2 buku-bahasa-arab-dasar

9,781 views

Published on

1 Comment
6 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
9,781
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
25
Actions
Shares
0
Downloads
351
Comments
1
Likes
6
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

2 buku-bahasa-arab-dasar

  1. 1. Bahasa Arab Dasar1Nahwu SharafNahwu adalah ilmu untuk mengetahui hukum akhir dari suatu kata.Contoh:Sharaf adalah ilmu tentang perubahan suatu kata.Contoh:Al-Harfu (Huruf)A. Huruf Mabany (Huruf Hijaiyah)Huruf Mabany (Huruf Hijaiyah) adalah huruf yang digunakan untukmenyusun suatu kata. Huruf mabany terbagi menjadi 2:1. Huruf „Illah. Huruf „Illah ada 3 huruf yaitu:2. Huruf Shahih. Huruf Shahih adalah seluruh huruf hijaiyah selainB. Huruf Ma’any
  2. 2. Bahasa Arab Dasar2Huruf Ma‟any adalah huruf-huruf yang mempunyai makna. Hurufma‟any terbagi menjadi beberapa macam, diantaranya:1. Huruf Jar, yaitu huruf yang membuat kata setelahnya secara umumberharokat akhir kasrah. Diantara huruf-huruf jar adalah:2. Huruf Athaf, yaitu huruf yang digunakan untuk menghubungkan antarasatu kata dengan kata yang lain. Diantara huruf-huruf athaf adalah:KalimahAl-KalimahAl-Kalimah (kata) adalah lafaz yang mempunyai makna.A. Isim. Isim adalah kata yang menunjukkan atas suatu makna, dimanakata tersebut tidak terikat dengan waktu.Contoh:B. Fi’il. Fi‟il adalah kata yang menunjukkan atas suatu makna, dimanakata tersebut terikat dengan waktu.Contoh:C. Huruf. Huruf adalah Kata yang tidak mempunyai makna yang sempurnakecuali setelah bersambung dengan kata yang lain.Huruf yang dikategorikan sebagai al-kalimah adalah huruf-hurufma‟any.Beda Isim dan Fiil
  3. 3. Bahasa Arab Dasar3(Perbedaan antara Isim dan Fi‟il)Ciri-ciri Isim:Ciri-ciri Fi’il:Catatan Perbedaan Isim dan Fi’il:1. Huruf tidak ada ciri khusus. Untuk mengetahuinya harus dihafal.2. Suatu kata sudah cukup dikatakan sebagai isim atau fi‟il apabila telahmenerima salah satu dari tanda di atas.3. Pada ciri isim, antara tanda “tanwin” dan “alif lam” tidak akan pernahbertemu.4. Untuk fi‟il, seringkali ciri-cirinya tidak disebutkan. Cara praktis untukmengetahuinya adalah dengan menghafal ciri isim dan menghafalmacam-macam huruf. Apabila tidak termasuk isim maupun hurufberarti dia termasuk fi‟il.Idhafah
  4. 4. Bahasa Arab Dasar4Idhafah adalah bentuk penyandaran antara satu kata dengan kata yanglain.Contoh:Ketentuan Umum:1. Mudhaf tidak boleh ditanwin.2. Mudhaf ilaih biasanya berharokat akhir kasrah.3. Mudhaf dan mudhaf ilaih kedua-duanya merupakan isim.Jumlah MufidahJumlah mufidah adalah susunan kata yang dapat memberikan faedah yangsempurna.Contoh:Adapun susunan kata yang tidak memberikan faedah yang sempurna tidakdinamakan sebagai Jumlah Mufidah.Contoh:Jumlah ismiyah adalah jumlah yang diawali dengan isim.
  5. 5. Bahasa Arab Dasar5Contoh:Jumlah fi’liyah adalah jumlah yang diawali dengan fi‟il.Contoh:Syibhul JumlahSyibhul jumlah adalah rangkaian kata yang mirip dengan jumlah.Zharaf adalah kata yang digunakan untuk menunjukkan keterangan waktuatau tempat.Contoh:Isim yang terletak setelah huruf jar dan zharaf maka secara umumberharokat akhir kasrah (Isim Majrur).Contoh:Isim Mufrad, Mutsanna dan Jamak
  6. 6. Bahasa Arab Dasar6(Pembagian Isim Ditinjau Dari Segi Jumlah Bilangannya)1. Isim Mufrad adalah Isim yang jumlah bilangannya satu.Contoh:(Seorang mukmin)(Seorang kafir)2. Isim Mutsanna adalah Isim yang jumlah bilangannya dua.Contoh:(Dua orang mukmin)(Dua orang kafir)Cara pembentukan isim mutsannaDengan menambahkan huruf alif dan nun atau ya dan nun padaakhir isim mufradnya.Contoh:<=<=3. Isim Jamak adalah Isim yang jumlah bilangannya lebih dari dua. IsimJamak terbagi menjadi 3:a. Jamak Mudzakkar Salim
  7. 7. Bahasa Arab Dasar7Jamak yang dibentuk dari isim mufradnya yang digunakan untukmenunjukkan jenis laki-laki.Contoh:(Para laki-laki mukmin)(Para laki-laki kafir) /Cara pembentukan Jamak Mudzakkar Salim adalah denganmenambahkan wawu dan nun atau ya dan nun pada akhir isimmufradnya.Contoh:<=<=Ketentuan isim agar dapat dibentuk menjadi jamak mudzakkarsalim:1. Nama orang. Contoh:2. Sifat.a. Mengikuti wazan (pola) . Contoh:––--b. Mengikuti wazan (pola) . Contoh:c. Mengikuti wazan (pola) . Contoh:d. Mengikuti wazan (pola) . Contoh:e. Mengikuti wazan (pola) . Contoh:b. Jamak Muannats SalimJamak yang dibentuk dari isim mufradnya yang digunakan untukmenunjukkan jenis perempuan.Contoh:( Para perempuan mu‟min)(Para perempuan kafir)
  8. 8. Bahasa Arab Dasar8Cara pembentukan isim jamak muannats salimxContoh:<= <= )<= <= )c. Jamak TaksirJamak yang berubah dari bentuk mufradnya.Contoh:<=<=<=<=Isim Mudzakkar dan Muannats(Pembagian Isim ditinjau dari segi jenisnya)1. Isim Mudzakkar adalah isim yang menunjukkan jenis laki-laki.a. Isim Mudzakkar Haqiqi, yaitu isim yang berasal dari kelompokmakluk hidup yang berjenis kelamin laki-laki.Contoh: (Seorang siswa laki-laki), (Seekor singa jantan).b. Isim Mudzakkar Majazi, yaitu isim yang berasal dari kelompok bendamati yang dianggap berjenis kelamin laki-laki berdasarkankesepakatan orang arab.
  9. 9. Bahasa Arab Dasar9Contoh: (Sebuah rumah), (Bulan).2. Isim Muannats adalah isim yang menunjukkan jenis perempuan.a. Isim Muannats Haqiqi, yaitu isim yang berasal dari kelompok maklukhidup yang berjenis kelamin perempuan.Contoh: (Seorang pengajar perempuan), (Seekor kucingbetina)b. Isim Muannats Majazi, yaitu isim yang berasal dari kelompok bendamati yang dianggap berjenis kelamin perempuan berdasarkankesepakatan orang arab.Contoh: (Sebuah perkampungan), (Matahari).Tanda-Tanda Isim Muannats Diantaranya:1. Isim yang diakhiri dengan ta‟ marbuthoh.Contoh: (Sekolah), (Peci), (Seorang pengajarperempuan), (Perempuan muslimah).2. Nama orang perempuan.Contoh: (Maryam), (Zainab).3. Isim yang khusus untuk perempuan.Contoh: (Ibu), (Orang yang menyusui).4. Nama negara atau kota.Contoh: (Indonesia), (Jogjakarta).5. Nama anggota badan yang berpasangan.Contoh: (Mata), (Tangan).6. Jamak taksir.Contoh: (Buku-buku), (Golongan-golongan).Catatan:Nama orang laki-laki, walaupun diakhiri dengan ta‟ marbuthoh tetapdikatakan sebagai isim mudzakkar.
  10. 10. Bahasa Arab Dasar10Contoh : (Usamah), (Mu‟awiyah).Isim Marifat dan Nakirah(Pembagian Isim Ditinjau Dari Segi Kejelasannya)1. Isim Nakirah. Isim Nakirah adalah isim yang belum jelaspenunjukannya.Contoh: (Seorang muslim), (Buku seorang mahasiswa).2. Isim Ma’rifat. Isim Ma‟rifat adalah isim yang sudah jelaspenunjukannya.Contoh: (Umar), (Buku Muhammad)Macam-macam isim ma’rifata. Dhamir (kata ganti orang). Contoh:b. Isim Isyaroh (kata penunjuk). Contoh:c. Isim Maushul (kata sambung). Contoh:d. Isim „Alam (nama orang). Contoh:e. Isim yang ada alif dan lam. Contoh:f. Isim yang disandarkan pada isim ma‟rifat yang lain. Contoh:Catatan:1. Isim Nakirah biasanya mempunyai harokat akhir yang bertanwin.Contoh:2. Nama orang walaupun bertanwin tetap dikatakan sebagai isim ma‟rifatdan bukan sebagai isim nakirah. Contoh:3. Apabila suatu isim disandarkan pada isim nakirah, maka dia adalahisim nakirah. Namun apabila disandarkan pada isim ma‟rifat, maka diaadalah juga sebagai isim ma‟rifat. Contoh:
  11. 11. Bahasa Arab Dasar11Pembagian Isim Ditinjau Dari Sisi Bangunan Akhirnya(Pembagian Isim Ditinjau dari Sisi Bangunan Akhirnya)A. Isim Ghairu Shahih Akhir1. Isim Maqshur. Isim Maqsur adalah isim yang diakhiri dengan hurufalif lazimah.Alif lazimah adalah huruf alif yang senantiasa melekat di akhir darisuatu kata. Alif lazimah terkadang tertulis dengan huruf ya‟, akantetapi dalam pengucapannya tetap dibaca sebagai huruf alif.Contoh: (Petunjuk), (Remaja), (Tongkat).2. Isim Manqush. Isim Manqush adalah isim yang diakhiri denganhuruf ya‟ lazimah dan huruf sebelumnya berharokat kasrah.Contoh: (Pemberi petunjuk), (Hakim), (Penyeru).3. Isim Mamdud. Isim Mamdud adalah isim yang diakhiri dengan hurufhamzah dan sebelumnya berupa alif za‟idah (tambahan).Contoh: (Padang pasir), (Langit), (Permulaan).B. Isim Shahih AkhirIsim Shahih Akhir adalah semua isim yang tidak masuk dalam kategoriIsim Maqshur, Manqush ataupun Mamdud.Contoh: (Kuda), (Keledai), (Baju)Catatan:
  12. 12. Bahasa Arab Dasar121. Jika isim mamdud berupa isim jamak, maka ia tidak boleh ditanwin.2. Jika isim mamdud merupakan isim muannats, maka ia tidak bolehditanwin.3. Semua isim yang diakhiri dengan huruf-huruf shahih (kecuali hamzah)maka dia adalah isim shahih akhir.Dhamir (Kata Ganti Orang)(Kata Ganti Orang)A. Dhamir Munfashil. Dhamir Munfashil adalah dhamir yangpenulisannya terpisah dengan kata yang lain.
