Dasar Dasar Penulisan Ilmiah

29,468 views

Published on

Published in: Business, Technology
4 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
29,468
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
148
Actions
Shares
0
Downloads
577
Comments
4
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Dasar Dasar Penulisan Ilmiah

  1. 1. DASAR-DASAR PENULISAN KARYA ILMIAH Oleh : Dr Yetti Supriyati , MPd 2008
  2. 2. APA YANG DIMAKSUD KARYA ILMIAH? <ul><li>Karya ilmiah adalah suatu argumentasi penalaran keilmuan yang ditulis secara logis, kronologis dan sistematis dan merupakan hasil pemikiran atau ide-ide baru untuk menyelesaikan suatu masalah, yang terkumpul berdasarkan pengalaman dan dibahas dengan berbagai teori sebagai rujukan. </li></ul>
  3. 3. <ul><li>Seorang pendidik adalah ilmuwan yang memiliki fungsi ganda, yaitu: </li></ul><ul><li>secara individual, pendidik harus melaksanakan tugasnya untuk penelaahan keilmuannya tanpa henti </li></ul><ul><li>secara sosial pendidik sebagai ilmuwan bertanggung jawab agar hasil produk keilmuwannya diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat </li></ul>MENGAPA PENDIDIK HARUS MENULIS KARYA ILMIAH?
  4. 4. BAGAIMANA MENULIS KARYA ILMIAH <ul><li>Penulisan karya ilmiah berdasarkan masalah yang ada di lapangan </li></ul><ul><li>Membuat suatu penulisan karya ilmiah harus singkat, padat, dan akurat </li></ul><ul><li>Membuat detail dan rujukan yang cukup untuk memungkinkan orang lain mereproduks </li></ul><ul><li>Kritik dari suatu publikasi boleh saja dilakukan asal mengkritik substansinya dan bukan penulisnya </li></ul>
  5. 5. TANGGUNG JAWAB PROFESIONAL DAN MORAL PENDIDIK SEBAGAI ILMUWAN <ul><li>Asas moral dalam penulisan ilmiah mencakup: </li></ul><ul><li>Kebenaran </li></ul><ul><li>Kejujuran </li></ul><ul><li>menyandarkan kepada kekuatan argumentasi </li></ul><ul><li>rasional </li></ul><ul><li>objektif </li></ul><ul><li>kritis </li></ul><ul><li>terbuka </li></ul><ul><li>pragmatis </li></ul><ul><li>netral dari nilai-nilai yang bersifat dogmatik dalam menafsirkan hakikat realitas </li></ul>
  6. 6. <ul><li>Terjadi masalah pada pendidikan dimana pendidik dan tenaga kependidikan sendiri tidak sadar akan pentingnya masalah tersebut </li></ul><ul><li>Pendidik dan tenaga kependidikan telah merasakan adanya masalah yang perlu diselesaikan namun karena berbagai hal masalah tersebut belum muncul ke permukaan dan mendapatkan dukungan </li></ul><ul><li>Adanya suatu masalah yang akan timbul disebabkan karena proses yang sedang berjalan sekarang ini </li></ul><ul><li>Munculnya paham rasionalisasi yang salah yang tidak disadari oleh pendidik dan tenaga kependidikan </li></ul><ul><li>Adanya usaha dari pendidik dan tenaga kependidikan untuk menegakkan kebenaran </li></ul><ul><li>Di tengah situasi dimana segenap nilai mengalami kegoncangan </li></ul>TIMBULNYA MASALAH
  7. 7. CONTOH MASALAH….. <ul><li>Bagaimana meningkatkan profesionalitas guru IPA khususnya dalam bidang penilaian hasil belajar siswa? </li></ul><ul><li>Kenyataan menunjukkan masih banyak guru IPA yang belum sepenuhnya mampu menerapkan sistem penilaian yang komprehensif terutama penilaian yang sesuai dengan karakteristik IPA. </li></ul><ul><li>Bagaimana merencanakan alat peraga fisika untuk membantu terlaksananya pembelajaran fisika yang dapat memberikan pengalaman langsung dan melatih keterampilan proses sains? </li></ul>
  8. 8. CONTOH MASALAH… <ul><li>Tuntutan untuk menghasilkan kualitas lulusan yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan masyarakat melalui KTSP menjadi salah satu fokus dari pengelola pendidikan pada tingkat pendidikan dasar. </li></ul><ul><li>Strategi pembelajaran yang bersifat konvensional belum ke arah pengembangan multiple intell i gences , sehingga guru kurang pandai melahirkan ide-ide baru dalam pembelajaran yang inovatif . </li></ul><ul><li>Bagaimana memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi untuk pengembangan pembelajaran sains dan matematika dengan berbasis multimedia </li></ul>
  9. 9. Contoh Latar belakang masalah….. <ul><li>Bagi suatu Bank yang memiliki cabang di berbagai daerah/kota di dalam negeri maupun di luar negeri memerlukan upgrading karyawan secara terus menerus melalui training . </li></ul><ul><li>Jumlah karyawan dan banyaknya level jabatan menjadi masalah dalam pengorganisasian training. </li></ul><ul><li>Dalam menyelenggarakan training , suatu Bank harus menyediakan secara khusus panitia training , instruktur, tempat, waktu, dan biaya akomodasi. </li></ul><ul><li>Masalah lain yang dihadapi saat pelaksanaan training, sejumlah karyawan akan meninggalkan tempat tugas, hal ini merupakan kerugian waktu dan juga dapat menjadi lost of opportunity bagi Bank. </li></ul><ul><li>Selain itu waktu yang diperlukan untuk melatih bergantung pada jumlah karyawan, jika jumlah karyawan banyak, maka harus dibuat kelas parallel atau panitia training harus terus menerus melaksanakan pelatihan beberapa tahap. </li></ul><ul><li>Keadaan ini merupakan biaya yang tinggi yang harus ditanggung oleh Bank. Salah satu alternatif untuk efisiensi biaya dan waktu dikembangkan model pelatihan berbasis e–learning. </li></ul>
