SlideShare a Scribd company logo
1 of 12
Download to read offline
Booklet Da’wah          .: Jum’at, 05 Ramadhan 1432H / 05 Agustus 2011M 1



      Be rilmu Se be lu m Be rk a ta & Be ra ma l




  HADITS-HADITS PALSU DAN LEMAH YANG
   SERING DISEBUT DI BULAN RAMADHAN
: ‫ﻌ‬‫ﺑ‬‫، ﻭ‬ ‫ﺍﻻﹶ‬‫ ﻭ‬‫ﻦ‬‫ ﻣ‬‫ﻠﻰٰ ﺁﻟِﻪِ ﻭ‬‫ﻋ‬‫ﻝِ ﺍﷲِ ﻭ‬‫ﻮ‬ ‫ ﺭ‬‫ﻠﻰ‬‫ ﻋ‬ ‫ﻼﹶ‬ ‫ﺍﻟ‬‫ﻼﹶ ﹸ ﻭ‬ ‫ﺍﻟ‬‫ِﷲِ ﻭ‬ ‫ﻤ‬‫ﺍﹶﻟﹾﺤ‬
 ‫ﻩ ﺪ‬                                             ‫ﺳ‬          ‫ﺼ ﺓ ﺴ ﻡ‬                  ‫ﺪ‬
    Sesungguhnya segala pujian hanya bagi Allah          ,
kami menyanjung-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya,
memohon ampunan kepada-Nya, dan kami juga berlindung
kepada Allah        dari kejahatan jiwa-jiwa kami dan dari
kejelekan amalan-amalan kami. Barangsiapa yang diberi
petunjuk oleh Allah     , maka sungguh dia termasuk orang
yang mendapatkan hidayah, dan barangsiapa yang
disesatkan oleh Allah       , maka tidak ada seorang pun
yang bisa memberikan petunjuk kepadanya.
   Dan aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang
berhak untuk diibadahi dengan benar kecuali Allah satu-
satunya, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku juga bersaksi
bahwa Muhammad          adalah hamba dan rasul-Nya.
   Adapun setelah itu, bahwasanya sebaik-baik perkataan
adalah Kalamullah, dan sebaik-baik petunjuk adalah
petunjuk nabi kita Muhammad            , dan bahwasanya
sejelek-jelek perkara adalah segala sesuatu yang diadakan-
adakan, dan segala sesuatu yang diada-adakan dalam
agama ini adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat.
   Kemudian setelah itu, ketahuilah bahwasanya
perbuatan dusta atas nama Nabi         merupakan penyakit
berbahaya dan sulit diobati yang telah menyebar (di
tengah-tengah umat) seperti menyebarnya api pada
Jangan dibaca saat Adzan berkumandang atau Khatib sedang Khutbah!
2                                        Booklet Da’wah
tumbuhan yang kering. Pernyakit ini merupakan
penjerumus ke dalam kebid’ahan, kesesatan, khurafat,
menentang dalil, serta menyimpang dari jalan yang lurus
dan jalan kaum mu’minin. Berdusta atas nama nabi
juga menyebabkan pelakunya pantas untuk mendapatkan
ancaman berupa tempat duduk dari neraka. Sebagaimana
sabda Nabi    :
                              ‫ﺎﺭ‬‫ ﺍﻟ‬‫ ﻣِﻦ‬ ‫ﺪ‬‫ﻘﹾﻌ‬‫ﺃﹾ ﻣ‬ ‫ﺒ‬‫ﺘ‬‫ﺍ ﻓﹶﻠﹾﻴ‬‫ﺪ‬ ‫ﻌ‬‫ﺘ‬  ‫ﻠﹶ‬‫ ﻋ‬‫ ﻛﹶﺬﹶﺏ‬‫ﻦ‬‫ﻣ‬
                                ‫ﻨ‬        ‫ﻩ‬            ‫ﻮ‬               ‫ﻲﻣ ﻤ‬
“Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja,
maka hendaknya dia mempersiapkan tempat duduknya di
neraka.” [Muttafaqun ‘alaihi]
   Saudara pembaca sekalian, akan kami sebutkan untuk
anda beberapa hadits yang dusta (palsu) atas nama nabi
    dan juga hadits dha’if (lemah) yang sering disebut pada
bulan yang penuh barakah ini, dengan harapan agar anda
berhati-hati darinya, tidak mencampuradukkan antara al-
haq dengan al-bathil, dan agar urusan (agama) anda benar-
benar di atas ilmu.

HADITS PERTAMA

     ‫ﺎ‬‫ﺔ ﻛﹼﻬ‬‫ﻨ‬ ‫ﻥﹶ ﺍﻟ‬‫ ﹸﻮ‬‫ﺘِﻲ ﺃﹶﻥﹾ ﻳ‬ ‫ ﹸ‬‫ﺖ‬‫ﻤ‬‫ﺎﻥﹶ ﻟﹶﺘ‬‫ﻀ‬‫ﻣ‬‫ﺎ ﻓِﻲ ﺭ‬‫ ﻣ‬ ‫ﺎ‬‫ ﺍﻟﹾﻌِﺒ‬ ‫ﻠﹶ‬‫ﻌ‬‫ ﻳ‬‫ﻟﹶﻮ‬
        ‫ﻜ ﺴ ﹸﻠ‬                      ‫ﻨ ﺃﻣ‬                            ‫ﻢ ﺩ‬
“Kalau seandainya hamba-hamba itu tahu apa yang ada
pada bulan Ramadhan (keutamaannya), maka niscaya
umatku ini akan berangan-angan bahwa satu tahun itu
adalah bulan Ramadhan seluruhnya.”
   Hadits ini adalah hadits yang didustakan atas nama
Nabi         (palsu). Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu
Khuzaimah di dalam Shahihnya [III/190], Abu Ya’la Al-
Mushili di dalam Musnadnya [IX/180], dan selain keduanya.
Di dalam sanadnya terdapat rawi yang bernama Jarir bin
Ayyub. Tentang rawi yang satu ini, para ulama telah
menjelaskan keadaannya, di antaranya:
Booklet Da’wah                                          3
   Abu Nu’aim Al-Fadhl bin Dukain mengatakan bahwa dia
suka memalsukan hadits. Al-Bukhari, Abu Hatim, dan Abu
Zur’ah mengatakan bahwa dia adalah Munkarul Hadits.
Ibnu Khuzaimah mengatakan: “Jika haditsnya shahih …”[1].
Ibnul Jauzi dalam kitabnya Al-Maudhu’at [II/103] dan juga
Asy-Syaukani dalam Al-Fawa’id Al-Majmu’ah [hal. 74]
menghukumi dia (Jarir bin Ayyub) adalah perawi yang
suka memalsukan hadits -yakni pendusta-. Lihat Lisanul
Mizan [II/302] karya Ibnu Hajar.
HADITS KEDUA

              ‫ﺘِﻲ‬ ‫ ﺃ‬ ‫ﻬ‬‫ﺎ ﹸ ﺷ‬‫ﻀ‬‫ﻣ‬‫ﺭ‬‫ ﻭ‬‫ﺮِﻱ‬‫ﻬ‬‫ﺎ ﹸ ﺷ‬‫ﺒ‬‫ﻌ‬‫ﺷ‬‫ ﺍﷲِ ﻭ‬ ‫ﻬ‬‫ ﺷ‬ ‫ﺟ‬‫ﺭ‬
                 ‫ﻥ ﺮ ﻣ‬                           ‫ﻥ‬               ‫ﺐ ﺮ‬
“Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan
Ramadhan adalah bulan umatku.”
    Hadits ini adalah hadits yang didustakan atas nama
Nabi       (palsu). Di dalam sanadnya terdapat rawi yang
bernama Abu Bakr An-Naqqasy. Tentang rawi yang satu
ini, para ulama telah menjelaskan keadaannya, di
antaranya:
    Thalhah bin Muhammad Asy-Syahid mengatakan
bahwa Abu Bakr An-Naqqasy suka memalsukan hadits,
dan kebanyakannya tentang kisah-kisah. Abul Qasim Al-
Lalika’i mengatakan bahwa tafsir dari Abu Bakr An-
Naqqasy justru akan mencelakakan hati, tidak menjadi
obat bagi hati-hati ini.
    Dan di dalamnya juga terdapat rawi yang bernama Al-
Kisa’i yang dikatakan oleh Ibnul Jauzi sebagai rawi yang
majhul (tidak dikenal).
    Hadits ini diriwayatkan oleh Abul Fath bin Al-Fawaris di
dalam Al-Amali dari Al-Hasan Al-Bashri secara mursal.

[1] Ungkapan seperti ini menunjukkan bahwa beliau tidak
memastikan keshahihan hadits sebagaimana yang akan
disebutkan dalam penjelasan hadits ketiga setelah ini.
Wallahu a’lam.
4                                          Booklet Da’wah
    Al-Hafizh Al-’Iraqi mengatakan dalam Syarh At-Tirmidzi:
“Ini adalah hadits dha’if jiddan (sangat lemah), dan dia
termasuk hadits-hadits mursal yang diriwayatkan dari Al-
Hasan (Al-Bashri), kami meriwayatkannya dari Kitab At-
Targhib Wat Tarhib karya Al-Ashfahani, hadits-hadits
mursal yang diriwayatkan dari Al-Hasan (Al-Bashri) tidak
bernilai (shahih) menurut Ahlul Hadits, dan tidak ada satu
hadits pun yang menyebutkan tentang keutamaan bulan
Rajab.”
   Ibnul Jauzi dalam kitabnya Al-Maudhu’at [II/117], Adz-
Dzahabi dalam Tarikhul Islam [I/2990], dan Asy-Syaukani
dalam Al-Fawa’id Al-Majmu’ah [hal. 95] menghukumi bahwa
hadits ini adalah hadits palsu, didustakan atas nama Nabi
    . Lihat Lisanul Mizan [VI/202] karya Ibnu Hajar.

