Menyaksikan Mukjizat Tuhan                          Panduan PertemuanApa yang penting ? Pertemuan umat di lingkungan adala...
Menyaksikan Mukjizat Tuhan                                  Panduan Pertemuan                      PERTEMUAN I           Y...
Menyaksikan Mukjizat Tuhan                           Panduan Pertemuansampai kepada Yesus dengan sendirinya. Hal ini menun...
Menyaksikan Mukjizat Tuhan                                    Panduan Pertemuan    seterusnya …. Sampai si lumpuh menjadi ...
Menyaksikan Mukjizat Tuhan                                 Panduan Pertemuan    Keenam pesan di atas hanya contoh. Pilih s...
Menyaksikan Mukjizat Tuhan                                  Panduan Pertemuan                      PERTEMUAN II           ...
Menyaksikan Mukjizat Tuhan                           Panduan Pertemuandengan aku, hai Yesus, Anak Allah yang Mahatinggi?” ...
Menyaksikan Mukjizat Tuhan                          Panduan Pertemuan   Pemandu atau petugas dapat membantu dengan membaca...
Menyaksikan Mukjizat Tuhan                                 Panduan Pertemuan        menyadari bahwa Tuhan mengasihiku dan ...
Menyaksikan Mukjizat Tuhan                                  Panduan Pertemuan                    PERTEMUAN III        YESU...
Menyaksikan Mukjizat Tuhan                           Panduan PertemuanBanyak orang menyertai janda itu (ay. 12). Janda itu...
Menyaksikan Mukjizat Tuhan                           Panduan Pertemuanmelihatnya bersama-sama” (Yes. 40:5), yang dikutip o...
Menyaksikan Mukjizat Tuhan                               Panduan Pertemuan        untuk berbelas kasih terhadap sesama: me...
Menyaksikan Mukjizat Tuhan                                  Panduan Pertemuan                     PERTEMUAN IV           Y...
Menyaksikan Mukjizat Tuhan                          Panduan PertemuanTengah yang menjadi gelar penghormatan untuk memuji s...
Menyaksikan Mukjizat Tuhan                           Panduan Pertemuanmemanggil mempe1ai laki-laki lalu berkata kepadanya,...
Menyaksikan Mukjizat Tuhan                               Panduan Pertemuan    1) Saya terkesan dengan keluarga yang punya ...
Menyaksikan Mukjizat Tuhan                          Panduan PertemuanKesimpulan & Catatan : Sebaiknya setiap kali pertemua...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Panduan Pertemuan BKSN 2012

1,907 views

Published on

Published in: Spiritual
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Panduan Pertemuan BKSN 2012

  1. 1. Menyaksikan Mukjizat Tuhan Panduan PertemuanApa yang penting ? Pertemuan umat di lingkungan adalah sebuah usahamencari pesan yang terkandung di setiap sub tema Bulan Kitab SuciNasional 2012 dengan tema besar “Menyaksikan Mukjizat Tuhan.” Makayang penting adalah bersama-sama membaca dan merenungkan teks-teksKitab Suci, menemukan pesan Mukjizat Tuhan untuk dilaksanakan dalamhidup praktis sehari-sehari sebagai ungakapan iman.Jumlah peserta yang ideal adalah yang memungkinkan semua peserta ikutterlibat (membaca, merenung, bertanya, atau berpendapat), yakni antara5-10 orang. Maka, lingkungan yang “gemuk” sebaiknya dibagi dalambeberapa kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 5-10 orang.Pelaksanaannya pertemuan bisa pada hari yang sama dan dalam saturumah yang sama tetapi tetap per kelompok. Bisa juga masing-masingkelompok menentukan sendiri waktu dan tempat pelaksanaannya.Langkah-langkah pertemuan : 1. Usahakan agar peserta duduk melingkar. 2. Masing-masing peserta mengambil sikap doa yang nyaman. 3. Doa Pembuka untuk memohon rahmat Tuhan dan karunia Roh Kudus agar kita dapat membaca dan memahami Sabda Tuhan dengan pengertian yang benar. 4. Bacalah perikop Kitab Suci secara perlahan dan dengan seksama, sebaiknya diulangi sampai beberapa kali (minimal 3x). Cara membacanya bisa: oleh pemandu atau petugas yang ditunjuk atau bersama-sama atau bergantian ayat per ayat. 5. Penjelasan singkat mengenai teks yang baru saja dibaca untuk membantu pemahaman dan pengertian. 6. Renungkan Sabda Tuhan. Ingatlah dan bayangkan peristiwa yang dikisahkan dalam teks. Teks dibacakan kembali oleh pemandu atau petugas secara pelan-pelan; tiap ayat atau kalimat berhenti sejenak. Temukan peristiwa, kata atau kalimat yang mengesan. Mengapa mengesan? Apa pesannya untuk saya: mengingatkan, menegur, menguatkan, menghibur? 7. Sharing: tulislah hasil renungan itu, kemudian bagikan/ ceritakan kepada peserta yang lain. 8. Buatlah doa berdasarkan inspirasi/pesan dari Sabda Tuhan. 9. Ungkapkan doa yang sudah dibuat secara bergantian.10. Tutuplah pertemuan dengan doa “Bapa Kami”. Boleh ditambah doa malam dan lagu penutup. ~1~
  2. 2. Menyaksikan Mukjizat Tuhan Panduan Pertemuan PERTEMUAN I YESUS MENYEMBUHKAN ORANG LUMPUH (Matius 9:1-8)Nyanyian Pembuka (fakultatif)PembukaP : Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh KudusU : AminP : Semoga rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus, beserta kita.U : Sekarang dan selama-lamanya.Pengantar Singkat | Pemandu menyampaikan pengantar singkat mengenai Teksyang akan dibaca dan direnungkan. Bisa juga ditambahkan Pernyataan Tobat, tetapitidak harus.Doa PembukaP : Marilah kita berdoa bersama-samaU : Allah, Bapa kami, sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan kehidupan kami. Saat ini kami akan membaca dan merenungkan sabda-Mu. Bersabdalah, ya Tuhan, kami mendengarkan. Bukalah telinga kami supaya dapat mendengarkan sabda-Mu, penuhilah hati kami dengan firman-Mu. Bersihkanlah budi kami dari pikiran- pikiran yang mengacaukan dan sucikanlah hati kami dari keinginan yang menyesatkan. Semoga, kami dapat mendengarkan, mengerti, meresapkan, dan melaksanakan sabda-Mu sehingga hidup kami Kau perbarui. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.Lectio (Membaca) - Matius 9:1-8 | Teks Kitab Suci dibaca : bisa oleh pemanduatau petugas yang dituntuk, bisa bersama-sama, bisa bergantian ayat per ayat. Sangatdiharapkan agar teks dibaca berulang-ulang, minimal 3x supaya umat dapatmeresapkan dan memahami sabda Tuhan.Pemandu dapat menyampaikan penjelasan singkat:Peristiwa ini terjadi di kota tempat tinggal Yesus, yakni Kapernaum,bukan Nazareth (ay. 1). Sebab, setelah berkarya, “Ia meninggalkanNazaret dan menetap di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon danNaftali” (Mat 4:13). Waktu itu, Dia baru saja tiba dari Gadara (Mat 8:28).Beberapa orang datang membawa seorang lumpuh di atas tempat tidurnyake hadapan Yesus (ay. 2). Mereka adalah orang-orang yang dengan tulusmau membantunya. Baik orang lumpuh itu maupun yang mengusungnyayakin bahwa Yesus bisa menyembuhkan dia. Meski, mereka tidak memintasecara ekspilit agar Yesus menyembuh-kan, namun kedatangan mereka kehadapan-Nya dengan menggotong seorang lumpuh di atas tempat tidurmerupakan permohonan tak terucap agar Yesus menyembuhkannya. Tanpabantuan orang-orang yang menggotongnya, si lumpuh tidak akan bisa ~2~
  3. 3. Menyaksikan Mukjizat Tuhan Panduan Pertemuansampai kepada Yesus dengan sendirinya. Hal ini menunjukkan bahwa imanseseorang ternyata bisa membantu menyelamatkan orang lain.Yesus melihat mereka dan tahu keinginan serta iman mereka, baik iman silumpuh maupun yang menggotongnya (ay. 2). Yesus tahu apa yang merekainginkan, yakni kesembuhan. Namun, Yesus justru mengatakan sabdapengampunan, “Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni” (ay.2). Sabda pengampunan Yesus ini harus dimengerti berdasarkan pola pikirdan keyakinan masa itu yakni bahwa penderitaan, termasuk penyakit dankelumpuhan, adalah akibat dosa. Maka, kalau Yesus mengampuni dosa silumpuh, itu berarti Yesus langsung menyembuhkan pada akar persoalanyang menyebabkan penderitaan, yaitu dosa itu sendiri.Di situ ada beberapa ahli Taurat yang menyaksikan peristiwa itu. Bagimereka, tindakan pengampunan yang dilakukan Yesus merupakanpenghujatan terhadap Allah karena menurut mereka hanya Allah yang bisadan berhak mengampuni dosa (ay. 3). Namun, mereka tidak beranimengutarakannya. Mereka hanya mbatin.Yesus tahu pikiran mereka dan langsung menegur para Ahli Taurat,“Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?” (ay. 4).Yesus juga menantang mereka: “Mana yang lebih mudah, mengatakan„Dosa-dosamu sudah diampuni‟ atau mengatakan „Bangunlah danberjalanlah‟” (ay. 5). Di satu sisi mengucapkan pengampunan itu tidakmudah karena hanya Allah yang bisa dan boleh; namun juga sangat mudahkarena hasilnya tidak harus kelihatan. Di sisi lain, mengucapkan kata-katapenyembuhan jauh lebih sulit, karena buktinya harus segera kelihatan.Yesus memilih untuk mengatakan yang pertama, “Dosa-dosamu sudahdiampuni.” Ia berkata demikian untuk menunjukkan bahwa Diamempunyai kuasa dari Allah untuk mengampuni dosa manusia (ay. 6).Kalaupun harus mengatakan hal yang kedua (Bangunlah dan berjalanlah),itu bukan masalah bagi Yesus. Karena itu, Ia pun kemudian berkatakepada si lumpuh, “Bangunlah, angkat tempat tidurmu dan pulanglah kerumahmu!” (ay. 6). “Orang itu pun bangun lalu pulang” (ay. 7). Hasilnyajelas: mukjizat penyembuhan terjadi. Orang yang tadinya lumpuh dan“terbaring di tempat tidurnya” sekarang “bangun lalu pulang.”Selain para ahli Taurat, di situ ada banyak orang lain pula. Mereka jugamenyaksikan peristiwa itu (ay. 8). Mereka “takut lalu memuliakan Allahyang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia” (ay. 8).Rasa „takut‟ di sini sebaiknya dipahami dalam arti positif, yakni perasaantakut yang juga didasari atau diwarnai rasa kasih terhadap Allah (wediasih). Maka, mereka lalu memuliakan Allah.Meditatio (Merenungkan) | Pemandu mengajak peserta untuk hening denganmata terpejam. Kemudian pemandu meminta peserta untuk mengingat ataumembayangkan peristiwa yang dikisahkan dalam perikop ini. Bisa disampaikantuntunan berikut ini:1. Ingatlah dan bayangkan peristiwa yang terjadi, mulai dari Yesus turun dari perahu, didatangi orang yang menggotong orang lumpuh, dan ~3~
  4. 4. Menyaksikan Mukjizat Tuhan Panduan Pertemuan seterusnya …. Sampai si lumpuh menjadi sembuh dan orang banyak memuliakan Allah.Pemandu atau petugas dapat membantu dengan membacakan kembali teks secarapelan-pelan dan setiap selesai satu ayat atau satu kalimat berhenti sejenak. Bisa jugadiiringi dengan musik instrumen rohani.2. Bagian kisah mana atau kata-kata mana yang mengesan? Misalnya: 1) Orang-orang yang dengan penuh iman datang kepada Yesus sambil menggotong si lumpuh. Mereka percaya penuh bahwa Yesus bisa menyembuhkan. 2) Yesus yang melihat iman mereka dan berkata, “Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.” 3) Yesus yang mengetahui pikiran negatif ahli-ahli Taurat, kemudian menegur dan menantang mereka. 4) Yesus yang bersabda kepada si lumpuh “Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” Dan, seketika itu si lumpuh sembuh: ia bangun lalu pulang. 5) Orang banyak yang memuliakan Allah.3. Selanjutya, bagian kisah atau kata-kata yang mengesan itu diperdalam. Apa pesannya untuk saya? Misalnya: 1) Saya diingatkan bahwa imanlah yang menyelamatkan dan menjadikan segala sesuatu yang baik dapat terjadi. Maka, saya akan semakin beriman dan percaya kepada Tuhan. 