Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Skripsi zainul hamid ( motivasi belajar)

68,280 views

Published on

Skripsi (Motivasi Belajar)

  • Follow the link, new dating source: ❤❤❤ http://bit.ly/2Q98JRS ❤❤❤
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Dating direct: ❤❤❤ http://bit.ly/2Q98JRS ❤❤❤
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • very good!!! gak bsa didnlod?
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • keren.,
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • yaelah.....ga bs didonlot ya
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Skripsi zainul hamid ( motivasi belajar)

  1. 1. BAB I<br />PENDAHULUAN<br /><ul><li> Latar Belakang
  2. 2. Perkembangan zaman yang semakin moderen terutama pada era globalisasi seperti sekarang ini menuntut adanya sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan prasyarat mutlak untuk mencapai tujuan pembangunan. Salah satu wahana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia tersebut adalah pendidikan.
  3. 3. Menurut Auliyawati (2008:1) Pendidikan pada tiap tingkatan mempunyai tujuan untuk menyiapkan peserta didik agar mempunyai kemampuan dalam melanjutkan tingkatan pendidikan ke tingkatan selanjutnya. Salah satu usaha yang digunakan untuk mewujudkan kemampuan siswa tersebut adalah dengan meningkatkan penguasaan mereka terhadap setiap materi yang di ajarkan.
  4. 4. Pengusaan siswa terhadap setiap materi yang di ajarkan dapat di pengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya menurut Deming (dalam B. Uno Hamzah, 2008:86) adalah input mentah atau siswa itu sendiri. Selain Deming tokoh pendidikan seperti Ovide Dicroly (dalam Hamalik, 2006:157 ) juga berpandangan sama bahwa faktor siswa justru menjadi unsur yang menentukan berhasil tidaknya pengajaran yang di sampaikan oleh guru, sebab setiap siswa memiliki kondisi internal di mana kondisi tersebut sangat berperan dalam aktivitas belajar mereka sehari-hari, salah satu dari kondisi internal tersebut adalah motivasi.
  5. 5. Motivasi sebagai motor penggerak di dalam diri seseorang atau kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu demi tercapainya suatu tujuan. Sedangkan motivasi belajar merupakan keseluruhan daya penggerak di dalam diri anak yang mampu menimbulkan kesemangatan atau kegairahan belajar. siswa yang tidak memiliki motivasi belajar tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar, dan perbuatan belajar akan terwujud apabila ada motivasi belajar dari dalam diri siswa. Selain motivasi belajar dari dalam siswa, motivasi belajar dari luar diri siswa juga perlu di bangkitkan oleh guru dengan cara manginformasikan tujuan pembelajaran, memberi dorongan, memberi rangsangan, mengevaluasi dan umpan balik. Selain itu guru juga harus mampu membangkitkan ingatan siswa terhadap materi yang telah di ajarkan.
  6. 6. Matematika sebagai ilmu yang memiliki tingkat kesukaran yang lebih tinggi membutuhkan peranan motivasi belajar. Menurut Sardiman (2005:83) siswa yang memiliki motivasi belajar, juga memiliki ketekunan dalam mengahadapi tugas, ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa), lebih senang bekerja mandiri dan senang mencari serta memecahkan masalah soal-soal. Agar siswa termotivasi untuk belajar lebih lanjut maka perlu diberikan rangsangan berupa hadiah, pujian, gerakan tubuh (acungan jempol, tepuk tangan, geleng-geleng kepala), persaingan, dan memberikan nilai terhadap hasil pekerjaan yang mereka capai.
  7. 7. Bertolak dari uraian di atas peneliti pernah mengadakan observasi pada MTs Limboro kelas VIII, di temukan banyak siswa kurang memilik motivasi belajar, itu terlihat saat proses belajar mengajar berlangsung seperti kurang memperhatikan penjelasan guru dengan baik, tidak mencoba mengerjakan contoh soal yang diberikan oleh guru, terlambat mengumpul tugas bahkan ada yang tidak kumpul sama sekali, serta kurang lengkapnya catatan yang mereka miliki akibatnya mereka kurang menguasai materi dengan baik, bahkan ada yang tidak bisa menyelesaikan tugas atau contoh soal yang diberikan oleh guru . Selain beberapa kondisi di atas, ada juga beberapa siswa yang memperhatikan penjelasan guru dengan baik, bergairah, selalu ingin maju mengerjakan contoh soal yang di berikan oleh guru, selalu mengumpul atau mengerjakan tugas yang di berikan oleh guru, memiliki catatan yang lengkap dan penguasaan mereka terhadap materi cukup lumayan.
  8. 8. Beberapa kondisi siswa tersebut di atas dalam mengikuti proses belajar mengajar mungkin tergantung atau dipengaruhi oleh motivasi belajar yang ada pada diri mereka masing-masing. Olehnya itu peneliti merasa tertarik untuk mengangkat judul:
  9. 9. “Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Penguasaan Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Pada Siswa MTs. Limboro Kecamatan Seram Barat Kabupaten Seram Bagian Barat”.
  10. 10. Rumusan Masalah
  11. 11. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka peneliti dapat merumuskan masalah sebagai berikut :
  12. 12. Apakah ada pengaruh motivasi belajar terhadap penguasaan materi sistem persamaan linear dua variabel pada siswa MTs Limboro kelas VIII ?
  13. 13. Berapa besar pengaruh motivasi belajar terhadap penguasaan materi sistem persamaan linear dua variabel pada siswa MTs Limboro kelas VIII ?
  14. 14. Tujuan Penelitian
  15. 15. Bertolak dari perumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk :
  16. 16. Untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap penguasaan materi sistem persamaan linear dua variabel pada siswa MTs Limboro kelas VIII
  17. 17. Untuk mengetahui besarnya pengaruh motivasi belajar terhadap penguasaan materi sistem persamaan linear dua variabel pada siswa MTs limboro kelas VIII.
  18. 18. Hipotesis Penelitian
  19. 19. Diduga bahwa : ada pengaruh motivasi belajar terhadap penguasaan materi sistem persamaan linear dua variabel pada siswa MTs Limboro kelas VIII kecamatan seram barat kabupaten Seram Bagian Barat.
  20. 20. Kegunaan Penelitian
  21. 21. Di harapkan dari hasil penelitian ini agar dijadikan sebagai bahan pelajaran bagi setiap guru matematika bahwa motivasi belajar sangat berperan bagi siswa dalam penguasaan materi sistem persamaan linear dua variabel khususnya dan ilmu matematika pada umumnya.
