KEBERHASILAN PENYEBARAN INOVASI
PERTANIAN BADAN LITBANG DALAM KONTEKS
   PEMBANGUNAN PERTANIAN WILAYAH


 PRIMA TANI LAHAN...
BALAI BESAR PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERTANIAN
           BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN
       ...
berbagai pihak dalam implementasi Prima Tani di Desa Semabi perlu kami sampaikan kinerja
keberhasilan penyebaran inovasi t...
Sosialisasi, advokasi dan sinkronisasi Prima Tani lahan kering Kab. Sekadau dilakukan
di tingkat Propinsi dan Kabupaten. K...
Penguatan kelompok tani padi, kelompok tani karet dan kelompok peternak melalui
   pertemuan kelompok tani secara berkala....
II.      KINERJA PENYEBARLUASAN INOVASI PERTANIAN
            2.1 Introduksi Inovasi Teknologi

Jenis Teknologi

       Je...
Berdasarkan    kajian   sumberdaya      lahan    yang    telah    dilakukan,   peningkatan
produktivitas lahan bisa dicapa...
Sumber Teknologi yang dikembangkan di Desa Semabi sebagian besar bersumber
dari inovasi teknologi yang berasal dari Badan ...
Forum pertemuan penyuluh pertanian pedesaan. Pertemuan ini bertujuan untuk
   menjalin komunikasi yang lebih efektif antar...
III.     KONTRIBUSI INOVASI PERTANIAN DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN WILAYAH
            3.1 Peningkatan Produksi dan Produkt...
perhektar atau sebesar 125 %. Peningkatan produksi padi perhektar dan peningkatan areal
tanam dalam satu tahun di Desa sem...
Dinamika kelembagaan Gapoktan Karya Maju di Desa Semabi semakin berkembang
mengikuti perkembangan situasi usahatani yang m...
Succes Story Transfer Prima Tani
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Succes Story Transfer Prima Tani

4,865 views

Published on

Published in: Technology
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
4,865
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
80
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Succes Story Transfer Prima Tani

  1. 1. KEBERHASILAN PENYEBARAN INOVASI PERTANIAN BADAN LITBANG DALAM KONTEKS PEMBANGUNAN PERTANIAN WILAYAH PRIMA TANI LAHAN KERING DATARAN RENDAH IKLIM BASAH DI KABUPATEN SEKADAU KALIMANTAN BARAT Oleh : L.M. Gufroni Ar. S.Pt., M.P. Ir. Khojin Supriyadi, M.P. Tytiek Kartinaty, S.P. Melia Puspitasari, S.P. BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN KALIMANTAN BARAT
  2. 2. BALAI BESAR PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERTANIAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN DEPARTEMEN PERTANIAN 2009 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Untuk mengatasi permasalahan kecepatan dan tingkat pemanfaatan inovasi Badan Litbang Pertanian yang melambat, Badan Litbang Pertanian melaksanakan Program Rintisan dan Akselerasi Pemasyarakatan Inovasi Teknologi Pertanian (Prima Tani), model diseminasi teknologi guna mempercepat penyampaian informasi dan inovasi yang dihasilkan. Prima Tani adalah wahana pengkajian partisipatif yang menempatkan Penelitian untuk Pembangunan (Research for Development), dimplementasikan dalam bentuk laboratorium agribisnis sebagai cikal bakal Agribisnis Industrial Pedesaan (AIP). Prima Tani bersinergi dengan konsep pengembangan Kawasan Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT), maka Prima Tani dilaksanakan di Desa Semabi kawasan KUAT Kabupaten Sekadau, sebagai bentuk dukungan Badan Litbang Pertanian. Kegiatan Prima Tani pada intinya adalah membangun Laboratorium Agribisnis, yaitu model percontohan Agribisnis Industrial Pedesaan (AIP) berbasis inovasi yang memadukan sistem inovasi teknologi dan kelembagaan pedesaan. Prima Tani di Desa Semabi diharapkan mendorong usahatani baik yang berbasis padi maupun karet. Pada usahatani