Hukum kekekalan momentum

7,838 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
7,838
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
316
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Hukum kekekalan momentum

  1. 1. HUKUM KEKEKALAN MOMENTUM 18/01/2012
  2. 2. Hukum kekekalan momentum diterapkan pada prosestumbukan semua jenis, dimana prinsip impulsmendasari proses tumbukan dua benda, yaitu I 1 = -I 2.Jika dua benda A dan B dg massa masing” M A dan M Bserta kecepatannya masing” VA dan V Bsaling bertumbukan, maka:M A VA + M B V B = M A VA + M B V BVA dan V B = kecepatan benda A dan B pada saattumbukanVA dan V B = kecepatan benda A dan B setelahtumbukan. 18/01/2012
  3. 3. Dalam penyelesaian soal, searah vektor ke kanan dianggap positif, sedangkan ke kiri dianggap negatif.Dua benda yang bertumbukan akan memenuhi tiga keadaan/sifat ditinjau dari keelastisannya,a. ELASTIS SEMPURNA : e = 1e = (- VA - VB)/(VA - VB)e = koefisien restitusi. Disini berlaku hukum kekekalan energi dan kekekalan momentum.b. ELASTIS SEBAGIAN: 0 < e < 1 Disini hanya berlaku hukum kekekalan momentum. 18/01/2012
  4. 4. Khusus untuk benda yang jatuh ke tanah dan memantul ke atas lagi maka koefisien restitusinya adalah:e = h/hh = tinggi benda mula-mula h = tinggi pantulan bendaC. TIDAK ELASTIS: e = 0 Setelah tumbukan, benda melakukan gerak yang sama dengan satu kecepatan v,MA VA + MB VB = (MA + MB) vDisini hanya berlaku hukum kekekalan momentum. 18/01/2012
  5. 5. Contoh:1. Sebuah bola dengan massa 0.1 kg dijatuhkan dari ketinggian 1.8 meter dan mengenai lantai, kemudian dipantulkan kembali sampai ketinggian 1.2 meter. Jika g = 10 m/det2. Tentukan: a. impuls karena beret bola ketika jatuh. b. koefisien restitusi 18/01/2012
  6. 6. Jawab:a. Selama bola jatuh ke tanah terjadi perubahan energi potensial menjadi energi kinetik.Ep = E km g h = 1/2 mv2 ® v2 = 2 gh® v = Ö2 g himpuls karena berat ketika jatuh:I = F . Dt = m . Dv= 0.1Ö2gh = 0.1 Ö(2.10.1.8) = 0.1.6 = 0,6 N det.b. Koefisien restitusi:e = Ö(h/h) = Ö(1.2/1.8) = Ö(2/3) 18/01/2012
  7. 7. 3.Sebuah peluru yang massanya M1 mengenai sebuah ayunan balistik yang massanya M2. Ternyata pusat massa ayunan naik setinggi h, sedangkan peluru tertinggal di dalam ayunan. Jika g = percepatan gravitasi, hitunglah kecepatan peluru pada saat ditembakkan ! 18/01/2012
  8. 8. Jawab:Penyelesaian soal ini kita bagi dalam dua tahap, yaitu:1. Gerak A - B.Tumbukan peluru dengan ayunan adalah tidak elastis jadi kekekalan momentumnya:M1VA + M2VB = (M1 + M2) V M1VA + 0 = (M1 + M2) VVA = [(M1 + M2)/M1] . v2. Gerak B - C.Setelah tumbukan, peluru dengan ayunan naik setinggi h, sehingga dapat diterapkan kekekalan energi:EMB = EMCEpB + EkB = EpC + EkC0 + 1/2 (M1 + M2) v2 = (M1 + M2) gh + 0Jadi kecepatan peluru: VA = [(M1 + M2)/M1] . Ö(2 gh) 18/01/2012
  9. 9. d. ELASTISITAS KHUSUS DALAM ZAT PADATZat adalah suatu materi yang sifat-sifatnya sama di seluruh bagian, dengan kata lain, massa terdistribusi secara merata. Jika suatu bahan (materi) berupa zat padat mendapat beban luar, seperti tarikan, lenturan, puntiran, tekanan, maka bahan tersebut akan mengalami perubahan bentuk tergantung pada jenis bahan dan besarnya pembebanan. Benda yang mampu kembali ke bentuk semula, setelah diberikan pembebanan disebut benda bersifat elastis.Suatu benda mempunyai batas elastis. Bila batas elastis ini dilampaui maka benda akan mengalami perubahan bentuk tetap, disebut juga benda bersifat plastis.s=EeE = F/A : DL/L = F L/A DLs = tegangan = beban persatuan luas = F/A e = regangan = pertambahan panjang/panjang mula-mula = DL/L E = modulus elastisitas = modulus Young L = panjang mula-mula c = konstanta gaya DL = pertambahan panjang 18/01/2012
  10. 10. Contoh:1. Sebuah kawat baja (E = 2 x 1011 N/m2). Panjang 125 cm dan diameternya 0.5 cm mengalami gaya tarik 1 N.Tentukan:a. tegangan. b. regangan. c. pertambahan panjang kawat.Jawab:a. Tegangan = F/A ; F = 1 N. A = p r2 = 3.14 (1/4 . 10-2)2 A = 1/(3.14 . 1/16 . 10-4) = 16 . 10-4/3.14 = 5.09 . 104 N/M2b. Regangan = e = DL/L = (F/A)/E = 5.09. 104/2.1011 = 2.55.10-7c. Pertambahan panjang kawat: DL = e . L = 2.55 . 10-7 . 125 = 3.2 . 10-5 cm 18/01/2012
  11. 11. 18/01/2012

×