  13. 13. Bahasa Arab Dasar13Pembacaan Tabel= Dia (Seorang laki-laki), = Mereka (Dua orang laki-laki/perempuan), = Mereka (Para lelaki), = Kamu (Seorang laki-laki),= Kalian (Para lelaki), dst.Contoh: (Dia adalah seorang Ustadz), (Aku adalah seorangmuslim).B. Dhamir Muttashil. Dhamir Muttashil adalah dhamir yang penulisannyabersambung dengan kata yang lain.Pembacaan Tabel= Bukunya (Buku milik laki-laki itu), = Buku mereka (Bukumilik para perempuan itu), = Buku kami, dst.C. Dhamir Mustatir. Dhamir Mustatir adalah dhamir yang tidak tertulisdalam kalimat akan tetapi tersembunyi dalam suatu kata.Akan datang penjelasannya, insyaAllah…Isim Ghairul Munsharif(Isim Ghairul Munsharif)Isim Ghairul Munsharif adalah isim yang tidak boleh ditanwin dandikasrah. Contoh:Syarat-syarat isim ghairul munsharif:
  14. 14. Bahasa Arab Dasar141. Tidak sebagai mudhaf (disandarkan pada isim yang lain).Contoh: ,Apabila isim ghairul munsharif ini sebagai mudhaf, maka batalhukumnya.Contoh:2. Terbebas dari alif dan lam.Contoh: ,Apabila isim ghairul munsharif ini memakai alif dan lam, maka batalhukumnya.Contoh:Kelompok isim yang masuk dalam kategori ghairul munsharif1. Bentuk jamak yang berpola (shighoh muntahal Jumu‟).Contoh:2. Isim maqshur yang berjenis muannats. Contoh:3. Isim mamdud yang berjenis muannats. Contoh:4. Nama perempuan. Contoh:5. Nama yang berpola . Contoh:6. Nama yang diakhiri dengan tambahan alif dan nun . Contoh:7. Nama orang asing (selain arab) / nama ajam. Contoh:Catatan:1. Isim maqshur yang bukan kelompok muannats, maka tidak termasukisim ghairul munsharif. Contoh:2. Semua nama orang yang diakhiri dengan ta marbuthoh maka dia ghairulmunsharif walaupun digunakan untuk nama orang laki-laki. Contoh:3. Nama negara dan kota dikategorikan sebagai nama perempuan sehinggatemasuk kelompok ghairul munsharif. Contoh:
  15. 15. Bahasa Arab Dasar15Isim Isyaroh dan Isim Maushul(Kata Penunjuk)(Kata Sambung/Penghubung)Isim Mu’rab Dan Isim Mabni(Isim Mu’rab dan Isim Mabni)1. Isim Mu’rab. Isim mu‟rab adalah isim yang dapat berubah keadaanakhirnya disebabkan oleh adanya perbedaan letak (posisi) dalam suatukalimat.
  16. 16. Bahasa Arab Dasar16Contoh: (Buku itu baru), (Aku membaca bukuitu),(Di dalam buku itu terdapat kisah-kisah).a. Isim Marfu‟. Isim marfu‟ adalah isim yang biasanya pada keadaanakhirnya ditandai dengan harokat dhammah.Contoh:b. Isim Manshub. Isim manshub adalah isim yang biasanya padakeadaan akhirnya ditandai dengan harokat fathah.Contoh:c. Isim Majrur. Isim majrur adalah isim yang biasanya pada keadaanakhirnya ditandai dengan harokat kasrah.Contoh:2. Isim Mabni. Isim mabni adalah isim yang keadaan akhirnya tidakmengalami perubahan walaupun diletakkan pada posisi yang berbedadalam suatu kalimat.Contoh: (Ini baru), (Aku membaca ini),(Di dalam ini terdapat kisah-kisah).Macam-Macam Isim Mabnia. . Contoh:b. . Contoh:c. . Contoh:d. . Contoh:e. . Contoh:
  17. 17. Bahasa Arab Dasar17Catatan:1. Dhammah merupakan ciri pokok isim marfu‟, fathah merupakan ciripokok isim manshub, dan kasrah merupakan ciri pokok isim majrur.2. Ada beberapa kelompok isim yang perubahan keadaan akhirnya tidakditandai dengan perubahan harokat, akan tetapi dengan perubahanhuruf. Contoh: (Marfu‟), (Manshub), (Majrur).Asmaul Khamsah(Isim-Isim Yang Lima)(Marfu‟)(Manshub)(Majrur)Ciri-Ciri I’rabnya Isim(Ciri-Ciri I’rabnya Isim)
  18. 18. Bahasa Arab Dasar18Pembagian Fiil Ditinjau Dari Waktu Terjadinya(Pembagian Fi’il Ditinjau Dari Waktu Terjadinya)1. Fi’il Madhi. Fi‟il madhi adalah fi‟il yang menunjukkan kejadian padawaktu lampau. Contoh: (Telah menciptakan), (Telah keluar),(Telah memerintah), (Telah makan).2. Fi’il Mudhari’. Fi‟il mudhari‟ adalah fi‟il yang menunjukkan kejadianpada waktu sekarang atau akan datang. Contoh: (Sedang/akanmencipta), (Sedang/akan keluar), (Sedang/akanmemerintah), (Sedang/akan makan).3. Fi’il Amr. Fi‟il amr adalah fi‟il yang digunakan untuk menuntutterjadinya sesuatu pada waktu setelah pengucapan (kata kerja perintah).Contoh: (Masuklah), (Keluarlah), (Duduklah),(Angkatlah).Tashrif Lughawi Fiil MadhiTashrif LughawiTashrif lughawi adalah perubahan fi‟il bersama dengan dhamirnya.1. Tashrif lughawi untuk fi’il madhi.
  19. 19. Bahasa Arab Dasar19Pembacaan Tabel: Dia (seorang laki-laki) telah menulis.: Mereka (dua orang laki-laki) telah menulis.: Mereka (para lelaki) telah menulis.: Dia (seorang perempuan) telah menulis.: Mereka (dua orang perempuan) telah menulis.dst..Contoh tashrif lughawi untuk fi’ilSilakan dicoba: (Duduk), (Membunuh), (Minum).2. Tashrif lughawi untuk fi’il mudhari’
  20. 20. Bahasa Arab Dasar20Pembacaan Tabel: Dia (seorang laki-laki) sedang/akan menulis.: Mereka (dua orang laki-laki) sedang/akan menulis.: Mereka (para lelaki) sedang/akan menulis.: Dia (seorang perempuan) sedang/akan menulis.: Mereka (dua orang perempuan) sedang/akan menulis, dst..Contoh tashrif lughawi untuk fi’ilSilakan dicoba: (Duduk), (Membunuh), (Minum).3. Tasrif lughawi untuk fi’il amr
  21. 21. Bahasa Arab Dasar21Contoh tashrif lughawi untuk fi’ilSilakan dicoba: (Duduklah), (Bunuhlah), (Minumlah).Huruf Mudhara’ahHuruf Mudhara’ahHarful Mudhara‟ah adalah huruf yang menjadi ciri khas dari fi‟il mudhari‟.Huruf Mudhara‟ah ini berupa huruf di singkatPembagian Fiil Ditinjau Dari Pelakunya
  22. 22. Bahasa Arab Dasar22(Pembagian Fi’il Ditinjau dari Pelakunya)1. Fi’il Ma’lum. Fi‟il ma‟lum adalah fi‟il yang disebutkan pelakunya (katakerja aktif). Contoh:(Ali telah memukul anjing).(Panglima itu telah membunuh musuh).(Hasan telah belajar ilmu nahwu).(Muhammad sedang menulis pelajaran).(Zaid sedang membuka pintu).(Para hadirin sedang mendengarkan denganseksama diskusi itu).2. Fi’il Majhul. Fi‟il majhul adalah fi‟il yang yang tidak disebutkanpelakunya (kata kerja pasif). Contoh:(Anjing telah dipukul).(Musuh itu telah dibunuh).(Ilmu Nahwu telah dipelajari).(Pelajaran sedang ditulis).(Pintu sedang dibuka).(Diskusi itu didengarkan dengan seksama).Pembentukan Fiil Majhul(Pembentukan Fi’il Majhul)
  23. 23. Bahasa Arab Dasar23Fi‟il majhul dibentuk dari fi‟il ma‟lumnya. Cara Pembentukan Fi‟il MajhulDari Fi‟il Ma‟lum adalah sebagai berikut:1. Fi’il Madhi. Di-kasrah huruf sebelum terakhir dan di-dhammah semuahuruf yang berharokat sebelumnya.Contoh: => , => , =>2. Fi’il Mudhari’. Di-fathah huruf sebelum terakhir dan di-dhammah hurufpertamanya.Contoh: => , => , =>Catatan:Apabila pada fi‟il madhi terdapat huruf yang disukun, maka pada saatpembentukan fi‟il majhul tidak boleh dijadikan dhammah dan tetapharus disukun.Contoh: =>Pembagian Fiil Di Tinjau Dari Objeknya(Pembagian Fi’il Ditinjau dari Objeknya)1. Fi’il Lazim. Fi‟il lazim adalah fi‟il yang tidak membutuhkan adanyaobjek (kata kerja intransitif).Contoh: (Zaid berdiri), (Muhammad telah hadir),(Ali duduk).2. Fi’il Muta’addi. Fi‟il muta‟addi adalah fi‟il yang membutuhkan adanyaobjek (kata kerja transitif).Contoh: (Zaid memahami pelajaran),(Muhammad minum madu), (Ali makan roti).Cara Membuat Fi’il Muta’addia. Dibuat mengikuti wazan (pola) . Contoh: => , =>b. Dibuat mengikuti wazan (pola) . Contoh: => , =>
  24. 24. Bahasa Arab Dasar24Fiil Mu’rab Dan Fiil Mabni(Fi’il Mu’rab dan Fi’il Mabni)1. Fi’il Mu’rab. Fi‟il mu‟rab adalah fi‟il yang dapat berubah keadaanakhirnya karena adanya perbedaan letak dalam suatu kalimat.Contoh:(Muhammad mencatat pelajaran).(Muhammad tidak akan mencatat pelajaran).(Muhammad tidak mencatat pelajaran).a. Fi’il Marfu’. Fi‟il marfu‟ adalah fi‟il yang keadaan akhirnyamempunyai ciri pokok dhammah. Contoh:b. Fi’il Manshub. Fi‟il manshub adalah fi‟il yang keadaan akhirnyamempunyai ciri pokok fathah. Contoh:c. Fi’il Majzum. Fi‟il majzum adalah fi‟il yang keadaan akhirnyamempunyai ciri pokok sukun. Contoh:2. Fi’il Mabni. Fi‟il mabni adalah fi‟il yang keadaan akhirnya selalu tetapdan tidak mengalami perubahanKelompok Fi’il Mabnia. Fi’il Madhi. Contoh: (Muhammad telah menulissurat itu), (Muhammad tidak menulis surat itu).b. Fi’il Amr. Contoh: (Tulislah pelajaran ini),(Wahai saudaraku tulislah pelajaran ini).c. Fi’il Mudhari’ yang bersambung dengan nun niswah atau dengannun taukid.