berbasis padi, diharapkan produktivitas padi dan mutu beras meningkat, sedangkan keterpaduan dengan komoditas lainnya seperti sapi, ikan dan sayur-sayuran diharapkan dapat mendukung peningkatan pendapatan petani. Ruang lingkup Prima Tani di Desa Semabi meliputi sosialisasi, advokasi dan sinkronisasi, PRA dan Baseline Survei, Inovasi Kelembagaan dan Inovasi Teknologi Pertanian. Pelaksanaan kegiatan Prima Tani telah memberikan dampak perubahan yang positif dalam dinamika pembangunan pertanian di lokasi Desa Semabi, Kabupaten Sekadau. Penyelenggaraan kegiatan Prima Tani yang baru berlangsung sejak tahun 2007 hingga tahun 2009 telah memberikan dasar bagi pengembangan agribisnis berbasis padi di Desa Semabi. Meskipun demikian diperlukan tindak lanjut dan sinkronisasi pelaksanaan program pada masa mendatang agar dapat menciptakan Agro Industrial Pedesaan yang benar-benar optimal dan mandiri di Desa Semabi. Sebagai apresiasi atas kerja sama dan kerja keras
  3. 3. berbagai pihak dalam implementasi Prima Tani di Desa Semabi perlu kami sampaikan kinerja keberhasilan penyebaran inovasi teknologi pertanian yang telah dicapai. 1.2 Tujuan Tujuan keberhasilan penyebaran inovasi pertanian badan litbang dalam konteks pembangunan pertanian wilayah di lokasi Prima tani lahan kering dataran rendah iklim basah di Kabupaten Sekadau Kalimantan Barat secara umum merupakan implementasi dari tujuan umum Prima Tani. Tujuan utama Prima Tani adalah untuk mempercepat diseminasi dan adopsi teknologi inovatif terutama yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian, serta untuk memperoleh umpan balik mengenai karakteristik teknologi tepat guna spesifik pengguna dan lokasi. 1.3 Ruang Lingkup Program Rintisan dan Akselerasi Pemasyarakatan Inovasi Teknologi Pertanian (Prima Tani), adalah suatu model atau konsep baru diseminasi teknologi guna mempercepat penyampaian informasi dan inovasi yang dihasilkan. Kegiatan Prima Tani pada intinya adalah membangun Laboratorium Agribisnis, yaitu model percontohan Agribisnis Industrial Pedesaan (AIP) berbasis inovasi yang memadukan sistem inovasi teknologi dan kelembagaan pedesaan. Prima Tani LKDRIB Kabupaten Sekadau diharapkan mendorong usahatani baik yang berbasis padi maupun karet. Pada usahatani berbasis padi, diharapkan produktivitas padi dan mutu beras meningkat, sedangkan keterpaduan dengan komoditas lainnya seperti sapi, ikan dan sayur-sayuran diharapkan dapat mendukung peningkatan pendapatan petani. Untuk usahatani berbasis karet diharapkan dapat mendorong peningkatan pendapatan petani melalui perbaikan sistem usahatani mulai dari pemilihan bibit karet klon unggul, budidaya, penanganan panen dan pasca panen. Sementara itu keterpaduan dengan komoditas lainnya seperti pengembangan ternak ayam, babi, ikan serta produk pengolahan seperti gula aren dan dodol durian diharapkan akan meningkatkan pendapatan petani. Ruang lingkup kegiatan Prima Tani lahan kering di Kab. Sekadau sebagai berikut : A. Sosialisasi, advokasi dan sinkronisasi
  4. 4. Sosialisasi, advokasi dan sinkronisasi Prima Tani lahan kering Kab. Sekadau dilakukan di tingkat Propinsi dan Kabupaten. Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan dan mengadvokasikan program Prima Tani ke stakeholder dan instansi terkait untuk memperoleh dukungan dalam mensukseskan program Prima Tani serta menjalin kerja sama dengan instansi terkait. B. PRA dan Baseline Survey PRA Kegiatan PRA dilakukan untuk memahami secara komprehensif permasalahan di pedesaan melalui partisipasi aktif dari petani atau masyarakat di lokasi Prima Tani, sebagai dasar penyusunan rancang bangun laboratorium Lapangan Agribisnis(LLA) di Semabi dan dasar untuk membuat tahapan kegiatan inovasi teknologi dan kelembagaan selama 5 tahun. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan sekunder. Tahapan yang dilakukan dalam kegiatan PRA ini meliputi; 1) pemetaan lokasi, 2) Pembuatan peta transek, 3) pola curah, kalender musiman, pola tanam dan kegiatan harian petani, 4) Sejarah dan kecendrungan, 5) Diagram kelembagaan, 6) Identifikasi masalah dan peluang pengembangan agribisnis, 7) Identifikasi kebutuhan inovasi, 8) Analisis peluang Inovasi, 9) Klarifikasi masalah dan identifikasi ulang kebutuhan petani, 10) Analisis peluang kegagalan, 11) Analisis Finansial dan 12) Pemaparan Hasil PRA. BASELINE Survey Kegiatan Baseline Survey dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang kondisi awal desa Semabi sebelum dilaksanakan kegiatan Prima Tani sehingga dapat dijadikan acuan dasar dan sebagai pembanding setelah dilakukan kegiatan Prima Tani. Informasi yang dikumpulkan melalui baseline survey meliputi kinerja teknologi pada setiap kegiatan agribisnis, kinerja kelembagaan agriibisnis pada setiap bidang kegiatan agribisnis dan lembaga pendukung agribisnis, kinerja hasil pada setiap bidang kegiatan agribisnis, kinerja sistem agribisnis dan karakteristik rumah tangga petani dan sumber daya yang dimiliki. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan bantuan kuesioner. C. Inovasi Kelembagaan Inovasi kelembagaan yang akan dilakukan melalui kegiatan Prima Tani di Lahan Kering Kab. Sekadau diantaranya :
  5. 5. Penguatan kelompok tani padi, kelompok tani karet dan kelompok peternak melalui pertemuan kelompok tani secara berkala. Pembentukan dan pembinaan gapoktan. Membentuk Klinik Agribisnis yang berfungsi sebagai sumber informasi pertanian, lembaga percontohan inovasi pertanian bagi petani, tempat pelatihan bagi petani, lembaga konsultasi bagi petani dalam memecahkan berbagai masalah pertanian, serta sebagai layanan teknologi yang diperlukan petani. Forum pertemuan penyuluh pertanian pedesaan yang direncanakan dilaksanakan setiap bulan. Pertemuan ini bertujuan untuk menjalin komunikasi yang lebih efektif antara penyuluh dan petani, mendiskusikan permasalahan yang dihadapi petani dalam usahataninya dan untuk mendapatkan alternatif pemecahan masalah yang dihadapi oleh petani. Membentuk lembaga keuangan mikro (LKM) dalam bentuk Kelompok Usaha Mandiri (KUM) untuk memudahkan akses petani terhadap lembaga permodalan. D. Inovasi Pertanian Implementasi inovasi pertanian yang akan dilakukan melalui kegiatan Prima Tani di Lahan Kering Kab. Sekadau meliputi : Inovasi teknologi peningkatan produksi karet rakyat melalui sosialisasi dan koordinasi dengan instansi terkait, penyuluhan mengenai teknik budidaya, penyadapan, pengolahan hasil serta pemasaran hasil produksi. Inovasi teknologi budidaya padi melalui kegiatan PTT padi yang meliputi; penggunaan varietas unggul yang cocok untuk lokasi setempat, pengembalian sisa tanaman (jerami) dan pemberian pupuk kandang, pemupukan organik sesuai dengan rekomendasi, perbaikan tata air, pengendalian hama penyakit utama pada tanaman padi dan penanganan panen dan pasca panen secara tepat dengan introduksi alat mesin pertanian untuk meningkatkan mutu hasil beras. Inovasi teknologi pengembangan ternak sapi bali melalui integrasi tanaman dengan ternak, introduksi hijauan makanan ternak (HMT), formulasi pakan ternak induk dan ternak potong, perbaikan kandang dengan sistem kandang kelompok, teknologi pengendalian penyakit ternak, teknologi pembuatan biogas sederhana, serta pembuatan pupuk organik. Inovasi teknologi pemanfaatan lahan pekarangan melalui budidaya tanaman sayuran, budidaya ternak ayam buras dan pembuatan kolam ikan.
