Keagungan BismillahREPUBLIKA.CO.ID, Oleh Muhbib Abdul WahabSetiap Muslim pasti pernah membaca bismillah atau bismillahirra...
Kedua, keagungan rahmaniyyah (kasih). Melafalkan bismillah merupakan doa bagiMuslim untuk memperoleh kasih-Nya yang tak te...
Pertolongan Alquran di Alam KuburREPUBLIKA.CO.ID, Oleh Soraya Khoirunnisa, Dari Sa‟id bin Sulaim ra, Rasulullah SAW bersab...
untuk dekat dengan Alquran adalah dengan menghafalkannya. Dengan berniat menghafalAlquran hati kita seakan-akan terpanggil...
Awas Bahaya Sihir!REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTASihir menjadi kata yang banyak dibicarakan di media massa akhir-akhir ini.Dampak...
KomentarSyirik adalah bentuk suatu dosa yang tidak akan di ampuni oleh allah swt ,,karenatelaj mempersekutukan-nya..dan sh...
Empat Tanda Orang Celaka dan BahagiaREPUBLIKA.CO.ID, Oleh Soraya KhoirunnisaDalam Kitab Nashaihul ‘Ibad karangan Imam Nawa...
lain. Dibisikkanlah ke dalam hati manusia rasa bangga dengan kebaikannya. Sehinggamuncullah bangga diri. Muncullah rasa le...
Calon Wakil Rakyat yang AmanahREPUBLIKA.CO.ID, Oleh Dr HM Harry Mulya ZeinKomisi Pemilihan Umum (KPU) telah membuka Pendaf...
untuk keperluanmu dan satu dirham lagi belikan sebuah kapak dan engkau kembali lagi kesini.”Tak lama kemudian orang terseb...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Bunga

561 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
561
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
2
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bunga

  1. 1. Keagungan BismillahREPUBLIKA.CO.ID, Oleh Muhbib Abdul WahabSetiap Muslim pasti pernah membaca bismillah atau bismillahirrahmanirrahim.Selain menjadi bacaan rutin atau harian, bismillah juga merupakan bacaan mulia yangdidesain Allah SWT sebagai bacaan pembuka semua surat dalam Alquran kecuali surat at-Taubah atau al-Bar‟ah. Membaca bismillah memang diperintahkan oleh Nabi MuhammadSAW ketika kita hendak memulai aktivitas yang baik. Sabda Nabi, "Segala sesuatu (aktivitasyang baik) yang tidak dimulai dengan bismillah, akan terputus (nilai keberkahannya)". (HRAl-Bukhari dan Muslim). Dengan kata lain, kunci kebaikan dan pangkal keberkahan dalammeraih cita-cita mulia adalah membaca bismillah. Bismillah bukan sekadar bacaan pembuka,tetapi merupakan zikir hati yang dapat memancarkan cahaya keagungan Sang Pencipta.Menurut Bediuzzaman Said Nursi dalam karya monumentalnya, Rasail an-Nur, bismillah itubacaan yang supermulia sehingga Allah SWT memilihnya sebagai bacaan pembuka bagiKitab Suci-Nya, Alquran. Menurutnya, bismillah memiliki tiga keagungan yang indah danperlu dimaknai oleh setiap Muslim.Pertama, keagungan uluhiyyah (ketuhanan). Semua makhluk bersandar, bergantung,dan memerlukan pertolongan-Nya. Menyebut "Dengan nama Allah yang MahapengasihMahapenyayang" berarti meyakini sepenuh hati, Allah SWT adalah sumber kehidupan, poroskebajikan, tujuan pengabdian, dan muara segala nilai keberkahan.Bismillah memberikan motivasi dan spirit ketuhanan untuk menghadirkan danmengikutsertakan Tuhan dalam kehidupan kita. Bismillah adalah gerbang menujukeikhlasan dan harapan mulia, yaitu meraih mardhatillah (ridha Allah).Membiasakan membaca bismillah sama dengan belajar untuk tidak melupakan Allah. Sebablupa kepada Allah merupakan penyakit hati yang dapat menyebabkan kefasikan danhilangnya keberkahan hidup ini."Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang melupakan Allah, lalu Allah menjadikanmereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik." (QS Al-Hasyr [59]: 19).
