Di majalah yang bersahaja ini,
kami juga menyediakan ru-
brik tanya-jawab bersama
tokoh edukator kami: Bang
Edu. Anda bisa...
eristiwa “shutdown” yang terjadi di Amerika Serikat Ok-
tober lalu menjadi sorotan masyarakat dunia khususnya
pasar keuang...
yang sebesar $85 milyar per bulan karena inflasi yang masih rendah. Bullard mengatakan bahwa dia ingin melihat bukti bahwa...
merika Serikat ibarat seorang aktor utama dalam sebuah
pementasan, yang dapat memberikan kesan negatif atau
positif bagi j...
beberapa bulan ke depan. Komite menyatakan bahwa keputusan ini merupakan yang terbaik dikarenakan The Fed masih perlu
meli...
EUR/USD
Euro kian melemah setelah Bank Sentral Eropa secara tak terduga memangkas suku bunga utama ke rekor
terendah menja...
cenderung bullish, sedangkan CCI berada pada area oversold. Preferensi untuk bulan ini adalah bullish,
terutama jika sinya...
GBP/USD hingga kisaran 1.5706 – 1.5535.
Di sisi lain, indikator stochastic dan CCI terlihat dalam kondisi jenuh jual, yang...
Waspadai kemungkinan bias berubah menjadi bearish dengan memperhatikan support di level 0.9301
yang juga merupakan level 5...
USD/CHF
Predikat Swiss franc sebagai mata uang safe haven menjadikannya asset pilihan para pelaku pasar saat
kondisi ekono...
Gold Market Outlook
Setelah sempat mengalami penurunan tajam hingga level $1251/oz, emas kembali mengalami rally pada
bula...
Technical Outlook
Untuk short term saat ini emas cenderung dalam kondisi bearish hal ini bias dilihat di chart Dailyt erli...
Silver Market Outlook
Perak tercatat mengalami pelemahan hingga pertengahan tahun ini (hampir 39%), akan tetapi menjelanga...
ahoo kembali merubah sistem e-mail antarmuka untuk
melengkapi berkelanjutan perbaikan sistem internal yang
dibuat. Perubah...
jukan CEO Mayer, budaya kerja telah dibentuk kembali, laba
perusahaan yang tak terhitung jumlahnya yang diperoleh dan
bebe...
aporan laba kuartal ketiga China Construction Bank Corp
terlihat naik 9,4 persen ketika pertumbuhan global ter-
lihat masi...
Faktor Fundamental Pendukung
1. China Construction Bank mengatakan telah menandatangani perjanjian pinjaman senilai 550 ju...
enguatan Nikkei diikuti oleh pelemahan Yen,
sementara itu reformasi ekonomi di Cina
menjadi sorotan para pelaku pasar. Sem...
Peningkatan pada sektor tenaga kerja di Amerika Serikat pada bulan Oktober cukup mengejutkan, mes-
kipun shutdown telah me...
Seputar Non Farm Payroll
Peningkatan lapangan kerja akan menunjukkan bahwa bisnis sedang bertumbuh. Selain itu, mereka yang
baru bekerja telah memi...
Peningkatan lapangan kerja akan menunjukkan bahwa bisnis sedang bertumbuh. Selain itu, mereka yang
baru bekerja telah memi...
alam aktivitas trading yang kita lakukan sehari-hari tidak
bisa lepas dari yang namanya analisa. Analisa sendiri
dibagi me...
Apabila harga open lebih besar daripada harga close maka harga mengalami penurunan dan biasanya digambarkan dengan can-
dl...
 Doji
Pola doji ini merupakan pola yang sangat dikenal. Pola ini menggambarkan bahwa harga sempat naik dan turun setelah
...
da dua tipe investasi emas yang bisa kita lakukan:
Jual beli emas fisik, beli emas batangan. Trading emas
online, beli kon...
besar. Hal ini meningkatkan kemungkinan pedagang untuk
mendapatkan banyak uang dalam perdagangan emas secara
on line.
2. M...
Mungkin jauh sebelum Anda membaca tulisan ini, Anda sudah pernah mempelajari belasan atau mungkin
bahkan puluhan sistem tr...
segera keluar dari pasar dan mengambil keuntungan yang telah tercipta. Namun Andy tidak melakukan hal
itu. Ia ingin mendap...
Judul lagu Armada “Mau Dibawa Ke Mana“ sepertinya layak untuk menggambarkan kondisi rupiah saat ini.
Masih ingatkah Anda t...
Secara teknikal, saat ini pergerakan rupiah terhadap USD sedang mencoba menguji resistance di kisaran
11.715. Apabila resi...
Halo Traders.
Setelah membaca artikel-artikel yang telah disediakan oleh kontributor kami, kami ingin
mengajak Anda untuk ...
Fed Tapering : Rencana pengurangan pembelian obligasi yang beredar di masyarakat oleh Bank Sentral
Amerika (The Fed), hal ...
Anda Tanya, Bang Edu
Jawab.
Tanya Bang Edu:
tanyabangedu@gmail.com
POJOK BANG EDU
Halo Bang Edu,
Salam kenal dari saya Kar...
FOREXimf Magz : Suplemen Trading Forex  Anda
FOREXimf Magz : Suplemen Trading Forex  Anda
FOREXimf Magz : Suplemen Trading Forex  Anda
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

FOREXimf Magz : Suplemen Trading Forex Anda

2,124 views

Published on

FOREXimf Magz adalah suplemen trading bagi Anda, buat anda yang melakukan trading sangat cocok membaca informasi ini

Published in: Economy & Finance
1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • adakah anda memerlukan pinjaman? adakah anda memerlukan pinjaman segera untuk memulakan perniagaan atau membayar hutang anda jika ya hubungi kami melalui e-mel: meritsfinancecompany@gmail.com
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,124
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
14
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

FOREXimf Magz : Suplemen Trading Forex Anda

  1. 1. Di majalah yang bersahaja ini, kami juga menyediakan ru- brik tanya-jawab bersama tokoh edukator kami: Bang Edu. Anda bisa bertanya apa saja di seputar masalah trad- ing dengan tokoh kami ini melalui alamat e-mail: tan- yabangedu@gmail.com. Se- tiap pertanyaan tentu di- usahakan agar bisa dijawab dengan cepat dan – tentunya – tepat. Kami sadar edisi perdana ini mungkin masih “jauh panggang dari api”. Untuk itu, komentar dan saran dari pembaca sangat kami harap- kan untuk perkembangan IM Trader ke arah yang lebih baik. Salam Profit. Halo, para Trader Indonesia! Akhirnya, setelah melalui perjalanan yang cukup pan- jang kami berhasil menghadirkan majalah bu- lanan IM Trader ini ke layar komputer Anda. Ide awal pembuatan majalah ini ada- lah perlunya menghadirkan informasi yang tajam, fokus dan terarah agar dapat men- jadi suplemen trading anda. Dalam edisi perdana ini, kami menyajikan beberapa isu yang belakangan ini semakin hangat dan berkembang di kalangan para trader, di an- taranya adalah kemungkinan dilaksanakannya tapering oleh The Federal Reserve sebagai pemegang kendali kebijakan moneter di Ameri- ka Serikat. Isu tapering ini sebenarnya sudah mencuat sejak beberapa bulan yang lalu, namun gaungnya kem- bali terdengar pasca di- akhirinya government shut- down yang sempat me- lumpuhkan sementara perekonomian Amerika Seri- kat. Kita sudah sama-sama maklum bahwa gonjang- ganjing perekonomian Ameri- ka Serikat tentu akan mem- berikan dampak bagi perekonomian global. Maka dari itu sangatlah wajar jika isu tapering yang kembali terangkat menjadi perhatian, bukan hanya oleh para trader di Indonesia namun juga oleh para pelaku pasar di seluruh dunia. Di samping isu tapering ter- sebut, edisi perdana ini juga akan mengulas outlook bu- lanan untuk beberapa major currency pairs, komoditi dan saham China Construction Bank dan Yahoo!. Tidak ketinggalan kami hadirkan juga topik edukasi mengenai pengenalan candlestick pattern yang kami harapkan bisa memperkaya wawasan Anda dalam dunia analisis teknikal. Pengantar Redaksi D A F T A R I S I : Fundamental Global 2 Outlook Forex 6 Outlook Komoditi 11 Outlook CFD 14 Fundamental Bursa Saham 18 Seputar Non Farm Payroll 19 Pojok Edukasi 23 Psikologi Trading 28 Fundamental Indonesia 30 Quiz Seputar Majalah 32 Glossary 33 POJOK BANG EDU 34 IM Trader N O V E M B E R 2 0 1 3 V O L U M E 1 , I S S U E 1 Susunan Redaksi Pendiri : PT. International Mitra Futures • Pemimpin Umum : Freddy Chandra • Editor In Chief : Eko Trijuni • Kontributor : Adinugroho, Fredy Rodo, Garry Adrian, Ifsan Lukman • Layout & Design : Alex Immanuel, Andreas Lim • Marketing & Distribusi : Eka Saputra, Ega Rezauddin DISCLAIMER Isi Artikel ditulis hanya untuk kepentingan edukasi. Setiap transaksi yang dilakukan untuk membeli, menjual, ataupun menahan posisi dan lainnya atas suatu jenis kontrak perdagangan apapun berdasarkan isi dari artikel majalah ini adalah atas pertimbangan dan Eko Trijuni Editor In Chief Suplemen Trading Anda
