Himpunan naskah nasional & internasional (i) moedjiono

1,108 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Himpunan naskah nasional & internasional (i) moedjiono

  1. 1. HIMPUNAN NASKAH (I)SEMINAR-WORKSHOP-FORUM DISKUSI-ORASI ILMIAH-RISET(NASIONAL & INTERNASIONAL)Dr. Moedjiono, M.Sc.POGRAM STUDI: MAGISTER ILMU KOMPUTER (MKOM)UNIVERSITAS BUDI LUHURJAKARTA2006
  2. 2. iKATA PENGANTARDengan selalu mengucap puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat, taufik danhidayah-Nya, penyusun dapat menghimpun naskah-naskah seminar, workshop, forum diskusi, orasiilmiah, dan paper laporan hasil riset, yang pernah disampaikan pada forum-forum nasional maupuninternasional baik di dalam maupun di luar negeri, mewakili komunitas atau sebagai Delegasi RepublikIndonesia, dalam jangka waktu mulai bulan September 2003 sampai dengan Juli 2006, yang diberi judul”Himpunan Naskah (I) Seminar – Workshop - Forum Diskusi - Orasi Ilmiah – Riset (Nasional &Internasional)”.Buku himpunan naskah ini disusun sebagai bahan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuanyang pernah dialami dan disampaikan penghimpun bagi rekan-rekan sejawat, komunitas teknologiinformasi dan komunikasi, para mahasiswa, dan bagi diri sendiri, yang suatu saat mungkin memerlukanbahan atau referensi dalam penugasan terkait, penulisan karya-karya ilmiah, maupun pengetahuanpraktis.Seperti kata pepatah, bahwa tak ada gading yang tak retak, tak ada karya tulis yang sempurna, takada lembaran putih yang tak berbercak, penyusun sangat mengharapkan tanggapan, kritik dan saran-saran penyempurnaan.Semoga buku himpunan naskah ini bermanfaat bagi yang membutuhkan, Amin.Jakarta, 31 Juli 2006Penyusun,Dr. Moedjiono, M.Sc.
  3. 3. iiDAFTAR ISII. Nasional: Halaman1. “The Implementation of Information Technology in Government Office Adminis- 1tration”; Seminar: Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI); Bogor, 15 September 2003.2. “Pengembangan e-Government”; Rakorda Komunikasi dan Informasi Tim Koordinasi 13Telematika Indonesia (TKTI); Manado, 24-25 September 2003.3. “Penyiapan Perangkat Hukum dalam Upaya Memajukan Industri Kreatif di Indonesia”; 23Sosialisasi UU No.19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta; Bogor, 9 Maret 2004.4. “Program Implementasi Telematika di Indonesia”, Lokakarya Nasional Produk 38Komoditi Teknologi dalam Bidang Kelapa Sawit, Teknologi Informasi dan Material”,LIPI, Jakarta, 15 April 2004.5. “Rancangan Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (RUU ITE)”; 48Sosialisasi Kebijakan dan Strategi Pengembangan e-Government dan RUU ITE;Pontianak, 27 April 2004.6. "Masa Depan Teknologi Informasi bagi Terciptanya Health Information System"; 67Naskah Simposium Nasional Telemedicine Fakultas Universitas MuhammadiyahYogyakarta, 10 Juli 2004.7. "Masa Depan Teknologi Informasi bagi Terciptanya Health Information System"; 76Slide Simposium Nasional Telemedicine Fakultas Universitas MuhammadiyahYogyakarta, 