  2. 2. Kedua, keagungan rahmaniyyah (kasih). Melafalkan bismillah merupakan doa bagiMuslim untuk memperoleh kasih-Nya yang tak terbatas. Bismillah menjadi pintutercurahnya rahmat Allah dalam menggapai kebahagiaan hidup ini."Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka Aku akan tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami." (QS Al-Araf [7]: 156).Ketiga, keagungan rahimiyyah (kasih sayang). Jika kasih Allah diberikan kepadasemua makhluk-Nya, kasih sayang-Nya hanya diberikan kepada Muslim, terutama di akhiratkelak. Bismillah menumbuhkan keyakinan kasih sayang Allah itu mengatasi segalanya,sehingga hanya Allah-lah yang akan memberi ampunan dan pertolongan pada hariperhitungan (yaumul hisab) nanti.Dengan bismillah, Muslim diingatkan agar selaluberistighfar kepada-Nya karena Allah Mahapengampun dan Mahapenyayang.Keagungan bismillah tidak hanya karena ia merupakan salah satu ayat dari surat Alfatihah,tapi juga induk Alquran itu sendiri.Dari Abu Hurairah ra Nabi Muhammad saw bersabda: “Jika kamu membacaAlhamdulillah, maka bacalah Bismillahirrahmanirrrahim, karena ia adalah ummul Quran(induk Alquran) dan Assab’ul matsani (tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang atauAlfatihah), sedangkan bismillah itu termasuk salah satu ayatnya.” (HRAddaruqutni). Bismillah termasuk etika (adab) spiritual untuk menyapa dan mengakrabkandiri dengan Allah SWT.Keagungan bismillah juga tercermin dari esensi al-Asma‟ al-Husna (ar-Rahman ar-Rahim)yang terkandung di dalamnya. Bahkan dua nama dan sifat utama Allah ini sesungguhnyamerupakan intisari dari al-Qur‟an.Dalam buku Kanzul ‘Ummal fi Sunan al-Aqwal wal Af’al karya „Ala‟uddin al-Muttaqi dinyatakan “Semua kitab suci yang pernah diturunkan oleh Allah itu (esensinya) adadalam Alquran. Semua yang ada dalam Alquran itu ada dalam surat al-Fatihah. Sedangkansemua yang ada dalam al-Fatihah itu ada dalam bismillah.”Oleh karena itu, kita harus selalu membaca bismillah dalam memulai segala sesuatu yangpositif agar aktivitas kita bernilai ibadah dan mendapatkan berkah.Kita pun harus yakin aktivitas yang didahului dengan bismillah dapat mendatangkankebaikan dan kemuliaan; sebaliknya bismillah dapat menjauhkan kita dari kesia-siaan danboleh jadi kemaksiatan.Komentar“Jika kamu membaca Alhamdulillah, maka bacalah Bismillahirrahmanirrrahim, karena iaadalah ummul Quran (induk Alquran) dan Assab’ul matsani (tujuh ayat yang dibacaberulang-ulang atau Alfatihah), sedangkan bismillah itu termasuk salah satu ayatnya.”Dalam setiap aktivitas kita harus memulai dengan bismilah supaya mendapat berkah
