Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

01 Darmadji=Bhn Seminar Di Pu Samarinda082006

594 views

Published on

Bahan Seminar Di PU Samarinda 082006

Published in: Education, Business, Technology
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

01 Darmadji=Bhn Seminar Di Pu Samarinda082006

  1. 1. Penyelenggaraan Jaringan Jalan Dilihat Dari Aspek Investasi Dan Ekonomi Wilayah/Provinsi. Disajikan Pada Seminar Teknik Dinas Pekerjaan Umum Dan Pemukiman Prasarana Wilayah Pemerintah Provinsi Kalimanatan Timur Di Samarinda 30 Agustus 206 Disajikan Oleh : Ir.Soedarmadji Koesno M.Eng.Sc. Mantan Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum Bidang Pengembangan Keahlian dan Tenaga Fungsional
  2. 2. Kompas, Kamis Tanggal 16 Februari 2006, Halaman 19. Infrastruktur Buruk Summitplast Hengkang Produsen plastik PT.Summitplast terpaksa menutup pabriknya dan membukukan rugi bersih pada tahun 2005 sebesar Rp.4.504 milyar akibat buruknya jalan disekitar dan menuju pabriknya yang di Legok Tangerang Banten. Truk-2 barang mentah dan barang jadi rata-rata terlambat sampai 3 – 4 jam, biaya pemeliharaan dan bahan bakar sangat tinggi, biaya penutupan pabrik sekitar 10 milyar rupiah, dan sekitar 5 milyar untuk pesangon atau PHK. Produknya di Tangerang merupakan 20 % dari total produksinya yang sekitar 40,000 ton/tahun. Diputuskan memindahkan pabriknya ke Kabupaten Bekasi, karena ada jaminan dari Pemda setempat akan menyediakan infrastruktur yang diperlukan. Selain Summitplast yang rencana pindah ke Kabupaten Bekasi ada 2 pabrik besar eletronik dengan alasan yang sama.
  3. 3. RUMUS DASAR DIDALAM TRANSPORTASI TURUNAN PERTAMA DARI PENDUDUK ADALAH KEBUTUHAN TURUNAN PERTAMA DARI KEBUTUHAN ADALAH TRANSPORT TURUNAN PERTAMA DARI TRANSPORT ADALAH JALAN
  4. 4. POSISI PEMBINAAN JARINGAN JALAN TERHADAP TUJUAN NASIONAL/PROV, PENGEMBANGAN SEKTOR-SEKTOR PEMBANGUNAN KHUSUSNYA SISTEM TRANSPOTASI NASIONAL/PROV, SERTA KAITAN DENGAN KETIGA MATRA DAN MODA, SERTA PERANAN DARI TATA RUANG NASIONAL, PROPINSI, KABUPATEN DAN KOTA
  5. 5. PENDUDUK Pertumbuhan Ekonomi 5.7 %/th Pertumbuhan Penduduk 1.4 %/th Jumlah penduduk 235 juta Th 2009 Dengan Income 10 00 US$/Capita Kebutuhan dengan Pola, Intensitas, jenis Ragam yang sesuai dengan Incomenya Merupakan tugas dan tanggung jawab dari seluruh sektor/sub sektor untuk menjabarkan/merumuskan untuk dapat menjawab/memenuhi tuntutan tersebut Perwujudan dalam bentuk Propenas/Repeta Nasional/Sektor/Sub Sektor sampai program Kebutuhan akan transport dari masing-masing sektor, Sub Sektor, Program