  25. 25. Bahasa Arab Dasar25- Nun niswah adalah nun yang terdapat dalam suatu fi‟il untukmenunjukkan jenis perempuan yang keadaannya berharokatfathah. Pada fi‟il mudhari‟, nun niswah terdapat pada fi‟ildan . Contoh: (Para muslimah sedangmenulis surat), Para muslimah tidak akanmenulis surat).- Nun taukid adalah huruf nun yang bersambung dengan suatu fi‟ilyang berfungsi sebagai penguat makna fi‟il. Contoh:(Apakah kamu benar-benar mendengar adzan?),(Apakah kamu benar-benar tidak mendengar adzan?).Catatan:1. I‟rab suatu kata ada 4 macam, yaitu rafa‟, nashab, jar, dan jazam.Untuk isim hanya terdiri dari i‟rab rafa‟, nashab dan jar serta tidakada i‟rab jazam. Untuk fi‟il hanya terdiri dari i‟rab rafa‟, nashab danjazam serta tidak ada i‟rab jar.2. Semua fi‟il mudhari‟ adalah termasuk fi‟il mu‟rab, kecuali apabilabersambung dengan nun niswah atau nun taukid.Pembagian Fiil Mudhori(Pembagian Fi’il Mudhari’)
  26. 26. Bahasa Arab Dasar261. Fi’il Shahih Akhir. Fi‟il shahih akhir adalah fi‟il yang diakhiri denganhuruf-huruf shahih. Contoh: (masuk), (keluar),(membaca).2. Fi’il Mu’tal Akhir. Fi‟il mu‟tal akhir adalah fi‟il yang diakhiri denganhuruf-huruf „illat. Fi‟il mu‟tal akhir terbagi menjadi 3:a. Mu’tal Alif. Contoh: (meridhai), (melarang).b. Mu’tal Wawu. Contoh: (menyeru/berdo‟a), (berperang).c. Mu’tal ya’. Contoh: (melempar), (berzina).3. Fi’il Al-Af’alul KhamsahFi‟il al-af‟alul khamsah adalah fi‟il yang diakhiri dengan huruf „illat dannun. Perhatikan tabel tashrif fi‟il mudhari‟ berikut:Dari tashrif diatas, terlihat bahwa fi‟il yang diakhiri dengan huruf„illat dan nun adalah: , , , , .Kelima fi‟il ini dikenal dengan nama Al-Af’alul Khamsah (Fi‟il-fi‟ilyang Lima).Ciri-Ciri I’rab Fiil(Ciri-Ciri I’rabnya fi’il)
  27. 27. Bahasa Arab Dasar27Catatan:Asal I‟rab dari suatu fi‟il adalah marfu‟. Fi‟il ini menjadi berubah I‟rabnyamanakala ada sesuatu yang menyebabkannya menjadi manshub ataupunmajzum. Sesuatu yang menyebabkan terjadinya perubahan I‟rab dari suatufi‟il dikenal dengan nama „amil.Amil-Amil Pada Fiil(Amil-amil pada Fi’il)1. Al-Adawatun Nashibah. Al-Adawatun Nashibah adalah alat-alat yangdigunakan untuk menashabkan fi‟il.Macam-macam alat penashab:a. . Contoh: (Aku ingin pergi ke masjid).b. . Contoh: (Tidak akan sukses orang yang malas).c. . Contoh: (Jika demikian, engkau akan sukses).d. . Contoh: (Bersungguh-sungguhlahsaudaraku, agar engkau sukses).e. . Contoh: (Angkatlah suaramu, agar merekadapat mendengar).
  28. 28. Bahasa Arab Dasar28f. . Contoh: (Seorang muslim tidakakan mencemooh saudaranya).g. . Contoh: (Janganlah kalian ngobrolhingga pelajaran selesai!).2. Al-Adawatul Jazimah. Al-Adawatul Jazimah adalah alat-alat yangdigunakan untuk menjazamkan fi‟il.Macam-macam alat penjazam:a. Alat penjazam yang menjazamkan satu fi’il.Kelompok penjazam satu fi‟il1. . Contoh: (Zaid tidak hadir dalam kajian).2. . Contoh: (mereka belum hadir).3. . Contoh: (Apakah kamu tidak tahubahwa bahasa arab itu sangat berfaedah?).4. . Contoh: (Hendaklah tuan rumahitu menghormati tamunya).5. . Contoh: (Janganlah kalian menyembahpatung-patung!).b. Alat penjazam yang menjazamkan dua fi’ilKelompok penjazam dua fi‟il1. . Contoh: (Jika engkau bersungguh-sungguhniscaya engkau akan sukses).2. . Contoh: (Barangsiapa yang menanam, ia akanmenuai).3. . Contoh: (Amalan apa saja yang engkaulakukan, niscaya ia akan dicatat).4. . Contoh: (Buku apa saja yang engkaubaca, tentulah ia akan bermanfaat).5. . Contoh: (Kapan saja engkau kembali, akuakan kembali).6. . Contoh: (Kapan saja Muhammad pergi,saya akan pergi).7. . Contoh: (Kemana saja engkau melarikan diri,akan kutangkap).8. . Contoh: (Kemana saja engkau pergi, akuakan ikut).
  29. 29. Bahasa Arab Dasar299. . Contoh: (Bagaimana saja engkau duduk,begitulah aku akan duduk).10. . Contoh: (Ayat apa saja yang engkau baca,engkau akan diberi pahala).Macam-Macam Laa(Macam-macam )1. Laa Nahiyah. Laa nahiyah adalah huruf yang berfungsi untukmelarang (diartikan janganlah). Ciri dari laa nahiyah adalahmenjazamkan fi‟il mudhari‟.Contoh:(Janganlah kamu begurau!).(Janganlah kalian berdua masuk!).(Janganlah kalian semua bermain!).2. Laa Nafiyah. Laa nafiyah adalah huruf yang berfungsi untukmenafikan (diartikan tidak). Ciri dari laa nafiyah adalah tidakmenjazamkan fi‟il mudhari‟.Contoh:(Kamu tidak begurau).(Kalian berdua tidak masuk).(Kalian semua tidak bermain).Macam-Macam Lam(Macam-macam lam)Macam-macam lam:1. .Contoh: (Buku ini milik seorang mu‟min).
  30. 30. Bahasa Arab Dasar30(Buku ini milik dua orang mu‟min).(Buku ini milik orang-orang mu‟min).2. .Contoh: (Kamu diciptakan agar kamu menyembah Allah).(Kalian berdua diciptakan agar kalian berduamenyembah Allah).(Kalian semua diciptakan agar kalian semuamenyembah Allah).3. .Contoh: (Tidaklah seorang muslim itu akanminum khomar).(Tidaklah dua orang muslim itu akansaling mendengki).(Tidaklah orang-orang muslim ituakan meninggalkan shalat).4. .Contoh: (Hendaklah ia masuk ke masjid).(Hendaklah mereka berdua masuk ke masjid).(Hendaklah mereka semua masuk ke masjid).5. .Contoh: (Sungguh ia akan masuk masjid).(Sungguh mereka berdua akan masukmasjid).(Sungguh mereka semua akan masukmasjid).Marfuatul Asma(Keadaan Dirafa’kannya Isim-Isim)Kelompok Marfu‟atul Asma„ ada tujuh:1.2.3.4.5.6.7.–––- – –- – - ––- ––––––––––––––––––––- ––Fail
  31. 31. Bahasa Arab Dasar31(Fa’il)Fa‟il adalah isim marfu‟ yang terletak setelah fi‟il ma‟lum untukmenunjukkan pelaku dari suatu pekerjaan.Contoh: (Ali telah memukul anjing).(Muhammad sedang menulis pelajaran).Ketentuan-Ketentuan Fa’il:1. Fa‟il adalah isim yang marfu‟.Contoh: (Zaid menolong Muhammad). adalah sebagaifa‟ilnya karena dia merupakan isim yang marfu‟, bukansebagai fa‟il karena dia manshub.(Laki-laki itu pergi ke pasar). adalahsebagai fai‟ilnya karena dia merupakan isim yang marfu‟,bukan sebagai fa‟il karena dia majrur.2. Fa‟il harus diletakkan setelah fi‟il. Apabila ada isim marfu‟ yang terletakdi depan /sebelum fi‟il maka dia bukan fa‟il.Contoh: (Muhammad sedang menulis pelajaran).bukan sebagai fa‟il. Hal ini karena ia terletak di depan fi‟il.Fa‟ilnya adalah berupa dhamir mustatir yang terdapat pada fi‟ilyang taqdirnya adalah .3. Fi‟il yang dipakai adalah fi‟il ma‟lum. Apabila ada isim mar‟fu‟ yangterletak setelah fi‟il majhul, maka ia bukan sebagai fa‟il.Contoh: (Ali dipukul). bukanlah sebagai fa‟il karena fi‟ilyang dipakai adalah fi‟il majhul.4. Fi‟il yang dipakai harus selalu dalam bentuk mufrad.Contoh: (Seorang muslim itu menulis pelajaran).(Dua orang muslim itu menulis pelajaran).(Orang-orang muslim itu menulispelajaran).5. Bila fa‟ilnya mudzakkar, maka fi‟ilnya mufrad mudzakkar. Bila failnyamuannats maka fi‟ilnya mufrad muannats.