10 Juli 2004.8. "Pengembangan dan Penerapan Aplikasi Telematika di Lingkungan Pemerintah"; 84Seminar Sehari Dislitbangal, Jakarta, 22 Juli 2004.9. “Peranan Pembangunan Bidang Telematika dalam Membangun Masyarakat 102Informasi”; Orasi Ilmiah, Wisuda Program Diploma, Sarjana dan PascaSarjana ke XXXV Universitas Darul Ulum; Jombang, 25 Juli 2004.10. "Implementasi Teknologi Informasi dalam rangka Pelaksanaan Inpres No.3/2003 113dan Good Governance guna Menunjang Optimalisasi Pelayanan Publik"; Seminare-Government: Road to Public Services, Warta Ekonomi, Jakarta, 28 Juli 2004.11. "Strategi Peningkatan Manajemen Organisasi Menuju e-Government"; Launching dan 131Lokakarya e-Government di Lingkungan Depdiknas, Jakarta, 8 September 2004.12. “Peran Telematika dalam Pengembangan UKM”; Dialog Interaktif Generasi Muda 154Pembangunan Indonesia; Jakarta, 10 September 2004.13. “Peranan Teknologi Informasi dalam Ekonomi Baru”; Talkshow dalam rangka 12th161Indocomtech; Media Indonesia-Dyandra Promosindo, Jakarta Convention Center,9 Oktober 2004.14. “Pemanfaatan Fasilitas KPU”; Workshop Pemanfaatan Idle Capacity Fasilitas IT – KPU; 169Jakarta, 11 Nopember 2004.15. “Pengembangan Aplikasi Layanan Pajak”; Workshop Peningkatan Layanan 176Pajak Kepada Wajib Pajak; Jakarta, 12 Nopember 2004.16. “Pemanfaatan Free/Open Source Software (FOSS) dan Linux di Dunia Bisnis & Pemerin- 185tahan”; Seminar Sehari Linux di Dunia Bisnis & Pemerintahan; Jakarta, 1 Desember 2004.17. “e-Government Roadmap Program”; Workshop Inisiatif Roadmap to e-Government; 194Jakarta, 4 Januari 2005.18. "Sistem dan Media Informasi Negara dalam Mencegah, Menyelesaikan Konflik dan 202
  4. 4. iiiMembangun Perdamaian Berkelanjutan"; Workshop The New Generation of ReligiousLeaders, Banjarmasin, 6 Januari 2005.19. “Kebijakan dan Strategi Pengembangan e-Government”, Rapat Kerja 207Pembahasan Pengembangan Sistem Informasi Keuangan, Kementerian Riset danTeknologi; Jakarta, 24 Pebruari 2005.20. “Kebijakan Pembangunan Industri Telematika”; Seminar Nasional Indonesia 231Software Developers Day; Hotel Bidakara Jakarta, 2 Maret 2005.21. “Program Pengembangan Aplikasi e-Government”; Seminar e-Government Kementerian 239Ristek; Jakarta, 5 Maret 2005.22. “e-Government dan Sistem Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Secara Elektronik 259(e-Procurement)”; Workshop e-Government dan e-Procurement Komisi PemberantasanKorupsi (KPK); Jakarta, 15 Maret 2005.23. "Strategi Pengembangan Telematika di Indonesia"; Diskusi Santai Telematika – Membe- 272dah Problem Umat dalam Penguasaan Telematika; Masjid Istiqlal, Jakarta, 19 Maret 2005.24. “Peranan Teknologi Informasi dalam Pembangunan Ekonomi dan Persaingan Dunia 291Usaha”; Naskah Seminar Nasional Perspektif Ekonomi Indonesia Lima Tahun Kedepan,Ikatan Alumni Magister Manajemen Universitas Sumatera Utara (IKA-MM-USU); BalaiRaya Tiara Convention, Medan, 20 Maret 2005.25. “Peranan Teknologi Informasi dalam Pembangunan Ekonomi dan