiman L. Kelainan kuku. Dalam: D...
Dermatofitosis di LP Palembang,             LP Lahat dan LP Muara Enim,                  Sumatera Selatan                 ...
Prevalensi dermatofitosis dari total penyakit kulit di                Tabel 2.     Diagnosis klinis Dermatofltosispenjara ...
KESIMPULAN                                                               2.  Conant NF, Smith DT, Baker RD, Callaway JL. M...
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Kulit
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Kulit

9,177 views

Published on

Published in: Business
  • Obat ejakulasi dini foredi gel selain legal juga terpercaya sebab direkomendasikan langsung oleh pakar kesehatan reproduksi ternama Indonesia yaitu Boyke Dian Nugraha yang tentu anda kenal. adapun bentuk Foredi Gel kecil dan mungil dalam kemasan sacet. 1 BOX berisi 3 sachet kecil, lihat gambar dibawah . 1 sachet Foredi gel dapat digunakan untuk 2-3x pemakaian sesuai kebutuhan. Walaupun kecil dan mungil Foredi Gel sangat dahsyat atasi ejakulasi dini pria sehingga pria tambah perkasa saat bercinta dengan pasangan.

    Obat ejakulasi dini foredi gel terbuat dari ramuan herbal tradisional Menes Banten 100% ASLi INDONESIA & PERTAMA ada DIDUNIA! khusus untuk pria dewasa (untuk pemakaian luar bukan untuk diminum) dalam bentuk GEL (cairan kental).


    http://obatherbalejakulasidinipadapria.blogspot.com/
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Kulit

  1. 1. 1992 International Standard Serial Number: 0125 – 913X Daftar Isi : 2. Editorial Artikel: 5. Kelainan Lempeng Kuku – Adiana Murniati, Untung SP, Mochtar Hamzah 10. Kelainan Dasar dan Lipat Kuku – Grace Widodo,Erdina HDP,A. Kosasih 16. Dermatofitosis di LP Palembang; LP Lahat dan LP Muara Enim, Sumatera Selatan – RS Siregar, Tantawi Djauhari 19. Pengaruh Suhu Pengeraman pada Biakan M.lassezia furfur – Subakir 22. Pengobatan Fluor Albus di Puskesmas Cempaka Putih Barat –Karya Sriwidodo Emiliana Tjitra, Marvel Reny, Rita Marleta Dewi 26. Dermatitis Herpetiformis – Evita HF Effendi 30. Displasia Ektodennal – S Fasihah R, Titi Lestari S, Mochtar Hamzah 34. Terapi Plasmaferesis dalam. Dennatologi – Evita HF Effendi 38. Health Situation in Indonesia, Singapore, Brunai Darussalam, Philippines, and Japan – Tjandra Yoga Aditama 41. Pemantauan Efek Samping Obat – Rozaimah Zain Hamid 45. Daya Antimikroba Obat Tradisional Diare terhadap Beberapa Jenis Bakteri Patogen – Pudjarwoto T, Cyrus H. Simanjuntak, Nur Indah P. 49. Resistensi Plasmodium falciparum terhadap Beberapa Obat Anti Malaria di Indonesia – Sekar Tuti 53. Hasil Tahan Asam dan Limfadenitis Tuberkulosis – Misnadiarly 56. Mekanisme Kerja Antibiotik – Usman Suwandi 60. Pengalaman Praktek 61. Humor Kedokteran 62. Abstrak 64. RPPIK
  2. 2. Kuku, bagi sebagian orang merupakan bagian tubuh yang perlu di- perhatikan, karena selain berfungsi sebagai pelindung ujung-ujung jari, juga dapat memperbaiki penampilan atau segi estetika seseorang; sehingga perubahan atau kelainan kuku dapatmenyebabkan timbulnya rasa kuatir. Perubahan tersebut dapat disebabkan oleh kelainan kuku sendiri, atau merupakan gejala dari penyakit sistemik tertentu. Pembahasan mengenai hal tersebut mengawali edisi Cermin Dunia Kedokteran kali ini, yang merupakan lanjutan pembahasan mengenai Kulit. Selain itu disertakan pula artikel mengenai dermatofitosis dan fluor albus, penyakit yang masih prevalen dan merupakan masalah kesehatan masyarakat dan lingkungan. Artikel lain yang juga perlu diperhatikan ialah mengenai pemantauan efek samping obat, suatu hal yang seyogyanya harus selalu diingat dan diperhitungkan kemungkinannya dalam setiap tindakan pengobatan. Selamat membaca. REDAKSI2 Cermin Dunia Kedokteran No. 76, 1992
  3. 3. 1992 International Standard Serial Number: 0125 – 913XKETUA PENGARAH REDAKSI KEHORMATANDr Oen L.H – Prof. DR. Kusumanto Setyonegoro – Prof. DR. B. ChandraKETUA PENYUNTING Guru Besar Ilmu Kedokteran Jiwa Guru Besar Ilmu Penyakit SarafDr Budi Riyanto W Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Jakarta. Surabaya.PELAKSANA – Prof. Dr. R. Budhi DarmojoSriwidodo WS – Prof. Dr. R.P. Sidabutar Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro,ALAMAT REDAKSI Sub Bagian Ginjal dan Hipertensi Semarang.Majalah Cermin Dunia Kedokteran Bagian Ilmu Penyakit Dalam – Drg. I. Sadrach Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia,P.O. Box 3105 Jakarta 10002 Jakarta. Lembaga Penelitian Universitas Trisakti,Telp. 4892808 Jakarta – Prof. Dr. Sudarto Pringgoutomo – DR. Arini SetiawatiNOMOR IJIN Guru Besar Ilmu Patologi Anatomi Bagian Farmakologi151/SK/DITJEN PPG/STT/1976 Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta. Jakarta,Tanggal 3 Juli 1976PENERBITGrup PT Kalbe FarmaPENCETAK REDAKSI KEHORMATANPT Midas Surya Grafindo – DR. B. Setiawan – Drs. Victor S Ringoringo, SE, MSe. – Drs. Oka Wangsaputra – Dr. P.J. Gunadi Budipranoto – DR. Ranti Atmodjo – DR. Susy Tejayadi PETUNJUK UNTUK PENULIS Cermin Dunia Kedokteran menerima naskah yang membahas berbagai sesuai dengan urutan pemunculannya dalam naskah dan disertai keteranganaspek kesehatan, kedokteran dan farmasi, juga hasil penelitian di bidang- yang jelas. Bila terpisah dalam lembar lain, hendaknya ditandai untuk meng-bidang tersebut. hindari kemungkinan tertukar. Kepustakaan diberi nomor urut sesuai dengan Naskah yang dikirimkan kepada Redaksi adalah naskah yang khusus untuk pemunculannya dalam naskah; disusun menurut ketentuan dalam Cummulatedditerbitkan oleh Cermin Dunia Kedokteran; bila telah pernah dibahas atau Index Medicus dan/atau Uniform Requirements for Manuseripts Submitteddibacakan dalam suatu pertemuan ilmiah, hendaknya diberi keterangan menge- to Biomedical Journals (Ann Intern Med 1979; 90 : 95-9). Contoh:nai nama, tempat dan saat berlangsungnya pertemuan tersebut. Basmajian JV, Kirby RL. Medical Rehabilitation. 1st ed. Baltimore. London: Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris; bila menggunakan William and Wilkins, 1984; Hal 174–9.bahasa Indonesia, hendaknya mengikuti kaidah-kaidah bahasa Indonesia yang Weinstein L, Swartz MN. Pathogenetic properties of invading microorganisms.berlaku. Istilah media sedapat mungkin menggunakan istilah bahasa Indonesia Dalam: Sodeman WA Jr. Sodeman WA, eds. Pathologic physiology: Mecha-yang baku, atau diberi padanannya dalam bahasa Indonesia. Redaksi berhak nisms of diseases. Philadelphia: WB Saunders, 1974; 457-72.mengubah susunan bahasa tanpa mengubah isinya. Setiap naskah harus di- Sri Oemijati. Masalah dalam pemberantasan filariasis di Indonesia. Cerminsertai dengan abstrak dalam bahasa Indonesia. Untuk memudahkan para pem- Dunia Kedokt. l990 64 : 7-10.baca yang tidak berbahasa Indonesia lebih baik bila disertai juga dengan abstrak Bila pengarang enam orang atau kurang, sebutkan semua; bila tujuh atau lebih,dalam bahasa Inggris. Bila tidak ada, Redaksi berhak membuat sendiri abstrak sebutkan hanya tiga yang pertama dan tambahkan dkk.berbahasa Inggris untuk karangan tersebut. Naskah dikirimkan ke alamat : Redaksi Cermin Dunia Kedokteran Naskah diketik dengan spasi ganda di atas kertas putih berukuran kuarto/ P.O. Box 3105folio, satu muka, dengan menyisakan cukup ruangan di kanan-kirinya, lebih Jakarta 10002disukai bila panjangnya kira-kira 6 - 10 halaman kuarto. Nama (para) pe- Pengarang yang naskahnya telah disetujui untuk diterbitkan, akan diberitahungarang ditulis lengkap, disertai keterangan lembaga/fakultas/institut tempat secara tertulis.bekerjanya. Tabel/skema/grafik/ilustrasi yang melengkapi naskah dibuat sejelas- Naskah yang tidak dapat diterbitkan hanya dikembalikan bila disertai denganjelasnya dengan tinta hitam agar dapat langsung direproduksi, diberi nomor amplop beralamat (pengarang) lengkap dengan perangko yang cukup. Tulisan dalam majalah ini merupakan pandangan/pendapat masing-masing penulis dan tidak selalu merupakan pandangan atau kebijakan instansi/lembaga/bagian tempat kerja si penulis. Cermin Dunia Kedokteran No. 76, 1992 3