misalnya untuk bahan mentah, tenaga kerja, pendidikan, pariwisata, pemasaran dll Kebutuhan Transport LAUT Kebutuhan Transport Darat Kebuduhan Transport Udara Moda K.A Moda Jln Raya Moda Ferry/Dll Kebutuhan Prasarana Jalan Kondisi/Kapasitas/Network Program Pembinaan Jaringan Jalan RTRWN RTRWP RTRWK/KM RTRWN RTRWP RTRWK/KM SISTRANAS Analisis Antar Sektor Analisis Antar Matra Analisis Antar Moda Diagram Kaitan antara Sektor, Transport, dan Jalan
  6. 6. BAGAIMANA SEBETULNYA URUTAN BAKU MANAJEMEN MAKRO PEMBINAAN JARINGAN JALAN SECARA UMUM DAN JABARAN TUJUAN SKALA NASIONAL/PROVINSI SAMPAI KE OUT PUT, OUT COME, IMPACT DARI JARINGAN JALAN
  7. 7. ALUR PIKIR DASAR MANAJEMEN PEMBINAAN JALAN <ul><li>Identifikasi jaringan </li></ul><ul><li>Keperluan jaringan </li></ul><ul><li>Penentuan jaringan </li></ul><ul><li>Fungsionalisasi jaringan </li></ul><ul><li>Klasifikasi jaringan </li></ul><ul><li>Kondisi jaringan </li></ul><ul><li>Aliran barang & jasa di jaringan </li></ul><ul><li>Program penanganan jaringan </li></ul><ul><li>Pendanaan program penanganan jaringan </li></ul><ul><li>Penanganan jaringan </li></ul><ul><li>Pengoperasian jaringan </li></ul><ul><li>Pemeliharaan jaringan </li></ul><ul><li>Out-Put Jaringan </li></ul><ul><li>Out-Come Jaringan </li></ul><ul><li>Impact Jaringan </li></ul><ul><li>Kinerja Jaringan </li></ul>Tujuan Skala Prov RTRWN RTRWP RTRWK/KOT . Sector/Sub.Sector Program/Pengemb . Akuntabilitas Pembinaan Jalan
  8. 8. Siklus Pelayanan Pemerintah Yang Seharusnya Di Bidang Prasaran Jalan Pemerintah (Birokrat/Aparat/Lembaga) RAKYAT (Masyarakat/Publik) PELAYANAN (Dibidang Jalan) Tax/Revenue/ Royalties/Others Government Expenditure
  9. 9. Ilustrasi Pelayanan Di Bidang Jalan Antara Jalan Non Tol dan Tol Pemerintah (Birokrat/Aparat/Lembaga) RAKYAT (Masyarakat/Publik) PELAYANAN (Dibidang Jalan) Tax/Revenue/ Royalties/Others Government Expenditure Jln Tol Non Tol PENGUSAHA JLN TOL Profit ke ? Jika Oleh Swasta Profit Kenegara Jika Oleh BUMN
  10. 10. Planning Policy Programing Budgeting Designing Land.Aqui. Construction O & M TOTAL SKALA MANAJEMEN PEMBINAAN INFRASTRUKTUR Rentang Baku Siklus Manajemen Penyelenggaraan Jaringan Jalan Perumusan Sasaran Perwujudan Sasaran Pembinaan (d/h), Penyelenggaraan Jalan O – O & I
  11. 11. Planning Policy Programing Budgeting Designing Land.Aqui. Construction O & M AGREGAT KUALITAS DARI SELURUH SIKLUS MANAJEMEN MENGHASILKAN SATU INDIKATOR KUALITAS PEMBINAAN JALAN Produk Produk Produk Produk Produk Produk Produk Produk Q Q Q Q Q Q Q Q Supporting Administrasi, Manajemen, Procurement ,SDM etc . Kualitas Q