  6. 6. II. KINERJA PENYEBARLUASAN INOVASI PERTANIAN 2.1 Introduksi Inovasi Teknologi Jenis Teknologi Jenis teknologi yang diintroduksikan dalam pelaksanaan Prima Tani di LKDRIB Kabupaten sekadau sesuai dengan sumberdaya dan komoditas unggulan yang esksis di lokasi Prima Tani. Maka jenis teknologi yang diintroduksi mendukung pengembagan komoditas unggulan yaitu komoditas karet, padi dan ternak sapi. Teknologi inovasi unggulan Badan Litbang Pertanian yang diharapkan dapat diadopsi oleh petani antara lain : Teknologi PTT Padi, teknologi Integrasi Tanaman Ternak Sapi, Integrasi Tanaman dengan Ternak Ayam Buras, Integrasi Tanaman, Ternak dan Ikan, Teknologi Varietas dan Klon Unggul, Teknologi varietas sayuran unggul, Teknologi budidaya sayuran, Teknologi Budidaya Ternak Sapi, Teknologi Budidaya Ternak Ayam Buras, Teknologi Pengolahan Karet, Teknologi Pengolahan Pakan Ternak dan Ikan, Teknologi Perkawinan Ternak Sapi, Ayam Buras dan Ikan, Prototipe Alsintan, Peta Karakterisasi Lahan, Teknologi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit pada tanaman, ternak, ikan dan tanaman karet, Teknologi pengolahan hasil pertanian dan perkebunan, teknologi pengembangan kelembagaan pertanian (Gapoktan), dan pengembangan pemasaran hasil pertanian Inovasi teknologi peningkatan produksi karet rakyat melalui sosialisasi dan koordinasi dengan instansi terkait, penyuluhan mengenai teknik budidaya, penyadapan, pengolahan hasil serta pemasaran hasil produksi. Rekomendasi pemupukan untuk tanaman karet digolongkan pada tanaman yang belum menghasilkan dan tanaman yang sudah menghasilkan. Inovasi teknologi budidaya padi melalui kegiatan PTT padi yang meliputi; penggunaan varietas unggul yang cocok untuk lokasi setempat, pengembalian sisa tanaman (jerami) dan pemberian pupuk kandang, pemupukan organik sesuai dengan rekomendasi, perbaikan tata air, pengendalian hama penyakit utama pada tanaman padi dan penanganan panen dan pasca panen secara tepat dengan introduksi alat mesin pertanian untuk meningkatkan mutu hasil beras.
  7. 7. Berdasarkan kajian sumberdaya lahan yang telah dilakukan, peningkatan produktivitas lahan bisa dicapai dengan pemberian kebutuhan pupuk berimbang, penyusunan pola tanam yang tepat, jadwal tanam dengan mempertimbangkan resiko kegagalan panen akibat cekaman air, dan pemberian air irgasi. Usahatani dengan pola tanam: padi-padi-jagung, rekomendasi teknologi aplikatif yang disarankan adalah:  Rekomendasi pemupukan sebagai berikut : Kebutuhan Pupuk (Kg/ha) Padi Padi Jagung/Kedelai Urea SP-36 KCl Urea SP-36 KCl Urea SP-36 KCl 250- 100- 75- 250- 75- 125-75/ 125-150/ 50-75/ 300 125 1000 300 100-125 1000 25-50 75-100 50-75 Awal masa tanam optimum padi musim tanam I antara tanggal 1-10 Oktober. Awal masa tanam optimum padi musim tanam II antara tanggal 10-20 Februari. Awal masa tanam optimum jagung musim tanam III tanggal 20-30 Juni Untuk kegiatan Musim Tanam Gadu 2009 telah dilakukan introduksi varietas unggul yang merupakan salah satu komponen penerapan PTT Padi. Varietas yang diintroduksi adalah varietas Mekongga, varietas Mendawak dan varietas Indragiri. Ketiga varietas tersebut tergolong benih penjenis atau BS (Breeder Seed) dengan demikian diharapkan dapat menambah produktivitas lahan pertanian di Desa Semabi melalui keunggulan genetic yang dimiliki varietas unggul tersebut. Pemilihan varietas tersebut berdasarkan hasil uji coba pada tahun 2007 dan 2008 melalui partisipasi aktif petani setempat. Inovasi teknologi pengembangan ternak sapi bali melalui integrasi tanaman dengan ternak, introduksi hijauan makanan ternak (HMT), formulasi pakan ternak induk dan ternak potong, perbaikan kandang dengan sistem kandang kelompok, teknologi pengendalian penyakit ternak, teknologi pembuatan biogas sederhana, serta pembuatan pupuk organik. Inovasi teknologi pemanfaatan lahan pekarangan melalui budidaya tanaman sayuran, ternak ayam buras dan karamba jaring. Sumber Teknologi