Persaingan Dunia 301Usaha”; Slide Seminar Nasional Perspektif Ekonomi Indonesia Lima Tahun Kedepan,Ikatan Alumni Magister Manajemen Universitas Sumatera Utara (IKA-MM-USU); BalaiRaya Tiara Convention, Medan, 20 Maret 2005.26. “e-Security Challenges for e-Government”; Seminar Bellua Cyber Security Asia 2005; 314Borobudur Hotel Jakarta, 23 March 2005.27. “Strategi Pengembangan Telematika Indonesia dan Implikasinya terhadap Pengem- 323bangan Sumber Daya Manusia”; Orasi Ilmiah, Wisuda Sarjana dan Akhli Madya SekolahTinggi Teknologi Telkom, Tahun Akademik 2004/2005; Bandung, 26 Maret 2005.28. “Kebijakan Pemerintah tentang Standar Aksesibilitas Website di Indonesia”; Seminar 336dan Peluncuran Web Accessibility; Jakarta, 31 Maret 2005.29. “Peranan Telematika dalam Pembangunan Masyarakat Informasi Indonesia yang Damai dan 347Sejahtera”; Orasi Ilmiah, Wisuda Pascasarjana, Sarjana dan Akhli Madya Universitas BudiLuhur dan Akademi Sekretari Budi Luhur; Jakarta Convention Center, Jakarta, 8 April 2005.30. “Grand Design Rencana Implementasi Sistem Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah 359Secara Elektronik (e-Procurement)”; Workshop e-Procurement Departemen Pertanian;Jakarta, 11 April 2005.31. "Pembangunan Telematika dalam rangka menunjang Pengelolaan Infokom yang 366Profesional"; Rakorda Infokom dan Kehumasan Tahun 2005, Semarang, 14 April 2005.32. "Strategi Pengembangan Aplikasi/Content Lokal"; Breakfast Meeting Asosiasi Penye- 384lenggara Multimedia Indonesia (APMI); Jakarta, 12 Mei 2005.33. “Implementasi Teknologi Informasi di Perpustakaan Nasional dalam Kaitannya dengan 389Penyelenggaraan e-Government“; Seminar dan Peluncuran Situs WEB ResmiPerpustakaan Nasional RI versi 2005; Jakarta, 26 Mei 2005.34. “Penerapan e-Government dan Pengelolaan Portal Nasional www.indonesia.go.id”; 406Workshop Penerapan e-Government di Lingkungan Departemen Hukum dan HAM RI;Jakarta, 27 Mei 2005.35. “Pengembangan Portal Nasional www.indonesia.go.id”; Workshop Portal Nasional 416
  5. 5. ivSekretariat Negara RI, Jakarta, 30 Mei 2005.36. “Peran e-Procurement dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan (BUMN & Swasta)”; 426Seminar e-Procurement – Menaikkan Kinerja Melalui e-Procurement Management;Hotel Peninsula, Jakarta, 31 Mei 2005.37. “Pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Hak Pencipta dengan Menerapkan Electronic 441Record Management”; Seminar Nasional tentang Sarana Kontrol Teknologi danInformasi Manajemen Hak Pencipta, Depkumham; Jakarta, 13 Juni 2005.38. “Strategi dan Kebijakan Pembangunan Telematika”; Rapat Pra-Munas APTIKOM dan 454Seminar Nasional “Meneropong Industri Software di Indonesia”, Asosiasi PerguruanTinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM); Yogyakarta, 21-22 Juni 2005.39. “Peranan Telematika dalam Persaingan Global”; Orasi Ilmiah, Wisuda STMIK dan AMIK 462Jayanusa Padang; Hotel Rocky Padang, 16 Juli 2005.40. “Free/Open Source Software (FOSS/OSS) dan Program