  12. 12. Siklus Baku Penyelenggaraan Jaringan Jalan Yang Seharusnya Sehingga Kinerja Setiap Simpul Dapat Terukur Pre FS F.S FED CONSTRUCTION Phisical Out-Put O & M Out-Come & Impact
  13. 13. PENGERTIAN DASAR : EFISIENSI, EFEKTIFITAS DAN SUSTAINABLE OUT-PUT OUT-COME IMPACT INPUT EFISIENSI EFEKTIFITAS SUSTAINABLE
  14. 14. Produk Akhir Penyelenggaraan Jaringan Jalan Adalah Bukan Dari Single Actor. (Keterkaitan Antar Aktor Penyelenggara Jaringan Jalan Dalam Skala Provinsi) Current Asset RM:Km PM:Km Ting:Km Jbtn:m Kapasitas Jaringan (Dlm VCR) Skenario-2 Program Utk Mencapai Kinerja Tetentu Kondisi Jaringan (Dlm IRI:m/Km) Travel Time (Dlm hr/veh) Travel Speed (Dlm Km/Hr) DITLANTAS POLRI PROV . DINAS PERHUB (DINAS HUBDAR). Skenario Program POLRI utk Traffic Safety VOC Time Cost PROV. RUC Skenario Program Hubdar utk Transportation Effisiency Prov. No Of Accidents Provinsi. Accidents Cost DINAS BIMA ? Kinerja Tahun Sebelumnya (Tahun X-1) Rp. Tahun Ke X
  15. 15. 3 (Tiga) Urutan Utama Manajemen Makro Pembinaan Jalan <ul><li>Manajemen Jaringan Jalan (Road Network Development) </li></ul><ul><li>Manajemen Penanganan, Pengoperasian Dan Pemeliharaan Jaringan Jalan (Road Network Preservation) </li></ul><ul><li>Manajemen Evaluasi Kinerja Jaringan Jalan (Road Network Performance Evaluation) </li></ul>
  16. 16. Per Difinisi : Suatu jaringan jalan yang efektif dan efisien apabila kepadatan jaringan jalan di suatu wilayah tersebut dapat memberikan total Ton-Km dan Pass-Km yang minimum dan jaringan tersebut mampu untuk dibina oleh kemampuan pendanaan yang ada dari wilayah ybs dalam jangka panjang. Yang Paling Hulu dan Sangat Menentukan Kinerja-Kinerja Pembinaan Prasarana Jalan di Simpul Hilir sebetulnya adalah “KINERJA JARINGAN JALAN”
  17. 17. Perihal Penetapan Jaringan Jalan Dalam Suatu Wilayah (Road Network Requirement) Jaringan jalan yang efektif, efisien, dan rasional jika dapat memberikan Total Pass-Km dan Ton-Km yang paling minimum, dan jaringannya mampu dipelihara secara berkesinambungan oleh kemampuan pemerintah. Total Pass-Km,Ton-Km Road Network density. Road Preservation Cost Capacity setiap daerah (range) Road Network Preservation Cost Road Preservation Cost/ Total Pass-Km, Ton-Km
  18. 18. SEBAGAI CONTOH MENGENAI PEMILIHAN JARINGAN DAPAT DI ILUSTRASIKAN SBB 10 n 12 n 14 n 24 n 470 m 564 m 408 m 360 m 2.12 2.17 3.43 6.67 Koefisien Relatif Transport Cost per Pass/Ton-Km Volume Pergerakan Relatif (Ton/Pass-Km) Panjang Jaringan Relatif Pola Jaringan
