Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
PROPOSISI <ul><li>Arti Proposisi: </li></ul><ul><li>Proposi adalah ekspresi verbal dari putusan yang berisi pengakuan atau...
KLASIFIKASI PROPOSISI <ul><li>1.  Proposisi kategoris  adalah proposisi yang sifat  pengakuan atau pengingkaran tidak dise...
<ul><li>Klasifikasi proposisi kategoris </li></ul><ul><li>Berdasarkan jenis kata pada term subyek dan predikat. </li></ul>...
<ul><li>2. Berdasarkan kuantitasnya. </li></ul><ul><li>(a). Proposisi singular </li></ul><ul><li>(b). Proposisi partikular...
4. Berdasarkan kuantitas dan kualitasnya <ul><li>(a). Proposisi universal afirmatif.  A </li></ul><ul><li>(b). Proposisi P...
Keterangan <ul><li>Huruf A dan I, diambil dari kata  affirmo/affirmare,  berarti saya mengakui/mengiyakan. </li></ul><ul><...
PROPOSISI <ul><li>Proposisi adalah pernyataan dalam bentuk  </li></ul><ul><li>kalimat yang dapat dinilai benar dan salahny...
PROPOSISI <ul><li>Proposisi menurut bentuknya dibedakan menjadi 3 macam, yaitu : </li></ul><ul><li>(1) Proposisi Kategorik...
PROPOSISI <ul><li>Proposisi kategorik yang paling sederhana terdiri </li></ul><ul><li>dari : satu term subyek, satu term p...
PROPOSISI <ul><li>Contoh : </li></ul><ul><li>- Sebagian  manusia  adalah  mahasiswa </li></ul><ul><li>(1) Quantifier  (2) ...
PROPOSISI <ul><li>Dari kombinasi  kuantitas  dan  kualitas  proposisi, maka kita mengenal 6 macam proposisi, yaitu : </li>...
PROPOSISI <ul><li>4 . Universal negatif, contoh : Semua kucing  </li></ul><ul><li>bukan burung </li></ul><ul><li>5. Partik...
PROPOSISI <ul><li>Dengan pembahasan di atas, maka kita mengenal </li></ul><ul><li>lambang permasalahan dan rumus proposisi...
PROPOSISI <ul><li>Dalam menentukan apakah suatu proposisi itu positif atau negatif, kita tidak boleh semata-mata berdasark...
PROPOSISI <ul><li>Perhatikan proposisi-proposisi berikut ini : </li></ul><ul><li>Semua yang  tidak  rajin bekerja mendapat...
PROPOSISI   <ul><li>(2)  Proposisi Hipotetik  </li></ul><ul><li>Proposisi hipotetik adalah proposisi yang mengandung </li>...
PROPOSISI <ul><li>Contoh : </li></ul><ul><li>Jika permintaan bertambah, maka harga akan naik. </li></ul><ul><li>Proposisi ...
PROPOSISI <ul><li>Bila A adalah B, maka C adalah D. </li></ul><ul><li>Contoh : - Bila hujan turun, maka saya naik becak. <...
PROPOSISI <ul><li>( 3)  Proposisi Disyungtif  </li></ul><ul><li>Proposisi disyungtif adalah proposisi yang  </li></ul><ul>...
PROPOSISI <ul><li>Contoh : </li></ul><ul><li>- Budi ada di rumah atau di sekolah. </li></ul><ul><li>- Jika bukan Budi yang...
PROPOSISI <ul><li>Contoh : </li></ul><ul><li>- Budi berbaju putih atau non putih. </li></ul><ul><li>- Agus berbahasa Arab ...