  22. 22. Penegasan Istilah
  23. 23. Agar tidak terjadi penafsiran yang berbeda dalam penulisan ini, maka penulis perlu menjelaskan istilah-istilah yang relevan sebagai berikut :
  24. 24. Motivasi belajar adalah: keseluruhan daya penggerak di dalam diri anak yang mampu menimbulkan kesemangatan atau kegairahan belajar. Afifudin (dalam, Ridwan 2008:1)l
  25. 25. Sistem persamaan linear dua variabel adalah: persamaan yang berbentuk x + y = n di mana x , y adalah variabel, dan n adalah konstanta, yang diselesaikan dengan meggunakan metode grafik, metode eliminasi dan metode subtitusi.</li></ul> <br /><ul><li> BAB II
  26. 26. LANDASAN TEORI
  27. 27. Hakekat Matematika
  28. 28. Sampai saat ini belum ada kesepakatan yang bulat untuk mendefenisikan apa itu matematika. Walaupun belum ada defenisi tunggal mengenai matematika, bukan berarti matematika tidak dapat dikenali. Seperti apa yang telah diutarakan oleh Soedjadi (dalam, Priyoananto, 2007:1) sebagai pengetahuan matematika mempunyai beberapa karakteristik, yaitu bahwa obyek matematika tidaklah konkrit tetapi abstrak. Dengan mengetahui obyek penelaahan matematika kita dapat mengetahui hakekat matematika yang sekaligus dapat diketahui juga cara berfikir matematika. Oleh E.T. Ruseffendi (dalam, Priyoananto, 2007:1) mengungkapkan: matematika itu timbul karena pikiran-pikiran manusia yang berhubungan dengan ide, proses dan penalaran. Matematika terdiri dari empat wawasan yang luas yakni: Aritmetika, Aljabar, geometri dan analisa. Selain itu matematika adalah ratunya ilmu, maksudnya bahwa matematika itu idak bergantung pada bidang studi lain.</li></ul>Bahasa matematika yang digunakan agar dapat dipahami, dengan menggunakan simbol dan istilah yang telah disepakati bersama. Sementara itu Hudoyo (dalam, Priyoananto, 2007:1) secara singkat mengatakan bahwa “Matematika berkenaan dengan ide-ide atau konsep-konsep abstrak yang tersusun secara hirarkis dan penalaran secara deduktif” dan apabila matematika dipandang sebagai suatu struktur dari hubungan-hubungan maka simbol-simbol formal diperlukan untuk menyertai himpunan benda-benda atau obyek-obyek. Simbol-simbol ini sangat penting dalam membentuk memanipulasi aturan yang beroperasi dalam struktur-struktur.<br />Pemahaman terhadap struktur-struktur dan proses simbolisasi memberikan fasilitas komunikasi dan dari komunikasi ini kita mendapatkan informasi. Dari informasi-informasi ini dapat membentuk konsep baru. Dengan demikian simbol-simbol bermanfaat untuk kehematan intelektual, sebab symbol-simbol dapat digunakan dalam mengkomunikasikan ide secara efektif dan efisien. Karena itu belajar matematika sebenarnya untuk mendapatkan pengertian hubungan-hubungan dan simbol-simbol serta kemudian mengaplikasikan dalam kehidupan yang nyata. Dengan demikian hakekat matematika adalah hal-hal yang berhubungan dengan ide-ide, struktur-struktur dan hubungannya diatur menurut aturan yang logis.<br /><ul><li>Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Proses Mengajar dan Belajar Matematika
  29. 29. Menurut Hudoyo (dalam, priyoananto, 2007:1) kegiatan belajar yang kita kehendaki akan bisa tercapai bila faktor-faktor berikut ini dapat dikelola sebaik-baiknya:</li></ul>Peserta didik <br /> Kegagalan atau keberhasilan belajar sangat tergantung kepada peserta didik.misalnya saja, bagaimana kemampuan dan kesiapannya untuk belajar matematika, bagaimana kondisi psikologis si anak, dan kondisi fisiologisnya. Orang yang mempunyai motivasi belajar dan dalam keadaan sehat jasmani akan lebih baik belajar daripada orang yang dalam keadaan lelah seperti perhatian, pengamatan, ingatan juga berpengaruh terhadap kegiatan belajar seseorang.<br />Pengajar<br /> Kemampuan pengajar dalam menyampaikan materi dan sekaligus menguasai materi yang diajarkan sangat mempengaruhi terjadinya proses belajar. Seorang pengajar yang tidak menguasai materi matematika dengan baik dan kurang meguasai cara menyampaikan dengan tepat dapat mengakibatkan rendahnya mutu pengajaran dan yang kedua dapat menimbulkan kesulitan pesert didik dalam memahami matematika. Akbatnya proses belajar matematika tidak berlangsung efektif.<br />Sarana dan Prasarana<br />Sarana yang lengkap seperti adanya buku teks dan alat bantu belajar merupakan fasilitas yang penting. Demikian pula prasarana yang cocok seperti ruangan dan tempat duduk yang bersih dan sejuk bisa memperlancar terjadinya proses belajar. Tidak menutup kemungkinan penyediaan sumber lain, seperti majalah tentang pengajaran matematika, laboratorium matematika dan lain-lain akan dapat meningkatkan kualitas belajar.<br />Penilaian <br />Penilaian dipergunakan untuk melihat bagaimana berlangsungnya interaksi antara pengajar dan peserta didik. Disamping itu penilaian juga berfungsi untuk meningkatkan kegiatan belajar sehingga dapat diharapkan dapat memperbaiki hasil belajar apabila kurang berhasil. Penilaian juga mengacu pada proses belajar, yang dinilai adalah bagaimana langkah-langkah berfikir siswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Dengan demikian, apabila langkah-langkah penyelesaian masalah benar sedangkan langkah terahir salah, telah menunjukan proses belajar siswa baik.<br />.<br /><ul><li>Motivasi
  30. 30. Motivasi berpangkal dari kata motif yang diartikan sebagai daya penggerak yang ada dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Bahkan motivasi dapat diartikan sebagai suatu kondisi interen (kesiapsiagaan). Adapun menurut Mc.Donald (dalam, Fathurrohman dan Sutikno, 2007:19) motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang di tandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari pengertian yang dikemukakan oleh Mc.Donald ini mengandung tiga elemen atau ciri pokok dalam motivasi itu, yakni motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi, ditandai dengan adanya feeling dan dirangsang adanya tujuan.
  31. 31. Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan pembelajaran , motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan yang ada dapat tercapai.
  32. 32. Motivasi Belajar
  33. 33. Menurut Afifudin (dalam Ridwan, 2008:1) Motivasi belajar adalah: keseluruhan daya penggerak di dalam diri anak yang mampu menimbulkan kesemangatan atau kegairahan belajar. Motivasi belajar dapat dibedakan dalam dua jenis, masing-masing adalah:</li></ul>Motivasi belajar dari dalam diri siswa (motivasi belajar intrinsik)<br />Motivasi belajar dari luar diri siswa (motivasi belajar ekstrinsik).<br />Motivasi belajar dari dalam diri siswa (motivasi belajar intrinsik)<br />Jenis motivasi ini timbul dari dalam diri idividu sendiri tanpa ada paksaan dari orang lain tetapi atas dasar kemauan sendiri. Siswa yang memiliki motivasi belajar intrinsik biasanya memiliki kesadaran sendiri memperhatikan penjelasan guru dengan baik, rasa ingin tahunya lebih banyak terhadap materi yang diberikan, berbagai gangguan yang ada disekitarnya tidak dapat mempengaruhi perhatiannya. Selain itu motivasi belajar intrinsik ini juga timbul karena adanya hasrat dan keinginan berhasil, dorongan kebutuhan akan belajar dan harapan akan cita-cita.<br /> perlu juga diketahui bahwa siswa yang memiliki motivasi belajar intrinsic memiliki tujuan menjadi orang yang terdidik, yang berpengetahuan, yang ahli dalam bidang studi tertentu, satu-satunya jalan untuk menuju ketujuan yang ingin dicapai ialah belajar, tanpa belajar tidak akan mungkin menjadi ahli. Dorongan yang menggerakan itu bersumber pada suatu kebutuhan yang berisikan keharusan untuk menjadi orang yang terdidik dan berpengetahuan. <br />Motivasi belajar dari luar diri siswa (motivasi belajar ekstrinsik)<br />Jenis motivasi belajar ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar diri individu, apakah karena adanya rangsangan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar. Sebagai contoh seorang siswa belajar karena ada rangsangan dari guru misalnya memberikan dorongan, arahan,, hadiah, dan sejenisnya. Oleh karena itu, motivasi belajar ekstrinsic dapat dikatakan sebagai bentuk aktivitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan dorongan dari luar diri individu. Beberapa bentuk motivasi belajar ekstrinsik menurut Winkel (dalam, Yamin, 2007:227) diantaranya adalah:<br />1.Belajar demi memenuhi kewajiban <br />2. Belajar demi menghindari hukuman yang diancamkan <br />Belajar demi memperoleh hadiah material yang disajikan<br />Belajar demi memperoleh pujian dari orang penting seperi orang tua dan guru<br />Belajar demi meningkatkan gengsi<br />Belajar demi tuntutan jabatan yang ingin dipegang atau demi memenuhi prasarat kenaikan atau golongan administratif.<br />Indikator siswa yang memiliki motivasi belajar dapat dilihat dalam kegiatan sehari-hari ketika proses belajar mengajar sedang berlangsung yakni bergairah, senang, ceria, siap menerima pelajaran baru, suka tantangan, suka mengerjakan soal, dan mampu berargumentasi.<br /> Sedangkan menurut B.Uno (2008:2003) indikator motivasi belajar baik intrinsik maupun ekstrinsik dapat di klasifikasikan sebagai berikut: <br /><ul><li>Adanya hasrat dan keinginan berhasil
  34. 34. Adanya dorongan dan kebutuhan belajar
  35. 35. Adanya harapan dan cita-cita masa depan
  36. 36. Adanya penghargaan dalam belajar
  37. 37. Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar</li></ul>Adanya lingkungan belajar yang kondusif, sehingga memungkinkan siswa dapat belajar dengan baik. <br /><ul><li>Fungsi Motivasi Belajar</li></ul>Dalam proses belajar mengajar motivasi belajar berfungsi sebagai pendorong, pengarah, dan sekaligus sebagai penggerak di dalam diri siswa untuk melakukan aktivitas belajar. Fungsi motivasi belajar menurut Oemar Hamalik (dalam, Yamin, 2007:224) meliputi sebagai berikut: <br />Mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan. Tanpa motivasi maka tidak akan timbul sesuatu perbuatan seperti belajar.<br />Motivasi berfungsi sebagai pengarah, artinya mengarahkan perbuatan kepencapaian tujuan yang di inginkan.<br />Motivasi berfungsi sebagai penggerak. Besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan.<br />Motivasai dapat juga dikatakan sebagai pendorong usaha dalam pencapaian prestasi. Seseorang melakukan sesuatu usaha karena adanya motivasi. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukan hasil yang baik pula. Dengan kata lain, bahwa dengan adanya usaha yang tekun dan terutama di dasari adanya motivasi, maka seseorang yang belajar itu akan dapat menghasilkan prestasi yang baik.<br />Ciri-Ciri Motivasi Belajar<br />ciri-ciri motivasi belajar menurut Munandar (dalam Puspitariana, 2008:1) adalah :<br /><ul><li>Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus menerus dalam waktu yang lama, tidak berhenti sebelum selesai)
  38. 38. Ulet menghadapai kesulitan (tidak lekas putus asa)
  39. 39. Tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi
  40. 40. Ingin mendalami bahan atau bidang pengetahuan yang di berikan
  41. 41. Selalu berusaha berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas dengan prestasinya)
  42. 42. Senang, rajin belajar, dan penuh semangat
  43. 43. Dapat mempertahankan pendapat-pendapatnya kalau di yakini itu benar
  44. 44. Mengejar tujuan-tujuan jangka panjang
  45. 45. Senang mencari dan memecahkan soal-soal.
