Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Tugas statistika dasar  analisis korelasi  HIKMAH AMELIA KUSTINA  082461  KELAS 3D NR
PENGERTIAN KORELASI   <ul><li>KORELASI </li></ul><ul><li>Korelasi   merupakan hubungan antara dua buah variabel, jika nila...
JENIS KORELASI  <ul><li>Korelasi Pearson Product Momen t </li></ul><ul><li>Korelasi ini dilakukan jika sepasang variabel k...
DATA NILAI UTS SMAN BOJONEGARA 65.28 75.00 71.67 75.00 65.39 73.33 73.33 73.33 70.53 75.00 85.00 76.67 66.92 73.33 71.67 7...
Correlations <ul><li>bagian ini merupakan hasil pilihan option. Dimana terdapat nilai rata-rata (mean) dari ke empat varia...
Correlations <ul><li>Bagian ini menunjukan hasil koefisien korelasi. Untuk semua variabel yang di masukan dalam perhitunga...
Nonparametric   Correlations
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Tugas Statistika Dasar Korelasi

6,229 views

Published on

Published in: Business, Technology
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Tugas Statistika Dasar Korelasi

  1. 1. Tugas statistika dasar analisis korelasi HIKMAH AMELIA KUSTINA 082461 KELAS 3D NR
  2. 2. PENGERTIAN KORELASI <ul><li>KORELASI </li></ul><ul><li>Korelasi merupakan hubungan antara dua buah variabel, jika nilai suatu variabel naik, sedangkan nilai variabel yang lain turun, maka dikatakan terdapat hubungan negatif serta sebaliknya. </li></ul>
  3. 3. JENIS KORELASI <ul><li>Korelasi Pearson Product Momen t </li></ul><ul><li>Korelasi ini dilakukan jika sepasang variabel kontinu, memiliki korelasi. Jumlah pengamatan variabel X dan Y harus sama, atau kedua nilai variabel tersebut berpasangan. Semakin besar nilai koefisien korelasinya maka akan semakin besar pula derajat hubungan antara kedua variabel. Korelasi Pearson biasanya pada hubungan yang berbentuk linier (keduanya meningkat atau keduanya menurun). Koefisien korelasi ini tidak menunjukkan adanya hubungan kausal antar variabelnya. Contoh kasus: jika terdapat hubungan korelasi antara variabel citra merek dengan kepuasan konsumen motor merek Honda. </li></ul><ul><li>Korelasi Spearman </li></ul><ul><li>Jika pengamatan dari 2 variabel X dan Y adalah dalam bentuk skala ordinal, maka derajat korelasi dicari dengan koefisien korelasi spearman. Prosedurnya terdiri atas : 1. Atur Pengamatan dari kedua variabel dalam bentuk ranking. 2. Cari beda dari masing-masing pengamatan yang sudah berpasangan. </li></ul><ul><li>Korelasi Rank Kendall </li></ul><ul><li>Analisis korelasi rank Kendall digunakan untuk mencari hubungan dan menguji hipotesis antara dua variabel atau lebih, bila datanya berbentuk ordinal atau ranking . Kelebihan metode ini bila digunakan untuk menganalisis sampel berukuran lebih dari 10 dan dapat dikembangkan untuk mencari koefisien korelasi parsial.Metode yang digunakan pada analisis koefisien korelasi rank Kendall yang diberi notasi τ adalah sebagai berikut: 1. Beri ranking data observasi pada variabel X dan variabel Y. 2. Susun n objek sehingga ranking X untuk subjek itu dalam urutan wajar, yaitu 1, 2, 3, …, n. Apabila terdapat ranking yang sama maka ranking -nya adalah rata-ratanya. 3. Amati ranking Y dalam urutan yang bersesuaian dengan ranking X yang ada dalam urutan wajar kemudian tentukan jumlah angka pasangan concordant (Nc) dan jumlah angka pasangan discordant (Nd). </li></ul><ul><li>Koefisien korelasi non-parametrik </li></ul><ul><li>Koefisien korelasi Pearson merupakan statistik parametik, dan ia kurang begitu menggambarkan korelasi bila asumsi dasar normalitas suatu data dilanggar. Metode korelasi non-parametrik seperti spearman dan Kendall berguna ketika distribusi tidak normal. Koefisien korelasi non-parametrik masih kurang kuat bila dibandingkan dengan metode parametrik jika asumsi normalitas data terpenuhi, namun cenderung memberikan hasil distrosi ketika asumsi tersebut tak terpenuhi </li></ul>
  4. 4. DATA NILAI UTS SMAN BOJONEGARA 65.28 75.00 71.67 75.00 65.39 73.33 73.33 73.33 70.53 75.00 85.00 76.67 66.92 73.33 71.67 71.67 65.14 71.67 75.00 70.00 68.44 70.00 71.67 71.67 69.69 75.00 75.00 75.00 70.11 73.33 71.67 71.67 67.36 71.67 75.00 71.67 67.78 71.67 73.33 68.33 70.25 76.67 75.00 75.00 71.64 71.67 71.67 70.00 70.97 71.67 73.33 73.33 69.58 71.67 71.67 71.67 69.58 75.00 73.33 76.67 66.25 68.33 73.33 70.00 72.06 71.67 73.33 73.33 72.36 71.67 71.67 75.00 71.22 73.33 73.33 73.33 68.44 73.33 73.33 73.33 70.69 71.67 73.33 73.33 72.64 75.00 71.67 68.33 74.83 75.00 73.33 73.33 72.06 71.67 71.67 71.67 71.08 70.00 75.00 68.33 72.72 75.00 73.33 73.33 72.89 75.00 75.00 71.67 69.56 75.00 73.33 73.33 67.06 73.33 75.00 71.67 74.44 76.67 73.33 73.33 Y X3 X2 X1
  5. 5. Correlations <ul><li>bagian ini merupakan hasil pilihan option. Dimana terdapat nilai rata-rata (mean) dari ke empat variabel. Nilai standar deviasi dan jumpah sampel (N). Contohnya : Fisika memiliki nilai 72.5000, standar deviasi 2.22102 dan jumlah sampel (N) adalah 30. </li></ul>
  6. 6. Correlations <ul><li>Bagian ini menunjukan hasil koefisien korelasi. Untuk semua variabel yang di masukan dalam perhitungan. </li></ul>
  7. 7. Nonparametric Correlations

×