Manajemen Kelas Dalam Diklat

19,296 views

Published on

Materi yang digunakan dalam mengajar Manajemen Kelas bagi Calon Widyaiswara

Published in: Education
3 Comments
32 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
19,296
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
75
Actions
Shares
0
Downloads
2
Comments
3
Likes
32
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Manajemen Kelas Dalam Diklat

  1. 1. MANAJEMEN KELAS Oleh Gina Lucita L.
  2. 2. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM Secara umum diklat ini bertujuan agar para peserta mampu memahami cara mengelola kelas secara efektif dan efisien
  3. 3. TUJUAN INSTRUKSIONAL Setelah pembelajaran para KHUSUS peserta akan dapat: pengelolaan Menjelaskan pengertian kelas Menjelaskan pengelolaan kelas dari berbagai dimensi Menjelaskan komponen yang tercakup dalam kondisi dan situasi belajar mengajar Menjelaskan Layout yang tepat sesuai metode dan target peserta Menjelaskan Gaya mengelola kelas Menyiapkan bentuk evaluasi yang tepat untuk mengoptimalkan proses belajar mengajar
  4. 4. PENGERTIAN • Suatu seni mengoptimalkan sumber daya kelas bagi penciptaan proses pembelajaran yang efektif dan efisien • Proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang dilakukan untuk mengoptimalkan proses pembelajaran (Sudaran Danim, 2002)
  5. 5. PENGERTIAN Manajemen kelas modern merekomendasikan bahwa pengelolaan kelas dengan pendekatan inovasi, semua sumber daya kelas selalu berada dalam kondisi yang dapat menimbulkan perhatian, motivasi dan suasana yang menyenangkan peserta untuk merespon materi pelajaran.
  6. 6. MANAJEMEN KELAS Manajemen kelas mencakup PENGATURAN ORANG dan FASILITAS Tanggung jawab widyaiswara sebagai manajer kelas: • Memelihara lingkungan fisik • Mengarahkan proses intelektual dan sosial • membimbing peserta kearah perilaku yang dapat mengarahkan diri • Memimpin kegiatan belajar yang efektif dan efisien • Menciptakan situasi belajar-mengajar yang memudahkan pencapaian tujuan pembelajaran
  7. 7. DIMENSI MANAJEMEN KELAS • MANAJEMEN KELAS DILIHAT DARI ASPEK MANUSIA • MANAJEMEN KELAS DILIHAT DARI ASPEK SARANA/PRASARANA • MANAJEMEN KELAS DILIHAT DARI ASPEK LINGKUNGAN
  8. 8. MANAJEMEN KELAS DILIHAT DARI ASPEK MANUSIA PERBEDAAN KEADAAN FISIOLOGIK  Penurunan komponen indera – Penurunan daya ingat – PERBEDAAN KEADAAN PSIKOLOGIK  Bakat, minat, kecerdasan, motivasi, daya kognitif – PERBEDAAN KARAKTER INDIVIDU  Kemampuan kognitif, pengalaman individu, – penguasaan bahasa, sosial budaya, faktor usia Gina Lucita L. LAN - Makassar
  9. 9. MANAJEMEN KELAS DILIHAT DARI ASPEK SARANA/PERALATAN Ketersediaan dan Pemilihan Media  Pembelajaran Merangsang sisi afektif dalam pembelajaran – Merangsang kemampuan kognitif – Menguasai Ragam metode Pembelajaran  Gina Lucita L. LAN - Makassar
  10. 10. MANAJEMEN KELAS DILIHAT DARI ASPEK LINGKUNGAN  SUASANA BELAJAR KEBISINGAN, KEAKRABAN –  RUANG KELAS LEGA, TERATUR, BERSIH, – LAYOUT SESUAI  VENTILASI Gina Lucita L. LAN - Makassar
  11. 11. FAKTOR HAMBATAN MANAJEMEN KELAS • Faktor FASILITATOR (tipe kepemimpinan, format pembelajaran yang monoton, kepribadian, pengetahuan dan pemahaman) • Faktor PESERTA DIDIK • Faktor FASILITAS
  12. 12. SIKLUS PEMBELAJARAN TIDAK BERHASIL APABILA: Tahap persiapan lemah • jika peserta didik tidak terbuka untuk belajar • berperasaan negative dengan atau tanpa disadari • bosan, takut dipermalukan dan stress Tahap penyampaian lemah • jika peserta didik tidak memperoleh pengetahuan dan ketrampilan • baru yang berarti bagi mereka • diperlakukan sebagai konsumen pasif Tahap pelatihan lemah • jika peserta didik tidak diberi waktu cukup untuk menyerap pengetahuandan ketrampilan baru
  13. 13. UPAYA PREVENTIF YANG DILAKUKAN • PENGELOLAAN KONDISI SOSIO- EMOSIONAL (sikap widyaiswara, suara widyaiswara dan pembinaan “rapport”) • PENGELOLAAN KONDISI FISIK (ruang kelas, ventilasi dan pengaturan cahaya dan pengaturan penyimpanan barang-barang.