  8. 8. Sumber Teknologi yang dikembangkan di Desa Semabi sebagian besar bersumber dari inovasi teknologi yang berasal dari Badan Litbang Pertanian. Inovasi teknologi tersebut seperti Teknologi PTT padi, terutama penggunaan varietas unggul yang terbukti sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penanaman padi. Teknologi pemupukan organik dengan M-Dec dan Orgadec berasal dari LRPI. Teknologi budidaya dan penanganan pascapanen karet dari Balit Karet. Pemilihan komponen teknologi umumnya juga berasal dari Badan Litbang Pertanian, seperti introduksi hijauan makanan ternak dan teknis Pemeliharaan Ternak sapi dari Balitnak. Dasar Pertimbangan Perumusan inovasi teknologi dan kelembagaan usaha agribisnis yang akan dikembangkan di lokasi Prima Tani, dilaksanakan pada saat pelaksanaan PRA dan dilanjutkan pada saat pertemuan Penajaman Rancang Bangun Laboratorium Agribisnis. Inovasi teknologi dan kelembagaan di Desa Semabi disusun berdasarkan identifikasi masalah pada masing-masing komoditas unggulan yaitu komoditas karet, padi dan ternak sapi bali. Penentuan komoditas unggulan dilaksanakan dengan melakukan determinasi komoditas utama dengan menggunakan data sekunder, hasil karakterisasi sumberdaya lahan dan berdasarkan hasil PRA. Berdasarkan analisis dapat disimpulkan bahwa komoditas unggulan di Desa Semabi adalah Komoditas Padi, Komoditas Karet, dan Ternak Sapi. Komoditas lain yang mendukung pengembangan dan terkait dengan komoditas unggulan tersebut adalah komoditas ternak ayam buras, sayuran dan ikan. Usaha lain yang dapat dikembangkan sebagai tambahan sumber pendapatan petani adalah pengolahan pascapanen dodol durian, gula aren dan pengolahan hasil buah-buahan lainnya. 2.2 Dinamika Pemberdayaan Kelembagaan Inovasi kelembagaan yang akan dilakukan melalui kegiatan Prima Tani di Lahan Kering Kab. Sekadau diantaranya : Penguatan kelompok tani padi, kelompok tani karet dan kelompok peternak melalui pertemuan kelompok tani secara berkala. Pembentukan dan pembinaan gapoktan. Membentuk Klinik Agribisnis yang berfungsi sebagai sumber informasi pertanian, lembaga percontohan inovasi pertanian bagi petani, tempat pelatihan bagi petani, lembaga konsultasi bagi petani dalam memecahkan berbagai masalah pertanian, serta sebagai layanan teknologi yang diperlukan petani.
  9. 9. Forum pertemuan penyuluh pertanian pedesaan. Pertemuan ini bertujuan untuk menjalin komunikasi yang lebih efektif antara penyuluh dan petani, mendiskusikan permasalahan yang dihadapi petani dalam usahataninya dan untuk mendapatkan alternatif pemecahan masalah yang dihadapi oleh petani. Membentuk lembaga keuangan mikro (LKM) dalam bentuk Kelompok Usaha Mandiri (KUM) sebagai dasar untuk membentuk badan hukum koperasi sehingga memudahkan akses petani terhadap lembaga permodalan. 2.3 Alur Penyebarluasan Inovasi Penyebaran inovasi teknologi di lokasi Prima Tani terjadi melalui struktur kelembagaan petani yang sudah ada maupun yang dibentuk melalui kegiatan Prima Tani. Struktur kelembagaan yang ada di Desa Semabi untuk mendukung pertanian meliputi kelompok tani, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Lembaga Keuangan Mikro (LKM), UPJA, Lembaga Pemasaran, Klinik Agribisnis dan petugas PPL di lokasi Prima Tani. Media yang digunakan untuk penyebaran inovasi teknologi pertanian meliputi media cetak seperti leaflet, buku cetakan, brosur, petunjuk teknis dan poster. Selain itu juga disediakan media elektronik seperti CD multimedia dan keping VCD. Penyebaran informasi juga dilakukan melalui pertemuan-pertemuan tatap muka dengan petani dan petugas di lapangan. Selain itu dampak percontohan inovasi teknologi dapat secara langsung menjadi sarana pembelajaran bagi petani dan menjadi sumber informasi yang penting di lokasi Laboratorium Lapangan Agribisnis.