  19. 19. BEGITU JARINGAN JALAN PADA SUATU WILAYAH TELAH DITETAPKAN SESUAI DENGAN PROSEDUR, STANDARD SESUAI ATURAN DAN PERUNDANGAN SERTA SUDAH MERUPAKAN SUATU JARINGAN YANG EFEKTIF DAN EFISIEN BERIKUT PEMBAGIAN TANGGUNG JAWAB PEMBINAANYA MAKA SELANJUTNYA PENANGANAN YANG BAGAIMANA YANG SEHARUSNYA KITA BERIKAN KEPADA SETIAP SEGMEN, RUAS BAHKAN JARINGAN TERSEBUT
  20. 20. KARENA ALASAN TERTENTU SUATU SEGMEN/RUAS JALAN PERNAH DIBIARKAN SEPERTI CONTOH BERIKUT (PERNAH TERJADI DI JAWA)
  21. 21. KARENA ALASAN TERTENTU PULA SUATU SEGMEN/RUAS JALAN DIBIARKAN SEPERTI CONTOH BERIKUT (PERNAH TERJADI DI SUMATRA)
  22. 22. PERTANYAAN Penanganan yang bagaimana yang harus diberikan kepada jaringan jalan dengan kondisi seperti tersebut ? Apakah semuanya dibuat menjadi seperti sbb :
  23. 23. APAKAH SEMUA SEGMEN/RUAS JALAN MAU DI BUAT SEMUANYA SEPERTI SBB
  24. 24. Model pelayanan publik untuk bidang jalan Road Network Quality Road Network Quality Biaya/Cost (RNIC) Public Cost (RUC) “ Garis Demand” “ Garis Supply” RUC = Road User Cost (Oleh pengguna jalan/masyarakat) RNIC=Road Network Infrastructure Cost (Oleh penyedia/Gov.) Idealnya atau Seharusnya Adalah Beban Pemerintah (RNIC) = Beban Masyarakat (RUC)
  25. 25. Objective function dari Pelayanan Jalan adalah : Harus menghasilkan “Total Transport Cost Minimum” Total Transport Cost RNIC (Road Network Infrastructure Cost ) RUC (Road User Cost) + = (Ini Harus Minimum) Optimum RNIQ (Road Network Infrastructure Quality) Minimum TTCOST Total Transport Cost Road Network Quality RNIC/RUC Titik Ini Yg Selalu Harus Dicari Oleh Pembina jalan RNIC RUC
  26. 26. Optimum Road Quality Titik Ini Yg Selalu Harus Dicari Oleh Pembina jalan RIC (Supply) RUC (Demand) Model pelayanan di bidang jaringan jalan Dilihat dari supply,demand,revenue Besaran RUC/RIC/Revenue Maximum Revenue Garis Revenue Minimum Tr.Cost Road Quality Minimum Transport Cost
  27. 27. Hakekat/Dasar Penanganan Untuk setiap ruas/segment/jaringan jalan tegantung vol.LL ( Dalam suatu wilayah/negara dengan kapasitas ekonomi tertentu .) <300 V/day 300-3000 V/day 3000-10000 V/day 10000-20000 V/day >20000 V/day RUC/RNPC Road Quality Q 1 Q 2 Q 3 Q 4 Q 5 Road Network Preservation Cost
  28. 28. KEADAAN SEBALIKNYA YAITU UNTUK SUATU VOLUME LL TERTENTU (MIS 500-1000 VEH/DAY) KUALITAS YANG DIBERIKAN BERBEDA SESUAI DENGAN TINGKAT EKONOMI PENGGUNA JALAN YANG DILAYANI <300 US$/Kap/Th 300-600 US$/Kap/Th 600-1000 US$/Kap/Th 1000-1500 US$/Kap/Th >1500 US$/Kap/Th RUC/RNPC Road Quality Q 1 Q 2 Q 3 Q 4 Q 5 Road Network Preservation Cost