  3. 3. Pertolongan Alquran di Alam KuburREPUBLIKA.CO.ID, Oleh Soraya Khoirunnisa, Dari Sa‟id bin Sulaim ra, Rasulullah SAW bersabda, “Tiada penolong yang lebihutama derajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada Al-Qur‟an. Bukan nabi bukanmalaikat dan bukan pula yang lainnya.” (Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya). Bazzarmeriwayatkan dalam kitab La’aali Masnunah bahwa jika seseorang meninggal dunia, ketikaorang-orang sibuk dengan kain kafan dan persiapan pengebumian di rumahnya, tiba-tibaseseorang yang sangat tampan berdiri di kepala mayat. Ketika kain kafan mulai dipakaikan,dia berada di antara dada dan kain kafan. Setelah dikuburkan dan orang-orang mulaimeninggalkannya, datanglah dua malaikat. Yaitu Malaikat Munkar dan Nakir yang berusahamemisahkan orang tampan itu dari mayat agar memudahkan tanya jawab. Tetapi si tampanitu berkata,” Ia adalah sahabat karibku. Dalam keadaan bagaimanapun aku tidak akanmeninggalkannya. Jika kalian ditugaskan untuk bertanya kepadanya, lakukanlah pekerjaankalian. Aku tidak akan berpisah dari orang ini sehingga ia dimasukkan ke dalam syurga.”Lalu ia berpaling kepada sahabatnya dan berkata,”Aku adalah Alquran yang terkadang kamubaca dengan suara keras dan terkadang dengan suara perlahan. Jangan khawatir setelahmenghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir ini, engkau tidak akan mengalami kesulitan.”Setelah para malaikat itu selesai memberi pertanyaan, ia menghamparkan tempat tidurdan permadani sutera yang penuh dengan kasturi dari Mala‟il A‟la. (Himpunan FadhilahAmal : 609) Allahuakbar, selalu saja ada getaran haru selepas membaca hadis ini. Getaranpenuh pengharapan sekaligus kekhawatiran. Getaran harap karena tentu saja mengharapkanAlquran yang kita baca dapat menjadi pembela kita di hari yang tidak ada pembela.Sekaligus getaran takut, kalau-kalau Alquran akan menuntut kita. Allah… terimalah bacaanAlquran kami. Sempurnakanlah kekurangannya.Banyak riwaya yang menerangkan bahwa Alquran adalah pemberi syafa‟at yang pastidikabulkan Allah SWT. Upaya agar mendapatkan syafaat Alquran tentu saja denganmendekatkan diri kepada Alquran. Salah satu cara yang sangat baik dalam “memaksa” kita
  4. 4. untuk dekat dengan Alquran adalah dengan menghafalkannya. Dengan berniat menghafalAlquran hati kita seakan-akan terpanggil untuk selalu memegang Alquran. Ada tanggungjawab yang membuat kita merasa “bersalah” jika tidak memegang Al-Qur‟an. Walaupunmungkin sekedar membacanya. Pada akhirnya kita mau tidak mau “dipaksa” untuk mendekatkepada Alquran. Dapat dikatakan dengan menghafalkan Alquran kita telah mengikatkan diridengan Al-Qur‟an. Sesibuk apapun kita, kita dipaksa untuk selalu dekat Alquran. Dan itusungguh bukan termasuk “pemaksaan” yang aniaya. Melainkan pemaksaan yang penuhkebaikan.Semoga hadis di atas menjadi cambuk bagi kita ketika rasa malas menerpa kita.Semoga Allah dengan kemuliaanNya menjadikan Alquran sebagai syafa‟at bagi kita, bukansebagai penuntut kita. Semoga Alquran menjadi “teman” bagi kita ketika tidak adasesuatupun di dunia ini yang dapat menemani kita. Amin. Mari menghafal Alquran.Komentar, Dari Sa‟id bin Sulaim ra, Rasulullah SAW bersabda, “Tiada penolong yang lebih utamaderajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada Al-Qur‟an. Bukan nabi bukan malaikatdan bukan pula yang lainnya.” (Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya).Al-Qur‟an akan menjadi cahaya penerang jika kita mempelajari dan bukan hanya mengaji.