  10. 10. CONTOH JUDUL-JUDUL KARYA ILMIAH <ul><li>UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN SAINS MELALUI PENGEMBANGAN MULTIPLE INTELLEGENCES </li></ul><ul><li>STANDAR PENILAIAN KELOMPOK MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI </li></ul><ul><li>UPAYA MENUJU PROFESIONALITAS GURU RUMPUN MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DENGAN PENINGKATAN KEMAMPUAN PENILAIAN PEMBELAJARAN </li></ul><ul><li>PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PELATIHAN BAGI KARYAWAN BANK BERBASIS E-LEARNING </li></ul><ul><li>PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN SAINS DAN MATEMATIKA </li></ul><ul><li>STRATEGI PEMBELAJARAN MIPA BERBASIS KBK </li></ul>
  11. 11. URUTAN PENULISAN <ul><li>I. PENDAHULUAN </li></ul><ul><li>II. PERMASALAHAN </li></ul><ul><li>III. PEMBAHASAN </li></ul><ul><li>IV. KESIMPULAN </li></ul><ul><li>V. DAFTAR PUSTAKA </li></ul>
  12. 12. I. PENDAHULUAN <ul><li>Dijelaskan latar belakang timbulnya masalah </li></ul><ul><li>Urutan penulisan dari hal-hal yang umum ke hal-hal yang khusus </li></ul><ul><li>Setiap variabel diberikan contoh fakta-fakta yang ada di lapangan </li></ul><ul><li>Hubungkan dengan sedikit teori atau perbandingkan dengan fakta lain ( misal di luar negeri), atau aturan-aturan yang berlaku ( misal PP, Permen dst) </li></ul><ul><li>Pada akhir pendahuluan ditekankan pentingnya mencarikan solusi untuk permasalahan tersebut </li></ul>
  13. 13. II. PERMASALAHAN <ul><li>Permasalahan merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pertanyaan-pertanyaan atau pernyataan yang ingin dicari jawabannya </li></ul><ul><li>Rumuskan permasalahan dengan bahasa pertanyaan atau pernyataan berdasarkan latar belakang yang telah di jelaskan pada pendahuluan </li></ul>
  14. 14. III. PEMBAHASAN <ul><li>Pembahasan merupakan pengetahuan –pengetahuan ilmiah sebagai premis dalam argumentasi </li></ul><ul><li>Setiap variabel dibahas berdasarkan teori-teori, konsep-konsep, peraturan dsb </li></ul><ul><li>Dibahas beberapa alternatif sebagai solusi untuk mencapai penyelesaian permasalahan </li></ul><ul><li>Diberikan penguatan solusi yang paling efektif untuk penyelesaian permasalahan </li></ul>
  15. 15. IV. KESIMPULAN <ul><li>Kesimpulan merupakan sintesis dari keseluruhan aspek yang diuraikan secara ringkas dari hasil pembahasan dan merupakan solusi jawaban untuk menyelesaikan permasalahan </li></ul>
  16. 16. V. DAFTAR PUSTAKA <ul><li>Dituliskan berbagai buku rujukan </li></ul><ul><li>Tulislah buku rujukan dengan mengacu salah satu teknik penulisan daftar pustaka </li></ul>
  17. 17. PUBLIKASI HASIL KARYA ILMIAH <ul><li>Pendidik harus segera mempublikasikan temuannya dalam jurnal ilmiah. </li></ul><ul><li>mempublikasikan karya ilmiah di jurnal harus memiliki tanggung jawab terhadap penulisannya yang akurat, dan tidak bias dalam menginterpretasinya </li></ul><ul><li>Seorang pendidik tidak dibenarkan menyatakan suatu penemuan yang plagiat dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. </li></ul>
  18. 18. Etika akademis yang harus dimiliki oleh setiap pendidik sebagai pedoman dalam menjalankan aktivitas akademiknya, antara lain: <ul><li>Bekerja dengan JUJUR. </li></ul><ul><li>Tidak mencurangi DATA. </li></ul><ul><li>Berusaha selalu bertindak TEPAT, TELITI dan CERMAT. </li></ul><ul><li>Berlaku ADIL terhadap pendapat orang lain yang muncul terlebih dahulu. </li></ul><ul><li>Menjauhi pandangan BERBIAS terhadap data dan pemikiran orang lain. </li></ul><ul><li>Tidak BERKOMPROMI tetapi mengusahakan penyelesaian permasalahan secara tuntas. </li></ul>
  19. 19. Etika Ilmuwan dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah <ul><li>OBYEKTIF, (berdasarkan kondisi faktual) </li></ul><ul><li>UP TO DATE, (yang ditulis merupakan perkembangan ilmu paling akhir) </li></ul><ul><li>RASIONAL, (berfungsi sebagai wahana penyampaian kritik timbal-balik) </li></ul><ul><li>RESERVED, (tidak overcliming, jujur, lugas dan tidak bermotif pribadi) </li></ul><ul><li>EFEKTIF dan EFISIEN, (tulisan sebagai alat komunikasi yang berdaya tarik tinggi). </li></ul>

×