  29. 29. SEBAGAI ILUSTRASI KUALITAS JALAN UNTUK SUATU VOLUME LL TERTENTU (MIS 500-1000 VEH/DAY) UNTUK BEBERAPA NEGARA DENGAN KAPASITAS EKONOMI YANG BERBEDA (CONTOH) <300 US$/Kap/Th ( Nepal ) 300-600 US$/Kap/Th ( Kamboja ) 600-1000 US$/Kap/Th( Indonesia ) 1000-1500 US$/Kap/Th ( Thailand ) >1500 US$/Kap/Th ( Malaysia) RUC/RNPC Road Quality Q 1 Q 2 Q 3 Q 4 Q 5 Road Network Preservation Cost
  30. 30. Batasan-2 Penanganan Segmen Jalan Berdasarkan Kelayakan Ekonomi Berdasarkan Mid Life AADT (Classification of Treatment Type and Code Ex-IRMS) AADT (Kend/Hr) IRI (m/Km) Lebar Perk (Meter) Lebar Bahu (Meter) 1000 3000 8000 10,000 Daerah Mantap Sedang >20,000 12 10 8.0 6.0 4.0 3.5 3.0 2.5 4.5 6.0 7.0 2x7.0 1.0 1.5 2.0 2.0 Daerah Mantap Sempurna Daerah Tidak Mantap IRI (m/Km) IRI (m/Km) Lebar Perk/Bahu (Dlm meter)
  31. 31. Batasan-2 Penanganan Segmen Jalan Berdasarkan Kelayakan Ekonomi Berdasarkan Base Year AADT dgn Traffic Growth 7 %/Thn (Classification of Treatment Type and Code Ex-IRMS) AADT (Kend/Hr) IRI (m/Km) Lebar Perk (Meter) Lebar Bahu (Meter) 700 2140 4650 5700 Daerah Mantap Sedang >14,260 12 10 8.0 6.0 4.0 3.5 3.0 2.5 4.5 6.0 7.0 2x7.0 1.0 1.5 2.0 2.0 Daerah Mantap Sempurna Daerah Tidak Mantap IRI (m/Km) IRI (m/Km) Lebar Perk/Bahu (Dlm meter)
  32. 32. Batasan-2 Penanganan Segmen Jalan Berdasarkan Kelayakan Ekonomi Berdasarkan Base Year AADT dgn Traffic Growth 6 %/Thn (Classification of Treatment Type and Code Ex-IRMS) AADT (Kend/Hr) IRI (m/Km) Lebar Perk (Meter) Lebar Bahu (Meter) 750 2250 4800 6000 Daerah Mantap Sedang >14,260 12 10 8.0 6.0 4.0 3.5 3.0 2.5 4.5 6.0 7.0 2x7.0 1.0 1.5 2.0 2.0 Daerah Mantap Sempurna Daerah Tidak Mantap IRI (m/Km) IRI (m/Km) Lebar Perk/Bahu (Dlm meter)
  33. 33. PENANGANAN APAPUN TERHADAP SUATU SEGMEN ATAU RUAS JALAN ADALAH SUATU INVESTASI , MAKA ITU ANALISA KELAYAKAN EKONOMI ADALAH MERUPAKAN SUATU KEHARUSAN (WALAUPUN TETAP ADA PERKECUALIAN) <ul><li>UKURAN STANDARD KELAYAKAN INVESTASI : </li></ul><ul><li>NET PRESENT VALUE HARUS POSITIF </li></ul><ul><li>BENEFIT COST RATIO > 1.0 </li></ul><ul><li>ECONOMIC INTERNAL RATE OF RETURN > 15 % </li></ul><ul><li>INCREMENTAL NPV HARUS TERTINGGI </li></ul>
  34. 34. ALTERNATIF 3 JENIS PENANGANAN JALAN (RM, PM DAN TING) VS TAHUN KE BERAPA DILAKUKAN PENANGANAN UNTUK MENGHASILKAN INPV TERTINGGI ( ADA 23 ALTERNATIF ) SETIAP ALTERNATIF : PROJECT LIFE CIRCLE COST ANALYSISNYA ADALAH DIAMBIL SELAMA 30 TAHUN 11 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 TING. 11 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 PM 1 HANYA ADA SATU ALTERNATIF RM Jjml ALT. TAHUN PENANGANAN YANG DIPILIH JENIS PENANG .