  46. 46. Strategi Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa</li></ul> Menurut Djamarah dan Zain (2006:149-157) strategi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa adalah sebagai berikut:<br /><ul><li>Memberi angka
  47. 47. Angka yang dimaksud adalah simbol atau nilai dari hasil aktivitas belajar siswa. Angka yang di berikan kepada siswa biasanya bervariasi sesuai hasil ulangan atau tugas yang telah mereka peroleh dari hasil penilain guru, angka merupakan alat motivasi yang cukup memberikan rangsangan kepada siswa untuk mempertahankan atau bahkan lebih meningkatkan prestasi belajar mereka.
  48. 48. Hadiah
  49. 49. Dalam kegiatan belajar mengajar, guru dapat memberikan hadiah berupa apa saja kepada anak didik yang berprestasi dalam menyelesaikan tugas, benar menjawab ulangan formatif yang di berikan, dapat meningkatkan disiplin belajar dan sebagainya.
  50. 50. Hadiah berupa benda seperti buku tulis, pensil, pena, balpoint, penggaris, buku bacaan dan sebagainya dapat di manfaatkan untuk kepentingan belajar anak didik. Demikian juga halnya dengan hadiah berupa makanan seperti permen, roti, dan sejenisnya dapat dugunakan untuk mendapatkan unpan balik dari anak didik di dalam kegiatan belajar mengajar. Pemberian hadiah tersebut tidak di lakukan ketika anak didik sedang belajar, tetapi setelah anak didik menunaikan tugasnya dengan baik. Misalnya anak didik dapat menyelesaikan tugas dengan baik dan tepat waktu, maka di berikan beberapa butir permen. Pemberian hadiah secara tiba-tiba (spontanitas) kepada anak didik yang menunjukan prestasi kerjanya yang gemilang di ahir kegiatan pengajaran. Dengan begitu, maka anak didik akan merasa bangga karena hasil kerjanya di hargai dalam bentuk materi. Hal itu juga menjadi dorongan bagi anak didik lainnya untuk selalu bersaing dalam belajar.
  51. 51. Pujian
  52. 52. Pujian adalah alat motivasi yang positif. Setiap orang senang di puji, tak peduli tua atau muda, bahkan anak-anakpun senang di puji atas sesuatu pekerjaan yang telah selesai di kerjakannya dengan baik. Orang yang di puji merasa bangga karena hasil belajar atau kerjanya mendapat pujian dari orang lain. Kata-kata seperti “kerjamu bagus”, “kerjamu rapi”, “kamu cerdas”, “selamat sang juara kelas”, dan sebagainya adalah sejumlah kata-kata yang biasanya di gunakan oleh orang lain untuk memuji orang-orang tertentu yang di anggap perpresatasi.
  53. 53. Dalam kegiatan belaja mengajar, pujian dapat di manfaatkan sebagai alat motivasi. Karena anak didik juga manusia, maka mereka juga senang di puji. Guru dapat memakai pujian untuk menyenangkan perasaan anak didik. Pujian dapat berfungsi untuk menggairahkan motivasi belajar siswa dalam proses belajar mengajar berlangsug.
  54. 54. Gerakan tubuh
  55. 55. Gerakan tubuh dalam bentuk mimic yang cerah, dengan senyum, mengangguk, acungan jempol, tepuk tangan, menaikan bahu, geleng-geleng kepala, menaikan tangan dan lain-lain adalah sejumlah gerakan fisik yang dapat memberikan umpan balik dari anak didik.
  56. 56. Gerakan tubuh merupakan penguatan yang dapat membangkitkan gairah belajar anak didik, sehingga proses belajar mengajar lebih menyenangkan. Hal ini terjadi karena interaksi yang terjadi antara guru dengan anak didik seiring untuk mencapi tujuan pengajaran. Anak didik memberikan tanggapan atas stimulus yang guru berikan.
  57. 57. Saingan atau kompetisi
  58. 58. Saingan atau kompetisi dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk mendorong belajar siswa. Persaingan, baik persaingan individual ataupun persaingan kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar siswa juga sangat baik di gunakan untuk meningkatkan kegiatan belajar siswa.
  59. 59. Memberi tugas
  60. 60. Tugas adalah suatu pekerjaan yang menuntut pelaksanaan untuk di selesaikan. Guru dapat memberikan tugas kepada anak didik sebagai bagian yang tak dapat terpisahkan dari tugas belajar anak didik. Tugas dapat diberikan dalam berbagai bentuk. Tidak hanya dalam bentuk tugas kelompok, tetapi dapat juga dalam bentuk tugas perorangan.
  61. 61. Tugas dapat di berikan oleh guru setelah selesai menyampaikan bahan pelajaran. Caranya, sebelum bahan diberikan, guru dapat memberitahukan kepada anak didik bahwa setelah penyampaian bahan pelajaran semua anak didik akan mendapatkan tugas yang di berikan oleh guru. Tugas yang diberikan dapat berupa membuat rangkuman dari bahan pelajaran yang baru di jelaskan, mengerjakan contoh-contoh soal yang telah di jelaskan, membuat kesimpulan, menjawab masalah tertentu yang telah di persiapkan, dan sebagainya.
  62. 62. Anak didik yang menyadari akan mendapat tugas dari guru setelah mereka menerima bahan pelajaran, akan memperhatikan penyampaian bahan pelajaran. Mereka berusaha meningkatkan perhatian dengan konsentrasi terhadap penjelasan-penjelasan yang diberikan oleh guru. Sebab bila tidak, tentu mereka hawatir tidak akan mampu menyelesaikan tugas yang di berikan itu dengan baik.
  63. 63. Memberi ulangan
  64. 64. ulangan yang diberikan kepada anak didik bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat penguasaan anak didik terhadap bahan yang telah di berikan dalam kegiatan belajar mengajar. ulangan dapat guru manfaatkan untuk membangkitkan perhatian anak didik terhadap bahan yang di berikan di kelas. Ulangan dapat di berikan pada setiap ahir kegiatan pengajaran. Agar perhatian anak didik terhadap bahan yang akan di berikan dapat bertahan dalam waktu yang relative lama, guru sebaiknya memberitahuka kepada anak didik bahwa di ahir pelajaran akan di adakan ulangan.
  65. 65. Mengetahui hasil
  66. 66. Ingin mengetahui adalah suatu sifat yang sudah melekat di dalam diri setiap orang. Jadi, setiap orang selalu ingin mengetahui sesuatu yang belum di ketahuinya. Dorongan ingin mengetahui membuat seseorang berusaha dengan cara apapun agar keinginanya itu menjadi kenyataan atau terwujud. Jarak dan waktu, tenaga maupun materi tidak menjadi soal, yang penting hal-hal yang belum di ketahuinya dapat dilihat secara langsung.
  67. 67. Karena anak didik adalah manusia, maka di dalam dirinya ada keinginan untuk mengetahui sesuatu. Guru tidak harus mematikan keinginan anak didik untuk mengetahui, tetapi memanfaatkannya untuk kepentingan pengajaran. Setiap tugas yang telah di selesaikan oleh anak didik dan telah diberi angka (nilai) sebaiknya, guru bagikan kepada mereka agar mereka bisa mengetahui prestasi kerjanya. Kebenaran kerja yang di lakukan oleh anak didik dapat di pertahankan, sedangkan kesalahan kerja yang di lakukan oleh anak dapat di perbaiki di masa mendatang. Tentu saja kesalahan kerja anak didik itu perbaikannya dengan bantuan atau bimbingan dari guru.
  68. 68. Hukuman
  69. 69. Hukuman adalah perlakuan yang negatif, tetapi diperlukan dalam pendidikan. Hukuman yang di maksud adalah hukuman yang bersifat mendidik. Kesalahan anak didik karena melanggar disiplin dapat di berikan hukuman berupa mencatat bahan pelajaran yang ketinggalan atau apa saja yang sifatnya mendidik. Dalam proses belajar mengajar, anak didik yang membuat keributan dapat di berikan sanksi untuk menjelaskan kembali bahan pelajaran yang baru saja di jelaskan oleh guru. Sanksi segera di lakukan jangan di tunda, karena tujuannya untuk mendapat umpan balik dari anak didik terhadap bahan pelajaran yang baru saja di jelaskan oleh guru tersebut.</li></ul>H. Sistem Persamaan Linear Dua Variabel<br /><ul><li>Persamaan linear dua variabel adalah bagian dari aljabar. Menurut Negoro (1982:475) mengatakan bahwa sistem persamaan linear dua varaiabel berbentuk x+2y=8, atau x+3y=1. Sedangkan Tampomas Husan (1999:161) bahwa himpunan penyelesaian dari sistem persamaan linear dua variabel adalah dengan menggunakan metode grafik, metode eliminasi, dan metode substitusi.