HADITS KETIGA

 ‫ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺍﻧﻪ ﻗﺪ ﺃﻇﻠﻜﻢ ﺷﻬﺮ ﻋﻈﻴﻢ ﺷﻬﺮ ﻣﺒﺎﺭﻙ ﻓﻴﻪ ﻟﻴﻠﺔ ﺧﲑ ﻣﻦ‬
 ‫ﺃﻟﻒ ﺷﻬﺮ ﻓﺮﺽ ﺍﷲ ﺻﻴﺎﻣﻪ ﻭﺟﻌﻞ ﻗﻴﺎﻡ ﻟﻴﻠﻪ ﺗﻄﻮﻋﺎ ﻓﻤﻦ ﺗﻄﻮﻉ ﻓﻴﻪ‬
 ‫ﻯ ﻓﺮﻳﻀﺔ ﻓﻤﺎ ﺳﻮﺍﻩ … ﻭﻫﻮ ﺷﻬﺮ‬ ‫ﲞﺼﻠﺔ ﻣﻦ ﺍﳋﲑ ﻛﺎﻥ ﻛﻤﻦ ﺃ‬
                                  ‫ﺩ‬
                    ‫ﺃﻭﻟﻪ ﺭﲪﺔ ﻭﺃﻭﺳﻄﻪ ﻣﻐﻔﺮﺓ ﻭﺁﺧﺮﻩ ﻋﺘﻖ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺭ‬
“Wahai sekalian manusia, sungguh hampir datang kepada
kalian bulan yang agung dan penuh barakah, di dalamnya
terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan,
Allah wajibkan untuk berpuasa pada bulan ini, dan Allah
jadikan shalat pada malam harinya sebagai amalan yang
sunnah, barangsiapa yang dengan rela melakukan
kebajikan pada bulan itu, maka dia seperti menunaikan
kewajiban pada selain bulan tersebut …, dan dia
merupakan bulan yang awalnya adalah kasih sayang,
pertengahannya adalah ampunan, dan akhirnya adalah
pembebasan dari api neraka.”
Booklet Da’wah                                              5
    Hadits ini adalah hadits munkar, dikeluarkan oleh
Ibnu Khuzaimah di dalam Shahihnya [III/191], dan beliau
mengatakan: “Jika haditsnya shahih.” Maksud ungkapan ini
adalah bahwa Al-Hafizh Ibnu Khuzaimah ragu (tidak
memastikan) penshahihan hadits ini karena derajat
sanadnya yang rendah (tidak sampai derajat shahih), maka
jangan ada seorangpun yang mengira bahwa hadits ini
shahih menurut Ibnu Khuzaimah. Lihat Tadribur Rawi [I/89]
karya As-Suyuthi.
    Hadits ini juga dikeluarkan oleh Al-Baihaqi dalam
Syu’abul Iman [III/305], Al-Harits bin Usamah dalam
Musnadnya [I/412], dan yang lainnya.
    Di dalam sanadnya terdapat rawi yang bernama ‘Ali bin
Zaid bin Jud’an yang dikatakan oleh para ulama, di
antaranya:
    Ibnu Khuzaimah mengatakan bahwa dia tidak bisa
dijadikan hujjah karena jeleknya hafalan dia. Al-Bukhari
mengatakan bahwa dia tidak bisa dijadikan hujjah.
    Di dalam sanadnya juga terdapat rawi yang bernama
Iyas bin Abi Iyas yang dikatakan oleh para ulama, di
antaranya:
    Adz-Dzahabi mengatakan bahwa dia adalah rawi yang
tidak dikenal. Al-’Uqaili mengatakan bahwa dia adalah rawi
yang majhul (tidak dikenal) dan haditsnya tidak mahfuzh
(yakni syadz/ganjil). Abu Hatim mengatakan: “Ini adalah
hadits Munkar.” (Al-’Ilal karya Ibnu Abi Hatim [I/249]). Lihat
Lisanul Mizan [II/169] karya Ibnu Hajar, As-Siyar [V/207]
karya Adz-Dzahabi, dan As-Silsilah Adh-Dha’ifah [II/262]
karya Asy-Syaikh Al-Albani.
HADITS KEEMPAT
‫ﺎﻡ ﻓﺈﺫﺍ ﻧﻈﺮ‬‫ﻝ ﻟﻴﻠﺔ ﻣﻦ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻧﻈﺮ ﺍﷲ ﺇﱃ ﺧﻠﻘِﻪِ ﺍﻟﺼ‬ ‫ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺃ‬
           ‫ﻴ‬                                        ‫ﻭ‬
‫ ﱠ ﰲ ﹸ ﱢ ﻳﻮﻡٍ ﺃﻟﻒ ﻋﺘﻴﻖٍ ﻣﻦ‬‫ ﻭﺟ‬ ‫ﺍ،ﻭﷲ ﻋ‬‫ ﺃﺑﺪ‬ ‫ﺍﷲ ﺇﱃ ﻋﺒﺪٍ ﱂ ﻳﻌ ﱢﺑ‬
                  ‫ﺰ ﻞ ﻛﻞ‬                   ‫ﺬﻪ‬
                                                             ‫ﺎﺭ‬‫ﺍﻟ‬
                                                               ‫ﻨ‬
6                                           Booklet Da’wah
“Ketika malam pertama bulan Ramadhan, Allah melihat
makhluknya, ketika Allah melihat kepada seorang hamba,
maka Dia tidak akan mengadzabnya selamanya, dan Allah
      pada setiap harinya memiliki seribu hamba yang
dibebaskan dari neraka.”
     Hadits ini adalah hadits yang didustakan atas nama
Nabi        (palsu). Di dalam sanadnya banyak rawi yang
majhul (tidak dikenal) dan rawi yang dituduh berdusta yaitu
‘Utsman bin ‘Abdillah Al-Qurasyi Al-Umawi Asy-Syami
yang dikatakan oleh para ulama di antaranya:
     Al-Juzajani menyatakan bahwa dia adalah kadzdzab
(pendusta), suka mencuri hadits. Abu Mas’ud As-Sijzi
menyatakan dia adalah kadzdzab. Ibnul Jauzi di dalam Al-
Maudhu’at [II/104], Ibnu ‘Arraq di dalam Tanzihusy Syari’ah
[II/146], Asy-Syaukani di dalam Al-Fawa’id Al-Majmu’ah
[hal. 85], dan yang lainnya menghukumi hadits ini sebagai
hadits palsu, didustakan atas nama Nabi      . Lihat Lisanul
Mizan [V/147] karya Ibnu Hajar.

HADITS KELIMA

                                             ‫ﻮﺍ‬ ِ‫ﺼ‬‫ﻮﺍ ﺗ‬ ‫ﻮ‬
                                               ‫ﺤ‬        ‫ﺻﻣ‬
“Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
    Ini adalah hadits dha’if, dikeluarkan oleh Al-’Uqaili
dalam Adh-Dhu’afa’ [II/92], Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam
Al-Kabir [1190], dan selain mereka. Di dalam sanadnya
terdapat rawi yang bernama Zuhair bin Muhammad At-
Tamimi, riwayat penduduk negeri Syam dari dia adalah
riwayat yang di dalamnya banyak riwayat munkar.
    Dalam sanadnya yang lain, terdapat rawi yang bernama
Nahsyal bin Sa’id, dan dia adalah rawi yang matruk
(ditinggalkan haditsnya). Ishaq bin Rahuyah dan Abu
Dawud Ath-Thayalisi menyatakan dia adalah rawi yang
kadzdzab (pendusta). Di samping itu sanadnya juga
terputus.
Booklet Da’wah                                    7
   Dalam sanadnya yang lain juga terdapat rawi yang
bernama Husain bin ‘Abdillah bin Dhamirah Al-Himyari
yang dikatakan oleh para ulama di antaranya:
    Al-Imam Malik menisbahkan dia sebagai rawi yang
pendusta. Ibnu Ma’in menyatakan bahwa dia adalah
kadzdzab (pendusta), tidak ada nilainya sedikitpun. Al-
Bukhari menyatakan bahwa dia adalah munkarul hadits
(kebanyakan haditsnya munkar). Abu Zur’ah menyatakan
bahwa dia adalah rawi yang tidak ada nilainya
sedikitpun, hinakan haditsnya (yakni yang dia
riwayatkan).” Al-Hafizh Al-’Iraqi melemahkan sanadnya,
dan Asy-Syaikh Al-Albani melemahkan hadits ini. [As-
Silsilah Adh-Dha’ifah (253)].

HADITS KEENAM

 ‫ ﹲ ﻗﺒﻠﻬﻢ:ﺧﻠﻮ‬ ‫ ﺃ‬ ‫ﻌﻄﻬ‬ ‫ﺘِﻲ ﲬﺲ ﺧِﺼﺎﻝٍ ﰲ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﱂ‬ ‫ﹸﻋﻄِﻴﺖ ﺃ‬
‫ﻑ‬           ‫ﺗ ﻦ ﻣﺔ‬                              ‫ﻣ‬        ‫ﺃ‬
‫ ﳍﻢ ﺍﳊِﻴﺘﺎﻥ ﺣﱵ‬ ‫ ﻋﻨﺪ ﺍﷲِ ﻣﻦ ﺭﻳﺢِ ﺍﳌِﺴﻚ،ﻭﺗﺴﺘﻐﻔ‬ ‫ﻓﹶﻢِ ﺍﻟﺼﺎﺋﻢ ﺃﻃﻴ‬
              ‫ﺮ‬                              ‫ﺐ‬
                                                      ‫ﻔﻄﺮﻭﺍ‬ ‫ﻳ‬
“Umatku ini pada bulan Ramadhan diberi lima perangai
yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya: (1) Bau
mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah
daripada aroma misk,(2) Ikan-ikan memintakan ampun
untuk mereka sampai berbuka …”
   Ini adalah hadits dha’if jiddan (sangat lemah).
Dikeluarkan oleh Ahmad dalam Musnadnya [II/292, 310],
Al-Harits bin Usamah dalam Musnadnya [I/410], dan selain
keduanya. Di salam sanadnya terdapat rawi yang bernama
Hisyam bin Ziyad bin Abi Zaid yang dikatakan oleh Al-
Hafizh Ibnu Hajar sebagai matrukul hadits (ditinggalkan
haditnya). Asy-Syaikh Al-Albani menghukumi hadits ini
sebagai hadits dha’if jiddan (sangat lemah), sebagaimana
dalam Dha’if At-Targhib Wat Tarhib [586].
8                                                                     Booklet Da’wah
HADITS KETUJUH

 ِ‫ﻛﹶﺎﺓ‬‫ ﺇِ ﱠ ﺑِﺰ‬ ‫ﻓﹶ‬‫ﺮ‬ ‫ﺽِ ﻻﹶ‬‫ﺍﹾﻷَﺭ‬‫ﺎﺀِ ﻭ‬‫ﻤ‬ ‫ ﺍﻟ‬‫ﻦ‬‫ﻴ‬‫ ﺑ‬ ‫ﱠ‬‫ﻌ‬ ‫ﺎﻥﹶ‬‫ﻀ‬‫ﻣ‬‫ ﺭ‬‫ﺮ‬‫ﻬ‬‫ﺇِ ﱠ ﺷ‬
           ‫ﻳ ﻊ ﻻ‬                           ‫ﺴ‬           ‫ﻣ ﻠﻖ‬                      ‫ﻥ‬
                                                                             ِ‫ﺍﻟﹾﻔِﻄﹾﺮ‬
“Sesungguhnya bulan Ramadhan itu tergantung di antara
langit dan bumi, tidaklah bisa diangkat kecuali dengan
zakat fitrah.”
    Ini adalah hadits dha’if. Diriwayatkan oleh Ibnu Shishri
di dalam Al-Amali dan bagian hadits ini hilang, juga
diriwayatkan oleh Ibnu Syahin di dalam At-Targhib, dan
Ibnul Jauzi di dalam Al-’Ilal Al-Mutanahiyah [II/499].
    Di dalam sanadnya terdapat rawi yang bernama
Muhammad bin ‘Ubaid yang dikatakan oleh Ibnul JAuzi
bahwa dia adalah majhul (tidak dikenal). Al Hafizh Ibnu
Hajar mengatakan setelah menyebutkan hadits ini di dalam
Lisanul Mizan [V/276]: “Dia adalah rawi yang tidak ada
satupun yang mengikutinya.” Asy-Syaikh Al-Albani
mendha’ifkan hadits ini di dalam As-Silsilah Adh-Dha’ifah
(43).