  2. 2. eristiwa “shutdown” yang terjadi di Amerika Serikat Ok- tober lalu menjadi sorotan masyarakat dunia khususnya pasar keuangan global. Namun, setelah “shutdown“ berakhir, dampaknya ternyata cukup besar terhadap perekonomian AS. Analis Standard and Poor’s mengatakan bahwa “shutdown” menyebabkan Amerika Seri- kat kehilangan penghasilan sebesar $24 milyar dan berpeluang menurunkan pertumbuhan GDP AS kuartal ke-4 tahun ini sebe- sar 0,6% dari 3% menjadi 2,4%. Data-data ekonomi Amerika Serikat setelah “shutdown” be- rakhirpun terlihat kurang meyakinkan. Untuk data tenaga kerja AS Non-farm Payrolls menunjukkan angka yang signifikan pada Maret 2013, di mana berhasil mencapai angka 236.000 peker- ja. Hal tersebut sempat menimbulkan harapan bahwa perekonomian Amerika berada di jalur rel yang benar dalam upaya pemulihan yang signifikan. Namun sayangnya, data di bulan berikutnya anjlok hingga 88.000 pekerja, lalu bertahan di kisaran 165.000 – 195.000. Data terbaru pasca “shutdown“, data tenaga kerja AS Non- farm Payrolls Bulan September dirilis hanya mengalami kenai- kan sebesar 148.000 pekerja, lebih rendah dari perkiraan dan data bulan sebelumnya. Dalam ulasan Goldman Sachs yang dikutip dari CNBC, pelemahan data tenaga kerja Amerika Seri- kat akan membuat The Federal Reserve menunda tapering pembelian obligasinya US$ 85 miliar per bulan. "Meski ada kemungkinan Desember. Laporan ini sepertinya membuat The Fed akan melakukan tapering pada 2014. Dengan ketidakpas- tian ini, kami memprediksikan tapering dilakukan pada Maret," menurut Goldman Sachs. Sementara itu data unemployment rate tampak terus merosot sejak tahun 2011. Hal ini berindikasi baik dengan data rilis tera- khir untuk bulan September menunjukkan 7.2%. Namun nilai tersebut masih jauh dari target yang ditetapkan oleh the Fed yakni di angka 6.5%. Untuk data penjualan rumah bekas juga mengalami penurunan dari sebelumnya 5.39 juta pada bulan Agustus menjadi 5.29 juta pada bulan September. Potensi pelambatan ekonomi Amerika Serikat akibat shutdown, dan data-data ekonomi yang kurang meyakinkan membuka pemikiran di pasar bahwa tapering mungkin tidak akan dil- akukan pada tahun ini. Banyak analis memperkirakan pada kuartal ke-2 2014, tapering baru akan dilakukan. Hasil FOMC Meeting 30 Oktober 2013 Peningkatan perekonomian AS yang dipandang belum terlalu signifikan kembali memaksa The Fed memutuskan untuk mem- pertahankan kebijakan moneter quantitative easing-nya hing- ga beberapa bulan ke depan. Komite menyatakan bahwa kepu- tusan ini merupakan yang terbaik dikarenakan The Fed masih perlu melihat bukti-bukti yang lebih kuat bahwa perbaikan ekonomi telah berjalan secara berkesinambungan. "Pemulihan di sektor perumahan agak melambat dalam beberapa bulan terakhir , " Federal Open Market Committee mengatakan pada akhir pertemuan dua hari di Washington." The Fed mengulangi bahwa “The Fed akan menunggu lebih banyak bukti kemajuan berkelanjutan sebelum mengatur laju pembelian obligasinya." Oleh karena itu, mereka tetap bersikukuh untuk tetap men- gucurkan dana sebesar 85 Milyar Dolar AS setiap bulannya. Langkah tersebut diharapkan bisa mempertahankan tingkat suku bunga untuk jangka panjang, dan menciptakan kondisi pasar finansial yang lebih baik. Apa Kata Mereka? Presiden Fed Kansas City Esther George mengatakan, “Risiko stimulus The Fed bisa menciptakan ketidakseimbangan keu- angan dan menyebabkan ekspektasi inflasi jangka panjang meningkat “. Presiden The Fed Dallas, Richard Fisher, yang telah mengkritik program pembelian obligasi bank sentral, mengatakan bahwa perselisihan fiskal yang terjadi di Amerika Serikat saat ini sebenarnya dipicu oleh permainan pemerintah yang pada akhirnya menekan pemulihan ekonomi negara. Dalam pidato- nya di Sydney, Fisher mengungkapkan kritik pribadinya untuk pemerintah AS, "Saya bukanlah orang yang mendukung pem- bengkakan anggaran pemerintah. Menurut saya, inti permasa- lahan ini pada dasarnya adalah kekeliruan pemerintah dalam mengambil peran. Pemerintah yang seharusnya menjadi peredam, di sini justru menjadi penekan. Kegagalan pemerintah inilah yang kemudian kontradiktif dengan ke- bijakan The Fed." Presiden The Fed St. Louis, James Bullard, pada hari Senin tanggal 4 november 2013, mengatakan bahwa the Fed tidak akan “terburu-buru” untuk mengurangi pembelian obligasi Tapering QE: Ditunda Hingga 2014? Fundamental Global Garry Adrian Market Research and Analyst IM Futures P
  3. 3. yang sebesar $85 milyar per bulan karena inflasi yang masih rendah. Bullard mengatakan bahwa dia ingin melihat bukti bahwa inflasi sudah bergerak naik di atas 2 persen sebelum dilakukannya tapering, ketika di wawancara di CNBC. Dan Bullard pun mengatakan bahwa ia sudah melihat pemulihan yang signifikan di dalam pasar tenaga kerja. Laporan tenaga kerja Amerika Seri- kat bulan Oktober, yang dirilis pada hari Jumat tgl 7 November 2013, akan “sulit untuk diinterpretasikan,” katanya. Government Shutdown Ternyata Bukan Hal Baru Berikut ini adalah 5 government shutdown terakhir yang pernah dilakukan oleh pemerintah Pojok Bang Edu Government Shutdown ternyata bukanlah hal yang baru bagi Amerika Serikat. Sepanjang sejarah perekonomian negara tersebut, tercatat shutdown pertama dilakukan pada tahun 1976 pada masa pemerintahan Presiden Gerald R. Ford. Shutdown yang dilakukan pemerintahan Barack Obama di tahun 2013 ini adalah goverment shutdown yang ke-18 kalinya dalam sejarah Amerika Serikat. Amerika Serikat. Fundamental Global
  4. 4. merika Serikat ibarat seorang aktor utama dalam sebuah pementasan, yang dapat memberikan kesan negatif atau positif bagi jalannya pementasan tersebut. Tanggal 17-18 September 2013 yang lalu, pandangan dunia tertuju ke panggung ekonomi Amerika Serikat dengan lakon “drama ta- pering The Fed”. Sebelum itu, “drama Shutdown” di negeri Paman Sam itu juga sempat mengemparkan dunia. Setelah drama-drama tersebut usai, kembali pementasan berikutnya ditunggu oleh dunia yakni “drama tapering The Fed season 2” yang disinyalir dampaknya akan lebih besar dari drama-drama sebelumnya. Tapering dan Quantitative Easing Sebetulnya apa definsi dari “tapering”? Tapering sendiri be- rasal dari bahasa inggris yang artinya peruncingan atau pemangkasan. Dalam hal ini, tapering yang rumornya akan segera dilakukan oleh Bank Sentral Amerika yakni The Federal Reserve adalah sebuah tindakan yang dilakukan untuk me- mangkas program pembelian obligasi setiap bulan yang dikeluarkan oleh The Fed. Selama ini, program pembelian ob- ligasi tersebut memakan dana sebesar USD 85 miliar setiap bulannya. Lalu apakah hubungannya dengan Quantitative Easing atau yang biasa disebut dengan QE? Sebelum membahas hub- ungannya, ada baiknya kita membahas juga pengertian dari QE tersebut. Quantitative Easing itu sebuah pelonggaran ke- bijakan moneter yang dilakukan oleh bank sentral suatu nega- ra dengan adanya pencetakan uang baru dalam jumlah besar. Kebjiakan QE yang dilakukan oleh The Fed ini nantinya akan digunakan untuk melakukan pembelian berbagai aset inves- tasi. Inilah yang kita kenal dengan nama “stimulus ekonomi”, yang diharapkan bisa membantu mempercepat pemulihan ekonomi di Amerika Serikat. Stimulus inilah yang rencananya akan dipangkas oleh The Fed. Tujuan Quantitave Easing Pada dasarnya dengan kebijakan QE yang dikeluarkan oleh The Fed akan meningkatkan jumlah uang beredar di pasar hingga meningkatkan likuiditas dari mata uang dollar AS. Hal ini be- rakibat laju inflasi akan meningkat yang akan makin memper- lemah nilai mata uang dollar AS. Tujuan dari dari kebijakan QE ini adalah agar The Fed mampu memberikan kredit dalam jangka panjang. Kemudian, apabila suku bunga rendah, ten- tunya akan dapat merangsang pasar dan para pelaku bisnis sehingga mereka dapat meminjam dana yang lebih besar, yang akhirnya akan meningkatkan usaha mereka. Alasan Belum Dilakukan Tapering Ada beberapa hal mengapa The Fed akan mempertahankan stimulus moneter mereka, yakni :  Terjadinya “Shutdown” Di Amerika Serikat Peristiwa shutdown yang sempat terjadi di Amerika Seri- kat sempat menimbulkan kekhawatiran di pasar keuangan dunia. Akibat shutdown ini, sekitar sepertiga dari tenaga kerja Federal terpaksa cuti tanpa dibayar selama "shutdown" berlangsung. Lalu beberapa layanan publik di AS pun dihentikan sementara. Setelah shutdown berakhir, Analis Standard and Poor’s mengatakan bahwa Amerika Serikat kehilangan penghasilan sebesar $24 milyar dan berpotensi menurunkan pertumbuhan GDP AS kuartal ke- 4 tahun ini sebesar 0,6% dari 3% menjadi 2,4%. Pelambat- an ekonomi AS yang dikarenakan shutdown, menyebab- kan The Fed harus kembali menunda memberlakukan ta- pering.  Data ekonomi Belum Memuaskan Data-data ekonomi AS terutama setelah shutdown tidak terlalu mengembirakan. Walaupun data Unemployment Rate meningkat 0.1% dari 7.3% menjadi 7.2% namun data Non-farm Payrolls AS Bulan September dilaporkan hanya mengalami kenaikan 148 ribu pekerja, lebih rendah dari perkiraan analis. Lalu data penjualan rumah bekas juga mengalami penurunan dari sebelumnya 5,39 juta pada bulan Agustus menjadi 5,29 juta pada bulan September. Angka pengangguran Amerika Serikat yang masih dibawah target 6.5% dan peningkatan perekonomian AS yang masih belum signifikan menyebabkan penundaan taper- ing. Hasil FOMC Meeting 30 Oktober 2013 Peningkatan perekonomian AS yang dipandang belum terlalu signifikan kembali memaksa The Fed memutuskan untuk mem- pertahankan kebijakan moneter quantitative easingnya hingga Misteri Drama Tapering The Fed Fundamental Global Garry Adrian Market Research and Analyst IM Futures A