  70. 70. Sedangkan Adinawan (2004:103) mengatakan juga bahwa untuk menentukan penyelesaian atau akar dari sistem persamaan linear dua variabel dapat di tentukan dengan empat cara yaitu: dengan menggunakan metode grafik, metode eliminasi, metode substitusi dan reduksi. Tetapi yang akan dibahas dalam penelitian ini hanya tiga metode yakni metode grafik, metode eliminasi, dan metode substitusi.</li></ul>Metode grafik<br />Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel dengan menggunakan metode grafik, misalkanlah x dan y=0 untuk mendapatkan nilai titik koordinat, kemudian gambarlah grafik kedua persamaan dalam diagram kartesius dan lihatlah di mana kedua grafik tersebut berpotongan. Pasangan berurutan pada titik perpotongan tersebut adalah himpunan penyelesaiannya. Contoh:<br />Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan<br />x + y = 3, dan x-y = 1<br />jawab :<br />persamaan pertama x + y = 3, misal x = 0 maka 0 + y = 3<br /> y = 3-0<br /> y = 3<br />jadi titik koordinatnya adalah (0,3)<br /> misal y = 0, maka x + 0 = 3<br /> x = 3-0<br /> x = 3<br />jadi titik koordinatnya adalah (3,0)<br />persamaan kedua x – y = 1, misal x = 0, maka<br />0-y = 1<br />-y = 1-0<br /> y = -1<br />jadi titik koordinatnya adalah (0,-1)<br />misal y = 0, maka x – 0 = 1,<br />x = 1 + 0<br />x = 1<br />jadi titik koordinatnya adalah (1,0)<br />masukan nilai-nilai koordinat di atas dalam diagram cartesius<br />3<br />x - y = 1<br />x1<br />-1x + y = 3 -2 -1 0 1 2 3<br />Jadi himpunan penyelesaiannya adalah (2,1)<br />Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan <br />2x+y = 10, dan x-y = 2<br />Jawab :<br />Pilih persamaan yang termudah yakni<br /> x-y = 2, misal x=0 maka 0-y = 2<br /> -y = 2-0<br /> Y = -2<br />jadi titik kordinatnya adalah (0,-2)<br />misal y = 0, maka x-0 = 2<br /> x = 2<br />jadi titik koordinatnya adalah (2,0)<br />persamaan kedua, 2x+y = 10, misal x = 0, <br />maka 2(0)+y = 10<br />0 + y = 10<br />y = 10<br />jadi titik koordinatnya adalah (0,10)<br />misal y = 0, maka 2x+0 = 10<br />2x = 10<br /> x = 102<br /> x = 5<br />jadi ititk koordinatnya adalah (5,0).<br />Masukan nilai koordinat-koordinat di atas ke dalam diagram cartesius<br />10y<br />x - y = 2<br />2x<br />2x + y = 10-2 1 0 2 4 5 10<br /> <br /> Jadi himpunan penyelesaiannya adalah (4,2).<br />Metode eliminasi<br />Metode eliminasi di lakukan dengan menghilangkan salah satu variabel. Pada metode eliminasi, angka dari kooefisien variabel yang akan di hilangkan harus sama, sedangkan tandanya tidak harus sama. Contohnya :<br />Tentukan penyelesaian sistem persamaan x+y = 8, dan x-y = 2 <br /> Jawab :<br />Menghilangkan (mengeliminasi) y.<br />x + y = 8<br /> x - y = 2<br /> 2x = 10<br /> x = 102<br /> x = 5<br />menghilagkan (mengeliminasi) x.<br />x + y = 8<br />x – y = 2<br /> 2y = 6<br /> y = 62<br /> y = 3<br />jadi himpunan penyelesaianya adalah (5,3)<br />Di ketahui sistem persamaan 8x – 9y = 4, dan 2x + 9y = 136.<br />Jawab.<br />Eliminasi peubah y<br />8x – 9y = 4<br />20 + 9y =136<br /> 28x = 140<br /> x = 5<br />eliminasi peubah x<br />8x – 9y = 4 x 5 40x – 45y = 20<br />20x + 9y= 136 x 2 40x + 18y = 272<br /> -63y= -252<br /> y = 4<br /> Hp (5,4)<br />Metode substitusi<br />Substitusi berarti mengganti. Menentukan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel dengan metode substitusi di lakukan dengan cara mengganti salah satu variabel lainnya, yaitu mengganti x dengan y, atau mengganti y dengan x jika persamaan memuat variabel x dan y.<br /> Contoh:<br />Tentukan himpunan penyelesaian dari sistem persamaan <br />2x + y =10 dan x = 2y<br />Jawab:<br />Karena pada persamaan kedua x = 2y, maka gantilah x dengan 2y pada persamaan 2x + y = 10, sehingga diperoleh:<br />2x + y = 10<br />2(2y)+ y = 10<br />4y + y = 10<br /> y = 2<br />untuk menentukan nilai x, gantilah y dengan 2 pada persamaan 2x + y = 10 atau x = 2y, sehingga di peroleh: <br />2x + y = 10<br />2x + 2 = 10<br />2x = 10 – 2<br /> x = 4<br />Hp (4,2)<br />Tentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan 6x + y = 4 dan 27x + 4y = 10<br />Jawab :<br />6x + y = 4,y = -6x + 4, di substitusikan ke persamaan 27x + 4y = 10, di peroleh :<br />27x + 4(-6x + 4) =10<br />27x – 24x + 16 = 10<br /> 3x = 10-16<br /> 3x = -6<br /> x = -63<br /> x = -2<br />nilai x = -2 di substitusikan ke dalam persamaan y = -6x + 4 di peroleh y = -6(-2) + 4<br />y = 12 + 4<br />y = 16<br />HP (-2,16).<br />Di atas adalah beberapa contoh soal yang akan di berikan kepada siswa untuk di selesaikan.<br />BAB III<br />METODE PENELITIAN<br />Rancangan Penelitian<br />Tipe penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian eksperimen.Tujuan penelitian eksperimen adalah untuk mengungkapkan hubungan-hubungan variabel atau lebih atau mencari pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainya. Adapun sifatnya adalah melakukan kontrol, melakukan perlakuan, dan melakukan pengamatan atau pengukuran.<br />Waktu dan Lokasi Penelitian<br />waktu<br /> penelitian dilaksanakan dari tanggal 5 Oktober 2009 sampai 5 November 2009.<br />Lokasi <br />Penelitian ini berlokasi pada MTs Limboro kelas VIII Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Kecamatan Seram Barat. <br />Populasi dan sampel<br />Populasi<br />Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VIII MTs Limboro tahun ajaran 2009-2010 yang terdiri dari dua kelas dengan jumlah siswa tiap kelas sebanyak 21 orang, jadi keseluruhan populasi dalam penelitian ini adalah 42 siswa.<br />Sampel<br />Dengan memperhatikan jumlah populasi tersebut diatas maka sampel penelitian ini adalah sampel populasi berdasarkan Arikunto (1998:107) bahwa apabila subjek kurang dari 100 lebih baik diambil semua.<br />Variabel Penelitian<br />Dalam penelitian ini ada dua variabel yang akan di teliti yakni:<br />Variabel X atau variabel bebas ( inpendent variable ) adalah motivasi belajar.<br />Variabel Y atau variabl terikat (dependent variable) adalah penguasaan materi sistem persamaan linear dua variabel.<br />Instrumen penelitian<br />Dalam penelitian ini instrumen yang di gunakan adalah :<br />Tes.<br /> Tes digunakan untuk mengetahui penguasaan siswa terhadap materi sistem persamaan linear dua variabel. Dengan bobot nilai atau skor pada setiap soal ditentukan dengan cara pemerkahan kemudian dikonversikan kedalam nilai seratus. Menurut Sudijono (2003:155) rumus konversi adalah sebagai berikut:<br />Nilai = jumlah skor perolehanskor total x 100 <br />Angket.<br /> Angket digunakan untuk mengukur motivasi belajar siswa. Dengan bobot nilai atau skor pada setiap angket adalah sebagai berikut:<br />Sangat sering = 4<br />Sering = 3<br />Kadang-kadang = 2<br />Kurang = 1<br />Tidak pernah = 0<br />Pengumpulan Data<br />Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:<br />Langkah Awal<br />Menyusun angket sebanyak 25 butir, kemudian dikonsultasikan dengan dosen pembimbing untuk mengetahui bobot pernyataan dalam angket.<br />Menyususn soal tes sebanyak 4 butir kemudian dikonsultasikan dengan guru mata pelajaran untuk mengetahui kevalidan soal tes.<br />Langkah Akhir<br />Memberikan tes kepada siswa untuk mengetahui penguasaan mereka terhadap materi sistem persamaan linear dua variabel.<br />Pengisian angket untuk mengetahui motivasi belajar siswa.<br />Analisis Data<br /> Dalam penelitian ini alat analisis statistik yang di gunakan adalah :<br /><ul><li>Analisis Statistik Deskriptif
  71. 71. Analisis statistik deskriptif di gunakan untuk menggambarkan data kedua variable ( X dan Y) kedalam tabel distribusi frekuensi dengan langkah-langkah sebagai berikut :
  72. 72. .Mengurutkan data dari yang terkecil ke yang terbesar
  73. 73. .Menentukan jangkauan data ( R )
  74. 74. R = data terbesar – data terkecil
  75. 75. .Menentukan banyaknya kelas ( K )
  76. 76. K = 1 + 3,3 log n
  77. 77. .Menetukan panjang kelas ( P )
  78. 78. p =RK
  79. 79. .Menentukan batas kelas pertama
  80. 80. .Menyusun tabel distribusi frekuensi
  81. 81. Analisis Statistik Chi Kuadrat (x2)
  82. 82. Analisis statistik chi kuadrat digunakan untuk mengetahui
  83. 83. kenormalitasan data. Adapun langkah-langkahnya menurut Sugiyono (2007:80) adalah sebagai berikut :
  84. 84. Menetukan jumlah interval kelas untuk pengujian normalitas data dengan chi kuadrad, jumlah kelas interval di tetapkan = 6. Hal ini sesuai dengan 6 bidang yang ada dalam kurva normal baku.