HADITS KEDELAPAN
  Anas bin Malik berkata,

 ‫ﻠﹶﻰ‬‫ﻋ‬‫ ﻭ‬ ‫ﻤ‬ ‫ ﻟﹶﻚ‬  ‫ ﻗﹶﺎﻝﹶ ﺍﹶﻟﱠ‬‫ ﺇِﺫﹶﺍ ﺃﹶﻓﹾﻄﹶﺮ‬‫ﱠﻢ‬‫ﺳ‬‫ﻪِ ﻭ‬‫ﻠﹶﻴ‬‫ﱠﻰ ﺍ ُ ﻋ‬‫ ﺻ‬ ِ‫ﺒ‬‫ﻛﹶﺎﻥﹶ ﺍﻟ‬
         ‫ﻠﻬﻢ ﺻ ﺖ‬                                    ‫ﻠ‬              ‫ﻨﻲ ﻠ ﷲ‬
                  ‫ﺴ ﻊ ﻢ‬
                   ‫ﻠِﻴ‬‫ ﺍﻟﹾﻌ‬ ‫ﻤِﻴ‬ ‫ ﺍﻟ‬‫ﺖ‬‫ ﺃﹶﻧ‬‫ﻚ‬ِ‫ ﺇ‬‫ﻲ‬ِ‫ﻞﹾ ﻣ‬‫ﻘﹶ‬‫ ﺗ‬ ‫ ﺍﹶﻟﱠﻬ‬ ‫ ﺃﹶﻓﹾﻄﹶﺮ‬‫ﻗِﻚ‬‫ﺭِﺯ‬
                                                  ‫ﻢ ﺒ ﻨ ﻧ‬ ‫ﺕ ﻠ‬
"Apabila Nabi     berbuka, maka beliau berdo’a, "Ya Allah,
karena Engkau aku berpuasa, dengan rezqi-Mu aku
berbuka. Ya Allah, terimalah (amal sholeh) dariku;
Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui".". [HR. Ad-Daruquthniy dalam Sunan-nya
(26), dan Ath-Thobroniy dalam Al-Kabir (12720)]
   Hadits ini juga lemah, karena dalam sanadnya terdapat
Abdul Malik bin Harun bin Antaroh (orangnya tertuduh
Booklet Da’wah                                           9
dusta). Sebab itu, Syaikh Al-Albaniy menyatakan hadits ini
dho’if jiddan (lemah sekali) dalam Irwa’ Al-Gholil (919)

HADITS KESEMBILAN
    Konon kabarnya Nabi                    bersabda,

                              ِ‫ﺍﺷِﻪ‬‫ﻠﹶﻰ ﻓِﺮ‬‫ﺍ ﻋ‬‫ﺍﻗِﺪ‬‫ﺓٍ ﻭﺇِﻥﹾ ﻛﹶﺎﻥﹶ ﺭ‬‫ﺎﺩ‬‫ ﻋِﺒ‬‫ ﻓِﻲ‬ ِ‫ﺎﺋ‬ ‫ﺍﻟ‬
                                                                                 ‫ﺼﻢ‬
"Orang yang berpuasa (senantiasa) dalam ibadah,
sekalipun ia tidur di atas tempat tidurnya". [HR. Tamam Ar-
Roziy dalam Al-Fawa'id (18/172-173)]
   Hadits ini dho’if (lemah), karena di dalamnya terdapat
rawi-rawi yang tak dikenal, seperti Yahya bin Abdullah Az-
Zajjaj, dan Muhammad bin Harun. Syaikh Al-Albaniy men-
dho’if-kan hadits ini dalam As-Silsilah Adh-Dho’ifah (653)

HADITS KESEPULUH
    Konon kabarnya Nabi                    bersabda,

                                                  ‫ﺐ‬‫ﺘ‬‫ﻐ‬‫ ﻳ‬‫ﺎ ﻟﹶﻢ‬‫ﺓٍ ﻣ‬‫ﺎﺩ‬‫ ﻋِﺒ‬‫ ﻓِﻲ‬ ِ‫ﺎﺋ‬ ‫ﺍﻟ‬
                                                                                   ‫ﺼﻢ‬
"Orang yang berpuasa (senantiasa) dalam ibadah selama
ia tidak meng-ghibah". [HR. Ibnu Adi dalam Al-Kamil
(5/283/1421)]
    Hadits ini dho’if munkar, karena AbdurRahim bin
Harun Abu Hisyam Al-Ghossaniy, seorang yang tertuduh
dusta !! [Lihat Adh-Dho'ifah (1829)]

HADITS KESEBELAS
    Konon kabarnya Nabi                    bersabda,

 ‫ﺇِﺫﹶﺍ‬‫ ﻭ‬‫ ﻗﹶﺎﻡ‬‫ ﺇِﺫﹶﺍ ﻗﹶﺎﻡ‬‫ﺴِﻲ‬‫ﻤ‬ ‫ ﺇِﻟﹶﻰ ﺃﹶﻥﹾ‬ ِ‫ﺒ‬‫ﺼ‬ ‫ﻦ‬‫ ﺣِﻴ‬‫ﺓٍ ﻣِﻦ‬‫ﺎﺩ‬‫ ﻋِﺒ‬‫ ﻓِﻲ‬ ِ‫ﺎﺋ‬ ‫ﺍﻟ‬
                                 ‫ﻳ‬            ‫ﻳ ﺢ‬                                ‫ﺼﻢ‬
 ‫ ﻓﹶﺈِﺫﹶﺍ‬‫ﺐ‬‫ﺘ‬‫ﻐ‬‫ ﻳ‬‫ﺎ ﻟﹶﻢ‬‫ﺙﹶ : ﻣ‬‫ﺪ‬‫ﺙﹶ ﺃﹶﺣ‬‫ﺪ‬‫ﺇِﺫﹶﺍ ﺃﹶﺣ‬‫ ﻭ‬‫ﺎﻡ‬‫ﺎﻡ ﻧ‬‫ﺇِﺫﹶﺍ ﻧ‬‫ﱠﻰ ﻭ‬‫ﱠﻰ ﺻ‬‫ﺻ‬
                                                                             ‫ﻠ ﻠ‬
                                                                 ‫ﻪ‬
                                                                  ‫ﻣ‬‫ﻮ‬‫ ﺻ‬‫ﻕ‬‫ﺮ‬‫ ﺧ‬‫ﺎﺏ‬‫ﺍﻏﹾﺘ‬
10                                              Booklet Da’wah
"Orang yang berpuasa senantiasa dalam ibadah sejak
subuh sampai sore. Jika ia shalat malam, maka ia shalat
malam; jika ia tidur, maka ia tidur; jika ia berhadats maka ia
berhadats, selama ia tidak menggibah orang. Jika ia
menggibah, maka ia melobangi (merusak) puasanya". [HR.
Ad-Dailamiy dalam Musnad Al-Firdaus (2/257-258)]
   Hadits ini derajatnya palsu, karena ada dua orang
pendusta, yaitu Muqotil bin Sulaiman Al-Balkhiy, dan
Umar bin Mudrik. Sebab itulah, Al-Albany menyatakan
hadits ini palsu dalam Al-Ahadits Adh-Dho’ifah (3790).
HADITS KEDUABELAS
     Konon kabarnya Nabi                      bersabda,

                                ِ‫ﺮ‬‫ﺎﺩِ ﺍﻟﹾﺄﹶﻛﹾﺒ‬‫ﺮِ ﺇِﻟﹶﻰ ﺍﻟﹾﺠِﻬ‬‫ﻐ‬‫ﺎﺩِ ﺍﻟﹾﺄﹶﺻ‬‫ ﺍﻟﹾﺠِﻬ‬‫ﺎ ﻣِﻦ‬‫ﻨ‬‫ﻌ‬‫ﺟ‬‫ﺭ‬
"Kita telah kembali dari jihad yang kecil menuju jihad
akbar (yang besar)". [HR. Al-Baihaqiy dalam Az-Zuhd
sebagaimana dalam Takhrij Al-Ihya' (2/6)]
    Hadits ini lemah sekali, karena dalam sanadnya
terdapat Isa bin Ibrahim, Yahya bin Ya’laa, dan Laits bin
Abi Sulaim. Ketiga orang ini lemah.
    Hadits ini juga diriwayatkan dengan lafazh lain,

 : ِ‫ﺮ‬‫ﺎﺩِ ﺍﻟﹾﺄﹶﻛﹾﺒ‬‫ﺮِ ﺇِﻟﹶﻰ ﺍﻟﹾﺠِﻬ‬‫ﻐ‬‫ﺎﺩِ ﺍﻟﹾﺄﹶﺻ‬‫ ﺍﻟﹾﺠِﻬ‬‫ ﻣِﻦ‬‫ﻢ‬‫ﻡٍ ﻗﹶﺪِﻣ‬‫ﻘﹾﺪ‬‫ ﻣ‬‫ﺮ‬‫ﻴ‬‫ ﺧ‬‫ﻢ‬‫ﻗﹶﺪِﻣ‬
                                                              ‫ﺘ‬                         ‫ﺘ‬
                                                                       ‫ﻩ‬
                                                                        ‫ﺍ‬‫ﻮ‬‫ﺪِ ﻫ‬‫ﺒ‬‫ﺓِ ﺍﻟﹾﻌ‬‫ﺪ‬‫ﺎﻫ‬‫ﺠ‬
                                                                                                  ‫ﻣ‬
"Kalian telah datang (pulang) dengan kepulangan yang
baik, kalian datang (pulang) dari jihad kecil menuju
jihad akbar (yang besar), yaitu seorang hamba melawan
hawa nafsunya". [HR. Abu Bakr Asy-Syafi'iy dalam Al-
Fawa'id Al-Muntaqoh (13/83/1), Al-Baihaqiy dalam Az-
Zuhd (42/1), dan Al-Khothib dalam Tarikh Baghdad
(13/523-524)]
  Harap disimpan di tempa t yang la yak, karena dida lamnya
            terdapa t a ya t Al- Qur ’an dan Ha dits !!
Booklet Da’wah                                     11
   Hadits ini juga dho’if (lemah), karena jalur
periwayatannya sama !! Al-Albaniy melemahkan hadits ini
dalam Adh-Dho’ifah (2460)
HADITS KETIGABELAS
   Konon kabarnya Nabi                  bersabda,

