Permintaan dan penawaran agregat

26,414 views

Published on

Haidar

Published in: Education
1 Comment
7 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
26,414
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
9
Actions
Shares
0
Downloads
501
Comments
1
Likes
7
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Permintaan dan penawaran agregat

  1. 1. PERMINTAAN DAN PENAWARAN AGREGATMakalah ini di susun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Ekonomi makro I pada semester 1 Disusun Oleh: Andi Hamzah 201210170311036 Imam Syarifudin 201210170311039 Muhamad Haidar Bashofi 201210170311047 Muhamad Hanif 2012 1010170311034 Mamang Sugianto 210210170311012 Wahyu Cahya Adipradana 201210170311008 Wan Oktavina Ekawati UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS JURUSAN AKUNTANSI 2012/2013
  2. 2. A. LATAR BELAKANG Depresi Besar (Great Depression) menyebabkan banyak ekonom mempertanyakankeabsahan teori ekonomi klasik. Mereka percaya mereka perlu model baru untuk menjelaskankemerosotan ekonomi yang dahsyat itu dan untuk menyarankan kebijakan pemerintah yangbisa mengurangi kesulitan ekonomi yang masyarakat alami. Pada 1936, John Maynard Keynes menulis The General Theory of Employment,Interest and Money. Di dalamnya, ia mengusulkan cara baru untuk menganalisisperekonomian, yang ia hadirkan sebagai alternatif dari teori klasik. Keynes menyatakan permintaan agregat rendah bertanggung jawab atas rendahnyapendapatan dan tingginya pengangguran yang mencirikan kemerosotan ekonomi. Iamengkritik teori bahwa hanya penawaran agregat yang menentukan pendapatan nasional. Model Keynes” diartikan berbeda-beda oleh banyak orang. Hal yang berguna untukmemikirkan modelKeynes buku teks dasar sebagai perincian dan perluasan dari “teoriklasik”. Perputaran uang variabel dan harga “kaku”-nya mencerminkan kepercayaan Keynesbahwa kelemahan model klasik berasal dari asumsi terlalu-ketat nya tentang perputarankonstan serta upah dan harga yang sangat fleksibel. B. RUMUSAN MASALAH Apabila permintaan agregat lebih kecil daripada penawaran agregat, maka situasikelebihan produksi terjadi. Pada periode berikutnya output akan turun atau harga akan turun,atau keduanya terjadi bersama-sama. Pertanyaannya adalah bagaimana mekanismepermintaan agregat dalam menentukan output atau income tersebut? C. TUJUAN PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan model-model permintaan agregat sertamemberikan solusi grafik dan membahas perubahan dalam investasi dalam kegiatanekonomi.
  3. 3. BAB II PEMBAHASAN A. PENGERTIAN PERMINTAAN DAN PENAWARAN AGREGAT Dalam analisa AD-AS istilah penawaran agregat mempunyai pengertian yang sedikiberbeda. Pertama , dalam anlisa AD-AS penawaran agregat diartikan sebagai penawaranbarang dan jasa yang dilakukan oleh perusahan-perusahan dalam suatu Negara.Berartipenawaran agregat sama dengan barang dan jasa yang ditawarkan (diproduksi) perusahaan-perusahaan, bersumber dari ciri pokok konsep tersebut. Dalam analisa AD-AS ciri agregat dikaitkan dengan tingkat harga. Kurva AS menerangkankan tentang pendapatan nasional yangakan diwujudkan perusahaan-perusahaanpada berbagai tingkat harga. Istilah permintaan agergat merupakan konsep yang baru. Permintaan agregat dapatdidefinisikan sebagai tingkat pengeluaran yang akan dilakukan dalam ekonomi pada tbebagaitingkat harga. Dengan demikian arti „‟ permintaan agregat‟‟ adalah