Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
PRESENTASIPEKERJAAN BETON LINGKUP PEKERJAAN dan PELAKSANAAN Disampaikan Oleh : Ir. M. Afianto
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
PEKERJAAN BETON <ul><li>LINGKUP PEKERJAAN </li></ul><ul><li>PEKERJAAN BETON TERDIRI DARI : </li></ul><ul><li>Beton Tak Ber...
Jenis semen yang sesuai  MgO, C3A rendah bebas kapur K2O  dan Na2O rendah Tahan cuaca dan  bahan-bahan kimia Tahan terhada...
PENYIMPANAN DAN PENGAMANAN BAHAN BETON <ul><li>Perlu diperhatikan dengan seksama, sebab kesalahan yang dilakukan dan cara ...
<ul><ul><li>Semen (PC) harus terlindungi dari pengaruh air dan kelembaman yang berlebihan agar sifai-sifat hidrasitas seme...
<ul><li>Semen dari berbagai jenis harus disimpan sedemikian rupa agar tidak tercampur untuk mencegah semen dari jenis yang...
<ul><li>Pengawasan aggregate harus dilakukan secara ketat oleh teknisi laboraturium untuk beton struktural dengan K lebih ...
 
<ul><li>BAJA TULANGAN UNTUK BETON HARUS MEMPERHATIKAN HAL-HAL BERIKUT: </li></ul><ul><ul><li>PENGANGKUTAN KETEMPAT KERJA D...
 
PENAKARAN BAHAN BETON <ul><li>Bahan beton ditakar berdasarkan berat. </li></ul><ul><li>Aggregat halus diukur secara terpis...
<ul><li>Pada waktu penakaran, maka penyimpanan aggregate harus telah dilakukan paling tidak 12 jam sebelumnya untuk menjam...
CARA  PENAKARAN <ul><li>KERETA DORONG DAN TIMBANGAN  BIASA </li></ul><ul><li>TIMBANGAN BERAT SECARA NORMAL </li></ul><ul><...
PENCAMPURAN <ul><li>Harus dicampur dengan mesin yang dioperasikan secara mekanis. </li></ul><ul><li>Ukuran dan jenis harus...
URUTAN PENCAMPURAN <ul><li>Ide urutan pencampuran didasarkan atas pertimbangan kesulitan di lapangan termasuk waktu yang t...
 
 
 
WAKTU PENCAMPURAN <ul><li>Waktu pencampuran diukur dari saat air mulai dimasukkan ke dalam  </li></ul><ul><li>bahan-bahan ...
PERSIAPAN PEKERJAAN BETON <ul><li>SEMUA ALAT-ALAT PENGADUK DAN PENGANGKUT HARUS DIBERSIHKAN DARI KOTORAN-KOTORAN. </li></u...
PERSIAPAN TEMPAT KERJA <ul><li>BIDANG-BIDANG BETON LAMA YANG AKAN DILEKATKAN DENGAN BETON BARU ATAU BIDANG-BIDANG AKHIR PA...
 
 
<ul><li>STRUKTUR-STRUKSTUR YANG HARUS DIGANTI DENGAN PEKERJAAN BETON BARU DIBONGKAR, DISINGKIRKAN KEMUDIAN TEMPAT TERSEBUT...
 
PENCAMPURAN <ul><li>Pencampuran beton pada semua mutu beton kecuali mutu beton B-0 harus dilakukan dengan mesin pengaduk. ...
Campuran /Adukan Yang Ditolak (Dibuang) <ul><li>TIDAK MEMENUHI SYARAT MESTINYA TERLALU ENCER KARENA KESALAHAN DALAM MEMBER...
PENGANGKUTAN <ul><li>BETON DIANGKUT MELALUI BEBERAPA CARA, DENGAN : </li></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>KERETA DORONG </li><...
PROBLEM-PROBLEM YANG TIMBUL AKIBAT GERAKAN PADA PENGANGKUTAN <ul><li>SEGREGASI </li></ul><ul><li>PENGURANGAN SLUMP </li></...
 