  ‫ﺼﻡ‬
   ‫ﺎ‬‫ﻴ‬ ‫ﺪِ ﺍﻟ‬‫ﺴ‬‫ﻛﹶﺎ ﹸ ﺍﻟﹾﺠ‬‫ﺯ‬‫ﻛﹶﺎﹲ ﻭ‬‫ﺀٍ ﺯ‬‫ﻲ‬‫ﻠﹶﻰ ﹸ ﱢ ﺷ‬‫ﻋ‬‫ﺮِ ﻭ‬‫ﺒ‬ ‫ ﺍﻟ‬ ‫ ﻧِﺼ‬ ‫ﺎ‬‫ﻴ‬ ‫ﺍﻟ‬
                      ‫ﺓ‬         ‫ﺓ‬             ‫ﻛﻞ‬              ‫ﺼﻡ ﻒ ﺼ‬
"Puasa adalah separuh kesabaran. Segala sesuatu
memiliki zakat, sedang zakat bagi jasad adalah puasa".
[HR. Ibnu Majah dalam As-Sunan (), Al-Baihaqiy dalam
Syu'ab Al-Iman (3577), dalam Al-Qudho'iy dalam Musnad
Asy-Syihab (158, dan 229)]
    Hadits ini dho’if (lemah), karena seorang rawi yang
bernama Musa bin Ubaidah; seorang yang disepakati
kelemahannya oleh para ahli hadits sebagaimana yang
dijelaskan oleh Syaikh Al-Albany dalam Adh-Dho’ifah
(3810)
 NASIHAT BAGI PARA DA’I
    Di bulan Romadhon banyak da’i-da’i yang bermunculan,
mulai dari yang berilmu sampai yang karbitan. Semua
mengambil bagian dalam jadwal-jadwal ceramah sehingga
terkadang yang jahil diantara mereka sering kali
menimbulkan pelanggaran, diantaranya adalah menghiasi
ceramah-ceramahnya dengan hadits-hadits dho’if
(lemah), bahkan maudhu’ (palsu)!! Padahal hadits-hadits
lemah tidak boleh dipakai berdalil, baik dalam masalah
aqidah, ibadah, akhlaq, dan fadho’il (keutamaan), apalagi
jika haditsnya palsu.
    Al-Allamah Ibnul Arabiy Al-Malikiy           berkata,
"Hadits dho’if tidak boleh diamalkan secara mutlak".[Lihat
Al-Muqni' fi Ulum Al-Hadits (hal. 104) oleh Sirojuddin
Umar bin Ali Al-Anshoriy]
    Syaikh Al-Albaniy         berkata dalam Tamam Al-
Minnah (hal. 34), "Sesungguhnya sebagian ulama
12                                          Booklet Da’wah
muhaqqiqin berpendapat tidak bolehnya hadits-hadits dho’if
diamalkan secara mutlak, baik dalam masalah hukum
maupun dalam masalah fadho’il a’mal ".
   Jadi, tidak boleh berdalil dengan hadits dho’if walaupun
untuk menjelaskan keutamaan suatu ibadah.
   Oleh karena itu kami nasehatkan kepada para da’i
bahwa jika kalian memberikan nasihat dan wejangan
kepada para jama’ah, maka janganlah kalian menghiasi
ceramah kalian dengan hadits-hadits dho’if, dan palsu.
Sayangilah diri kalian sebelum kalian terkena sabda Nabi
   :
                        ِ‫ﺎﺭ‬‫ ﺍﻟ‬‫ ﻣِﻦ‬ ‫ﺪ‬‫ﻘﹾﻌ‬‫ﺃﹶ ﻣ‬ ‫ﺒ‬‫ﺘ‬‫ﺍ ﻓﹶﻠﹾﻴ‬‫ﺪ‬ ‫ﻌ‬‫ﺘ‬  ‫ﻠﹶ‬‫ ﻋ‬‫ ﻛﹶﺬﹶﺏ‬‫ﻦ‬‫ﻣ‬‫ﻭ‬
                           ‫ﻨ‬        ‫ﻩ‬            ‫ﻮ‬               ‫ﻲﻣ ﻤ‬
"Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja,
maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya di neraka".
[HR.Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya(110), dan Muslim
dalam Shohih-nya (3)]
   Periksalah hadits-hadits yang kalian sampaikan dalam
ceramah-ceramah kalian. Jika tidak tahu, maka belajarlah,
dan tanya kepada orang-orang yang berilmu. Janganlah
perasaan malu dan sombong membuat dirimu malu
bertanya dan belajar sehingga engkau sendiri yang
menggelincirkan dirimu dalam neraka, wal’iyadzu billah !!

         ‫ﻦ‬‫ ّ ﺍﹾﻟﻌٰﻠﹶﻤِﻴ‬‫ِﷲِ ﺭ‬ ‫ﻤ‬‫ﺍﻟﹾﺤ‬‫ﺍﺏِ ﻭ‬‫ﻮ‬ ‫ ﺑِﺎﻟ‬ ‫ﻠﹶ‬‫ﺎﻟﹶﻰ ﺃﹶﻋ‬‫ﻌ‬‫ﺍﷲُﺗ‬‫ﻭ‬
                       ِ‫ﺪ ﺏ‬                     ‫ﻢ ﺼ‬
Sumber :
 http://assalafy.org
 http://almakassari.com
 Diterbitkan oleh: Pondok Pesantren Minhajus Sunnah Kendari
     Jl. Kijang (Perumnas Poasia) Kelurahan Rahandouna.
              Web Site: http://minhajussunnah.co.nr,
                     http://salafykendari.com
            Penasihat: Al-Ustadz Hasan bin Rosyid, Lc
  Redaksi: Al-Ustadz Abu Jundi, Al Akh Abul Husain Abdullah
            Kritik dan saran hubungi: 085241855585

More Related Content

What's hot

Tafsir bil ma’tsur, tafsir bir ra’yi dan 2 blogss
Tafsir bil ma’tsur, tafsir bir ra’yi dan 2 blogssTafsir bil ma’tsur, tafsir bir ra’yi dan 2 blogss
Tafsir bil ma’tsur, tafsir bir ra’yi dan 2 blogssarfian kurniawan
 
Kritik Sanad dan Matan Hadits
Kritik Sanad dan Matan HaditsKritik Sanad dan Matan Hadits
Kritik Sanad dan Matan HaditsFakhri Cool
 
Makalah 'AM dan KHASH (Ulumul Qur'an 2)
Makalah 'AM dan KHASH (Ulumul Qur'an 2)Makalah 'AM dan KHASH (Ulumul Qur'an 2)
Makalah 'AM dan KHASH (Ulumul Qur'an 2)Khusnul Kotimah
 
Kedudukan dan fungsi hadits terhadap al qur’an
Kedudukan dan fungsi hadits terhadap al  qur’anKedudukan dan fungsi hadits terhadap al  qur’an
Kedudukan dan fungsi hadits terhadap al qur’anVia Dewi Syahara
 
Qiyas-Ushul Fiqh Powerpoint (Miftah'll Everafter)
Qiyas-Ushul Fiqh Powerpoint (Miftah'll Everafter)Qiyas-Ushul Fiqh Powerpoint (Miftah'll Everafter)
Qiyas-Ushul Fiqh Powerpoint (Miftah'll Everafter)Miftah Iqtishoduna
 
Masail Fiqhiyyah - Nikah Mut'ah dalam Pandangan Islam
Masail Fiqhiyyah - Nikah Mut'ah dalam Pandangan IslamMasail Fiqhiyyah - Nikah Mut'ah dalam Pandangan Islam
Masail Fiqhiyyah - Nikah Mut'ah dalam Pandangan IslamHaristian Sahroni Putra
 
Kandungan al quran
Kandungan al quranKandungan al quran
Kandungan al quranswirawan
 
sejarah pembukuan hadits
sejarah pembukuan hadits sejarah pembukuan hadits
sejarah pembukuan hadits khoirotul ula
 
Hadits Dhoif (kriteria & macam-macam)
Hadits Dhoif (kriteria & macam-macam)Hadits Dhoif (kriteria & macam-macam)
Hadits Dhoif (kriteria & macam-macam)Rian Ramdani
 
Pembagian Hadis Berdasarkan Kualitas Sanad dan Matan-nya
Pembagian Hadis Berdasarkan Kualitas Sanad dan Matan-nyaPembagian Hadis Berdasarkan Kualitas Sanad dan Matan-nya
Pembagian Hadis Berdasarkan Kualitas Sanad dan Matan-nyaHolong Marina Ops
 
Inkar sunnah, sejarah dan bantahan terhadapnya
Inkar sunnah, sejarah dan bantahan terhadapnyaInkar sunnah, sejarah dan bantahan terhadapnya
Inkar sunnah, sejarah dan bantahan terhadapnyamakhrusvikers
 
Sejarah turunnya al qur'an
Sejarah turunnya al qur'anSejarah turunnya al qur'an
Sejarah turunnya al qur'anRatih Aini
 

What's hot (20)

Asbabun nuzul
Asbabun nuzulAsbabun nuzul
Asbabun nuzul
 
Tafsir bil ma’tsur, tafsir bir ra’yi dan 2 blogss
Tafsir bil ma’tsur, tafsir bir ra’yi dan 2 blogssTafsir bil ma’tsur, tafsir bir ra’yi dan 2 blogss
Tafsir bil ma’tsur, tafsir bir ra’yi dan 2 blogss
 
Unsur – unsur hadits
Unsur – unsur hadits Unsur – unsur hadits
Unsur – unsur hadits
 
Kritik Sanad dan Matan Hadits
Kritik Sanad dan Matan HaditsKritik Sanad dan Matan Hadits
Kritik Sanad dan Matan Hadits
 
Makalah 'AM dan KHASH (Ulumul Qur'an 2)
Makalah 'AM dan KHASH (Ulumul Qur'an 2)Makalah 'AM dan KHASH (Ulumul Qur'an 2)
Makalah 'AM dan KHASH (Ulumul Qur'an 2)
 
Kedudukan dan fungsi hadits terhadap al qur’an
Kedudukan dan fungsi hadits terhadap al  qur’anKedudukan dan fungsi hadits terhadap al  qur’an
Kedudukan dan fungsi hadits terhadap al qur’an
 
Hadist Riwayah dan Diroyah
Hadist Riwayah dan DiroyahHadist Riwayah dan Diroyah
Hadist Riwayah dan Diroyah
 
Qiyas-Ushul Fiqh Powerpoint (Miftah'll Everafter)
Qiyas-Ushul Fiqh Powerpoint (Miftah'll Everafter)Qiyas-Ushul Fiqh Powerpoint (Miftah'll Everafter)
Qiyas-Ushul Fiqh Powerpoint (Miftah'll Everafter)
 
Metodologi tafsir
Metodologi tafsirMetodologi tafsir
Metodologi tafsir
 
Naskh mansukh
Naskh mansukhNaskh mansukh
Naskh mansukh
 
Masail Fiqhiyyah - Nikah Mut'ah dalam Pandangan Islam
Masail Fiqhiyyah - Nikah Mut'ah dalam Pandangan IslamMasail Fiqhiyyah - Nikah Mut'ah dalam Pandangan Islam
Masail Fiqhiyyah - Nikah Mut'ah dalam Pandangan Islam
 
Asbababun nuzul powerpoint
Asbababun nuzul powerpointAsbababun nuzul powerpoint
Asbababun nuzul powerpoint
 
Kandungan al quran
Kandungan al quranKandungan al quran
Kandungan al quran
 
sejarah pembukuan hadits
sejarah pembukuan hadits sejarah pembukuan hadits
sejarah pembukuan hadits
 
Hadits Dhoif (kriteria & macam-macam)
Hadits Dhoif (kriteria & macam-macam)Hadits Dhoif (kriteria & macam-macam)
Hadits Dhoif (kriteria & macam-macam)
 
Pembagian Hadis Berdasarkan Kualitas Sanad dan Matan-nya
Pembagian Hadis Berdasarkan Kualitas Sanad dan Matan-nyaPembagian Hadis Berdasarkan Kualitas Sanad dan Matan-nya
Pembagian Hadis Berdasarkan Kualitas Sanad dan Matan-nya
 
Ppt tasawuf
Ppt tasawufPpt tasawuf
Ppt tasawuf
 
Inkar sunnah, sejarah dan bantahan terhadapnya
Inkar sunnah, sejarah dan bantahan terhadapnyaInkar sunnah, sejarah dan bantahan terhadapnya
Inkar sunnah, sejarah dan bantahan terhadapnya
 
I'jaz Al Qur'an
 I'jaz Al Qur'an I'jaz Al Qur'an
I'jaz Al Qur'an
 
Sejarah turunnya al qur'an
Sejarah turunnya al qur'anSejarah turunnya al qur'an
Sejarah turunnya al qur'an
 