  5. 5. beberapa bulan ke depan. Komite menyatakan bahwa keputusan ini merupakan yang terbaik dikarenakan The Fed masih perlu melihat bukti-bukti yang lebih kuat bahwa perbaikan ekonomi telah berjalan secara berkesinambungan. Oleh karena itu, mere- ka tetap bersikukuh untuk tetap mengucurkan dana sebesar 85 milyar dolar AS setiap bulannya. Langkah tersebut diharapkan bisa mempertahankan tingkat suku bunga untuk jangka panjang dan menciptakan kondisi pasar finansial yang lebih baik. Kapan Tapering akan dilaksanakan? Kapan sebetulnya The Fed akan melakukan tapering? The Fed memang sedang mencari waktu yang tepat untuk melakukan tapering. Jika program quantitative easing dibiarkan hingga berlarut-larut dalam jangka panjang, dikhawatirkan akan memicu inflasi yang sulit untuk dikendalikan. Namun jika tapering dilaksanakan pada waktu yang kurang tepat dikhawatirkan akan men- imbulkan krisis keuangan baru. Spekulasi yang berkembang, shutdown yang terjadi di AS, permasalahan debt ceiling dan laporan-laporan data ekonomi yang kurang menggembirakan, menghambat tapering ini untuk dilakukan. Belum lagi pada Janu- ari 2014 terjadi pergantian kepemimpinan The Fed dari Ben Bernanke kepada Janet Yellen, semakin memperkuat spekulasi akan terus berlanjutnya program stimulus moneter ini. Beberapa kalangan memperkirakan pengurangan stimulus oleh The Fed kemungkinan besar ditunda hingga 2014. Penundaan kemungkinan hingga Maret 2014 dikarenakan pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2013 bakal tergerus akibat shutdown yang ter- jadi bulan lalu. The Fed diprediksi baru mengurangi stimulus moneternya atau tapering pada pertemuan FOMC Meeting 18-19 Maret 2014. Kemungkinan QE akan dikurangi dari US$ 85 miliar per bulan menjadi US$ 70 miliar per bulan, asalkan didukung oleh data-data ekonomi yang menunjukan perbaikan. Namun hal ini belum pasti terjadi karena The Fed-lah menjadi aktor da- lam kelanjutan drama ini. Biarlah The Fed sendiri yang akan menguak Misteri Drama Tapering ini. Fundamental Global
  6. 6. EUR/USD Euro kian melemah setelah Bank Sentral Eropa secara tak terduga memangkas suku bunga utama ke rekor terendah menjadi 0.25 persen, hal tersebut dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Zona Eropa . Pada konferensi pers di Frankfurt setelah keputusan suku bunga, Presiden ECB Mario Draghi mengatakan, bahwasanya Zona Eropa mungkin menghadapi rendah nya Inflasi yang berkepanjangan. EUR/USD kemungkinan besar akan hanyut dalam sentimen bearish. EUR/USD terkoreksi tajam pada grafik harian hingga sempat menyentuh level 1.3292 (50% fibonacci), meskipun demikian secara umum masih dalam bias bullish. Sementara itu, indikator Stochastic terlihat OUTLOOK BULANAN FOREX Market Outlook Forex Ifsan Lukman Market Research and Analyst IM Futures
  7. 7. cenderung bullish, sedangkan CCI berada pada area oversold. Preferensi untuk bulan ini adalah bullish, terutama jika sinyal/pola bullish terkonfirmasi di kisaran 1.3165 - 1.3419 , dengan potensi EUR/USD bergerak ke atas hingga kisaran 1.3577 – 1.3831. Abaikan preferensi di atas jika support 1.3165 pecah, karena hal tersebut akan mengubah bias bullish menjadi bearish, sehingga membuka peluang bagi pergerakan bearish hingga kisaran 1.3008 – 1.2754. GBP/USD Bank of England telah mempertahankan suku bunga acuan pada rekor terendah sebesar 0.5. persen sejak tahun 2009, dan telah memompa £ 375 milyar ($ 600 milyar) stimulus ke dalam perekonomian sejak krisis keuangan. “Saat ini Bank of England memiliki beberapa peluang untuk menaikkan suku bunga dari rekor terendah tanpa memberatkan kreditur untuk membeli rumah, yaitu dengan bantuan skema pinjaman pemerintah,” demikian menurut Ben Broadbent, seorang anggota dewan gubernur BoE. GBP/USD terlihat berpotensi membentuk pola Double Top pada grafik harian, dengan konfirmasi pada area baseline dari pola tersebut yaitu di level 1.5917. Tembusnya area baseline berpotensi menekan Market Outlook Forex
  8. 8. GBP/USD hingga kisaran 1.5706 – 1.5535. Di sisi lain, indikator stochastic dan CCI terlihat dalam kondisi jenuh jual, yang mana jika baseline tersebut bertahan dan sinyal bullish muncul pada area tersebut, maka berpotensi memicu harga rebound hingga kisaran 1.6259. Sebaliknya, skenario bullish yang mungkin bisa terjadi adalah akselerasi ke atas 1.6259 yang berpotesi un- tuk memperpanjang rally bullish mengincar kisaran 1.6455-1.6676. AUD/USD Kondisi ekonomi Australia mengalami sedikit kenaikan dibandingkan tahun lalu, sedangkan tingkat pengangguran masih cukup tinggi. Demi menyeimbangkan kondisi ekonomi, RBA mempertahan suku bunga acuan pada rekor terendah sebesar 2.5%. Pada tanggal 5 November 2013 Gubernur RBA Glen Stevan mengatakan bahwa mata uang yang lemah akan dibutuhkan untuk mencapai pertumbuhan yang seimbang. AUD/USD kemungkinan besar didekap sentimen bearish. Jika dilihat di grafik harian, AUD/USD terlihat dalam bias bullish, berada diantara SMA 20 dan SMA 50. Sementara itu indikator Stochastic dan CCI terlihat memperlihatkan indikasi jenuh jual. Konfirmasi bullish sebelum support 0.9301 tembus berpotensi mengangkat AUD/USD hingga kisaran 0.9541 – 0.9756. Market Outlook Forex
  9. 9. Waspadai kemungkinan bias berubah menjadi bearish dengan memperhatikan support di level 0.9301 yang juga merupakan level 50% dari Fibonnaci retracement. Jika support tersebut tembus maka kemungkinan besar akan menekan AUD/USD setidaknya hingga kisaran 0.9194 – 0.8846. NZD/USD Meningkatnya inflasi di New Zealand membuka peluang Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) untuk menaikan suku bunga. Hal tersebut dikarenakan tinggi nya permintaan domestik sehingga memicu boom- ing di sektor properti. Melihat penguatan kiwi akhir akhir ini, RBNZ tidak mempermasalahkan hal tersebut, bahkan bisa menjadi faktor pendukung untuk menunda kenaikan suku bunga setidaknya hingga tahun depan. Secara fundamental sentimen bullish pada kiwi masih tetap kokoh. Pada grafik harian NZD/USD terlihat dalam bias bullish, juga berada diantara SMA 20 dan SMA 50. Sedangkan indikator Stochastic dan CCI terlihat cenderung bullish. Saat ini berpotensi kiwi melanjutkan pergerakan bullish hingga kisaran 0.8542 Sementara itu, peluang bearish akan terbuka jika support di level 0.8131 yang juga merupakan level 50% dari fibonnaci retracement berhasil ditembus. Jika itu benar terjadi, maka kemungkinan besar kiwi akan tergelincir hingga kisaran 0.80341 – 0.7720. Market Outlook Forex
  10. 10. USD/CHF Predikat Swiss franc sebagai mata uang safe haven menjadikannya asset pilihan para pelaku pasar saat kondisi ekonomi dunia mengalami ketidakpastian. Sebagai safe haven dikarenakan Swiss franc relatif aman walaupun berimbal hasil rendah. Saat bursa saham lesu, dan penuh ketidak-pastian, para pelaku pasar yang tidak mau ambil resiko, secara berbondong-bondong mengalihkan asetnya ke aset safe haven salah satunya Swiss franc. Pada grafik harian USD/CHF terlihat pullback membidik resisatance 0.9171, namun secara umum masih dalam bias bearish. Jika resistance tersebut bertahan dan sinyal bearish muncul pada area tersebut, maka hal itu berpotensi memicu pergerakan bearish hingga kisaran 0.9104 – 0.8888, hal tersebut di dukung juga oleh indikator Stochastic yang terlihat cenderung bearish, dan CCI yang terlihat dalam kondisi jenuh jual. Sementara itu, peluang bullish akan terbuka jika resistance 0.9171 yang juga merupakan level 50 % dari fibonnaci retracement berhasil ditembus. Jika itu benar terjadi, maka kemungkinan besar USD/CHF akan terbang hingga kisaran 0.9238 – 0.9453. Market Outlook Forex
  11. 11. Gold Market Outlook Setelah sempat mengalami penurunan tajam hingga level $1251/oz, emas kembali mengalami rally pada bulanOktober lalu seiring dengan berakhirnya government shutdown di AS serta adanya kesepakatan mengenai kenaikan batasan hutang dinegeri Paman Sam tersebut. Ada hal yang menarik, yaitu pemegang emas ETF terbesar di dunia SPDR Gold tercatat turun 1%atau 8.8 ton menjadi 882.2 ton. Level ini merupakan level terendah sejak Februari 2009. Hal ini turut menyumbang tekanan bagi pergerakan harga emas, sehingga harga emas mengalami penurunan sebesar 21% sampai dengan bulan Oktober 2013. Outlook di bulan November Berdasarkan historical price emas, padabulan November biasanya harga emas cenderung menguat. Ada satu faktor fundamental yang mungkin bias dijadikan pertimbangan, bahwa bulan November merupa- kanbulan yang penuh dengan festival keagamaan dan pernikahan di India. Para analis memperkirakan emas akan mengalami kenaikan hingga kisaran $1350 - $1400 /oz selama bulan November. Secara tradi- sional, acara keagamaan Diwali di India merupakan masa aksi beli emas terbesar di Negara tersebut. Da- lam sepuluh tahun terakhir harga emas mengalami kenaikan 2,5% selama bulan November atau saat festi- val Diwali berlangsung. Meskipun demikian, ada banyak hal lain yang tetap harus diwaspadai. Para pengamat memperkirakan bahwa untuk jangka menengah harga emas masih cenderung dalam trend bearish, mengingat proses re- covery di Amerika Serikat sedang dan diperkirakan akan terus berlangsung. Jika proses pemulihan ekonomi berjalan sesuai keinginan pemerintah Amerika Serikat, bukan tidak mungkin suku bunga akan naik. Faktor fundamental lain adalah tingkat inflasi Amerika Serikat saat ini juga terbatas. The Fed juga di- perkirakan akan melakukan tapering di tahun depan, yang sempat tertunda di tahun ini. EMAS, MINYAK MENTAH DAN PERAK MASIH CENDERUNG TERTEKAN Market Outlook Komoditi Adhinugroho Market Research and Analyst IM Futures