2) Saya diingatkan untuk seperti orang-orang yang dengan sukarela menggotong si lumpuh datang kepada Tuhan. Maka, saya akan mengajak saudara-saudariku yang sedang lumpuh imannya untuk datang kepada Tuhan (dalam doa bersama, pendalaman iman, Misa, dll), supaya mereka pun mendapat pengampunan dan kesembuhan rohani. 3) Saya ditegur karena saya seringkali mengalami kelumpuhan iman. Malas datang kepada Tuhan: malas berdoa, malas membaca Kitab Suci, malas kegiatan lingkungan, malas ke Gereja/Misa. Maka, saya akan lebih tekun dan mohon kepada Tuhan supaya saya disembuhkan dari kelumpuhan ini. 4) Saya ditegur karena saya juga sering berpikiran negatif seperti para ahli Taurat. Maka, saya akan lebih berpikiran positif terhadap siapa saja. 5) Saya dikuatkan, diteguhkan dan dihibur karena Tuhan itu Maha Pengampun. Maka, saya akan semakin tekun meneliti batin, menyesali dosa-dosa saya dan mohon pengampunan-Nya. Saya juga akan mengampuni siapa pun yang bersalah kepada saya. 6) Saya diajak untuk selalu takut dan memuliakan Tuhan. Ajrih asih pada Tuhan, memuji dan memuliakan nama-Nya. Maka, saya akan semakin tekun berdoa, tidak hanya untuk memohon tetapi lebih- lebih untuk bersyukur dan memuliakan Tuhan. ~4~
  5. 5. Menyaksikan Mukjizat Tuhan Panduan Pertemuan Keenam pesan di atas hanya contoh. Pilih saja salah satu yang paling mengena atau sangat mungkin peserta menemukan pesan tersendiri untuk dirinya sendiri.4. Tulislah (bagi yang bisa nulis!) bagian kisah atau kata-kata mana yang5. Sharing: bagikan atau ceritakan hasil renungan Anda! (Usahakan agarsemua sharing sehingga saling menguatkan dan meneguhkan)Oratio (Berdoa) | Pemandu mengajak peserta untuk berdoa berdasarkan renunganatas Sabda Tuhan. Kiranya baik, kalau peserta diminta membuat dan menulis doanyaterlebih dahulu kemudian membacakannya. Namun, bisa juga doanya langsung(spontan).Isi doa, misanya : 1) Bersyukur karena diteguhkan; 2) Mohon ampun danbersyukur karena ditegur dan diingatkan; 3) Mohon berkat untuk niat yangakan dilaksanakan. Setelah semua menyampaikan doanya, didoakan “BapaKami” bersama-sama.Contemplatio in Actione | Pesan dan inspirasi yang didapatkan darimerenungkan Sabda Tuhan dingat dan dibawa dalam kehidupan sehari-hari. Maka, peserta diminta untuk merumuskan niat konkret yang akandibuat berdasarkan pesan dan inspirasi dari sabda Tuhan. ( Membangun Niat )Berkat | Supaya kita diberi kekuatan dalam mengingat dan melaksanakanSabda Tuhan, khususnya dalam melaksanakan niat kita, maka kita mohonberkat Tuhan. Boleh juga, sebelumnya didoakan doa penutup atau doamalam, baru kemudian berkat.P : Semoga, kita semua dan niat-niat kita untuk melaksanakan Sabda Tuhan, senantiasa dibimbing, dilindungi dan diberkati oleh Allah yang Mahakuasa, dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.U : AminNyanyian Penutup (fakultatif) ~5~
  6. 6. Menyaksikan Mukjizat Tuhan Panduan Pertemuan PERTEMUAN II YESUS MENGUSIR ROH JAHAT DI GERASA (Markus 5:1-20)Nyanyian Pembuka (fakultatif)PembukaP : Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh KudusU : AminP : Semoga rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus, beserta kita.U : Sekarang dan selama-lamanya.Pengantar Singkat | Pemandu menyampaikan pengantar singkat mengenai Teksyang akan dibaca dan direnungkan. Bisa juga ditambahkan Pernyataan Tobat, tetapitidak harus.Doa PembukaP : Marilah kita berdoa bersama-samaU : Allah, Bapa kami, sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan kehidupan kami. Saat ini kami akan membaca dan merenungkan sabda-Mu. Bersabdalah, ya Tuhan, kami mendengarkan. Bukalah telinga kami supaya dapat mendengarkan sabda-Mu, penuhilah hati kami dengan firman-Mu. Bersihkanlah budi kami dari pikiran- pikiran yang mengacaukan dan sucikanlah hati kami dari keinginan yang menyesatkan. Semoga, kami dapat mendengarkan, mengerti, meresapkan, dan melaksanakan sabda-Mu sehingga hidup kami Kau perbarui. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.Lectio (Membaca) - Markus 5:1-20 | Teks Kitab Suci dibaca: bisa oleh pemanduatau petugas yang dituntuk, bisa bersama-sama, bisa bergantian ayat per ayat. Sangatdiharapkan agar teks dibaca berulang-ulang, minimal 3x supaya umat dapatmeresapkan dan memahami sabda Tuhan.Pemandu dapat menyampaikan penjelasan singkat:Peristiwa ini terjadi di Gerasa (ay. 1), yakni wilayah di luar Israel,daerahnya orang non Yahudi. Sebab, di situ ada orang memelihara babi.Babi adalah binatang yang najis (Bil. 11:7-8; Ul. 14:8) sehingga tidakmungkin berada di wilayah orang Yahudi.Kedatangan Yesus dan para murid-Nya di tempat ini disambut oleh seorangyang kerasukan roh jahat (ay. 2). Roh jahat itu mempunyai kekuatan luarbiasa, sehingga orang itu membahayakan (ay. 3). Banyak orang takutpadanya (ay. 4). Tidak ada yang sanggup mengendali-kannya sehingga iadibiarkan tinggal di pekuburan (ay. 5).Ketika melihat Yesus, roh jahat yang merasuki orang itu membawanya larimendekati Yesus, lalu menyembah-Nya (ay. 6) dan berkata “Apa urusanmu ~6~