  14. 14. LAYOUT RUANG BELAJAR
  15. 15. LAYOUT RUANG BELAJAR • Formasi U (U shape) – Formasi Serbaguna – Pandangan ke semua arah – Mudah mengubah layout untuk membentuk Tim – Diskusi kelas dapat berjalan dengan lancar
  16. 16. LAYOUT RUANG BELAJAR
  17. 17. LAYOUT RUANG BELAJAR
  18. 18. LAYOUT RUANG BELAJAR
  19. 19. LAYOUT RUANG BELAJAR
  20. 20. LAYOUT RUANG BELAJAR
  21. 21. LAYOUT RUANG BELAJAR
  22. 22. LAYOUT RUANG BELAJAR
  23. 23. • Peserta diam • Peserta dominan /serba tahu • Peserta cerewet • Peserta agresif • Peserta negatif
  24. 24. PESERTA DIAM • Meningkatkan rasa percaya diri dengan memberikan kesempatan berbicara yang cukup • Memberikan pertanyaan sederhana khususnya pertanyaan sikap (setuju/tidak setuju) • Menghargai pendapatnya dan sesering mungkin memantulkan pertanyaan/pendapat orang lain jika memungkinkan • Sesering mungkin mengelompokkan ke dalam kelompok kecil • Berbicaralah dengan mereka pada saat istirahat agar membangkitkan semangat dirinya
  25. 25. PESERTA CEREWET • Membiarkan peserta tersebut berbicara dan menginterupsinya pada saat yang tepat • Sampaikan aturan komunikasi yang baik kepadanya • Mintalah dia memberikan kesempatan, mendengarkan dan menghargai orang lain • Minta mengulangi dan merangkum pendapat orang lain • Berikan tugas khusus jika dia/ mereka berada dalam kelompok • Minta dia mengemukakan keinginannya dengan cara khusus dan penuh penghargaan. Terakhir minta dia menulis apa yang dikemukakannya
  26. 26. PESERTA DOMINAN/ KNOW-IT-ALL • Menghargai sumbangsih mereka; tetapi hindari memberikan kesempatan pertama • Tunjukkan bahwa mereka diperhatikan dengan cara merangkum pernyataan mereka tetapi harus dipahamkan bahwa pendapat mereka tidak selamanya harus diterima oleh orang lain • Dorong peserta lainnya untuk terlibat aktif dan mengemukakn pendapatnya • Biarkan pertanyaan atau topik tertentu terbuka • Hindari berdialog langsung dengan mereka.
  27. 27. PESERTA AGRESIF • Jangan menjadi penantang dan terlibat secara langsung dengan mereka dan menekan serangannya tetapi jangan juga bertahan, melainkan: - perhatikan aspek emosional dalam argumennya - Arahkan pada inti pembicaraan - Minta penjelasan tambahan, contoh,dll. • Gunakan teknik PISO (praise/pujian; perlihatkan interest, shortcoming(kekurangan); dan openness (keterbukaan) • Lindungi peserta lain dari serangannya dan dorong peserta lain untuk mengemukakan pendapatnya. • Jika fasilitator diserang langsung, maka minta peserta tersebut untuk lebih jelas dan jika perlu lakukan polling pendapat.