  12. 12. Technical Outlook Untuk short term saat ini emas cenderung dalam kondisi bearish hal ini bias dilihat di chart Dailyt erlihat emas mengalami tekanan. Penurunani ni bias saja berlanjut untuk menguji level support di kisaran$1270- an (garis trend line yang berwarnaungu).Jika level support ini bertahan dan diikuti oleh ke munculan sinyal bullish yang kuat, rebound mungkin akan terjadi mengincar resistance di area $1319-an. Bias bullish akan menjadi semakin kuat apabila resistance ini berhasil ditembus, sehingga harga emas ber- potensi akan menguat dengan sasaran hingga $1335.70/oz. Namun sebaliknya, jikal evel support di area $1270-an yang tembus, maka harga emas diperkirakan akan melanjutkan pelemahan untuk mengincar lev- el terendahnya di bulan Oktober lalu di area $1251-an. Oil Market Outlook Harga minyak mentah tercatat mengalami penurunan di bulan Oktober. Penurunan harga minyak tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain yang masih hangat yaitu berkurangnya resiko geo politik pas- ca kesepakatan mengenai senjata kimia Suriah serta adanya penawaran berakhirnya sanksi atas Iran. Selain itu, cadangan minyak mentah Amerika Serikat sendiri sebagai Negara konsumen minyak terbesar di dunia mengalami kenaikan menjadi sebesar 5,9 juta barrel,jauh diatas perkiraan analis yang hanya mem- perkirakan sebesar 3,5 juta barrel. Selain itu jeleknya data kepercayaan masyarakat di Amerika Serikat juga ikut menekan harga minyak. Technical Outlook Jika dilihat dari grafik weekly terlihat bahwa untuk jangka menengah harga minyak mentah cenderung masih dalam kondisi bearish meski penurunan harga minyak ini diperkirakan akan terbatas. Indikator CCI serta Stochastic Oscilator mengindikasikan harga minyak mentah saat ini berada dalam kondisi jenuh jual atau over sold. Untuk saat ini harga minyak terlihat sedang menguji level supportyaitu di level 91.87 (Level 76.4 dari garis Fibo serta garis trend line yang berwarna ungu). Tembusnya support tersebut kemungkinan besar akan dii- kuti oleh pergerakan bearish yang lebih dalam lagi mengincar support kuat di 85.59. Rebound bias saja ter- jadi dari level tersebut, jika ada konfirmasi sinyal bullish yang kuat sebelum level support itu tembus. Se- mentara itu resistance berada di level 98.90. Jika level tersebut tembus, harga minyak mentah kemung- kinan akan bergerak naik menuju kisaran 102.03—105.92 USD/barrel. Market Outlook Komoditi
  13. 13. Silver Market Outlook Perak tercatat mengalami pelemahan hingga pertengahan tahun ini (hampir 39%), akan tetapi menjelanga khir tahun 2013 iniperak terpantau mulai kembali menguat yang ditahan oleh beberapa area support. Import India terhadap perak tercatat mengalami puncaknya untuk tahun ini seiring dengan festival keaga- maan di Negara tersebut. Meningkatnya permintaan terhadap perak ini mampu mendukung kembali nai- knya harga perak setelah mengalami penurunan terbesar secara tahunan dalam 3 decade terakhir. Technical Outlook Jika dilihat dari grafik mingguan terlihat bahwa saat ini perak kembali mengalami rebound setelah sempat mengalami penurunan yang sangat tajam hingga level $18.19. Secara teknikal, perak saat ini menguji garis trend line turun.Perhatikan juga resistance di level $26.29 (level koreksi 50% dari Fibonacci Retracement). Apabila level resistance tersebut pecah maka bias jangka mengengah untuk perak diperkirakan akan beru- bah menjadi bullish dengan potensi hingga kisaran $30.56—$34.38/oz. Sementara itu, perhatikan pula garis trend yang berada di bawah pergerakan harga saat ini. Jika trendline tersebut berhasil ditembus, akan ada peluang perakakan kembali mencoba mengetest menguji level ter- endahnya di tahun ini, yaitu kisaran$18.19.ca kesepakatan mengenai senjata kimia Suriah serta adanya penawaran berakhirnya sanksi atas Iran. Selain itu, cadangan minyak mentah Amerika Serikat sendiri sebagai Negara konsumen minyak terbesar di dunia mengalami kenaikan menjadi sebesar 5,9 juta barrel,jauh diatas perkiraan analis yang hanyamem- perkirakan sebesar 3,5 juta barrel. Selain itu jeleknya data kepercayaan masyarakat di Amerika Serikat ju- ga ikut menekan harga minyak. Sementara itu, perhatikan pula garis trend yang berada di bawah pergerakan harga saat ini. Jika trendline tersebut berhasil ditembus, akan ada peluang perakakan kembali mencoba mengetest menguji level ter- endahnya di tahun ini, yaitu kisaran$18.19. Market Outlook Komoditi
  14. 14. ahoo kembali merubah sistem e-mail antarmuka untuk melengkapi berkelanjutan perbaikan sistem internal yang dibuat. Perubahan sistem e-mail tersebut telah membuat marah beberapa pengguna. Bahkan dua bulan sebelumnya, pasar sempat mengamuk secara online melalui Yahoo! untuk alasan yang berbeda : logo berubah. Perusahaan telah mengubah untuk pertama kalinya dalam sejarah 18-tahun dan rupanya telah membuat banyak pengguna kurang menyukai. Tetapi kemarahan- kemarahan ini bisa menjadi tanda positif. Ini berarti pasar memperhatikan Yahoo!, dan bahwa peru- bahan (bahkan yang kecil) memiliki kapasitas kuat di berita utama. Optimisme atau kebingungan ? Fakta-fakta mengatakan penghasilan terbaru Yahoo dan pern- yataan CEO Marissa Mayer yang saling bertolak belakang seolah-olah Yahoo mempunyai dua referensi perusahaan yang berbeda. Mayer mengatakan bahwa ia senang dengan hasil yang dicapai, dan menekan bahwa 800 juta pengguna Yahoo bulanan terlihat naik 20 % selama 15 bulan terakhir. Tetapi fakta keuangan, bagaimanapun juga, tidak selalu baha- gia. Pendapatan Yahoo turun menjadi $ 1,13 milyar, turun 5% lebih rendah dari kuartal III 2012. Sedangkan biaya operasional Yahoo! sebanyak $ 3 juta lebih rendah daripada tahun lalu, dengan menghasilkan keuntungan hanya $ 59,4 juta. Bahkan yang lebih mengejutkan adalah laba bersih, turun 91%, dari $ 3,1 miliar pada kuartal III tahun lalu dengan hanya $ 298,9 juta. Temuan ini mungkin tidak akan mengejutkan, mengingat bah- wa pada saat ini Mayer mengakui sedang menempatkan priori- tas lebih pada pembenahan struktur dan budaya pada Yahoo! daripada profitabilitas. Sekarang, satu tahun setelah penun- Market Outlook CFD Fredy Rodo Market Research and Analyst IM Futures Y Yahoo! Ubah Sistem, Semua Orang Panik
  15. 15. jukan CEO Mayer, budaya kerja telah dibentuk kembali, laba perusahaan yang tak terhitung jumlahnya yang diperoleh dan beberapa perubahan internal (seperti logo, tampilan situs, dan sistem e-mail) yang dibuat. Dengan perubahan ini, dan risiko yang terlihat dengan potensi kerugian semakin berkembang, sekarang tampaknya seperti waktu yang ideal untuk Mayer untuk melaksanakan langkah berikutnya: memonetisasi konten Yahoo! untuk pengiklan . Sebagiamana Marissa Mayer yang terus membangun kembali Yahoo! menjadi sesuatu yang lebih bermartabat dibanding beberapa tahun yang lalu, kepercayaan investor adalah juga ukuran penting untuk menjaga kelangsungan hidup perus- ahaan. Klaim perusahaan yang menjanjikan untuk bisa segera IPO dapat membantu memperkuat moral pemegang saham ketika Mayer dan perusahaannya terus melakukan re- strukturisasi. Meskipun demikian, pada akhrinya perusahaan tetap harus bisa membuktikan bahwa Mayer dan Yahoo! akan menghasilkan uang. Analisis Teknikal Secara umum pergerakan saham Yahoo! pada grafik harian terlihat berada dalam kondisi bullish dan saat ini harga saham mulai membentuk formasi bullish falling wedge dimana ada kemungkinan harga akan bergerak ke atas. Jika harga bergerak ke atas dengan menembus upper line dari formasi, maka hal tersebut akan membuka peluang bagi saham Yahoo! untuk bergerak ke atas menguji resistan 35.05. Sebaliknya waspadai jika harga saham melemah dengan menembus lower line dari formasi membuka potensi harga akan terkoreksi dengan bergerak ke bawah menuju support 28.87 dan indikator SMA menjadi area support yang mungkin akan bisa menahan kejatuhan harga saham. Market Outlook CFD
