Cinta di Masa Dewasa Muda

5,750 views

Published on

1 Comment
5 Likes
Statistics
Notes
  • 「我向你陳明我的罪,不隱瞞我的惡。……你就赦免我的罪惡。」(詩篇32篇5節)
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
5,750
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
7
Actions
Shares
0
Downloads
469
Comments
1
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Cinta di Masa Dewasa Muda

  1. 1. CINTA di Masa Dewasa Muda Sebuah sharing untuk menolong memahami pergumulan kebutuhan akan hubungan/relasi
  2. 2. Bahan-bahan <ul><li>Dating Conference , Life Spring, Mei 2006 </li></ul><ul><li>Kelas-kelas Pembelajaran Relasi , LK3 (Lembaga Konseling Keluarga dan Karir) </li></ul><ul><li>Seminar Dating ACNielsen, Lie Wei Jen, 2006 </li></ul><ul><li>Diakah Pasangan Hidupku , Paul Gunadi </li></ul><ul><li>Melihat Kecocokan Dalam Berpacaran, Paul Gunadi </li></ul><ul><li>Relationships , Les & Leslie Parrot </li></ul><ul><li>Marriage Enrichment , Pdt. Yakub Susabda, Ph.D </li></ul>
  3. 3. Orang-orang yang kita temui…
  4. 4. Our heart breaker… 
  5. 5. Kenapa saya ingin berpacaran…? Kenapa saya berpacaran…?
  6. 6. JATUH CINTAAAA!!!
  7. 7. Jika kita berusaha untuk menemukan hubungan yang intim dengan orang lain sebelum memahami identitas kita sendiri, maka semua hubungan kita akan sekedar menjadi suatu usaha untuk melengkapi diri kita.
  8. 8. Bagaimana mulanya… Kacamata Pink vs Kacamata Bening Perlengkapan Dokter Cinta Menu CINTA hari ini…
  9. 9. Bagaimana mulanya… Kacamata Pink vs Kacamata Bening Perlengkapan Dokter Cinta
  10. 10. Kesempurnaan
  11. 11. Kejadian 2 : 18 - 25 <ul><li>tidak baik… vs BAIK </li></ul><ul><li>penemuan diri </li></ul><ul><li>Allah berinisiatif, Allah menyediakan </li></ul><ul><li>pertemuan cinta  ucapan syukur </li></ul><ul><li>pernikahan  keterbukaan yg menyenangkan </li></ul><ul><li>  seksualitas yg menyegarkan </li></ul>Allah Istri Suami intim
  12. 12. Kesempurnaan yang menjadi malapetaka…
  13. 13. Kejadian 3 : 1 - 19 <ul><li>konsep/citra diri RUSAK </li></ul><ul><li>konflik  kerusakan emosi </li></ul><ul><li>pemuasan diri </li></ul><ul><li>inisiatif manusia </li></ul><ul><li>rekayasa cinta </li></ul><ul><li>Pernikahan </li></ul><ul><li> ketertutupan yang memalukan </li></ul><ul><li> seksualitas yang dimanipulasi </li></ul><ul><li>konsep/citra diri UTUH </li></ul><ul><li>tidak baik… vs BAIK </li></ul><ul><li>penemuan diri </li></ul><ul><li>Allah berinisiatif, Allah menyediakan </li></ul><ul><li>pertemuan cinta  ucapan syukur </li></ul><ul><li>Pernikahan </li></ul><ul><li> keterbukaan yang menyenangkan </li></ul><ul><li> seksualitas yang menyegarkan </li></ul>Allah Istri Suami rusak
  14. 14. HARGA DIRI Bagaimana kita mengenali, menerima diri, dan mengemukakan diri terlepas dari pandangan orang lain dan keadaan yang menimpa kita
  15. 15. 4 Tipe Self Esteem Positive/ High Self Esteem <ul><li>Negative/ Low </li></ul><ul><li>Self Esteem </li></ul><ul><li>Negativistic </li></ul><ul><li>Depression </li></ul><ul><li>Pseudo </li></ul><ul><li>Self Esteem </li></ul><ul><li>(Negative/Low) </li></ul><ul><li>Overachieving </li></ul><ul><li>Antisocial </li></ul><ul><li>Pseudo </li></ul><ul><li>Self Esteem </li></ul><ul><li>(Negative/Low) </li></ul><ul><li>Self-centered </li></ul><ul><li>Narcissistic </li></ul>
  16. 16. Bagaimana mulanya… Kacamata Pink vs Kacamata Bening Perlengkapan dokter
  17. 17. Ini sesi apa…
  18. 18.