  7. 7. Menyaksikan Mukjizat Tuhan Panduan Pertemuandengan aku, hai Yesus, Anak Allah yang Mahatinggi?” (ay. 7). Tetapi, Yesusmenghardiknya, “Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!” (ay. 8).Ternyata roh yang merasuki orang itu banyak sehingga dia menyebutnamanya Legion (ay. 9). Satu legion setara dengan 6.000 serdadu. Rohjahat itu tahu siapa Yesus. Mereka mengakui bahwa Ia mengatasi kekuatanmereka yang luar biasa dan sanggup mengalahkan mereka. Maka, rohjahat itu meminta agar Yesus tidak menyiksa dan tidak mengusirnya daritempat itu (ay. 10).Di dekat tempat itu ada banyak babi sedang mencari makan (ay. 11). Roh-roh itu meminta kepada Yesus agar diperbolehkan pindah dari dalamtubuh orang itu ke dalam kawanan babi yang ada di situ (ay. 12). Yesusmengabulkan permintaan itu, maka mereka merasuki babi-babi itu (ay.13). Akibatnya, kawanan babi yang berjumlah sekitar 2.000 ekor itu terjundari tebing curam ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya (ay. 14).Setelah roh jahat itu pergi dari orang yang dirasukinya, maka orang itumenjadi waras (ay. 15).Para penjaga babi melaporkan peristiwa itu kepada penduduk Gerasa.Kemudian mereka mendesak supaya Yesus meninggalkan tempat itu (ay.17). Mengapa? Sebelumnya, Yesus dituduh mengusir setan dengan kuasaBeelzebul, penghulu setan (Mrk 3:22). Maka, orang Gerasa berpikir bahwaYesus mengusir roh-roh jahat itu dengan kekuatan Beelzebul pula. Merekamenganggap bahwa Yesus memiliki kuasa roh jahat yang lebih kuat danlebih berbahaya daripada legion. Mereka menganggap Yesus itu lebihberbahaya dan menakutkan (ay. 15).Ketika Yesus bersiap-siap untuk pergi meninggalkan tempat itu, orangyang tadinya kerasukan setan meminta agar diperbolehkan menyertai-Nya(ay. 18). Namun, tidak diizinkan. Orang itu justru diutus untukmewartakan pada orang-orang kampungnya “segala sesuatu yang telahdiperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihaniengkau!” (ay. 19). Pewartaannya jelas: bukan setan atau penghulu setanyang telah membebaskannya dari roh jahat melainkan Tuhan. Allah hadirdi tempat itu dan mengalahkan kekuasaan setan. Melalui tugas itu Yesusmengajak dia untuk mengambil bagian dalam tugas-Nya sendiri, yaknimewartakan datangnya Kerajaan Allah. Orang itu pun memberitakansegala yang dilakukan Yesus di daerah Dekapolis dan orang-orang yangmendengarkannya heran akan perkataannya (ay. 20).Meditatio (Merenungkan) | Pemandu mengajak peserta untuk hening denganmata terpejam. Kemudian pemandu meminta peserta untuk mengingat ataumembayangkan peristiwa yang dikisahkan dalam perikop ini. Bisa disampaikantuntunan berikut ini:1. Ingatlah dan bayangkan peristiwa yang terjadi, mulai dari ketika Yesus bersama para murid sampai di seberang danau. Mereka turun dari perahu, kemudian didatangi seorang yang kerasukan roh jahat dari arah pekuburan, dst., ….. sampai ketika Yesus mengutus orang yang tadinya kerasukan untuk merwartakan kasih Tuhan yang dialaminya sehingga ia waras. ~7~
  8. 8. Menyaksikan Mukjizat Tuhan Panduan Pertemuan Pemandu atau petugas dapat membantu dengan membacakan kembali teks secara pelan-pelan dan setiap selesai satu ayat atau satu kalimat berhenti sejenak. Bisa juga diiringi dengan musik instrumen rohani.2. Bagian kisah mana atau kata-kata mana yang mengesan? Misalnya: 1) Betapa dahyatnya kekuatan roh jahat yang merasuki orang tersebut. Roh jahat itu membahayakan dan merusak baik orang yang dirasuki maupun orang-orang lain 2) Roh jahat ternyata mengenal Yesus dan mau datang kepada-Nya, bahkan juga menyembah-Nya. Namun, ia (mereka) tidak percaya, tidak mau mengimani dan mengikuti Yesus. 3) Betapa pun besarnya kekuatan roh jahat, Tuhan lebih kuat dan lebih berkuasa mengatasi segala-galanya. Yesus berkuasa mengusir dan membinasakan roh jahat. Maka, Roh jahat itu takut pada Tuhan Yesus. 4) Yesus tidak membinasakan roh jahat itu tetapi memindahkan mereka pada kawanan babi yang ada di situ sehingga babi-babi itu terjun ke jurang dan mati lemas di dalamnya. Bagi Yesus, keselamatan 1 (satu) orang lebih penting dan lebih berharga daripada 2.000 ekor babi (harga seekor babi ± 3.000.000, maka 2.000 babi berarti Rp. 6.000.000.000,-). 5) Orang yang tadinya kerasukan dan disembuhkan oleh Yesus ingin mengikuti-Nya tetapi diperkenankan oleh Yesus. Yesus memberikan tugas perutusan tersendiri baginya, yakni untuk bersaksi tentang kasih Tuhan yang dialaminya. Orang itu pun melaksanakan tugas perutusan itu dengan baik.3. Selanjutya, bagian kisah atau kata-kata yang mengesan itu diperdalam. Apa pesannya untuk saya? Misalnya: 1) Saya disadarkan akan betapa besarnya kekuatan roh jahat. Sekali saya membiarkan diri dirasukinya, maka roh jahat itu akan terus menguasai saya. Kalau saya sampai kerasukan roh jahat, saya akan membahayakan diri saya sendiri dan orang lain. Maka, saya akan lebih berhati-hati. 2) Saya diteguhkan, meskipun kekuatan roh jahat itu luar biasa serta membahayakan, namun Tuhan lebih berkuasa dan lebih kuat mengatasi segala-galanya. Maka, saya akan selalu bersama Tuhan, supaya senantiasa diberi kemenangan dalam melawan roh jahat, supaya dapat mengusir roh jahat yang menggoda saya. 3) Saya sungguh diteguhkan karena sangat berharga di mata Tuhan lebih dari segala sesuatu. Bahkan, demi keselamatanku, Tuhan tidak hanya merelakan 2.000 babi (Rp. 6.000.000.000), tetapi tubuh-Nya sendiri dikurbankan. 4) Saya disadarkan kalau Tuhan menghendaki dan mengutus saya untuk memberitahukan (bersaksi dan mewartakan) bahwa Tuhan mengasihi saya dan semua orang. Maka, saya akan selalu ~8~