Similar to 36 hadits hadits palsu dan lemah yang sering disebut di bulan ramadhan

Hadits dhaif-ramadhan
Hadits dhaif-ramadhanHadits dhaif-ramadhan
Hadits dhaif-ramadhanLukman
 
kesesatan kitab barzanji, qashidah burdah dan maulid syarafil anam
 kesesatan kitab barzanji, qashidah burdah dan maulid syarafil anam kesesatan kitab barzanji, qashidah burdah dan maulid syarafil anam
kesesatan kitab barzanji, qashidah burdah dan maulid syarafil anamR&R Darulkautsar
 
Benarkah taubat nabi adam diterima kerana bertawasul
Benarkah taubat nabi adam diterima kerana bertawasulBenarkah taubat nabi adam diterima kerana bertawasul
Benarkah taubat nabi adam diterima kerana bertawasulR&R Darulkautsar
 
Hadis 40 imam an-nawawi..
Hadis 40   imam an-nawawi..Hadis 40   imam an-nawawi..
Hadis 40 imam an-nawawi..Mohd Mokri
 
Takhrij al ma'tsurat al-shughra Karya Aswin Ahdir Bolano
Takhrij al ma'tsurat al-shughra Karya Aswin Ahdir BolanoTakhrij al ma'tsurat al-shughra Karya Aswin Ahdir Bolano
Takhrij al ma'tsurat al-shughra Karya Aswin Ahdir BolanoAswin Wyn
 
Secara historis, penggunaan sanad sudah dikenal sejak sebelum datangnya Islam...
Secara historis, penggunaan sanad sudah dikenal sejak sebelum datangnya Islam...Secara historis, penggunaan sanad sudah dikenal sejak sebelum datangnya Islam...
Secara historis, penggunaan sanad sudah dikenal sejak sebelum datangnya Islam...caturwibowo83
 
Hadits dhaif di bulan ramadhan
Hadits dhaif di bulan ramadhanHadits dhaif di bulan ramadhan
Hadits dhaif di bulan ramadhanAbyanuddin Salam
 
"Kenapa Imam al-Tirmizi Men'sahih'kan Hadith Azan Di Telinga Bayi? : Satu Ana...
"Kenapa Imam al-Tirmizi Men'sahih'kan Hadith Azan Di Telinga Bayi? : Satu Ana..."Kenapa Imam al-Tirmizi Men'sahih'kan Hadith Azan Di Telinga Bayi? : Satu Ana...
"Kenapa Imam al-Tirmizi Men'sahih'kan Hadith Azan Di Telinga Bayi? : Satu Ana...Kaminorsabir Kamin
 
Hukum doa berjamaah
Hukum doa berjamaahHukum doa berjamaah
Hukum doa berjamaahEl Wafi
 
Bhan hadis palsu
Bhan hadis palsuBhan hadis palsu
Bhan hadis palsuMawar Pink
 
Hadits ramadhan bermasalah
Hadits ramadhan bermasalahHadits ramadhan bermasalah
Hadits ramadhan bermasalahA Budi Pakdije
 

Similar to 36 hadits hadits palsu dan lemah yang sering disebut di bulan ramadhan (20)

Hadits dhaif-ramadhan
Hadits dhaif-ramadhanHadits dhaif-ramadhan
Hadits dhaif-ramadhan
 
"139 Faedah Hadith"
"139 Faedah Hadith""139 Faedah Hadith"
"139 Faedah Hadith"
 
Al ghurbah (keterasingan)
Al ghurbah (keterasingan)Al ghurbah (keterasingan)
Al ghurbah (keterasingan)
 
kesesatan kitab barzanji, qashidah burdah dan maulid syarafil anam
 kesesatan kitab barzanji, qashidah burdah dan maulid syarafil anam kesesatan kitab barzanji, qashidah burdah dan maulid syarafil anam
kesesatan kitab barzanji, qashidah burdah dan maulid syarafil anam
 
Benarkah taubat nabi adam diterima kerana bertawasul
Benarkah taubat nabi adam diterima kerana bertawasulBenarkah taubat nabi adam diterima kerana bertawasul
Benarkah taubat nabi adam diterima kerana bertawasul
 
Hadith
HadithHadith
Hadith
 
Arba'un nawawi
Arba'un nawawiArba'un nawawi
Arba'un nawawi
 
Hadis 40 imam an-nawawi..
Hadis 40   imam an-nawawi..Hadis 40   imam an-nawawi..
Hadis 40 imam an-nawawi..
 
Hadis 40
Hadis 40Hadis 40
Hadis 40
 
Hadis 40 imam an-nawawi..
Hadis 40   imam an-nawawi..Hadis 40   imam an-nawawi..
Hadis 40 imam an-nawawi..
 
Hadis 40_Imam Nawawi
Hadis 40_Imam NawawiHadis 40_Imam Nawawi
Hadis 40_Imam Nawawi
 
Takhrij al ma'tsurat al-shughra Karya Aswin Ahdir Bolano
Takhrij al ma'tsurat al-shughra Karya Aswin Ahdir BolanoTakhrij al ma'tsurat al-shughra Karya Aswin Ahdir Bolano
Takhrij al ma'tsurat al-shughra Karya Aswin Ahdir Bolano
 
makalah hadist Dhaif serta pembagiannya
makalah hadist Dhaif serta pembagiannyamakalah hadist Dhaif serta pembagiannya
makalah hadist Dhaif serta pembagiannya
 
Secara historis, penggunaan sanad sudah dikenal sejak sebelum datangnya Islam...
Secara historis, penggunaan sanad sudah dikenal sejak sebelum datangnya Islam...Secara historis, penggunaan sanad sudah dikenal sejak sebelum datangnya Islam...
Secara historis, penggunaan sanad sudah dikenal sejak sebelum datangnya Islam...
 
Hadits dhaif di bulan ramadhan
Hadits dhaif di bulan ramadhanHadits dhaif di bulan ramadhan
Hadits dhaif di bulan ramadhan
 
"Kenapa Imam al-Tirmizi Men'sahih'kan Hadith Azan Di Telinga Bayi? : Satu Ana...
"Kenapa Imam al-Tirmizi Men'sahih'kan Hadith Azan Di Telinga Bayi? : Satu Ana..."Kenapa Imam al-Tirmizi Men'sahih'kan Hadith Azan Di Telinga Bayi? : Satu Ana...
"Kenapa Imam al-Tirmizi Men'sahih'kan Hadith Azan Di Telinga Bayi? : Satu Ana...
 
Hukum doa berjamaah
Hukum doa berjamaahHukum doa berjamaah
Hukum doa berjamaah
 
Bhan hadis palsu
Bhan hadis palsuBhan hadis palsu
Bhan hadis palsu
 
Hadits ramadhan bermasalah
Hadits ramadhan bermasalahHadits ramadhan bermasalah
Hadits ramadhan bermasalah
 
KHUTBAH RASULULLAH SAWW DI GHADIR KHUM
KHUTBAH RASULULLAH SAWW DI GHADIR KHUMKHUTBAH RASULULLAH SAWW DI GHADIR KHUM
KHUTBAH RASULULLAH SAWW DI GHADIR KHUM
 

More from Gua Syed Al Yahya

More from Gua Syed Al Yahya (12)

Mengenal Kitab Al Umm - Imam Syafie
Mengenal Kitab Al Umm - Imam SyafieMengenal Kitab Al Umm - Imam Syafie
Mengenal Kitab Al Umm - Imam Syafie
 
Sifat Solat Nabi SAW
Sifat Solat Nabi SAWSifat Solat Nabi SAW
Sifat Solat Nabi SAW
 
Thaharah
ThaharahThaharah
Thaharah
 
Hadis landasan akidah
Hadis landasan akidahHadis landasan akidah
Hadis landasan akidah
 
Pemahaman bid'ah
Pemahaman bid'ahPemahaman bid'ah
Pemahaman bid'ah
 
Perisai muslim himpunan-doa-dan-zikir-dari-al-quran-as-sunnah
Perisai muslim himpunan-doa-dan-zikir-dari-al-quran-as-sunnahPerisai muslim himpunan-doa-dan-zikir-dari-al-quran-as-sunnah
Perisai muslim himpunan-doa-dan-zikir-dari-al-quran-as-sunnah
 
100 hadis palsu
100 hadis palsu100 hadis palsu
100 hadis palsu
 
Oop in php tutorial
Oop in php tutorialOop in php tutorial
Oop in php tutorial
 
Doa selepas sembahyang
Doa selepas sembahyangDoa selepas sembahyang
Doa selepas sembahyang
 
Praktikal solat subuh
Praktikal solat subuhPraktikal solat subuh
Praktikal solat subuh
 
Tanda qiyamat
Tanda qiyamatTanda qiyamat
Tanda qiyamat
 
40 hadis-tentang-peristiwa-akhir-zaman
40 hadis-tentang-peristiwa-akhir-zaman40 hadis-tentang-peristiwa-akhir-zaman
40 hadis-tentang-peristiwa-akhir-zaman
 