  4. 4. English SummaryDERMATOPHYTOSES IN PALEM- THE INFLUENCE OF INCUBATING ECTODERMAL DYSPLASIABANG PRISON, LAHAT PRISON, TEMPERATURE ON THE GROWTHMUARAENIM PRISON, SOUTH OF MALASSEZIA FURFUR S Faslhah R, Till Lestari S, MochtarSUMATRA Hamzah SubakirRS Siregar, Tantawi Djauhari Dept. of Dermatovenereology, Faculty Dept. of Microbiology, Dr. Karyad Ge- of Medicine, University of Indonesia/ neral Hospital/Faculty of Medicine, Dipo- Cipto Mangunkusumo General Hospital,Dept. of Dermatovenereology, Faculty of negoro University, Semarang, Indonesia Jakarta, IndonesiaMedicine, Sriwljaya University/Palem-bang General Hospital, Palembang,South Sumatra, Indonesia Skin swabs of tinea versicolor Ectodermal dysplasia is a lesions were grown at Sabouraud hereditary disorder; the clinical An investigation in several dextrose agar to which 1% of symptoms and frequencyprisons in South Sumatra revealed coconut oil was added. depend on the phenotype.that the prevalence of derma- A total of 30 samples were col- Patients with hair and teethtophytoses was quite high. It lected. Each sample was grown disorders tend to be morecomprises 36,12% among all skjn at a Sabouraud media and in- inclined to see doctors thandiseases and 9,36% among all cubated at 37°C and at room those with nail disorders or withprison inhabitants. Tinea cruris temperature. At 37°C, M. furfur hypohydrosis.was diagnosed in 69,56% of the grew on 27 samples whereas at Hydrotic ectodermal dysplasiacases with T. mentagrophytes room temperature it grew only is clinically less severe than the(45,37%) as the most frequent on 26 samples. The difference anhydrotic variant. Actuallycause. Other species found were between the two results was not there were more cases ofT. rubrum (26,89%) and E. statistically significant (p > 0.05). hydrotic ectodermal dysplasia;floccosum (21,84%). The incubation period at 37°C but as these were clinically less Factors that influence the was 4,6 ± 3,8 days, whereas at severe than the anhydrotic type,disease prevalence were room temperature was 5,8 ± 1,4 those. cases were not reported.sanitary conditions, room days. The difference was statisti-temperature and humidity. The cally significant (p < 0,01). It can Cermin Dunia Kedokt. 1992; 76: 30-3 brw/olhlast two factors were higher in be concluded that M. furfur canthe prisons than the average in grow both at 37°C and at roomPalembang and vicinity. temperature, with a faster growth rate at the former. Cermin Dunia Kedokt. 1992; 76: 16-8 Cermin Dunia Kedokt. 1992; 76: 19-21 brw/olh st/olh4 Cermin Dunia Kedokteran No. 76, 1992
  5. 5. Artikel Kelainan Lempeng Kuku Adiana Murniatl, Untung SP, Mochtar Hamzah Bagian/UPFIImu Penyakit Kulit Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/ Rumah Sakit Dr Ciptomangunkusumo, JakartaPENDAHULUAN arah distal. Pada embrio usia 36 minggu, LK terbentuk Kuku merupakan penutup dan pelindung ujung jari tangan sempurna dan mencapai ujung jari(5).dan kaki yang berguna untuk membantu jari memegang bcnda Lempeng kuku terdiri dari 3 lapis horisontal yang masing-dan pada orang dewasa memberikan kepuasan dalam segi masing adalah :estetika(1,2). Beberapa penyakit menimbulkan perubahan kuku – Lapisan dorsal tipis yang dibentuk oleh matriks bagianyang sama disebabkan karena kuku hanya mampu bcrcaksi proksimal (1/3 bagian).dengan pola tertentu saja; sehingga sulit membuat diagnosis – Lapisan intermediate yang dibentuk oleh matriks bagianklinis dan mengobati kelainan kuku. Hal ini sering membuat distal. Lapisan ini lebih tebal dari lapisan dorsal (2/3 bagian).frustasi baik dokter maupun penderitanya, karena penderita – Lapisan ventral yang dibentuk oleh lapisan tanduk dasarsangat berkepentingan dengan kelainan kuku yang ada pada kuku dan hiponikium yang mengandung keratin lunak.dirinya dan ingin segera mendapat pengobatan(3). Lapisan dorsal mempunyai sel yang lebih kecil dan lebih Pada makalah ini akan dibahas tentang struktur kuku, bentuk datar dari pada sel lapisan intermediate (inferior). Membran selkelainan lempeng kuku dan perubahan warna lempeng kuku. lapisan dorsal (superior) berlekuk-lekuk, sedangkan pada la- pisan inferior mempunyai membran sel yang beralur(6).STRUKTUR KUKU Pala saat sel matriks berdiferensiasi dan kemudian menuju Lempeng kuku (LK) berbentuk empat persegi panjang, LK banyak sel yang masih mempunyai inti. Sel-sel ini palingkeras, cembung ke arah lateral dan dorsal, transparan, terletak di banyak ditemukan di LK proksimal dan kemudian menghilangdorsal falang distal. Sebagian besar kuku terlihat berwarna merah di bagian distal. Hal ini menunjukkan bahwa proses maturasimuda disebabkan transmisi warna pembuluh darah dasar kuku. temp berkembang di LK(3).LK terbuat dari bahan tanduk yang tidak mengalami deskuamasi Lunula atau bulan sabit terletak di proksimal LK. Lunulatetapi tumbuh ke arah distal untuk waktu yang tidak terbatas. merupakan ujung akhir matriks kuku. Wama putih lunula dise-Kecepatan tumbuh kuku jari tangan ± 0,1 mm/hari, sedangkan babkan epitel yang lebih tebal dari epitel dasar kuku dankuku jari kaki 1/3–1/2 kecepatan kuku jari tangan. Tebal kuku kurang melekatnya epitel di bawahnya sehingga transmisijari tangan bervariasi 0,5 mm – 0,75 mm, sedang tebal kuku warna pembuluh darah kurang dipancarkan(3).jari kaki dapat mencapai 1,0 mm(3). Pada orang tua kuku Lempeng kuku tumbuh dan melekat sepanjang dasar kukutumbuh lebih lambat dan lebih tebal. Dikatakan bahwa trauma ke arah distal. Bagian ujung distal LK tidak melekat padakecil dapat merangsang pertumbuhan, sedangkan imobilisasi jaringan di bawahnya; daerah di bawah LK bebas ini disebutdapat memperlambat pertumbuhan kuku(4). hiponikium(3). LK dibentuk oleh pendataran sel basal matriks, fragmentasi Alur kuku dan lipat kuku merupakan batas dan pelindunginti dan kondensasi sitoplasma untuk membentuk sel tanduk kuku. Lipat kuku proksimal merupakan perluasan epidermisdatar yang saling melekat satu sama lain. Pada embrio usia 20 dorsum kuku yang melindungi matriks kuku. Produk akhirnyaminggu sel-sel matriks mengalami pembelahan, diferensiasi dan adalah kutikel.keratinisasi. Pada saat ini LK mulai terbentuk dan bergerak ke Pada matriks kuku didapatkan sel melanosit. Pada bagian Cermin Dunia Kedokteran No. 76, 1992 5
  6. 6. distal matriks ditemukan melanosit yang lebih banyak Onikomadesisdibanding pada bagian proksimal(3). Sinonim: defluvium unguium Lempeng kuku mengandung sejumlah fosfolipid terutama Onikomadesis yaitu terlepasnya LK secana sempurnadi lapisan intermediate dan dorsal, hal ini menambah mulai dari bagian proksimal. Dikatakan kelainan ini terjadikelenturan kuku. Kuku mengandung kalsium 10 kali lebih akibat terhentinya pembentukan keratin oleh matriks.besardari rambut, tetapi kadar ini tidak bermakna menambah Onikomadesis dapat bersifat familial atau didapat. Keadaankerasnya kuku. Kekerasan kuku dipengaruhi oleh beberapa yang dapat menimbulkan onikomadeasis yaitu distresfaktor, yaitu perlekatan dan orientasi protein keratin, rendahnya intrauterin berat, diabetes, trauma matriks, radiodermatitis,kandungan air pada LK, kadar sulfur protein matriks, hubungan inflamasi lipat kuku proksimal(2).interselular(3,5). Dengan penetapan secara kolorimetri Onikolisisdidapatkan konsentrasi asam amino yang paling tinggi adalah Onikolisis yaitu terlepasnya LK dari dasar kuku.sistein, asam glutamat, arginin dan leusin(3). Onikolisis dapat disebabkan oleh penyakit kulit, obat-obatan, Sirkulasi darah ke kuku berasal dari arteri digitalis yang trauma, gangguan sirkulasi perifer; hipertiroid, kosmetik kuku,berjalan di lateral jari dan mengeluarkan cabang dorsal dan sabun, yellow nail syndrome, atau tanpa penyebab yang jelas.ventral sebelum dan sewaktu mencapai pulpa falang terminal(4). Rasa nyeri dapat terjadi bila terdapat infeksi(5). Pada permukaan LK alur longitudinal yang berjalansejajar tampak lebih nyata pada orang tua(4).. TrakionikiaKELAINAN PADA LEMPENG KUKU Lempeng kuku tampak kadar seperti ampelas disebabkan alur longitudinal dan rigi-rigi sangat rapat. Trakionikia terjadiGaris Beau karena kelainan pada matriks proksimal. Beberapa penyakit Garis Beau yaitu alur transversal pada LK yang akan bet- kulit yang dihubungkan dengan kelainan ini yaitu liken planes,gerak Ice arah distal mengikuti pertumbuhan kuku. Alur ini ter- alopesia areata, twenty nail dystrophy of childhood2,sr.jadi disebabkan tertahannya pembentukan LK sementara olehtoksin atau penyakit sistemik. Pada sebagian besar kasus, alur Onikoskizialebih sering dijumpai pada kuku ibu jari atau kuku jari kaki Yaitu pelepasan lamelar LK pada tepi bebas distal. Penye-yang mungkin disebabkan karena pertumbuhannya yang lebih bab paling sering yaitu kuku sering basah kemudian mengeringlam-bat. Garis Beau fisiologis dapat dijumpai pada bayi usia 4– berulang kali sehingga menimbulkan perlunakan dan pengeras-10 minggu. an kuku. Kotoran dan uap lembab masuk ke bagian yang retak Beberapa keadaan yang dapat menimbulkan kelainan ini sehingga menambah kerupakan. Prlekatan antar sel berkurangyaitu