Indonesia Goes Open Source (IGOS)”; 473Seminar Nasional Open Source Budi Luhur Goes Open Source; Jakarta, 25 September 2005.41. “Sistem Pembelajaran Secara Elektronik (e-Learning)”; Seminar Nasional e-Learning 481Universitas Bina Nusantara; Jakarta, 28 September 2005.42. "Pembangunan Telecenter dalam rangka Mengatasi Kesenjangan Digital"; Seminar 493Bappenas-UNDP, Hotel Hyatt Jakarta, 14 Desember 2005.43. "Konferensi Tingkat Tinggi Pembangunan Masyarakat Informasi (World Summit on 504the Information Society – WSIS) dan Tindak Lanjut Implementasinya di Indonesia";Seminar Fakultas Pascasarjana Universitas Budi Luhur (UBL); Jakarta, 11 Maret 2006.44. “Kebijakan Pengembangan SDM Telematika dalam rangka mengatasi masalah Kesenjangan 519Digital di Indonesia”; Temu Pakar Depkominfo dalam rangka Mewujudkan PengembanganSDM di bidang Telematika/ICT”; Jakarta, 25 April 2006.45. "Konferensi Tingkat Tinggi Dunia Menuju Masyarakat Informasi (World Summit on 537the Information Society – WSIS)"; Forum Diskusi Tindak Lanjut WSIS: Cybersecurity,Internet Governance dan Public Private Partnership, Jakarta, 10 Mei 2006.46. "Inisiatif Teknopreneurship bidang Telematika di Indonesia"; Seminar Nasional 550Teknopreneurship FTI Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, 7 Juni 2006.47. "Teknologi Voice over Internet Protocol (VoIP)/Internet Teleponi untuk Kepentingan Publik 562(ITKP)"; Naskah Seminar VoIP/ITKP; Gelora Bung Karno Jakarta, 9 Juni 2006.48. “Penyelenggaraan Voice over Internet Protocol (VoIP)/Internet Teleponi untuk Kepentingan 564Publik (ITKP) di Indonesia”; Slide Seminar VoIP/ITKP; Gelora Bung Karno, Jakarta, 9 Juni 2006.49. ”Penelitian dan Pengembangan Bidang Telematika”; Temu Ilmiah Peneliti Balitbang SDM 570Kominfo; Wisma Tugu Depag RI, Cisarua Bogor, 21 Juli 2006.
  6. 6. vII. Internasional:1. "Information and Communication Technology Policy and Development"; The 2ndAsian IT 582Summit 2004, Hyderabad Andhra Pradesh India, 12-13 January 2004.2. "The National Initiatives for Promoting ICT Development"; Asia-Pacific Telecommunications 586and ICT Development Forum (ADF); Goa India, 18-21 July 2004.3. "Indonesias Draft Law on Information and Electronic Transaction"; Cybercrime Legislation 600and Enforcement Capacity Building Conference of Experts; Hanoi, Vietnam, 25-27 August 2004.4. "Sustainable Development Program for Enhancing the Use of Computers in Rural Areas 620through Community Access Points (CAP) and One School One Computers Laboratorium(OSOL); New Delhi, India, 18 July 2005.5. "National Cybersecurity Policy & Implementation for Government of Indonesia"; 631http://www.itu.int/osg/spu/cybersecurity/; Country Paper In Cybersecurity Initiative;By: Hammam Riza and Moedjiono; Seminar: Partnership for Global Security, ITUBuilding, Geneva, 15-16 May 2006.6. "Policy on ICT Industry Development"; BSA Regional Innovation Forum 2006 Building a Safe 639and Legal ICT Industry; Oriental Hotel Bangkok, 18 May 2006.