PETUNJUK-PETUNJUK YANG HARUS DIPERHATIKAN PADA PROSES PENGANGKUTAN/ PEMINDAHAN <ul><li>Harus dicegah terjadinya pemisahan ...
PETUNJUK-PETUNJUK YANG HARUS DIPERHATIKAN PADA PROSES PENGANGKUTAN/ PEMINDAHAN <ul><li>BETON PADA UMUMNYA HARUS DICOR : </...
ACUAN DAN PERANCAH (SCAFFOLDING) <ul><li>Perancah </li></ul><ul><li>Perancah harus direncanakan dan dibangun untuk menduku...
ACUAN <ul><li>Acuan tanah yang disetuji Direksi Teknik, harus dibentuk galian, sisi dan dasar harus dipotong dengan tangan...
BENTUK  ACUAN <ul><li>Harus dipasang dan dipertahankan benar-benar menurut garis-garis yang ditunjukkan hingga beton cukup...
PENUANGAN, PENGECORAN DAN PEMADATAN <ul><li>Penting diperhatikan untuk mencegah timbulnya segregasi yaitu pemisahan aggreg...
 
PEMADATAN <ul><li>Pemadatan atau penggetaran adalah menghilangkan ruang udara dari dalam spesi beton hingga kepadatan terc...
PENUANGAN TIAP LAPIS <ul><li>CAMPURAN DITUANGKAN DALAM LAPISAN-LAPISAN YANG SERAGAM. </li></ul><ul><li>HINDARI PENUANGAN D...
PENUANGAN PADA KOLOM <ul><li>Hindari jarak jatuh yang tinggi. </li></ul><ul><li>Tuang beton secepat mungkin sesuai  kapasi...
PEMADATAN <ul><li>Pemadatan adalah upaya mengeluarkan udara sebanyak mungkin dari beton segar. </li></ul><ul><li>Jumlah ud...
 
RONGGA UDARA VS KEKUATAN <ul><li>RONGGA UDARA TIDAK DIKEHENDAKI KARENA MENGURANGI KEKUATAN. </li></ul><ul><li>UNTUK SETIAP...
<ul><li>CARA PEMADATAN ANTARA LAIN DENGAN : </li></ul><ul><li>Cara Rojokan </li></ul><ul><li>Jarum Penggetar </li></ul><ul...
PEMADATAN DENGAN ALAT-ALAT PENGGETAR HARUS DIPERHATIKAN HAL-HAL YANG BERIKUT: <ul><li>Jarum penggerak harus dimasukkan teg...
<ul><li>Lapisan yang digetarkan tidak boleh lebih dari 30 cm atau 50 cm, jadi bagian konstruksi yang tebal harus selapis d...
 
PERAWATAN <ul><li>TUJUAN : </li></ul><ul><li>Mencegah pengeringan yang bisa menyebabkan kehilangan air yang dibutuhkan unt...
 
<ul><li>MOIST   CURING  MEMPERTAHANKAN KELEMBABAN DI LAKSANAKAN DENGAN : </li></ul><ul><ul><li>Menggenangi permukaan beton...
PENGENDALIAN MUTU DI LAPANGAN <ul><li>PENGUJIAN UNTUK  WORKABILITY  DENGAN  SLUMP  </li></ul><ul><li>PENGUJIAN KUAT TEKAN,...
 
PENGUKURAN/PEMBAYARAN <ul><li>BETON DIUKUR MENURUT JUMLAH METER KUBIK YANG DIGUNAKAN DAN DITERIMA DALAM PEKERJAAN SESUAI D...
????
 
 
ILUSTRASI PENGECORAN  BETON PADA TOWER
 
 
 
 
 
ARAH ANGIN ?
 
… ..SELESAI…….. <ul><li>..TERIMA KASIH.. </li></ul>
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Presentasi Pekerjaan Beton Revisi