  19. 19. Lihat lebih jauh…
  20. 20. Apa yang terjadi pada saya…??? Air yang sedang mendidih… Tahapan psikologis remaja: lepas dari ortu dan pengaruh hormon seks Kebutuhan yang tidak terisi (empty tank): kasih sayang Michael Liebowitz (New York State Psychiatric Institute) Zat kimia (phenylethylamine) Daya Tarik menggairahkan rasa gembira; rangsangan; sensasi2 fisik (sedikit pusing dan terengah-engah)
  21. 21. Cinta: Pernyataan atau Pertanyaan Seharusnya disimpulkan setelah ada ujian waktu dan kebersamaan, dalam kematangan pribadi Air yang sedang mendidih… buih akhirnya hilang setelah air dingin Jatuh cinta tanpa kehilangan akal sehat Cintakah saya padanya…? Cintakah saya padanya…?
  22. 22. Apa yang saya lakukan… Mem-blok semua kemungkinan lain Daya tarik fisik merupakan pegas yang baik, namun merupakan suatu alat pengukur yang buruk Penampilan membuat cinta bergulir, namun tidak menjaga cinta tetap bergulir
  23. 23. Apa yang saya lakukan… Jawaban terhadap doa-doanya mungkin sebenarnya adalah TIDAK. Jawaban tersebut bukan yang kita harapkan, tetapi biar bagaimanapun, itu adalah sebuah jawaban. “ ROHANI”…?
  24. 24. Pacaran: Pernyataan atau Pertanyaan Pacaran harusnya bukan merupakan produk buatan sendiri melainkan hasil dari sebuah proses self-discovery “ Cinta yang cerdas mencari kesesuaian yang baik, karena alasan2 tertarik seperti fisik akan menjadi semakin tidak penting seiring berlalunya waktu”
  25. 25. Self discovery… Jika kita berusaha untuk menemukan hubungan yang intim dengan orang lain sebelum memahami identitas kita sendiri, maka semua hubungan kita akan sekedar menjadi suatu usaha untuk melengkapi diri kita. “ Jika orang ini memerlukan saya maka saya akan menjadi utuh” “ Saya memerlukan orang ini untuk menjadi utuh”
  26. 26. Self discovery… Kita semua bergumul dengan kesepian Apa yang harus dilakukan...??? bukan masalah kehilangan seseorang, tetapi masalah ketidaklengkapan jiwa kita Membangun keutuhan Menghargai diri sendiri Membangun konsep diri yang sehat
  27. 27. Self discovery… Tidak tergantung kepada orang lain untuk menjadi utuh !!! Manusia yang menjadi utuh belajar untuk: <ul><ul><li>Get in touch with your pain </li></ul></ul><ul><ul><li>menyembuhkan luka </li></ul></ul><ul><ul><li>membuka topeng </li></ul></ul><ul><ul><li>duduk di kursi pengemudi </li></ul></ul><ul><ul><li>miliki tujuan </li></ul></ul><ul><ul><li>keberanian </li></ul></ul><ul><ul><li>komitmen </li></ul></ul><ul><ul><li>bergantung kepada Allah </li></ul></ul>
  28. 28. Aktivitas atau komunikasi? Aktivitas dilakukan bersama, namun untuk mengembangkan seni berkomunikasi dan melakukan proses evaluasi (sebuah proses belajar, eksplorasi, dan penemuan)  selingkuh..? Pasti karena relasi yg berjalan tidak baik
  29. 29. Jatuh cinta tanpa kehilangan akal sehat <ul><li>Cinta yang cerdas : </li></ul><ul><li>Mencari kesesuaian </li></ul><ul><li> karena perselisihan sangat mungkin terjadi, maka hubungan harus dibangun di atas dasar persamaan hal-hal yang prinsip / penting / mendasar </li></ul><ul><li>Memberikan perhatian kepada nilai </li></ul><ul><li>Tidak berusaha mengubah orang lain </li></ul><ul><li>Tidak berusaha mengubah diri sendiri </li></ul><ul><li>Tidak main-main </li></ul><ul><li> hati2 dengan tuntunan majalah seperti Cosmo, FHM, dll </li></ul><ul><li>Tidak melarikan diri dari konflik </li></ul><ul><li>Mengetahui poin yang utama </li></ul><ul><li> berani menyatakan sikap </li></ul>