sangat berbeda dengan„‟pengeluaran agregat‟‟. Daripada analisis dalam bab-bab yang lalu dapat di simpulkanbahwa pengeluaran agregat menggambarkan tentang hubungan yang akan dilakukan dalamperekonomian dengan pendapatan nasional. Dalam hubungan tersebut dimisalkan harga-harga tidak mengalami perubahan. Dari sifat-sifat permintaan agregat (AD) dan penawaran agregat (AS) seperti yangditerangakan di atas dapat di simpulkan bahwa analisa AD-AS merupakan analisiskeseimbangan ekonomi Negara dalam keadaan harga yang mengalami perubahan. Analisistersebut bertujuan untuk melengkapi analisis penawaran agregat-pengeluaran agregat (Y=AE) yang diterangakan dalam Bab tiga hingga Bab enam. B. MODEL PERMINTAAN DAN PENAWRAN AGREGAT Kurva permintaan aggregat(aggregate demand=AD)
  4. 4. Keterangan: • Bila P Naik perush. perlu lebih banyak uang untuk membayar gaji dan upah, dan untuk membeli faktor-faktor produksi • Rumah tangga perlu lebih banyak uang untuk membeli barang-barang kebutuhan mereka. ceteris paribus • Peningkatan kebutuhan uang ini meyebabkan kekurangan uang, yang berakibat naiknya suku bunga uang; pengusaha dan masyarakat (RT) akan mengurangi pembelian barang-barang kapital, seperti mesin-mesin, rumah, dan lain-lain yang peka terhadap tingkat bunga. • Akhirnya, hal ini menyebabkan berkurangnya permintaan akan output negara tersebut. Kurva Penawaran Aggregat (Aggregate suply=AS) Keterangan:Perubahan harga input ex: upah & sumber energi Jika Pf naik; AS bergeser ke kiri atas Jika Pf turun; AS bergeser ke kanan bawah Gagal panen; AS bergeser ke kiri atasPenemuan teknologi ; AS bergeser ke kanan bawahOutput Agregat atau Pendapatan Agregat Pengertian output agregat adalah jumlah seluruh barang-barang dan jasa-jasa yangdihasilkan di dalam suatu perekonomian pada suatu periode tertentu. Pendapatan agregatadalah total pendapatan yang diterima oleh seluruh faktor produksi pada suatu periodetertentu.
  5. 5. Output atau pendapatan agregat (Y) adalah istilah kombinasi yang digunakan untukmengingatkan kembali persamaan antara output agregat dan pendapatan agregat. Sedangkan pengertian output riil yaitu output yang didasarkan kepada jumlah barang-barang dan jasa-jasa yang di produksi bukan berdasarkan sirkulasi nilai uangnya.Pendapatan, Konsumsi dan Tabungan (Y, C, S) Sebuah rumah tangga dapat melakukan dua hal dengan pendapatan yang dimilikinyayaitu rumah tangga tersebut dapat membeli barang-barang dan jasa-jasa yang dapat dikonsumsi. Atau rumah tangga tersebut dapat menabungkan pendapatannya. Pengertian tabungan adalah bagian dari pendapatan rumah tangga yang tidak dikonsumsi dalam suatu periode tertentu. Jika dinyatakan dalam bentuk persamaan identitassebagai berikut: S=Y–C Dimana : S adalah tabungan rumah tangga Y adalah pendapatan rumah tangga C adalah konsumsi rumah tangga Yang dimaksud dengan tabungan, bukanlah tabungan yang terakumulasi dari waktuke waktu tetapi tabungan di sini berkaitan dengan pendapatan pada periode tertentu yangtidak digunakan untuk pengeluaran konsumsi. Sedangkan yang dimaksud dengan pengeluaran konsumsi rumah tangga adalahbagaimana keputusan rumah tangga menentukan berapa banyak atau berapa besarpendapatannya yang digunakan untuk konsumsi barang dan jasa dalam periode tertentu.Konsumsi agregat adalah seluruh jumlah pengeluaran konsumsi rumah tangga untuk barangdan jasa dalam suatu perekonomian. Beberapa hal yang menentukan konsumsi agregat antara lain adalah: 1. Pendapatan rumah tangga 2. Kekayaan rumah tangga 3. Tingkat suku bunga