22,677 views

Published on

Published in: Business, Real Estate

Presentasi Pekerjaan Beton Revisi

  1. 1. PRESENTASIPEKERJAAN BETON LINGKUP PEKERJAAN dan PELAKSANAAN Disampaikan Oleh : Ir. M. Afianto
  2. 52. PEKERJAAN BETON <ul><li>LINGKUP PEKERJAAN </li></ul><ul><li>PEKERJAAN BETON TERDIRI DARI : </li></ul><ul><li>Beton Tak Bertulang </li></ul><ul><li>Beton Bertulang </li></ul><ul><li>Beton Pratekan </li></ul><ul><li>Bagian Beton Dari Struktur Komposit </li></ul><ul><li>Yang sesuai dengan spesifikasi, garis dan ketinggian kemiringan dan ukuran yang tercantum dalam GAMBAR atau sebagaimana diarahkan oleh Direksi. </li></ul>
  3. 53. Jenis semen yang sesuai MgO, C3A rendah bebas kapur K2O dan Na2O rendah Tahan cuaca dan bahan-bahan kimia Tahan terhadap kerusakan FAS kecil; Perawatan yang sesuai; Beton homogen padat; kekuatan tinggi; Aggregate tahan rusak Permukaan tekstur baik Proporsi terkontrol Material terkontrol Kontrol kualitas Beton Ideal Tahan Lama Jenis semen yang sesuai FAS kecil ; Perawatan yang baik ; Aggregate tahan alkali; Menggunakan bahan polimer2 pada campuran;Udara yang terikat Pengawasan & Perawatan Terkontrol Penanganan Terkontrol Kekuatan Ekonomi Pasata berkualitas baik; FAS kecil; Kandungan semen optimal; Aggregate segar bergradasi dan digetarkan kandungan Udara rendah Banyak Aggregate berukuran Maksimum; bergradasi efisien; minimum;Operasi otomatrisasi optimal; Campuran dan udara terkuat KEBUTUHAN PRINSIPIL BETON YANG BAIK
  4. 54. PENYIMPANAN DAN PENGAMANAN BAHAN BETON <ul><li>Perlu diperhatikan dengan seksama, sebab kesalahan yang dilakukan dan cara penempatan dan penyimpanan dapat menyebabkan hasil pekerjaan beton yang kurang baik dan kualitas menurun. </li></ul><ul><li>Hal-hal yang dihindari : </li></ul><ul><li>Pengotoran oleh bahan-bahan lain. </li></ul><ul><li>Bercampur dengan bahan-bahan aggregate dengan kualitas gradasi lain. </li></ul><ul><li>Terjadi pemisahan butir-butir besar dan kecil </li></ul>
  5. 55. <ul><ul><li>Semen (PC) harus terlindungi dari pengaruh air dan kelembaman yang berlebihan agar sifai-sifat hidrasitas semen hanya terjadi seluruhnya pada waktu spesi beton sudah berada dalam acuan, karena itu : </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Penyiapan semen harus menggunakan gudang yang tahan cuaca, kedap air mempunyai lantai kayu yang dinaiikan di atas tanah/ lantai beton serta ditutup lembaran plastik. </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Sepanjang waktu tumpukan kantong semen diselubungi lembar plastik. </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Penumpukan diatur agar dapat menjamin semen yang diterima lebih dahulu selalu digunakan yang pertama kali ( menurut urutan ). </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Semen yang rusak oleh kelembaban harus dibuang dan dipindahkan ( dijauhkan ) dari tempat pekerjaan . </li></ul></ul></ul>
  6. 56. <ul><li>Semen dari berbagai jenis harus disimpan sedemikian rupa agar tidak tercampur untuk mencegah semen dari jenis yang satu tertukar dengan yang lain. </li></ul><ul><li>Semen yang disimpan lama dan atau mutunya diragukan harus diuji dulu mutunya apakah masih memenuhi syarat untuk digunakan. </li></ul>