  32. 32. Bahasa Arab Dasar32Contoh: (Muhammad telah minum susu).(Maryam telah minum susu).(Muhammad sedang minum susu).(Maryam sedang minum susu).Catatan Fa’il:1. Fa‟il tidak harus terletak secara langsung dibelakang fi‟ilnya.Contoh: (Mahasiswa itu telah pulang darikampus).(Ali memukul anjing).2. Apabila fa‟il tidak terletak secara langsung di belakang fi‟ilnya, makauntuk fa‟il yang muannats, fi‟ilnya boleh berbentuk mufrad muannatsatau mufrad mudzakkar.Contoh: atau:3. Apabila fa‟ilnya berupa jamak taksir, maka fi‟ilnya boleh berbentukmufrad mudzakkar atau mufrad muannats.Contoh: atau:Macam-Macam Fail(Macam-Macam Fa’il)1. Fa‟il yang berupa isim mu‟rab. Contoh:2. Fa‟il yang berupa isim mabni. Contoh:Mengenal Fa’il Yang Berbentuk Dhamir1. Fi’il Madhi
  33. 33. Bahasa Arab Dasar33: Fa‟ilnya adalahdhamir mustatiryang taqdirnya .: Fa‟ilnya adalah alif.: Fa‟ilnya adalahwawu.: Fa‟ilnya adalahdhamir mustatiryang taqdirnya .: Fa‟ilnya adalah alif.: Fa‟ilnya adalah nun.: Fa‟ilnya adalah ta‟.: Fa‟ilnya adalah ta‟.: Fa‟ilnya adalah ta‟.: Fa‟ilnya adalah ta‟.: Fa‟ilnya adalah ta‟.: Fa‟ilnya adalah ta‟.: Fa‟ilnya adalah ta‟.: Fa‟ilnya adalah .Contoh: . Fa‟il dari kalimat ini adalah dhamir mustatir yangtaqdirnya .. Fa‟il dari kalimat ini adalah wawu.. Fa‟il dari kalimat ini adalah ta‟.2. Fi’il Mudhari’
  34. 34. Bahasa Arab Dasar34: Fa‟ilnya adalah dhamirmustatir yang taqdirnya.: Fa‟ilnya adalah alif.: Fa‟ilnya adalah wawu.: Fa‟ilnya adalah dhamirmustatir yang taqdirnya.: Fa‟ilnya adalah alif.: Fa‟ilnya adalah nun.: Fa‟ilnya adalah dhamirmustatir taqdirnya .: Fa‟ilnya adalah alif.: Fa‟ilnya adalah wawu.: Fa‟ilnya adalah ya‟.: Fa‟ilnya adalah alif.: Fa‟ilnya adalah nun.: Fa‟ilnya adalah dhamirmustatir yang taqdirnya.: Fa‟ilnya adalah dhamirmustatir yang taqdirnya.Contoh: . Fa‟il dari kalimat ini adalah dhamir mustatiryang taqdirnya .. Fa‟il dari kalimat ini adalah nun.. Fa‟il dari kalimat ini adalah dhamir mustatir yangtaqdirnya adalah .3. Fi’il Amr: Fa‟ilnya adalah dhamirmustatir yang taqdirnya: Fa‟ilnya adalah alif.: Fa‟ilnya adalah wawu.: Fa‟ilnya adalah ya‟.: Fa‟ilnya adalah alif.: Fa‟ilnya adalah nun.Contoh: . Fa‟il dari kalimat ini adalah dhamir mustatir yangtaqdirnya adalah .. Fa‟il dari kalimat ini adalah wawu.. Fa‟il dari kalimat ini adalah nun.
  35. 35. Bahasa Arab Dasar35Catatan Macam Fa’il:1. Alif yang berfungsi sebagai fa‟il dinamakan alif itsnain ( )2. Wawu yang berfungsi sebagai fa‟il dinamakan wawu jama‟ah ()3. Nun yang berfungsi sebagai fa‟il dinamakan nun niswah ( )4. Ta‟ yang berfungsi sebagai fa‟il dinamakan ta‟ fa‟il ( )5. Ya‟ yang berfungsi sebagi fa‟il dinamakan ya mukhathabah ( )Naibul Fail(Naibul Fa’il)Naibul fa’il adalah isim marfu‟ yang terletak setelah fi‟il majhul untukmenunjukkan orang yang dikenai pekerjaan.Contoh: (Anjing itu telah dipukul).(Pelajaran sedang ditulis).Ketentuan-ketentuan naibul fa’il:1. Naibul fa‟il merupakan isim marfu‟. Asal dari na‟ibul fa‟il adalah sebagaiobyek (maf‟ul bih) yang mempunyai i‟rab nashab. Tatkala failnyadihapus, maka maf‟ul bih menggantikan posisi fa‟il yang mempunyaii‟rab rafa‟.Contoh: (Zaid menolong Muhammad), Tatkala fa‟ilnyadihapus, menjadi: (Muhammad ditolong).2. Naibul fa‟il harus diletakkan setelah fi‟il. Apabila ada isim marfu‟ yangterletak di depan/sebelum fi‟il maka dia bukan naibul fa‟il.Contoh: (Muhammad ditolong). bukan naibul fa‟il. Halini karena ia terletak di depan fi‟il. Naibul fa‟ilnya adalah berupadhamir mustatir yang terdapat pada fi‟il yang taqdirnyaadalah3. Fi‟il yang dipakai adalah fi‟il majhul.Contoh: (Muhammad menyembelih sapi). bukansebagai na‟ibul fail karena fi‟il yang dipakai bukan fi‟il majhul.4. Fi‟il yang dipakai harus selalu dalam bentuk mufrad.Contoh: (Seorang kafir itu telah dibunuh).
  36. 36. Bahasa Arab Dasar36(Dua orang kafir itu telah dibunuh).(Orang-orang kafir itu telah dibunuh).5. Bila naibul fa‟ilnya mudzakkar, maka fi‟ilnya mufrad mudzakkar. Bilanaibul failnya muannats maka fi‟ilnya mufrad muannats.Contoh: , , ,6. Apabila susunan sebelum fa‟ilnya dihapus menpunyai dua maf‟ul bih(obyek), maka setelah failnya dihapus, maf‟ul bih pertama menjadinaibul fail sedangkan maful bih kedua tetap manshub sebagai maf‟ulbih.Contoh: (Muhammad memberi orang fakir itumakanan). Tatkala fa‟ilnya dihapus, maka fi‟ilnya harus dirubahmenjadi bentuk majhul. Kemudian maf‟ul bih pertama (yaitu) berubah menjadi naibul fail, sehingga i‟rabnya menjadirafa‟. Adapun maf‟ul bih kedua (yaitu ) tetap manshubsebagai maf‟ul bih. Maka kalimat majhul-nya menjadi(Orang fakir itu diberi makanan).Catatan Na’ibul Fa’il:1. Ketentuan na‟ibul fa‟il mirip dengan ketentuan yang ada pada fa‟il.2. Naibul fa‟il tidak harus terletak secara langsung di belakang fi‟ilnya.Contoh: (Pencuri itu ditangkap di jalan).3. Apabila na‟ibul fa‟il tidak terletak secara langsung di belakang fi‟ilnya,maka untuk na‟ibul fa‟il yang muannats, fi‟ilnya boleh mufrad muannatsatau mufrad mudzakkar.Contoh: (Maryam ditolong di dalam kelas), atau(Maryam ditolong didalam kelas).4. Apabila na‟ibul fa‟ilnya berupa jamak taksir, maka fi‟ilnya bolehberbentuk mufrad mudzakkar atau mufrad muannats.Contoh: (Para ustadz ditanya), atau (Paraustadz ditanya).5. Terkadang, na‟ibul fa‟il berupa isim mabni.Contoh: (Telah ditangkap orang yang mencuriuang).(Pintu ini dibuka).
  37. 37. Bahasa Arab Dasar37(Orang kafir itu dibunuh).(Orang itu dinikahi).(Mereka dipukul).Mubtada Khabar(Mubtada’ dan Khabar)Mubtada’ adalah isim marfu‟ yang biasanya terdapat di awal kalimat(Subyek). Khabar adalah sesuatu yang dapat menyempurnakan maknamubtada‟ (Prediket).Contoh: (Muhammad adalah seorang dokter),(Ustadz itu sakit).Ketentuan-ketentuan Mubtada’ dan khabar:1. Mubtada‟ dan khabar merupakan isim-isim marfu‟.Contoh: (Anak itu rajin), (Bapakmu adalah orangyang pandai), (Hakim itu adil).2. Mubtada‟ dan khabar harus selalu sesuai dari sisi bilangannya.Contoh: (Seorang muslim itu hadir).(Dua orang muslim itu hadir).(Orang-orang muslim itu hadir).3. Mubtada‟ dan khabar harus selalu sesuai dari sisi jenisnya.Contoh: (Orang muslim itu sholeh).(Orang muslimah itu sholihah).(Para lelaki mu‟min itu orang yangbersungguh-sungguh).(Para perempuan mu‟min itu orang yangbersungguh-sungguh).
  38. 38. Bahasa Arab Dasar38Macam-macam Mubtada(Macam-Macam Mubtada’)1. Mubtada’ yang berupa isim mu’rabContoh: (Allah Maha Mengetahui).(Dua anak laki-laki itu orang yang bersungguh-sungguh).(Umar adalah seorang yang adil).2. Mubtada’ yang berupa isim mabniContoh: (Buku ini baru).(Dia seorang yang bersungguh-sungguh).(Saya seorang mahasiswa).Macam-Macam Khabar(Macam-Macam Khabar)1. Khabar Mufrad. Khabar mufrad adalah khabar yang bukan berupajumlah maupun syibhul jumlah.Contoh: (Seorang pekerja itu hadir).
