Ppt jalan du2

2,109 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,109
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
107
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ppt jalan du2

  1. 1. Identifikasi JalanDipatiukurOleh : Goldie Melinda .W. & Riyan Hidayatullah
  2. 2. PENDAHULUAN
  3. 3. PENDAHULUAN LATAR BELAKANG • Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, diperlukan kebijakan pembangunan nasional yang tepat; • Ketepatan ini diukur dari pengembangan terhadap kompatibilitas dan optimalisasi potensi sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya fisik (buatan); • Pertumbuhan jumlah kendaraan di kota Bandung seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk; • Infrastruktur fisik, terutama jaringan transportasi, memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya suatu wilayah. • Penting bagi tercapainya pembangunan berkelanjutan bahwa pembangunan infrastruktur memiliki kompatibilitas dengan kondisi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia di wilayah pengembangan • Terjadi pertumbuhan pergerakan akibat aktifitas ekonomi di beberapa tempat tidak merata. TUJUAN Tujuan dari penulisan studi ini adalah untuk 1. Diketahuinya kondisi fisik jalan Dipatiukur; 2. Diketahuinya karakteristik umum lalu lintas di jalan Dipatiukur; 3. Diketahuinya sistem jaringan jalan Dipatiukur; 4. Diketahuinya karakteristik guna lahan di jalan Dipatiukur; 5. Dikatehuinya fungsi jalan Dipatiukur pada RTRWN Kota Bandung; 6. Diketahuinya permasalahan yang terdapat di jalan Dipatiukur.
  4. 4. PETA JALAN DIPATIUKUR
  5. 5. DEFINISI-DEFINISI &TINJAUAN KEBIJAKAN
  6. 6. Definisi & Kebijakan (1) Kebijakan-Kebijakan Yang Terkait Dengan Jalan RTRW Kota Bandung • Kebijakan membangun sarana dan prasarana transportasi berbasis transportasi publik yang terpadu dan terkendali dilakukan melalui strategi membuka peluang investasi dan kemitraan bagi sektor privat dan masyarakat dalam menyediakan prasarana dan sarana transportasi. • Kebijakan meningkatkan kualitas pelayanan sarana dan prasarana transportasi berbasis transportasi publik yang terpadu dan terkendali dilakukan melalui strategi: – menjaga fungsi dan hirarki jalan; – meningkatkan kapasitas jaringan jalan melalui pembangunan dan pelebaran jalan, pengelolaan lalu lintas serta menghilangkan gangguan sisi jalan; – memprioritaskan pengembangkan sistem angkutan umum massal yang terpadu; – menyediakan fasilitas parkir yang memadai dan terpadu dengan pusat-pusat kegiatan; – mengembangkan sistem terminal dalam kota serta membangun terminal di batas kota dengan menetapkan lokasi yang dikoordinasikan dengan Pemerintah Daerah yang berbatasan; – mengoptimalkan pengendalian dan penyelenggaraan sistem transportasi kota. Rencana pengembangan fasilitas pejalan kaki • Peningkatan kualitas di ruas-ruas jalan yang sudah terdapat fasilitas pejalan kaki, terutama di jalan-jalan di sekitar pusat kegiatan, salah satunya di kawasan pusat kota. Peningkatan kualitas ini meliputi perbaikan kondisi trotoar dan pemeliharaan kelengkapan fasilitas pejalan (lampu jalan, bangku, kotak sampah, dll). • Pengembangan kelengkapan fasilitas pejalan kaki di ruas-ruas yang memiliki trotoar namun belum dilengkapi dengan kelengkapan fasilitas pejalan seperti lampu jalan, bangku, kotak sampah, zebra cross, jembatan penyeberangan, dan lain-lain. • Pengembangan fasilitas pejalan kaki di ruas-ruas jalan yang hanya memiliki trotoar pada satu sisi jalan saja. Pengembangan fasilitas trotoar di kedua sisi jalan juga dilanjutkan dengan penambahan kelengkapan fasilitas pejalan seperti lampu jalan, bangku, kotak sampah, dan lain-lain.
  7. 7. Definisi & Kebijakan (2) Adapun defini-definisi yang terkait dengan jalan menurut beberapa pendapat para ahli :  Jalan adalah. prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan,termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalulintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel (Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006);  Menurut Setijowarno dan Frazila (2001) transportasi berarti suatu kegiatan untuk memindahkan sesuatu (orang dan atau barang) dari satu tempat ke tempat yang lain, baik dengan atau tanpa sarana (kendaraan, pipa, dan lain-lain);  Jalan raya adalah jalur - jalur tanah di atas permukaan bumi yang dibuat oleh manusia dengan bentuk, ukuran - ukuran dan jenis konstruksinya sehingga dapat digunakan untuk menyalurkan lalu lintas orang, hewan dan kendaraan yang mengangkut barang dari suatu tempat ke tempat lainnya dengan mudah dan cepat (Clarkson H.Oglesby,1999).
  8. 8. PEMBAHASAN