  9. 9. Menyaksikan Mukjizat Tuhan Panduan Pertemuan menyadari bahwa Tuhan mengasihiku dan akan mewartakannya, baik melalui perkataan maupun tindakan. Saya akan menghadirkan kasih Tuhan bagi sesama. Keempat pesan di atas hanya sekedar contoh. Pilih saja salah satu yang paling mengena atau sangat mungkin peserta menemukan pesan tersendiri untuk dirinya sendiri.4. Tulislah (bagi yang bisa nulis!) bagian kisah atau kata-kata mana yang mengesan itu, juga pesan atau inspirasi yang didapatkan!5. Sharing: bagikan atau ceritakan hasil renungan Anda! (Usahakan agarsemua sharing sehingga saling menguatkan dan meneguhkan)Oratio (Berdoa) | Pemandu mengajak peserta untuk berdoa berdasarkan renunganatas Sabda Tuhan. Kiranya baik, kalau peserta diminta membuat dan menulis doanyaterlebih kemudian membacakannya. Namun, bisa juga doanya langsung (spontan).Isi doa, misanya 1) Bersyukur karena diteguhkan; 2) Mohon ampun danbersyukur karena ditegur dan diingatkan; 3) Mohon berkat untuk niat yangakan dilaksanakan. Setelah semua menyampaikan doanya, didoakan “BapaKami” secara bersama-sama.Contemplatio in Actione | Pesan dan inspirasi yang didapatkan darimerenungkan Sabda Tuhan dingat dan dibawa dalam kehidupan sehari-hari. Maka, peserta diminta untuk merumuskan niat konkret yang akandibuat berdasarkan pesan dan inspirasi dari sabda Tuhan. ( Membangun Niat )Berkat | Supaya kita diberi kekuatan dalam mengingat dan melaksanakanSabda Tuhan, khususnya dalam melaksanakan niat kita, maka kita mohonberkat Tuhan. Boleh juga, sebelumnya didoakan doa penutup atau doamalam, baru kemudian berkat.P : Semoga, kita semua dan niat-niat kita untuk melaksanakan Sabda Tuhan, senantiasa dibimbing, dilindungi dan diberkati oleh Allah yang Mahakuasa, dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.U : AminNyanyian Penutup (fakultatif) ~9~
  10. 10. Menyaksikan Mukjizat Tuhan Panduan Pertemuan PERTEMUAN III YESUS MEMBANGKITKAN ANAK MUDA DI NAIN (Lukas 7:11-17)Nyanyian Pembuka (fakultatif)PembukaP : Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh KudusU : AminP : Semoga rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus, beserta kita.U : Sekarang dan selama-lamanya.Pengantar Singkat | Pemandu menyampaikan pengantar singkat mengenai Teksyang akan dibaca dan direnungkan. Bisa juga ditambahkan Pernyataan Tobat, tetapitidak harus.P : Marilah kita berdoa bersama-samaU : Allah, Bapa kami, sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan kehidupan kami. Saat ini kami akan membaca dan merenungkan sabda-Mu. Bersabdalah, ya Tuhan, kami mendengarkan. Bukalah telinga kami supaya dapat mendengarkan sabda-Mu, penuhilah hati kami dengan firman-Mu. Bersihkanlah budi kami dari pikiran- pikiran yang mengacaukan dan sucikanlah hati kami dari keinginan yang menyesatkan. Semoga, kami dapat mendengarkan, mengerti, meresapkan, dan melaksanakan sabda-Mu sehingga hidup kami Kau perbarui. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.Lectio (Membaca) - Lukas 7:11-17 | Teks Kitab Suci dibaca: bisa oleh pemanduatau petugas yang dituntuk, bisa bersama-sama, bisa bergantian ayat per ayat. Sangatdiharapkan agar teks dibaca berulang-ulang, minimal 3x supaya umat dapatmeresapkan dan memahami sabda Tuhan.Pemandu dapat menyampaikan penjelasan singkat:Peristiwa ini terjadi di Nain, sebuah kota kecil yang jaraknya kira-kira 25mil (40,25 km) dari Kapernaum atau 12 km dari Nazareth.Yesus pergi ke kota itu diikuti murid-murid-Nya dan orang banyak (ay. 11).Ketika sampai di dekat pintu gerbang kota, mereka berjumpa denganrombongan lain yang keluar dari pintu gerbang kota. Rombongan inimengusung mayat seorang pemuda, anak tunggal seorang janda. Merekahendak ke makam dan memakamkan pemuda tersebut. Bagi orang Yahudi,mayat itu najis (Bil 5:2; 6:6-7) sehingga di wilayah Yahudi, tidak boleh adamakam dan penguburan. Maka, mayat anak muda tersebut diusung keluaruntuk dikuburkan di luar tembok kota, hanya beberapa jam setelahmeninggal. ~ 10 ~
  11. 11. Menyaksikan Mukjizat Tuhan Panduan PertemuanBanyak orang menyertai janda itu (ay. 12). Janda itu mengalami suasanayang sangat menyedihkan, bukan hanya karena ditinggal anak tunggalnyauntuk selama-lamanya tetapi lebih-lebih karena kematian anaknya itumembuat dia berada pada posisi lemah. Kalau anaknya masih hidup, iabisa menggantungkan diri sepenuhnya kepada anaknya. Anaknya akanbertanggungjawab atas hidup ibunya. Namun, ketika anak tunggalnyameninggal, segala-galanya habislah sudah! Sebagai janda, ia berada dalamposisi lemah dalam masyarakat; dia termasuk kelompok keci1, lemah,miskin, dan tersingkir.Ketika Yesus melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan(ay. 13). Yesus adalah Tuhan yang amat tersentuh oleh persoalanmanusiawi dan terlibat di dalamnya. Maka, ketika melihat seorang jandasedang kesusahan, Yesus menyampaikan penghiburan, „„Janganmenangis!” (ay. 13). Kata-kata yang disampaikan Yesus ini bukanlahomong kosong belaka karena yang mengucapkan adalah Tuhan yangberkuasa atas kehidupan dan kematian.Yesus mendekati usungan itu. Ketika para pengusung berhenti, Iamenyentuh dan membangkitkan orang muda itu, “Hai anak muda, Akuberkata kepadamu, bangkitlah!” (ay. 14). “Maka bangunlah orang itu danduduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepadaibunya” (ay. 15). Yesus mengambil risiko untuk dianggap najis karenamenyentuh mayat. Namun, yang terjadi justru sebaliknya: bukan mayatitu yang menajiskan diri-Nya, tetapi kuasa Yesus membangkitkan pemudaitu. Pemuda yang telah menjadi mayat yang najis dan menajiskan, setelahdisentuh oleh Yesus menjadi hidup kembali. Hal ini berarti ia tidak laginajis karena bukan lagi mayat.Selain itu, tindakan Yesus ini menjadikan persoalan yang sedang dihadapisi Janda praktis sudah teratasi. Situasi gelap dan putus asa yangmelingkupi janda dari Nain ini sirna karena putra satu-satunya yang sudahmati, hidup kembali.Melihat peristiwa menakjubkan ini, “Semua orang itu ketakutan danmereka memuliakan Allah, sambil berkata, „Seorang nabi besar telahmuncul di tengah-tengah kita,‟ dan „Allah telah datang untukmenyelamatkan umat-Nya.