  5. 5. Awas Bahaya Sihir!REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTASihir menjadi kata yang banyak dibicarakan di media massa akhir-akhir ini.Dampaknya dipandang merugikan dalam islam. Perihal sihir menjadi tema utama dalamseminar Alquran yang diselenggarakan di Masjid Al-Ikhlash, Jatipadang, Jakarta Selatan,Ahad (14/4). Salah satu pembicara seminar acara itu, Ustaz Fadhlan Abu Yasirmendefinisikan sihir sebagai meminta bantuan kepadasetan untuk mendatangkan manfaatatau menolak bahaya dengan syarat dan mengakui kekuatan setan. Dia menegaskan hukummempelajari ilmu sihir atau mengajarkannya adalah haram. Lantas, bagaimana dengan orang-orang yang menjadi korban sihir? Ustaz Fadhlan menyatakan sihir dapat diobati atau diterapidengan Ruqyah Syar‟iyyah.Ustaz Fadhlan menjelaskn ruqyah Syar‟iyyah adalah bacaan ayat-ayat Alquran dandoa-doa Rasulullah Muhammad SAW yang dibaca dengan tartil, jelas, dan tanpa merusakmaknanya dengan adab-adabnya, membacanya sebagai ibadah kepada Allah SWT denganpenuh ikhlas dan mengharap ridhaNya. Dia menyebutkan terapi itu seudah disebutkan dalamsurat Al Isra‟ ayat 82. "Keistimewaan ruqyah Syar‟iyyah diantaranya adalah menghidupkansunah Rasulullah SWA yang hampir mati," kata Ustaz Fadhlan.Selain itu, lanjutnya, ruqyah ini sebagai terapi utama bagi orang yang terkenagangguan jin atau mengusir gangguan jin di rumah maupun tempat usahanya. Ustaz Fadhlanjuga menyebutkan, ruqyah sebagai bukti pengaduan hamba yang lemah kepada Allah SWT.Ruqyah bermanfaat untuk kalangan umat Islam. "Ruqyah bermanfaat untuk orang yangmenderita penyakit medis, tekanan kejiwaan, penyakit mental, pembentengan diri, terapigangguan jin, dan menghancurkan ilmu jin yang oernah dipelajarinya," ucap Ustaz Fadhlan.Asalkan, tambahnya, terapis harus meyakini bahwa ayat-ayat Allah SWT sebagai mukjizatabadi dan sebagai obat bagi manusia.
  6. 6. KomentarSyirik adalah bentuk suatu dosa yang tidak akan di ampuni oleh allah swt ,,karenatelaj mempersekutukan-nya..dan sholat kita akan di tolak selama 40 hari...makajauhilah syirik
  7. 7. Empat Tanda Orang Celaka dan BahagiaREPUBLIKA.CO.ID, Oleh Soraya KhoirunnisaDalam Kitab Nashaihul ‘Ibad karangan Imam Nawawi Al-Bantani disebutkan bahwaRasulullah saw. bersabda, “Tanda orang celaka ada empat yaitu : pertama, melupakandosa-dosa masa lalu padahal semuanya tercatat dengan rapi di sisi Allah.Kedua, mengenang kebaikan di masa lalu padahal belum diketahui diterima Allah atautidak.Ketiga, Dalam urusan dunia selalu memandang ke yang lebih atas. Keempat, dalam urusanagama selalu memandang ke yang lebih rendah.Kemudian disebutkan pula, tanda orang bahagia juga ada empat. Pertama, mengingatdosa-dosa yang telah lalu. Kedua, melupakan kebaikan yang pernah ia lakukan.Ketiga, dalam urusan agama senang melihat kepada orang yang lebih tinggi (dalam ibadahdan ketaatannya kepada Allah). Keempat, dalam urusan dunia senang melihat kepadaorang yang lebih rendah (sehingga mendorongnya untuk lebih mensyukuri nikmat-Nya).”Marilah kita merenung, di manakan kita di antara kedua tanda tersebut? Apabila memangkita lebih cenderung kepada sifat-sifat yang celaka maka tidak ada salahnya