  9. 9. EKSISTING (1) Kondisi Fisik • Kondisi Fisik Jalan Dipatiukur Panjang Keseluruhan : 2 Km 1. Lebar ( di depan CK simpang Dago arah Dipatiukur ) - Simpang Dago arah Dipatiukur : 5,06 meter - Simpang Dago (di bawah lampu merah dipatiukur) : 6,50 meter - Bahu jalan Dipatiukur Simpang Dago : 5,05 meter 2. Lebar ( di depan UNIKOM arah Dipatiukur ) - Jalan Dipatiukur (depan UNIKOM) : 10,7 meter - Bahu jalan Dipatiukur (di depan Unikom) : 4,8 meter 3. Lebar (di depan Unpad) - Jalan Dipatiukur (di depan Unpad arah BCA) : 1,05 meter - Jalan Dipatiukur ( di depan UNPAD) : 10,1 meter - Bahu jalan Dipatiukur (depan MONUMEN) : 2,96 meter - Separator Taman 4,52 meter
  10. 10. EKSISTING (1) Kelengkapan Fasilitas Umum 1. Simpang Dago – Unikom Gambar 3.2 Kondisi kelengkapan fasilitas di Jl. Dipatiukur Gambar 3.1Kondisi kelengkapan fasilitas di Jl. Dipatiukur Gambar 3.3 Kondisi kelengkapan fasilitas di Jl. Dipatiukur
  11. 11. EKSISTING (2) Kelengkapan Fasilitas Umum 2. Unikom – Unpad Gambar 3.4Kondisi kelengkapan fasilitas di Jl. Dipatiukur Gambar 3.6 Kondisi kelengkapan fasilitas di Jl. Dipatiukur Gambar 3.5Kondisi kelengkapan fasilitas di Jl. Dipatiukur
  12. 12. Kelengkapan Fasilitas Umum3. Unpad - Rabbani Gambar 3.7 Kondisi kelengkapan fasilitas di Jl. Dipatiukur Gambar 3.8 Kondisi kelengkapan fasilitas di Jl. Dipatiukur
  13. 13. Kelengkapan Fasilitas Umum :Rabbani - BCA Gambar 3.9 Gambar 3.11 Kondisi kelengkapan fasilitas di Jl. Kondisi kelengkapan fasilitas di Jl. Dipatiukur Dipatiukur Gambar 3.10 Kondisi kelengkapan fasilitas di Jl. Dipatiukur
  14. 14. Kelengkapan Fasilitas Umum :Terdapat berbagai macam karakteristik umum lalu lintas yang melewati jalan Dipatiukur, berikut adalahangkutan umum yang melewati jalan Dipatiukur :- Angkutan umum jurusan Riung – Dago;- Angkutan umum jurusan Caheum – Ciroyom;- Angkutan umum jurusan Kalapa – Dago;- Angkuan umum jurusan Ciburial – Ciroyom;Dan juga mobil pribadi serta DAMRI.Fungsi jalan Dipatiukur :Dipatiukur dalam klasifikasi jalan berdasarkan fungsi masuk kedalam kategori jalan Kolektor SekunderFungsi jalan Dipatiukur dalam RTRW Kota Bandung adalah sebagai PKL (Pusat Kegiatan Lokal)PKL yaitu Pusat Kegiatan Lokal adalah kawasan perkotaan yang berfungsi untuk melayani kegiatan skalauntuk melayani kegiatan skala internasional, nasional/beerapa provinsiKriteria:a. kawasan perkotaan yang berfungsi atau berpotensi sebagai pusat kegiatan industri dan jasa yang melayani skala kabupaten atau beberapa kecamatan; dan/atau;b. kawasan perkotaan yang berfungsi atau berpotensi sebagai simpul transportasi yang melayani skala kabupaten atau beberapa kecamatan.
  15. 15. Identifikasi Permasalahan Kondisi Jalan secara umum di Dipatiukur dilihat dari perkerasan jalan 80% menggunakan semen dan 20% menggunakan aspal. Kondisi ketebalan jalan di Bandung rata-rata sudah mencapai 30 cm. (Sony Sulaksono Wibowo, Ph.D,) Tebal lapisan jalan itu tergantung rencana volume kendaraan yang akan melewati jalan; Semakin banyak kendaraan, semakin tebal jalannya.; Angka idealnya tidak ada. Bisa 20cm, 30cm, berbeda-beda.; Tidak ada batasan.. • Identifikasi Permasalahan :  Kondisi jalan  Titik rawan kecelakaan/Black Spot  Kelengkapan Fasilitas  Area Parkir • Titik rawan kecelakaan/Black Spot di jalan Dipatiukur adalah di daerah tikungan Rabbani, karena jalur yang efektifnya di gunakan satu arah namun digunakan dua arah
  16. 16. Contoh permasalahan yang terdapat di jalan Dipatiukur (1) Gambar 3.12Kondisi drainase di Jl. Dipatiukur Gambar 3.14 Gambar 3.13 Kondisi tatanan jaringan kelistrikan di Jl. Kondisi pinggir jalan di Jl. Dipatiukur Dipatiukur Gambar 3.15 Gambar 3.16 Kondisi tatanan jaringan kelistrikan (2) Kondisi traffic light di Jl. Dipatiukur di Jl. Dipatiukur
  17. 17. Contoh permasalahan yang terdapat di jalan Dipatiukur (2) Gambar 3.17Kondisi pinggir jalan (lokasi depan ITHB) di Jl. Dipatiukur Gambar 3.19 Kondisi pinggir jalan (lokasi depan UNIKOM) Jl. Dipatiukur Gambar 3.18 Kondisi bahu jalan (lokasi depan ITHB) di Jl. Dipatiukur
  18. 18. Contoh permasalahan yang terdapat di jalan Dipatiukur (3) Gambar 3.21 Kondisi pinggir jalan (lokasi diseberang jalan Sekeloa) di Jl. Dipatiukur Gambar 3.20Kondisi pinggir jalan di Jl. Dipatiukur
  19. 19. Contoh permasalahan yang terdapat di jalan Dipatiukur (4) Gambar 3.22 Gambar 3.23Kondisi banjir Jl. Dipatiukur saat terjadi hujan Kondisi Jl. Dipatiukur (lokasi di dekat terminal lebat bayangan DAMRI) Gambar 3.25 Kondisi pinggir jalan (lokasi di depan BCA) Jl. Dipatiukur Gambar 3.24Kondisi pinggir jalan (lokasi di depan UNPAD) Jl. Dipatiukur
  20. 20. TERIMAKASIH

×