  7. 57. <ul><li>Pengawasan aggregate harus dilakukan secara ketat oleh teknisi laboraturium untuk beton struktural dengan K lebih besar K-255 sejak dari pengambilan, pendatangan, penimbunan sampai pemakaiannya ( gradasi, kebersihan, kekerasan dan sebagainya ) </li></ul>
  8. 59. <ul><li>BAJA TULANGAN UNTUK BETON HARUS MEMPERHATIKAN HAL-HAL BERIKUT: </li></ul><ul><ul><li>PENGANGKUTAN KETEMPAT KERJA DALAM IKATAN, DIBERI LABEL DENGAN LABEL…….. UNTUK MENUNJUKKAN UKURAN BATANG, PANJANG DAN INFORMASI LAIN BERKAITAN DENGAN TENDER PADA DIAGRAM TULANGAN. </li></ul></ul><ul><ul><li>PENYIAPAN DENGAN TIDAK MENYENTUH TANAH DAN HINDARI PENIMBUNAN DALAM WAKTU YANG LAMA DIUDARA TERBUKA UNTUK MENCEGAH DISTORSI, PENGOTORAN, KOROSI DAN KERUSAKAN. </li></ul></ul>
  9. 61. PENAKARAN BAHAN BETON <ul><li>Bahan beton ditakar berdasarkan berat. </li></ul><ul><li>Aggregat halus diukur secara terpisah berdasarkan berat. </li></ul><ul><li>Ukuran setiap penakaran tidak akan melebihi kapasitas kecepatanalat pencampur. </li></ul><ul><li>Sebelum penakaran, aggregate harus dijenuhkan dan dipertahankan dalam kondisi berkala timbunan aggregate dengan air. </li></ul>
  10. 62. <ul><li>Pada waktu penakaran, maka penyimpanan aggregate harus telah dilakukan paling tidak 12 jam sebelumnya untuk menjamin drainase yang memadai dari timbunan. </li></ul><ul><li>Ketelitian penimbangan yang dianjurkan : </li></ul><ul><li>Semen 1 % Semen 1 % </li></ul><ul><li>Aggregate 2 % Aggreagte 2 % </li></ul><ul><li>Air 1 % Air 1 % </li></ul><ul><li>Additive 3 % Additive 5 % </li></ul>
  11. 63. CARA PENAKARAN <ul><li>KERETA DORONG DAN TIMBANGAN BIASA </li></ul><ul><li>TIMBANGAN BERAT SECARA NORMAL </li></ul><ul><li>TIMBANGAN OTOMATIS ( LEBIH CEPAT DAN TELITI ) </li></ul><ul><li>SKALA DAN TIMBANGAN YANG BERBEDA UNTUK SETIAP UKURAN BUTIR. </li></ul><ul><li>< 500 m3 </li></ul><ul><li>500 – 5000 m3 </li></ul><ul><li>5000 – 50000 m3 </li></ul><ul><li>> 70000 m3 </li></ul>Peralatan Penimbangan Jumlah Takaran
  12. 64. PENCAMPURAN <ul><li>Harus dicampur dengan mesin yang dioperasikan secara mekanis. </li></ul><ul><li>Ukuran dan jenis harus disetujui Direksi Teknik untuk menjamin suatu distribusi bahan-bahan yang merata di seluruh masa tersebut. </li></ul><ul><li>Mesin pencampur harus dilengkapi dengan penampung air yang memadai dengan alat ukur untuk menjamin pengendalian jumlah air secara akurat. </li></ul>
  13. 65. URUTAN PENCAMPURAN <ul><li>Ide urutan pencampuran didasarkan atas pertimbangan kesulitan di lapangan termasuk waktu yang terbatas. </li></ul><ul><li>“ Sandwich” dengan pengertian material yang mahal ( semen ) dibungkus dengan aggregate agar terjamin merata. </li></ul><ul><li>Aggregate kasar dimasukkan duluan, kemudian semen, aggregate halus lalu air. </li></ul>
  14. 69. WAKTU PENCAMPURAN <ul><li>Waktu pencampuran diukur dari saat air mulai dimasukkan ke dalam </li></ul><ul><li>bahan-bahan campuran kering. </li></ul><ul><li>Air dimasukkan sebelum ¼ waktu pencampuran berlalu. </li></ul><ul><li>Mesin kapasitan ¾ m3 atau kurang 1,5 menit mesin lebih besar ditingkatkan 15 detik untuk setiap penambahan 0,5 m3. </li></ul>