trombosis koroner, pneumonia, fenomena Raynaud, de- akibat semen interselular gagal melekat, atau mungkin di-fisiensi Fe, dermatitis, trauma(2). sebabkan semen yang dibentuk oleh matriks tidal( mempunyai daya lekat atau mengalami degradasi.Koilonikia Penyebab onikoskizia yaitu cairan alkali, detergen, cat dan Koilonikia atau disebut juga spoon nails yaitu bentuk nor- cairan penghapus cat kuku, infeksi sistemik, faktor endokrino(2,8).mal bagian tengah LK men jadi datar atau cekung denganpinggir lateral dan distal menghadap ke atas, sehingga bentuk Onikoreksiskuku seperti sendok. LK dapat menebal atau menipis. Sinonimnya yaitu brittle nail. Koilonikia dapat merupakan kelainan yang didapat atau Pada onikoreksis dijumpai kuku rapuh dan pecah pada tepimerupakan kelainan yang diturunkan. Pada anak usia 1 atau 2 bebas LK dan fisur memanjang pada LK. Kuku yang rapuh dantahun pertama dapat dijumpai bentuk LK seperti ini, yang pada pecah dapat diakibatkan pemakaian sabun kuat, penghapus catbeberapa kasus menetap sampai dewasa tanpa adanya kelainan kuku, pada keadaan hipotiroid (dikutip dari 9). Kuku rapuhfamilial. dapat merupakan manifestasi psoriasis, onikomikosis, anemia Tipisnyakukudihubungkan dengan status nutrisi yang defisiensi Fe, pakionikia kongenital(2).buruk dan kurangnya intake asam amino yang mengandung Onikogrifosis dan Onikokauksissulfur. Koilonikiadapatdijumpaipada beberapa keadaan yaitu Onikogrifosis yaitu LK yang menebal, memanjang, me-penyakit diabetes, anemi defisiensi Fe, pajanan asam kuat, lengkung seperti cakar atau tanduk domba. Onikauksis hanyahipotiroid, nail patella syndrome(2,4,5). menggambarkan penebalan dan pemanjangan kuku. Pada oni-Wash Board Nails (Habit Tic Deformity) kogrifosis bagian bebas LK menekan atau masuk ke dalam Kelainan ini berupa alur transversal yang berdekatan tidak jaringan lunak. Kuku buram, berwarna coklat kekuningan atauteratur dengan rigi-rigi di tengah LK. Bentuk kuku seperti ini hitam kotor. Pennukaan kuku tidak teratur, beralur. Daerahbiasanya dijumpai pada kuku ibu jari. Alur ini terjadi subungual terisi bahan tanduk. Pada kasus heriditer dapatdisebabkan kebiacaan mendorong lipat kuku proksimal ke mengenai kuku jari tangan atau kaki. Pada kasus didapat kukubelakang dengan jari telunjuk atau gigi.Bila jarak lekuk jari tangan hampir tidak pernah memperlihatkan kelainan ini.transversal sangat berdekatan satu sama lain maka terlihat Onikogrifosis dapat disebabkan oleh trauma neuropati perifer,sebagai alur memanjang di tengah LK(2). pemotongan kuku yang tidak teratur(2,5,7).6 Cermin Dunia Kedokteran No. 76, 1992
  7. 7. Pada onikokauksis kuku keras, menebal, memanjang, per- Twenty Nail Dystrophymukaan kuku halus, kuku lebih cembung dan rapuh; mungkin Dijumpai kelainan pada LK berupa alur longitudinal,disebabkan kelainan pada matriks dan dasar kuku yang me- striae dan onikoreksis. LK dapat menipis atau menebal dannambah jumlah keratin lebih banyak(5). Onikokauksis dapat di- berwarna kekuningan atau kasar seperti ampelas. Padasebabkan oleh trauma, infeksi jamur, penyakit Darier, psoriasis, pemeriksaan histologi dijumpai perubahan pada matriks yangpitiriasis rubra pilaris, defek ektodermal; selain itu sesuai dengan liken planus, eksema, psoriasis.onikokauksis dapat dijumpai pada penyakit jantung kronik, Pernah dilaporkankasus kongenital, heriditer maupun padapenyakit paru-paru (2,5,7). orang dewasa: Twenty nail dystrophy pada anak dianggap bukan merupakan suatu entity klinis khusus tetapi mungkinPitting suatu tanda fisik beberapa penyakit lain, misalnya liken Pit terjadi karena adanya kelainan pada matriks proksimal. planus(2,5,6).Alkiewitz menyatakan adanya keratinisasi yang menyimpangyaitu adanya kelompok sel parakeratosis yang menyebabkan PERUBAHAN UKURAN LEMPENG KUKUdaerah.tersebutmenjadi lemah, kurang melekat satu sama lain Anonikiakemudian mengelupas. Teori lain mengatakan disebabkan oleh Anonikia yaitu tidak didapatinya LK.invasi sel radang, mikroabses pada matriks seperti pada Anonikia kongenital dapat bersifat diturunkan atau me-psoriasis atau eksositosis limfositik pada pitiriasis rosea dan nyertai malformasi ektodermal atau mesodermal. Lempengadanya spongiosis setempat seperti pada eksema(3). kuku tidak dijumpai pada kuku jari tangan dan kaki waktu Pit berkelompok dapat dijumpai pada orang normal atau lahir. Kadang-kadang waktu lahir dapat dijumpai LK yangpenderita dengan trauma pada matriks kuku. Ukuran, dalam kemudian lepas tidak tumbuh lagi(2,7).dan dangkalnya pit bervariasi. Umumnya diameter pit kurang Anonikia didapat, disebabkan oleh inflamasi berat aparatusdari 1 mm. Pit yang dangkal sering didapatkan pada psoriasis. kuku atau timbul bertahap setelah terjadi sikatriks progresifr22.Barisan pit transversal yang teratur mirip garis Beau Pada beberapa kasus yang ditelusuri, dijumpai pada bayi yangmerupakan tanda karakteristik pada alopesia areata(2,5,6). dilahirkan dari ibu yang menderita rubella pada kehamilan trimester pertama(2,7).Median Nail Dystrophy Mikronikia Sinonim: solenonikia, distropi mediankanaliformis(Heller) Mikronikia atau hipoplasi kuku merupakan suatu deformi- Yaitu suatu defek pada LK yang ditandai oleh fisur me- tas kongenital yang menyertai beberapa sindrom yang diturun-manjang di garis tengah yang diapit gelombang transversal kan. Derajat hipoplasi bervariasi pada penderita yang sama(z.tidak teratur, sehingga kuku terlihat seperti pohon cemara.Kelainan ini dapat mengenai satu atau beberapa kuku, biasanya Nail – Patella – Elbow Syndromeditemui pada kuku ibu jari. Bagian yang retak mulai terlihat di Sinonim: nailpatellasyndrome,hereditaryosteo-onychodysbawah kutikel yang bergerak ke depan mengikuti pertumbuhan plasia (Hood).kuku. Setelah beberapa bulan atau tahun kuku akan kembali Merupakan kelainan struktur ektodermal dan mesodermal,normal, tetapi dapat kambuh. diturunkan secara autosomal dominan. Sindrom ini ditandai oleh Penyebab kelainan ini tidak diketahui, tetapi beberapa pe- distrofi kuku, tidak adanya atau hipoplasi patela, penebalanneliti menganggap disebabkan kerupakan matriks sementara tulang iliaka dan hipoplasi tulang radius dan ulna proksimal(2,7).yang mengganggu pembentukan kuku. Kelainan ini dijumpai Lempeng kuku distrofik dan tidak pernah mencapaipada trauma lokal di bagian tengah kuku(2,4,5). pinggir bebas (LK hanya berukuran 1/3 atau 1/2 ukuran normal). Kuku tampak buram, tipis dan rapuh. LunulaPakionikia Kongenital berbentuk segitiga. Pada setiap kasus kuku ibu jari paling Merupakan kelainan heriditer dengan etiologi yang tidak sering terkena. Kuku jari lainnya terkena dengan gradasidiketahui. Kelainan kuku terjadi pada 1/2 – 2/3 bagian distal kerusakan makin ringan dari kuku jari telunjuk ke arahkuku. Bagian proksimal LK licin, mengkilat, melekat pada kelingking(2,5,7).dasar. Bagian distal terdorong ke atas oleh akumulasi bahankeratin di bawahnya, sehingga bagian LK bebas menghadap ke PERUBAHAN BENTUK KUKUatas dan membentuk sudut 30 – 40 derajat terhadap aksis Clubbing Fingerfalang. LK berwarna abu-abu kekuningan atau coklat dan Sinonim: acropachy, hippocratic nail, watch glass nail.buram. Dapat terjadi pelepasan kuku spontan dan tumbuh Perubahan tidak hanya terjadi pada kuku tetapi juga me-kembali dengan deformitas yang lebih berat(2.7). Jadaschon & ngenai falang terminal. Clubbing disebabkan meningkatnyaLewandoski melaporkan selain kelainan kuku juga dapat kelenturan LKproksimal akibat hipertrofi dan hiperplasi stromadisertai kelainan pada mukosa, gigi, keratoderma palmoplantar. fibrovaskular falang distal. Sudut Lovibond melebihi 180° Masalah yang sering terjadi yaitu paronikia disebabkan (normal: 160°)(2.7).bakteri atau kandida. Pemakaian asid salisil 10%–40% atau Clubbing merupakan tanda beberapa penyakit sistemik,urea oklusi dan kuku direndam dalam air akan melunakkan antara lain: penyakit paru kronik, penyakit jantung, penyakitkuku sebelum dipotong(2,7). Cermin Dunia Kedokteran No. 76, 1992 7