PROPOSISI <ul><li>Contoh : </li></ul><ul><li>Budi di toko atau di rumah. </li></ul><ul><li>Budi berbaju hitam atau berbaju...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Proposisi

43,795 views

Published on

Published in: Technology, Economy & Finance
  • Be the first to comment

Proposisi

  1. 1. PROPOSISI <ul><li>Arti Proposisi: </li></ul><ul><li>Proposi adalah ekspresi verbal dari putusan yang berisi pengakuan atau pengingkaran sesuatu (predikat) terhadap sesuatu yang lain (subyek) yang dapat dinilai benar atau salah. </li></ul><ul><li>Unsur-unsur Proposisi. </li></ul><ul><li>Term subyek </li></ul><ul><li>Term predikat </li></ul><ul><li>Kopula </li></ul>
  2. 2. KLASIFIKASI PROPOSISI <ul><li>1. Proposisi kategoris adalah proposisi yang sifat pengakuan atau pengingkaran tidak disertai dengan syarat. </li></ul><ul><li>2. Proposisi Hipotetis adalah proposisi yang sifat pengakuan atau pengingkarannya selalu disertai dengan syarat </li></ul>
  3. 3. <ul><li>Klasifikasi proposisi kategoris </li></ul><ul><li>Berdasarkan jenis kata pada term subyek dan predikat. </li></ul><ul><li>(a). Proposisi kategoris standar. </li></ul><ul><li>(b). Proposisi kategoris tidak standar </li></ul>
  4. 4. <ul><li>2. Berdasarkan kuantitasnya. </li></ul><ul><li>(a). Proposisi singular </li></ul><ul><li>(b). Proposisi partikular </li></ul><ul><li>(c). Proposisi universal </li></ul><ul><li>3. Berdasarkan kualitasnya. </li></ul><ul><li>(a). Proposisi afirmatif </li></ul><ul><li>(b). Proposisi negatif </li></ul>
  5. 5. 4. Berdasarkan kuantitas dan kualitasnya <ul><li>(a). Proposisi universal afirmatif. A </li></ul><ul><li>(b). Proposisi Partikular afirmatif. I </li></ul><ul><li>(c). Proposisi singular afirmatif. A </li></ul><ul><li>(d). Proposisi universal negatif. E </li></ul><ul><li>(e). Proposisi partikular negatif. O </li></ul><ul><li>(f). Proposisi singular negatif. E </li></ul>
  6. 6. Keterangan <ul><li>Huruf A dan I, diambil dari kata affirmo/affirmare, berarti saya mengakui/mengiyakan. </li></ul><ul><li>Huruf O dan E, diambil dari kata Nego/negare, berarti saya menyangkal </li></ul>
  7. 7. PROPOSISI <ul><li>Proposisi adalah pernyataan dalam bentuk </li></ul><ul><li>kalimat yang dapat dinilai benar dan salahnya. </li></ul><ul><li>Contoh : - Besi bila dipanaskan memuai </li></ul><ul><li>- Bung Tomo adalah pahlawan </li></ul><ul><li>Semua pernyataan pikiran yang mengungkapkan </li></ul><ul><li>keinginan dan kehendak serta tidak dapat dinilai </li></ul><ul><li>benar dan salahnya, bukanlah proposisi. </li></ul><ul><li>Contoh : - Ambilkan aku segelas air </li></ul><ul><li>- Semoga Tuhan selalu melindungimu </li></ul>Hal. 1/16
  8. 8. PROPOSISI <ul><li>Proposisi menurut bentuknya dibedakan menjadi 3 macam, yaitu : </li></ul><ul><li>(1) Proposisi Kategorik </li></ul><ul><li>Proposisi kategorik adalah proposisi yang </li></ul><ul><li>mengandung pernyataan tanpa adanya </li></ul><ul><li>syarat. </li></ul><ul><li>Contoh : - Budi sedang sakit </li></ul><ul><li>- Anak-anak yang tinggal di </li></ul><ul><li>asrama adalah mahasiswa </li></ul>Hal. 2/16