  16. 16. aporan laba kuartal ketiga China Construction Bank Corp terlihat naik 9,4 persen ketika pertumbuhan global ter- lihat masih melambat, kredit macet meningkat dan bank membayar lebih ketika deposan menarik deposito. Laba bersih naik menjadi 56,8 miliar yuan, menurut laporan China Construc- tion Bank Corp manajemen yang ber- basis di Beijing. China Construction Bank telah berhasil mendorong laba ketika ekonomi terlihat rebound se- hingga memicu permintaan untuk pin- jaman rekening investasi dan pekerjaan konsultasi . Bank-bank China telah memberikan pinjaman 40,5 trilyun yuan dari akhir tahun 2008 hingga Sep- tember 2013 karena pemerintah berusaha untuk memacu perekonomian setelah krisis keuangan global. Saham China Construction Bank naik 1,1 persen menjadi HK $ 5,77 di Hong Kong, dengan memangkas kerugian pada tahun ini menjadi 7,2 persen. China Construc- tion Bank adalah bank China Hong Kong pertama yang terdaftar untuk melaporkan pendapatan kuartal ketiga. Ekonomi Cina Terus Berge- rak Positif Pertumbuhan ekonomi China juga ter- lihat rebound menjadi 7,8 persen pada periode Juli-September untuk pertama kalinya dalam tiga kuartal, ketika Perdana Menteri Li Keqiang memacu produksi pabrik dan investasi untuk memenuhi tujuan ekspansi pemerintah untuk 2013. Aksi Saham China Construction Bank Corp Market Outlook CFD Fredy Rodo Market Research and Analyst IM Futures L Sumber : CNBC
  17. 17. Faktor Fundamental Pendukung 1. China Construction Bank mengatakan telah menandatangani perjanjian pinjaman senilai 550 juta yuan ($ 90.400.000) dengan China Baoan Group Co dan Szitic Properti Komersial Co dengan pinjaman satu tahun. 2. China Construction Bank Corp sedang melakukan pembicaraan lanjutan untuk membeli Brasil Banco Comercial Industrial, melalui pembelian akses langsung ke perusahaan Cina ke sumber daya alam Amerika Selatan. BicBanco memiliki nilai pasar sebesar 1,7 miliar reais ($ 778.000.000) setelah sahamnya naik 62 persen sejak 23 September setelah laporan pengambilali- han di media lokal. 3. China Construction Bank Corp, berencana untuk menerbitkan obligasi luar negeri untuk membantu memenuhi persyaratan modal ketat dan diversifikasi basis investor yang diperlukan untuk meningkatkan modal dan memperkuat neraca menjelang kenaikan proyeksi kredit macet. Analisis Teknikal Secara umum pergerakan saham China Construction Bank pada grafik harian terlihat berada dalam kondisi rebound dan saat ini harga saham akan menguji garis tren yang berfungsi sebagai resistan. Jika harga berhasil menembus trendline membuka kemungkinan harga saham akan kembali menguat dengan bergerak ke atas menguji resistan 6.33. Market Outlook CFD
  18. 18. enguatan Nikkei diikuti oleh pelemahan Yen, sementara itu reformasi ekonomi di Cina menjadi sorotan para pelaku pasar. Sementara itu, investor masih merasa nyaman bertransaksi di bursa Korea Selatan. Nikkei Perkasa, Yen Terjerembab Indeks Nikkei menguat tajam. Saham -saham Eksportir seperti otomotif dan elektronik ikut melambung. Para pelaku pasar berebut seolah takut tidak kebagian saham-saham Jepang. Salah satu penyebabnya adalah langkah kebijakan pelonggaran moneter yang dilakukan oleh Bank Of Japan, dengan tujuan memerangi deflasi untuk meningkatkan ekonomi. Kuroda, pemimpin BOJ berjanji akan mengambil tindakan tegas dengan target tingkat inflasi sebesar 2% pada tahun 2015. Kebijakan moneter longgar itu sendiri adalah komitmen pemerintah Jepang dan Bank of Japan. Selama di bawah kepimpinan Perdana Menteri Shinzo Abe dan Kuroda sebagai pucuk pimpinan Bank of Japan, kemungkinan besar sentiment bullish masih mendominasi saham-saham jepang. Kebijakan tersebut melemahkan yen, yang sebe- lumnya sempat sangat kuat, meskipun melemahnya yen ini memberi keuntungan tersendiri bagi para eksportir di Negeri Sakura itu. Reformasi Ekonomi China Partai Komunis China melakukan pertemuan selama 4 hari untuk membahas reformasi ekonomi yang dimulai hari Sabtu (9/11/2013) hingga 12 November 2013. Hasil pertemuan tersebut disiarkan dalam sebuah komunike oleh media pemerintah. Dalam siaran persnya, pemimpin Cina berjanji untuk membiarkan pasar (sektor swasta dan asing) mengambil peran dalam perekonomian ketika pemerintah meluncurkan agenda reformasi pada dekade berikutnya. Pemerintah Cina mencari “jalan aman” dengan “supir” baru dalam pertumbuhan ekonomi di masa depan. Cina bertujuan mencapai "hasil pasti" dalam mendorong reformasi pada tahun 2020, dengan berfokus pada perbaikan ekonomi. Perekonomian China saat ini menghadapi masalah-masalah seperti kelebihan kapasitas industri, menumpuknya hutang dan nai- knya harga rumah. Isu Keamananan di Semenanjung Korea Isu keamanan masih menjadi momok yang menakutkan di semenanjung Korea. Gertakan demi gertakan yang datang dari kubu Utara berpotensi menjadi sentimen buruk di pasar. Seperti kita ketahui bahwa perang antara Korea Utara dan Korea Selatan sebenarnya belum sepenuhnya usai. Kedua negara tersebut sebenarnya pada saat ini masih dalam fase gencatan senjata, jika tidak bisa dikatakan sebagai perang dingin. Sementara itu, Indeks Kospi masih berada dalam uptrend meskipun terjadi koreksi yang cukup dalam jika dilihat di grafik pergerakan jangka panjang. Sa- ham-saham berkapital besar (big cap) seperti Sam- sung, LG, Hyundai masih sangat diminati para investor asing dan domestik. Yang penting bagi para investor tersebut adalah pasar tetap aman dan nya- man. Nikkei Masih Perkasa, Korea Masih Nyaman Fundamental Bursa Saham Asia Ifsan Lukman Market Research and Analyst IM Futures P
  19. 19. Peningkatan pada sektor tenaga kerja di Amerika Serikat pada bulan Oktober cukup mengejutkan, mes- kipun shutdown telah memberikan tekanan yang lebih besar pada Federal Reserve melanjutkan kebijakan moneter longgar hingga bulan Desember. Angka Non-farm Payroll melampaui ekspektasi para ekonom yang hanya memperkirakan penambahan 120.000 pekerja untuk bulan Oktober 2013. Pada kenyataannya , data tersebut naik 204.000 pada bulan Oktober menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS, yang dilaporkan pada tanggal 8 November 2013. Namun, beberapa anggota dewan gubernur Fed mempunyai pendapat yang berbeda dan mengatakan bahwa Fed masih perlu lebih banyak bukti di bulan November untuk menunjukkan bahwa perbaikan di sektor ketenagakerjaan akan terus berlanjut. Beberapa orang bahkan mengatakan bahwa masih dibutuh- kan butuh beberapa bulan ke depan untuk membuktikan bahwa sektor tenaga kerja benar-benar melaju ke arah yang positif. Federal Reserve harus berhati-hati dalam menganalisis tren pertumbuhan tenaga kerja yang dilaporkan oleh Biro Statistik Tenaga Kerja. Seiring waktu, data ini telah terbukti menjadi indikator penting dari kondi- si ekonomi karena bisa menunjukkan arah perekonomian secara keseluruhan. Data Payroll didapat dari dua sumber data, yaitu dari data diolah tiap bulan oleh biro statistik AS yang merupakan hasil survei terhadap sekitar 400.000 (empat ratus ribu) perusahaan. Sumber ke dua adalah hasil survei terhadap sekitar 60.000 (enam puluh ribu) rumah tangga. Non-farm Payroll AS Meningkat di Luar Perkiraan Seputar Non Farm Payroll Freddy Rodo Market Research and Analyst IM Futures
  20. 20. Seputar Non Farm Payroll
  21. 21. Peningkatan lapangan kerja akan menunjukkan bahwa bisnis sedang bertumbuh. Selain itu, mereka yang baru bekerja telah memiliki sumber pendapatan, yang pada gilirannya pendapatan tersebut akan men- dorong pertumbuhan ekonomi lebih lanjut. Menurut Biro Analisis Ekonomi, produk domestik bruto (PDB atau GDP/Gross Domestic Product) riil ta- hunan di Amerika Serikat meningkat sebesar 2,8 persen pada kuartal III 2013. Peningkatan PDB riil pada kuartal ketiga terutama merupakan cerminan kontribusi positif dari pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), investasi dari sektor swasta, ekspor, investasi di sektor perumahan, investasi tetap non hunian, dan dari APBD negara-negara bagian. Sementara itu, pengeluaran yang dilakukan oleh pemerintah federal memberikan kontribusi negatif. Non-farm Payroll adalah data ekonomi mengenai jumlah pekerja di AS yang tidak termasuk pada pemilik perusahaan, karyawan swasta, sukarelawan, pekerja di peternakan, dan non-wiraswasta. Data ini me- nyumbang sekitar 80 persen dari pekerja yang mempengaruhi data Produk Domestik Bruto. Efek Pada Pergerakan Harga Ketika Data di Rilis Data non Payroll AS dirilis pada hari Jumat pertama setiap bulan oleh Bureau of Labor Statistics. Data yang disajikan adalah data yang tercatat pada bulan sebelumnya. Laporan ini berisi informasi tentang pengang- guran, pertumbuhan pekerjaan dan data penggajian, dan lain-lain. Dalam perdagangan forex, data aktual non-farm payroll akan sangat diperhatikan oleh para spekulan. Jika data aktual yang keluar lebih rendah dari perkiraan ekonom, maka trader forex biasanya akan menjual dolar AS untuk mengantisipasi melemahnya USD. Sebaliknya, jika data aktual yang keluar lebih tinggi dari perkiraan ekonom, maka para spekulan biasanya akan membeli dolar AS untuk mengantisipasi men- guatnya mata uang tersebut. Seputar Non Farm Payroll