  30. 30. FEMALE BRAIN
  31. 32. Rasanya…? Seks itu NIKMAT… namunnnn… <ul><li>Seks mengkamuflase relasi yg sebenarnya… </li></ul><ul><li>Seks menutupi masalah-masalah yang sebetulnya ada dalam hubungan… </li></ul><ul><li>Ekspresi cinta tidak harus ditunjukkan dengan perilaku yang dapat membangkitkan dorongan seksual  usia muda/remaja sangat rentan untuk terlalu jauh </li></ul>S E K S
  32. 33. Rasanya…? Seks tidak bisa dikendalikan…? Seksualitas manusia ditemukan dalam bagian otak, sehingga memungkinkan kita untuk mengontrol dorongan kita Dimana batasnya? Keputusan pribadi dan dibicarakan dengan pasangan. Sebagai pria kamu tahu bahwa kamu bisa terseret sedemikian jauh… Refer ke keutuhan: jika kita berada dalam suatu hubungan percintaan yang tidak memiliki dasar pemahaman yang kuat tentang penghargaan kepada diri sendiri –tanpa mengetahui siapa kita dan apa yang kita inginkan- kita sedang bermain dengan api.  wanita ingin diterima, pria ingin menunjukkan kehebatannya
  33. 34. Menunjukkan ketidakmampuan mereka menjalin hubungan  Orientasinya adalah fisik, fisik, fisik… bukan hubungan
  34. 35. Jadi gimana…???
  35. 36. “ GAK jadi ahhh…….....”
  36. 37. terussss…???
  37. 38. Bagaimana mulanya… Kacamata Pink vs Kacamata Bening Perlengkapan Dokter Cinta
  38. 39. Perlengkapan dokter anda…
  39. 40. Tahapan-nya… <ul><li>Perkenalan </li></ul><ul><li>Berteman dan tertarik </li></ul><ul><li>Persahabatan  Dating  bukan proposal utk pernikahan </li></ul><ul><ul><li>Waktunya utk mengenal lebih dalam: latar belakang, karakter, keluarga (jangan malah menjauh dari keluarga), cara berinteraksi, gaya hidup, lingkungan sosial </li></ul></ul><ul><ul><li>Bangunlah keintiman emosi: komunikasi, menyelesaikan masalah, beradaptasi, relasi </li></ul></ul><ul><ul><li>Menguji kerohanian, nilai, kepribadian, ketertarikan seksual </li></ul></ul><ul><ul><li>Menguji diri siap menerima pasangan, dan melepaskan kebebasan kita </li></ul></ul><ul><li>Pacaran  Engagement </li></ul><ul><li>Persiapan Pernikahan </li></ul><ul><li>Pernikahan </li></ul>
  40. 41. Triangle of Love KRISTUS Passion Intimacy Commitment <ul><li>Passion: </li></ul><ul><li> ini yang orang sering bilang sebagai cinta, dimana kita sangat menikmati relasi dengan dia. Ini penting karena kalau tidak, segala sesuatu di dalam pernikahan akan menjadi kewajiban. </li></ul><ul><li>Intimacy </li></ul><ul><li> ini yang disebut sebagai membangun relasi: bisa benar-benar berbicara satu sama lain, saling mengenal, saling membangun, menjadi sahabat. Passion berkurang seiring waktu, kalau tidak bisa membangun relasi (intimacy), maka hubungan yang ada akan melemah. Dengan kemampuan membangun relasi ini, passion juga bisa dikembangkan lagi. </li></ul><ul><li>Commitment </li></ul><ul><li> tidak semuanya berjalan baik dalam hubungan pria wanita, hal sangat buruk dan menyakitkan bisa terjadi. Disini diperlukan komitmen: pasangan akan tetap bertahan sebagai pasangan bagaimanapun tidak menyenangkannya keadaan, bagaimanapun buruknya relasi. </li></ul>