  10. 10. III. KONTRIBUSI INOVASI PERTANIAN DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN WILAYAH 3.1 Peningkatan Produksi dan Produktivitas Pada awal palaksanaan Prima Tani, petani di Desa Semabi sebagian besar menanam padi dengan pola 1 kali setahun dengan menggunakan padi lokal. Setelah dikembagkan LLA di Desa Semabi, maka penduduk desa mulai merubah pola tanam menjadi 2 kali setahun. Terutama untuk masyarakat dengan etnis Dayak yang umumnya menanam varietas lokal sekali setahun, sekarang telah menanam 2 kali setahun dengan menggunakan varietas unggul. Pada musim gadu 2009 telah dilakukan penanaman padi oleh petani dengan menggunakan varietas unggul Ciherang, Mendawak dan Mekongga. Ketiga jenis bibit padi unggul ini merupakan komponen teknologi PTT padi yang diintroduksikan oleh Prima Tani Sekadau. Pada awalnya benih yang digunakan berasal dari pengembangan benih yang ditanam pada areal percontohan tanaman padi pada tahun 2008. Pilihan petani pada varietas Ciherang disebabkan petani pernah menanam dengan hasil yang memuaskan, mudah dijual dan sesuai selera petani. Varietas Mekongga dan Mendawak ditanam petani karena memiliki pertumbuhan seperti padi local yang sudah lama dikenali oleh petani. Selain itu hasil varietas mekongga dan mendawak di tingkat petani tanpa menggunakan pupuk dapat menghasilkan panen lebih dari 3 ton per hektar, sehingga memberikan harapan untuk dapat dijual ke kota oleh petani di lokasi Prima Tani. Selain itu varietas mendawak dan mekongga dirasakan lebih tahan serangan hama dan penyakit dibandingkan ciherang. Untuk musim gadu 2009 ini terjadi peningkatan areal tanam yang signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 20 – 30 hektar meningkat menjadi 105 hektar. Pada luasan areal tersebut ditanam varietas unggul ciherang, mendawak dan mekongga dengan proporsi masing-masing yang sebanding antar varietas (sekitar 33,33%). Dengan demikian selain peningkatan areal tanam pada musim gadu, juga terjadi peningkatan penggunaan benih unggul oleh petani di Desa Semabi. Peningkatan produksi padi sebagai akibat peningkatan areal tanam di tahun 2009 ini secara kualitatif ditunjukkan dengan rencana penduduk Desa Semabi untuk mengundang Bupati Kabupaten Sekadau untuk melaksanakan kegiatan panen raya di Desa Semabi. Produksi padi secara signifikan juga terjadi peningkatan, yaitu dari 1,5 – 2 ton per hektar menjadi 3 – 4,5 ton perhektar dengan penerapan PTT padi di Desa Semabi, Kabupaten Sekadau. Dengan demikian terjadi peningkatan produksi sebesar 2,5 ton
  11. 11. perhektar atau sebesar 125 %. Peningkatan produksi padi perhektar dan peningkatan areal tanam dalam satu tahun di Desa semabi secara langsung meningkatkan produktivitas lahan sawah petani di Desa Semabi. Pelaksanaan Prima Tani di Kabupaten Sekadau telah mendorong pengembangan usahatani di Desa Semabi melalui peningkatan produksi padi. Keadaan ini dibuktikan dengan adanya keinginan petani untuk membuat kios pemasaran hasil produksi mereka di Kota Sekadau. Petani telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti harapan petani tersebut. Untuk Pengembangan komoditas karet, terjadi perbaikan genetik karet rakyat dengan penggunaan klon karet unggul untuk mengganti karet lokal yang masih dipertahankan petani. Penggunaan klon karet unggul masih dalam masa pertumbuhan dan akan mulai berproduksi 3-4 tahun ke depan. Untuk saat ini produksi karet masih mengandalkan tanaman karet rakyat yang sudah tua. Diharapklan penggunaan klon unggul akan meningkatkan produksi karet di Desa Semabi. Untuk ternak sapi bali, teknologi pemeliharan ternak sapi melalui dukungan perkandangan ternak sapi, hijauan makanan ternak unggul, pemberian pakan tambahan dan supplemen pakan diharapkan dapat meningkatan efisiensi produksi ternak sapi di Desa Semabi. Kerja sama dengan Pemda Kabupaten Sekadau telah terjalin melalui penerapan rekomendasi yang dihasilkan pada penyusunan rancang bangun Prima tani Desa Semabi, seperti perbaikan saluran irigasi, pembuatan jalan usaha tani, pengadaan alat mesin pertanian dan sebagainya. 