  22. 22. Peningkatan lapangan kerja akan menunjukkan bahwa bisnis sedang bertumbuh. Selain itu, mereka yang baru bekerja telah memiliki sumber pendapatan, yang pada gilirannya pendapatan tersebut akan men- Seputar Non Farm Payroll
  23. 23. alam aktivitas trading yang kita lakukan sehari-hari tidak bisa lepas dari yang namanya analisa. Analisa sendiri dibagi menjadi dua, yaitu analisa fundamental dan analisa teknikal. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas salah satu cabang analisa teknikal, yaitu pola candlestick. Secara umum bentuk grafik ada tiga jenis, yaitu Line Chart, Bar Chart dan Candlestick Chart. Di antara ketiga bentuk grafik tersebut, jenis candlestick-lah yang sering digunakan banyak trader dalam melakukan analisa. Hal ini karena candlestick lebih mudah dilihat secara visual. Dengan menggunakan can- dlestick, kita bisa dengan mudah mengetahui di mana harga open, close, high dan low-nya. Untuk lebih jelas tentang ben- tuk dasar candlestick, lihatlah gambar di bawah ini: Memanfaatkan Pola-pola Candlestick Dalam Trading Pojok Edukasi Adinugroho Market Research and Analyst IM Futures D
  24. 24. Apabila harga open lebih besar daripada harga close maka harga mengalami penurunan dan biasanya digambarkan dengan can- dle yang berwarna hitam. Sebaliknya jika harga open lebih rendah dari harga close maka harga cenderung mengalami kenaikan dan biasanya digambarkan dengan candle yang berwarna putih. Meskipun demikian, untuk urusan warna ini bisa diganti sesuai keinginan kita. History harga yang ditampilkan dalam bentuk candlestick ini seterusnya akan membentuk pola-pola tertentu. Dalam teorinya banyak sekali pola candlestick yang bisa kita manfaatkan untuk memperkirakan pergerakan harga sampai pada akhirnya bisa membantu kita dalam mengambil keputusan buy atau sell. Di antara sekian banyak nama atau pola candlestick yang ada,kita akan mengulas 10 pola candlestick yang cukup sederhana namun bisa kita manfaatkan secara maksimal dalam menganalisa pergerakan harga. Kita akan membagi pola-pola tersebut menjadi dua bagian, yaitu pola bullish dan pola bearish. Pola Candlestick Bullish  Bullish Engulfing Bentuk atau pola ini muncul setelah terjadi penurunan harga atau downtrend. Pola ini terdiri atas dua candlestick. Candle- stick yang pertama mempunyai ukuran body yang lebih kecil daripada candlestick yang ke dua. Body yang kecil ini menun- jukkan volatilitas yang rendah dan pada saat itu seller atau penjual sudah tidak terlalu aggresif. Candlestick yang ke dua mempunyai body yang lebih panjang yang menutupi body dari candlestick pertama dan harga close -nya tidak boleh lebih rendah daripada harga high dari candlestick pertama. Hal ini mengindikasikan buyer mulai dominan dan mulai mengambil control terhadap pasar.  Hammer Pola ini terbentuk saat harga dibuka dan pada saat itu seller mendominasi dan sempat menekan harga ke bawah. Akan tetapi di akhir periode buyer kembali mengambil alih pasar dan menyebabkan harga close berada di atas harga open. Apa- bila Anda menemukan pola ini pada saat trend harga turun, maka diperkirakan akan terjadi reversal atau koreksi, sehingga harga cenderung akan bergerak naik.  Harami Pola harami ini hampir sama dengan engulfing. Perbedaannya hanya pada bentuk candlestick pertama yang body-nya lebih panjang dibandingkan candlestick kedua. Akan tetapi, tendensinya sama dengan engulfing yaitu konfirmasi pola ini cender- ung akan diikuti oleh reversal atau koreksi.  Piercing Pola candle ini dibentuk oleh dua candlestick. Candlestick pertama memiliki body yang panjang dan ditutup mendekati- harga low-nya. Pada saat itu seller masih memegang peranan. Candlestick selanjutnya mempunyai body yang lebih panjang dan harga close-nya minimal setengah dari body candlestick pertama. Jika menemukan pola ini saat trend harga turun bisa diperkirakan harga akan mengalami reversal atau koreksi. Pojok Edukasi
  25. 25.  Doji Pola doji ini merupakan pola yang sangat dikenal. Pola ini menggambarkan bahwa harga sempat naik dan turun setelah dibuka namun pada akhir periode ditutup dengan harga yang sama dengan harga open. Pola ini sebenarnya adalah pola netral, namun kemunculannya seringkali diikuti oleh koreksi atau reversal. Pola Candlestick Bearish Pola-pola candlestick bearish ini sebenarnya merupakan kebalikan dari pola candlestick bullish. Pola candlestick bearish ini bi- asanya muncul setelah harga mengalami rally bullish. Kemunculan pola-pola seperti yang terlihat pada gambar di atas seringkali akan diikuti oleh koreksi atau reversal. Chart berikut ini menunjukkan penampakan pola-pola candlestick yang telah kita bahas dalam pergerakan EUR/USD: Silakan latih kemampuan Anda dalam mengenali pola-pola candlestick dan coba temukan pola-pola tersebut dalam chart. In- gatlah pepatah: “practice makes perfect”, maka dari itu jangan bosan untuk selalu berlatih. Happy Trading. Pojok Edukasi
  26. 26. da dua tipe investasi emas yang bisa kita lakukan: Jual beli emas fisik, beli emas batangan. Trading emas online, beli kontrak emas lewat broker. Harga emas mengikuti harga dari bursa New York Merchantile Exchange (pasar komoditas emas terbesar di dunia) di Amerika. Trading emas yang dilakukan secara online adalah salah satu transaksi keuangan terbesar dan paling populer digunakan saat ini di seluruh dunia. Mengingat ruang lingkup yang luas, maka tidak lagi mengejutkan untuk melihat banyak trader dan inves- tor yang memutuskan untuk terlibat dalam industri ini, dengan tujuan menghasilkan keuntungan. Sebagian besar trader forex dan investor, memutuskan untuk mencoba trading emas secara online, dan menghasilkan pendapatan dari transaksi yang berbeda dan bentuk instrumen keuangan pada perdagangan berjangka. Jika Anda ingin terlibat dalam perdagangan emas, maka pasti- kan untuk menyadari semua berita yang akan menggerakan harga di pasar emas. Hal ini juga dianjurkan untuk mengenal tentang dasar-dasar menggunakan perkiraan harga emas un- tuk mendapatkan keuntungan. Jika Anda masih tidak yakin tentang dan mencoba trading emas atau tidak, maka mungkin sekarang saatnya untuk menyadari manfaatnya. Berikut adalah tiga perbandingan yang terlihat ketika kita ber- transaksi emas secara fisik dan on line: 1. Aman Banyak trader dan investor mempertimbangkan bertransaksi trading emas secara on line dikarenakan faktor keamanan dikarenakan ketika bertransaksi tidak harus memegang dalam bentuk fisik. Harga emas juga cenderung akan bergerak naik, yang memungkinkan bahwa perdagangan emas dapat menjadi ban- tuan yang signifikan bagi para trader yang ingin mendapatkan sejumlah besar keuntungan. Perdagangan emas online memungkinkan pedagang dapat menghasilkan uang tambahan lebih cepat daripada ketika me- masuki pasar emas fisik. Hal ini juga penting untuk dicatat bah- wa harga emas naik dan turun sangat cepat dan dalam jumlah Perbandingan Trading Emas Fisik Dan Emas Online Pojok Edukasi Fredy Rodo Market Research and Analyst IM Futures A
  27. 27. besar. Hal ini meningkatkan kemungkinan pedagang untuk mendapatkan banyak uang dalam perdagangan emas secara on line. 2. Modal Mari kita lihat dua skenario perdagangan emas Skenario 1 (transaksi emas secara fisik) : Si Badu membeli emas di toko emas sebanyak Rp 50 juta yang akan ditukarkan ke dalam bentuk emas fisik. Harga emas per gram saat ini adalah US $ 1278 per troy ounce atau Rp 482 ribu per gram maka Badu akan mendapatkan emas sebanyak 103.7 gram. Harga emas dunia naik sebanyak $ 50 ke level $ 1328 Maka keuntungan Badu : “kenaikan harga emas x (jumlah gram emas yang dibeli / satu- an gram emas dunia)” $ 50 x ( 103.7 gram / 31.3 gram) = $ 165.6 Ingat keuntungan yang di dapat hanya US $ 165.6 saja. Mari kita lihat Skenario 2 (transaksi emas online) : Badu melakukan deposit untuk trading emas online sebesar $ 5000 (deposit Rp 50 juta dengan kurs $1 = Rp. 10.000) Badu membuka posisi Buy sebesar 1 lot di trading emas online. Misalkan harga emas dunia kemarin dibuka di harga $ 1278, dan naik dan Badu menutup posisi Buy di harga $ 1328. Maka Badu akan mendapatkan keuntungan $ 50 sehingga ke- untungan trading emas secara online akan menghasilkan $ 5000, dengan modal awal $ 5000, sehingga keuntungan Badu $ 5000/$ 5000 = 100%, sehingga uang Badu menjadi $ 10000. Perbandingan Peluang keuntungan : * Modal 50 juta, keuntungan skenario 1 (Emas Fisik) = $ 165.6 (Rp 1.738.800,- menurut kurs sekarang 10500) * Modal 50 juta, keuntungan skenario 2 (Emas Online) = $ 5000 (Rp 50 Juta,- menurut fix rate 1$ = Rp.10.000,-) 3. Ketidaknyamanan Trading emas online merupakan kendaraan investasi tertentu yang diperdagangkan di bursa emas dengan menyediakan cara yang mudah untuk menghasilkan paparan harga aktual emas. Hal ini dimungkinkan tanpa mengekspos para trader untuk menyimpan koin atau batangan emas secara fisik yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Tentu saja, setiap bentuk investasi memiliki faktor resikonya sendiri-sendiri. Dalam perdagangan online yang menyertakan sistem margin, resiko yang dihadapi adalah berkurangnya modal jika harga bergerak berlawanan dengan keinginan kita. Namun tentu saja, potensi keuntungan yang ditawarkan juga jauh lebih besar dan cepat. Jadi mana yang anda pilih? Pojok Edukasi “ Ingat! Harga emas dunia dihitung setiap 1 troy ounce emas, 1 troy ounce (toz). setara dengan 31.1 gram