  35. 35. DARI MANA ANGKA 30 TAHUN TERSEBUT? Pertama : 10 Th = Periode umumnya yang dipergunakan didalam design life dari struktur perkerasan. 20 Th = Secara Internasional Periode Analisa Ekonomi yang dipergunakan didalam analisa proyek jalan. Untuk lebih mencerminkan didalam analisa IRMS dipergunakan angka 30 tahun. Kedua : 0 – 10 Th = Periode design life dari struktur 11 – 20 Th = Periode Residual Structure Ditambah 10 Th sebagai Periode Economic Life Cycle Cost Analysis
  36. 36. Prinsip Pemilihan Prioritas Berdasarkan Type Penanganan, Tahun Penanganan serta Memberikan Nilai Ekonomi Tertinggi (INPV) INPV Treatment Year ( 11 Tahun) Treatment Type
  37. 37. Kondisi Jaringan Jalan Berdasarkan Data Terakhir Yang Ada (2002) 39 9 33 19 266,863 Total 0 4 87 9 25,518 Kota 53 10 30 7 174,746 Kabupaten 4 7 33 56 39,746 Propinsi 2 2 30 66 26,853 Nasional R.Berat (%) R.Ringan (%) Sedang (%) Baik (%) Panjang (Km) Status Jalan
  38. 38. SEKEDAR GAMBARAN APA YANG SAAT INI TERJADI PADA JARINGAN JALAN NAS+PROP DI INDONESIA (DIHITUNG DENGAN DATA HASIL SURVAI TH 2002 DAN HARGA 2001) SUMATRA JAWA PULAU LAIN INDONESIA 478.54 (31%) 721.93 (47%) 345.82 (22%) 1,546.28 BERAPA NILAI UANG MENGUAP DI JARINGAN N & P DALAM BENTUK RUC DALAM MILYAR RUPIAH PERHARI 51.83 58.71 201.18 59.70 141.48 5.52 Indonesia 52.41 59.09 48.37 (24%) 10.91 37.46 6.39 P.Lain 52.11 57.69 96.90 (48%) 27.51 69.39 3.86 Jawa 51.04 60.38 55.91 (28%) 21.28 34.63 4.13 Sumatra K.Berat K.Ringan Total K.Berat K.Ringan Kec. T. Rata2 (km/jam) Jumlah Juta Vehicle-Km/Per Hari Nilai IRI Rata-Rata m/km Pulau dan Indonesia
  39. 39. Dengan Kondisi Jaringan N, P dan Strategis Nas. Seperti Itu Dengan Volume LL Hasil Survai 2002 Dengan Harga 2001 Telah Terjadi Uang Menguap Dalam Jaringan Dalam Bentuk RUC sbb : (Di Wilayah KTI Dan KBI Dibandingkan Indonesia) 33,746.74 Km (47.61 %) 37,140.67 Km (52.39 %) 70,887.41 Km (100 %) Panjang Jaringan 196.71 30.95 722.48 94.40 919.19 125.35 Jaringan Jln.Nas 345.82 (22.36) 48.37 (24.04) 1,200.46 (77.64) 152.81 (75.96) 1,546.28 (100%) 201.18 (100%) Total 21.86 3.00 155.09 20.14 176.95 23.14 Strategis Nas. 127.25 14.42 322.89 38.27 450.14 52.69 Jaringan Jln.Prop RUC (Milyar/Hr V-Km (Juta/hr) RUC (Milyar/Hr V-Km (Juta/hr) RUC (Milyar/Hr V-Km (Juta/hr) Wilayah KTI Wilayah KBI Indonesia Status Jalan