  6. 6. 4. Harapan-harapan rumah tangga terhadap masa depanPerubahan fungsi konsumsi dapat berupa perubahan sepanjang kurva tersebut dan perubahan dalam bentuk pergeseran kurva konsumsi. Perubahan sepanjang kurva konsumsi sebagai pengaruh daripendapatan rumah tangga. Sementara pergeseran kurva konsumsi dipengaruhi oleh kekayaan,tingkat harga, tingkat suku bunga, dan harapan runah tangga terhadap pendapatan masadepan. Kenaikan kekayaan rumah tangga akan menggeser kurva konsumsi ke atas. Artinya,semakin besar kekayaan yang dimiliki oleh rumah tangga pengeluaran konsumsinya akansemakin tinggi, dan sebaliknya. Jika tingkat harga mengalami kenaikan dengan kekayaan bentuk uang yang tetapmenyebabkan konsumsi rumah tangga akan turun atau bergeser ke bawah. Sebaliknya jikatingkat harga turun dengan kekayaan uang yang jumlahnya tetap, konsumsi akan naik ataubergeser ke atas. Pengaruh tingkat suku bunga semakin tinggi tingkat suku bunga, kecenderunganmenabung akan meningkat sehingga pengeluaran konsumsi akan menurun. Kurva konsumsibergeser ke kanan. Dan sebaliknya jika tingkat suku bunga turun kecenderungan menabungjuga turun konsumsi akan meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan pergeseran kurva konsumsike atas.Harapan terhadap masa depan terutama harapan terhadap pendapatan di masa depan. Jikaharapan penerimaan pendapatan di masa depan besar maka konsumsi akan naik atau kurvakonsumsi bergeser ke atas. Dan sebaliknya jika harapan memperoleh pendapatan di masa depan turun maka pengeluaran konsumsi juga akan turun ataukurva konsumsi bergeser ke bawah. Menurut Keynes, konsumsi rumah tangga secara langsung berhubungan denganpendapatan rumah tangga. Pengertian fungsi konsumsi adalah hubungan antara konsumsi dan pendapatan yangdapat dijelaskan pada gambar 4.1
  7. 7. Gambar 4.1 Kurva Fungsi Konsumsi Konsumsi rumahtangga (C) Pendapatan rumah tangga (Y) Pada gambar tersebut terlihat bahwa fungsi konsumsi sebuah rumah tanggamenunjukkan tingkat konsumsi pada setiap tingkat pendapatan rumah tangga.Dari gambar tersebut Y adalah ouput agregat (income), C adalah konsumsi, b adalahkemiringan (slope) daripada garis yang menunjukkan perubahan konsumsi sebagai akibatperubahan pendapatan ( ). Dimana C diukur oleh sumbu tegak dan pendapatan (Y) diukuroleh sumbu datar. ( ) dapat disebut Marginal Propensity to Consume (MPC). Untuk menyederhanakan kita asumsikan bahwa titik di dalam fungsi agregat biladihubungkan dengan pendapatan, maka bentuk fungsi konsumsinya adalah garis lurus. Dimana: C = a + bY Gambar 4.2 Fungsi konsumsi Agregat
  8. 8. Arah dari fungsi konsumsi yaitu b disebut pula sebagai Marginal Propensity toConsume (MPC) yang merupakanperubahan konsumsi akibat perubahan pendapatan. Nilai dari MPC selalu positif tetapi lebihkecil dari 1. Jika fungsi konsumsi agregat dinyatakan dengan C = 100 + 0,75Y maka fungsitersebut dapat digambarkan dalam gambar 4.3. Gambar 4.3 Kurva Fungsi Konsumsi Agregat (C = 100 + 0,75Y) Konsumsi agregate, C (miliaran rupiah) Pendapatan agregate, Y (miliaran rupiah) Dari gambar 4.3 tersebut jika pendapatan nasional sama dengan 0 maka konsumsisebesar Rp 100 miliar atau ini yang disebut a. Setiap kenaikan pendapatan Rp 100 miliarkonsumsi akan mengalami kenaikan Rp 75 miliar menjadi seperti gambar 4.4.