  15. 70. PERSIAPAN PEKERJAAN BETON <ul><li>SEMUA ALAT-ALAT PENGADUK DAN PENGANGKUT HARUS DIBERSIHKAN DARI KOTORAN-KOTORAN. </li></ul><ul><li>CETAKAN-CETAKAN DAN PASANGAN-PASANGAN DINDING YANG BERLUBANG DENGAN BETON HARUS DIBASAHI DENGAN AIR SAMPAI JENUH. </li></ul><ul><li>TULANGAN HARUS TERPASANG BAIK SESUAI DENGAN GAMBAR KERJA. </li></ul>
  16. 71. PERSIAPAN TEMPAT KERJA <ul><li>BIDANG-BIDANG BETON LAMA YANG AKAN DILEKATKAN DENGAN BETON BARU ATAU BIDANG-BIDANG AKHIR PADA JOIN PELAKSANAAN HARUS : </li></ul><ul><ul><li>CUKUP DIKASARKAN DULU. </li></ul></ul><ul><ul><li>DIBERSIHKAN DARI SEGALA KOTORAN DAN BENDA-BENDA LEPAS LALU DIBASAHI AIR. </li></ul></ul><ul><li>AIR HARUS DIBUANG DARI SEMUA RUANG-RUANG YANG AKAN DIISI BETON KECUALI APABILA MENURUT PERSETUJUAN DIREKSI TEKNIK TIDAK PERLU DILAKUKAN. </li></ul>
  17. 74. <ul><li>STRUKTUR-STRUKSTUR YANG HARUS DIGANTI DENGAN PEKERJAAN BETON BARU DIBONGKAR, DISINGKIRKAN KEMUDIAN TEMPAT TERSEBUT DIBERSIHKAN. </li></ul><ul><li>TEMPAT UNTUK PENGECORAN SEPERTI TELAPAK, PONDASI DAN DAERAH GALIAN HARUS DIJAGA AGAR KERING TIDAK MENGANDUNG LUMPUR, PUING-PUING ATAU BAKAR-BAKAR LAINNYA. </li></ul><ul><li>SEMUA ACUAN TULANGAN (KURSI) ATAU BENDA LAIN SEPERTI PIPA-PIPA ATAU SALURAN YANG DIMASUKKAN DALAM BETON HARUS DITEMPATKAN TEPAT DIIKAT DENGAN KUAT SERTA DITUNJANG TERHADAP PERGESERAN AKIBAT PENGECORAN. </li></ul><ul><li>PEMERIKSAAN AKHIR TEMPAT KEJA HARUS DILAKUKAN OLEH PENGAWAS (INSPEKTOR) DENGAN MENGGUNAKAN FORMULIR PEMERIKSAAN. </li></ul>
  18. 76. PENCAMPURAN <ul><li>Pencampuran beton pada semua mutu beton kecuali mutu beton B-0 harus dilakukan dengan mesin pengaduk. </li></ul><ul><li>Ketentuan adukan beton harus diawasi terus menerus oleh pengawas dengan jalan memeriksa : </li></ul><ul><ul><li>Slump setiap campuran yang baru. </li></ul></ul><ul><ul><li>Slump dijadikan indikator apakah air pencampur adalah tepat atau perlu dikoreksi sesuai dengan faktor air semen yang diinginkan. </li></ul></ul>
  19. 77. Campuran /Adukan Yang Ditolak (Dibuang) <ul><li>TIDAK MEMENUHI SYARAT MESTINYA TERLALU ENCER KARENA KESALAHAN DALAM MEMBERIKAN JUMLAH AIR PENCAMPURAN. </li></ul><ul><li>CAMPURAN SUDAH MENGERAS. </li></ul><ul><li>CAMPURAN TERSEBUT DENGAN BAHAN-BAHAN ASING. </li></ul>
  20. 78. PENGANGKUTAN <ul><li>BETON DIANGKUT MELALUI BEBERAPA CARA, DENGAN : </li></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>KERETA DORONG </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>KERETA PENUANG (DUMPERS) </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>CORONG </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>CONVEYOR </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>POMPA </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>CRANE </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>ELEVATOR FORVER </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>RAIL CAR (U/TEROWONGAN) </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>CABLE WAYS </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><ul><li>DSB </li></ul></ul></ul></ul></ul><ul><li>ADA 3 MACAM GERAKAN PADA PROSES PENGANKUTAN : </li></ul><ul><ul><ul><ul><li>DARI MESIN PENGADUK SAMPAI LOKASI. </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>DI LOKASI SENDIRI. </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>PADA BAGIAN YANG DICOR SECARA VERTIKAL DAN HORIZONTAL. </li></ul></ul></ul></ul>