  41. 42. Mitos-mitos <ul><li>Semua orang berpacaran, masa saya ngga…? </li></ul><ul><li>Dia seiman (Kristen), maka sudah pasti tidak akan ada masalah </li></ul><ul><li>Kami sudah ikut kelas Dating berkali-kali dan sudah paham tujuan pacaran </li></ul><ul><li> Lebih penting cek life-structure </li></ul><ul><li>Cinta akan mengalahkan segalanya </li></ul><ul><li> Untuk bisa bahasa Inggris harus belajar, begitu juga bahasa cinta </li></ul><ul><li> Romance: dibangun diatas pengharapan yang buta tanpa melihat realita yang ada </li></ul><ul><li> I love you belum berarti cinta </li></ul>
  42. 43. Mitos-mitos <ul><li>Orang dewasa berani bertanggungjawab  kedewasaan tdk sama dengan nekad </li></ul><ul><li>Dia akan berubah; saya bisa mengubahnya </li></ul><ul><li>Problem itu akan hilang dengan sendirinya </li></ul><ul><li>Hal yang indah ini akan berlangsung selamanya </li></ul><ul><li> apakah orang pendiam menarik hati selamanya? </li></ul><ul><li>Kami sangat cocok, karena kami tidak pernah berantem </li></ul><ul><li> jangan hindari konflik; </li></ul><ul><li>yang dihindari justru adalah konflik yg tidak sehat </li></ul>
  43. 44. Diakah pasangan hidupku…??? <ul><li>Apakah dengan berpacaran makin dekat Tuhan ? </li></ul><ul><li>Perbedaan-perbedaan apa yang mempersulit komunikasi? </li></ul><ul><li> cek kesamaan minat dan pola pikir, juga kemampuan memahami apa yang dibicarakan pasangannya </li></ul><ul><li>Seberapa mampukah untuk bekerjasama ? </li></ul><ul><li> mengambil keputusan sendiri jauh lebih mudah daripada mengambil keputusan bersama </li></ul><ul><li>Apakah bersedia menikmati waktu luang bersama ? </li></ul><ul><li>Apakah teman-teman kita bisa diterima pasangan dan sebaliknya?  kita tidak malu memperkenalkan dia </li></ul><ul><li>Apakah memiliki nilai moral yang sama? </li></ul><ul><ul><li> Moral adalah poros dan keputusan hidup adalah jari-jarinya </li></ul></ul><ul><ul><li>Mereka yang tidak takut kumpul kebo, sudah pasti tidak takut bercerai </li></ul></ul><ul><ul><li>Seks pra nikah hampir selalu karena tidak bisa menguasai diri, sehingga pasangan bertanya-tanya, apakah dia bisa menguasai diri? Kembangkan hubungan saling respek. </li></ul></ul>
  44. 45. Diakah pasangan hidupku…??? <ul><li>Dapatkah menerima dan menghargai keluarga masing-masing? </li></ul><ul><li>Apakah memiliki perbedaan faktor ekonomi yang terlalu jauh? </li></ul><ul><li>Dapatkah menghadapi dan menyelesaikan pertengkaran bersama-sama ? </li></ul><ul><li>Dapatkah saling membicarakan dan merencanakan masa depan bersama ? </li></ul><ul><li>Untuk mengevaluasi semua pertanyaan ini, minta hikmat Tuhan </li></ul><ul><li>Dua faktor dalam memilih jodoh: </li></ul><ul><ul><li>Faktor manusiawi </li></ul></ul><ul><ul><li>Faktor Ilahi </li></ul></ul><ul><li>Kesamaan nilai itu penting; beda iman akan mempersulit proses berembuk mencari keputusan… </li></ul>
  45. 46. Melihat kecocokan waktu berpacaran <ul><li>Cek kebiasaan </li></ul><ul><ul><li>Cara mengisi waktu setiap hari </li></ul></ul><ul><ul><li>Cara mengisi waktu luang </li></ul></ul><ul><ul><li>Sikap dalam menggunakan uang </li></ul></ul><ul><ul><li>Cara bereaksi terhadap masalah/kemarahan/stres/orang beda pendapat </li></ul></ul><ul><ul><li>dll </li></ul></ul><ul><li>Cek kesungguhan hidup: tanggungjawab </li></ul><ul><li> bukan berarti harus selalu serius, kita juga perlu penyegaran, tapi kita juga harus sadar bahwa hidup memang menuntut pertanggungjawaban </li></ul><ul><li>Cek kekudusan hidup </li></ul><ul><li> bukan sekedar orang Kristen yang percaya Allah, tapi lebih dalam lagi, yaitu ia hormat terhadap Tuhan dan menempatkan Tuhan sebagai pusat nilai dan kehidupan dia </li></ul>