untukmengakui. Karena pengakuan adalah langkah awal untuk memperbaiki diri.Tanda celaka yang pertama adalah melupakan dosa-dosa yang telah lalu. Kita sebagaimanusia yang seringkali lalai, bukan saja melupakan dosa yang telah lalu bahkan kitaacapkali tidak menyadari bahwa apa yang kita lakukan menambah pundi dosa kita.Atau malah kita sudah tahu bahwa yang kita lakukan adalah dosa, namun tetap saja kitamelakukannya. Seakan-akan kita meremehkan balasan yang pasti akan kita terima diakhirat. Maka, mengingat dosa akan menghentikan niat buruk kita sekaligus menjadimotivator dalam menambah pundi pahala.Tanda celaka kedua adalah mengenang kebaikan di masa lalu. Adanya perasaan ini didalam hati manusia adalah bukti nyata tentang liciknya syaitan. Syaitan pernah berjanjiuntuk selalu menggoda manusia yang disebutkan Allah dalam banyak ayat, salah satunyadalam surat Al-A’rof : 17. “Kemudian saya akan datangi mereka dari muka dan dari belakangmereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak mendapati kebanyakan merekabersyukur.”Ketika manusia akan melakukan kebaikan, syaitan dengan berbagai caranya menggodamanusia untuk gagal melakukannya. Namun ketika manusia berhasil mengalahkan bisikansyaitan dengan tetap melakukan kebaikan, syaitan menggoda manusia dengan cara yang
  8. 8. lain. Dibisikkanlah ke dalam hati manusia rasa bangga dengan kebaikannya. Sehinggamuncullah bangga diri. Muncullah rasa lebih baik daripada oranglain. Astaghfirullahal’adzim.Dalam hal ini, menyadari bahwa amalan kita belum tentu diterima Allah memiliki perananpenting dalam menundukkan rasa ujub dan takabbur.Tanda celaka ketiga adalah dalam urusan dunia selalu memandang kapada yang lebih atas.Sehingga jiwa tidak tenang dan selalu merasa kurang. Yang teringat hanyalah kekurangandan serba kekurangan. Padahal, nikmat dari Allah adalah tidak terkira. “Dan jika kamumenghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusiaitu sangat dzalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). QS. Ibrahim : 34.Dan yang tanda celaka yang terakhir adalah dalam urusan ibadah selalu melihat kepadayang lebih rendah. Orang yang seperti ini akan menjadi orang sombong yang merasa telahmelakukan banyak. Padahal (lagi-lagi) kita tidak tahu apakah amal kita diterima Allah atautidak. Maka, semoga kita dapat menjauhi tanda celaka dan mengamalkan tanda bahagia.Wallahua’lam.Komentar:Orang yang selalu bahagia adalah orang yang selalu mempelajari al-quran agar selalu menjadi orangyang bahagia
  9. 9. Calon Wakil Rakyat yang AmanahREPUBLIKA.CO.ID, Oleh Dr HM Harry Mulya ZeinKomisi Pemilihan Umum (KPU) telah membuka Pendaftaran calon anggota legislatif(bacaleg) hingga 22 April nanti. Ribuan warga di seantero Nusantara turut serta menjadibacaleg dari 12 partai politik nasional dan 3 partai lokal.Beragam niat menjadi caleg saat ini. Ada yang menjalankan perintah partai, permintaanmasyarakat, keinginan suami, mencari kekayaan, hingga pengabdian ke masyarakat. Niatini pula yang menentukan kualitas anggota Dewan di semua tingkatan (DPR RI atau DPRD).Karena niat yang menentukan tindakan seseorang di kemudian hari.Sebagai umat Islam, saya menyarankan kepada orang-orang