  8. 8. kelenjar tiroid. Pada beberapa kasus clubbing sudah ada sejak Tetrasiklinlahir tanpa penyakit yang mendasarinya(2,5,7). Komponen yang paling sering menimbulkan perubahan Shell nails yaitu bentuk kuku yang menyerupai clubbed kuku yaitu dimetil klortetrasiklin. Tetapi tetrasiklin HC1,nail yang dijumpai pada pegderita bronkiektasis lama. LK tipis doksisiklin dan minosiklin juga dapat menimbulkan perubahanterpisah dari dasar, datar kuku dan tulang di bawahnya atrofi(2,4). warna pada LK. LK berwarna kekuningan atau kecoklatan. Adanya triad: fotosensitisasi di bagian tubuh yang terbuka,Racket Nail perubahan warna LK dan onikolisis memberi kesan kuat Pada racket nail, falang distal lebih pendek dan lebih lebar disebabkan oleh tetrasiklin.sehingga kuku di atasnya menjadi lebih pendek dan lebih besar Pemakaian lama tetrasiklin pada penderita akne menye-dari normal. Kuku tampak datar disebabkan hilangnya babkan lunula berwama kuning(11).lengkung transversal. Antimalaria Kelainan ini diturunkan secara autosomal dominan. Pada Pigmentasi yang ditimbulkan oleh obat antimalaria terjadihiperparatiroid dapat dijumpai bentuk racket nail disebabkan di kulit, mukosa, dasar kuku, jarang di lempeng kuku. Klorokuinerosi tulang di bawahnya. Racket nail yang disertai kelainan hidroksiklorokuin menyebabkan warna biru keabu-abuan, biru-lain dikenal dengan istilah brakionikia. hitam. Kuinakrin menimbulkan warna kekuningan(11). Sindrom-sindrom yang disertai brakionikia: sindrom Larsen,sindrom pyknodisostosis, sindrom Rubinstein-Taybi(2,7). Obat sirostatik Obat kemoterapi menimbulkan kelainan pada LK dengan bermacam-macam bentuk, antara lain: pigmentasi, garis Beau,PERUBAHAN WARNA KUKU pengelupasan kuku, onikolisis, distrofi; yang paling sering Perubahan warna kuku dapat menggambarkan proses pato- ialah pigmentasi dan pertumbuhan kuku lambat. Rangsanganlogis kuku yang merupakan petunjuk beberapa penyakit sis- sel melanosit matriks mungkin menyebabkan sebagian besartemik, penyakit kulit atau suatu diagnosis spesifik. Perubahan perubahan pigmentasi. Dengan adanya efek Tyndal warna yangwama dapat disebabkan oleh endapan zat dan warna yang terlihat dapat berbeda-beda. Mekanisme yang diduga padatimbul tergantung tempat dan sifat zat yang diendapkan(1,10,11). perubahan warna kuku ialah toksisitas pada struktur kuku, foto- Jeanmougin membuat klasifikasi perubahan warna kuku sensitivitas(11).berdasarkan etiologi(11) yaitu : Adriamisin dan siklofosfamid adalah penyebab yang1. agen eksterna paling sering menimbulkan perubahan warna pada kuku.2. obat sistemik Perubahan wama yang sering yaitu kecoklatan, hitam dengan3. infeksi bakteri & fungus bentuk pita longitudinal atau transversal. Dikatakan bila4. penyakit kulit dijumpai beberapa pita menunjukkan pemberian kemoterapi5. penyakit sistemik yang berlebihan atau sudah berlangsung lama(11).6. agen fisik Perubahan Warna Disebabkan oleh Fungus dan BakteriPerubahan Warna Disebabkan Agen Eksterna Tipe white superficial onychomicosis merupakan bentuk Warna yang timbul pada LK akibat penetrasi endapan kelainan LK yang diinvasi primer oleh jamur. Pada bentuk inipigmen agen eksterna pada LK tidak akan hilang bila dicuci infeksi terjadi pada LK bagian superior, ditandai oleh bercak-dengan cairan pelarut, tefapi dengan pertumbuhan kuku, warna bercak putih buram yang kemudian meluas, bersatu ke seluruhakan menghilang secara bertahap. permukaan LK. Kuku menjadi kasar, kekuningan, hancur. Dari Bahan eksterna yang dapat menyebabkan perubahan warna lesi ini paling sering dijumpai T. mentagrophytes tetapi dapatkuku yaitu cat sepatu, tinta, cat kuku, zat pewarna, bahan juga dijumpai spesies Aspergillus, Cephalosporium(11).pengeras kuku dan garam chromium(11). Pada bentuk lain, perubahan pada LK yang disebabkan jamur merupakan proses Ian jut mengikuti infeksi pada hipo-Perubahan Warna Disebabkan Obat Sistemik nikium, dasar kuku(11). Kelainan pada LK akibat obat sistemik dapat berupa per-ubahan warna sampai rasa nyeri dan lepasnya LK. Daniel CR Perubahan warna LK yang disebabkan infeksi bakedmembuat klasifikasi mekanisme yang terjadi yaitu : Terjadi pada kuku yang mengalami onikolisis atau paronikiaa. toksisitas pada matriks berat akibat infeksi kuman Pseudomonas aeruginosa yangb. toksisitas pada dasar kuku/hiponikium menghasilkan pigmen piosianin yang berwarna hijau. Pigmenc. toksisitas pada struktur periungual tersebut diendapkan pada LK. Kelainan warna ini dapatd. toksisitas kombinasi di atas mengenai seluruh permukaan LK atau hanya sebagian LK. LKe. idiopatik berwarna hitam kebiruan atau hijau dan sering berbau(11). Toksisitas pada matriks menunjukkan manifestasi yangbermacam-macam. Rangsangan melanosit matriks menimbulkan Perubahan Warna Lempeng Kuku pada Penyakit Kulitpigmentasi berupa pita transversal, longitudinal atau, endapan Beberapa penyakit kulit yang menimbulkan perubahandifus(11). warna pada lempeng kuku antara lain :8 Cermin Dunia Kedokteran No. 76, 1992
  9. 9. Akantosis nigricans coklat Warna putih ini umumnya dianggap disebabkan keratinisasiSindrom Bazex kuning yang tidak sempurna sehingga debris inti tertahan di LK.Lepra putih Banyak keterangan yang diajukan terhadap perubahan warnaPakionikia kongenital kuning-coklat ini tetapi tidak satupun yang memuaskan(5).Psoriasis coklat-kuning Leukonikia pungtata dapat terjadi pada penyakittifus,Sindrom Reiter coklat-kuning nefritis karena trauma dan infeksi jamur, bahkan pada orangNevus pigmentosus coklat-hitam normal. Leukonikia striata dapat disebabkan kelainan herediter, trauma otak hebat, keracunan arsen (Meens transverse band),Perubahan Warna Kuku pada Penyakit Sistemik pelagra. Leukonikia totalis dapat dijumpai pada penderitaPenyakit Perubahan warna sirosis hepatis, penyakit jantung, diabetes melitus, tuberkulosisDefisiensi B12 coklat-hitam dan arteritis reumatoid atau dapat normal terjadi pada anakBronkhiektasi biru muda atau kekuningan umur 1-4 tahun(7,11).Hemochromatosis abu-abu, coklat, putihHiperbilirubinemia coklat, kuning KEPUSTAKAANHipertiroidi coklat 1. Baden P, Zaias N. Biology of nails. In: Fitzpatrick TB, Eisen AZ, Wolff K.Malnutrisi coklat difus, pita coklat et al (eds.) Dermatology in General Medicine. 3rd ed. New York: McYellow nail syndrome kuning difus atau kehijauan Graw-Hill Book Co, 1987: 219-23. 2. Silverman R. Nail and appendegeal abnormalities. In: Lawrence A, Schachner MD, Hansen C. Pediatric Dermatology. 1st ed. New York,Perubahan Warna Lempeng Kuku Akibat Agen Fisik London,Edinburgh, Melbourne: Churchill Livingstone Inc, 1988: 613-31. Pada penderita yang mendapat terapi radiasi sering 3. Norton LA. Disorder of the nails. In: Moschella SL, Hurley HJ (eds).dijumpai perubahan warna berupa pita transversal biru-hitam Dermatology. 2nd ed. Philadelphia, London, Toronto, Sydney: WBdan atau wama coklat difus pada kuku jari. Pigmentasi Saunders Co, 1985: 1398-420. 4. Beaven DW, Brooks SE. A colour atlas of the nail in clinical diagnosis,disebabkan endapan pigmen melanin(11). Wolfe Medical Publ Ltd. 1984: 20-128. Trauma pada matriks menyebabkān terjadinya hematon 5. Dawber RPR, Baran R. The nails. In: Rook A, Wilkinson DE, Ebling FJG,subungual yang kemudian masuk ke dalam LK. Perubahan Champion RH, Burton IL (eds), Text Book of Dermatology. 4th ed.wama ini akan bergerak ke depan sesuai pertumbuhan kuku(11). Blackwell Scient Publ, 1988: 2039-73. 6. Achten G, Parent D. Review: the normal and pathologic nail. Internat J Deimatol 1983; 22: 556-65. 7. Butterwonh T, Ladda RL. Nails. In: Clinical Genodermatology vol 2,LEUKONIKIA Praeger Publ, 1981: 281-302. Sinonim: leukopathia unguium 8. Shelley WB, Shelley ED. Onychoschizia Scanning Electron Microscopy. J Am. Acad Dermatol 1984; 10: 623-7. Warna putih pada kuku dibagi menjadi 3 bentuk yaitu 9. Soepardiman L. Kelainan Kuku. In: Bmu Penyakit Kulit Dan Kelamin. 1stpartial, totalis atau striata. Leukonikia dapat merupakan kelain- ed. Jakarta: Balai Penerbit FKUI 1987: 259-64.an didapat atau kongenital. Bentuk striata berupa pita transversal 10. Baden HP, Zaias N. Nails. In: Fitzpatrick TB, Eisen AZ, Wolff K,tunggal atau multipel terletak dekat lunula. Dengan pertumbuh- Freedberg IM, Austen KF (eds), Dermatology in General Medicine, 3rd ed. New York: Mc Graw-Hill Book Co, 1987: 651-64.an kuku secara bertahap akan bergerak ke ujung bebas. Bentuk 11. Mougin MJ, Civatte J. Nail dyschrimia. Internat J Dermatol. 1981; 22:totalis berupa. wama putih pada seluruh LK, atau LK tampak 279-90seperti porselen tanpa disertai perubahan lain pada LK(1,11). Friendship is always a sweet responsibility, never an opportunity (Kahlil Gibran) Cermin Dunia Kedokteran No. 76, 1992 9
