Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
MAKALAH FILSAFAT OLAHRAGA
“Pengantar Filsafat”
Dosen :
Dr.Made Pramono, S., M.Hum.
Disusun Oleh:
Hafiszh Zulkarnain Satwik...
ii
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, kami
panja...
iii
DAFTAR ISI
HALAMAN UTAMA
KATA PENGANTAR…………………………………………………………..ii
DAFTAR ISI……………………………………………………………………iii
BAB I PENDAH...
1
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Manusia mempunyai pengetahuan, binatang mempunyai pengetahuan,
malaikat juga mempunyai ...
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Arti dari filsafat Olahraga
Olahraga di masyarakat kita adalah bagian dari kegiatan sehari-hari yan...
3
Akar Eksistensi Olahraga
Olahraga, sebagaimana yang dikatakan Richard Scaht (1998: 124), sepertihalnya sex,
terlalu pent...
4
Aksiologi, ilmu membahas tentang manfaat vang diperoleh manusia dari pengetahuan
yang didapatnya. Bila persoalan value f...
5
4. NATURALISME
Adalah sesuatu pada dasarnya memiliki nilai yang aktual dan fisikal (jasmani).
Pandangan Naturalisme, yai...
6
Untuk Upacara dan Persembahan. Titik tekan utama pada sisi fisik ditujukan untuk
memperkuat kemampuan militer
3. Zaman S...
7
BAB III
KESIMPULAN
Jadi kita harus banyak belajar filsafat untuk mengetahui hal hal yang ada di
sekeliling kita, dan kit...
8
Daftar Pustaka
Pramono, Made. 2015. Filsafat Ilmu Keolahragaan. Surabaya: Unesa University Press.
http://staff.uny.ac.id...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