  39. 39. Bahasa Arab Dasar39(Dua orang pekerja itu hadir).(Para pekerja itu hadir).2. Khabar Murakkab. Khabar murakkab adalah khabar yang berupajumlah atau syibhul jumlah.a. Khabar yang berupa jumlah1. Jumlah IsmiyahContoh: (Anak laki-laki itu bukunya baru).(Anak laki-laki itu bapaknya hadir).(Sekolahan itu pengajarnya telahhadir).2. Jumlah Fi’liyahContoh: (Anak itu telah hadir bapaknya).(Seorang pengajar itu telah hadir).(Para pengajar itu telah hadir).b. Khabar yang berupa syibhul jumlah1. Jar dan MajrurContoh: (Muhammad di dalam rumah).(Buku itu di atas meja).2. Dzaraf dan Mudhaf ilaihContoh: (Muhammad di depan rumah).(Kucing itu di bawah meja).Catatan Mubtada Khabar:1. Susunan mubtada‟ dan khabar membentuk jumlah ismiyah, sedangkansusunan fi‟il dan fa‟il membentuk jumlah fi‟liyah.Contoh: (Jumlah ismiyah).(Jumlah fi‟liyah).2. Apabila khabar berupa jumlah fi‟liyah yang fa‟ilnya berupa dhamir, makaharus mengikuti mubtada‟nya dari sisi bilangan dan jenisnya.Contoh: , , ,3. Terkadang letak khabar didahulukan daripada mubtada‟. Khabar inidinamakan khabar muqaddam ( ) dan mubtada‟nya dinamakanmubtada‟ muakhkhar ( ).Contoh: ,4. I‟rab dari khabar yang berbentuk murakkab adalah fi mahalli rof‟in ().
  40. 40. Bahasa Arab Dasar40Isim Kana dan Saudari-Saudarinya(Isim Kaana dan Saudaranya)Kaana dan saudari-saudarinya merupakan fi‟il-fi‟il yang masuk padasusunan mubtada‟ dan khabar sehingga merafa‟kan mubtada‟ danmenashabkan khabar.Mubtada‟ yang telah dirafa‟kan oleh kaana dan saudari-saudarinya dikenaldengan Isim Kaana.Khabar yang telah dinashabkan oleh kaana dan saudari-saudarinya dikenaldengan Khabar Kaana.Contoh:Isim Kaana1. Isim Kaana yang berupa isim mu‟rab.Contoh: , , ,2. Isim Kaana yang berupa isim mabni.Contoh: , , ,
  41. 41. Bahasa Arab Dasar41Contoh:Saudari-Saudari Kaana:1. (Untuk menunjukkan waktu).Contoh: (Anak itu tidur di malam hari).2. (Untuk penafian).Contoh: (Kesuksesan itu tidaklah mudah).3. (Untuk menunjukkan terjadinya perubahan).Contoh: (Muhammad telah menjadi seorang pemuda).4. (Untuk menunjukkan jeda waktu).Contoh: (Jangan keluar selama hari masihhujan).5. (Untuk menunjukkan adanyakesinambungan).Contoh: (Pencuri itu senantiasa membuat resah).Khabar Kaana(Macam-Macam Khabar Kaana)
  42. 42. Bahasa Arab Dasar421. Khabar Kaana yang berbentuk mufrad.Contoh:2. Khabar Kaana yang berbentuk murakkab.Contoh:Catatan Kana:1. Apabila isim kaana berupa isim mu‟rab, maka kaana selalu dalambentuk mufradnya walaupun isim kaana tersebut berupa isim mutsannaatau jamak.Contoh: , ,2. Apabila isim kaana berupa isim mabni yang berupa dhamir, maka kaanaditashrif sesuai dengan dhamirnya.Contoh:3. I‟rab dari khabar kaana yang berbentuk murakkab adalah fii mahallinashbin ( )Khabar Inna dan Saudari-Saudarinya(Khabar Inna dan Saudaranya)Inna dan saudari-saudarinya merupakan huruf yang masuk pada susunanmubtada dan khabar, sehingga menashabkan mubtada dan merafa‟kankhabar.Mubtada‟ yang telah dinashabkan oleh inna dan saudari-saudarinyadikenal dengan Isim Inna.
  43. 43. Bahasa Arab Dasar43Khabar yang telah dirafa‟kan oleh inna dan saudari-saudarinya dikenaldengan Khabar Inna.Sehingga istilahnya menjadi berubah, dari mubtada menjadi isim inna dankhabar menjadi khabar inna.Contoh: (Sesungguhnya Allah adalah Maha Bijaksana).(Sesungguhnya Ali adalah Anak yang cerdas).(Sesungguhnya Agama ini mudah).Perincian kalimat:Saudari-Saudari Inna:1. = Untuk Taukid (Menguatkan sesuatu).Contoh: (Sesungguhnya Allah bersama orang-orangyang sabar).(Ketahuilah sesungguhnyapertolongan itu bersama kesabaran).2. = Untuk berandai-andai.Contoh: (Seandainya nilainya baik).3. = Untuk Tasybih (Menyerupakan).Contoh: (Seakan-akan Umar adalah singa).4. = Untuk menyatakan kebalikan dari kalimat sebelumnya.Contoh: (Kitab itu kecil akan tetapi berfaidah).5. = Untuk pengharapan.Contoh: (Mudah-mudahan udaranya nyaman).6. = Untuk meniadakan jenis.Contoh: (Tidak ada seorang lelaki pun di dalam rumahitu).
  44. 44. Bahasa Arab Dasar44Tashrif Inna Bersama DhamirnyaMacam-Macam Isim InnaIsim Inna terbagi dua, yang berupa isim Mu‟rab dan Mabni.1. Isim Inna yang berupa isim mu‟rab.Contoh: (Sesungguhnya Muhammad duduk).(Sesungguhnya Ujian itu mudah).(Sesungguhnya dua wanita itu hadir).(Sesungguhnya para pemain itu bersungguh-sungguh).2. Isim inna yang berupa isim mabni.Contoh: (Sesungguhnya dia -perempuan- berdiri).(Sesungguhnya kamu adalah seorang ustadz).(Sesungguhnya aku adalah seorang pelajar).Pembagian Khabar Inna(Pembagian Khabar Inna)
  45. 45. Bahasa Arab Dasar45Macam-Macam Khabar Inna:1. Mufrad. Contoh: (Sesungguhnya keberadaan Surga adalahbenar).2. Jar Majrur. Contoh: (Sesungguhnya Allah berada di ataslangit).3. Zharaf. Contoh: (Sesungguhnya jalan keluar bersamadengan kesusahan).4. Jumlah Ismiyyah. Contoh: (Sesungguhnya anaknyaUmar adalah anak shalih).5. Jumlah Fi‟liyyah. Contoh: (Sesungguhnya Allah Melihat).Catatan Khabar Inna:1. Untuk menentukan mana isim inna dan Khabarnya, terlebih dahuluharus dicari mana mubtada dan khabarnya, sehingga apabiladidapatkan Khabar di depan atau mubtada di belakang maka isim danKhabar inna juga menyesuaikan.Contohnya adalah kalimat: (Seorang laki-laki itu di dalamrumah). Maka kata adalah Khabar muqaddam, sedangkanadalah mubtada muakhkhar. Sehingga apabila kemasukan inna,kalimatnya menjadi:2. Jika mubtada berbentuk dhamir maka isim inna menyesuaikan.Contoh: Menjadi,Contoh lain: Menjadi,Tabi Dan Tawabi
  46. 46. Bahasa Arab Dasar46(Tabi’)Tabi‟ adalah kata yang mengikuti hukum kata sebelumnya ditinjau dari sisii‟rab.Contoh: (Seorang lelaki yang mulia telah datang).(Aku telah melihat seorang lelaki yang mulia).Istilahnya: = Kata yang diikuti; dan = Kata yang mengikuti.(Tawabi’)1.2.3.4.Naat Manut(Na’at)Na‟at adalah tabi‟ yang menyifati isim sebelumnya. Na‟at bisa disebut sifat.Contoh: (Seorang imam yang adil telah datang).(Seorang muslimah yang shalihah sedangshalat).Ketentuan-Ketentuan Na’at:1. Na‟at harus mengikuti man‟ut dari sisi ta‟yin (kejelasan)nya.Contoh: (Seorang mahasiswa yang pandai telah kembali).(Seorang mahasiswa yang pandai itu telahkembali).2. Na‟at harus mengikuti man‟ut dari sisi „adad (jumlah)nya.Contoh: (Seorang mahasiswa yang pandai telah kembali).(Dua orang mahasiswa yang pandai telahkembali).(Para mahasiswa yang pandai telah kembali).3. Na‟at harus mengikuti man‟ut dari sisi nau‟ (jenis)nya.Contoh: (Seorang mahasiswa yang pandai telah kembali).(Seorang mahasiswi yang pandai telah kembali).Catatan:
  47. 47. Bahasa Arab Dasar471. Apabila man‟ut berupa isim jama‟ yang tidak berakal ( )maka na‟atnya boleh berbentuk mufrad muannats atau jama‟ muannats.Contoh: (Gunung-gunung yang tinggi itu meletus).(Gunung-gunung yang tinggi itu meletus).2. Setiap jumlah (kalimat) yang terletak setelah isim nakirah maka diadianggap sebagai na‟at (sifat).Contoh: (Ini adalah amalan yang berfaidah).(Hari yang dinginnya menusuk telahberlalu).Athaf Mathuf(‘Athaf)„Athaf adalah tabi‟ yang terletak setelah huruf-huruf athaf (huruf-hurufpenghubung / penyambung).Contoh: (Umar dan Utsman telah datang).(Muhammad tidur kemudian Ali).Huruf-huruf „athaf ada lima, yaitu:1. . Digunakan untuk sekedar menggabungkan dua kata atau lebih ().Contoh: (Muhammad, Hasan dan Sa‟id telahdatang).2. . Digunakan untuk menggabungkan dua kata atau lebih secaraberurutan dengan tanpa adanya jeda ( ).Contoh: (Muhammad datang, kemudian Hasan,kemudian Sa‟id).Faidah:Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda:… (“…Kemudian hendaklah menghadap ke arah kiblatkemudian (langsung) bertakbirlah.”)“Dalam hadits ini menyebutkan perbuatan langsung, setelah seseorangmenghadap kiblat, kemudian ia langsung bertakbir. Maka faidahnya,tidak ada pengucapan niat dalam shalat.”3. . Digunakan untuk menggabungkan dua kata atau lebih secaraberurutan dengan disertai adanya jeda ( ).Contoh: (Muhammad masuk masjid kemudian -beberapa saat kemudian- Hasan).