  10. 10. Kelainan Dasar dan Lipat Kuku Grace Widodo, Erdina H.D.P., A. Kosasih Bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/ Rumah Sakit Ciptomangunkuswno, JakartaPENDAHULUAN dorsal, yang membentuk dorsal epidermis jari dan bagian Suatu penyakit dapat memberikan berbagai bentuk lesi pada ventral yang menutupi lempeng kuku yang baru dibentuk.kuku yang berbeda, dan sebaliknya, satu kelainan kuku dapat Proses keratinisasi tidak berbeda dengan epidermis di tempatmerupakan ekspresi dari berbagai macam penyakit dengan etio- lain. Lapisan tanduk bagian ventral menjadi melekat denganlogi, perjalanan penyakit dan prognosis yang berbeda. Hal ini permukaan lempeng kuku yang baru dibentuk dan bergerak kemenyebabkan diagnosis kelainan kuku menjadi sulit(1,2). Untuk distal untuk jarak pendek. Lapisan tanduk ini disebut kutikula.dapat mendiagnosis kelainan pada kuku dengan lebih baik, Penyakit yang mengenai lipat kuku proksimal mempengaruhiadalah panting untuk mengenal struktur kuku yang normal ter- lempeng kuku yang baru dibentuk(2).lebih dahulu(1). Pada makalah ini akan dibicarakan mengenai struktur dasar Struktur subkutandan lipat kuku, kelainan yang berhubungan serta penanggulang- Dermis pada apendiks kuku dibatasi oleh falang di bawah-annya. nya, dan tidak terdapat jaringan subkutis. Dermis dan epidermis dasar kuku bersatu dengan gambaran tongue in groove. DaerahSTRUKTUR DASAR DAN LIPAT KUKU dermis ini mengandung banyak kapiler yang memberi wamaDasar kuku pink, serta badan glomus. Darah dialirkan dari arteri digitalis Dasar kuku merupakan bagian kulit yang ditutupi kuku, yang mempunyai banyak cabang dorsal, ventral dan cabangyaitu dari batas lunula sampai ke hiponichium(3,4). Sebagian sel untuk lipat kuku proksimal. Bagian distal membentuk ranting-epidermis dasar kuku menyatu dengan lempeng kuku, yaitu ranting proksimal dan distal yang memberi makan pulpa, dasarbagian ventral lempeng kuku(5). Pada dasar kuku yang matur kuku dan hiponikium. Jalannya saraf sesuai dengan pembuluhtidak terdapat granula keratohialin, tetapi pada beberapa keada- darah(3).an patologis dasar kuku menunjukkan lapisan granular, danterdapat produksi stratum korneum yang sama dengan KELAINAN PADA DASAR DAN LIPAT KUKUepidermis normal. Produksi sel-sel tanduk dalam keadaan Kelainan pada dasar dan lipat kuku dapat dibagi men-seperti ini dapat mendorong lempeng kuku ke atas(3). jadi(5,6,7) : I. Kelainan pada lipat kukuLipat kuku II. Kelainan pada dasar kuku Lipat kuku proksimal dan lateral merupakan batas dan III. Kelainan lain yang dapat terjadi pada dasar dan lipat kuku:pelindung struktur dan menolong arah pertumbuhan kuku(3,5). 1) Kelainan yang berhubungan dengan penyakit kulitLipat kuku proksimal merupakan perluasan dari epidermis pada 2) Kelainan yang berhubungan dengan penyakit sistemikdorsum kuku yang melindungi matriks dan kutikula adalah 3) Clubbingproduk keratinnya. Struktur ini sangat panting, karena penyakit 4) Kelainan pigmentasikuku yang terbanyak, paronikia kronik, terutama mengenai daerah 5) Penyakit herediter/kongenitalini. Lipat kuku terdiri dari dua lapis epidermis yaitu bagian 6) Tumor10 Cermin Dunia Kedokteran No. 76, 1992
  11. 11. 7) Trauma an yang banyak berhubungan dengan air, pasien dianjurkan untuk memakai sarung tangan karet(4,5,8). Dapat digunakan timolI. KELAINAN PADA LIPAT KUKU 2-4%, atau alkohol 95% untuk meningkatkan kekeringan(5,8). Kelainan yang sering terjadi pada lipat kuku adalah pa- Anti jamur topikal seperti him mikonasol, klotrimasol, nistatinronikia. atau amfoterisin B sebaiknya diberikan. Barlow dkk(5) meng- anjurkan penggunaan antibiotika topikal pada siang hari dan antiParonikia jamur topikal pada malam hari.Bila lebih parah dianjurkan mem- Lipat kuku dapat terkena infeksi, antara lain oleh bakteri, berikan eritromisin per oral, karena mereka selalu menemukanjamur ataupun yang lainnya(6). Gambaran klinis paronikia adalah stafilokok patologik yang sensitif terhadap antibiotik ini padamerah, bengkak, dapat terjadi akumulasi Pus dan pemisahan keadaan ini. Norton menganjurkan untuk mencoba memberikanlipat kuku dari lempeng kuku, sehingga meninibulkan ruangan ketokonasol oral bila terapi antijamur topikal tidak memberikanyang tidak ada pada kuku normal(6). hasil yang baik(3). Pada pasien dengan tangan dingin, dianjur-Beberapa penulis membagi paronikia menjadi paronikia akut kan untuk memberikan vasodilator(5).dan paronikia kronik(5,8).Paronikia akut II. KELAINAN PADA DASAR KUKU Paronikia akut merupakan keluhan yang sering terjadi dan Dua macam kelainan yang sering terjadi pada dasar kukubiasanya disebabkan oleh stafilokokus. Keadaan ini dapat di- adalah onikolisis dan perdarahan(2).dahului oleh trauma lokal, misalnya kuku pecah, atau menggigitkuku, atau dapat pula terjadi tanpa trauma pendahuluan. Juga Onikolisissering terjadi sebagai komplikasi paronikia kronik, bila terkena Onikolisis merupakan pemisahan lempeng kuku dari dasarorganisme lain, termasuk streptokokus, Pseudomonas pyocya- kuku(5,7). Bila seluruh kuku terpisah, disebut onikomadesis.neaceae, organisme koliform dan Proteus vulgaris. Gejalanya Mekanisme pemisahan lempeng kuku belum diketahui, tetapiadalah bengkak yang nyeri pada lipat kuku dan dapat berhubungan dengan banyak penyakit dan keadaan(6,7). Daerahmengeluarkan pus. Bila letaknya cukup superfisial,dapat yang terpisah berwama pucat disebabkan karena kehilangandengan mudah didrainase melalui insisi dengan menggunakan refleksi cahaya dari dasar kuku. Baran(5) membedakan onikolisisskalpel yang tajam, tanpa anestesi. sebagai onikolisis idiopatik dan onikolisis sekunder. Lesi yang lebih dalam paling baik diobati dengan Onikolisis idiopatik merupakan pelepasan lempeng kukuantibiotika dulu, tetapi bila tidak cepat membaik, diperlukan dari dasar kuku yang tidak nyeri, yang timbul tanpa sebab yanginsisi dengan anestesi. Beberapa pengarang menganjurkan jelas.pengangkatan sepertiga lempeng kuku untuk menambahdrainase dan mempercepat penyembuhan(5). Onikolisis sekunder Banyak keadaan yang dapat menyebabkan onikolisis, me-Paronikia kronik rupakan satu dari gejala kuku, yang tersering terjadi. Ini merupakan satu dari keluhan kuku tersering yang Penyebab onikolisis ini dapat dikelompokkan sebagaiditemui pada praktek dermatologi. berikut(5,7) : Paronikia kronik sering terjadi pada orang yang tangannya a) Kelainan dennatologik : psoriasis, infeksi jamur, dermatitisbanyak terkena air, terutama orang-orang dengan tangan yang b) Penyakit sistemik : gangguan sirkulasi, hipertiroidism,dingin. Sering terjadi pada orang yang diabetik. Lebih sering yellow nail syndromepada wanita daripada pria. Dapat timbul pada umur berapa saja, c) Trauma : trauma minor, kasus karena kerjatetapi kasus tersering adalah antara 30 sampai 60 tahun. Kadang- kimiawi : kosmetik kuku, fluorourasil 5% topikal padakadang terlihat pada anak-anak, terutama akibat pengisapan jari ujung jari.atau jempol. Merupakan penyakit yang dominan pada ibu-ibu d) Obat.rumah tangga dan orang yang mempunyai pekerjaan tertentu Pengobatanseperti juru masak, pelayan bar, pedagang ikan(4,5). Pasien dianjurkan untuk memotong sebanyak mungkin kuku Gejala dimulai sebagai pembengkakan ringan, jauh lebih yang lepas dan memberi sulfasetamid 15% dalam alkohol 50%ringan daripada paronikia akut. Kutikula dapat hilang dan pus atau preparat steroid topikal yang mengandung antibiotik dandapat terbentuk di bawah lipat kuku. Keadaan ini biasanya nistatin pada dasar kuku dua atau tiga kali sehari, atau meng-disebabkan oleh infeksi Candida albicans(5). gunakan mikonasol hidrokonison him. Perlekatan kembali Eksaserbasi akut dapat terjadi dan biasanya disebabkan lambat dan kuku yang terlepas harus dipotong kembali beberapaoleh infeksi bakteri sekunder. Berbagai organisme dapat kali bila perlu. Tujuan pengobatan adalah untuk mencegahditemukan, termasuk Stafilokokus aureus atau albus, Proteus infeksi menjadi menetap di bawah kuku yang terlepas, karenavulgaris, Escherichia coli dan Pseudomonas pyocyanea. Pada ini menyebabkan penebalan dasar kuku dan mencegahkasus yang lama ukuran kuku dapat berkurang dan kesan ini perlekatan kembali. Timol 4% dalam khloroform dianjurkandiperbesar oleh pembesaran lipat kuku(5). untuk mencegah infeksi dan maserasi lebih lanjut dari dasar Bagian yang sangat penting pada pengobatan paronikia kuku, tetapi sering pula diberikan timol 2%, selama pasienkronik adalah menjaga agar tangan tetap kering. Untuk pekerja- dapat mentolerir, dan biasanya efektif(5). Cermin Dunia Kedokteran No. 76, 1992 11