3.2 Pemberdayaan Kelembagaan Telah dibentuk Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang diberi nama Karya Maju. Gapoktan Karya Maju terdiri dari 4 kelompok tani yang meliputi Dusun Semabi, Dusun Tapang Sepati-Tapang Jaya dan Dusun Ensaguk. Akses pasar input, output, pengolahan, permodalan, alsintan sebelum adanya Prima Tani masih dilakukan secara perorangan, setelah dibentuk Gapoktan kegiatan agribisnis mulai dilaksanakan secara kolektif. Telah terbentuk lembaga penyedia saprodi sebagai langkah awal kegiatan Gapoktan di Desa Semabi. Telah dilaksanakan pembinaan gapoktan, meliputi penyuluhan tentang keorganisasian Gapoktan sesuai dengan pedoman umum, pembinaan pembukuan penjualan saprodi dan penyusunan RDKK.
  12. 12. Dinamika kelembagaan Gapoktan Karya Maju di Desa Semabi semakin berkembang mengikuti perkembangan situasi usahatani yang mulai berkembang. Perkembangan ini diindikasikan dengan pengembangan jumlah kelompok tani dari 4 kelompok menjadi 5 kelompok tani. Penambahan jumlah kelompok ini mengikuti dinamika perkembangan usaha petani di Desa Semabi. Kondisi ini menunjukkan peningkatan kapasitas usahatani di tingkat desa sehingga memerlukan dukungan kelembagaan yang lebih besar. Telah dilakukan pelatihan Lembaga Keuangan Mikro yang dilaksanakan oleh Dinas Perindagkop Kabupaten Sekadau bersama Tim Prima Tani Kabupaten Sekadau. Petani dibekali pemahaman dan pengetahuan tentang Lembaga Keuangan Mikro. Sekaligus telah berhasil disusun pengurus inti Lembaga Keuangan Mikro bernama “Semabi Mandiri” yang diharapkan dapat menunjang kebutuhan anggota Gapoktan untuk mendapatkan modal dalam berusahatani. Dinamika pekembangan produksi padi berdampak langsung terhadap struktur kelembagaan pertanian, seperti pada UPJA, pada tahun 2009 terjadi penambahan peralatan traktor di Desa Semabi sejumlah 5 unit untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan alsintan oleh petani. Keadaan ini menunjukkan dinamika perkembangan yang baik pada lembaga penyedia alat dan mesin pertanian dan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan di Desa Semabi. 3.3 Perbaikan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Berdasarkan distribusi kontribusi pendapatan petani responden di Desa Semabi, komoditas tanaman padi memberikan kontribusi yang terbesar dibandingkan komponen pendapatan lainnya. Pendapatan terbesar didapatkan dari tanaman padi yaitu sebesar 45 % , diikuti tanaman karet sebesar 36 % dan pendapatan lainnya sebesar 11 %. Pendapatan per kapita Desa Semabi pada tahun 2007 adalah Rp 3.099.082 sedangkan pada tahun 2009, hasil survei menunjukkan terjadi peningkatan menjadi Rp 4.226.126. Keadaan ini menunjukkan terjadi kontribusi positif kegiatan Prima Tani terhadap pendapatan perkapita penduduk di Desa Semabi setelah pelaksanaan Prima Tani. Kondisi perbaikan sosial ekonomi masyarakat ini masih dapat ditingkatkan dengan penerapan rancang bangun transfer Prima Tani oleh pihak Pemerintan Daerah pada tahun berikutnya. Dengan demikian kerja sama dan komitmen semua pihak untuk melanjutkan model Prima Tani di Desa Semabi Kabupaten Sekadau harus dilanjutkan.

×