  9. 9. Konsumsi agregate, C (miliaran rupiah) Konsumsi agregate, C (miliaran rupiah) Gambar 4.4 Fungsi Konsumsi Agregat Setelah Perhitungan Pendapatan agregate, Y (miliaran rupiah) rupiah) Pendapatan agregate, Y (miliaran Sebagaimana disebutkan di bagian muka pendapatan akan digunakan untuk konsumsidan tabungan. Bagian dari perubahan pendapatan yang digunakan untuk tabungan disebutMarginal Propensity to Save (MPS). MPC + MPS = 1 Persamaan umum fungsi tabungan adalah: S = -a + (1-b)Y berdasarkan contoh pada fungsi tabungan di atas S = -100 + 0,25Y. Fungsi tabungan ini tampak pada gambar 4.5. Gambar 4.5 Pengeluaran Agregat dan Tabungan
  10. 10. Konsumsi agregate, C (miliaran rupiah) Pendapatan agregate, Y (miliaran rupiah) Tabungan agregate, S (miliaran rupiah) Pendapatan agregate, Y (miliaran rupiah) Gambar 4.5 bagian bawah arah dari kurva tabungan ditunjukkan oleh .Sedangkan –a = 100 diartikan ketika pendapatan tidak ada telah terjadi hutang sebesar 100.Pada pendapatan 400 tabungan sebesar 0 artinya seluruh pendapatanhabis untuk konsumsi. Tabungan memilki nilai positif ketika pendapatan di atas 400. Hubungan antara pendapatan Y, konsumsi C dan tabungan S terdapat pada tabel 4.1.
  11. 11. Tabel 4.1 Tabel Hubungan Y, C, dan S (Semua Dalam Miliaran Rupiah) Pendapatan Agregat, Tabungan Konsumsi Agregat, C Y Agregat, S 0 100 -100 80 160 -80 100 175 -75 200 250 -50 400 400 0 400 550 50 800 700 100 1,000 850 150 C. Investasi Investasi adalah pengeluaran oleh swasta untuk pembelian barang-barang dan jasa yangakan dipakai dalam proses produksi atau dengan kata lain sama dengan permintaan olehswasta terhadap barang dan jasa (input) yang diperlukan untuk investasi produktif. Faktoryang menentukan pengeluaran investasi berbeda dengan konsumsi.Perbedaanya terletakdalam hal tujuan membeli barang, yaitu untuk invesatasi dengan harapan untuk mendapatkankeuntungan sedangkan konsumsi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan pokok.Perbedaan lain adalah sumber pembiayaan untuk investasi dapat berasal dari berbagai sumberpembiayaan dan keuangan dimana jumlahnya tidak tergantung dari kondisi keuangansekarang tetapi pada harapan kondisi keuangan dimasa mendatang. Pembiayaan konsumsirumah tangga berasal berasal dari pendapatan sekarang.Jadi pengeluaran investasi jumlahnyabisa jauh melebihi jumlah pendapatan sekarang, jadi tidak tergantung dengan income.Apayang menentukan besarnya investasi dalam masyarakat? Faktor yang menentukan pengeluaran investasi ada dua yaitu harapan keuntungan(expectation of future profit) yang akan diperoleh dimasa mendatang dan biaya dari uangyang harus ditanggung akibat pengeluaran uang tersebut. Harapan keuntungan tersebutbiasanya dinyatakan dalam persentase keuntungan per satuan waktu dan biaya penggunaandana dinyatakan dalam persentase atau disebut tingkat bunga. Sebuah investasi akandilakukan apabila harapan keuntungan lebih besar dari biaya penggunaan dana atau tingkatbunga (interest rate). Semakin besar selisih kedua faktor ini maka semakin besar pulainvestasi yang akan dilakukan. Tingkat keuntungan yang diharapkan tersebut disebut denganMarginal Efficiency of Capital (MEC). Semakin besar selisih antara MEC dengan tingakatbunga yang berlaku maka akan semakin besar pula volume investasi yang akan dilakukan.Secara grafik dapat dilihat seperti pada Gambar 5.2.Grafik MEC adalah negatif, berbandingterbalik dengan tingkat bunga yang berlaku.Semakin rendah bunga yang berlaku makasemakin besar pula harapan keuntungan sehingga investasi juga semakin besar.