36 hadits hadits palsu dan lemah yang sering disebut di bulan ramadhan

  • 1. Booklet Da’wah .: Jum’at, 05 Ramadhan 1432H / 05 Agustus 2011M 1 Be rilmu Se be lu m Be rk a ta & Be ra ma l HADITS-HADITS PALSU DAN LEMAH YANG SERING DISEBUT DI BULAN RAMADHAN : ‫ﻌ‬‫ﺑ‬‫، ﻭ‬ ‫ﺍﻻﹶ‬‫ ﻭ‬‫ﻦ‬‫ ﻣ‬‫ﻠﻰٰ ﺁﻟِﻪِ ﻭ‬‫ﻋ‬‫ﻝِ ﺍﷲِ ﻭ‬‫ﻮ‬ ‫ ﺭ‬‫ﻠﻰ‬‫ ﻋ‬ ‫ﻼﹶ‬ ‫ﺍﻟ‬‫ﻼﹶ ﹸ ﻭ‬ ‫ﺍﻟ‬‫ِﷲِ ﻭ‬ ‫ﻤ‬‫ﺍﹶﻟﹾﺤ‬ ‫ﻩ ﺪ‬ ‫ﺳ‬ ‫ﺼ ﺓ ﺴ ﻡ‬ ‫ﺪ‬ Sesungguhnya segala pujian hanya bagi Allah , kami menyanjung-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya, memohon ampunan kepada-Nya, dan kami juga berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa-jiwa kami dan dari kejelekan amalan-amalan kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah , maka sungguh dia termasuk orang yang mendapatkan hidayah, dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah , maka tidak ada seorang pun yang bisa memberikan petunjuk kepadanya. Dan aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak untuk diibadahi dengan benar kecuali Allah satu- satunya, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Adapun setelah itu, bahwasanya sebaik-baik perkataan adalah Kalamullah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk nabi kita Muhammad , dan bahwasanya sejelek-jelek perkara adalah segala sesuatu yang diadakan- adakan, dan segala sesuatu yang diada-adakan dalam agama ini adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat. Kemudian setelah itu, ketahuilah bahwasanya perbuatan dusta atas nama Nabi merupakan penyakit berbahaya dan sulit diobati yang telah menyebar (di tengah-tengah umat) seperti menyebarnya api pada Jangan dibaca saat Adzan berkumandang atau Khatib sedang Khutbah!
  • 2. 2 Booklet Da’wah tumbuhan yang kering. Pernyakit ini merupakan penjerumus ke dalam kebid’ahan, kesesatan, khurafat, menentang dalil, serta menyimpang dari jalan yang lurus dan jalan kaum mu’minin. Berdusta atas nama nabi juga menyebabkan pelakunya pantas untuk mendapatkan ancaman berupa tempat duduk dari neraka. Sebagaimana sabda Nabi : ‫ﺎﺭ‬‫ ﺍﻟ‬‫ ﻣِﻦ‬ ‫ﺪ‬‫ﻘﹾﻌ‬‫ﺃﹾ ﻣ‬ ‫ﺒ‬‫ﺘ‬‫ﺍ ﻓﹶﻠﹾﻴ‬‫ﺪ‬ ‫ﻌ‬‫ﺘ‬  ‫ﻠﹶ‬‫ ﻋ‬‫ ﻛﹶﺬﹶﺏ‬‫ﻦ‬‫ﻣ‬ ‫ﻨ‬ ‫ﻩ‬ ‫ﻮ‬ ‫ﻲﻣ ﻤ‬ “Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaknya dia mempersiapkan tempat duduknya di neraka.” [Muttafaqun ‘alaihi] Saudara pembaca sekalian, akan kami sebutkan untuk anda beberapa hadits yang dusta (palsu) atas nama nabi dan juga hadits dha’if (lemah) yang sering disebut pada bulan yang penuh barakah ini, dengan harapan agar anda berhati-hati darinya, tidak mencampuradukkan antara al- haq dengan al-bathil, dan agar urusan (agama) anda benar- benar di atas ilmu. HADITS PERTAMA ‫ﺎ‬‫ﺔ ﻛﹼﻬ‬‫ﻨ‬ ‫ﻥﹶ ﺍﻟ‬‫ ﹸﻮ‬‫ﺘِﻲ ﺃﹶﻥﹾ ﻳ‬ ‫ ﹸ‬‫ﺖ‬‫ﻤ‬‫ﺎﻥﹶ ﻟﹶﺘ‬‫ﻀ‬‫ﻣ‬‫ﺎ ﻓِﻲ ﺭ‬‫ ﻣ‬ ‫ﺎ‬‫ ﺍﻟﹾﻌِﺒ‬ ‫ﻠﹶ‬‫ﻌ‬‫ ﻳ‬‫ﻟﹶﻮ‬ ‫ﻜ ﺴ ﹸﻠ‬ ‫ﻨ ﺃﻣ‬ ‫ﻢ ﺩ‬ “Kalau seandainya hamba-hamba itu tahu apa yang ada pada bulan Ramadhan (keutamaannya), maka niscaya umatku ini akan berangan-angan bahwa satu tahun itu adalah bulan Ramadhan seluruhnya.” Hadits ini adalah hadits yang didustakan atas nama Nabi (palsu). Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah di dalam Shahihnya [III/190], Abu Ya’la Al- Mushili di dalam Musnadnya [IX/180], dan selain keduanya. Di dalam sanadnya terdapat rawi yang bernama Jarir bin Ayyub. Tentang rawi yang satu ini, para ulama telah menjelaskan keadaannya, di antaranya:
  • 3. Booklet Da’wah 3 Abu Nu’aim Al-Fadhl bin Dukain mengatakan bahwa dia suka memalsukan hadits. Al-Bukhari, Abu Hatim, dan Abu Zur’ah mengatakan bahwa dia adalah Munkarul Hadits. Ibnu Khuzaimah mengatakan: “Jika haditsnya shahih …”[1]. Ibnul Jauzi dalam kitabnya Al-Maudhu’at [II/103] dan juga Asy-Syaukani dalam Al-Fawa’id Al-Majmu’ah [hal. 74] menghukumi dia (Jarir bin Ayyub) adalah perawi yang suka memalsukan hadits -yakni pendusta-. Lihat Lisanul Mizan [II/302] karya Ibnu Hajar. HADITS KEDUA ‫ﺘِﻲ‬ ‫ ﺃ‬ ‫ﻬ‬‫ﺎ ﹸ ﺷ‬‫ﻀ‬‫ﻣ‬‫ﺭ‬‫ ﻭ‬‫ﺮِﻱ‬‫ﻬ‬‫ﺎ ﹸ ﺷ‬‫ﺒ‬‫ﻌ‬‫ﺷ‬‫ ﺍﷲِ ﻭ‬ ‫ﻬ‬‫ ﺷ‬ ‫ﺟ‬‫ﺭ‬ ‫ﻥ ﺮ ﻣ‬ ‫ﻥ‬ ‫ﺐ ﺮ‬ “Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.” Hadits ini adalah hadits yang didustakan atas nama Nabi (palsu). Di dalam sanadnya terdapat rawi yang bernama Abu Bakr An-Naqqasy. Tentang rawi yang satu ini, para ulama telah menjelaskan keadaannya, di antaranya: Thalhah bin Muhammad Asy-Syahid mengatakan bahwa Abu Bakr An-Naqqasy suka memalsukan hadits, dan kebanyakannya tentang kisah-kisah. Abul Qasim Al- Lalika’i mengatakan bahwa tafsir dari Abu Bakr An- Naqqasy justru akan mencelakakan hati, tidak menjadi obat bagi hati-hati ini. Dan di dalamnya juga terdapat rawi yang bernama Al- Kisa’i yang dikatakan oleh Ibnul Jauzi sebagai rawi yang majhul (tidak dikenal). Hadits ini diriwayatkan oleh Abul Fath bin Al-Fawaris di dalam Al-Amali dari Al-Hasan Al-Bashri secara mursal. [1] Ungkapan seperti ini menunjukkan bahwa beliau tidak memastikan keshahihan hadits sebagaimana yang akan disebutkan dalam penjelasan hadits ketiga setelah ini. Wallahu a’lam.
  • 4. 4 Booklet Da’wah Al-Hafizh Al-’Iraqi mengatakan dalam Syarh At-Tirmidzi: “Ini adalah hadits dha’if jiddan (sangat lemah), dan dia termasuk hadits-hadits mursal yang diriwayatkan dari Al- Hasan (Al-Bashri), kami meriwayatkannya dari Kitab At- Targhib Wat Tarhib karya Al-Ashfahani, hadits-hadits mursal yang diriwayatkan dari Al-Hasan (Al-Bashri) tidak bernilai (shahih) menurut Ahlul Hadits, dan tidak ada satu hadits pun yang menyebutkan tentang keutamaan bulan Rajab.” Ibnul Jauzi dalam kitabnya Al-Maudhu’at [II/117], Adz- Dzahabi dalam Tarikhul Islam [I/2990], dan Asy-Syaukani dalam Al-Fawa’id Al-Majmu’ah [hal. 95] menghukumi bahwa hadits ini adalah hadits palsu, didustakan atas nama Nabi . Lihat Lisanul Mizan [VI/202] karya Ibnu Hajar. HADITS KETIGA ‫ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺍﻧﻪ ﻗﺪ ﺃﻇﻠﻜﻢ ﺷﻬﺮ ﻋﻈﻴﻢ ﺷﻬﺮ ﻣﺒﺎﺭﻙ ﻓﻴﻪ ﻟﻴﻠﺔ ﺧﲑ ﻣﻦ‬ ‫ﺃﻟﻒ ﺷﻬﺮ ﻓﺮﺽ ﺍﷲ ﺻﻴﺎﻣﻪ ﻭﺟﻌﻞ ﻗﻴﺎﻡ ﻟﻴﻠﻪ ﺗﻄﻮﻋﺎ ﻓﻤﻦ ﺗﻄﻮﻉ ﻓﻴﻪ‬ ‫ﻯ ﻓﺮﻳﻀﺔ ﻓﻤﺎ ﺳﻮﺍﻩ … ﻭﻫﻮ ﺷﻬﺮ‬ ‫ﲞﺼﻠﺔ ﻣﻦ ﺍﳋﲑ ﻛﺎﻥ ﻛﻤﻦ ﺃ‬ ‫ﺩ‬ ‫ﺃﻭﻟﻪ ﺭﲪﺔ ﻭﺃﻭﺳﻄﻪ ﻣﻐﻔﺮﺓ ﻭﺁﺧﺮﻩ ﻋﺘﻖ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺭ‬ “Wahai sekalian manusia, sungguh hampir datang kepada kalian bulan yang agung dan penuh barakah, di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, Allah wajibkan untuk berpuasa pada bulan ini, dan Allah jadikan shalat pada malam harinya sebagai amalan yang sunnah, barangsiapa yang dengan rela melakukan kebajikan pada bulan itu, maka dia seperti menunaikan kewajiban pada selain bulan tersebut …, dan dia merupakan bulan yang awalnya adalah kasih sayang, pertengahannya adalah ampunan, dan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka.”
