Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Goris mustaqim

531 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Goris mustaqim

  1. 1. Goris Mustaqim: Saya Tak Pernah Melamar Pekerjaan Goris Mustaqim (29) adalah seorang enterpreneur muda yang juga dikenalsebagai social enterpreneur. Pria asli Garut kelahiran 14 Maret ini mendirikan AsgarMuda pada 2007, yang bertujuan mendorong para pemuda setempat untuk terlibat dalambidang organisasi, pengembangan komunitas, dan potensi daerah.Bukan Keturunan Pengusaha Lelaki kelahiran 1983 ini memang unik. Ia tak memiliki latar belakangkewirausahaan—kuliahnya di Fakultas Teknik Sipil ITB, sedangkan ayahnya pensiunanPNS. Bagi Goris, semua orang bisa jadi pengusaha. Modalnya cuma menciptakanpeluang, passion. Selebihnya, praktik dan skill. Seingat Goris, tak ada satu wejangan pun dari orangtuanya terkait dunia usahaapalagi membangun karakter tahan banting wirausaha. “Terus terang, aktivitas saya initidak didukung orangtua. Maksudnya, dibiarkan saja. Mungkin mereka juga enggak tahuapa yang saya lakukan,” kata bungsu dari lima bersaudara ini sambil tersenyum. Orangtuanya baru ngeh setelah Goris menerima banyak pengakuan danpenghargaan. “Orangtua menanamkan kepada saya pemahaman agama dan nilai
  2. 2. kebaikan. Selebihnya, lingkungan yang membentuk saya berkarakter entrepreneur,”papar Goris yang percaya semua pencapaiannya tak lepas dari doa orangtua. Ia bersentuhan dengan dunia wirausaha karena keprihatinan dan minimnyainformasi tentang wirausaha di negara ini. Sementara, ia punya mimpi besar, melahirkangenerasi entrepreneur. Kalau ditanya kenapa tergerak memotivasi pemuda jadi entrepreneur?Jawabannya singkat, “Panggilan aja.” Siapa sangka, mimpinya itu nyambung dengan pemikiran negara maju. Hal itubaru ia ketahui setelah mengunjungi Cina dan AS. “Ada kesamaan di dua negara itu.Mereka sadar bangsa yang besar berawal dari bangsa yang mampu membangungenerasinya berjiwaentrepreneur,” katanya mantap. Kurikulum pendidikan AS, misalnya, membuat konsep pembangunan karakterpemberani. Di negeri Paman Sam itu tercatat 12% penduduknya pernah membukaperusahaan. Jadi, soal pengusaha muda mengalami bangkrut sudah biasa. Itulah yang membuat pemuda AS berbeda. Mereka memiliki jiwa pemberani daninovatif. Bandingkan dengan Indonesia, pertumbuhan wirausaha hanya 2% per tahun.“Kita masih jauh tertinggal,” kata Goris. Maka, sudah saatnya pemerintah memberi ruang untuk kurikulum kewirausahaandan pembangunan karakter. Caranya, bangun karakter siswa berani berisiko, buka aksesterhadap modal, inkubator pendukung di tiap kampus, dan perbanyak mentor. Sehingga,para pemuda bisa memutuskan, mewujudkan dan mengambil pilihan menjadi pengusaha. “Dengan wirausaha kita bisa menciptakan peluang, lapangan kerja, daya saing.Perkembangan ekonomi negara dan potensi daerah pun terangkat,” katanya serayaberbagi tips agar calon wirausaha aktif beroganisasi, belajar mengasah kemampuanmenganalisis, menjaga kepercayaan, olahraga, dan cari mentor.Bikin Pekerja Kantoran Kalah Pamor Mimpinya terwujud saat ia menjabat sekretaris jenderal Keluarga Mahasiswa ITB.Bersama teman-teman, ia membuat program Innovative Entrepreneurship Challenge(IEC) se-Jawa dan Bali. Kegiatannya lomba, training, workshop, studi kasus, danmendatangkan investor sampai alumnus ITB yang sukses menjadi pengusaha. Aktivitas IEC makin berkembang, menggandeng banyak institusi bahkan lintasnegara. Belakangan, aksi IEC dilirik media televisi yang berminat membuatprogram reality show tentang entrepreneur muda. Semangat Goris menumbuhkan jiwa wirausaha tak terbendung. Selepas kuliah, iarajin roadshow ke kampus se-tanah air dan merilis buku Pemuda Membangun Bangsadari Desa, berisi pengalaman laskar muda berwirausaha sosial.