filsafat olahraga

mempelajari tentang pengantar filsafat

  • Be the first to comment

filsafat olahraga

  1. 1. MAKALAH FILSAFAT OLAHRAGA “Pengantar Filsafat” Dosen : Dr.Made Pramono, S., M.Hum. Disusun Oleh: Hafiszh Zulkarnain Satwiko (16060484118) PENDIDIKAN KESEHATAN DAN REKREASI FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 2017
  2. 2. ii KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr.Wb Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah filsafat olahraga “Pelanggaran Aturan”. Makalah filsafat olahraga ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan dalam pembuatan makalah ini. Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah filsafat olahraga ini. Akhir kata kami berharap semoga makalah filsafat olahraga tentang “Pengantar Filsafat Olahraga” dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca. Surabaya, 02 Maret 2017 Penyusun
  3. 3. iii DAFTAR ISI HALAMAN UTAMA KATA PENGANTAR…………………………………………………………..ii DAFTAR ISI……………………………………………………………………iii BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang ……….…………………………………………………….……1 Rumusan masalah ……….………………………………………………………1 BAB II PEMBAHASAN Arti dari Filsafat Olahraga……………………………………………………….2 Cabang Filsafat Olahrazga……………………………………………………….3 Aliran Filsafat Olahraga………………………………………………………….4 Kedudukan Filsafat Olahraga…………………………………………………….5 Periodisasi Filsafat Olahraga……………………………………………………..5 BAB III KESIMPULAN Kesimpulan……………………………………………………………………….7 DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….....8
  4. 4. 1 BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Manusia mempunyai pengetahuan, binatang mempunyai pengetahuan, malaikat juga mempunyai pengetahuan. Mahluk selain manusia pemgetahuannya bersifat statis, dari masa ke masa tetap begitu saja. Tetapi pengetahuan yang dimilki manusia bersifat dinamis, terus berkembang dari zaman ke zaman, karena manusia mempunyai kemampuan mencerna pengalaman, merenung, merefleksi, menalar, dan meneliti dalam upaya memahami lingkungannya. Kemampuan tersebut dimiliki manusia disebabkan manusia dibekali oleh Tuhan berupa akal atau rasio untuk berpikir, sementara mahluk lainnya tidak. Manusia berpikir dengan akalnya. Dengan akalmya manusia mempunyai rasa ingin tahu (curiosity). Dari rasa ingin tahu inilah manusia selalu mempertanyakan segala hal yang dipikirkannya, menyangsikan segala apa yang dilihat, dan mencari segala bentuk permasalahan yang dihadapi. Manusia berusaha menjawab semua pertanyaan yang dihadapi dan mengajukan alternatif pemecahan suatu masalah. Rumusan Masalah Apa arti dari filsafat olahraga? Apa saja cabang filsafat olahraga? Apa aliran filsafat olahraga? Apa saja kedudukan filsafat olahraga? Apa saja periodisasi filsafat olahraga?
  5. 5. 2 BAB II PEMBAHASAN A. Arti dari filsafat Olahraga Olahraga di masyarakat kita adalah bagian dari kegiatan sehari-hari yang umum, dan juga merupakan seni kompetisi. Berbagai aspek yang terlibat dalam acara-acara olahraga seperti sumber daya manusia, bangunan, investasi, peralatan, dan kebutuhan lainya. Masalah internal seperti upaya untuk mendapatkan yang terbaik posisi dalam acara lokal, nasional, dan internasional melibatkan begitu banyak masalah lain. Disamping masalah tersebut, olahraga berkembang dalam kajian ilmiah seperti Psikologi Olahraga, Politik Sport, Hukum Studi Sport, dll. Semua dari mereka studi ilmiah adalah dimensi olahraga yang membutuhkan hati nurani akademik dalam menyelidiki landasan filosofis olahraga sebagai ilmu. Lahirnya filsafat dan ilmu pengetahuan bermula dari aktivitas berpikir. Karena inti dari berfilsafat adalh berpikir. Namun, tidak semua aktivitas berpikir dapat disebut berfilsafat. Berfilsafat adalah berpikir yang mempunyai tujuan. Tujuannya adalah memperoleh pengetahuan, yakni pengetahuan yang menyangkut kebenaran. Sehingga dengan berfilsafat manusia dapat sampai pada kebenaran. Secara etimologis kata “filsafat” merupakan kata turunan dari “philosophia” dalam bahasa Yunani. Ia merupakan kata majemuk dari “philos” yang berarti cinta atau “philia” yang memiliki arti “persahabatan” atau “tertarik kepada” dan “sophos” yang berarti kebijaksanaan, pengetahuan, keterampilan, pengalaman praktis, dan intelegensi. Singkatnya, “philosophia” ialah cinta kebijaksanaan atau sahabat pengetahuan. Istilah “philosophia” telah di-indonesiakan menjadi “filsafat”, yang mempunyai ajektiva atau kata sifat “filsafati”, dan “filsuf” yang merupakan kata untuk menunjuk pada orangnya. Ada juga orang yang lebih menyukai sebutan “filosofi”, yang memiliki kata sifat “filosofis”, dan “filosof” untuk mengacu kepada orangnya. Secara historis, istilah filsafat digunakan oleh Phytagoras (sekitar abad ke-6 SM). Saat diajukan pertanyaan apakah ia seorang yang bijaksana, dengan penuh kerendahan hati Phytagoras menjawab bahwa ia hanyalah “philosophos” atau orang yang mencintai kearifan. Namun keabsahan kisah tersebut diragukan karena pribadi dan kegiatan Phytagoras bercampur dengan berbagai legenda. Berdasarkan sumber lain, Heraklitus dianggap sebagai orang yang pertama mempergunakan istilah “philosophos” tersebut.. Terlepas dari perdebatan kapan pertama kali istilah “philosophia” atau “philosophos” pertama kali dipergunakan dan diperkenalkan oleh seseorang, yang jelas istilah kedua istilah tersebut, telah populer dipergunakan oleh masyarakat Yunani pada masa Sokrates dan Plato