  7. 7. 1
  8. 8. 2
  9. 9. 3
  10. 10. 4
  11. 11. 5
  12. 12. 6
  13. 13. 7
  14. 14. 8
  15. 15. 9
  16. 16. 10
  17. 17. 11
  18. 18. 12
  19. 19. 13
  20. 20. 14
  21. 21. 15
  22. 22. 16
  23. 23. 17
  24. 24. 18
  25. 25. 19
  26. 26. 20
  27. 27. 21
  28. 28. 22
  29. 29. 23
  30. 30. 24
  31. 31. 25
  32. 32. 26
  33. 33. 27
  34. 34. 28
  35. 35. 29
  36. 36. 30
  37. 37. 31
  38. 38. 32
  39. 39. 33
  40. 40. 34
  41. 41. 35
  42. 42. 36
  43. 43. 37
  44. 44. 38
  45. 45. 39
  46. 46. 40
  47. 47. 41
  48. 48. 42
  49. 49. 43
  50. 50. 44
  51. 51. 45
  52. 52. 46
  53. 53. 47
  54. 54. 48
  55. 55. 49
  56. 56. 50
  57. 57. 51
  58. 58. 52
  59. 59. 53
  60. 60. 54
  61. 61. 55
  62. 62. 56
  63. 63. 57
  64. 64. 58
  65. 65. 59
  66. 66. 60
  67. 67. 61
  68. 68. 62
  69. 69. 63
  70. 70. 64
  71. 71. 65
  72. 72. 66
  73. 73. 67I - 6MASA DEPAN TEKNOLOGI INFORMASI BAGI TERCIPTANYAHEALTH INFORMATION SYSTEMMakalah Oleh :Dr. Moedjiono, MScDisampaikan pada acara Simposium Nasional TelemedicineFakultas Kedokteran – Univ. Muhammadiyah Yogyakarta10 Juli 2004Abstrak :Kesepakatan dalam WSIS mendorong untuk tercapainya target layanan kesehatan diIndonesia yang menghubungkan seluruh rumah sakit di Indonesia pada tahun 2005dan pusat kesehatan pada tahun 2010. Telemedicine menjadi alat bantu yangsangat potensial dalam menjembatani kesejangan layanan kesehatan danpemerataan kemampuan tenaga medis dalam melakukan diagnosis, terapi,pencegahan penyakit, penelitian, evaluasi serta peningkatan ilmu dan pengetahuan.1. PENDAHULUANPada saat ini jumlah kebutuhan dokter di rumah sakit dan pusat kesehatan masih terusbertambah dan berkembang hingga keberbagai wilayah dan pelosok di seluruh tanah air,namun sangat disayangkan populasi dokter dan paramedis masih terkonsentrasi di wilayahperkotaan khususnya di pulau Jawa. Sedang di daerah pedesaan atau perkampungankhususnya dil luar Jawa, masih jauh dari tersedia atau terlayani dari tenaga kesehatan.Kondisi demikian tentunya menimbulkan kesenjangan tenaga dokter dan para medis sertakualitas layanan kesehatan kepada masyarakat setempat. Pemerintah Republik Indonesiaberupaya menanggulangi kesenjangan tersebut dan berupaya agar kondisi tersebut dapatsecara berangsur dihilangkan ataupun secara bertahap dikurangi. Salah satu upaya yangdilakukan pemerintah adalah dengan memperbaiki Sistem Kesehatan Nasional antara laindengan memanfaatkan Teknologi Informasi. Dengan memanfaatkan teknologi Informasi
  74. 74. 68tersebut diharapkan dapat diciptakan kemudahan dan kelancaran komunikasi antara dokterdan pasien secara lebih efisien tanpa adanya halangan tempat, waktu dan jarak atau yangdikenal sebagai Network System of Telemedicine. Melalui Network System Telemedicinejaringan komunikasi antar pusat-pusat pelayanan kesehatan (rumah sakit, klinik, puskesmasdll.) dapat saling terhubung dengan memanfaatkan infrastruktur telekomunikasi yang ada.Kebutuhan akan adanya Network System Telemedicine, sangat didukung oleh berbagainegara di seluruh dunia yang dinyatakan dalam salah satu butir dalam deklarasi danrencana kerja World Summit on Information Society (WSIS) yang diselenggarakan padatanggal 17-28 Februari 2003 di Geneva. Pada konferensi tersebut dihasilkan 10 itemrencana kerja yang termasuk dalam e-strategy dan ditargetkan akan dicapai hingga tahun2015. Khusus yang berkaitan dengan target e-strategi bidang kesehatan, yang harus dicapaiIndonesia adalah keharusan menghubungkan seluruh rumah sakit di Indonesia pada tahun2005 dan pusat kesehatan pada tahun 2010. Langkah-langkah yang harus dilakukan untukmemenuhi target tersebut, adalah dengan melakukan pemetaan di Indonesia terhadapkesiapan/ketersediaan teknologi telekomunikasi khususnya infrastruktur, aplikasitelemedicine dan sumber daya manusia. Ketersediaan dari ketiga faktor tersebut akanmenjadi kunci sukses penerapan telemedicine di Indonesia.Secara umum