yang akan mencalonkan dirinanti pada Pemilu 2014 untuk meluruskan niat. Bahwa menjadi anggota Dewan yangmerupakan wakil rakyat harus diawali dengan niat suci. Menjadi pejabat publik bukansekadar mencari kekayaan akan tetapi merupakan bagian dari ibadah.Ketika niat ibadah sudah di ditanamkan, maka ketika terpilih nanti, menjalankan tugassebagai anggota Dewan bukan sekadar kewajiban, tetapi kebutuhan akan ibadah.Ada baiknya kita membaca kisah seorang lelaki kaum Anshar.Anas bin Malik meriwayatkan bahwa seorang lelaki dari kaum Anshar datang menghadapRasulullah saw dan meminta sesuatu kepada beliau.Rasulullah saw bertanya, “Adakah sesuatu di rumahmu?”“Ada, ya Rasulullah!” jawabnya, “Saya mempunyai sehelai kain tebal, yang sebagian kamigunakan untuk selimut dan sebagian kami jadikan alas tidur. Selain itu saya jugamempunyai sebuah mangkuk besar yang kami pakai untuk minum.”“Bawalah kemari kedua barang itu,” sambung Rasulullah saw.Lelaki itu membawa barang miliknya dan menyerahkannya kepada Rasulullah. Setelahbarang diterima, Rasulullah saw segera melelangnya. Kepada para sahabat yang hadirpada saat itu, beliau menawarkan pada siapa yang mau membeli. Salah seorang sahabatmenawar kedua barang itu dengan harga satu dirham.Tetapi Rasulullah menawarkan lagi, barangkali ada yang sanggup membeli lebih dari satudirham, “Dua atau tiga dirham?” tanya Rasulullah kepada para hadirin sampai dua kali.Inilah lelang pertama kali yang dilakukan Rasulullah. Tiba-tiba salah seorang sahabatmenyahut, “Saya beli keduanya dengan harga dua dirham.”Rasulullah menyerahkan kedua barang itu kepada si pembeli dan menerima uangnya. Uangitu lalu diserahkan kepada lelaki Anshar tersebut, seraya berkata, “Belikan satu dirham
  10. 10. untuk keperluanmu dan satu dirham lagi belikan sebuah kapak dan engkau kembali lagi kesini.”Tak lama kemudian orang tersebut kembali menemui Rasulullah dengan membawa kapak.Rasulullah saw melengkapi kapak itu dengan membuatkan gagangnya terlebih dahulu,lantas berkata, “Pergilah mencari kayu bakar, lalu hasilnya kamu jual di pasar, dan janganmenemui aku sampai dua pekan.”Lelaki itu taat melaksanakan perintah Rasulullah. Setelah dua pekan berlalu ia menemuiRasulullah melaporkan hasil kerjanya. Lelaki itu menuturkan bahwa selama dua pekan iaberhasil mengumpulkan uang sepuluh dirham setelah sebagian dibelikan makanan danpakaian.Mendengar penuturan lelaki Anshar itu, Rasulullah bersabda, “Pekerjaanmu ini lebih baikbagimu daripada kamu datang sebagai pengemis, yang akan membuat cacat di wajahmukelak pada hari kiamat.”Rasulullah saw memberikan pelajaran menarik tentang pentingnya bekerja. Dalam Islambekerja bukan sekadar memenuhi kebutuhan perut, tapi juga untuk memelihara harga diridan martabat kemanusiaan yang seharusnya dijunjung tinggi.Karena itu, tidak salah ketika saya mengatakan, jangan pernah berpikir menjadi caleg hanyasekadar mencari kekayaan. Tetapi bagian dari pengabdian diri untuk mengangkat martabatkemanusiaan. Bekerja adalah ibadah yang harus kita lakukan bersama.Komentar:Jokowi adalah umar bin khatab modern ....umar bin khatab adalah seorang khalifah muslim yangselalu memperhatikan rakyatnya

×