  12. 12. Perdarahan yang diencerkan dengan NaCl normal sampai konsentrasi 5mg/ Perdarahan pada kuku umumnya timbul setelah trauma ml. Ditentukan daerah yang paling banyak terkena, dan 0,1 mlpada daerah kuku; ukuran dan bentuknya, seperti yang terlihat solutio dusintikkan dalam 2 atau 3 daerah terpisah pada intervalpada kuku tergantung lokasi dan besarnya perdarahan(6). Per- 3 sampai 4 minggu. Ada yang berpendapat bahwa pengobatandarahan ke dalam dasar kuku dapat tampak sebagai splinter ini tidak untuk penggunaan rutin, karena bagaimanapun ada ke-hemorrhages atau sebagai hematoma yang Was dan nyeri(7). mungkinan transfer infeksi virus dari satu pasien ke yang lain, Splinter hemorrhages adalah tanda unik yang timbul hanya karena aparatus ini sulit untuk disterilisasi dan sering terjadipada dasar kuku dan terbentuk akibat hubungan struktur relaps(5).epidermal-dermal pada dasar kuku. Pada dasar kuku rigi Penyakit Darierepidermal adalah rigi longitudinal yang cocok dengan tongue- Manifestasi penyakit Darier adalah garis merah dan putihingroove fashion dengan yang dari epidermis. Dalam rigi longitudinal, rigi longitudinal, lempeng kuku yang rapuh yangdermal inilah perdarahan kecil timbul, seringkali mengenai dua menunjukkan iregularitas bentuk V pada tepi distal, dan sub-atau tiga rigi, dan memberi gambaran longitudinal tampak ungual hiperkeratosis(6).seperti pecah (splinter). Bagian dari perdarahan yang tinggal didermis di reabsorbsi, sedang bagian di epidermis atau di lapisan Liken Planustanduk kemudian melekat pada lempeng kuku, dan bergerak ke Pada dasar kuku dapat ditemukan papul-papul merah-ungudistal dengannya(6). yang dapat terlihat melalui lempeng kuku, juga hiperkeratosis Penyebab yang tersering adalah trauma minor, selain itu subungual difus. Berbagai derajat perubahan lempeng kukusplinter haemorrhages juga sering timbul pada berbagai pe- dapat ditemukan, dan manifestasi lanjut adalah pembentukannyakit sistemik, termasuk endokarditis bakterialis subakuta, pterigium bila matriks hancur(6,8).rheumatoid arthritis yang berat, stenosis mitral, ulserasi peptik, Pengobatan penyakit ini sama dengan yang diterangkanhipertensi dan neoplasma maligna. Dalam praktek dermatologi, pada psoriasis. Bila inflamasi parah, penggunaan kortikosteroidsering ditemukan berhubungan dengan psoriasis, dermatitis, sistemik dapat dicoba untuk mencegah hilangnya kuku secaradan infeksi jamur pada kuku(5). permanen(8). Pada hematoma yang besar, dapat menimbulkan rasa nyeri. DermatitisNyeri yang timbul pada hematoma ini mungkin dapat dikurangi Kuku dapat terkena segala bentuk dermatitis yangdengan menusuk lempeng kuku dengan alat yang tajam, kauter mengenai tangan, dan terutamā lipat kuku posterior. Perubahanatau bor kecil(5,7). biasanya distrofik, berakibat kasarnya permukaan lempeng kuku,pitting yang kasar dan beberapa perubahan warna. Rigi melintang dapat tampak pada kuku yang terkena. DermatitisIII. KELAINAN LAIN YANG DAPAT TERJADI PADA pada ujung jari dapat disertai onikolisis. DASAR DAN LIPAT KUKU Tidak ada pengobatan spesifik dibutuhkan, perubahan pada kuku-kuku akan sembuh perlahan-lahan bila dermatitis ter-1. Kelainan yang berhubungan dengan penyakit kulit kontrol(6).Psoriasis Herpetic whitlow Perubahan kuku sering terjadi pada psoriasis. Kelainan yang Penyakit ini jarang terjadi,dan lebih sering terdapat di antarasering terjadi adalah pitting, onikolisis dan perubahan warna perawat. Ini disebabkan oleh inokulasi virus herpes simplex danserta penebalan subungual dan kelainan lain pada lempeng kuku. muncul sebagai bula tunggal atau berkelompok dekat denganOnikolisis (distal atau lateral) yang timbul merupakan akibat lesi kuku, dan dapat memberi gambaran seperti sarang tawon.psoriatik yang timbul pada hiponychium dan bagian distal dasar Mulamula jemih, kemudian bula dapat menjadi purulen dankuku. Penebalan subungual adalah akibat lesi psoriatik yang dapat pecah dan diganti oleh krusta. Lesi ini dapat sangat nyeri.mengenai hiponychium dan bagian distal dasar kuku dalam Diagnosis ditegkkan dengan menemukan virus dari bulawaktu yang lebih lama daripada onikolisis, menyebabkan pe- baru dan dengan pemeriksaan sitologik dari dasar bula. Terapinebalan lapisan tanduk di bawah lempeng kuku(5). sesuai dengan pengobatan herpes simpleks di daerah lain(5). Pengobatan psoriasis kuku biasanya ditujukan pada peng-obatan psoriasis kulit. Bersihnya psoriasis generalisata biasanya 2. Kelainan yang berhubungan dengan penyakit sistemikdiikuti dengan penyembuhan yang terlambat dari kuku. Peng-obatan psoriasis dengan metotreksat biasanya membawa pe- a. Perubahan yang berhubungan dengan gangguan meta-nyembuhan pada kuku(5,8). Ada tenggang waktu dari saat obat bolik(6).diberikan sampai suatu kuku baru yang normal terlihat tumbuh Terrys nails. Terdapat pada pasien dengan sirosis dan di-dari bawah lipat kuku proksimal(6). Terapi PUVA mungkin dapat anggap berhubungan dengan hipoalbuminemia. Seluruh ujungberguna. Aplikasi kortikosteroid potensi kuat secara topikal kuku proksimal berwarna putih sebagai akibat perubahan padadengan oklusi dapat ditambahkan(5,8). Suntikan lokal pada dasar kuku, sedang 1 atau 2 mm distal kuku sering berwarnamatriks kuku dan/atau dasar kuku dengan jarum atau Dermo-Jet merah muda.dapat menolong(5,8). Untuk prosedur ini dipakai triamsinolon Garis Muehrcke. Adalah garis-garis paralel putih yang ber-12 Cermin Dunia Kedokteran No. 76, 1992
  13. 13. pasangan terlihat pada pasien dengan hipoalbuminemia. Garis- Perubahan warna sehubungan dengan pigmentasi dapatgaris ini tidak bergerak keluar dengan pertumbuhan kuku dan pula terjadi pada dasar kuku, antara lain disebabkan olehdianggap disebabkan karena perubahan pada dasar kuku. penyakit sistemik seperti Peutz-Jeghers, yang memberi warm Half and half nails, dilaporkan sering terjadi pada gagal hitam oleh pigmen melanin, maupun oleh obat anti malariagin jai. Pada kondisi ini bagian proksimal kuku putih dan 20 seperti khlorokuin yang memberi warna biru-coklat(2,6).sampai 50 persen distal merah. Ini juga dihubungkan denganperubahan dasar kuku. Perubahan ini tidak seluruhnya spesifik 5. Penyakit herediterkarena dapat dijumpai pada orang normal atau pasien dengan Sejumlah penyakit yang diturunkan dapat mengenai dasarpenyebab lain yang tidak berhubungan. Lebih jauh, ada variasi kuku antara lain penyakit Darier-White, yang mengakibatkanberbeda dalam presentasi kuku yaitu putih dan merah pada hiperkeratosis dan perubahan warna pada dasar kuku, danpenyakit ginjal dan hati. .. pachyonychia congenita yang menyebabkan hipertrofi pada Yellow nails ditemukan pada pasien dengan edema kronik. dasar kuku.Kelainan ini dianggap disebabkan oleh kelainan pada saluran Pada pachyonychia congenita, perubahan terutama adalahlimfatik(6). hipertrofi dasar kuku. Saat lahir kuku tampak normal, tetapi segera sesudahnya perubahan warna kuning-coklat tampak.b. Gangguan sirkulasi Perubahan ini berlanjut sampai lempeng kuku terangkat. Perubahan kuku berhubungan dengan sirkulasi perifer Pada akrodermatitis enteropatika, suatu penyakit resesifyang terganggu. Pada situasi tertentu, kuku sangat terpengaruh yang berhubungan dengan defisiensi zink yang disebabkan ka-pada efek dingin. Arteri digitalis akan spasme, menyebabkan rena absorbsi metal yang buruk dari usus, dapat mengenaifenomena Raynaud. Sejumlah perubahan terjadi pada penyakit daerah periungual. Proses eksematosa yang mengenai lipatRaynaud yang lama. Rigi longitudinal, penipisan, pecah longi- kuku proksimal dan lateral dapat menyebabkan perubahan padatudinal dan brittle adalah perubahan yang sering timbul. Oni- lempeng kuku(6).kolisis, dan pterigium juga dapat ditemukan. Perubahan yangsama pada kuku dapat disebabkan oleh kelainan oklusif pem- 6. Tumorbuluh darah oleh sebab lain. Iskemi digitalis akuta dapat Tumor-tumor pada daerah kuku relatif sering terjadi. Neo-menyebabkan blue toe syndrome yang disebabkan oleh mikro- plasma pada daerah kuku terdiri dari tumor jinak dan tumoremboli dari sumber yang lebih proksimal pada cabang arteri. ganas. Diagnosis klinik kadang-kadang sulit karena faktor- Perubahan lain yang lebih jarang pada gangguan sirkulasi faktor trauma, infeksi, ada atau tidaknya pigmentasi, danadalah pembentukan pterigium. Ini disebabkan oleh destruksi karena lempeng kuku yang translusen menutupi tanda fisikparsial matriks dan fusi epitel lipat kuku dorsal dan dasar kuku. pada dasar kuku. Juga tumor yang dikenal baik di tempat lain, Pengobatan harus ditujukan pada penyakit yang menyebab- dapat mempunyai bentuk yang lain pada daerah kuku. Daerahkannya dan pasien harus dianjurkan untuk menjaga tangannya paronikial yang mengelilingi dasar kuku dan matriks adalahhangat setiap waktu. Vasodilator kadang-kadang menolong(6). daerah yang tersering terkena lesi tumor(8).c. Periungual telangiektasis Telangiektasis pada lipat kuku dapat terlihat pada berbagai Tumor jinak yang umum terjadi pada kukupenyakit dan