  6. 6. 3 Akar Eksistensi Olahraga Olahraga, sebagaimana yang dikatakan Richard Scaht (1998: 124), sepertihalnya sex, terlalu penting untuk dikacaukan dengan tema lain. Ini tidak hanyatentang latihan demi kesehatan. Tidak hanya permainan untuk hiburan, ataumenghabiskan waktu luang, atau untuk kombinasi dari maksud sosial danrekreasional. Olahraga adalah aktivitas yang memiliki akar eksistensi ontologissangat alami, yang dapat diamati sejak bayi dalam kandungan sampai dengan bentuk-bentuk gerakan terlatih.Olahraga juga adalah permainan, senada dengan eksistensi manusiawisebagai makhluk bermain (homo ludens-nya Huizinga). Olahraga adalahtontonan, yang memiliki akar sejarah yang panjang, sejak jaman Yunani Kunodenganarete, agon, pentathlon sampai dengan Olympic Games di masa modern,di mana dalam sejarahnya, perang dan damai selalu mengawal peristiwakeolahragaan itu. Olahraga adalah fenomena multidimensi, seperti halnyamanusia itu sendiri. Mitos dan agama Yunani awal menampilkan suatu pandangan dunia yangmembantu perkembangan kesalinghubungan intrinsik antara makna olahraga dan budaya dasar. Keduanya juga merefleksikan kondisi terbatas dari eksistensikeduniaan, dan bukan sebagai kerajaan transenden dari pembebasan. Nuansakeduniawian tampak pula pada ekspresi naratif tentang kehidupan, rentang luas pengalaman manusiawi, situasionalnya dan suka dukanya. Manifestasi kesakralanterwujud dalam prestasi dan kekuasaan duniawi, kecantikan visual dan campurandari daya persaingan mempengaruhi situasi kemanusiaan (Hatab, 1998: 98) B. Cabang Filsafat Olahraga Filsafat, dalam hal ini dianggap memiliki tanggung jawab penting dalam mempersatukan berbagai kajian ilmu untuk dirumuskan secara terpadu dan mengakar menuju ilmu olahraga dalam 3 dimensi ilmiahnya (ontologi, epistemologi, aksiologi) yang kokoh dan sejajar dengan ilmu lain. Ontologi membahas tentang apa yang ingin diketahui atau dengan kata lain merupakan pengkajian mengenai teori tentang ada. Dasar ontologi dari ilmu berhubungan dengan materi yang menjadi objek penelaahan ilmu, ciri-ciri essensial objek itu yang berlaku umum. Ontologi berperan dalam perbincangan mengenai pengembangan ilmu, asumsi dasar ilmu dan konsekuensinya pada penerapan ilmu. Ontologi merupakan sarana ilmah untuk menemukan penanganan jalan masalah secara ilmiah. Dalam hal ini, ontologi berperan dalam proses konsistensi ekstensif dan intensif dalam pengembangan ilmu (Pramono, 2005: l3B). Epistemologi membahas secara mendalam segenap proses yang terlibat dalam usaha untuk memperoleh pengetahuan. Ini berkaitan dengan metode keilmuan dan sistematika isi ilmu. Metode keilmuan merupakan suatu prosedur yang mencakup berbagai tindakan pikiran, pola kerja, cara teknis, dan tata langkah untuk memperoleh pengetahuan baru atau mengembangkan yang telah ada. Sistematisasi isi ilmu dalarn hal ini berkaitan dengan batang tubuh iimu, dirnana peta dasar dan pengernbangan ilmu pokok dan ilmu cabang dibahas disini.
  7. 7. 4 Aksiologi, ilmu membahas tentang manfaat vang diperoleh manusia dari pengetahuan yang didapatnya. Bila persoalan value free and value bound ilmu mendominasi fokus perhatian aksiologi pada umumnya, maka dalam hal pengebangan ilmu baru seperti olahraga ini, dimensi aksiologi diperluas lagi sehingga secara inheren mencakup dimensi nilai kehidupan manusia seperti etika, estetika, religius (sisi dalam aksiologis), dan juga interrelasi ilmu dengan aspek aspek kehidupan manusia dengan sosialitasnya (sisi lual aksiologis). Keduanya merupakan aspek transfer dari permasalahan transfer pengetahuan. C. Aliran Filsafat Olahraga Ada beberapa macam macam aliran dari filsafat olahraga 1. IDEALISME Adalah sebagai pusat kehidupan manusia. Pandangan Idealisme, yaitu : - Pendidikan jasmani mengembangkan fisik dan jiwa secara simultan. - Aktivitas fisik dapat mengembangkan kesegaran jasmani dan kepribadian. - Pengembangan kualitas pribadi. - Guru pendidikan Jasmani sebagai Model. 2. REALISME Adalah kebenaran dapat ditentukan dengan baik melalui metode ilmiah. Pandangan Realisme, yaitu : - Pendangan pendidikan jasmani bagian penting kurikulum. - Kesegaran jasmani berpengaruh pada produktifitas. - Pengembangan pendidikan jasmani secara ilmiah. - Latihan memegang peranan penting. - Kemengan pertandingan bukan tujuan utama. - Permainan dan rekreasi dapat membantu anak berprestasi. 3. PRAGMATISME Adalah pengalaman manusia dapat mengubah konsep atau kenyataan. Pandangan Pragmatisme, yaitu : - Pengajaran pendidikan jasmani bervariasi. - Kegiatan pendidikan jasmani memiliki nilai social. - Program pendidikan jasmani berdasarkan kebutuhan dan minat anak. - Belajar pendidikan jasmani dengan metode pemecahan masalah. - Guru sebagai motivator.