‟” (ay. 16). Rasa „takut‟ ini merupakanperasaan antara takut-segan dan terpesona. Ini tentu suatu sikap yangwajar disampaikan kepada Allah sendiri, karena Dia datang untukmenyelamatkan umat-Nya. Dalam peristiwa ini, Allah bertindak melaluiseorang utusan-Nya, yang disebut sebagai seorang „nabi besar.‟ Yesusadalah nabi besar yang telah dinubuatkan oleh nabi-nabi terdahulu. Iahadir untuk menggenapi apa yang sudah diramalkan para nabi terdahulu.Tindakan Yesus yang membangkitkan orang mati ini merupakanpenggenapan atas nubuat Yesaya (Yes 61:1)Peristiwa tentang Yesus yang membangkitkan orang mati ini akhirnyatersebar, tidak hanya di Yudea tetapi ke seluruh daerah sekitarnya. Sekalilagi ini menggemakan nubuat nabi Yesaya, “seluruh umat manusia akan ~ 11 ~
  12. 12. Menyaksikan Mukjizat Tuhan Panduan Pertemuanmelihatnya bersama-sama” (Yes. 40:5), yang dikutip oleh YohanesPembaptis pada awal karya pewartaannya (Luk 3:6).Meditatio (Merenungkan) | Pemandu mengajak peserta untuk hening denganmata terpejam. Kemudian pemandu meminta peserta untuk mengingat ataumembayangkan peristiwa yang dikisahkan dalam perikop ini. Bisa disampaikantuntunan berikut ini:1. Ingatlah dan bayangkan peristiwa yang terjadi, mulai dari ketika Yesus bersama para murid dan orang banyak yang mengikuti-Nya, berjumpa dengan rombangan pelayat dan pengusung jenazah, …. sampai akhirnya Yesus membangkitkan pemuda yang sudah mati dan tanggapan orang banyak yang kemudian memuliakan Allah. Pemandu atau petugas dapat membantu dengan membacakan kembali teks secara pelan-pelan dan setiap selesai satu ayat atau satu kalimat berhenti sejenak. Bisa juga diiringi dengan musik instrumen rohani.2. Bagian kisah mana atau kata-kata mana yang mengesan? Misalnya: 1) Betapa sedih dan hancurnya perasaan si janda yang ditinggal mati anak lelaki satu-satunya yang sudah menjadi seorang pemuda. Suaminya telah meninggal sebelumnya. 2) Orang banyak yang melayat dan membantu si janda. Betapa mereka sangat solider dan tergerak hatinya untuk membantu si janda yang sedang mengalami kesusahan. 3) Tindakan Yesus yang tergerak oleh belaskasihan. Ia mendekati janda itu dan memberikan kata-kata penghiburan, “Jangan menangis!” Selanjutnya, Ia menyentuh janazah anak muda dan membangkitkannya. 4) Yesus tidak takut najis karena menyentuh mayat. Sebab, justru kuasa dan kekudusan-Nya dapat menjadikan seseorang yang najis menjadi tidak najis. Buktinya, Ia menjadikan mayat yang najis menjadi hidup kembali sehingga tidak lagi najis. 5) Yesus yang hati-Nya tergerak oleh belas kasih. Kasih-Nya itu menghadirkan penghiburan, penyelamatan, dan solusi atas permasalahan yang dihadapi si janda. 6) Orang banyak yang takjub menyaksikan mukjizat yang dibuat Yesus kemudian memuliakan Allah. Mereka mampu melihat bahwa dalam diri Yesus, Allah hadir dan menyelamatkan.3. Selanjutnya, bagian kisah atau kata-kata yang mengesan itu diperdalam. Apa pesannya untuk saya? Misalnya: 1) Saya terkesan dengan orang banyak yang membantu si janda itu. Maka, saya juga akan belajar solider, misalnya dengan hadir untuk membantu saudara dan tetangga yang sedang berkesusahan, melayat, mendoakan arwah, dll. 2) Saya kagum dengan Yesus yang hati-Nya selalu tergerak oleh belas kasih. Maka, saya juga diteguhkan bahwa Yesus pun senantiasa berbelas kasih kepada saya. Saya juga akan belajar dari Yesus ~ 12 ~
  13. 13. Menyaksikan Mukjizat Tuhan Panduan Pertemuan untuk berbelas kasih terhadap sesama: menolong yang membutuhkan, menghibur yang sedang sedih, menemani yang sedang mempunyai masalah, dll. 3) Saya salut dengan orang banyak yang memuliakan Allah. saya pun akan seperti mereka, memuliakan Allah baik dalam kata maupun karya. Ketiga pesan di atas hanya sekedar contoh. Pilih saja salah satu yang paling mengena atau sangat mungkin peserta menemukan pesan tersendiri untuk dirinya sendiri.4. Tulislah (bagi yang bisa nulis!) bagian kisah atau kata-kata mana yang mengesan itu, juga pesan atau inspirasi yang didapatkan!5. Sharing: bagikan atau ceritakan hasil renungan Anda! (Usahakan agar semua sharing sehingga saling menguatkan dan meneguhkan)Oratio (Berdoa) | Pemandu mengajak peserta untuk berdoa berdasarkan renunganatas Sabda Tuhan. Kiranya baik, kalau peserta diminta membuat dan menulis doanyaterlebih kemudian membacakannya. Namun, bisa juga doanya langsung (spontan).Isi doa, misanya 1) Bersyukur karena diteguhkan; 2) Mohon ampun danbersyukur karena ditegur dan diingatkan; 3) Mohon berkat untuk niat yangakan dilaksanakan. Setelah semua menyampaikan doanya, didoakan “BapaKami” secara bersama-sama.Contemplatio in Actione | Pesan dan inspirasi yang didapatkan darimerenungkan Sabda Tuhan dingat dan dibawa dalam kehidupan sehari-hari. Maka, peserta diminta untuk merumuskan niat konkret yang akandibuat berdasarkan pesan dan inspirasi dari sabda Tuhan. ( Membangun Niat )Berkat | Supaya kita diberi kekuatan dalam mengingat dan melaksanakanSabda Tuhan, khususnya dalam melaksanakan niat kita, maka kita mohonberkat Tuhan. Boleh juga, sebelumnya didoakan doa penutup atau doamalam, baru kemudian berkat.P : Semoga, kita semua dan niat-niat kita untuk melaksanakan Sabda Tuhan, senantiasa dibimbing, dilindungi dan diberkati oleh Allah yang Mahakuasa, dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.U : AminNyanyian Penutup (fakultatif) ~ 13 ~