  46. 47. Bedanya… <ul><li>Pacaran duniawi </li></ul><ul><ul><li>Mencari pengalaman dan kenikmatan cinta itu sendiri </li></ul></ul><ul><ul><li>Memanfaatkan tubuh pasangannya untuk memuaskan perasaan seksual </li></ul></ul><ul><ul><li>Berorientasi pada masa kini, karena itu mudah menimbulkan luka yang dalam jika terjadi perpisahan </li></ul></ul><ul><li>Pacaran yang bertanggungjawab </li></ul><ul><ul><li>Pacaran sebagai titik tolak menuju lorong rumah nikah </li></ul></ul><ul><ul><li>Melihat tubuh pasangan sebagai rumah kediaman Roh Allah </li></ul></ul><ul><ul><li>Berorientasi masa depan </li></ul></ul>VS
  47. 48. Pernikahan di dalam Kristus <ul><li>Pernikahan di dalam keselamatan dalam Kristus memiliki keunikan. </li></ul><ul><ul><li>Tujuan pernikahan untuk mengerjakan pekerjaan Allah </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>hanya dapat dimengerti oleh mereka yang sudah hidup dalam Kristus; </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>Melahirkan dan mendidik anak-anak Allah </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>sama sekali asing bagi mereka yang tidak mengenal janji anugrah Allah dalam Kristus; </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>Panggilan Allah bagi suami untuk menjadi kepala dan istri menjadi penolong yang sepadan </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>hanya dapat diterima oleh mereka yang takut akan Allah dalam Kristus; </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>Alkitab standar yang mutlak untuk menilai motivasi, sikap, dan tingkah laku </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>akan kehilangan nilainya sebagai Firman Allah dan menjadi relatif jikalau suami istri tidak hidup dalam Kristus </li></ul></ul></ul>
  48. 49. CINTA sempurna yang tidak kita sadari…
  49. 50. Ultimate main point…
  50. 51. Menemukan hubungan yang tulus dengan Allah <ul><li>Jujur </li></ul><ul><li> iman adalah kebersamaan dengan Allah, bukan sekedar mempercayai Allah </li></ul><ul><li>Evaluasi Mitos-mitos tentang Allah </li></ul><ul><li>Allah adalah Kasih </li></ul><ul><li>Kita membutuhkan kasih Allah. Bukan karena kasih Allah menuntut perubahan, namun karena kasih Allah membawa perubahan . </li></ul><ul><li> Kita tidak akan pernah menemukan apa yang kita cari dalam hubungan manusia sampai kita memiliki hubungan yang nyata dan mengubahkan diri kita, melalui hubungan yang beres dengan Allah terlebih dahulu </li></ul><ul><li>Tidak harus spektakuler. Mulailah dengan satu keinginan untuk mengenal Dia. </li></ul>
  51. 52. CATATAN PENTING ANDA : <ul><li>Apakah menurut anda , </li></ul><ul><li>Anda sudah siap untuk pacaran ???????? </li></ul>siap <ul><li>Hati-Hati !!! </li></ul><ul><li>Jangan Pernah pacaran hanya karena popularitas pasangan </li></ul><ul><li>Jangan Pernah pacaran hanya karena faktor seksualitas </li></ul><ul><li>Jangan Pernah pacaran hanya karena nilai ekonomi </li></ul><ul><li>Jangan Pernah pacaran hanya karena tuntutan kultural </li></ul>
  52. 53. Jadi gimana…???
  53. 54. “ Pikir-pikir dulu ahhh…….....”
  54. 55. Life is much much much bigger

×