  8. 8. 5 4. NATURALISME Adalah sesuatu pada dasarnya memiliki nilai yang aktual dan fisikal (jasmani). Pandangan Naturalisme, yaitu : - Pendidikan jasmani menekankan manusia seutuhnya. - Belajar harus melalui aktifitas mandiri. - Bermain bagian penting pendidikan jasmani. - Olahraga kompetitif tidak dianjurkan. D. Kedudukan Filsafat Olahraga Terkait dengan kedudukan Filsafat sebagai ilmu, Filsafat adalah ilmu yang dinilai “istimewa” . Keistimewaannya adalah pertama, karena dilihat dari umurnya. Filsafat adalah ilmu yang paling tua sehingga disebut sebagai induk dari segala macam ilmu khusus dan kedua sebagai ilmu, Filsafat mempunyai ruang lingkup pembahasan atau Kajian yang sangat luas. objek materialnya, atau lapangan penyelidikannya, mencakup "segala sesuatu yang ada" dan "yang mungkin ada" Dilihat dari objek materialnya ini, terlihat bahwa filsafat juga menangani objek material yang dipelajari oieh ilmu-ilmu khusus. Antropologi, Biologi, dan Sosiologi misalnya, ketiganya membahas objek material yang sama yakni manusia. Filsafat pun juga demikan. Contoh lain, Fisika membahas tentang alam, dan begitu pula halnya dengan Filsafat. Dicakupnya berbagai macam objek material ilmu khusus oleh Filsafat ini menjadi salah satu bukti bahwa Filsafat memang memiliki ruang lingkup kajian atau lapangan penyelidikan yang sangat luas. Kattsoff (1989: 95) menyatakan bahwa persoalan-persoalan Filsafat di samping mempunyai ciri-ciri tertentu sehingga berbeda dengan persoalan ilmiah, juga dapat digolongkan menurut jenis-jenisnya. Keluasan ruang lingkup kajian Filsafat dapat dibagi atau disistematisasi menjadi tiga cabang utama, yaitu metafisika, epistemologi, dan aksiologi. Metafisika adalah cabang Filsafat yang berusaha menangkap kenyataan terdaiam dari segala sesuatu yang ada; epistemologi adalah cabang Filsafat yang berusaha menelaah sumber, watak, dan kebenaran pengetahuan dan aksiologi adalah cabang Filsafat yang berusaha menelaah tentang hakikat nilai. E. Periodisasi Filsafat Olahraga 1. Zaman Prasejarah Ragam olahraga terkait erat dengan kondisi alamiahnya, yakni untuk bertahan hidup (survive); menombak, berlari, melempar, melompat. Belum ada peraturan yang jelas Semata-mata untuk kesenangan 2. Zaman Yunani, Mesir, dan China kuno
  9. 9. 6 Untuk Upacara dan Persembahan. Titik tekan utama pada sisi fisik ditujukan untuk memperkuat kemampuan militer 3. Zaman Socratic Mencari keselarasan Jiwa dan Fisik; olahraga tidak semata untuk kekuatan fisik belaka, namun sebagai sarana mencari harmony/ keselarasan hidup 4. Zaman Abad Pertengahan Semua kehidupan hanyalah untuk penghambaan pada Tuhan. Fisik tidak penting, yang lebih penting adalah spirit/ jiwa. 5. Zaman Renaisance Kembalinya dominasi akal budi . Kebenaran bukan lagi hanya disandarkan pada wahyu, tetapi pada manusia. Kehidupan dunia menjadi suatu hal yang berharga dan penting untuk dinikmati. Mendambakan keselaran jiwa dan tubuh 6. Zaman Modern Modern Awal : Hampir sama dengan pada zaman renaisance Modern Pertengahan: hampir seluruh olahragadunia dilanda perang (PDI/II) ditujukan bagi kesiapan militer
  10. 10. 7 BAB III KESIMPULAN Jadi kita harus banyak belajar filsafat untuk mengetahui hal hal yang ada di sekeliling kita, dan kita harus mengetahui sejarah sejarah dari zaman ke zaman. Karena filsafat merupakan ilmu yang dinilai istimewa diliat dari umurnya sehingga disebut sebagai ilmu khusus.Antropologi, Biologi, dan Sosiologi sama sama membahas tentang manusia.
  11. 11. 8 Daftar Pustaka Pramono, Made. 2015. Filsafat Ilmu Keolahragaan. Surabaya: Unesa University Press. http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/dr-muhammad-hamid-anwar-m- phil/pengantar-filsafafat-olahraga.pdf http://badrun08arhun.blogspot.co.id/2011/05/filsafat-olahraga.html https://rheinaldyy2likesrin.wordpress.com/2010/08/26/pengantar-ilmu-filsafat/

    Be the first to comment

    Login to see the comments

  • BeybeyBerry

    Sep. 29, 2020

mempelajari tentang pengantar filsafat

Views

Total views

14,109

On Slideshare

0

From embeds

0

Number of embeds

1

Actions

Downloads

81

Shares

0

Comments

0

Likes

1

×