  85. 85. Menentukan panjang kelas interval
  86. 86. Panjang kelas = data terbesar-data terkecil6 ( jumlah kelas interval )
  87. 87. Menyusun kedalam tabel distribusi frekuensi, sekaligus tabel penolong untuk menghitung harga chi kuadrad hitung.
  88. 88. Menghitung Fh (frekuensi yang diharapkan )
  89. 89. Cara menghitung Fh, didasarkan pada presentase luas tiap bidang kurva normal baku dikalikan jumlah data observasi
  90. 90. ( jumlah individu dalam sampel ). Yaitu :
  91. 91. a. Baris pertama 2,7% (n)
  92. 92. b. Baris ke dua 13,53% (n)
  93. 93. c. Baris ke tiga 34,13% (n)
  94. 94. d. Baris ke empat 34,13% (n)
  95. 95. e. Baris ke lima 13,53% (n)
  96. 96. f. Baris ke enam 2,7% (n)
  97. 97. Memasukan harga-harga Fh kedalam kolom Fh sekaligus menghitung harga-harga (Fo-Fh)2 dan (Fo-Fh)2 Fh . harga (Fo-Fh)2 Fh merupakan harga chi kuadrat hitung (x2)
  98. 98. Membandingkan harga chi kuadrat hitung dengan harga chi kuadrat tabel. Bila harga chi kuadrat hitung < harga chi kuadrat tabel dengan derajat kebebasan ( dk ) 6 - 1 = 5 dengan taraf kesalahan 5% maka data berdistribusi secara normal.
  99. 99. Analisis Statistik Regresi Linear Sederhana
  100. 100. Persamaan umum dari analisis statistik regresi linear sederhana adalah : y = a + bX
  101. 101. Dimana : y = subyek dalam variabel dependen yang di prediksikan.
  102. 102. a = harga Y ketika harga X = 0 ( harga konstan )
  103. 103. b = angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang di dasarkan pada perubahan variabel independen.
  104. 104. X = subyek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu.
  105. 105. Sugiono (2007:261) </li></ul> Harga a dan b dapat di cari dengan rumus : <br />a= yX2-xyxnx2-x2 <br />b= nxy-xynx2-x2)<br />Sugiono (2007:262 )<br />Di mana :<br />a = Konstanta <br />b = koofisien regresi<br />∑x = jumlah nilai x<br />∑y = jumlah nilai y<br />∑x2 = jumlah kuadrat nilai x<br />∑y2 = jumlah kuadrat nilai y<br />∑xy = jumlah produk antara nilai x dan y<br /> <br /> Selanjutnya uji kelinearan regresi dengan rumus :<br />JK (T )=∑y2<br />JK ( A )=Y2n<br />JK ba =b XY-XYn<br />JK ( S )=JK (T ) – JK(a) – JK ba <br />JK (G)=xiY2-Y2ni<br /> JK (TC) = JK (S ) – JK ( G )<br />Sugiyono ( 2007:265 )<br />Dimana : <br />JK (T) = jumlah kuadrad total<br />JK (A) = jumlah kuadrad koefisien a<br />JK ( ba ) = jumlah kuadrat regresi ( ba )<br /> JK ( S ) = jumlah kuadrat sisa<br /> JK ( TC ) = jumlah kuadrat tuna cocok<br /> JK ( G ) = jumlah kuadrat galat<br /> <br /> Untuk mempermudah uji linearitas di butuhkan tabel analisis varians (anava ) regresi linear sederhana sebagai berikut:<br /> Tabel 3.2 Analisis Varians ( Anava)<br />Sumber variansDkJKKT FTotalNY2Y2Regresi (a)Regresi baSisa11n-2JK a JKba JK(s)JK a S2reg = JK baS2sisa = JK (S)n-2S2regS2sisTuna cocokGalatk-2n-kJK ( TC)JK (G)S2(TC) = JK(TC)k-2S2G = JK ( G )n-kS2TCS2 G<br />Sumber : Sugiyono (2007:273)<br />Untuk menguji keberartian regresi di pakai statistik F= s2 regs2 sis jika F hitung > F tabel untuk taraf kesalahan 5% dengan derajat kebebasan ( dk ) pembilang = 1 dan dk penyebut = n-2 maka kesimpulannya koefisien itu berarti.<br />Untuk menguji kelinearan regresi di pakai statistik F=S2 TCS2 G dibandingkan dengan F tabel dengan dk pembilang ( k-2 ) dan dk penyebut ( n-k ) jika F hitung tuna cocok < F tabel untuk taraf kesalahan 5% berarti regresinya linear.<br />Sedangkan untuk mengetahui besarnya pengaruh variable X terhadap variabel Y ditentukan dengan rumus :<br /> r = nXiYi –(Xi) (Yi ) (nXi2 - (Xi)2)(nYi2 - (Yi)2 <br />Sugiono (2007:274)<br /> Jika r hitung > r tabel dengan taraf signifikan 5% maka dapat disimpulkan terdapat hubungan antara motivasi belajar dengan penguasaan materi sistem persamaan linear dua variabel. Sedangkan koefisien determinasinya adalah r2.<br />BAB IV <br />HASIL PENELITIAN<br />A . Gambaran Umum Obyek Penelitian<br />Madrasah Tsanawiyah Limboro merupakan Madrasah Tsanawiyah swasta yang di dirikan pada tahun ajaran 2002-2003 di bawah naungan Depertemen Agama. Madrasah Tsanawiyah Limboro terletak di Kabupaten Seram Bagian Barat kecamatan Seram Barat Desa luhu. Dengan bangunan terdiri atas dua bangunan, satu bangunan untuk ruang kelas dan satunya untuk kantor dewan guru dan ruang perpustakaan.<br /> Tenaga pengajar di madarsah Tsanawiyah Limboro berjumlah 13 orang dengan rincian 4 orang sebagai guru tetap, 3 orang sebagai guru kontrak sisanya adalah guru honorer. Sedangkan siswanya berjumlah 113 0rang, dengan agama mereka 100% Islam.<br />B . Deskripsi Data<br /><ul><li>Analisis Statistik Deskriptif
  106. 106. Setelah data dianalisis dengan statistik deskriptif maka kedua data (X dan Y) dapat di gambarkan dalam tabel distribusi frekuensi sebagai berikut :</li></ul> Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Motivasi Belajar ( X )<br /><ul><li>Nilai frekuensiPersen Keterangan10 – 2122 – 3334 – 4546 – 5758 – 6970 – 813101210527,14%23,80%28,57%23,80%11,90%4,76%Gagalcukupsedangkurang baikbaiksangat baikJumlah 42100%</li></ul> Sumber : Hasil pengolahan data, 2009<br /><ul><li> Dari tabel distribusi frekuensi motivasi belajar di atas Jika di gambarkan dalam histogram adalah sebagai berikut :
  107. 107. Gambar 4.1 Histogram Motivasi Belajar
  108. 108. Dari tabel dan histogram motivasi belajar di atas mengungkapkan 3 siswa atau 7,14% dikategorikan gagal (tidak punya motivasi belajar), 10 siswa atau 23,80% dikategorikan cukup, 12 siswa atau 28,57% dikategorikan sedang, 10 siswa atau 23,80% dikategorika kurang baik, 5 siswa atau 11,90% dikategorikan baik, dan 2 siswa atau 4,76% dikategorika motivasi belajarnya sangat baik.</li></ul> Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Penguasaan Materi (Y)<br /><ul><li>nilaifrekuensipersenketerangan10 – 25 26 – 4142 – 5657 – 7374 – 8990 - 105291210634,76%21,42%28,57%23,80%14,28%7,14%GagalCukupSedangKurang baikBaikSangat baikJumlah42100%</li></ul>Sumber : Hasil pengolahan data, 2009 <br /> Dari tabel distribusi frekuensi penguasaan materi di atas jika ditampilkan kedalam histogram adalah sebagai berikut :<br /><ul><li> Gambar 4.2 Histogram penguasaan materi
  109. 109. Dari tabel dan histogram penguasan materi di atas mengungkapkan 2 siswa atau 4,76% dikategorikan gagal, 9 siswa atau 21,42% dikategorikan cukup, 12 siswa atau 28,57% dikategorikan sedang, 10 siswa atau 23,80% dikategorikan kurang baik, 6 siswa atau 14,28% dikategorikan baik, 3 siswa atau 7,14% dikategorikan penguasaan materinya sangat baik.