  28. 28. Mungkin jauh sebelum Anda membaca tulisan ini, Anda sudah pernah mempelajari belasan atau mungkin bahkan puluhan sistem trading yang Anda peroleh dari internet atau dari rekan Anda. Atau mungkin bahkan Anda pernah merelakan sekian juta rupiah mengalir dari rekening bank Anda demi mengikuti kur- sus atau pelatihan trading, yang katanya bisa membuat Anda menjadi trader profesional yang hebat, yang mengklaim bahwa dalam waktu 60 menit saja Anda bisa meraup untung ratusan dollar dari pasar. Pertanyaannya kemudian adalah apa yang telah Anda peroleh dari mempelajari atau mungkin membayar mahal untuk sistem-sistem trading atau kursus-kursus tersebut? Terus terang, jawaban semacam, “Tidak, saya tidak mendapatkan apa pun kecuali waktu dan uang yang terbuang percuma,” adalah jawaban yang sangat sering muncul tiap kali pertanyaan seperti di atas mun- cul. Bukan karena sistem tradingnya buruk, bukan karena materi pelatihannya jelek, namun karena banyak sekali calon trader yang gagal memahami bahwa Faktor terpenting yang dibutuhkan seorang trader BUKANLAH sistem trading yang canggih. Memang tidak ada salahnya untuk mencari ilmu mengenai trading di forum-forum di internet, seminar- seminar, atau mengikuti kursus berbayar sekalipun. Namun sekali lagi, semua itu bukanlah faktor penentu dalam keberhasilan trading seseorang. Seorang trader hanya bisa sukses jika dan hanya jika ia memiliki satu hal yang sangat penting ini: DISIPLIN. Sebutlah seorang trader bernama Andy. Andy telah mempunyai suatu sistem trading, lengkap dengan trading plan yang dipercaya bisa menghasilkan profit demi profit dari setiap transaksi yang ia lakukan. Sis- tem trading itu sangat lengkap: ada aturan untuk sinyal entry, exit, bahkan ada aturan untuk membatasi resiko. Ada aturan berapa lot maksimal yang boleh dipergunakan untuk setiap transaksi, ada juga aturan kapan Andy harus segera keluar dari pasar pada keadaan tertentu. Andy lalu menerapkan sistem trading tersebut dalam kegiatan tradingnya. Suatu ketika, sistem trading Andy memberikan instruksi atau sinyal kepada Andy bahwa itulah saat yang tepat baginya untuk melakukan BUY. Namun apa yang Andy pikirkan? Ia berpikir, “Ah, sepertinya saya masih bisa mendapatkan harga yang lebih rendah. Harga ini terlalu tinggi.” Satu aturan dilanggar oleh Andy. Skor minus satu untuk Andy karena telah melanggar aturan yang telah dibuat oleh sistem tradingnya sendiri. Satu tindakan indisipliner telah dilakukan. Katakanlah kemudian Andy melakukan buy mengikuti sinyal yang diberikan oleh sistem tradingnya. Tak berapa lama kemudian harga bergerak naik dan sistem trading Andy memberikan sinyal bahwa ia harus MENJADI TRADER HEBAT DIMULAI DARI DISIPLIN Psikologi Trading Eko Trijuni Head of Research and Analyst IM Futures
  29. 29. segera keluar dari pasar dan mengambil keuntungan yang telah tercipta. Namun Andy tidak melakukan hal itu. Ia ingin mendapat keuntungan yang lebih. Ia menjadi serakah. Ia melanggar aturan. Tindakan indi- sipliner yang lain. Dua contoh tindakan indisipliner di atas mungkin masih bisa “dimaafkan”. Yang membuat celaka adalah jika Andy melakukan overtrade. Ketika trading plan hanya membolehkan untuk membuka posisi sebanyak 1 lot, Andy justru membuka posisi sebanyak dua lot dengan harapan ia akan bisa melipatgandakan keun- tungannya. Keadaan menjadi buruk ketika pasar bergerak berlawanan dengan keinginan Andy. Semakin parah karena tidak melakukan cut loss ketika sistemnya menyatakan bahwa itulah saatnya ia harus melakukan cut loss. Andy berharap harga akan berbalik arah sesuai dengan keinginannya. Alih-alih melakukan cut loss, ia justru membiarkan transaksinya ter-floating. Jika sudah seperti itu, efek psikologis yang akan menimpa Andy tidak ringan. Ketika di saat yang lain sistem tradingnya kembali memberikan sinyal untuk melakukan transaksi, ia akan gamang. Ia akan ragu, apakah sinyal itu akan memberikan keuntungan ataukah kejadian floating yang pernah dialaminya akan berulang. Tekanan psikologis itu akan menjadi semakin besar jika ternyata posisi floating sebelumnya akibat melang- gar aturan sistem tradingnya sendiri masih ada. Dalam situasi seperti ini, bahkan sistem trading atau ilmu trading yang diperoleh dengan harga jutaan rupi- ah pun tidak akan bisa membantu. Semua keputusan akan menjadi salah. Cut loss hanya akan menghasilkan kerugian yang teramat besar, sementar jika posisi tersebut dibiarkan justru bayangan keru- gian yang lebih besar lagi menghantui. Serba salah. Jika kita runut lagi, apa sih yang menyebabkan Andy berada dalam posisi dilematis ini? Jawabannya ada- lah: tidak disiplin. Terutama tidak disiplin dalam mengatur modal, juga tidak disiplin ketika semestinya cut loss dilakukan jauh sebelum kerugian membengkak. Oke, disiplin itu paling penting. Lalu apakah itu artinya sistem trading yang bagus tidak terlalu diperlukan. Oh, bukan begitu. Sistem trading yang baik – seperti yang dimiliki oleh Andy – tentu juga diperlukan. Namun dari kisah Andy di atas, tentu Anda bisa mengambil kesimpulan bahwa sistem trading tersebut tidak akan berguna jika tid- ak dipergunakan sesuai dengan aturannya. Itu artinya, untuk menjadi trader hebat tidak cukup hanya dengan memiliki segudang ilmu tentang trading. Seseorang harus memiliki kedisipinan dan itu hanya bisa datang dari dalam dirinya sendiri. Tanpa kedisipli- nan, sistem trading yang tercanggih sekalipun hanyalah ibarat peluru kosong, atau salah-salah justru bisa menjadi bumerang. Jadi, disiplinlah. Psikologi Trading
  30. 30. Judul lagu Armada “Mau Dibawa Ke Mana“ sepertinya layak untuk menggambarkan kondisi rupiah saat ini. Masih ingatkah Anda tentang krisis moneter yang melanda Indonesia di tahun 1997-1998 yang mengaki- batkan rupiah mengalami pelemahan yang luar biasa terutama terhadap USD? Akankah hal ini kembali terulang? Krisis ekonomi dan keuangan yang melanda Amerika Serikat di tahun 2008 – 2011, sempat membawa ru- piah ke level terkuatnya terhadap USD, yaitu di kisaran Rp 8.000-an per USD. Namun seiring dengan se- makin membaiknya perekonomian Amerika Serikat, kembali rupiah mengalami pelemahan yang cukup drastis. Apalagi isu tapering yang sebelumnya diperkirakan akan dilakukan di bulan September 2013 sem- pat memaksa rupiah berada di level Rp 11.700-an per USD. Bank Indonesia (BI) pun tidak tinggal diam. BI sempat melakukan intervensi dan menaikan suku bunga acuan ke level 7.25%. Beruntung tapering tidak dilaksanakan di bulan September 2013, lalu permasalahan shutdown dan bu- ruknya data ekonomi AS sempat mendongkrak rupiah ke level Rp 10.800 per USD. Setelah rupiah sejenak mengambil napas, ternyata isu tapering kembali menyeruak kepasar. Setelah data advance GDP Amerika Serikat yang jauh melebihi perkiraan para ekonom yakni sebesar 2,8 % dari 2,0 % yang menandakan perekonomian kian membaik, ternyata data Non-farm Payrolls AS pun mengalami pertumbuhan sebesar 204.000 pada bulan Oktober. Hal tersebut menambah daftar indikasi positif bagi perekonomian Amerika Serikat, sehingga spekulasi bahwa tapering akan segera dilakukan dalam waktu dekat kembali berkem- bang di pasar. Mau Dibawa Kemana Rupiah ? Fundamental Indonesia Garry Adrian Market Research and Analyst IM Futures