telemedicine dapat diartikan sebagai :Telemedicine adalah pelayanan kesehatan jarak jauh yang dilakukan oleh profesionalpelayanan kesehatan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untukpertukaran informasi mencakup diagnosis, terapi, dan pencegahan penyakit,penelitian, dan evaluasi. Termasuk di dalamnya untuk pendidikan berkelanjutan bagipenyedia pelayanan kesehatan, dimana ini semua dilakukan untuk kepentinganmemajukan kesehatan individu dan komunitasnya.Dengan diterapkannya telemedicine maka pemerataan layanan kesehatan dapatditingkatkan dan kemampuan pengetahuan tenaga medis dapat disebarluaskan secaravirtual. Penerapan telemedicine ini menjadi salah satu kunci pemecahan permasalahantenaga medis yang berada dilokasi luar Jawa agar dapat tetap berkomunikasi danmemperoleh bantuan analisis, diagnosis, pemeriksaan dan penanganan pada kasus-kasuspasien tertentu dengan bantuan para dokter senior dari jarak jauh. Sehingga dimasa depanproblem penolakan dokter-dokter muda yang akan ditempatkan diluar Jawa karena alasansulit berkomunikasi dan berkembang, khususnya dalam memperoleh bantuan mendiagnosisdan saling bertukar informasi dengan para dokter senior dapat dihindari.
  75. 75. 692. MENGHUBUNGKAN TEMPAT PELAYANAN KESEHATAN TERTUANG DALAMAGENDA KERJA WSISIndonesia sebagai anggota PBB perlu berperan aktif dalam World Summit on InformationSociety (WSIS) yang diselenggarakan dan dikoordinasikan dibawah Sekretaris Jendral PBB.Hal ini merupakan peluang untuk kerjasama dengan para pimpinan dunia, kepala lembagaPBB, pimpinan industri, LSM, perwakilan media dan masyarakat umum dalam suatukegiatan tingkat tinggi. Peran dari berbagai kalangan tersebut di atas, diharapkan dapatmenjamin koordinasi yang baik dari masyarakat informasi seluruh dunia. Pemerataan aksesdan penyediaan infrastruktur telematika pada negara-negara berkembang menjadi salahsatu agenda dalam WSIS, sehingga diharapkan kesenjangan digital di tingkat global dapatdikurangi. Untuk itu dikeluarkan deklarasi dan action plan WSIS yang bertujuan membantunegara berkembang dan terbelakang memperoleh akses informasi, sehingga tercapaiekonomi global berbasis digital knowledge.Pada sidang para menteri ICT di forum “Toward Knowledge Society” di Paris pada bulanOktober 2003, dimana setiap negara harus mencanangkan Rencana Target WSIS 2005 –2010, Sebagai anggota WSIS, Indonesia berkomitmen untuk mendukung dan berupayamengurangi kesenjangan digital yang ada. Salah satunya adalah melalui sinergi kegiatandalam wadah Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI) dengan semua stakeholder danshareholder.Salah satu Target Utama Action Plan WSIS adalah membangun infrastruktur dasar yangmengkoneksikan seluruh desa, sekolah, perguruan tinggi dan pelayanan kesehatan secaraglobal. Indonesia sepakat untuk secara konsisten agar pelayanan kesehatan diseluruhrumah sakit telah terhubung pada tahun 2005 serta pusat kesehatan pada tahun 2010.Langkah-langkah yang dilakukan dalam menghubung-kan rumah sakit dan pusat kesehatantersebut sangat bergantung kepada :a. Ketersediaan infrastruktur telekomunikasib. Aplikasi aplikasi telemedicine yang mendukungc. Ketersediaan dan kemampuan sumber daya manusia3. INFRASTRUKTUR TELEKOMUNIKASI3.1 KONDISI SAAT INI di INDONESIADi daerah pedesaan, masih banyak faktor yang menyebabkan penetrasi jaringankomunikasi yang rendah. Hal ini disebabkan antara lain rendahnya kepadatanpenduduk, pertumbuhan ekonomi cenderung lambat, dan infrastruktur yang tidakcukup memadai. Dengan alasan pertimbangan tersebut diatas, maka ditinjau dariorientasi bisnis, usaha untuk menyediakan infrastruktur telekomunikasi di daerahpedesaan masih membutuhkan investasi yang sangat mahal, dan tidakmenguntungkan. Sehingga untuk pengimplementasian di daerah pedesaanmembutuhkan pendekatan khusus. Dalam rangka mengurangi kesenjangan digital,pemerintah melaksanakan program USO telekomunikasi.