  9. 9. PROPOSISI <ul><li>Proposisi kategorik yang paling sederhana terdiri </li></ul><ul><li>dari : satu term subyek, satu term predikat, satu </li></ul><ul><li>kopula dan satu quantifier. </li></ul><ul><li>Subyek adalah term yang menjadi pokok pembicaraan. </li></ul><ul><li>Predikat adalah term yang menerangkan subyek. </li></ul><ul><li>Kopula adalah kata yang menyatakan hubungan </li></ul><ul><li>antara term subyek dan term predikat. </li></ul><ul><li>Quantifier adalah kata yang menunjukkan banyak- </li></ul><ul><li>nya satuan yang diikat oleh term subyek. </li></ul>Hal. 3/16
  10. 10. PROPOSISI <ul><li>Contoh : </li></ul><ul><li>- Sebagian manusia adalah mahasiswa </li></ul><ul><li>(1) Quantifier (2) Term subyek (3) Kopula (4) Term Predikat </li></ul><ul><li>- Semua mahasiswa tidak buta huruf </li></ul><ul><li>(1) Quantifier (2) Term subyek (3) Kopula (4) Term predikat </li></ul><ul><li>Quantifier menunjukkan kuantitas proposisi . </li></ul><ul><li>Dalam keadaan apapun subyek selalu </li></ul><ul><li>mengandung jumlah satuan yang diikat. </li></ul><ul><li>Kopula menunjukkan kualitas proposisi . </li></ul><ul><li>Bila ia mengiyakan disebut proposisi positif </li></ul><ul><li>dan bila mengingkari disebut proposisi negatif. </li></ul>Hal. 4/16
  11. 11. PROPOSISI <ul><li>Dari kombinasi kuantitas dan kualitas proposisi, maka kita mengenal 6 macam proposisi, yaitu : </li></ul><ul><li>1. Universal positif, contoh : Semua manusia akan </li></ul><ul><li>mati. </li></ul><ul><li>2. Partikular positif, contoh : Sebagian manusia </li></ul><ul><li>adalah guru </li></ul><ul><li>3. Singular positif, contoh : Rudi adalah pemain </li></ul><ul><li>bulu tangkis </li></ul>Hal. 5/16
  12. 12. PROPOSISI <ul><li>4 . Universal negatif, contoh : Semua kucing </li></ul><ul><li>bukan burung </li></ul><ul><li>5. Partikular negatif, contoh : beberapa mahasiswa </li></ul><ul><li>tidak lulus </li></ul><ul><li>6. Singular negatif, contoh : Rina bukan gadis </li></ul><ul><li>pemalu </li></ul>Hal. 6/16
  13. 13. PROPOSISI <ul><li>Dengan pembahasan di atas, maka kita mengenal </li></ul><ul><li>lambang permasalahan dan rumus proposisi sebagai </li></ul><ul><li>berikut : </li></ul><ul><li>Lambang Permasalahan Rumus </li></ul><ul><li>A Universal positif Semua S adalah P </li></ul><ul><li>I Partikular positif Sebagian S adalah P </li></ul><ul><li>E Universal negatif Semua S bukan P </li></ul><ul><li>O Partikular negatif Sebagian S bukan P </li></ul>Ha;. 7/16
  14. 14. PROPOSISI <ul><li>Dalam menentukan apakah suatu proposisi itu positif atau negatif, kita tidak boleh semata-mata berdasarkan ada atau tidak adanya indikator negatifnya, seperti : tak, tidak atau bukan. </li></ul><ul><li>Indikator itu menentukan negatifnya suatu proposisi apabila ia berkedudukan sebagai kopula. Bila indikator tidak berkedudukan sebagai kopula proposisi itu adalah positif. </li></ul>Hal. 8/16
  15. 15. PROPOSISI <ul><li>Perhatikan proposisi-proposisi berikut ini : </li></ul><ul><li>Semua yang tidak rajin bekerja mendapat </li></ul><ul><li>sedikit. </li></ul><ul><li>Tidak semua orang pandai pidato. </li></ul><ul><li>Sebagian orang mempunyai harta yang </li></ul><ul><li>melimpah bukan karena jerih payahnya. </li></ul>Hal. 9/16