pada beberapa orang normal. Perubahan ini sering Verukaterlihat pada lupus eritematosus, walaupun tidak dapat dipakai Tumor di sekitar kuku yang tersering adalah verukdo.sebagai tanda diagnostik penyakit ini(6). Veruka periungual dapat diterapi dengan destruksi menggunakan kauter dan kuret atau dengan spray nitrogen cair.3. Clubbing Banyak kasus memberi respon yang baik dengan asam salisilat Clubbing jari-jari, telah dikenal sejak dulu sebagai tanda 40%. Veruka di bawah kuku dapat diterapi setelah kuku didari penyakit yang mendasarinya, tetapi temyata clubbing atasnya diangkat atau dipotong(6).idiopatik dapat timbul sejak lahir tanpa penyakit yangmendacarinya. Pada fase dini, hanya terjadi hilangnya sudut Granuloma piogenikumnormal antara lempeng kuku dan lipat kuku posterior. Sudut Lesi ini biasanya terlihat setelah trauma pada daerah terse-yang dibuat antara iipat kuku proksimal dan lempeng kuku but. Ia dapat berasal dari lipat kuku lateral atau dari hiponikium(sudut Lovibond) melebihi 180 derajat. Pada orang normal dan dapat membesar mengenai alas kuku. Destruksi sempurnasudut ini kurang dari 180 derajat. Selanjutnya falang distal lesi tersebut dengan elektrodesikasi biasanya memberikanmembesar dan dapat terjadi pembesaran kuku. penyembuhan(6). Kebanyakan kasus clubbing jari terjadi pada pasien dengan Fibromapenyakit paru-paru yang kronik atau penyakit jantung sianotik, Fibroma kuku seringkali timbul pada pasien dengan tu-tetapi juga terlihat pada pasien dengan penyakit timid dan be- berous selerosis, dan tampak tersering sesudah pubertas. Lokasiberapa penyakit abdominal, termasuk sirosis biller, dan kolitis biasanya periungual, tetapi dapat juga subungual. Fibroma padaulseratif(6). matriks dapat mengakibatkan penipisan dan bahkan destruksi lempeng kuku. Eksisi biasanya menyembuhkan(5,6).4. Kelainan pigmentasi Cermin Dunia Kedokteran No. 76, 1992 13
  14. 14. Nevus junctional Terapi adalah amputasi bila tulang di bawahnya terkena, Lesi jinak ini tidak jarang timbul pada orang kulit hitam. dan bila tidak, dilakukan eksisi lokal(5).Sarang-sarang sel nevus pada matriks menyebabkan pigmentasiyang berat pada lempeng kuku(6). Karsinoma sel basal Karsinoma sel basal jarang terlihat pada daerah subungual.Kista miksoid Terapi adalah dengan eksisi lokal atau elektrodesikasi(6). Kista miksoid sering terjadi pada bagian lateral atau dorsaljari bagian distal(6). Masa ini merupakan perubahan degeneratif Melanoma malignapada jaringan konektif falang distal. Ia membentuk suatu lesi Tumor ini jarang terjadi, tetapi penting untuk diketahui.yang kecil dan kistik dengan permukaan yang licin dan mengkilat Biasanya ditandai dengan pertumbuhan subungual yang berpig-hampir translusen(5). Bila terdapat pada lipat kuku proksimal; mentasi, dengan masuknya pigmen ke daerah parokinia (tandadapat mempengaruhi pembentukan lempeng kuku(5). Hutchinson)(5,6,8). Terapi antara lain dengan ditusuk berulang kali, eksisi, cryo- Bila diduga melanoma, perlu dilakukan biopsi. Bilasurgery, aspirasi lesi dan suntikan triamsinolon, dan pengangkat- diagnosis telah ditegakkan, jari hams diamputasi segera.an lipat kuku proksimal dengan kista yang berhubungan(5). Kelenjargetah bening perlu diangkat kemudian bila ada dugaanEkondroma penyebaran sekunder pada daerah ini(5). Ini merupakan tumor jinak soliter kartilago yang timbulpada jari-jari. Bila timbul pada falang distal akan menyebabkanpembesaran ujung jari, memberi gambaran seperti clubbing 7. Traumajari. Bila timbul dekat lipat kuku proksimal dapat menyerupai Trauma dapat menyebabkan kerusakan kuku dalam ber-paronikia dan menyebabkan deformitas lempeng kuku(5). bagai cara. Trauma tersebut dapat tunggal, sekali-sekali, atau Terapi adalah dengan eksisi atau mengangkat jaringan berulang (seperti menggigit kuku)(5).kondroid dan mengisi rongga yang terbentuk, bila perlu dengan Trauma tunggal atau sekali-sekali dapat mengakibatkanbone graft(5,6). perdarahan, pecahnya kuku, atau bila cukup berat, hilangnya seluruh kuku.Eksostosis subungual Trauma yang berulang seringkali lebih ringan, dan pasien Tumor jinak tulang ini tersering dijumpai pada jari kaki mungkin tidak menyadarinya. Beberapa tipe tertentu :yang besar. Tampak sebagai pembengkakan di bawah kuku, Menggigit kukudan dapat mendorong ujung kuku, dapat pula menyebabkan de- Ini merupakan kebiasaan yang sangat umum terjadi. Dapatformitas kuku dan rasa nyeri. Penyakit ini dapat didiagnosis menyebabkan onikolisis dan paronikia(5,7). Terapi biasanya ku-dengan radiografi(5,6). rang memuaskan, karena pasien sulit untuk menghentikan ke-Tumor glomus biasaannya. Psikoterapi mungkin berguna untuk beberapa Tumor ini sering berlokasi di daerah subungual dan pada pasien(5).penekanan menimbulkan rasa nyeri yang menjalar. Pengangkat- Ingrown nails (kuku yang tumbuh ke dalam) sering meru-an lempeng kuku dan eksisi tumor ini dari dasar kuku dapat pakan masalah. Timbulnya pada kuku kaki mungkin berhu-mengurangi gejala dan membawa kesembuhan(6). bungan dengan sepatu yang tidak pas, sedangkan pada kuku jari tangan sering disebabkan oleh pemotongan kuku yang tidakKeratoakantoma rata atau pecahnya lempeng kuku dan diikuti oleh pertumbuhan Keratoakantoma subungual, merupakan penyakit yang ja- lempeng kuku ke dalam lipat kuku lateral. Bila tidak diobati,rang dijumpai tetapi perlu diketahui, karena dapat mengakibat- dapat menjadi sangat nyeri, terbentuk indurasi dan jaringankan kesalahan teramputasinya jari yang tidak perlu(6). Bila granulasi yang berlebih terbentuk sekitar tepi lempeng kukutimbul di bawah kuku, tumor ini mempunyai gambaran yang yang masuk.berbeda dari lesi klasiknya. Penyakit ini ditandai dengan Pengobatan dapat sulit dan bekepanjangan. Yang palingpertumbuhan yang cepat dan nyeri, kemerahan, terangkatnya penting adalah menyarankanpada pasien untuk memakai sepatulempeng kuku, dan nekrosis akibat tekanan dari falang di yang cukup lebar dan dapat menghilangkan tekanan lateral.bawahnya. Pemeriksaan radiologis dan histopatologi dapat Juga pasien perlu berhati-hati dalam memotong kuku. Palamembantu menegakkan diagnosis(5). stadium dini infeksi mungkin dapat diatasi dengan pemberian Terapi adalah dengan destruksi lokal(6) atau dengan eksisi antiseptik seperti gentian violet. Bila infeksi tersebut lebihtotal sesudah pengangkatan lempeng kuku di atasnya(5). parah dan ada selulitis lokal perlu diberikan antibiotik sistemik. Bila jaringan granulasi terbentuk, hams dihancurkan denganTumor ganas kauterisasi. Bila jalan konservatif ini gagal, perlu dilakukanKarsinoma sel skuamosa operasi. Jaringan granulasi perlu dieksisi. Pada beberapa kasus Tumor ini biasanya tumbuh lambat dengan rasa nyeri, pengangkatan kuku dibutuhkan, dan indikasinya adalahdestruksi lokal dan dapat disertai infeksi bakteri. Pemeriksaan selulitis yang terus menerus, nyeri yang hebat dan kegagalanbiopsi diperlukan untuk menegakkan diagnosis pasti. perbaikan dengan pengobatan yang kurang radikal(5,7).14 Cermin Dunia Kedokteran No. 76, 1992
  15. 15. Mengisap jari 4. Soepardiman L. Kelainan kuku. Dalam: Djuanda A, Djuanda S, Hamzah M, (eds). Bmu Penyakit Kulit dan Kelamin, 1st ed. Jakarta: Balai Penerbit Sering terjadi pada bayi dan anak-anak, dan dapat me- FKUI, 1987: 259-264.nyebabkan paronikia(5,7). 5. Dawber RPR, Baran R. The nails. In: Rook A, Wilkinson DE et al, TextTrauma fisik/kimiawi pada kutikula Book of Dermatology, 4th ed. Blackwell Scientific Publ, 1988: 2039-73. Dapat menyebabkan paronikia(9). 6. Baden HP, Zaias N. Nails. In: Fitzpatrick TB, Eison AZ et al, Dermatology in General Medicine, 3rd ed. New York: Mc Graw Hill Book Co, 1987: 651-66. KEPUSTAKAAN 7. Silverman R. Nail and appendageal abnormalities. In: Schachner LA, Hansen RC. Pediatric Dermatology, 1st ed. New York, London: Churchill1. Achten G, Parent D. Review: The normal and pathologic nail. Intemat J Livingstone Inc, 1988: 613-31. Dennatol, 1983; 22: 556-65. 8. Norton LA. Disorder of the nails. In: Moschella SL, Hurley HJ. Dermato-2. Mougin MJ, Civatte J. Nail cyschromia. Intemat J pesmatol, 1981; 22: logy, 2nd ed. Philadelphia, London: WB Saunders Co, 1985: 1398-420. 279-90. 9. Curry RH, Mitchel JC. Chronic Paronychia : Review of several cases. Can.3. Baden HP, Zaias N. Biology of nails. In: Fitzpatrick TB, Eison AZ, Wolff M.A.J., 1961; 85: 1291-5. K. Dermatology in General Medicine, 3rd ed. New York: Mc Graw-Hill 10. Beaven DW, Brooks SE. In: A colour atlas of the nail in clinical diagnosis. Book Co, 1987: 219-223. Wolfe Medical Publ Ltd, 1984: 20-128. Cermin Dunia Kedokteran No. 76, 1992 15
