Formulasi Rasum Ayam Kampung

42,522 views

Published on

Published in: Technology
2 Comments
8 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
42,522
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
142
Actions
Shares
0
Downloads
540
Comments
2
Likes
8
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Formulasi Rasum Ayam Kampung

  1. 1. TEKNIK PENYUSUNAN DAN PEMBERIAN besar maka peternakan tersebut harus benar-benar Menyusun ransum adalah kegiatan mencampur RANSUM AYAM KAMPUNG memperhatikan upaya mengefisienkan penggunaan input bahan-bahan pakan yang tersedia dengan perbandingan pakan, baik jumlah pakan maupun mutu dari pakan tertentu agar campuran tersebut dapat memenuhi Pemeliharaan ayam kampung secara tradisional tersebut, yang tentu saja akan memperbaiki pendapatan kebutuhan ayam kampung untuk berproduksi dengan baik. mengakibatkan pertumbuhan dan produksi telur ayam peternak. Metode yang banyak dilakukan orang untuk penyusunan kampung rendah, yaitu 30 - 60 butir telur / tahun. Untuk ransum ayam lokal diutamakan untuk ransum secara sederhana adalah dengan cara coba-coba. Pemeliharaan secara intensif telah berhasil memperbaiki memanfaatkan bahan pakan lokal yang harganya relatif Cara ini relatif mudah jika bahan pakan yang digunakan produktivitas ayam kampung, hingga 150 butir /ekor lebih murah, dan bahan baku pakan tertentu mudah tidak terlalu banyak jenisnya. /tahun, bahkan dengan seleksi dapat mencapai 170 - 239 diperoleh pada spesifik lokasi, tidak bersaing dengan butir /ekor /tahun. kebutuhan untuk konsumsi manusia serta merupakan hasil Contoh: Misalkan kita akan menyusun ransum Pada masa awal pertumbuhan ayam lambat, ikutan pertanian dan limbah industri. ayam kampung dimana kebutuhan gizinya terdiri dari kemudian berkembang cepat dan akhirnya perlahan lagi Alternatif bahan pakan lokal yang bisa diberikan protein 17 % dan energi 2600 kkal/kg,Ransum dibuat menjelang dewasa tubuh. Pertumbuhan anak ayam dan batasan maksimum (%) dalam ransum meliputi , sebanyak 100 kg. sampai dewasa dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu Dedak padi 30-40 %,Dedak gandum 30-40 %,Dedak jagung pakan, genetik, cara pameliharaan, lingkungan dan Kandungan Jumlah Sumbang 30-40 %,Jagung 100 %,Sorgum 60 %, Singkong 20 %, Protein (Kg) an penyakit. Hewan yang sedang tumbuh memerlukan pakan Bahan Kasar Protein Onggok 20 %,Sagu 20 %, Ampas tahu 15-20 %, Limbah yang lebih banyak mengandung protein dengan kualitas Menir/Beras sawit 10 %, Limbah sawit fermentasi 15-20 %, Kulit buah Pecah 10.20% 10 1.02 % yang baik, banyak mengandung gizi yang mudah dicerna kopi 10 %, Kulit biji coklat 5 %, Tepung kepala udang 20 %, Dedak Padi 11.35% 40 4.54 % serta cukup mineral Ca, P dan vitamin yang dibutuhkan. Tepung bulu ayam 5 %, Tepung bekicot 30 %, Tepung kulit Jagung 9.40% 15 1.41 % Perlu diketahui bahwa 4 minggu pertama masa hidup Bungkil pisang 5-10 %, Tepung daun 10 %, Limbah restoran 50 %, ayam menentukan perkembangan selanjutnya, kalau ayam Kopra/Kelapa 21.60% 5 1.08 % Limbah pabrik kecap 10 %, Limbah pabrik roti 20-30 %, telanjur di masa kritis tersebut tidak tumbuh optimal Tep Kep Udang 35.90% 10 3.59 % Limbah pabrik supermie 20-30 %, pakan ternak komersial Tepung Daun dipastikan pertumbuhan tidak optimal. Berikan yang Singkong 24.10% 5 1.20 % 100 %, dan lain sebagainya. Yang terpenting dalam terbaik sesuai kebutuhan ayam untuk tumbuh. Kalau Total 85 12.85 % menyusun atau memberikan ransum adalah kita tetap awalnya sudah ketinggalan, maka selanjutnya bakal terus memperhatikan kebutuhan nutrisi ayam kampung yaitu Kita sudah mempunyai 85 kg bahan makanan ketinggalan. protein kasar (PK) sebesar 17 % dan energi metabolis (EM) mengandung protein sejumlah 12,85 %. Campuran bahan Biaya pakan dalam usaha peternakan ayam masih sebesar 2600 Kkal/kg). makanan tersebut masih kekurangan protein sebanyak merupakan biaya produksi terbesar, dapat mencapai 70 % Gizi pakan Umur (Bulan) 17% - 12,85% = 4,15%. Kekurangan protein tersebut dari total biaya produksi. Oleh sebab itu, para peternak dituntut untuk mampu menyusun ransum yang ekonomis dipenuhi dari Tepung Ikan Rucah dan Tepung Keong Emas 0-4 4-7 >22(Dewasa) dan memenuhi kebutuhan nutrisi. Oleh karena itu agar sejumlah 15 kg. Untuk menentukan banyaknya Tepung Energi (kkal/kg) 2600 2400 2400-2600 usaha peternakan memperoleh keuntungan yang lebih Ikan Rucah dan Tepung Keong Emas, maka dibuat Protein kasar (%) 15-17 14 14 perhitungan Bujur Sangkar Pearson seperti berikut ini :