  14. 14. Menyaksikan Mukjizat Tuhan Panduan Pertemuan PERTEMUAN IV YESUS MENGUBAH AIR MENJADI ANGGUR (Yohanes 2:1-11)Nyanyian Pembuka (fakultatif)PembukaP : Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh KudusU : AminP : Semoga rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus, beserta kita.U : Sekarang dan selama-lamanya.Pengantar Singkat | Pemandu menyampaikan pengantar singkat mengenai Teksyang akan dibaca dan direnungkan. Bisa juga ditambahkan Pernyataan Tobat, tetapitidak harus.Doa PembukaP : Marilah kita berdoa bersama-samaU : Allah, Bapa kami, sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan kehidupan kami. Saat ini kami akan membaca dan merenungkan sabda-Mu. Bersabdalah, ya Tuhan, kami mendengarkan. Bukalah telinga kami supaya dapat mendengarkan sabda-Mu, penuhilah hati kami dengan firman-Mu. Bersihkanlah budi kami dari pikiran- pikiran yang mengacaukan dan sucikanlah hati kami dari keinginan yang menyesatkan. Semoga, kami dapat mendengarkan, mengerti, meresapkan, dan melaksanakan sabda-Mu sehingga hidup kami Kau perbarui. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.Lectio (Membaca) - Yohanes 2:1-11 | Teks Kitab Suci dibaca: bisa oleh pemanduatau petugas yang dituntuk, bisa bersama-sama, bisa bergantian ayat per ayat. Sangatdiharapkan agar teks dibaca berulang-ulang, minimal 3x supaya umat dapatmeresapkan dan memahami sabda Tuhan.Pemandu dapat menyampaikan penjelasan singkat:Peristiwa ini terjadi di Kana yang di Gelilea. Pada waktu itu, Yesus sudahmeninggalkan Nazaret dan menetap di Kapernaum. “Ia meninggalkanNazaret dan menetap di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon danNaftali” (Mat 4:13). Mengingat bahwa Ibu Yesus ada di sana (ay. 1),sementara Yesus juga diundang ke pesta itu (ay. 2), tampaknya yangempunya pesta mempunyai hubungan erat dengan keluarga Yesus. Begitueratnya sehingga Yesus, yang waktu itu tidak berada di rumah, merasaperlu untuk datang ke perkawinan tersebut.Dalam Injil Yohanes, Bunda Yesus memang tidak pernah disebut dengannamanya. Ia selalu disebut dengan „Ibu Yesus‟ (Yoh 2:1.3.5.12; 19:25).Cara penyebutan ini merupakan sebuah kebiasaan di kalangan orang Timur ~ 14 ~
  15. 15. Menyaksikan Mukjizat Tuhan Panduan PertemuanTengah yang menjadi gelar penghormatan untuk memuji seorang ibu yangmemiliki anak.Pesta itu berlangsung sangat meriah dan para tamu yang hadir lebihbanyak daripada yang diharapkan sehingga tuan rumah kehabisan anggur.Artinya, keluarga yang punya hajat ini kemungkinan keluarga terpandangdan mempunyai banyak relasi sehingga tamunya banyak. Meski Yesusmemprioritaskan misinya untuk orang-orang miskin dan kecil, namun Yesustidak anti orang yang besar dan kaya.Dalam pesta seperti itu tuan rumah pertama-tama menyajikan angguryang baik. Kalau anggur yang baik sudah habis, baru disajikan anggur yangkurang baik. Masalah terjadi ketika anggur habis. Jangankan anggur yangbaik, yang kurang baik pun tidak ada lagi. Terjadilah kepanikan besar ditengah pesta itu karena tidak ada lagi anggur yang dapat disajikansementara masih banyak tamu yang hadir. Apalagi, waktu sudah malamsehingga orang tidak dapat lagi membeli anggur. Tuan rumah danpenyelenggara pesta bisa dilanda rasa malu karena dapat dituduhmengundang orang untuk datang ke pesta, tetapi tidak menjamunya.Menurut tradisi Yahudi, hari perkawinan dan lamanya pesta berbeda-beda,sesuai dengan siapa yang menikah. Jika mempelai wanita adalah seoranggadis, perkawinan diadakan pada hari Rabu dan pesta perkawinanberlangsung selama tujuh hari (Kej. 29:27; Hak 14:12). Jika mempelaiwanita adalah seorang janda, perkawinan diadakan pada hari Kamis danpesta berlangsung selama 3 hari. Jika penikahan itu antara janda danduda, pesta hanya berlangsung sehari. Kita tidak tahu persis kapankeluarga yang punya hajat ini kekurangan anggur dan berapa lama pestadiadakan. Yang jelas, anggur sebagai hidangan utama habis, padahal pestabelum selesai.Melihat situasi ini, Maria mendatangi Yesus dan memberitahu, “Merekakehabisan anggur” (ay. 3). Yesus memang belum pernah melakukanmukjizat sebelumnya, namun Maria sungguh mengenal Yesus. Iamengetahui bahwa Yesus dapat melakukan sesuatu untuk menolongmereka. Maka, ketika Yesus menjawab, “Mau apa engkau daripada-Ku lbu?Saatku belum tiba!” (ay. 4), Maria tetap tenang. Ia tidak menghiraukankeberatan Yesus. Ia langsung menemui para pelayan dan meminta merekauntuk melakukan apa pun yang diperintahkan oleh Yesus (ay. 5).Walaupun tampaknya keberatan, Yesus memenuhi permintaan ibu-Nya. Iamenyuruh para pelayan mengisi tempayan yang biasa dipakai untukmembasuh kaki para tamu dengan air. “Isilah tempayan-tempayan itupenuh dengan air” (ay. 6-7). Setiap tempayan itu dapat diisi dengan 80-120 liter air. Kemudian Yesus meminta pelayan mencedok air itu danmemberikannya kepada pemimpin pesta. Air yang biasa digunakan untukmembasuh kaki itu telah berubah menjadi anggur yang terbaik (ay. 8-9).Tempayan yang tadinya merupakan tempat air sebagai sarana penyucianmenurut adat Yahudi, kini diubah menjadi tempat untuk anggur.Ketika pemimpin pesta itu mencicipi air yang te1ah menjadi anggur, iabingung bagaimana mungkin tiba-tiba ada anggur terbaik. Ia pun ~ 15 ~