  76. 76. 703.2. KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PENANGANAN TELEKOMUNIKASIPERINTIS (Universal Service Obligation/USO Telekomunikasi)Dalam rangka meningkatkan kesempatan bagi masyarakat di daerah pedesaan agardapat menikmati fasilitas layanan telekomunikasi maka Pemerintah bermaksudmengembangkan jaringan Fasilitas Telekomunikasi Perintis (Universal ServiceObligation/USO), sehingga dapat menjembatani kesenjangan telekomunikasi. Melaluisurat Menteri Komunikasi dan Informasi No. 109/M.Kominfo/VI/2003 kepada MenteriPerhubungan mengharapkan bukan hanya pembangunan fasilitas TelekomunikasiPerintis (USO) tidak hanya untuk voice saja, tetapi juga harus dapat membangunaplikasi e-health yang merupakan layanan diagnosis jarak jauh atau konsultasidengan dokter spesialis untuk lokasi-lokasi yang belum memiliki fasilitas dokterspesialis tertentu.3.3. HAL-HAL PENTING DALAM PEMBANGUNAN INFRA-STRUKTURTELEMEDICINEPembangunan infrastruktur di daerah sangat bergantung kepada daerahnya denganmelihat kemampuan teknologi komunikasi yang dapat diimplementasikan dan dapatmenjangkau pelanggan/ penggunanya dalam radius tertentu. Teknologitelekomunikasi dipakai untuk telemedicine antara lain satellite, microwave, fiberoptic juga copper wire.Selain memperhatikan teknologi telekomunikasi yang akan diimplementasikan dalampembangunan infrastruktur, juga harus diperhatikan besar bandwidth yangdipergunakan, sehingga aplikasi Telemedicine dapat berjalan sesuai yangdibutuhkan. Bandiwidth itu sendiri dapat didefinisikan sebagai kemampuanmentransmisikan informasi dalam jalur telekomunikasi. Semakin besar bandwith,maka proses pengiriman data menjadi lebih cepat.Berikut klasifikasi bandwidth dalam teknologi telekomunikasi :Bandwidth(KBps)Access Network TelecommTechnology64 copper wire, radio, satellite POTS, include data via modem64 ~ 2.048 copper wire, coaxial, fiber optic DLC, ISDN (BRA/PRA)2,048 Fiber optic Frame relay, ATMKeterbatasan bandwidth, adalah sebuah implikasi yang harus di hadapi, dimanapenggunaan bandwidth suara (POTS) dengan menggunakan cooper wire, meskipundapat diklasifikasikan ke dalam layanan murah, tetapi ini hanya dapat mengirimkan
  77. 77. 71bandwidth yang kecil. Berbeda dengan penggunaan broad bandwidth dapatmembuat aplikasi seperti teleradiology, telephatology, teledermatology atautelepharmasi berjalan, tetapi dalam hal ini tentu saja akan menghabiskan biaya lebihbesar untuk bandwidth yang lebih besar.Kebutuhan bandwidth dalam pemakaian aplikasi telemedicine adalah sbb :BandwidthrequiredInformationtransferredInteraction mode Applicationtypelow Voice, Still video,TextTelephone voice interaction, Stillimages, Video clips with not real-time, Text, Store-and-forwardwith data acquired and sent forlater ReviewAudio, Datalow ~middle Voice, Motionvideo mages, TextStill images, Video clips with real-time, Telephone voice interactionVisualImages, Datamiddle~high Voice, Motionvideo Images, TextReal-time one-way or