  16. 16. PROPOSISI <ul><li>(2) Proposisi Hipotetik </li></ul><ul><li>Proposisi hipotetik adalah proposisi yang mengandung </li></ul><ul><li>pernyataan dengan syarat. </li></ul><ul><ul><ul><li>Proposisi kategorik Proposisi hipotetik </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>- Kopulanya : adalah, - Kopulanya : apabila, </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>bukan, tidak. jika, manakala. </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>- Kopulanya : - Kopulanya : </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>menghubungkan 2 menghubungkan 2 buah </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>buah term. pernyataan (sebab-akibat). </li></ul></ul></ul>Hal. 10/16
  17. 17. PROPOSISI <ul><li>Contoh : </li></ul><ul><li>Jika permintaan bertambah, maka harga akan naik. </li></ul><ul><li>Proposisi hipotetik mempunyai 2 buah bentuk, yaitu : </li></ul><ul><ul><li>Bila A adalah B, maka A adalah C. </li></ul></ul><ul><ul><li>Contoh : - Bila Budi rajin, ia akan naik kelas </li></ul></ul><ul><ul><li>(A) (B) (A) (C) </li></ul></ul><ul><ul><li>- Jika tanaman sering diberi pupuk, </li></ul></ul><ul><ul><li>maka ia akan subur. </li></ul></ul>Hal. 11/16
  18. 18. PROPOSISI <ul><li>Bila A adalah B, maka C adalah D. </li></ul><ul><li>Contoh : - Bila hujan turun, maka saya naik becak. </li></ul><ul><li>(A) (B) (C) (D) </li></ul><ul><li>- Bila permintaan bertambah, harga naik </li></ul><ul><li>(A) (B) (C) (D) </li></ul>Hal. 12/16
  19. 19. PROPOSISI <ul><li>( 3) Proposisi Disyungtif </li></ul><ul><li>Proposisi disyungtif adalah proposisi yang </li></ul><ul><li>mengandung pernyataan pilihan. </li></ul><ul><ul><ul><li>Proposisi hipotetik Proposisi disyungtif </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>- Kopulanya : - Kopulanya : </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>menghubungkan 2 menghubungkan 2 </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>buah pernyataan alternatif </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>(sebab-akibat). </li></ul></ul></ul>Hal. 13/16
  20. 20. PROPOSISI <ul><li>Contoh : </li></ul><ul><li>- Budi ada di rumah atau di sekolah. </li></ul><ul><li>- Jika bukan Budi yang mencuri, maka Agus. </li></ul><ul><li>Proposisi disyungtif mempunyai 2 bentuk, yaitu : </li></ul><ul><ul><li>Proposisi disyungtif sempurna. </li></ul></ul><ul><ul><li>Proposisi disyungtif sempurna mempunyai alternatif kontradiktif. Rumusnya adalah : </li></ul></ul><ul><ul><li>A mungkin B mungkin non B. </li></ul></ul>Hal. 14/16
  21. 21. PROPOSISI <ul><li>Contoh : </li></ul><ul><li>- Budi berbaju putih atau non putih. </li></ul><ul><li>- Agus berbahasa Arab atau berbahasa non Arab. </li></ul><ul><li>Proposisi disyungtif tidak sempurna. </li></ul><ul><li>Proposisi ini alternatifnya tidak berbentuk kontradiktif. Rumusnya adalah : </li></ul><ul><li>A mungkin B mungkin C </li></ul>Hal. 15/16
  22. 22. PROPOSISI <ul><li>Contoh : </li></ul><ul><li>Budi di toko atau di rumah. </li></ul><ul><li>Budi berbaju hitam atau berbaju putih. </li></ul><ul><li>PSSI kalah atau menang. </li></ul>Hal. 16/16

×