  31. 31. Secara teknikal, saat ini pergerakan rupiah terhadap USD sedang mencoba menguji resistance di kisaran 11.715. Apabila resistance tersebut tembus seiring dengan keadaan ekonomi Amerika Serikat yang men- galami perbaikan yang signifikan, rupiah berpotensi membidik resistance berikutnya di kisaran 12.485 – 12.961 untuk jangka pendek. Untuk jangka panjang rupiah masih berpotensi melanjutkan pelemahannya apabila tapering dilakukan oleh Amerika Serikat. Apa Dampak Melemahnya Rupiah? Ketika nilai tukar rupiah melemah, biasanya yang paling terkena dampaknya adalah harga komoditi impor, baik yang menjadi obyek konsumsi maupun alat produksi (bahan baku dan barang modal). Saat ini kondisi ketergantungan impor negara kita masih cukup besar. Karena harga komoditi impor dipatok dengan mata uang negara asal, maka jika nilai mata uang rupiah jatuh, harga komoditi impor tentunya akan naik secara drastis. Lalu siapa saja yang akan terkena imbasnya oleh kenaikan harga komoditi impor? 1. Konsumen Pembeli, khususnya konsumen kelas bawah. Dengan semakin tingginya harga barang-barang kebutuhan pokok, tentunya akan semakin membebani mereka. Kebutuhan akan barang pokok yag tinggi namun tidak diimbangi dengan keadaan finansial mereka tentunya dapat berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat. 2. Pihak-pihak dalam rantai distribusi Pihak-pihak dalam randai distribusi dari importir hingga pengecer tentunya akan terkena imbasnya seir- ing dengan semakin mahalnya harga barang-barang yang mereka akan distribusikan. 3. Para pengusaha atau wirausaha Para pengusaha yang membeli alat produksinya dari luar negeri atau menggunakan bahan baku yang khusus di impor dari luar negeri tentunya akan semakin membutuhkan biaya produksi dan operasi yang lebih tinggi. 4. Para pekerja Para pekerja pun terkena imbasnya dari pelemahan rupiah ini. Para pengusaha mungkin akan harus melakukan efisiensi untuk menekan biaya produksi, salah satunya mungkin adalah pengurangan tenaga kerja terutama jika pengusaha tersebut memutuskan untuk beralih dari industri padat karya menjadi industri padat modal. Selain berdampak terhadap hal yang telah disebutkan diatas, dengan semakin melemahnya nilai tukar ru- piah tentunya akan semakin membuat utang luar negeri membengkak, karena dipatok dengan mata uang asing. Belum lagi dengan kondisi cadangan devisa Indonesia pun akan semakin tergerus sedikit demi sedi- kit. Fundamental Indonesia
  32. 32. Halo Traders. Setelah membaca artikel-artikel yang telah disediakan oleh kontributor kami, kami ingin mengajak Anda untuk sejenak belajar dari apa yang telah Anda baca dari edisi perdana ini. Yuk, luangkan waktu sejenak untuk mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini: 1. Apakah yang dimaksud dengan Quantitative Easing ? 2. Lalu apakah hubungannya Quantitative Easing dengan tapering? 3. Sebetulnya apakah alasan di lakukan Quantitative Easing ? 4. Sebetulnya apakah yang menyebabkan terjadinya shutdown pada bulan oktober 2013 kemarin? 5. Berita penting apakah yang biasa di tunggu oleh para traders setiap jumat pertama se- tiap awal bulan? Bagaimana traders? Anda bisa kan menjawab semuanya pertanyaan di atas? Tenang, bagi Anda yang belum tahu jawabannya, akan kami sediakan di edisi mendatang. Atau, apabila Anda tidak sabar menunggu terbitnya edisi bulan depan, Anda bisa bertanya melalui fasilitas chat yang disediakan di website kami yakni di www.foreximf.com. Tim Riset & Edukasi kami selalu siap membantu. Salam Profit. Trivia Quiz Pojok Bang Edu
  33. 33. Fed Tapering : Rencana pengurangan pembelian obligasi yang beredar di masyarakat oleh Bank Sentral Amerika (The Fed), hal ini bertujuan untuk mengurangi jumlah uang yang beredar dimasyarakat. Government Shutdown : Penghentian sementara pelayanan pemerintah saat parlemen tidak dapat segera memberikan persetujuan mengenai pendanaan buat pemerintah. Unemployment Rate : sebuah indikator yang menghitung jumlah pengangguran yang aktif mencari peker- jaan disuatu negara. Jika nilai Unemployment Rate suatu negara naik maka nilai mata uang negara terse- but juga akan melemah. Quantitative Easing : Kebijakan moneter yang biasanya digunakan oleh bank sentral untuk mencegah turunnya money supply atau meningkatkan jumlah uang yang beredar saat kebijakan moneter yang standar atau biasa dilakukan tidak efeketif. Langkah yang diambil bank sentral akan membeli aset aset fi- nancial dari bank komersial. Non-Farm Payrolls : data yang dirilis hari jumat pertama setiap bulannya yang merepresentasikan peru- bahan jumlah tenaga kerja di AS dalam sebulan terakhir (bulan lalu) kecuali tenaga kerja di kantor pemerintah, rumah tangga (pembantu rumah tangga, supir pribadi, tukang kebun, dan lainnya), organisasi nirlaba, bidang pertanian, dan tenaga kerja yang bekerja sendiri di rumah (self-employed workers). Adan- ya pengecualian tersebut karena tenaga kerja yang menjadi perkecualian tidak berefek signifikan terhadap laju pertumbuhan ekonomi dan inflasi GDP(Gross Domestic Product) adalah sebuah indikator yang mengukur nilai barang-barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara, tanpa mempertimbangkan kebangsaan perusahaan yang menghasilkan ba- rang atau jasa tersebut. GDP terdiri dari 4 komponen utama yaitu: tingkat konsumsi, investasi, pembelian- pembelian oleh pemerintah, dan total bersih ekspor. Jika nilai GDP suatu negara turun maka nilai mata uang negara tersebut akan mengalami pelemahan. Trend Bullish : Kondisi dimana harga mengalami kenaikkan yang direpresentasikan dalam bentuk candle- stick/bar pada grafik yang menunjukkan kecenderungan naik Trend Bearish : Kondisi dimana harga mengalami penurunan yang direpresentasikan dalam bentuk candle- stick/bar pada grafik yang menunjukkan kecenderungan turun FOMC (Federal Open Market Committee ) : Adalah komite yang membuat keputusan yang berhubungan dengan kegiatan operasional dari Federal Reserve (The Fed; bank sentral Amerika Serikat) untuk mengawasi/mengontrol supply uang. Komite ini biasanya mengadakan pertemuan sebanyak delapan kali setahun untuk membahas kebijakan moneter. IMF GLOSSARY Glosary Adhinugroho Market Research and Analyst IM Futures
  34. 34. Anda Tanya, Bang Edu Jawab. Tanya Bang Edu: tanyabangedu@gmail.com POJOK BANG EDU Halo Bang Edu, Salam kenal dari saya Kartika dari Bandung. Bang Edu, saya mau bertanya. Selama ini saya sering mengunjungi forum-forum di internet untuk mencari penge- tahuan tentang trading. Pokoknya udah banyak deh. Tapi saya malah jadi bingung nih Bang, semakin banyak yang saya pelajari justru saya makin bingung, karena semua mengaku paling bagus. Jadi bukannya saya makin pinter tradingnya, ma- lah jadi nggak pernah trading gara-gara bingung mau pakai yang mana. Minta saran dong dari Bang Edu. Terimakasih. Kartika, Bandung xxxxxxxxxxxxxx@gmail.com Bang Edu menjawab: Halo Bu Kartika. Salam kenal juga dari Bang Edu. Senang sekali ternyata ada lady trader dari Bandung yang selalu haus akan ilmu trading. Sebenarnya ini merupakan hal yang positif, karena sebagai trader kita memang harus senantiasa haus akan ilmu untuk meng-upgrade pengetahuan kita. Masalah yang Ibu Kartika hadapi sebenarnya klasik. Pada da- sarnya hampir semua sistem trading memiliki keunggulan dan kelemahan. Untuk mengantisipasinya, sebenarnya Ibu hanya perlu memilih salah satu yang paling cocok dengan karakter trading Ibu. Mana yang lebih sreg di hati Ibu, maka itulah sebenarnya pilihan Ibu. Namun ada satu hal yang penting, Bu Kartika. Cobalah sistem trading yang sudah Ibu pilih itu dalam demo account. Cobalah lakukan transaksi dengan sistem trading pilihan Ibu selama setidaknya dua hingga tiga bulan, sampai Ibu benar-benar bisa menghasilkan profit yang konsisten dengan menggunakan sis- tem tersebut. Nah, jika sudah bisa konsisten, tidak ada salahnya untuk segera memulai trading di real account. Mudah-mudahan bisa membantu. Salam profit. J Halo Bang Edu. Saya mau bertanya, mana yang lebih baik antara cut loss dengan locking? Sebab saya melihat jarang sekali trader melakukan cut loss namun banyak yang melakukan locking. Saya sendiri sekarang punya posisi locking di GBP/USD, buy 1 lot di 1.5990 dan sell 1 lot di 1.5950. Mohon pencerahannya. Trims. Hariadi, Semarang xxxxxxxxxxx@rocketmail.com Bang Edu menjawab: Halo Pak Hariadi. Sebenarnya jika dilihat dari equity, locking itu sama saja dengan cut loss. Bedanya, locking adalah cut loss yang tertunda. Tertun- da lho ya, bukan tiada. Artinya suatu saat nanti pasti akan tere- alisasi. Nanti coba Pak Hariadi perhatikan, ketika Pak Hariadi melakukan locking pada posisi yang Bapak sebutkan itu, yaitu minus $400, maka pada saat itu juga equity Pak Hariadi akan berkurang sejumlah $400. Jika tadinya Pak Hariadi memiliki $10,000 di Balance, maka Equity Pak Hariadi saat ini tentu ting- gal $9,600 (sebelum komisi). Perlu diingat bahwa ketika kita trading, besarnya modal yang kita punya itu bukan terletak pa- da Balance, melainkan pada Equity. Kalaupun nanti suatu saat Pak Hariadi membuang posisi sell yang di level 1.5950, ka- takanlah di level 1.5900, equity tidak akan bertambah, mes- kipun posisi sell tersebut hasilnya adalah plus $500, sebab jan- gan lupa bahwa masih ada posisi Buy yang terbuka di level 1.5990 dengan floating loss sebesar minus $900. Artinya tetap minus $400 kan Pak? J Nah, kondisi saat ini sebenarnya tidak berbeda ketika misalnya Pak Hariadi melakukan Buy di 1.5990 dan cut loss di level 1.5950. Akibat dari transaksi tersebut adalah sama-sama minus $400. Jadi, sudah terbukti bahwa locking itu sama saja dengan cut loss. Bahkan locking akan memberikan beban mental tambahan bagi kita. Semoga mencerahkan. Salam profit. J

×