  16. 16. Dermatofitosis di LP Palembang, LP Lahat dan LP Muara Enim, Sumatera Selatan RS Siregar, Tantawl Djauhari Laboratorium Ilmu Penyakit Kulit & Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya/ RSU PalembangPENDAHULUAN 4. Kaca objek dan penutup Dermatofitosis adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh 5. Alkohol 70%infeksi jamur golongan dermatofit. Penyakit ini banyak ditemukan 6. 6: KOH 20%di daerah tropis;berhubungan dengan faktor kebersihan, kepadat- 7. Kapasan penduduk, kelembaban dan tempetatur udara. 8. Kaca, spidol dan potlot Penjara atau rumah tahanan (RT)/lembaga pemasyarakatan 9. Lampu Wood(LP) adalah pembatasan pada suatu tempat terhadap orang- 10. Media Saboraud agar + glukosa + antibiotikorang yang krisis identitas. Penghuni pen jara biasanya paling 11. Mikroskop dan inkubatorsedikit 20 orang dan dilengkapi dengan correctional facility. 12. CTM, AAV I – II. Penelitian ini dilakukan karena menurut data di RSU Pa- Penelitian dilakukan dengan langkah-langkah sebagailembang, banyak pasien sakit kulit berasal dari penjara. Begitu berikut:juga data dari penjara sendiri; penyakit kulit/jamur merupakan 1. Pencatatan jumlah penghuni dari tiap penjara.penyakit yang banyak ditemukan dan menempati urutan ke tiga 2. Pemeriksaan klinis dilakukan pada semua penghuni, me-menurut banyaknya penyakit yang diderita penghuni penjara. nyangkut identifikasi, anamnesis, pemeriksaan status generalisPenelitian ini dimaksudkan untuk dapat dipergunakan sebagai dan status dermato-venereologikus, laboratorik KOH, kulturbahan rujukan ilmiah dan bagi petugas yang bcrkepentingan dan sinar Wood terkecuali penderita yang tidak ada keluhansebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan. penyakit kulit. Penderita yang telah didiagnosis klinis penderita penyakit jamur dermatofit diteruskan dengan mengisi formulirBAHAN DAN CARA KERJA kuesioner tentang kebersihan perorangan. Penelitian dilakukan di pen jara : 3. Pencatatan kelembaban dan temperatur udara dalam kamar1. Palembang penjara dibandingkan dengan daerah sekitar Palembang, bekerja – RT Jl. Merdeka sama dengan lembaga Klimatologi Jl. Sako Kenten Palembang. – LP kclas I Irk Pakjo 4. Data lain yang dianggap perlu adalah sarana air bersih dan – LP Anak dan Pemuda Irk Pakjo kapasitas ruang penjara terhadap penghuninya.2. RT Lahat3. RT Muaracnim. HASIL DAN PEMBAHASAN Dilaksanakan dari bulan Januari sampai dengan Maret Hasil kegiatan di atas diolah men jadi tabel-tabel. Pada pe- 1990. Bahan yang diperlukan : ngolahan data dapat terlihat besarnya risiko penghuni penjara 1. Formulir status tersebut untuk mendapatkan penyakit dermatofitosis ditinjau 2. Skalpel dari sudut kebersihan, kcpadatan penghuni dan pengaruh ke- 3. Lampu spiritus lembaban dan temperatur udara.16 Cermin Dunia Kedokteran No. 76, 1992
  17. 17. Prevalensi dermatofitosis dari total penyakit kulit di Tabel 2. Diagnosis klinis Dermatofltosispenjara di alas adalah sebesar 36,12%, dan dari seluruh Penjarapenghuni penjara adalah 9,36% (tabel 1). Diagnosis klinis dari total penderita penyakit jamur derma- Diagnosis Palembangtofitosis yang terbanyak,berturut-turut adalah (tabel 2) : JI. Merdeka Kls I A&P Lahat Muaraenhn 1. T. Cruris = 69,56% n=508 n=508 n=234 n=120 n=119 2. T. Corporis = 13,76% 1. T. Cruris 28 42 17 4 5 3. T. Cruris et corporis = 12,3, % 2. T. Corporis 4 8 2 1 4 4. Lainnya kurang dari 1,44%. 3. T. Crime et 1 6 4 3 3 Spesies dermatofitosis yang terbanyak ditemukan adalah corporissebagai berikut (tabel 3) : 4. T. Pedis 1 1 – – – 1. Trikofiton mentagrofites = 45,37% 5. T. Pedis et 1 – – – – cmiii 2. Trikofiton rubrum = 26,89% 6. T. Cruris et 3. Epidermofiton flokosum = 21,84% – 1 – – – Capitis 4. Lainnya kurang dari 5,04%. 7. T. Unguium – 1 – 1 – Di tiga lokasi penjara Palembang, dijumpai dari 117 pen- Total n 35 59 23 9 12derita terdapat 98 orang (83,76%) yang mempunyai kebersihan % 6,88 11,13 9,82 7,5 10,08kurang (tabel 4). Hal ini mungkin karena fasilitas air yangbelum memadai. Tabe1 3. Spesies dennatorita Bekerjasama dengan lembaga klimatologi Palembang, telahdilakukan pengukuran temperatur dan kelembaban udara yang Penjaraada di dalam kamar penghuni dark daerah sekitar Palembang. Species Jumlah Palembang Lahat MuaraenlmTernyata temperatur dan kelembaban di kamarpenghun penjaralebih tinggi dari daerah sekitar Palembang (tabel 5). Keadaan 1. Trikofiton 47 5 2 54ini disebabkan karena penghuni pen~jara yang padat dan mentagrofitesventilasi yang kurang, sehingga keringat meningkat lalu udara 2. Trikofiton rubrum 23 3 6 32menjadi lembab dark panas. 3. Epidennofiton 24 1 1 26 flokosum Prioritas pemecahan masalah dapat dipertimbangkan se- 4. Mikrosporonbagai berikut : 6 - - 6 gipsium1. Meningkatkan sarana air betsih. 5. Mikrosgoron 1 - - 12. Kapasitas ruang yang memadai untuk dihuni oleh para kanis tahanan. TOTAL 101 9 9 1193. Perlu adanya peningkatan perhatian di bidang kesehatan oleh petugas yang berkepentingan. Tabel 4. Hubungan antara penderita dermatofltoels dan kebersihan di 3Dengan memperhatikan ketiga faktor di atas (correctional faci- lokasi pen jara.lity), diharapkan penyakit jamur dermatofitosis akan berkurang. Kebersihan Tempat Penderita dertnatofltosisTabel 1. Prevalensi Dermatofltosis Cukup Kurang 1. RT .11. Merdeka 35 11 24 Jumlah Sakit kulit Dermatofhosis Kapasitas 2. LP. Anak & Pemuda 23 5 18 No. Nama Penjara Penghuni (orang) 3. LP. Kls I 59 3 56 (orang) n % n % TOTAL 117 19 98 RT Jl Merdeka (100 %) (16,24%) (83,76%) 1. 249 508 139 27,36 35 6,88 Palembang Tabel 5. Hubungan antara kelembaban/temperatur udara di 3 lokasl LP Anak dan penjara dan daerah sekitar Palembang. 2. Pemuda 200 234 38 16,23 23 9,82 Palembang Udara Tempat LP Klas I Kelembaban (%) Temperatur (°C) 3. 350 508 89 16,57 59 11,13 Palanbang 1. RT J1. Merdeka 89,75 29,05 4. RT Lahat 70 120 40 33,33 9 7,5 2. LP Anak dan Pemuda 89,35 29,60 3. LP Kis I 91,70 27,61 5. RT Muaraerim 100 119 46 38,65 12 10,08 Rata=rata 90,26 28,75 TOTAL 1489 382 25,65 138 9,36 4. Daerah sekitar Palembang 86-87 25-26 Cermin Dunia Kedokteran No. 76, 1992 17
  18. 18. KESIMPULAN 2. Conant NF, Smith DT, Baker RD, Callaway JL. Manual of Clinical Mycology. 3rd ed. Philadelphia London Toronto : WB Saunders Co. Dari penelitian terhadap beberapa lembaga pemasyarakatan 1971. p.549–557.dan rumah tahanan di Sumatera Selatan, ternyata : 3. Domonkos AN. Diseases due to fungi. In : Andrews diseases of the skin,– Prevalensi penyakit jamur dermatofitosis cukup tinggi yaitu 7th ed., Philadelphia London Toronto: W B Saunders Co. 1982.p. 341–402. sebesar 36,12% dari seluruh penderita sakit kulit dan 9,36% 4. Ehlers, VM, Stell EW. Ventilation and air conditioning in municipal and rural Sanitation 5th ed., New York Toronto Tokyo : Mc Graw Hill Book dari seluruh penghuni penjara. Co., 1958. p. 385–406.– Diagnosis klinik yang terbanyak adalah T. Cruris yaitu 69,56% 5. Ekawati Samsul Harun, Urip Suherman, Kasan Sengar. Dermatomikosis dari seluruh penderita penyakit jamur dermatoftosis. Superfisialis di RS Dr. Sutomo. Kumpulan naskah Simposium Dermato-– Spesies dermatotitosis yang terbanyak ditemukan adalah T. mikologi, Bagian llmu Penyakit Kulit dan Kelamin FK UNAIR/RS Dr. Sutomo, Surabaya, 1982. Mentagrofitcs (45,37%). Sedangkan yang lainnya T. 6. Emmous CW, Benifard CW, Utz JP. Medical Mycology, 2nd ed., Rubrum (26,89%) dan E. Flokosum (21,84%). Philadelphia : Lea & Febiger, 1970. p. 109–181.– Di antara penderita dermatofitosis di LP dan RT di Palem- 7. Encyclopedia Americana, 1977. New York 10022: Americana Corpora- bang, 83,76% mempunyai tingkat kebersihan yang kurang. tion, vol. 22, p. 619–623. 8. Goodman NL, Shadomy HI. Training manual for medical mycology,– Temperatur dan kelembaban udara di kamar penghuni Lexington, Kentucky, 1988. p. 1–29. penjara lebih tinggi daripada di daerah sekitar Palembang. 9. Kuswadji. Dermatomikosis. Simposium penyakit karena jamur, Jakarta : FKUI 1983, hal. 25–34. 10. Neves H, Cavora N. The transmission of Linea cruris, Brit J. Dennatol 1964; 76 : 429–436. 11. Puji S. Faktor predisposisi penyakit jamur, Simposium penyakit karena KEPUSTAKAAN jamur, Jakarta : FKUI 1983, hal. 16–19. 12. Siregar RS, Tantawi Djauhari. Dermatoftosisdi Rumah Tahanan Negara1. Budimulya U. Penyelidikan Derrnatofitosis di RS Dr. Cipto Mangun- dan Lembaga Pemasyarakatan : Penelitian aspek kebersihan, kelembaban kusumo Jakarta. Thesis. Universitas Indonesia Jakarta, 1980. dan temperatur. Dexa Media (in press).18 Cermin Dunia Kedokteran No. 76, 1992

×