  110. 110. Analisis Statistik Chi Kuadrat ( x2 )
  111. 111. Analisis statistik chi kuadrat digunakan untuk mengetahui kenormalitasan data. Adapun tabelnya adalah sebagai berikut :</li></ul> Tabel 4.3 Chi Kuadrad Hitung Motivasi Belajar <br /><ul><li>nilaiFoFhFo - FhFo - Fh2Fo - Fh2Fh10 – 2122 – 3334 – 4546 – 5758 – 6970 -813101210521614146124-2-4-114164161142,670,291,140,171Jumlah424209,27
  112. 112. Sumber : Pengolahan data, 2009
  113. 113. Dari perhitungan tabel diatas, harga chi kuadrad hitung = 9,27 < harga chi kuadrad tabel = 11,070 dengan derajad kebebasan (dk) = 5 dan taraf signifikan 5%. Maka dapat disimpulkan data motivasi belajar siswa berdistribusi secara normal.</li></ul> Tabel 4.4 Chi Kuadrad Hitung Penguasaan Materi <br /><ul><li>NilaiFoFhFo - FhFo - Fh2Fo - Fh2Fh10 - 25 26 –4142 –5657 – 7374 – 8990 – 105291210631614146113-2-402194160411,50,281,1402Jumlah424205,92
  114. 114. Sumber : Pengolahan data, 2009
  115. 115. Karena harga chi kuadrad hitung = 5,92 < harga chi kuadrad tabel = 11,070 dengan derajad kebebasan (dk) = 5 dengan taraf signifikan 5%. Maka dapat disimpulkan data penguasaan materi siswa berdistribusi secara normal.
  116. 116. Analisis Statistik Regresi Linear Sederhana
  117. 117. Berdasarkan perhitungan regresi pada lampiran 5 maka diperoleh harga a = 11,63 sedangkan harga b = 1,14 maka persamaan regresinya sebagai berikut :
  118. 118. Y = 11,63 + 1,14X Selanjutnya akan diuji keberartian koefisien dan kelinearan regresi lewat tabel anava berikut :
  119. 119. Tabel 4.5 Analisis varians (Anava)
  120. 120. Sumber variasidkJKKTFtotal42151372151372Koefisien (ARegresi ( b/a )sisa1140133735,7112561,825074,4713373512561,82120,82103,97Tuna cocokGalat 24163338,81735,67139,12108,481,28
  121. 121. Sumber : Pengolahan data, 2009
  122. 122. Dari perhitungan tabel anava di atas, F hitung = 103,97 >
  123. 123. F tabel = 4,08 untuk taraf kesalahan 5% dengan dk pembilang
  124. 124. = 1 dan dk penyebut = 40 maka dapat disimpulkan koefisien berarti.
  125. 125. Sedangkan untuk kelinearan di temukan F hitung = 1,28 < F tabel = 2,24 untuk taraf kesalahan 5% dengan dk pembilang = 24 dan dk penyebut = 16, maka dapat disimpulkan regresinya linear.
  126. 126. Selanjutnya dalam perhitungan ditemukan harga r hitung = 0,843 > harga r tabel = 0,304 untuk taraf signifikan 5% dengan n = 42, maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang sangat kuat sebesar 0,843 antara motivasi belajar dengan penguasaan materi sistem persamaan linear dua variabel pada Siswa MTs Limboro Tahun ajaran 2009-2010.
  127. 127. Sedangkan koefisien determinasinya r2= (0,843)2= 0,7106 ini berarti 71,06% penguasaan materi di tentukan oleh motivasi belajar, sisanya 28,04% di tentukan oleh faktor lain.</li></ul>C . Pengujian Hipotesis<br /> Berdasarkan hipotesis dalam penelitian ini yakni : diduga ada pengaruh motivasi belajar terhadap penguasaan materi sistem persamaan linear dua variabel, maka hipotesis di terima berdasarkan nilai r hitung = 0,843 > r tabel = 0,304.<br />BAB V<br />PEMBAHASAN <br />Berdasarkan perhitungan analisis statistik regresi linear sederhana pada lampiran 5 ditemukan harga a = 11,63 dan harga b = 1,14 maka dapat di susun persamaan regresinya sebagai berikut Y = 11,63 + 1,14X. <br />Kemudian dalam perhitungan tabel anava untuk mengetahui keberartian koefisien, di temukan F hitung = 103,97 > F tabel = 4,08 maka dapat di simpulkan koefisiennya berarti. Sedangkan untuk kelinearan di temukan dalam perhitungan tabel anava F hitung = 1,28 < F tabel = 2,24 maka dapat disimpulkan regresinya linear. <br />Dari persamaan regresi di atas kemudian dari perhitungan tabel anava ditemukan koefisiennya berarti dan regresinya linear maka dapat disimpulkan ada pengaruh motivasi belajar terhadap penguasaan materi sistem persamaan linear dua variabel. <br />Nilai koefisien b sebesar 1,14 membawa arti bahwa setiap peningkatan atau penurunan variabel X (motivasi belajar) akan di imbangi dengan peningkatan atau penurunan variabel Y (penguasaan materi) sebesar 1,14.<br />Selanjutnya untuk mengetahui besarnya pengaruh motivasi belajar terhadap penguasaan materi sistem persamaan linear dua variabel di gunakan rumus r hitung. Dalam perhitungan di temukan r hitung = 0,843 > r tabel = 0,304 maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang sangat kuat antara motivasi belajar dengan penguasaan materi sistem persamaan linear dua variabel pada siswa MTs Limboro tahun Ajaran 2009-2010. <br />Sedangkan koefisien determinasinya sebesar 0,7106. Ini berarti 71,06% penguasaan materi sistem persamaan linear dua variabel ditentukan oleh motivasi belajar sedangkan sisanya 28,04% ditentukan oleh variabel lain.<br />Dalam proses belajar mengajar berlangsung peneliti menemukan kondisi siswa yang memiliki motivasi belajar biasanya selalu senang menerima pelajaran, memperhatikan penjelasan guru dengan baik, berkosentrasi, bergairah, selalu ingin maju mengerjakan contoh soal yang di berikan, selalu mengerjakan tugas, memiliki catatan yang lengkap. Karena kuatnya motivasi belajar yang ada dalam diri mereka maka mereka dapat menguasai materi yang di ajarkan. <br />Sejalan dengan itu Auliyawati (2008:1) mengatakan bahwa motivasi belajar mempunyai peranan penting dalam proses belajar mengajar. motivasi belajar dapat menumbuhkan semangat sehingga siswa terdorong untuk melakukan perbuatan belajar.<br />Sardiman (2005:83) juga mengatakan bahwa siswa yang memiliki motivasi belajar juga memiliki ketekunan dalam belajar, ulet menghadapi kesulitan ( tidak lekas putus asa), senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal.<br />Selain itu Sardiman (2005:75) juga mengatakan bahwa motivasi belajar adalah merupakan faktor psikis yang bersifat non-intelektual. Peranannya yang khas adalah dalam penumbuhan gairah, merasa senang, dan semangat untuk belajar. Siswa yang memiliki motivasi belajar kuat, akan mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar. Seorang siswa yang memiliki intelegensi cukup tinggi boleh jadi gagal karena kekurangan motivasi belajar. Hasil belajar akan optimal kalau ada motivasi belajar.<br />Oleh karena itu dalam proses belajar mengajar, guru hendaknya mampu membangun dan meningkatkan motivasi belajar siswa dengan cara menginformasikan tujuan pembelajaran, memberi dorongan, mengevaluasi dan umpan balik selain itu menurut B. Uno (2008:34) pernyataan pengharagaan secara verbal terhadap perilaku yang baik, hasil kerja, hasil belajar siswa perlu di berikan. pernyataan verbal seperti bagus sekali, pintar, menakjubkan merupakan cara paling mudah dan efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.<br />Singkatnya agar siswa termotivasi untuk belajar lebih lanjut maka perlu diberikan rangsangan berupa pemberian hadiah, pujian, gerakan tubuh (acungan jempol, geleng-geleng kepala, tepuk tangan), persaingan atau kompetisi dan memberikan nilai terhadap hasil pekerjaan yang mereka capai agar penguasaan materi sistem persamaan linear dua variabel hususnya dan ilmu matematika pada umumnya dapat tercapai.<br />BAB VI <br />PENUTUP<br /><ul><li>Kesimpulan
  128. 128. Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data maka penelitian ini dapat di simpulkan sebagai berikut :
  129. 129. Ada pengaruh motivasi belajar terhadap penguasaan materi Sistem Persamaan Linear Dua variabel Pada Siswa MTs Limboro Kecamatan Seram Barat kabupaten Seram Bagian Barat tahun Ajaran 2009 – 2010.
  130. 130. Besarnya pengaruh motivasi belajar terhadap penguasaan materi sistem persamaan linear dua variabel adalah 0,843 dan koefisien determinasinya sebesar 0,7106 ini berarti 71,06% penguasaan materi sistem persamaan linear dua variabel dipengaruhi oleh motivasi belajar sedangkan sisanya 28,04% ditentukan oleh variabel lain.