  21. 79. PROBLEM-PROBLEM YANG TIMBUL AKIBAT GERAKAN PADA PENGANGKUTAN <ul><li>SEGREGASI </li></ul><ul><li>PENGURANGAN SLUMP </li></ul><ul><li>BERKURANGNYA AIR KARENA PENGUAPAN DAN KEBOCORAN </li></ul><ul><li>PEMADATAN AKIBAT PENGANGKUTAN </li></ul><ul><li>PENANGGUHAN TERLALU LAMA. </li></ul>
  22. 81. PETUNJUK-PETUNJUK YANG HARUS DIPERHATIKAN PADA PROSES PENGANGKUTAN/ PEMINDAHAN <ul><li>Harus dicegah terjadinya pemisahan dan kehilangan bahan-bahan. </li></ul><ul><li>Harus lancar, agar tidak terjadi perbedaan waktu yang menyolok antara beton yang sudah dicor dan yang akan di cor. </li></ul><ul><li>Pemindahan dengan talang miring hanya dapat dilakukan setelah ada persetujuan pengawas, pengawas dalam hal ini harus mempertimbangkan dulu alasan dari pelaksana mengenai urus bukan kemiringan dan panjang talang. </li></ul>
  23. 82. PETUNJUK-PETUNJUK YANG HARUS DIPERHATIKAN PADA PROSES PENGANGKUTAN/ PEMINDAHAN <ul><li>BETON PADA UMUMNYA HARUS DICOR : </li></ul><ul><ul><li>DALAM WAKTU 1 JAM SETELAH PENGADUKAN DENGAN AIR DIMULAI, JANGKA WAKTU INI HARUS DIPERHATIKAN APABILA DIPERLUKAN WAKTU PENGANKUTAN YANG PANJANG. </li></ul></ul><ul><ul><li>DAPAT DIPERPANJANG SAMPAI 2 JAM, APABILA BETON DIGERAKKAN KONTINYU SECARA MEKANIS. </li></ul></ul><ul><ul><li>BILA DIPERLUKAN WAKTU YANG LEBIH PANJANG LAGI HARUS MEMAKAI BAHAN-BAHAN PENGHAMBAT PENGIKATAN BERUPA BAHAN-BAHAN PEMBANTU (ADMIXTURE). </li></ul></ul>
  24. 83. ACUAN DAN PERANCAH (SCAFFOLDING) <ul><li>Perancah </li></ul><ul><li>Perancah harus direncanakan dan dibangun untuk mendukung beban yang diperlukan dengan syarat : </li></ul><ul><ul><li>Dapat mendukung beban tanpa lenturan atau deformasi yang berarti. </li></ul></ul><ul><ul><li>Dibagun diatas telapak atau pondasi yang memadai dengan perhitungan yang disetujui oleh Direksi Teknik. </li></ul></ul><ul><li>Perancah direncanakan/ dipasang dengan memberi kesempatan terjadi kelendutan sesuai toleransi struktur beton yang diijinkan dalam spesifikasi. </li></ul><ul><li>Bahan-bahan perancah harus sesuai spesifikasi AASHTO, bisa diperlukan oleh direksi Teknik harus dilakukan pengujian atau menyerahkan sertifikat. </li></ul>
  25. 84. ACUAN <ul><li>Acuan tanah yang disetuji Direksi Teknik, harus dibentuk galian, sisi dan dasar harus dipotong dengan tangan menurut ukuran yang diperlukan. </li></ul><ul><li>Acuan kayu atau baja, sambungan yang kedap terhadap adukan, cukup kaku untuk mempertahankan posisi yang diperlukan selama pengecoran, pemadatan dan perawatan. </li></ul>
  26. 85. BENTUK ACUAN <ul><li>Harus dipasang dan dipertahankan benar-benar menurut garis-garis yang ditunjukkan hingga beton cukup mengeras. </li></ul><ul><li>Bila bentuk tampak kurang memuaskan dalam segala hal, baik sebelum atau selama pengecoran beton, maka harus diperbaiki bentuk acuan. </li></ul>
  27. 86. PENUANGAN, PENGECORAN DAN PEMADATAN <ul><li>Penting diperhatikan untuk mencegah timbulnya segregasi yaitu pemisahan aggregate kasar dan halus. </li></ul><ul><li>Penuangan, pemindahan beton dari mixer ke tempat pengangkutan beton atau ke tempat dimanan beton siap diangkat. </li></ul><ul><li>Pengecoran, pemindahan beton ketempat dimana beton dicor ke dalam acuan (bekisting) </li></ul>