  2. 2. % Protein Porsi Berdasarkan susunan ransum diatas, maka Pada proses pembuatan pellet terdapat proses Bahan kandungan protein dan energi ransum sudah sesuai kondisioning dimana campuran bahan pakan dipanaskan Tepung Ikan Rucah = 22,65 31,2 dengan yang diinginkan. Untuk menyediakan sumber dengan air agar terjadi perlekatan antar partikel bahan 15 kalsium maka ditambahkan bahan yang mempunyai kadar penyusun sehingga penampakan pellet kompak, durasinya Tepung Keong Emas = 46,2 7,65 kapur yang tinggi seperti tepung kapur, tepung tulang, mantap, tekstur dan kekerasannya bagus. Kemudian Jumlah 38,85 tepung kulit kerang atau tepung kulit telur. Penambahan bahan ransum dicetak dalam bentuk pellet atau butiran zat kapur ini tidak merubah kandungan protein maupun dengan menggunakan mesin pembuat pellet. Pellet Keterangan: Angka 15 adalah jumlah Tepung Ikan energi dalam susunan ransum tersebut. Selain itu perlu diperuntukkan bagi pakan ayam berumur 21 hari ke atas, Rucah dan Tepung Keong Emas dalam ransum. Angka 31,2 juga ditambahkan campuran vitamin dan mineral-mineral sedangkan jenis butiran diperuntukkan sebagai pakan berasal dari 32,0 dikurangi 15 = 17,0. Angka 7,65 berasal mikro (Premix) yang banyak tersedia di toko-toko ayam berumur 1-21 hari dari 22,65 dikurangi 15 = 7,65. makanan ternak. Kebutuhan ransum ayam kampung yang berumur satu hari sampai empat bulan rata-rata pakan Pengeringan dilakukan selama 1-2 hari dengan Berdasarkan perhitungan tersebut, maka : yang dihabiskan mencapai 3.9 kg per ekor. menggunakan lemari oven dengan suhu 30-50 oC. Jumlah Tepung Ikan Rucah dalam ransum Alat-alat yang diperlukan dalam pembuatan Pengeringan dengan menggunakan sinar matahari cukup 1 = 17,0 /38,85 x 15 kg = 12,05 kg ransum adalah: Alat Penggiling dan Pengayak, Alat hari apabila intensitas sinar matahari cukup tinggi. Jumlah Tepung Keong Emas dalam ransum Penimbang dan Penakar, Alat Pengaduk dan Pencampur, = 7,65 /38,85 x 15 kg = 2,95 kg Alat Pemasak, Alat Pengering dan alat Penyimpan Untuk menjaga kualitas, pakan perlu dikemas secara baik. Caranya yaitu, pada bagian dalam Dengan demikian maka susunan bahan makanan Tahapan Pembuatan pakan jadi antara lain sebagai menggunakan pembungkus plastik polyethilen dan bagian untuk 100 kg ransum dapat dilihat pada tabel 3. berikut : bahan pakan yang belum halus seperti jagung, luar karung plastik. Tempat penyimpanan diusahakan daging keong emas, ikan rucah harus digiling terlebih bebas dari hama (serangga atau tikus) yakni dengan cara Tabel 3. Susunan Ransum Per 100 kg Bahan Makanan dahulu. Penggilingan dilakukan untuk memudahkan dalam disemprotkan disinfektan. Kondisi ruangan harus kering Jumlah Protein Energi Bahan (Kg) (%) (kkal/kg) pencampuran dan pembuatan pellet. dan tidak lembab. Menir/Beras Pecah 15 1.13 % 333.0 Dedak Padi 40 4.8 % 1154.8 Bahan yang siap diolah (bentuk butiran halus atau Oleh : L.M. Gufroni AR, S.Pt., M.P. Jagung 10 0.86 % 514.5 tepung) sebagai pakan jadi ditimbang sesuai takaran yang Bungkil Kopra/Kelapa 5 1.08 % 70.5 dibutuhkan. Pencampuran bahan dimulai dari bahan yang Tep Kep Udang 10 4.53 % 200.0 konsentrasinya paling sedikit hingga konsentrasi paling Tepung Daun banyak, lalu diaduk hingga merata. Pencampuran ini dapat Singkong 5 1.20 % - dilakukan dengan menggunakan sekop dan menggunakan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Tep Ikan Rucah 12 2.34 % 355.2 Provinsi Kalimantan Barat Bekicot 3 1.49 % - mesin pencampur (mixer) apabila volume bahan relative 2010 Total 100 16.95 % 2628.0 banyak.

×