  131. 131. Saran
  132. 132. Dalam proses belajar mengajar guru hendaknya mampu menggerakan motivasi belajar siswa pada awal pembelajaran dengan cara memberikan arahan atau dorongan untuk belajar, selain itu guru juga harus mampu menggerakan motivasi belajar siswa saat proses belajar mengajar berlangsusng dengan cara memberikan perlakuan motivasi belajar berupa pemberian hadiah, pujian, gerakan tubuh (acungan jempol, geleng-geleng kepala, tepuk tangan), persaingan atau kompetisi, dan hukuman agar penguasaan setiap materi yang diajarkan dapat tercapai .</li></ul>DAFTAR PUSTAKA<br />Adinawan Ch. Matematika untuk SMP kelas VIII Semester I.2A.Jakarta: PT.Erlangga, 2004<br />Arikunto Suharsimi, Pengolaan siswa dan pengelolaan kelas. Jakarta: PT Primakarya,, 1998.<br /> ______. Dasar-Dasar Evaluasi Edisi Revisi Cet V. Jakarta : Bumi, Aksara, 2005.<br />Auliyawati Sari Sunindar. “Pengaruh Motivasi dan Metode Pembelajaran Terhadap Prestsasi Belajar akuntansi Pada Siswa Kelas xi Ilmu Sosial”. (http://one.indoskripsi.com, diakses 19 Februari 2008).<br />B.Uno Hamzah Teori Motivasi dan Pengukurannya, Analisis di bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara, 2008<br />Buchori. Jenius Matematika 2 untuk SMP/MTs Kelas VIII. Semarang: CV. Aneka Ilmu, 2007.<br />Dajan Anto. Pengantar Metode Statistik Jilid I. Jakarta: Pustaka LP3S Anggota Ikapi, 1991<br />Djamarah Syaiful Bahri, Zain Aswan, Strategi Belajar Mengajar.Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006.<br />Fathurrohman Pupuh dan Sutikno M. Sobry. “Strategi Belajar Mengajar”. Bandung: Refika Aditama, 2007<br />Hamalik Oemar. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara 2006.<br />M. Ngalim Purwanto. prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi pengajaran. Bandung: PT Refika Aditama, 2001.<br />Narbuko cholid dan Ahmadi Abu. Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara. 2007.<br />Negoro. Ensiklopedia Mtematika. Bandung: PT Ghalia Indonesia, 1985.<br />Nursito. Peningkatan Prestasi Sekolah Menengah Acuan Siswa, Pendidik dan Orang Tua, Jakarta: Insan Cendekia 2002.<br />Priyoananto Lulus.”PTK Matematika SMP Bab 2”. (http://www.sman3blitar.net, diakses 01 september 2007)<br />Purwanto. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung. PT Remaja Rosda Karya, 1990.<br />Puspitariana.“ Motivasi Belajar”. ( http://Puspitariana.wordpress.com, diakses 20 Agustus 2008).<br />Ridwan. “Guru dan Motivasi.” ( http://Ridwan202.wordpress.com, diakses 23 april 2008).<br />Sardiman. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Raja Garasindo Persada, 2005.<br />Subana, dkk. Statistik Pendidikaan. Bandung: CV Pustaka Setia 2000.<br />Sudijono. Statistik Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2003.<br />Sudjana, Metode Statistik Edisi VI. Bandung: Tarsito, 1996. <br />Sugiyono, Statistik Untuk Penelitian. Bandung: CV Alfabeta, 2007.<br />Sutikno M. Sobry dan Fathurrohman Pupuh. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Refika Aditama, 2007<br />Tampomas Husen, Matematika Untuk SMU Suplemen Kurikulum 1999, Jakarta: PT Intan Pariwara, 1999.<br />Yamin H.Martinis. Kiat Membelajarkan Siswa.Jakarta: Gaung Persada Press, 2007.<br />Lampiran 1 <br />Angket motivasi belajar<br />Nama Responden:_________________________________<br />Alamat:_________________________________<br />No pertanyaanjawaban1Apakah anda senang dan bergairah saat belajar matematika ?Sangat seringSeringKadang-kadang KurangTidak pernah2Apakah anda semakin giat belajar apabila anda bisa menyelesaikan contoh soal yang di berikan oleh guru saat proses belajar mengajar berlangsung ?Sangat seringSeringKadang-kadang KurangTidak pernah3Apakah anda merasa senang dan semakin giat belajar apabila di katakan pintar oleh guru dan teman-teman anda?.Sangat seringSeringKadang-kadang KurangTidak pernah4Apakah anda merasa senang dan semakin bersemangat belajar apabila bisa menyelesaikan contoh soal yang di berikan oleh guru sementara teman-teman anda tidak bisa menyelesaikannya?Sangat seringSeringKadang-kadang KurangTidak pernah5Apakah anda akan memperhatikan penjelasan guru dengan baik apabila guru menjelaskkan tujuan pembelajaran dan memberi dorongan sebelum proses belajar mengajar berlangsung?Sangat seringSeringKadang-kadang KurangTidak pernah6Apakah mengerjakan tugas yang menantang bagi anda merupakan hal yang sangat mengasyikan?Sangat seringSeringKadang-kadang KurangTidak pernah7Apakah anda selalu belajar meskipun tidak ada yang menyuruh anda untuk belajar karena anda menyadari sendiri manfaat belajar?Sangat seringSeringKadang-kadang KurangTidak pernah8Apakah anda berusaha mencari informasi dari teman anda, orang lain dan buku paket untuk mengatasi kesulitan anda saat mengerjakan contoh soal?Sangat seringSeringKadang-kadang KurangTidak pernah9Apakah anda tidak pernah melayani atau menjawab pertanyaan teman-teman dipinggir anda agar konsentrasi anda tidak terganggu saat proses belajar mengajar berlangsung?Sangat seringSeringKadang-kadang KurangTidak pernah10Apakah anda semakin giat belajar apabila melihat nilai tugas anda selalu memuaskan?Sangat seringSeringKadang-kadang KurangTidak pernah11Apakah anda semakin giat belajar apabila ada hadiah dari guru?Sangat seringSeringKadang-kadang KurangTidak pernah12Apakah anda berusaha untuk selalu tekun belajar agar anda bisa menguasai materi pembelajaran yang diberikan oleh guru?Sangat seringSeringKadang-kadang KurangTidak pernah13Apakah anda merasa senang jika sering dipanggil untuk mengerjakan contoh soal di depan kelas?Sangat seringSeringKadang-kadang KurangTidak pernah14apakah anda merasa senang dan berusaha menyelesaikan tugas (PR) yang di berikan oleh guru ?Sangat seringSeringKadang-kadang KurangTidak pernah15Apakah anda melakukan hal yang terbaik dalam menyelesaikan tugas anda?Sangat seringSeringKadang-kadang KurangTidak pernah16Apakah untuk menguji kemampuan anda, anda mencoba menyelesaikan soal-soal tambahan?Sangat seringSeringKadang-kadang KurangTidak pernah17Apakah anda belajar dan selalu mengerjakan tugas karena takut mendapat hukuman dari guru?Sangat seringSeringKadang-kadang KurangTidak pernah18Apakah anda selalu belajar dengan baik dan mempersiapkan diri dengan baik sebelum ulangan dilaksanakan?Sangat seringSeringKadang-kadang KurangTidak pernah19Apakah tugas-tugas yang di berikan oleh guru anda selesaikan tepat waktu?Sangat seringSeringKadang-kadang KurangTidak pernah20Apakah dalam menyelesaikan tugas-tugas yang bersifat kompetitif, anda berusaha melebihi teman-teman?Sangat seringSeringKadang-kadang KurangTidak pernah21Apakah anda selalu mendengar, menyimak, dan memperhatikan penjelasan guru dengan baik saat proses belajar mengajar berlangsung?Sangat seringSeringKadang-kadang KurangTidak pernah22Apakah untuk menguasai materi pembelajaran anda selalu tekun mengerjakan contoh-contoh soal baik mudah maupun sulit?Sangat seringSeringKadang-kadang KurangTidak pernah23Apakah anda merasa senang jika guru mengacungkan jempol atau teman-teman anda memberikan tepuk tangan kalu nilai ulangan anda cukup tinggi ?Sangat seringSeringKadang-kadang KurangTidak pernah24Apakah contoh soal yang agak sulit penyelesaiannya mendorong anda untuk belajar lebih keras lagi?Sangat seringSeringKadang-kadang KurangTidak pernah25Apakah anda semakin giat belajar apabila melihat nilai tugas atau ulangan anda kurang memuaskan?Sangat seringSeringKadang-kadang KurangTidak pernah<br />Keterangan :<br />Sangat sering = 4<br />Sering = 3<br />Kadang-kadang = 2<br />Kurang = 1<br />Tidak pernah = 0 <br />Lampiran 2<br />Soal Tes dan Penyelesaian<br />Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut dengan metode grafik: 2x + y = 10 dan x – y = 2<br />Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut dengan metode Eliminasi: 2x + 3y = 8 dan 3x + 2y = 17<br />Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut dengan metode Substitusi: 2x + 3y = 16 dan x – y = -12<br />Selesaikan soal cerita berikut dengan metode campuran eliminasi dan substitusi<br /> Dalam satu hari seorang pedagang berhasil menjual sandal dan sepatu sebanyak 12 pasang. Uang yang diperoleh dari hasil penjualan adalah Rp. 300.000,00. Jika harga sepasang sandal Rp. 20.000,00. Dan harga sepasang sepatu Rp. 40.000,00. Tentukanlah banyak masing-masing sandal dan sepatu terjual.