  • 5. Booklet Da’wah 5 Hadits ini adalah hadits munkar, dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah di dalam Shahihnya [III/191], dan beliau mengatakan: “Jika haditsnya shahih.” Maksud ungkapan ini adalah bahwa Al-Hafizh Ibnu Khuzaimah ragu (tidak memastikan) penshahihan hadits ini karena derajat sanadnya yang rendah (tidak sampai derajat shahih), maka jangan ada seorangpun yang mengira bahwa hadits ini shahih menurut Ibnu Khuzaimah. Lihat Tadribur Rawi [I/89] karya As-Suyuthi. Hadits ini juga dikeluarkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman [III/305], Al-Harits bin Usamah dalam Musnadnya [I/412], dan yang lainnya. Di dalam sanadnya terdapat rawi yang bernama ‘Ali bin Zaid bin Jud’an yang dikatakan oleh para ulama, di antaranya: Ibnu Khuzaimah mengatakan bahwa dia tidak bisa dijadikan hujjah karena jeleknya hafalan dia. Al-Bukhari mengatakan bahwa dia tidak bisa dijadikan hujjah. Di dalam sanadnya juga terdapat rawi yang bernama Iyas bin Abi Iyas yang dikatakan oleh para ulama, di antaranya: Adz-Dzahabi mengatakan bahwa dia adalah rawi yang tidak dikenal. Al-’Uqaili mengatakan bahwa dia adalah rawi yang majhul (tidak dikenal) dan haditsnya tidak mahfuzh (yakni syadz/ganjil). Abu Hatim mengatakan: “Ini adalah hadits Munkar.” (Al-’Ilal karya Ibnu Abi Hatim [I/249]). Lihat Lisanul Mizan [II/169] karya Ibnu Hajar, As-Siyar [V/207] karya Adz-Dzahabi, dan As-Silsilah Adh-Dha’ifah [II/262] karya Asy-Syaikh Al-Albani. HADITS KEEMPAT ‫ﺎﻡ ﻓﺈﺫﺍ ﻧﻈﺮ‬‫ﻝ ﻟﻴﻠﺔ ﻣﻦ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻧﻈﺮ ﺍﷲ ﺇﱃ ﺧﻠﻘِﻪِ ﺍﻟﺼ‬ ‫ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺃ‬ ‫ﻴ‬ ‫ﻭ‬ ‫ ﱠ ﰲ ﹸ ﱢ ﻳﻮﻡٍ ﺃﻟﻒ ﻋﺘﻴﻖٍ ﻣﻦ‬‫ ﻭﺟ‬ ‫ﺍ،ﻭﷲ ﻋ‬‫ ﺃﺑﺪ‬ ‫ﺍﷲ ﺇﱃ ﻋﺒﺪٍ ﱂ ﻳﻌ ﱢﺑ‬ ‫ﺰ ﻞ ﻛﻞ‬ ‫ﺬﻪ‬ ‫ﺎﺭ‬‫ﺍﻟ‬ ‫ﻨ‬
  • 6. 6 Booklet Da’wah “Ketika malam pertama bulan Ramadhan, Allah melihat makhluknya, ketika Allah melihat kepada seorang hamba, maka Dia tidak akan mengadzabnya selamanya, dan Allah pada setiap harinya memiliki seribu hamba yang dibebaskan dari neraka.” Hadits ini adalah hadits yang didustakan atas nama Nabi (palsu). Di dalam sanadnya banyak rawi yang majhul (tidak dikenal) dan rawi yang dituduh berdusta yaitu ‘Utsman bin ‘Abdillah Al-Qurasyi Al-Umawi Asy-Syami yang dikatakan oleh para ulama di antaranya: Al-Juzajani menyatakan bahwa dia adalah kadzdzab (pendusta), suka mencuri hadits. Abu Mas’ud As-Sijzi menyatakan dia adalah kadzdzab. Ibnul Jauzi di dalam Al- Maudhu’at [II/104], Ibnu ‘Arraq di dalam Tanzihusy Syari’ah [II/146], Asy-Syaukani di dalam Al-Fawa’id Al-Majmu’ah [hal. 85], dan yang lainnya menghukumi hadits ini sebagai hadits palsu, didustakan atas nama Nabi . Lihat Lisanul Mizan [V/147] karya Ibnu Hajar. HADITS KELIMA ‫ﻮﺍ‬ ِ‫ﺼ‬‫ﻮﺍ ﺗ‬ ‫ﻮ‬ ‫ﺤ‬ ‫ﺻﻣ‬ “Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.” Ini adalah hadits dha’if, dikeluarkan oleh Al-’Uqaili dalam Adh-Dhu’afa’ [II/92], Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir [1190], dan selain mereka. Di dalam sanadnya terdapat rawi yang bernama Zuhair bin Muhammad At- Tamimi, riwayat penduduk negeri Syam dari dia adalah riwayat yang di dalamnya banyak riwayat munkar. Dalam sanadnya yang lain, terdapat rawi yang bernama Nahsyal bin Sa’id, dan dia adalah rawi yang matruk (ditinggalkan haditsnya). Ishaq bin Rahuyah dan Abu Dawud Ath-Thayalisi menyatakan dia adalah rawi yang kadzdzab (pendusta). Di samping itu sanadnya juga terputus.
  • 7. Booklet Da’wah 7 Dalam sanadnya yang lain juga terdapat rawi yang bernama Husain bin ‘Abdillah bin Dhamirah Al-Himyari yang dikatakan oleh para ulama di antaranya: Al-Imam Malik menisbahkan dia sebagai rawi yang pendusta. Ibnu Ma’in menyatakan bahwa dia adalah kadzdzab (pendusta), tidak ada nilainya sedikitpun. Al- Bukhari menyatakan bahwa dia adalah munkarul hadits (kebanyakan haditsnya munkar). Abu Zur’ah menyatakan bahwa dia adalah rawi yang tidak ada nilainya sedikitpun, hinakan haditsnya (yakni yang dia riwayatkan).” Al-Hafizh Al-’Iraqi melemahkan sanadnya, dan Asy-Syaikh Al-Albani melemahkan hadits ini. [As- Silsilah Adh-Dha’ifah (253)]. HADITS KEENAM  ‫ ﹲ ﻗﺒﻠﻬﻢ:ﺧﻠﻮ‬ ‫ ﺃ‬ ‫ﻌﻄﻬ‬ ‫ﺘِﻲ ﲬﺲ ﺧِﺼﺎﻝٍ ﰲ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﱂ‬ ‫ﹸﻋﻄِﻴﺖ ﺃ‬ ‫ﻑ‬ ‫ﺗ ﻦ ﻣﺔ‬ ‫ﻣ‬ ‫ﺃ‬ ‫ ﳍﻢ ﺍﳊِﻴﺘﺎﻥ ﺣﱵ‬ ‫ ﻋﻨﺪ ﺍﷲِ ﻣﻦ ﺭﻳﺢِ ﺍﳌِﺴﻚ،ﻭﺗﺴﺘﻐﻔ‬ ‫ﻓﹶﻢِ ﺍﻟﺼﺎﺋﻢ ﺃﻃﻴ‬ ‫ﺮ‬ ‫ﺐ‬ ‫ﻔﻄﺮﻭﺍ‬ ‫ﻳ‬ “Umatku ini pada bulan Ramadhan diberi lima perangai yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya: (1) Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma misk,(2) Ikan-ikan memintakan ampun untuk mereka sampai berbuka …” Ini adalah hadits dha’if jiddan (sangat lemah). Dikeluarkan oleh Ahmad dalam Musnadnya [II/292, 310], Al-Harits bin Usamah dalam Musnadnya [I/410], dan selain keduanya. Di salam sanadnya terdapat rawi yang bernama Hisyam bin Ziyad bin Abi Zaid yang dikatakan oleh Al- Hafizh Ibnu Hajar sebagai matrukul hadits (ditinggalkan haditnya). Asy-Syaikh Al-Albani menghukumi hadits ini sebagai hadits dha’if jiddan (sangat lemah), sebagaimana dalam Dha’if At-Targhib Wat Tarhib [586].
  • 8. 8 Booklet Da’wah HADITS KETUJUH ِ‫ﻛﹶﺎﺓ‬‫ ﺇِ ﱠ ﺑِﺰ‬ ‫ﻓﹶ‬‫ﺮ‬ ‫ﺽِ ﻻﹶ‬‫ﺍﹾﻷَﺭ‬‫ﺎﺀِ ﻭ‬‫ﻤ‬ ‫ ﺍﻟ‬‫ﻦ‬‫ﻴ‬‫ ﺑ‬ ‫ﱠ‬‫ﻌ‬ ‫ﺎﻥﹶ‬‫ﻀ‬‫ﻣ‬‫ ﺭ‬‫ﺮ‬‫ﻬ‬‫ﺇِ ﱠ ﺷ‬ ‫ﻳ ﻊ ﻻ‬ ‫ﺴ‬ ‫ﻣ ﻠﻖ‬ ‫ﻥ‬ ِ‫ﺍﻟﹾﻔِﻄﹾﺮ‬ “Sesungguhnya bulan Ramadhan itu tergantung di antara langit dan bumi, tidaklah bisa diangkat kecuali dengan zakat fitrah.” Ini adalah hadits dha’if. Diriwayatkan oleh Ibnu Shishri di dalam Al-Amali dan bagian hadits ini hilang, juga diriwayatkan oleh Ibnu Syahin di dalam At-Targhib, dan Ibnul Jauzi di dalam Al-’Ilal Al-Mutanahiyah [II/499]. Di dalam sanadnya terdapat rawi yang bernama Muhammad bin ‘Ubaid yang dikatakan oleh Ibnul JAuzi bahwa dia adalah majhul (tidak dikenal). Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan setelah menyebutkan hadits ini di dalam Lisanul Mizan [V/276]: “Dia adalah rawi yang tidak ada satupun yang mengikutinya.” Asy-Syaikh Al-Albani mendha’ifkan hadits ini di dalam As-Silsilah Adh-Dha’ifah (43). HADITS KEDELAPAN Anas bin Malik berkata, ‫ﻠﹶﻰ‬‫ﻋ‬‫ ﻭ‬ ‫ﻤ‬ ‫ ﻟﹶﻚ‬  ‫ ﻗﹶﺎﻝﹶ ﺍﹶﻟﱠ‬‫ ﺇِﺫﹶﺍ ﺃﹶﻓﹾﻄﹶﺮ‬‫ﱠﻢ‬‫ﺳ‬‫ﻪِ ﻭ‬‫ﻠﹶﻴ‬‫ﱠﻰ ﺍ ُ ﻋ‬‫ ﺻ‬ ِ‫ﺒ‬‫ﻛﹶﺎﻥﹶ ﺍﻟ‬ ‫ﻠﻬﻢ ﺻ ﺖ‬ ‫ﻠ‬ ‫ﻨﻲ ﻠ ﷲ‬ ‫ﺴ ﻊ ﻢ‬  ‫ﻠِﻴ‬‫ ﺍﻟﹾﻌ‬ ‫ﻤِﻴ‬ ‫ ﺍﻟ‬‫ﺖ‬‫ ﺃﹶﻧ‬‫ﻚ‬ِ‫ ﺇ‬‫ﻲ‬ِ‫ﻞﹾ ﻣ‬‫ﻘﹶ‬‫ ﺗ‬ ‫ ﺍﹶﻟﱠﻬ‬ ‫ ﺃﹶﻓﹾﻄﹶﺮ‬‫ﻗِﻚ‬‫ﺭِﺯ‬ ‫ﻢ ﺒ ﻨ ﻧ‬ ‫ﺕ ﻠ‬ "Apabila Nabi berbuka, maka beliau berdo’a, "Ya Allah, karena Engkau aku berpuasa, dengan rezqi-Mu aku berbuka. Ya Allah, terimalah (amal sholeh) dariku; Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".". [HR. Ad-Daruquthniy dalam Sunan-nya (26), dan Ath-Thobroniy dalam Al-Kabir (12720)] Hadits ini juga lemah, karena dalam sanadnya terdapat Abdul Malik bin Harun bin Antaroh (orangnya tertuduh