  3. 3. Gerakannya berhasil. Generasi muda aktif dan berani menjadi pengusaha makinbanyak. Sekarang, wirausaha menjadi pilihan bergengsi ketimbang pekerja kantoran.“Kerja di perusahaan sudah biasa. Saat ini, kita jadi tampak luar biasa kalau sudahberhasil membuka usaha,” ungkap Goris. Belakangan yang “teracuni” bukan cuma peserta IEC, melainkan dirinya sendiri.“Saya tertarik jadi entrepreneur. Ini seperti passion, panggilan jiwa dan bikin enjoy. Sayatertantang ingin mandiri,” kata juara pertama Mojang Jajaka Bandung 2003 itu. Manusia hidup untuk membuat legacy, menjadi prinsipnya. Ia tak rela hidupnyahanya mengalir mengikuti arus dan menolak terjebak mainstream cari kerja setelah luluskuliah. “Kita harus berbuat sesuatu, tidak sekadar ikut-ikutan. Kita harus berbuat lebihbaik, bermanfaat dan tentu saja berpahala,” katanya. Maka, pada 2007, Goris mendirikan PT Resultan Nusantara yang bergerak dibidang teknologi informasi, khususnya Radio Frequency Identification (smart card).Kegunaannya beragam, untuk absensi, akses kontrol, mobile application, kini iamengembangkan aplikasi perubahan iklim pada telepon seluler. Sama seperti pebisnis lain, Goris pun pernah jatuh bangun. Saat mengawali usaha,ia pernah “kecolongan” uang hingga Rp150 juta—jumlah yang menurutnya masihtergolong kecil dalam dunia usaha. Namun itu tak membuat Goris trauma. Sebab, baginya tiap kendala adalahpengalaman berharga. Maka, belajarlah dari pengalaman lalu cepat bangkit. “Sayapercaya selalu ada celah untuk menemukan solusi. Kalau bisnis untung terus, mah,bukan usaha namanya,” celoteh Goris dengan logat Sunda yang kental. Antara Bandung, Jakarta dan Garut Bangun bangsa dari desa, begitu pendapat Goris. Selepas kuliah, ia pun mengabdidi tanah kelahirannya, Garut. Bersama rekan sekampung halaman, ia membentukYayasan Asgar Muda, pada 2007. Tujuannya, membentuk pemuda Garut berkarakter,pelopor perubahan dan pembangunan. Yayasan nonprofit ini juga bertekadmengembalikan kejayaan Garut yang kaya akar wangi, melalui teknik penyulinganmodern. Demi mewujudkan itu, ia rela bolak-balik Bandung-Jakarta-Garut. “Kami beri motivasi, arahan dan peluang bagi pemuda. Kelak mereka menjadipribadi bermanfaat, berkarier, dan berkarya untuk daerahnya,” harap Goris. Faktanya, orang terbaik di daerah memilih berkarir di luar kampung halaman.Alhasil, pembangunan negara tak merata. Padahal, masa depan bangsa berawal darikeberhasilan pembangunan di tiap daerahnya.
  4. 4. Seperti Garut, kaya sumber daya alam. Ironisnya, Indeks Pembangunan Manusia(IPM) Garut menduduki posisi keempat terendah se-Jawa Barat pada 2005-2006.“Prestasi Garut masih underexpected—di bawah potensi yang sebenarnya,” aku Goris. Ia sadar Asgar Muda hanya satu dari sekian upaya membangun Garut. Tapi iapercaya aktivitas ini mampu memberi multiplier effect, tak mustahil mewarnai kebijakanpemerintah. Go International Ia pun dikenal sebagai sosok anak muda yang giat menularkan semangatkewirausahaan kepada generasi muda. Jiwa entrepreneur yang tinggi dan komitmennyapada pengembangan daerah mengantarnya ke Amerika Serikat untuk bertemu PresidenBarack Obama. Goris terbang ke negeri Paman Sam bersama pengusaha top Indonesia untukmenghadiri acara Presidential Summit Entrepreneurship 2010. “Ada 10 orang (yang diundang-red). Ada Pak Ciputra, Putra Sampoerna danSandiaga Uno,”tuturnya. Ia merupakan peserta termuda tidak hanya dari Indonesia,tetapi dari seluruh undangan yang datang dari berbagai negara.“Saya bergaul dengan siapa saja. Saya bergaul dengan tukang gorengan, satpam,menteri, dirut BUMN. Bergaul dengan siapa saja. Jadi punya jaringan atau networkingyang bagus,”katanya memberi tips kesuksesannya. Kesuksesannya tidak diraihnya secara instan. Hambatan modal yang kerapmenjadi dinding orang untuk berusaha diruntuhkannya dengan ide kreatif dan relasi yangluas. “Yang penting punya ide kreatif. Itu yang kita jual. Lalu saya tawarkan ke orang-orang yang saya kenal sampai ada yang tertarik lalu menjadi investor,” ujarnya. Ya, Goris sedang meniti mimpinya, seperti yang ia tulis dalam jejaring sosialnya,“I try to lead a life of example, so that one day people will talk about me and say, That isGoris, he was truly something!”.
  5. 5. Sumber: 1. http://indonesiaproud.wordpress.com 2. http://www.ummi-online.com 3. http://www.ciputraentrepreneurship.com

×