<br />NoPenyelesaianskor-11 2. 3.4. 2x+y=10 dan x-y=2Missal x=0 maka 2(0)+y=10 y=10 (0, 10) y=0 maka 2x+0=10 2x=10 x=102 x=5 (5, 0)missal x=0 maka 0-y=2 -y=2-0 y=-2 (0, -2) y=0 maka x-0=2 x=2 (2, 0) yx-y = 2x2510 2x + y = 10 Hp = {4, 2}2x + 3y = 8 .3 6x + 9y = 24 3x + 2y = 17 .2 6x+ 4y = 34 5y= -10 y= -105 y= -22x + 3y = 8 . 2 4x + 6y = 163x + 2y = 17 . 3 9x + 6y = 51 -5x= -35 x = -35-5 x = 7 hp ( 7 , -2 ) 2x + 3y = 16 dan x - y = -12 x = -12 + y2 ( -12 + y ) + 3y = 16-24 + 2y + 3y = 16 2y + 3y = 16 + 24 5y = 40 y =405 y = 8 x = -12 + 8 x = -4 hp ( 8 , -4 ) x+y=1220.000x+40.000y= 300.000 semua ruas : 10.0002x+4y=30x+y=12 .2 2x+2y=242x+4y=30 .1 2x+4y=30 -2y=-6 y=-6-2 y=3x+y=12x+3=12 x=12-3 x=9 Hp {9, 3}1111111111122211122111111111111`23111111111Total 50<br />Lampiran 3<br /> Tabel nilai motivasi belajar dan penguasaan materi siswa MTs Limboro tahun ajaran 2009-2010.<br />No NamaXY123456789101112131415161718192021222324252627282930313233343536373839404142MASANMHMAMSTMUISWSRNAFYARUWSSDLDITLWIHWKMHMJBHNLZAERDSMLAASAHAHLAMISJSMOFTIHSTRRAFSA222247232447221015224634203534274835375935434523262540713455343947637355504647585858363272404072461022264854405256527060628454687046282890965880586434889852505650747678jumlah<br />Lampiran 4<br />Langkah-langkah dalam menyusun tabel distribusi frekuensi<br />Motivasi belajar<br />10 15 20 22 22 22 22 23 23 24 <br /> 25 26 27 34 34 34 34 35 35 35 <br /> 37 39 40 43 45 46 46 47 47 47 <br /> 47 48 50 55 55 58 58 58 59 63 <br /> 71 73<br />R = 73 – 10 = 63<br /> K = 1 + 3,3 (log 42) ≈ 6<br />PK = 636 = 10,5 ≈11<br />Batas kelas pertama = 10<br />Menyusun tabel distribusi frekuensi<br />Penguasaan materi<br />1. 10 22 26 28 28 32 34 36 40 40<br /> 40 46 46 48 50 50 52 52 52 54<br /> 54 56 56 58 58 60 62 64 68 70<br /> 70 72 72 74 76 78 80 84 89 90<br />98<br /> 2. R = 98 – 10 = 88<br /> 3. K = 1 + 3,3 (log 42) ≈ 6<br /> 4. PK = 886 = 14, 66 ≈ 15<br />5. Batas kelas pertama = 10 <br />6. menyusun tabel distribusi frekuensi<br />Cara menghitung harga Fh dalam tabel chi kuadrad hitung (x2)<br /> Tiap harga dalam kurva normal baku dikali dengan banyaknya data (n)<br />Baris pertama 2,7% (42) = 1.13 ≈ 1<br />Baris ke dua 13,53% (42) = 5,68 ≈ 6<br />Baris ke tiga 34,13% (42) =14,33 ≈ 14<br />Baris ke empa 34,13% (42)=14,33≈14<br />Baris ke lima 13,53% (42) = 5,68 ≈ 6<br />Baris ke enam 2,7% (42) = 1.13 ≈ 1<br />Lampiran 5<br />Tabel penolong untuk menghitung persamaan regresi linear sederhana.<br />XYX2Y2XY22224723244722101522463420353427483537593543452326254071345534394763735550464758585836327240407246102226485440525652706062845468704628289096588058643488985250565074767848448422095295762209484100225484211611564001225115672923041225136934811225184920255296766251600504111563025115615212209396953293025250021162209336433643364129610245184160016005184211610048467623042916160027043136270449003600384470562916462449002116784784810092163364640033644096115677449604270425003136250054765776608479270433849209603384101210033057222081836800182019041404336021002294495618902924315010587287003600681619724400197224961598554471542860250025762350429244084524X = 1654y = 2370X2 = 74822Y2 = 151372XY=104352<br />Cara menghitung harga-harga a dan b serta jumlah kuadrad (Jk) untuk menguji keberartian koefisien dan kelinearan regresi.<br />a = YX2- XXYnX2- X2<br /> = 237074822- 1654 1043524274822- 16542<br /> = 177328140-1725982083142524-2735716<br /> = 4729932406808<br /> = 11, 63<br />b = nXY- X YnX2- X2<br /> = 4382784-39199803142524-2735716<br />= 462804406808<br />= 1, 14<br /> Jadi persamaan regresinya adalah : Y = 11,63 + 1,14X<br />JK ( T ) = Y2 = 151372<br />JK (A ) = Y2n = 2370242 = 133735,71<br />JK ( b/a ) = bXY- X Yn<br />=1,14 ( 104352 - 1654 237042 )<br />= 1,14 104352-93332,86<br />= 12561, 82<br />JK ( S ) = JK ( T ) – JK ( A ) – JK ( b/a )<br />= 151372 – 133735,71 – 12561,82<br />=5074,47<br />JK ( G ) = xiy2- y2n<br /> Untuk menghitung harga JK ( G ) di butuhkan tabel penolong sebagai berikut :<br />XKelompokn!Y101110152122203140222222224436324626232352404624614025712826812827915234343434104545658583535351135260543712162391316440141904315168451617046461724856474747471847272345048191705020150555521280525858582237476785923184632418871251287326128<br />= 0 + 0 + 0 + 362+ 322+462+ 262- 36+32+46+2624 +<br />{ 402+ 462-{40+46 }22 + {0} + {0} + {0} + {0}+ {542+ 562+ 582+ 582 – ( 54+56+58+58)24 } + {522+ 602+ 542-52+60+5423} + {0} + {0} + {0} + {0} + {0} + {482+562-(48+56 )22 } + {722+722+ 342+502-(72+72 34 50)24 +{0}+{0}+{802+522-80+522 2 }<br />+ {742+762+782- 74+76+7823 + {0} + {0} + {0} + {0}<br />= 0 + 0 + 0 +212 + 18 + 0 + 0 + 0 + 0 +11+ 34,67 + 0 + 0 + 0 + 0 + 0 + 32 + 1028 + 0 + 0 + 392 + 8 + 0 + 0 + 0 + 0<br />= 1735,67<br />JK (TC) = JK (S) – JK (G )<br /> = 5074,47 – 1735,67<br /> = 3338,8 <br /> Untuk mendapatkan harga F hitung dalam menguji keberartian koefisien dalam tabel anava di dapat dari perhitungan berikut :<br />S2reg = JK ( b/a ) = 12561,82<br />S2sis=JK (S )n-2 = 5074,4740 = 120,82<br />F hit = S2regS2sis = 12561,82120,82 = 103,97<br /> Untuk mendapatkan harga F hitung dalam menguji kelinearan regresi dalam tabel anava di dapat dari perhitungan berikut :<br />S2TC = JK (TC)k-2 = 3338,824 = 139,12<br />S2 G = JK(G)n-k = 1735,6716 = 108,48<br />F hit = S2TCS2G = 139,,12108,48 = 1,28<br /> <br />Untuk mendapatkan harga r dan koefisien determinasinya didapat dari perhitungan berikut :<br />r = nXY- XY[n X2- X2 ][nY2- Y2]<br /> = 42 104352-165423704274822-16542[42 (151372- 23702]<br />=4382784-3919980(3142524-2735716)6357624-5616900<br />= 462804406808740724<br />= 462804301332448992<br />= 462804548937,56<br />= 0,843<br />Sedangkan koefisien determinasinya. r2= 0,8432= 0,7106 atau 71,06%.<br />DAFTAR RIWAYAT HIDUP<br />Nama lengkap : Zainul Hamid<br />Tempat Tanggal Lahir : Limboro 21 Oktober 1986<br />Alamat : Limboro, Desa Luhu, Kecamatan Seram Barat Kabupaten Seram Bagian Barat<br />Telp./HP : 085243511513/085656691186<br /><ul><li> E-Mail :
  133. 133. Riwayat Pendidikan :MIN Limboro, Lulus 1998
  134. 134. SMP Muhammadiyah Temi, Lulus 2001
  135. 135. SMA Muhammadiyah Limboro, Lulus 2003
  136. 136.
  137. 137. Pengalaman Organisasi : 1.
  138. 138. 2.
  139. 139. 3.
  140. 140. Nama Ayah : Hamid Bin Hi. Muhammad Nur
  141. 141. Nama Ibu : Wa Runga Binti Sabia
  142. 142. Alamat : Limboro, Desa Luhu, Kecamatan Seram Barat,
  143. 143. Kabupaten Seram Bagian Barat.
  144. 144. Hobi : Ronda

×