  • 9. Booklet Da’wah 9 dusta). Sebab itu, Syaikh Al-Albaniy menyatakan hadits ini dho’if jiddan (lemah sekali) dalam Irwa’ Al-Gholil (919) HADITS KESEMBILAN Konon kabarnya Nabi bersabda, ِ‫ﺍﺷِﻪ‬‫ﻠﹶﻰ ﻓِﺮ‬‫ﺍ ﻋ‬‫ﺍﻗِﺪ‬‫ﺓٍ ﻭﺇِﻥﹾ ﻛﹶﺎﻥﹶ ﺭ‬‫ﺎﺩ‬‫ ﻋِﺒ‬‫ ﻓِﻲ‬ ِ‫ﺎﺋ‬ ‫ﺍﻟ‬  ‫ﺼﻢ‬ "Orang yang berpuasa (senantiasa) dalam ibadah, sekalipun ia tidur di atas tempat tidurnya". [HR. Tamam Ar- Roziy dalam Al-Fawa'id (18/172-173)] Hadits ini dho’if (lemah), karena di dalamnya terdapat rawi-rawi yang tak dikenal, seperti Yahya bin Abdullah Az- Zajjaj, dan Muhammad bin Harun. Syaikh Al-Albaniy men- dho’if-kan hadits ini dalam As-Silsilah Adh-Dho’ifah (653) HADITS KESEPULUH Konon kabarnya Nabi bersabda, ‫ﺐ‬‫ﺘ‬‫ﻐ‬‫ ﻳ‬‫ﺎ ﻟﹶﻢ‬‫ﺓٍ ﻣ‬‫ﺎﺩ‬‫ ﻋِﺒ‬‫ ﻓِﻲ‬ ِ‫ﺎﺋ‬ ‫ﺍﻟ‬ ‫ﺼﻢ‬ "Orang yang berpuasa (senantiasa) dalam ibadah selama ia tidak meng-ghibah". [HR. Ibnu Adi dalam Al-Kamil (5/283/1421)] Hadits ini dho’if munkar, karena AbdurRahim bin Harun Abu Hisyam Al-Ghossaniy, seorang yang tertuduh dusta !! [Lihat Adh-Dho'ifah (1829)] HADITS KESEBELAS Konon kabarnya Nabi bersabda, ‫ﺇِﺫﹶﺍ‬‫ ﻭ‬‫ ﻗﹶﺎﻡ‬‫ ﺇِﺫﹶﺍ ﻗﹶﺎﻡ‬‫ﺴِﻲ‬‫ﻤ‬ ‫ ﺇِﻟﹶﻰ ﺃﹶﻥﹾ‬ ِ‫ﺒ‬‫ﺼ‬ ‫ﻦ‬‫ ﺣِﻴ‬‫ﺓٍ ﻣِﻦ‬‫ﺎﺩ‬‫ ﻋِﺒ‬‫ ﻓِﻲ‬ ِ‫ﺎﺋ‬ ‫ﺍﻟ‬ ‫ﻳ‬ ‫ﻳ ﺢ‬ ‫ﺼﻢ‬ ‫ ﻓﹶﺈِﺫﹶﺍ‬‫ﺐ‬‫ﺘ‬‫ﻐ‬‫ ﻳ‬‫ﺎ ﻟﹶﻢ‬‫ﺙﹶ : ﻣ‬‫ﺪ‬‫ﺙﹶ ﺃﹶﺣ‬‫ﺪ‬‫ﺇِﺫﹶﺍ ﺃﹶﺣ‬‫ ﻭ‬‫ﺎﻡ‬‫ﺎﻡ ﻧ‬‫ﺇِﺫﹶﺍ ﻧ‬‫ﱠﻰ ﻭ‬‫ﱠﻰ ﺻ‬‫ﺻ‬  ‫ﻠ ﻠ‬ ‫ﻪ‬  ‫ﻣ‬‫ﻮ‬‫ ﺻ‬‫ﻕ‬‫ﺮ‬‫ ﺧ‬‫ﺎﺏ‬‫ﺍﻏﹾﺘ‬
  • 10. 10 Booklet Da’wah "Orang yang berpuasa senantiasa dalam ibadah sejak subuh sampai sore. Jika ia shalat malam, maka ia shalat malam; jika ia tidur, maka ia tidur; jika ia berhadats maka ia berhadats, selama ia tidak menggibah orang. Jika ia menggibah, maka ia melobangi (merusak) puasanya". [HR. Ad-Dailamiy dalam Musnad Al-Firdaus (2/257-258)] Hadits ini derajatnya palsu, karena ada dua orang pendusta, yaitu Muqotil bin Sulaiman Al-Balkhiy, dan Umar bin Mudrik. Sebab itulah, Al-Albany menyatakan hadits ini palsu dalam Al-Ahadits Adh-Dho’ifah (3790). HADITS KEDUABELAS Konon kabarnya Nabi bersabda, ِ‫ﺮ‬‫ﺎﺩِ ﺍﻟﹾﺄﹶﻛﹾﺒ‬‫ﺮِ ﺇِﻟﹶﻰ ﺍﻟﹾﺠِﻬ‬‫ﻐ‬‫ﺎﺩِ ﺍﻟﹾﺄﹶﺻ‬‫ ﺍﻟﹾﺠِﻬ‬‫ﺎ ﻣِﻦ‬‫ﻨ‬‫ﻌ‬‫ﺟ‬‫ﺭ‬ "Kita telah kembali dari jihad yang kecil menuju jihad akbar (yang besar)". [HR. Al-Baihaqiy dalam Az-Zuhd sebagaimana dalam Takhrij Al-Ihya' (2/6)] Hadits ini lemah sekali, karena dalam sanadnya terdapat Isa bin Ibrahim, Yahya bin Ya’laa, dan Laits bin Abi Sulaim. Ketiga orang ini lemah. Hadits ini juga diriwayatkan dengan lafazh lain, : ِ‫ﺮ‬‫ﺎﺩِ ﺍﻟﹾﺄﹶﻛﹾﺒ‬‫ﺮِ ﺇِﻟﹶﻰ ﺍﻟﹾﺠِﻬ‬‫ﻐ‬‫ﺎﺩِ ﺍﻟﹾﺄﹶﺻ‬‫ ﺍﻟﹾﺠِﻬ‬‫ ﻣِﻦ‬‫ﻢ‬‫ﻡٍ ﻗﹶﺪِﻣ‬‫ﻘﹾﺪ‬‫ ﻣ‬‫ﺮ‬‫ﻴ‬‫ ﺧ‬‫ﻢ‬‫ﻗﹶﺪِﻣ‬ ‫ﺘ‬ ‫ﺘ‬ ‫ﻩ‬  ‫ﺍ‬‫ﻮ‬‫ﺪِ ﻫ‬‫ﺒ‬‫ﺓِ ﺍﻟﹾﻌ‬‫ﺪ‬‫ﺎﻫ‬‫ﺠ‬ ‫ﻣ‬ "Kalian telah datang (pulang) dengan kepulangan yang baik, kalian datang (pulang) dari jihad kecil menuju jihad akbar (yang besar), yaitu seorang hamba melawan hawa nafsunya". [HR. Abu Bakr Asy-Syafi'iy dalam Al- Fawa'id Al-Muntaqoh (13/83/1), Al-Baihaqiy dalam Az- Zuhd (42/1), dan Al-Khothib dalam Tarikh Baghdad (13/523-524)] Harap disimpan di tempa t yang la yak, karena dida lamnya terdapa t a ya t Al- Qur ’an dan Ha dits !!
  • 11. Booklet Da’wah 11 Hadits ini juga dho’if (lemah), karena jalur periwayatannya sama !! Al-Albaniy melemahkan hadits ini dalam Adh-Dho’ifah (2460) HADITS KETIGABELAS Konon kabarnya Nabi bersabda, ‫ﺼﻡ‬  ‫ﺎ‬‫ﻴ‬ ‫ﺪِ ﺍﻟ‬‫ﺴ‬‫ﻛﹶﺎ ﹸ ﺍﻟﹾﺠ‬‫ﺯ‬‫ﻛﹶﺎﹲ ﻭ‬‫ﺀٍ ﺯ‬‫ﻲ‬‫ﻠﹶﻰ ﹸ ﱢ ﺷ‬‫ﻋ‬‫ﺮِ ﻭ‬‫ﺒ‬ ‫ ﺍﻟ‬ ‫ ﻧِﺼ‬ ‫ﺎ‬‫ﻴ‬ ‫ﺍﻟ‬ ‫ﺓ‬ ‫ﺓ‬ ‫ﻛﻞ‬ ‫ﺼﻡ ﻒ ﺼ‬ "Puasa adalah separuh kesabaran. Segala sesuatu memiliki zakat, sedang zakat bagi jasad adalah puasa". [HR. Ibnu Majah dalam As-Sunan (), Al-Baihaqiy dalam Syu'ab Al-Iman (3577), dalam Al-Qudho'iy dalam Musnad Asy-Syihab (158, dan 229)] Hadits ini dho’if (lemah), karena seorang rawi yang bernama Musa bin Ubaidah; seorang yang disepakati kelemahannya oleh para ahli hadits sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikh Al-Albany dalam Adh-Dho’ifah (3810)  NASIHAT BAGI PARA DA’I Di bulan Romadhon banyak da’i-da’i yang bermunculan, mulai dari yang berilmu sampai yang karbitan. Semua mengambil bagian dalam jadwal-jadwal ceramah sehingga terkadang yang jahil diantara mereka sering kali menimbulkan pelanggaran, diantaranya adalah menghiasi ceramah-ceramahnya dengan hadits-hadits dho’if (lemah), bahkan maudhu’ (palsu)!! Padahal hadits-hadits lemah tidak boleh dipakai berdalil, baik dalam masalah aqidah, ibadah, akhlaq, dan fadho’il (keutamaan), apalagi jika haditsnya palsu. Al-Allamah Ibnul Arabiy Al-Malikiy berkata, "Hadits dho’if tidak boleh diamalkan secara mutlak".[Lihat Al-Muqni' fi Ulum Al-Hadits (hal. 104) oleh Sirojuddin Umar bin Ali Al-Anshoriy] Syaikh Al-Albaniy berkata dalam Tamam Al- Minnah (hal. 34), "Sesungguhnya sebagian ulama
  • 12. 12 Booklet Da’wah muhaqqiqin berpendapat tidak bolehnya hadits-hadits dho’if diamalkan secara mutlak, baik dalam masalah hukum maupun dalam masalah fadho’il a’mal ". Jadi, tidak boleh berdalil dengan hadits dho’if walaupun untuk menjelaskan keutamaan suatu ibadah. Oleh karena itu kami nasehatkan kepada para da’i bahwa jika kalian memberikan nasihat dan wejangan kepada para jama’ah, maka janganlah kalian menghiasi ceramah kalian dengan hadits-hadits dho’if, dan palsu. Sayangilah diri kalian sebelum kalian terkena sabda Nabi : ِ‫ﺎﺭ‬‫ ﺍﻟ‬‫ ﻣِﻦ‬ ‫ﺪ‬‫ﻘﹾﻌ‬‫ﺃﹶ ﻣ‬ ‫ﺒ‬‫ﺘ‬‫ﺍ ﻓﹶﻠﹾﻴ‬‫ﺪ‬ ‫ﻌ‬‫ﺘ‬  ‫ﻠﹶ‬‫ ﻋ‬‫ ﻛﹶﺬﹶﺏ‬‫ﻦ‬‫ﻣ‬‫ﻭ‬ ‫ﻨ‬ ‫ﻩ‬ ‫ﻮ‬ ‫ﻲﻣ ﻤ‬ "Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya di neraka". [HR.Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya(110), dan Muslim dalam Shohih-nya (3)] Periksalah hadits-hadits yang kalian sampaikan dalam ceramah-ceramah kalian. Jika tidak tahu, maka belajarlah, dan tanya kepada orang-orang yang berilmu. Janganlah perasaan malu dan sombong membuat dirimu malu bertanya dan belajar sehingga engkau sendiri yang menggelincirkan dirimu dalam neraka, wal’iyadzu billah !! ‫ﻦ‬‫ ّ ﺍﹾﻟﻌٰﻠﹶﻤِﻴ‬‫ِﷲِ ﺭ‬ ‫ﻤ‬‫ﺍﻟﹾﺤ‬‫ﺍﺏِ ﻭ‬‫ﻮ‬ ‫ ﺑِﺎﻟ‬ ‫ﻠﹶ‬‫ﺎﻟﹶﻰ ﺃﹶﻋ‬‫ﻌ‬‫ﺍﷲُﺗ‬‫ﻭ‬ ِ‫ﺪ ﺏ‬ ‫ﻢ ﺼ‬ Sumber :  http://assalafy.org  http://almakassari.com Diterbitkan oleh: Pondok Pesantren Minhajus Sunnah Kendari Jl. Kijang (Perumnas Poasia) Kelurahan Rahandouna. Web Site: http://minhajussunnah.co.nr, http://salafykendari.com Penasihat: Al-Ustadz Hasan bin Rosyid, Lc Redaksi: Al-Ustadz Abu Jundi, Al Akh Abul Husain Abdullah Kritik dan saran hubungi: 085241855585