  12. 12. Faktor-faktor yang mempengaruhi investasi tersebut dapat juga dinyatakan secaramatematis sebagai berikut:I = K – bi b > 0 (5.8) Gambar 5.2Gambar 5.2.Marginal Efficiensy of Capital atau harapan keuntungan dari investasi yangdikeluarkan, dapat dinyatakan dengan hubungan investasi kumulatif dengan tingkat bungayang berlaku.Semakin rendah bunga yang berlaku berarti semakin tinggi harapan untukmeraih keuntungan dimasa mendatang sehingga investasi semakin naik. K adalah investasi yang otonom atau exogenous, i adalah tingkat bunga dan b adalahkoefisien yang menunjukkan seberapa sensitive investasi tersebut terhadap perubahan tingkatbunga.Sesuai dengan grafik 5.2 diatas maka koefisien b adalah bertanda negatif yang berartisemakin rendah tingkat bunga maka semakin tinggi pengeluaran investasi karena semakinbanyak proyek investasi yang layak untuk dilaksanakan. Selain dari faktor bunga, dalam kenyataan sehari-hari investasi bukan hanyaditentukan oleh bunga tetapi dipengaruhi oleh banyak faktor ekonomi yang lain dan bahkanjuga dipengaruhi oleh faktor sosial dan politik. Misalnya keamanan, kestabilan politik,kepastian hukum di suatu Negara berpengaruh sangat besar terhadap masuknya investor dariluar negeri.Merencanakan Investasi (I) Merencanakan investasi adalah tambahan stok kapital atau persediaan yangdirencanakan oleh perusahaan-perusahaan. Investasi aktual adalah jumlah aktual dariinvestasi termasuk perubahan persediaan yang tidak direncanakan oleh perusahaan.
  13. 13. Gambar 4.6 Kurva Investasi Tetap Investasi direncanakan, I (miliaran rupiah) Pendapatan agregate, Y (miliaran rupiah) Dari gambar 4.6 kita asumsikan sebuah investasi yang tetap. Investasi tersebut tidak tergantung pada pendapatan berapa pun pendapatan investasi tidak mengalami perubahan. Ketika suatu variabel seperti investasi yang direncanakan tidak tergantung kepada tingkat perkembangan ekonomi disebut sebagai variabel investasi otonom. Pengeluaran Agregat yang Direncanakan (AE) Gambar 4.7 Kurva Pengeluaran Agregat yang Direncanakan (AE)Pengeluaran agregate direncanakan, C+I (miliaran rupiah) Pendapatan agregate, Y (miliaran rupiah)
  14. 14. Untuk menentukan besarnya pengeluaran agregat (AE) kita tambahkan pengeluarankonsumsi (C), pengeluaran investasi yang direncanakan (I) pada setiap tingkat pendapatan.Dalam ekonomi makro yang dimaksud keseimbangan di pasar barang adalah titik di manapengeluaran agregat yang direncanakan sama dengan agregat output.Keseimbangan:Pengeluaran agregat direncanakan AE = C + IKeseimbangan: Y = AE, atau Y = C + IKetidakseimbangan: Y>C+IOutput agregat > Pengeluaran agregat direncanakanPersediaan Investasi lebih besar daripada yang direncanakan.Investasi aktual lebih besar daripada yang direncanakan. C+I>YPengeluaran agregat direncanakan > Output agregatPersediaan Investasi lebih sedikit daripada yang direncanakan.Tidak ada persediaan untuk investasi yang direncanakan. Gambar 4.8 Keseimbangan Pengeluaran Agregat yang Direncanakan (AE) Pengeluaran agregat direncanakan (AE = C + I) Konsumsi agregate, C (miliaran rupiah) Meningkatnya investasi yg tidak direncanakan: output turun Titik Keseimbangan Y= C+ I Turunnya investasi yang tidak direncanakan: output meningkat Pendapatan agregate, Y (miliaran rupiah)
