Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Furqan Alfadhli
12917230






COBIT dikenal luas sebagai standard defacto
untuk kerangka kerja tata kelola TI (IT
Governance) dan yang terkait ...
Jenis-jenis framework COBIT berdasarkan
perkembangannya :
 Framework Audit dan kontrol IT (COBIT dan COBIT 2,
fokus pada ...




COBIT versi 4.1 adalah model standar
pengelolaan IT yang telah mendapatkan
pengakuan secara luas, dikembangkan oleh
...
 COBIT

5 adalah kerangka bisnis untuk tata kelola dan
manajemen perusahaan IT (IT gevornance
framework), dan juga kumpul...
COBIT 5 didasarkan pada lima prinsip utama untuk
tata kelola dan manajemen perusahaan TI
Prinsip 1: Pemenuhan Kebutuhan Stakeholder
Setiap perusahaan mempunyain visi dan misi yang
berbeda
Prinsip 2: Meliputi Ent...
Prinsip 4: Mengaktifkan Pendekatan Holistik
COBIT 5 mendefinisikan satu set enabler untuk
mendukung pelaksanaan tata kelol...
7 enabler yang terdapat didalam COBIT 5, yaitu:
Penjelasan

Prinsip, kebijakan dan kerangka kerja
Adalah kendaraan untuk menerjemahkan perilaku yang
diinginkan menjadi p...






Struktur organisasi
adalah pengambilan keputusan kunci entitas dalam suatu
perusahaan.
Budaya, etika dan perilaku...
 Layanan,

infrastruktur dan aplikasi

Meliputi infrastruktur, teknologi dan aplikasi yang menyediakan
perusahaan dengan ...
Prinsip 5: Memisahkan Tata Kelola dari
Manajemen
Kerangka

COBIT 5 membuat perbedaan yang jelas
antara tata kelola dan manajemen.
Tata kelola pada sebagian besar perusah...
Pertama, prinsip baru dalam tata kelola TI untuk organisasi,
Governance of Enterprise IT (GEIT).
Kedua, COBIT 5 memberi pe...
(2) Proses-prosesnya adalah sentral dari CobiT 4.1.
(3) Struktur organisasi dalam COBIT 4.1 tercermin dalam
RACI chart yan...
Ketiga, COBIT 5 mendefinisikan model referensi proses yang
baru dengan tambahan domain governance dan beberapa
proses baik...
Selesai bro :D
Perbedaan cobit 4.1 dan cobit 5
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Perbedaan cobit 4.1 dan cobit 5