  40. 40. Dua Skenario Pembinaan Jaringan Jalan Dan Keperluan Pendanaan Selama 5 Tahun (Trilyun Rupiah Harga 2002) 15.34 2.89 2.59 2.75 3.26 3.85 N Saja 58.94 11.62 11.82 11.89 11.73 11.88 N,P,K, Kot 2. Skenario mempertahankan kondisi agar jaringan tetap berfungsi baik 19.54 2.15 2.82 2.44 2.67 9.46 N Saja 98.47 9.66 16.30 22.28 10.05 40.18 N,P,K, Kot 1. Skenario menuju kondisi ideal sesuai dengan standard pelayanan Total TA 2006 TA 2005 TA 2004 TA 2003 TA 2002 Status Jln
  41. 41. BERDASARKAN DATA HASIL EVALUASI TERHADAP PENYELENGGARAAN JARINGAN JALAN SECARA NASIONAL, UNTUK PROVINSI DAN PULAU KALIMANTAN DAPAT DIBERIKAN BEBERAPA INDIKATOR SEBAGAI BERIKUT
  42. 42. Indikator Pembinaan Jaringan Jalan Nas.+Prov. di Prov. & Pulau Kalimantan Berdasarkan Data Th 2002 Dengan Based Price Th 2001 7569.75 7315.15 6327.44 6932.40 9665.53 7464.18 Av.RUC/Veh (Rp/V-Km) 1347.69 97.84 27.52 25.46 21.53 23.33 Total RUC (Mil/day) 152.28 8.86 2.62 2.49 1.51 2.24 Total T.Cost (Mil/day) 1195.41 88.98 24.90 22.97 20.02 21.09 Total VOC (Mil/day) 51.82 52.54 52.55 52.76 50.49 53.95 Av.Speed H.V (Km/jm) 55.36 59.1 60.14 60.32 58.80 57.07 Av.Speed L.V (Km/jm) 178.04 13.38 4.35 3.67 2.23 3.12 Total Veh-Km (Juta/hr) 2972 1505 2427 1779 955 1158 AADT Rata2 (Veh/day) 0.113 0.069 0.124 0.081 0.042 0.048 VCR Rata2 (Vol/Cap) 6.02 6.74 4.59 6.80 7.84 7.18 IRI Rata2 (m/km) 5.22 5.19 4.80 5.75 5.44 4.80 Lebar Perk.Rata2 (m) 59906.043 8887.406 1791.504 2064.152 2333.217 2698.533 Panjang (Km) KALSEL KALTIM KALTENG KALBAR Indikator Indonesia P u l a u Kalimantan Indikator Per Provinsi Unsur-2 Yg Dievaluasi
  43. 43. Indikator Pembinaan Jaringan Jalan Nasional di Prov. & Pulau Kalimantan Berdasarkan Data Th 2002 Dengan Based Price Th 2001 7117.44 7041.57 6036.45 7019.58 9064.29 7103.62 Av.RUC/Veh (Rp/V-Km) 892.17 75.27 20.60 19.81 14.87 19.98 Total RUC (Mil/day) 112.00 7.19 2.06 1.98 1.13 2.02 Total T.Cost (Mil/day) 780.17 68.08 18.54 17.83 13.74 17.97 Total VOC (Mil/day) 52.02 53.09 53.01 52.97 51.47 54.33 Av.Speed H.V (Km/jm) 54.66 60.11 60.86 61.70 59.94 57.28 Av.Speed L.V (Km/jm) 125.35 10.69 3.41 2.82 1.64 2.81 Total Veh-Km (Juta/hr) 5076 2116 3632 1991 974 2782 AADT Rata2 (Veh/day) 0.169 0.088 0.155 0.090 0.039 0.106 VCR Rata2 (Vol/Cap) 4.35 6.06 3.09 6.42 7.61 5.73 IRI Rata2 (m/km) 5.91 5.62 5.04 5.83 5.79 5.56 Lebar Perk.Rata2 (m) 24694.768 5051.770 939.740 1417.240 1683.679 1011.111 Panjang (Km) KALSEL KALTIM KALTENG KALBAR Indikator Indonesia P u l a u Kalimantan Indikator Per Provinsi Unsur-2 Yg Dievaluasi