  16. 16. Menyaksikan Mukjizat Tuhan Panduan Pertemuanmemanggil mempe1ai laki-laki lalu berkata kepadanya, “Setiap orangmenghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum,barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yangbaik sampai sekarang” (ay. 9-10).Untung, mereka mengundang Bunda Maria dan lebih-lebih Yesus sehinggamasalah teratasi dengan baik. Sekarang, tuan rumah dapat menjamu paratamu yang masih berdatangan dan mereka pun, terutama mempelai itu,terhindar dari rasa malu.Kisah ditutup dengan ay. 11 yang berbunyi “Hal itu dilakukan Yesus diKana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dandengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nyapercaya kepada-Nya.” Para pelayan, para murid Yesus dan kita sebagaipembaca menjadi saksi mukjizat yang dibuat Yesus.Meditatio (Merenungkan) | Pemandu mengajak peserta untuk hening denganmata terpejam. Kemudian pemandu meminta peserta untuk mengingat ataumembayangkan peristiwa yang dikisahkan dalam perikop ini. Bisa disampaikantuntunan berikut ini:1. Ingatlah dan bayangkan peristiwa yang terjadi, suasana dalam perkawinan, para tamu berdatangan termasuk Yesus dan para murid. Betapa bahagianya kedua mempelai dan keluarga mereka. Para pelayan menghidangkan jamuan dan para tamu menikmati dengan sukacita. Tiba-tiba, anggur habis. Tuan rumah bingung bukan kepalang. Bunda Maria menangkap apa yang terjadi kemudian mendekati Yesus, dan seterusnya …. Sampai akhirnya mereka kembali bersukacita karena tiba-tiba ada persediaan anggur terbaik yang melimpah. Pemandu atau petugas dapat membantu dengan membacakan kembali teks secara pelan-pelan dan setiap selesai satu ayat atau satu kalimat berhenti sejenak. Bisa juga diiringi dengan musik instrumen rohani.2. Bagian kisah mana atau kata-kata mana yang mengesan? Misalnya: 1) Keluarga yang mengadakan pesta dan mengundang Yesus serta Bunda Maria. Untung mereka mengundang Yesus dan Bunda Maria sehingga ketika muncul masalah, dapat teratasi dengan baik. 2) Bunda Maria sangat peka terhadap persoalan yang terjadi. Tanpa ragu, ia juga memohon agar Yesus, puteranya, berbuat sesuatu untuk menolong mereka. 3) Para pelayan manut, tanpa banyak tanya melakukan apa yang diperintahkan Bunda Maria dan Yesus. 4) Yesus berkenan hadir dalam pesta perwakinan memenuhi dan menghormati undangan tuan rumah. Meskipun mengatakan „saatnya belum tiba‟, akhirnya Yesus berbuat sesuatu. Kehadiran Yesus menjadikan masalah dapat teratasi dengan baik.3. Selanjutya, bagian kisah atau kata-kata yang mengesan itu diperdalam. Apa pesannya untuk saya? Misalnya: ~ 16 ~
  17. 17. Menyaksikan Mukjizat Tuhan Panduan Pertemuan 1) Saya terkesan dengan keluarga yang punya hajat. Mereka mengundang Yesus dan Bunda Maria. Saya juga akan selalu mengundang Yesus dan Bunda Maria dalam keluarga saya dan dalam kehidupan sehari-hari melalui doa-doa yang tekun. 2) Saya diingatkan untuk seperti Bunda Maria, yaitu menjadi orang yang peka terhadap orang lain, khususnya mereka yang sedang mengalami kesulitan. Kemudian seturut kemampuan, saya akan berusaha membantu mencari solusi. 3) Seringkali, saya merasa tidak tahu apa kehendak Tuhan. Namun, saya diingatkan untuk seperti para pelayan, yang kendati tidak tahu apa maksud Tuhan, tetap melaksanakan dengan taat, tanpa banyak tanya. Hasilnya pasti baik. 4) Saya terkesan dengan Yesus yang berkenan hadir memenuhi undangan keluarga yang punya hajat. Maka, iman saya sungguh diteguhkan: Yesus pun pasti juga berkenan untuk selalu hadir dalam hidup dan keluarga saya serta membantu saya menghadapi berbagai macam persoalan yang saya hadapi. Keempat pesan di atas hanya sekedar contoh. Pilih saja salah satu yang paling mengena atau sangat mungkin peserta menemukan pesan tersendiri untuk dirinya sendiri.4. Tulislah (bagi yang bisa nulis!) bagian kisah atau kata-kata mana yang mengesan itu, juga pesan atau inspirasi yang didapatkan!5. Sharing : bagikan atau ceritakan hasil renungan Anda! (Usahakan agar semua sharing sehingga saling menguatkan dan meneguhkan)Oratio (Berdoa) | Pemandu mengajak peserta untuk berdoa berdasarkan renunganatas Sabda Tuhan. Kiranya baik, kalau peserta diminta membuat dan menulis doanyaterlebih kemudian membacakannya. Namun, bisa juga doanya langsung (spontan)Isi doa, misanya 1) Bersyukur karena diteguhkan; 2) Mohon ampun danbersyukur karena ditegur dan diingatkan; 3) Mohon berkat untuk niat yangakan dilaksanakan. Setelah semua menyampaikan doanya, didoakan “BapaKami” secara bersama-sama.Contemplatio in Actione | Pesan dan inspirasi yang didapatkan darimerenungkan Sabda Tuhan dingat dan dibawa dalam kehidupan sehari-hari. Maka, peserta diminta untuk merumuskan niat konkret yang akandibuat berdasarkan pesan dan inspirasi dari sabda Tuhan. ( Membangun Niat )Berkat | Supaya kita diberi kekuatan dalam mengingat dan melaksanakanSabda Tuhan, khususnya dalam melaksanakan niat kita, maka kita mohonberkat Tuhan. Boleh juga, sebelumnya didoakan doa penutup atau doamalam, baru kemudian berkat.P : Semoga, kita semua dan niat-niat kita untuk melaksanakan SabdaTuhan, senantiasa dibimbing, dilindungi dan diberkati oleh Allah yangMahakuasa, dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.U : AminNyanyian Penutup (fakultatif) ~ 17 ~
  18. 18. Menyaksikan Mukjizat Tuhan Panduan PertemuanKesimpulan & Catatan : Sebaiknya setiap kali pertemuan dibuatkan catatansebagai dokumentasi. Misalnya dengan form sbb:1. Bagian kisah/peristiwa dan kata-kata/kalimat yang mengesan:………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………2. Pesan/inspirasi yang saya dapatkan:………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………3. Doa saya………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………4. Niat saya:…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….. ~ 18 ~

×