  28. 28. PESERTA NEGATIF • Terima pendapat mereka dan hargai dia dengan tidak berlebihan • Terima kritik yang tepat minta dijelaskan / didiskusikan dengan kelas • Minta usulan positif • Jika ada hal-hal yang berlebihan minta dijelaskan secara serius
  29. 29. RAGAM GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK • AKTIVIS • TEORIS (berpikir (suka mencoba-coba, logis,perfeksionis, suka sibuk, variasi, berteman, menganalisis, sintesis, curah pendapat, menguji, mempunyai bentuk yang melompat, hal-hal baru, terstruktur, prinsip, membuka pikiran, rasional dan beralasan) antusias, sukarela) • PRAGMATIS • REFLECTOR (Suka yang praktis, (bijaksana, hati-hati aplikatif, model, dalam memutuskan, sistematis, bermanfaat) mendengarkan,memperti mbangkan, pemalu, perasa, tidak suka menonjolkan diri)
  30. 30. PERBANDINGAN LINGKUNGAN KELAS Kelas tradisional Kelas Accelerated Learning • Ketegangan & • Ketenangan stress • Minat, kerjasama • kebosanan • Kebebasan pribadi • individu terasing • Kegairahan • suasana steril • Rasa hormat pd orang lain • kontrol otoriter • Belajar terasa • perasaan menyenangkan terkurung
  31. 31. GAYA MANAJEMEN KELAS SEORANG WIDYAISWARA GAYA AUTHORITARIAN GAYA AUTHORITATIVE GAYA LAISSEZ-FAIRE GAYA INDIFFERENT
  32. 32. CIRI-CIRI GAYA AUTHORITARIAN • Menerapkan batasan-batasan dan kendali yang tegas terhadap peserta didik • Umumnya peserta didiknya tidak boleh berpindah-pindah tempat duduk • Umumnya layout ruangan formasi tradisional • Peserta didik tidak mempunyai kesempatan untuk belajar atau praktek keterampilan komunikasi • Tidak ada indikasi perhatian terhadap peserta didik
  33. 33. CIRI-CIRI GAYA AUTHORITATIVE • Menerapkan batasan-batasan dan kendali yang tegas terhadap peserta didik namun mendukung kemandirian • Umumnya selalu menjelaskan alasan dibalik aturan dan keputusan • Terbuka untuk interaksi verbal termasuk debat kritis • Mendukung kemandirian, perilaku sosial dan menerapkan pencapaian motivasi tertinggi • Memperlihatkan keramahan dan sikap membimbing terhadap peserta didik dan mengekspresikan perhatian dan ketertarikan yang tulus
  34. 34. CIRI-CIRI GAYA LAISSEZ-FAIRE • Menerapkan sedikit sekali batasan dan kendali terhadap peserta didik. • Umumnya bisa menerima aksi dan kurang memonitor sikap peserta didik. • Umumnya tidak mau menyakiti hati peserta didik dan ada kesulitan untuk mengatakan „tidak‟ untuk peserta didik atau untuk mendukung aturan. • Tidak bisa menetapkan batasan yang jelas antara profesi dan kehidupan pribadinya. • Terkadang keputusan didasarkan pada perasaan peserta didik dibanding dengan tuntutan akademik.
  35. 35. CIRI-CIRI GAYA INDIFFERENT • Tidak begitu terlibat dalam kelas. • Menerapkan sedikit sekali instruksi. • Umumnya menggunakan materi yang sama dari tahun ke tahun. • Kurang terampil, kurang percaya diri, atau kurang dorongan disiplin bagi peserta didik. • Peserta didik dapat merasakan sikap kurang peduli fasilitator. • Peserta didik menjadi rendah pencapaian. • motivasinya dan kurang kontrol diri.
  36. 36. KETERAMPILAN DAN KEMAMPUAN WIDYAISWARA/FASILITATOR • KEMAMPUAN TEKNIS • KEMAMPUAN OBSERVASI • KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI • KEMAMPUAN MENGAJAR • KEMAMPUAN MENGARAHKAN
  37. 37. KUALITAS TAMPILAN FASILITATOR • Volume suara diperbesar • Gaya pengucapan kata diperjelas • Bri perhatian merata • Seimbang penggunaan bahasa lisan dan gerak • Gunakan Force, Intonation, Fillers, Pause • Ulangi Kata Kunci • Tetapkan tingkat Percaya diri • Variasi Teknik mengajar, bahan sesuai tujuan • Memotivasi dan mengaktifkan peserta selama proses PBM
  38. 38. HAL-HAL YANG HARUS DILAKUKAN OLEH WIDYAISWARA DALAM MENERAPKAN PROGRAM PELATIHAN • MENGELOLA LINGKUNGAN FISIK - POSISI DUDUK & BERDIRI (untuk kemudahan interaksi dalam pembelajaran) - TINGKAT KENYAMANAN FISIK (temperatur) - POTENSI GANGGUAN FISIK (pencahayaan yang buruk, bising, dsb) • MEMULAI PEMBELAJARAN (membina “rapport” dengan Ice breakers, fillers, warm-up activities, dsb.)