  28. 88. PEMADATAN <ul><li>Pemadatan atau penggetaran adalah menghilangkan ruang udara dari dalam spesi beton hingga kepadatan tercapai, dengan demikian beton mempunyai : </li></ul><ul><ul><li>Kekuatan yang tinggi </li></ul></ul><ul><ul><li>Shrinkage rendah </li></ul></ul><ul><ul><li>Menambah kekedapan air </li></ul></ul>
  29. 89. PENUANGAN TIAP LAPIS <ul><li>CAMPURAN DITUANGKAN DALAM LAPISAN-LAPISAN YANG SERAGAM. </li></ul><ul><li>HINDARI PENUANGAN DALAM TUMPUKAN YANG BESAR ATAU MIRING UNTUK MENCEGAH PEMISAHAN (SEGREGASI). </li></ul><ul><li>PADA KOLOM DAN DINDING SEBAIKNYA TIAP LAPISAN TIDAK LEBIH DARI 45 CM BILA LEBIH TEBAL, MAKA UDARA AKAN TERJEBAK DAN TIDAK DAPAT KELUAR WALAUPUN MEMAKAI PENGGETAR. </li></ul><ul><li>TIAP LAPISAN HARUS DIPADATKAN TERLEBIH DALU SEBELUM DITUANGI LAGI DENGAN LAPISAN BARU. </li></ul>
  30. 90. PENUANGAN PADA KOLOM <ul><li>Hindari jarak jatuh yang tinggi. </li></ul><ul><li>Tuang beton secepat mungkin sesuai kapasitas. </li></ul><ul><li>Pada pengecoran kolom, dibatasi lapisan setinggi 30 cm untuk bisa dipadatkan dengan baik. </li></ul><ul><li>Hindari “ sambungan dingin “ (cold joint) </li></ul>
  31. 91. PEMADATAN <ul><li>Pemadatan adalah upaya mengeluarkan udara sebanyak mungkin dari beton segar. </li></ul><ul><li>Jumlah udara yang terjebak tergantung pada workability. </li></ul><ul><li>Beton dengan slump 75 mm bisa mengandung udara 5 %, sedangkan slump 25 mm mengandung udara sampai 20 %, itu sebabnya beton dengan slump rendah memerlukan usaha pemadatan yang lebih tinggi dari pada slump tinggi. </li></ul>
  32. 93. RONGGA UDARA VS KEKUATAN <ul><li>RONGGA UDARA TIDAK DIKEHENDAKI KARENA MENGURANGI KEKUATAN. </li></ul><ul><li>UNTUK SETIAP 1 % UDARA KEKUATAN AKAN MENURUN 5 S/D 6 % SEHINGGA BETON DENGAN RONGGA UDARA 3 %, KEKUATANNYA MELEMAH 15 – 20 %. </li></ul><ul><li>BETON DENGAN PEMADATAN YANG BAIK VS JELEK </li></ul><ul><li>Jelek : </li></ul><ul><li>Lemah </li></ul><ul><li>Ketahanan lemah </li></ul><ul><li>Porous dan bersarang tawan (honey combed) </li></ul><ul><li>Tidak berguna </li></ul><ul><li>Baik : </li></ul><ul><li>Padat </li></ul><ul><li>Kuat </li></ul><ul><li>Mempunyai ketahanan tinggi </li></ul>
  33. 94. <ul><li>CARA PEMADATAN ANTARA LAIN DENGAN : </li></ul><ul><li>Cara Rojokan </li></ul><ul><li>Jarum Penggetar </li></ul><ul><li>Meja Penggetar (dipabrik-pabrik) </li></ul><ul><li>Vibrator Acuan (dinding) </li></ul><ul><li>Penggetar Permukaan (untuk Plat) </li></ul><ul><li>HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN PADA PENGECORAN: </li></ul><ul><li>Dekat dengan tujuan terakhir untuk mencegah pemisahan bahan-bahan akibat pemisahan adukan dalam cetakan. </li></ul><ul><li>Pekerjaan pengecoran harus dilanjutkan tanpa berhenti sampai mencapai join pelaksanaan yang ditetapkan. </li></ul>
  34. 95. PEMADATAN DENGAN ALAT-ALAT PENGGETAR HARUS DIPERHATIKAN HAL-HAL YANG BERIKUT: <ul><li>Jarum penggerak harus dimasukkan tegak lurus permukaan (vertikal) dalam hal khusus boleh miring 45 derajat. </li></ul><ul><li>Selama penggetaran jarum tidak boleh digerakkan ke arah horizontal karena dapat terjadi segregasi. </li></ul><ul><li>Harus dijaga agar jarum tidak mengenai: </li></ul><ul><ul><li>Cetakan </li></ul></ul><ul><ul><li>Bagian beton yang sudah mengeras </li></ul></ul><ul><ul><li>Tulangan baja </li></ul></ul>