  48. 48. Bahasa Arab Dasar484. . Digunakan untuk menggabungkan dua kata atau lebih untukmenunjukkan sebuah pilihan atau untuk mengungkapkan keragu-raguan.Contoh: (Dibolehkan bagisegenap mahasiswa untuk bermain atau belajar pada harilibur).(Yang menukil kabar adalah Muhammadatau Ali).5. . Digunakan untuk menggabungkan dua kata atau lebih gunamenuntut suatu kejelasan. Huruf ini biasanya terletak setelah hurufistifham “a” ( ) atau “hal” ( ).Contoh: (Apakah Bapakmu seorang Insinyurataukah Dokter?).Taukid(Taukid)Taukid adalah tabi‟ yang disebutkan di dalam kalimat untuk menguatkanatau menghilangkan keragu-raguan dari si pendengar.Contoh: (Ustadz itu telah datang).(Para Mahasiswa semuanya telah datang).1. , Taukid yang disebutkan dalam suatu kalimat dengan caramengulang lafazh yang hendak dikuatkan.Contoh: (Hasan Hasan telah meninggal).(Ali Ali telah dibunuh).2. , Yaitu taukid yang disebutkan dalam suatu kalimat dengancara menambahkan lafazh-lafazh khusus ( )Catatan:
  49. 49. Bahasa Arab Dasar49Alfazhuzh taukid harus bersambung dengan dhomir-dhomir yang sesuaidengan dengan kata yang ingin dikuatkan.Diantara lafazh-lafazh taukid adalah:1. . Contoh:2. . Contoh:3. . Contoh:4. . Contoh:5. . Contoh:Faidah Tambahan:Apabila ditemukan kata yang bentuknya adalah mufrad akan tetapi secaramakna mempunyai anggota bagian maka ia dikuatkan dengan lafazh taukidjamak.Contoh:Badal(Badal)Badal adalah tabi‟ yang disebutkan di dalam suatu kalimat untuk mewakilikata sebelumnya, baik mewakili secara keseluruhan ataupun sebagiannyasaja.Contoh: (Ustadz Muhammad sedang duduk).(Ali dipukul kakinya).Badal bisa dikenal dengan menambahkan kata “yaitu” pada terjemah katayang digantikan.Macam-Macam Badal1. , Yaitu badal yang menggantikan kata sebelumnya (mubdalminhu) secara utuh. Contoh: (Imam Ahmad adalahseorang lelaki yang shalih).
  50. 50. Bahasa Arab Dasar502. , Yaitu badal yang mewakili anggota bagian dari katasebelumnya. Contoh: (Rumah itu dindingnya roboh).3. , Yaitu badal yang mewakili sebagian sifat dari katasebelumnya.Contoh: (Kebersihan rumah itu mengagumkanku).Catatan:1. Badal ba‟dhi minal kulli dan badal isytimal harus bersambung dengandhomir yang sesuai dengan mubdal minhu-nya.2. Biasanya badal ditemukan dalam suatu kalimat setelah:a. Nama orang atau gelar.Contoh: (Ali bin Abi Thalib berkata).(Syaikh Muhammad menulissebuah risalah yang berfaidah).b. Isim Isyarat.Contoh: (Kitab ini berfaidah).(Rumah itu bersih).c. Pembagian.Contoh: (Kalimat terbagi tiga: Isim,Fi‟il dan Huruf).(Syirik terbagi dua: Besar dan Kecil).Catatan Khusus:Apabila badal berupa lafadz , maka mubdal minhu (yang dibadali/katayang terletak sebelumnya) tidak boleh ditanwin, sedangkan lafadzdihilangkan alifnya (menjadi ) dan kata yang terletak setelahnyadimajrurkan sebagai mudhaf ilaih. Contoh:Manshubatul Asma(Keadaan Dinashobkannya Isim-Isim)Kelompok Manshubatul Asma:1. 2.
  51. 51. Bahasa Arab Dasar513.4.5.6.7.8.9.10.11.12.Maful Bih(Maf’ul Bih)Maf‟ul bih adalah isim yang menjadi objek dari pelaku.Contoh: (Mahasiswa itu telah menulis pelajaran)(Maryam meminum susu)Macam-Macam Maful Bih(Macam-Macam Maf’ul Bih)1. Maf‟ul bih yang berupa isim mu‟rob.Contoh: (Muhammad membaca surat).(Muhammad membeli dua buah buku).(Orang-orang muslim memerangi orang-orang kafir).2. Maf‟ul bih yang berupa isim mabni.Contoh: (Aku telah melihat kamu).(Ustadz telah menasihati murid ini).
  52. 52. Bahasa Arab Dasar52(Kami telah menyaksikan permainan itu).Letak-Letak Maful Bih Dalam Struktur Kalimat1.Contoh: (Muhammad menendang bola).(Muhammad menyembelih kambing).2.Contoh: (Anak kecil itu makan nasi).(Murid itu bertanya kepada guru).3.Contoh: (Aku bertanya kepada ustadz).(Aku membaca majalah).4.Contoh: (Aku memerintahkan kepada kamu).(Dia memukulnya).5.Contoh: (Seorang ustadz bertanya kepadaku).(Semoga Allah merahmatimu).6.Contoh: (Hanya kepada-Mu kami menyembah).(Aku hanya makan roti).Faidah tambahan: Pola ke-enam ini biasanya digunakan untuk pembatasan/ pengkhususan.Catatan Maf’ul Bih:Di dalam satu kalimat, terkadang ditemukan maf‟ul bih lebih dari satu.Contoh: (Pengajar itu memberi Muhammadhadiah).(Guru itu mengajarkan para mahasiswailmu nahwu).(Aku menyangka Ali sakit).
  53. 53. Bahasa Arab Dasar53Maful Fih (Zharaf)(Maf‟ul Fih)Maf‟ul fih (zharaf) adalah isim yang menunjukkan keterangan waktu atautempat terjadinya suatu perbuatan.Contoh: (Aku bersafar pada waktu malam).(Aku berpuasa pada hari senin).(Aku duduk di depan mimbar).(Anjing itu tidur di belakang pintu).Catatan:1. Maf‟ul fiih yang digunakan untuk menunjukkan keterangan waktudikenal sebagai zharaf zaman2. Maf‟ul fiih yang digunakan untuk menunjukkan keterangan tempatdikenal sebagai zharaf makanDiantara contoh zharaf zaman adalah: (Pagi hari), (Malamhari), (Bulan), (Terkadang), (Sebelum), (Baru saja),(Besok), (Sekarang), (Kadang-kadang), dan lain-lain.Diantara contoh zharaf makan adalah: (Di atas), (Di antara),(di sisi), (Di belakang), (Di bawah), (Sekitar),(Sebelah kanan), (Sebelah kiri), (Arah), dan lain-lain.Macam-Macam ZharafMacam-Macam Zharaf
  54. 54. Bahasa Arab Dasar54A. Zharaf mutashorrif adalah lafazh zharaf yang dapat difungsikan untukselain zharaf. Contoh: (Aku berpuasa pada hari senin).(Hari jum‟at adalah hari yangdiberkahi).B. Zharaf ghoiru mutashorrif adalah lafazh yang hanya dapat difungsikansebagai zharaf dan tidak dapat difungsikan untuk yang lainnya. Diantara contohnya adalah: ,Contoh: (Janganlah kamu tidur sebelum wudhu).Catatan Zharaf:1. Zharaf ghoiru mutashorrif boleh di-jer-kan dengan hurufContoh: (Aku telah memasuki masjid sebelumkalian).2. Ada beberapa zharaf yang bentuknya adalah mabni.Contoh: (Kemarin), (Di manapun).Maful LiajlihMaf’ul LiajlihMaf‟ul liajlih adalah isim yang digunakan untuk menjelaskan sebabterjadinya perbuatan.Contoh: (Aku shalat karena iman kepada Allah)(Aku mengunjungi Ali karena cinta kepadanya)(Aku memberi orang fakir itu makanankarena kasihan kepadanya)Maf‟ul liajlih di bentuk dari amalan-amalan hati. Lafazh-lafazh yang biasamenjadi maf‟ul liajlih: (Karena hormat), (Karena malu),(Karena sedih), (karena sayang), (karena takut), (karenairi).Catatan:Lafazh-lafazh maf‟ul liajlih dapat di-jer-kan dengan huruf lam.Contoh: (Aku memberi orang fakir itu makanankarena kasihan kepadanya)
  55. 55. Bahasa Arab Dasar55Maful MuthlaqMaf’ul MuthlaqMaf‟ul muthlaq adalah isim yang berasal dari lafazh fi‟il yang berfungsiuntuk penguat makna, penjelas bilangan atau penjelas sifat.Contoh:(Aku telah menghafal pelajaran itu dengan sebenar-benarnya hafal)(Aku telah memukulnya dengan sebenar-benar memukul)(Aku telah menghafal pelajaran itu dengan sekali hafal)(Aku telah memukulnya dengan sekali pukul)(Aku telah menghafal pelajaran itu dengan hafalanyang baik)(Aku telah memukulnya dengan pukulan yang keras)Ketentuan-Ketentuan Maf’ul Muthlaq:1. Maf‟ul muthlaq harus menggunakan mashdar (kata kerja yangdibendakan).2. Apabila mashdar yang merupakan maf‟ul muthlaq berdiri sendiri, makaia berfungsi sebagai penguat makna.Contoh: (Aku menendang dengan sebenar-benarnyamenendang)3. Maf‟ul muthlaq yang berfungsi untuk menjelaskan bilangan, biasanyamengikuti wajanContoh: (Aku menendang dengan sekali tendang)4. Apabila mashdar yang merupakan maf‟ul muthlaq disifati ataudiidhofahkan, maka ia berfungsi sebagai penjelas sifat atau jenis.Contoh: (Aku menendang dengan tendangan yangkeras)(Aku menendang seperti tendangan paratentara)5. Terkadang fi‟il dari maf‟ul muthlaq dihilangkan.Contoh: (Terima kasih)
  56. 56. Bahasa Arab Dasar56Yang asalnya adalah: (Aku berterima kasih kepadamudengan betul-betul terima kasih)Maful Maah(Maf’ul Ma’ah)Maf‟ul ma‟ah adalah isim yang terletak setelah huruf ( ) yang mempunyaiarti “bersama” untuk menunjukkan kebersamaan.Contoh:(Ali berjalan bersama dengan gunung)(Muhammad datang bersamaan denganterbenamnya matahari)Perbedaan antara wau ma’iyyah dengan wau ‘athof:1. Isim yang terletak setelah wau maiyyah selalu mansub, adapun isimyang terletak setelah wau „athof tergantung ma‟thufnya.Contoh : = waunya adalah wau ma‟iyyah= waunya adalah wau „athof2. Pelaku pada wau ma‟iyyah hanya terdiri dari satu pihak, sedangkanpelaku pada wau „athof terdiri dari dua belah pihak.Catatan:Pada dasarnya, huruf wau yang terletak di antara dua buah isim adalahwau „athof. Oleh karena itu seandainya sebuah kalimat cocok untukdimaknai dengan wau „athof, maka wau tersebut adalah wau „athof.Hal(Hal)Hal adalah isim mansub yang digunakan untuk menjelaskan keadaan fa‟ilatau maf‟ul bih saat terjadinya fi‟il (perbuatan).Contoh: (Muhammad shalat dalam keadaan duduk)(Muhammad pergi ke masjid denganberjalan)(Aku melihat ustadz sedang naik kendaraan)Ketentuan-ketentuan Hal:
  57. 57. Bahasa Arab Dasar571. Hal merupakan isim yang mansub.Contoh: (Muhammad shalat dalam keadaan duduk)2. Hal berbentuk isim nakiroh, sedangkan shohibul hal (isim yangdijelaskan keadaannya oleh Hal) berbentuk isim ma‟rifat.Contoh: (Anak itu makan dalam keadaan berdiri)= Shohibul hal, ma‟rifat= Hal, nakiroh3. Hal mengikuti shohibul hal dari sisi nau‟ (mudzakkar atau muannats)dan „adad (mufrod, mutsanna, jama‟).Contoh: (Muhammad minum dalam keadaan duduk)(Fatimah minum dalam keadaan duduk)(Anak itu makan dalam keadaan berdiri)(Dua anak itu makan dalam keadaan berdiri)Macam-Macam HalMacam-Macam Hal1. Mufrod yaitu hal yang berbentuk tunggal. Termasuk bentuk mufroddisini adalah isim mufrod, mutsanna dan jama‟.Contoh: (Anak itu makan sambil berdiri)(Dua anak itu makan sambil berdiri)(Para anak itu makan sambil berdiri)2. Murokkab yaitu hal yang terdiri dari jumlah ismiyyah ataupun fi‟liyyah.Contoh: (Janganlah minum sambil berdiri)
  58. 58. Bahasa Arab Dasar58(Anak itu datang sambil menangis)Faidah HalSetiap jumlah yang terletak setelah isim nakiroh, maka ia adalah sifat,adapun apabila terletak setelah isim ma‟rifat maka ia adalah hal.Contoh: (Aku mendengar burung-burung berkicau); =Sifat(Aku mendengar burung-burung berkicau);= HalTamyiz(Tamyiz)Tamyiz adalah isim nakiroh yang disebutkan dalam suatu kalimat untukmemberi penjelasan sesuatu yang masih samar. Sesuatu yang masih samaryang dijelaskan oleh tamyiz dikenal dengan istilah mumayyaz ( ).Contoh: (Aku membeli dua puluh kitab)Keterangan: = Mumayyaz; = Tamyiz(Aku membeli satu dirham perak)Keterangan: = Mumayyaz; = TamyizMacam MumayyazMacam-Macam MumayyazA. Mumayyaz malfuzh adalah mumayyaz yang disebutkan dalampembicaraan atau kalimat. Mumayyaz malfuzh ada 4, yaitu:1. (Nama-nama takaran).Contoh: (Aku membeli satu liter beras)2. (Nama-nama timbangan).
  59. 59. Bahasa Arab Dasar59Contoh: (Aku membeli satu kilo daging)3. (Nama-nama jarak/ukuran).Contoh: (Aku membeli satu meter kain)4. (Nama-nama bilangan)Contoh: (Aku membeli 20 rumah)B. Mumayyaz malhuzh adalah mumayyaz yang tidak ditampakkan dalampembicaraan atau kalimat. Mumayyaz malhuzh biasanya untukmenggantikan mubtada‟ atau fa‟il.Contoh: (Pengajar itu lebih banyakdibandingkan dengan murid pengalamannya). Asalnya adalah:(Pengalaman pengajar itu lebihbanyak dibandingkan dengan murid).(Aku lebih banyak dari kamu hartanya). Asalnya:(Hartaku lebih banyak daripada hartamu).(Ali bagus wajahnya). Asalnya:(Wajah Ali bagus).(Muhammad baik jiwanya). Asalnya:(Jiwa Muhammad baik).Tamyiz Adad(Tamyiz ‘Adad)Tamyiz „adad adalah tamyiz yang digunakan untuk menjelaskan mumayyazyang berupa „adad (bilangan). Tamyiz adad biasa dikenal dengan istilahma‟dud ( )Contoh: (Aku membeli tiga puluh pena)Keterangan: = „Adad; = Ma‟dudHukum ‘adad dan ma’dud:1. Jika „adadnya berupa bilangan 3-10, maka ma‟dud berbentuk jamakmajrur.Contoh: (Tiga orang anak)(Lima orang laki-laki)(Tujuh Hari)
  60. 60. Bahasa Arab Dasar602. Jika „adadnya berupa bilangan 11-99, maka ma‟dud berbentuk mufrodmanshub.Contoh: (Lima belas orang anak)(Empat belas orang laki-laki)(Dua puluh hari)3. Jika „adadnya berupa bilangan 100 atau 1.000 atau kelipatannya, makama‟dud berbentuk mufrod majrur.Contoh: (Seratus orang anak)(Seribu orang laki-laki)(Tiga ratus hari)Rumus Hapal ‘Adad Ma’dud:Untuk mempermudah kita dalam menghafal hukum-hukum „adad ma‟dud,dapat digunakan rumus:= Maksudnya jamak majrur= Maksudnya mufrod manshub= Maksudnya mufrod majrurMustatsna(Mustatsna)Mustatsna adalah isim yang disebutkan setelah adatul istitsna (alatpengecualian) untuk menyelisihi hukum kata sebelum adatul istitsnatersebut. Kata yang terletak sebelum adatul istitsna dikenal dengan istilahmustatsna minhuContoh 1: (Para siswa lulus kecuali Hasan)Keterangan: = Alat pengecualian / Adat istitsna; = Mustatsnaminhu; = MustatsnaContoh 2: (Para lelaki itu telah hadir kecuali Zaid)Keterangan: = Alat pengecualian; = Mustatsna minhu; =Mustatsna
  61. 61. Bahasa Arab Dasar61(Adatul istitsna) ada enam, yaitu:A. Hukum mustatsna dengan1. Wajib nashob, apabila kalimatnya positif dan disebutkan mustatsnaminhu.Contoh:(Para hadirin telah pulang kecuali Muhammad)(Para siswa telah pulang kecuali dua orang anak)2. Boleh nashob atau mengikuti mustatsna minhu apabila kalimatnyanegatif dan disebutkan mustatsna minhu.Contoh:(Para hadirin tidak pulang kecualiMuhammad)(Para siswa tidak pulang kecuali dua oranganak)3. Di‟irob sesuai dengan kedudukannya dalam kalimat, apabila kalimatnyanegatif dan tidak disebutkan mustatsna minhu.Contoh:(Tidak ada yang pulang kecuali Muhammad)(Aku tidak memukul kecuali Zaid)B. Hukum mustatsna dengan danMustatsna dengan dan adalah selalu majrur.Contoh: (Para murid gagal kecuali Ali)(Para murid lulus kecuali Hasan)Catatan:Hukum I‟rob adalah mengikuti hukum mustatsna dengan .Contoh:a. Kalimat positif dan disebutkan mustastna minhu:b. Kalimat negatif dan disebutkan mustasna minhu:
  62. 62. Bahasa Arab Dasar62c. Kalimat negatif dan tidak disebutkan mustasna minhu:C. Hukum mustatsna denganMustasna dengan boleh nashob ataupun jar / majrur.Contoh:Khobar KanaKhobar kana Dan SaudaranyaPenjelasan tentang khobar kana silakan dirujuk kembali pada pembahasanisim kana. Contoh: ; ; ;; ;Isim InnaIsim Inna Dan SaudaranyaPenjelasan tentang isim inna silakan dirujuk kembali pada pembahasankhobar inna. Contoh: ; ; ;; ;MunadaMunadaMunada adalah isim yang disebutkan setelah huruf nida‟ (huruf yangdigunakan untuk memanggil). Contoh: (Wahai hamba Allah)(Wahai orang yang tidur,bangunlah)Huruf-huruf Nida’:
  63. 63. Bahasa Arab Dasar631. = Untuk memanggil jarak dekat. Contoh: (WahaiAbdullah, tulislah).2. , = Untuk memanggil jarak jauh. Contoh:(Wahai Abdullah, apakah engkau mendengar suaraku?).3. = Dapat digunakan untuk memanggil dekat ataupun jauh. Contoh:(Wahai Abdullah, cepatlah).Macam-Macam Munada – Manshub(Macam-macam Munada)1. . Munada selalu manshub dalam 3 (tiga) keadaan.a. (mudhof). Contoh: (Wahai Abdullah)(Wahai Rasulullah)(Wahai Abu Bakr)b. (Mirip dengan mudhof). Contoh:(Wahai pendaki gunung)(Wahai orang yang berusaha berbuat baik)(Wahai orang yang membawa tas)c. Nakirah yang belum tentu orangnya. Contoh:(Wahai lelaki)(Wahai Muslim)(Wahai mahasiswa)2. . Munada‟ dimabnikan dengan tanda rafa‟ pada 2(dua) keadaan:
  64. 64. Bahasa Arab Dasar64a. (Nama orang tunggal / terdiri dari satu kata). Contoh:;b. (Nakirah yang sudah tertuju pada orang tertentu).Contoh: ;Beda Munada Maqshudah Ghoiru MaqshudahFaidah Munada:Nakirah ghairu maqshudah dan nakirah maqshudah dapat terlihat denganjelas perbedaannya dengan memperhatikan kasus-kasus berikut ini:1. Orang yang tercebur di sungai padahal ia tidak bisa berenang. Iameminta tolong pada orang-orang di sekitarnya untuk dapatmenolongnya. Ia tidak peduli siapa yang akan menolongnya, yang jelasia minta tolong dan berteriak barangkali ada orang yang mendengar danmau menolongnya. Maka orang ini dalam panggilannya menggunakanbentuk nakirah ghairu maqshudah.Contoh: (Wahai lelaki, selamatkanlah aku)2. Ada orang berkebangsaan Saudi datang ke Indonesia, setelah turun daripesawat ia hendak membawa barang-barang bawaannya. Mengingatbarang bawaannya cukup banyak, ia menoleh ke sebelah kanan danmeminta kepada seorang laki-laki yang berada di sampingnya untukdapat membantunya. Ia belum begitu kenal siapa orang yangdisampingnya itu, namun ia menginginkan orang di sampingnya yangakan membantunya. Maka orang Saudi ini dalam panggilannyamenggunakan bentuk nakirah maqshudah.Contoh: (Wahai lelaki bantulah aku)Munada Dengan Alif LamMemanggil kata yang terdapat “ “:Untuk kata yang terdapat “ ” nya, ada beberapa ketentuan dalampemanggilannya.1. Kata yang dipanggil I‟robnya marfu‟.2. Menambahkan lafazh berikut setelah huruf nida‟:a. Untuk isim mudzakkarb. Untuk isim muannatsContoh: ;;Faidah Munada:
  65. 65. Bahasa Arab Dasar651. Khusus untuk lafazh jalalah Allah , hanya boleh menggunakan hurufnida‟ . Contoh:Biasanya untuk memanggil lafzhul jalalah Allah digunakan (YaAllah)2. Terkadang munada dibuang huruf nida‟nya.Contoh: Asalnya adalahAsalnya adalah3. Jika munada‟ mudhof kepada ya‟ mutakallim maka ya‟ boleh dibuang.Contoh: Asalnya! AsalnyaTawabi Dari Isim Manshub(Tawabi‟ Dari Isim Manshub)Pembahasan tentang tawabi‟ dari isim manshub telah di bahas padapembahasan tawabi dari isim marfu‟.1.Contoh:2.Contoh:3.Contoh:4.