  39. 39. TAHAPAN PERSIAPAN • Persiapan awal: – Pembukaan – Penyajian – Penutup • Alat bantu visual • Tata ruang kelas • Cue cards • Siapkah anda untuk menyajikan
  40. 40. PERSIAPAN PRESENTASI Checklist pertanyaan sebelum memulai detail persiapan Meneliti topik yang akan dibicarakan Memilih dan mengatur informasi untuk presentasi Menentukan metode apa saja yang digunakan Mengatur Struktur Presentasi Membuat Cue Cards Memilih dari empat cara tertulis untuk membantu presentasi Mengatur waktu Memilih dan menentukan alat bantu latihan yang tepat Mencoba dengan berlatih
  41. 41. CUE CARDS • Bagi pemula • Karton ukuran kartu pos dengan warna tidak menyolok • Urutan Proses Belajar mengajar • Satu kartu bisa dua sampai tiga kegiatan • Selalu berada ditangan fasilitator • Jangan hanya membaca kartu
  42. 42. TAHAPAN PELAKSANAAN PENGAJARAN • Pembukaan (5%) – Pre-instructional activities (Perkenalan, analisis kebutuhan peserta, judul dan manfaat) • Penyajian (75 %-85% ) – Penyajian isi – Latihan (individu, berpasangan, kelompok, kelas) – Tes singkat dan kegiatan insidentil • Penutup (10%) – Aplikasi pelajaran ke dalam pekerjaan peserta – Pencapaian tiu & tik – menyimpulkan point-point utama – AKHIRI DENGAN CATATAN POSITIF
  43. 43. TAHAPAN EVALUASI PENGAJARAN • Pengumpulan peralatan kelas • EVALUASI TERTULIS • Blitz • Evaluasi pengajaran pribadi UNTUK MASA AKAN DATANG
  44. 44. Manfaat Evaluasi untuk Fasilitator • Peningkatan Pengetahuan Peserta – Membuat Tes awal dan akhir kegiatan • Penekanan pada Perubahan Sikap Peserta – Keputusan tepat tentang kapan, seberapa banyak dan bagaimana mengevaluasi perubahan sikap – Pengamatan dalam kelompok – Mood Barometer • Feedback terhadap Materi Pelajaran – Sesering mungkin – Menggunakan Kartu – Menggunakan Teknik Blitz
  45. 45. KUALITAS PRIBADI YANG DIBUTUHKAN UNTUK MENJADI SEORANG FASILITATOR • SELF AWARENESS (pemahaman akan kekuatan, kelemahan dan kebutuhan diri) • CREDIBILITY (kompetensi, perhatian dan tanggung jawab menghasilkan kepercayaan) • CONGRUENCE (keterkaitan antara perbuatan dan kata-kata) • EMPATHY (melihat sesuatu dari persepsi orang lain) • ACCEPTANCE (menerima keberadaan orang lain apa adanya) • FLEXIBILITY (dapat beradaptasi dalam berbagai situasi) • EMOTION (kemampuan untuk mengungkapkan perasaan dan emosi sendiri) • ASSERTIVENESS (bersikap asertif seperti menyarankan “ground rules” ketika diperlukan dalam situasi kelas yang tidak kondusif)
  46. 46. • Dengar dan berikan • Berikan waktu tambahan kepada penghargaan terhadap ide-ide peserta jika diperlukan peserta didik • Fokus pada kebutuhan peserta • Berikan pujian dan bukan diri sendiri • Berikan pertanyaan balik • Ungkapkan kepercayaan kepada kepada peserta peserta • Mintalah contoh dari • Tanyakan pertanyaan- pengalaman peserta pertanyaan yang dapat dijawab oleh peserta • Bagilah pengalaman anda • Buat catatan dan dengan peserta didik menindaklanjutinya • Akuilah ketidaktahuan atas • Ciptakan prilaku yang positif jawaban (mintalah bantuan peserta) melalui penguatan/ penegasan kepada peserta • Hindari permasalahan dan • Gunakan kata-kata peserta pada menyatakan pernyataan salah atau benar saat menulis di papan atau flipchart • Tunjukkan bahwa anda • Buatlah peserta merasa senang menikmati menginstruksikan peserta
  47. 47. KESIMPULAN • Manajemen Kelas sangat mempengaruhi efektifitas proses belajar. • Hakekat Manajemen Kelas adalah pembaharuan sumber daya kelas agar dapat tercipta kondisi yang diinginkan • Sikap Individu, baik Widyaiswara maupun Peserta didik sangat mempengaruhi keaktifan proses belajar mengajar • Evaluasi digunakan untuk mengukur hasil dan perilaku yang diharapkan
  48. 48. TERIMA KASIH SEKIAN

×