  35. 96. <ul><li>Lapisan yang digetarkan tidak boleh lebih dari 30 cm atau 50 cm, jadi bagian konstruksi yang tebal harus selapis demi selapis. </li></ul><ul><li>Penggetaran dihentikan bila adukan (campuran) beton nampak mengkilap sekitar jarum (air semen mulai memisah aggregate  yaitu kita-kira 30 detik. </li></ul><ul><li>Penarikan jarum tidak boleh terlalu cepat agar rongga dapat diisi penuh oleh adukan beton. </li></ul><ul><li>Jarak antara pemasukan jarum sedemikian rupa agar daerah-daerah pengaruh saling menutup. </li></ul>
  36. 98. PERAWATAN <ul><li>TUJUAN : </li></ul><ul><li>Mencegah pengeringan yang bisa menyebabkan kehilangan air yang dibutuhkan untuk proses pengerasan beton atau berkurangnya kebutuhan air selama proses hidrasi semen </li></ul><ul><li>LAMA PERAWATAN : </li></ul><ul><ul><li>Terutama pada awal (umur awal) sampai beton berumur 14 hari (minimum moist curing) </li></ul></ul><ul><ul><li>Jenis semen dengan type I, II dan V paling sedikit dicuring 21 hari lamanya sampai dengan 28 hari. </li></ul></ul>
  37. 100. <ul><li>MOIST CURING MEMPERTAHANKAN KELEMBABAN DI LAKSANAKAN DENGAN : </li></ul><ul><ul><li>Menggenangi permukaan beton </li></ul></ul><ul><ul><li>Menutupi permukaan beton dengan karung goni yang dibasahi air </li></ul></ul><ul><ul><li>Menutup dengan tanah atau pasir </li></ul></ul><ul><ul><li>Menyirami beton secara kontinyu </li></ul></ul><ul><li>CARA LAIN : </li></ul><ul><ul><li>Perawatan dengan menutup dengan lapisan tipis (C uring dengan S ealing Membrane ) </li></ul></ul><ul><ul><li>Steam Curing (perawatan dengan uap bertekanan tinggi) </li></ul></ul><ul><ul><li>Dengan bahan Curing Agent </li></ul></ul><ul><ul><li>Mempercepat dicapainya kekuatan dengan memberi panas dan kelengasan </li></ul></ul>
  38. 101. PENGENDALIAN MUTU DI LAPANGAN <ul><li>PENGUJIAN UNTUK WORKABILITY DENGAN SLUMP </li></ul><ul><li>PENGUJIAN KUAT TEKAN, TIDAK KURANG DARI SATU BENDA UJI UNTUK KUAT TEKAN SETIAP 20 M3 BETON ATAU BAGIAN BETON YANG DICOR. </li></ul><ul><li>PENGUJIAN DILAKUKAN UNTUK 3 HARI, 7 HARI DAN 28 HARI </li></ul>
  39. 103. PENGUKURAN/PEMBAYARAN <ul><li>BETON DIUKUR MENURUT JUMLAH METER KUBIK YANG DIGUNAKAN DAN DITERIMA DALAM PEKERJAAN SESUAI DENGAN UKURAN YANG DITUNJUKKAN PADA GAMBAR. </li></ul><ul><li>TIDAK ADA PENGUKURAN TAMBAHAN ATAU KELONGGORAN AKAN DIBUAT UNTUK: </li></ul><ul><ul><li>ACUAN </li></ul></ul><ul><ul><li>PEMOMPAAN </li></ul></ul><ul><ul><li>PENYEMPURNAAN PERMUKAAN </li></ul></ul><ul><ul><li>PERAWATAN </li></ul></ul><ul><ul><li>PENGOLAHAN </li></ul></ul><ul><ul><li>PENDIRIAN PIPA LUBANG SALURAN AIR. </li></ul></ul><ul><li>BETON DIBAYAR MENURUT : </li></ul><ul><ul><li>BETON STRUKTUR (BETON BERTULANG) K300 – 400 ATAU K125 – 225 </li></ul></ul><ul><ul><li>TAK BERTULANG K125 ATAU B0 </li></ul></ul><ul><li>SATUAN PEMBAYARAN METER KUBIK </li></ul>
  40. 104. ????
  41. 107. ILUSTRASI PENGECORAN BETON PADA TOWER
  42. 113. ARAH ANGIN ?
  43. 115. … ..SELESAI…….. <ul><li>..TERIMA KASIH.. </li></ul>

×