  66. 66. Bahasa Arab Dasar66Contoh:Majruratul Asma Huruf Jer(Keadaan Di Jerkannya Isim-Isim)Kelompok Majruratul Asma:1.2.3.(Majrur Karena Huruf Jer)Yang dimaksud dengan isim majrur karena huruf jer adalah isim yangmempunyai I‟rob majrur apabila didahului oleh salah satu dari huruf jer.Huruf jer ada 17 (tujuh belas), yaitu:Contoh masing-masing penggunaan huruf jer:1. (Dari). Contoh: (Aku keluar dari rumah),(Shadaqah ini dari orang-orang yang berbuatbaik)2. (Ke). Contoh: (Aku akan pergi ke masjid)3. (Dari). Contoh: (Hadits ini diriwayatkandari Aisyah)4. (Di atas). Contoh: (Buku itu berada di atas meja)5. (Di dalam). Contoh: (Kami menuntut ilmu didalam masjid)6. (Betapa banyak / sedikit). Contoh: (Betapabanyak amalan yang kecil menjadi besar nilainya disebabkan oleh niat)7. (Dengan). Contoh: (Aku menulis pelajarandengan pena)
  67. 67. Bahasa Arab Dasar678. (Seperti). Contoh: (Umar seperti singa)9. (Milik). Contoh: (Kitab ini miliknya Muhammad)10. (Sampai). Contoh: (Aku makan ikan sampaikepalanya)11. . Contoh: (Demi Allah aku adalah seorangmuslim)12. . Contoh: (Demi Allah aku adalah seorangmuslim)13. dan 14. dan (Sejak). Contoh: (Akutidak melihatnya semenjak seminggu yang lalu)15, 16, 17. dan (Selain / kecuali). Contoh:(Para mahasiswa telah pulang kecuali Muhammad)Faidah Isim Majrur Dengan Huruf Jer1. Huruf dapat masuk ke isim atau fi‟il.Jika masuk ke isim maka berfungsi sebagai huruf jer.Jika masuk ke fi‟il maka berfungsi sebagai huruf penashob.Contoh: (Bersungguh-sungguhlah sampaiengkau mencapai apa yang engkau harapkan)2. Huruf Qasam (sumpah) ada tiga yaitu Semuanya diartikan“Demi”. Contoh: – –Secara penggunaan bahasa, “ta” hanya boleh digunakan untuk lafzhuljalalah Allah, adapun “bi” dan “wa” boleh untuk selain lafzhul jalalahAllah. Adapun secara syar‟i, maka sumpah tidak boleh ditujukan kecualikepada Allah ta‟ala.Contoh: = Boleh secara bahasa (akan tetapiberdasarkan syar‟i tidak boleh)= Tidak boleh secara bahasa (dan jugaberdasarkan syar‟i)Majrur Dengan Idhafah(Majrur Karena Idhafah)Idhafah adalah bentuk penyandaran suatu isim dengan isim yang lain.Contoh: (Bukunya Muhammad), (Cincin emas)
  68. 68. Bahasa Arab Dasar681. Isim yang pertama yaitu dan dikenal dengan istilah mudhaf.2. Isim yang kedua yaitu dan dikenal dengan istilah mudhafilaihi.Mengingat susunan idhafah adalah terdiri dari mudhaf dan mudhaf ilaihi,terkadang istilah idhafah dikenal dengan istilah mudhaf – mudhaf ilaihi.I‟rab mudhaf adalah mengikuti kedudukannya di dalam kalimat adapuni‟rab mudhaf ilaihi adalah selalu majrur.Contoh: (Bukunya Muhammad bermanfaat)(Aku meminjam bukunya Muhammad)(Catatan ini terdapat di bukunyaMuhammad)Macam-Macam Mudhaf Ilaihi(Macam-Macam Mudhof Ilaihi)1. Mu‟rob. Mudhof ilaihi yang berbentuk isim mu‟rab harus selalu majrur.Contoh: ; ; ;2. Mabni. Mudhof ilaihi yang berbentuk isim mabni tidak mengalamiperubahan harokat akhir (sesuai bentuk aslinya).Contoh: (Kitabmu – laki-laki); (Kitabmu – wanita)Syarat-Syarat Idhofah(Syarat-Syarat Idhofah)Syarat-syarat idhofah ada 3:1. Mudhof tidak boleh ditanwin. Contoh:= mudhof; = mudhof ilaihi.Susunan idhofahnya adalah: (Tas Muhammad).= mudhof; = mudhof ilaihi.
  69. 69. Bahasa Arab Dasar69Susunan idhofahnya adalah: (Handphone Muhammad).2. Membuang nun mutsanna atau jama‟ pada mudhof. Contoh:= mudhof; = mudhof ilaihi.Susunan idhofahnya adalah: (Kitab Muhammad).= mudhof; = mudhof ilaihi.Susunan idhofahnya adalah: (Para pengajar ma‟had).3. Membuang alif lam dari mudhof. Contoh:= mudhof; = mudhof ilaihi.Susunan idhofahnya adalah: (Rasulullah).= mudhof; = mudhof ilahi.Susunan idhofahnya adalah: (Pintu Masjid)Faidah Idhofah1. Secara umum, kandungan makna idhofah mempunyai tiga arti:a. Bermakna (dari). Contoh: (Cincin besi), maknanyaadalah:(Cincin dari besi).b. Bermakna (milik). Contoh: (Rumah Ali), maknanyaadalah:(Rumah milik Ali).c. Bermakna (di dalam). Contoh: (Azab Kubur), maknanyaadalah: (Azab di dalam kubur)2. Apabila mudhof berupa isim yang berakhiran dengan alif, dan mudhofilaihi berupa ya‟ mutakallim, maka ya‟ ditulis dengan harakat fathah.Contoh: (Kedua tanganku).Asalnya adalah sebagai mudhof, nun-nya dibuang sehinggabentuknya menjadi . Mengingat berakhiran alif, maka ketikadiidhofahkan kepada ya‟ mutakallim menjadi .Contoh lain: (Petunjukku). Asalnya adalah dan ya‟mutakallim ( )(Selainku). Asalnya adalah dan ya‟ mutakallim( )
  70. 70. Bahasa Arab Dasar703. Apabila mudhof berupa isim yang berakhiran dengan ya‟ dan mudhofilaihi berupa ya‟ mutakallim, maka ya‟ ditulis dengan fathah yangditasdid.Contoh:(Para pengajarku). Asalnya adalah dan ya‟ mutakallim( )(Pengacaraku). Asalnya adalah dan ya‟mutakallim ( )(Muftiku). Asalnya adalah dan ya‟ mutakallim ( )Tawabi Lil MajrurTawabi Pada Isim Majrur1. . Contoh: (Kisah ini disebutkan didalam hadits yang shohih)2. . Contoh: (Aku menulis dengan menggunakanbuku tulis dan pena)3. . Contoh: (Buku ini betul-betul milikMuhammad)4. . Contoh: (Aku berpapasan dengan UstadzMuhammad)Penutup:Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda,“Barangsiapa yang dikehendaki baik oleh Allah Ta‟ala maka dia akandipahamkan dalam urusan agamanya.”Maka Bahasa Arab merupakan kunci dalam memahami agama Islam, danmerupakan salah satu tanda baiknya seseorang.Kami mengharap kepada ikhwah sekalian agar mencari referensi-referensilain untuk menambah perbendaharaan ilmu Bahasa Arab, bahkan kalaumemungkinkan mencari seorang guru yang membimbing langsung dalampembelajaran bahasa arab ini lebih lanjut.Kami memohon ampun kepada Allah Ta‟ala atas kesalahan-kesalahan yangtelah kami lakukan dan kami memohon kepada Allah barakah atas ilmuyang telah kita pelajari.

×