  44. 44. Indikator Pembinaan Jaringan Jalan Provinsi di Prov. & Pulau Kalimantan Berdasarkan Data Th 2002 Dengan Based Price Th 2001 8645.90 8404.03 7389.40 6643.38 11346.16 10714.02 Av.RUC/Veh (Rp/V-Km) 455.52 22.57 6.91 5.65 6.66 3.34 Total RUC (Mil/day) 40.28 1.67 0.56 0.52 0.38 0.22 Total T.Cost (Mil/day) 415.24 20.90 6.35 5.14 6.28 3.12 Total VOC (Mil/day) 51.11 49.01 50.23 51.59 45.91 48.92 Av.Speed H.V (Km/jm) 56.97 56.34 57.62 55.62 56.02 55.56 Av.Speed L.V (Km/jm) 52.69 2.69 0.94 0.85 0.59 0.31 Total Veh-Km (Juta/hr) 1496 700 1098 1316 904 185 AADT Rata2 (Veh/day) 0.073 0.045 0.091 0.063 0.049 0.012 VCR Rata2 (Vol/Cap) 7.19 7.64 6.25 7.64 8.43 8.04 IRI Rata2 (m/km) 4.74 4.63 4.53 5.56 4.54 4.35 Lebar Perk.Rata2 (m) 35211.275 3835.636 851.764 646.912 649.538 1687.422 Panjang (Km) KALSEL KALTIM KALTENG KALBAR Indikator Indonesia P u l a u Kalimantan Indikator Per Provinsi Unsur-2 Yg Dievaluasi
  45. 45. IMPLIKASI-IMPLIKASI YANG AKAN TERJADI JIKA KITA SALAH MENGAMBIL KEBIJAKAN DALAM PEMBINAAN JALAN MISALNYA SAAT INI ADA TENDENSI PERMINTAAN PENANGANAN JALAN YANG LEBIH BERDASARKAN ALASAN POLITIK DAN ALASAN NON EKONOMI LAINNYA
  46. 46. Ilustrasi Terjadinya In Efisiensi Investasi Di Bidang Jalan Akibat Penanganan Terlalu Dini Atau Telat RIC RUC Transport Cost PENANGANAN SEGMEN/RUAS YANG TELAT PENANGANAN SEGMEN/RUAS YANG TEPAT WAKTU PENANGANAN SEGMEN/RUAS YANG TERLALU DINI = Beban Pemerintah = Beban Publik RUC/RIC. Road Quality
  47. 47. Ilustrasi Terjadinya In Efisiensi Investasi Di Bidang Jalan Akibat Penanganan Yang Low atau Over Quality RIC RUC Transport Cost PENANGANAN SEGMEN/RUAS YANG LOW Q. PENANGANAN SEGMEN/RUAS YANG TEPAT QUALITY. PENANGANAN SEGMEN/RUAS YANG OVER QUALITY = Beban Pemerintah = Beban Publik RUC/RIC. Road Quality
  48. 48. Ilustrasi Terjadinya In Efisiensi Investasi Di Bidang Jalan Akibat Kebijakan Alokasi Yang Sama Untuk KTI dan KBI RIC RUC Transport Cost KONDISI YG TERJADI DI DAERAH KBI (LESS INVEST) KONDISI INVEST. YG SEHARUSNYA UNTUK KEDUA WILAYAH KONDISI YG TERJADI DI DAERAH KTI (OVER INVEST.) = Beban Pemerintah = Beban Publik RUC/RIC. Road Quality
  49. 49. Ilustrasi Terjadinya In Efisiensi Investasi Di Bidang Jalan Akibat Adanya Praktek Mark Up RIC Non Mark Up RUC Transport Cost Non Mark Up = Beban Pemerintah = Beban Publik RUC/RIC. Road Quality Road Quality RIC With Mark Up Transport Cost With Mark Up Revenue Dari Mana Untuk Mengembalikan Investasi Ini?
  50. 50. PERKEMBANGAN STRATEGIC POLICY ISSUES IBRD TERKAIT DENGAN BIDANG TRANSPORTATION DEVELOPMENT Clean and Safety 2007 - 2015 HIV and Endemic Mitigation 2000 – 2007 Environmental Sustainable 1990 – 2000 Economic Sustainable 1980 – 1990 Effisien and Effective 1970 – 1980 Policy Issues Periode
  51. 51. Terima Kasih Atas Perhatiannya Semoga Ada Manfaatnya

×