  15. 15. Tabel 4.2 Tabel Pengeluaran Agregat dan Mencari Keseimbangan (Y=AE) Pengeluaran Agregat yang direncanakan dan Mencari Equilibrium (semua dalam miliaran Rupiah) Berdasarkan Hitungan C=100+75Y -1 -2 -3 -4 -5 -6 Output Konsumsi Investasi Pengeluran Perubahan Keseimbanga Agregate Agregate Direncanakan Aggregate Investor Yang n? (Pendapatan) Direncanakan Tidak (AE) Direncanakan Y C I C+I Y - (C + I ) (Y = AE?) 100 175 25 200 -100 Tidak 200 250 25 275 -75 Tidak 400 400 25 425 -25 Tidak 500 475 25 500 0 Ya 600 550 25 575 25 Tidak 800 700 25 725 75 Tidak 1 850 25 875 125 TidakMengemukan keseimbangan agregat output dengan pengeluaran agregat (Y = AE) secaraaljabar Jika diketahui: (1) Persamaan identitas output agregat: Y = C + I (2) Fungsi konsumsi: C = 100 + 0,75Y (3) Fungsi investasi: I = 25 Carilah besarnya nilai output keseimbangan Caranya:Substitusikan persamaan Tidakmor (2) dan (3) ke dalam persamaan (1). Akan diperoleh: Y = 100 + 0,75Y + 25 Y – 0,75Y = 100 + 25 Y – 0,75Y = 125 0,25Y = 125 Y = 500 Dari perhitungan aljabar di atas keseimbangan output agregat dan pengeluaran agregatketika output agregat (pendapatan agregat, Y) sebesar 500. Pendekatan yang kedua untukmendapatkan keseimbangan output dengan menggunakan persamaan S = I, yaitu output
  16. 16. agregat akan menjadi sama dengan pengeluaran agregat hanya jika tabungan = investasi yangdirencanakan (S = I). Dengan perhitungan sebagai berikut: S – 100 + 0,25Y = 25 0,25 Y = 125 Y = 500Pada gambar 4.9 saat Y = 500 menunjukkan nilai S = I. Gambar 4.9 Kurva S = I D. Multiplier (Pengganda) Suatu penambahan investasi akan menyebabkan output mengalami kenaikan.Tambahan investasi meningkatkan pendapatan, menaikkan konsumsi dan tabungan.Multiplier dari investasi otonom digambarkan sebagai pengaruh dari investasi awal di dalamproduksi, pendapatan, pengeluaran konsumsi, dan keseimbangan pendapatan. Besar kecilnya koefisien multiplier tergantung pada kemiringan (slope) dari garispengeluaran agregat yang direncanakan. MPS dapat dituliskan sebagai berikut:Karena ΔS harus sama dengan ΔI sehingga dapat disubstitusikan ΔI untuk ΔS, sehinggapersamaannya menjadi:
  17. 17. Di mana: atau Contoh mulitiplier jika diketahui fungsi konsumsi C=100+0,75Y, investasi otonomperiode pertama sama dengan 25. Investasi pada periode kedua sama dengan 35. Carilahperubahan output (income) agregat akibat perubahan besarnya investasi dari periode pertamake periode kedua. Jawab:Koefisien multiplier (k) k=4perubahan investasi:
  18. 18. BAB III PENUTUP A.Kesimpulan Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan dalam sistem standar kertas, tidak adaproses otomatis yang menstabilkan tingkat harga. Disini kaum klasik melihat satu-satunyaperanan makro pemerintah, yaitu mengendalikan jumlah uang beredar sesuai dengankebutuhan transaksi masyarakat. Di dalam sistem standar emas, ada mekanisme otomatis yang menjamin kestabilanharga. Disini peranan pemerintah tidak dianggap perlu, sebab jumlah uang (emas) yangberedar akan otomatis menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat.Di Pasar Luar Negeri, mekanisme otomatis menjamin keseimbangan neraca perdaganganmelalui:  Mekanisme Hume, dalam sistem standar emas, atau  Mekanisme kurs devisa mengambang, dalam sistem standar kertas.  Campur tangan pemerintah tidak diperlukan. Menurut Keynes, situasi makro suatu perekonomian ditentukan oleh apa yang terjadidengan permintaan agregat masyarakat apabila permintaan agregat melebihi penawaranagregat (atau output yang dihasilkan) dalam periode tersebut, maka akan terjadi situasi“kekurangan produksi”. Pada periode berikutnya output akan naik atau harga akan naik, ataukeduanya terjadi bersama-sama. Apabila permintaan agregat lebih kecil daripada penawaran agregat, maka situasi“kelebihan produksi” terjadi. Pada periode berikutnya output akan turun atau harga akanturun, atau keduanya terjadi bersama-sama.
  19. 19. BAB V REFERENSIKarim, Andriawan. Ekonomi Makro Islam. Jakarta, 2007, edisi ketigaKhan, Fahim. Essays in islamic economics, Leicester : Islamic Fundation, 1995http://id.wikipedia.orgModul mbak Febri dari Dr.Panji Suwarnowww.slideshare.comwww.google.comHaningsih,Luna.Pusat Pengembangan Bahan Ajar-UMB,Matematika Ekonomi1.http://google.com

×