6,953 views

Published on

  • Be the first to comment

Perbedaan cobit 4.1 dan cobit 5

  1. 1. Furqan Alfadhli 12917230
  2. 2.    COBIT dikenal luas sebagai standard defacto untuk kerangka kerja tata kelola TI (IT Governance) dan yang terkait dengannya. Di sisi lain standard/framework ini terus berevolusi sejak pertama kali diluncurkan di 1996 hingga rilis terakhir yaitu COBIT 5 yang diluncurkan pada Juni 2012 yang lalu. Pada setiap rilisnya, kerangka kerja ini melakukan pergeseran-pergeseran beberapa paradigma
  3. 3. Jenis-jenis framework COBIT berdasarkan perkembangannya :  Framework Audit dan kontrol IT (COBIT dan COBIT 2, fokus pada tujuan pengendalian)  Framework manajemen IT (COBIT 3, disini adanya penambahan untuk pedoman pengelolaan dari framework sebelumnya)  Framework tatakelola IT(COBIT 4.0 dan COBIT 4.1, disini ditambahkan tata kelola dan proses pemenuhan didalamnya dan proses assurance dihilangkan)  Bagaimana dengan COBIT 5?
  4. 4.   COBIT versi 4.1 adalah model standar pengelolaan IT yang telah mendapatkan pengakuan secara luas, dikembangkan oleh Information Technology Governance Institute (ITGI) dari Information System Audit and Control Association (ISACA). Menurut IT Governance Institute, 2007, menyatakan bahwa pada versi 4.1 ini diuraikan good practices, domain-domain dan proses kerangka kerja (framework) TI yang ada.
  5. 5.  COBIT 5 adalah kerangka bisnis untuk tata kelola dan manajemen perusahaan IT (IT gevornance framework), dan juga kumpulan alat yang mendukung para manager untuk menjembatani jarak (gap) antara kebutuhan yang dikendalikan (control requirments), masalah teknis (technical issues) dan resiko bisnis (business risk).  COBIT 5 adalah evolusi dari framework sebelumnya yakni, COBIT 4.1 yang ditambah dengan Val IT 2.0 dan Risk IT
  6. 6. COBIT 5 didasarkan pada lima prinsip utama untuk tata kelola dan manajemen perusahaan TI
  7. 7. Prinsip 1: Pemenuhan Kebutuhan Stakeholder Setiap perusahaan mempunyain visi dan misi yang berbeda Prinsip 2: Meliputi Enterprise End-to-End Menganggap semua tata kelola dan manajemen TI enabler untuk perusahaan Prinsip 3: Menerapkan Singel Framework yang Terpadu COBIT 5 dapat menyesuaikan dengan tata kelola dan manajemen TI pada perusahan
  8. 8. Prinsip 4: Mengaktifkan Pendekatan Holistik COBIT 5 mendefinisikan satu set enabler untuk mendukung pelaksanaan tata kelola yang komprehensif dan sistem manajemen TI untuk perusahaan
  9. 9. 7 enabler yang terdapat didalam COBIT 5, yaitu:
  10. 10. Penjelasan  Prinsip, kebijakan dan kerangka kerja Adalah kendaraan untuk menerjemahkan perilaku yang diinginkan menjadi panduan praktis untuk sehari-hari manajemen.  Proses Menggambarkan set terorganisir praktek dan kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu dan menghasilkan set output dalam mendukung pencapaian keseluruhan TI-tujuan yang terkait.
  11. 11.    Struktur organisasi adalah pengambilan keputusan kunci entitas dalam suatu perusahaan. Budaya, etika dan perilaku individu dan perusahaan Sangat sering diremehkan sebagai faktor keberhasilan dalam kegiatan tata kelola dan manajemen. Informasi Diperlukan untuk menjaga organisasi berjalan dengan baik dan diatur, tetapi pada tingkat operasional, informasi sangat sering produk utama dari perusahaan itu sendiri.
  12. 12.  Layanan, infrastruktur dan aplikasi Meliputi infrastruktur, teknologi dan aplikasi yang menyediakan perusahaan dengan pengolahan informasi teknologi dan jasa.  Orang, keterampilan dan kompetensi Diperlukan untuk berhasil menyelesaikan semua kegiatan, dan untuk membuat keputusan yang benar dan mengambil tindakan korektif.
  13. 13. Prinsip 5: Memisahkan Tata Kelola dari Manajemen
  14. 14. Kerangka COBIT 5 membuat perbedaan yang jelas antara tata kelola dan manajemen. Tata kelola pada sebagian besar perusahaan merupakan tanggung jawab dari dewan direksi yang dipimpin oleh pemilik Manajemen merupakan tanggung jawab semua manajer eksekutif yang dipimpin oleh direktur operasional dalam menjalankan operasional kerja.
  15. 15. Pertama, prinsip baru dalam tata kelola TI untuk organisasi, Governance of Enterprise IT (GEIT). Kedua, COBIT 5 memberi penekanan lebih kepada Enabler. Walaupun sebenarnya COBIT 4.1 juga menyebutkan adanya enabler-enabler, hanya saja COBIT 4.1 tidak menyebutnya dengan enabler. Sementara COBIT 5 menyebutkan secara spesifik ada 7 enabler dalam implementasinya. Berikut ini adalah ketujuh enabler COBIT 5 dan perbandingan untuk hal yang sama di COBIT 4.1 : (1) Prinsip-prinsip, kebijakan dan kerangka kerja. Kalau di CobiT 4.1, poin-poin ini tersebar dalam beberapa proses-proses CobiT 4.1.
  16. 16. (2) Proses-prosesnya adalah sentral dari CobiT 4.1. (3) Struktur organisasi dalam COBIT 4.1 tercermin dalam RACI chart yang mendefinisikan peran dan tanggung-jawab para pihak dalam setiap proses. (4) Kultur, etika dan perilaku. Poin ini terselip di beberapa proses CobiT 4.1 (5) Informasi merupakan salah satu sumber daya TI (IT resources) dalam COBIT 4.1. (6) Layanan, Infrastruktur, dan Aplikasi. Dalam CobiT 4.1, infrastruktur dan aplikasi (disatukan dengan layanan) merupakan sumber daya TI juga. (7) Dalam CobiT 4.1, hanya disebutkan "orang" sebagai salah satu sumber daya (walau sebenarnya mencakup juga keterampilan dan kompetensinya)
  17. 17. Ketiga, COBIT 5 mendefinisikan model referensi proses yang baru dengan tambahan domain governance dan beberapa proses baik yang sama sekali baru ataupun modifikasi proses lama serta mencakup aktifitas organisasi secara end-to-end. Keempat, seperti disinggung sebelumnya, bahwa dalam CobiT 5 terdapat proses-proses baru yang sebelumnya belum ada di CobiT 4.1, serta beberapa modifikasi pada proses-proses yang sudah ada sebelumnya di CobiT 4.1. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa model referensi proses CobiT 5 ini sebenarnya mengintegrasikan konten CobiT 4.1, Risk IT dan Val IT. Sehingga proses-proses pada CobiT 5 ini lebih holistik, lengkap dan mencakup aktifitas bisnis dan IT secara end-to-end.
  18. 18. Selesai bro :D

×