two-wayinteractive motion videoVisual imagesCatatan :Low : 64 Kbps, Middle : 64 ~ 2.048 Kbps, High : 2,0484. APLIKASI TELEMEDICINETelekomunikasi menyediakan teknologi yang dapat mentransmisikan berbagai informasisecara elektronik dari tempat satu ke tempat lain, yang terpisahkan secara geographi.Dilihat dari informasi yang ditransmisikan, telemedicine termasuk teknologi dan aplikasi-aplikasinya dapat dikelompokkan dalam 3 bagian :1. Audio : aplikasi telemedicine paling sederhana, audio dapat dikirim secara minimaldengan menggunakan POTS (Plain Old Telephon System). Jadi cukup denganmenghubungkan antara 2 titik untuk mendiskusikan sesuatu tentangkesehatan/medicine2. Visual : (Image Transfer) Penggunaan video conference dan proses pentransferan darigambar visual adalah teknologi aplikasi yang biasa digunakan dalam visual telemedicine,contohnya : Teleradiology, telephatology, teledermatology dan telepharmacy.3. Data : Yang termasuk jenis ini adalah online akses pada database dan telemetry.Informasi yang dilihat dalam data telemedicine biasanya dalam format digital. Salah satucontoh adalah observasi angkatan udara untuk memonitor kesehatan pilot-pilot merekadalam pesawatnya.
  78. 78. 72Perkembangan teknologi informasi dibidang mikroelektronik dan standar aplikasi telahmemacu perkembangan penerapan telemedicine. Seperti digunakannya MMX video chipsetuntuk mempercepat proses pengolahan citra digital, standar kompresi suara H.324 untuktelephone kabel dan H.323 untuk internet voice.5. Sumber Daya ManusiaKemajuan teknologi informasi yang cepat harus diiringi dengan peningkatan kemampuansumber daya manusia, baik untuk para dokter dan tenaga para medis yang secara langsungberkaitan dengan operasional dan analisis data. Tingkat kompleksitas peralatan kedokteranyang menggunakan teknologi tinggi dan kepresisian tinggi menuntut pendalamanpenguasaan ilmu dan teknologi. Selain itu telemedicine berfungsi pula sebagai bagian daridistance learning yang menghubungkan para dokter yang berbeda lokasi, sehingga dapatdilakukan sharing informasi, treatment dan edukasi secara online, real time, interaktifmelalui video conference.6. Penerapan Telemedicine dalam bidang KesehatanBeberapa penerapan telemedicine di bidang kesehatan antara lain:Telemedicine home health careTelemedicine consultingTelemedicine call centerEmergency TelemedicineGeneral telemedicineTeleradiologyTelesurgery (Long distance surgery)TelepsychiatryTelecardiologyTeledermatologyTelepathologyTeledentistryBioInformaticsR&D Kesehatandan lain-lainContoh penerapan telemedicine home health care di Jepang dapat menekan biayapengeluaran pengobatan di rumah sakit, karena pasien yang memerlukan konsultasi danpenanganan awal dapat secara proaktif menanyakan dan mengutarakan kondisinya kepadadokter dan perawat kesehatan. Secara statistik hampir sekitar 40% diagnosis permasalahankesehatan dapat diperoleh dari konsultasi kesehatan awal antara pasien dengan dokterperawatnya. Dukungan lain berupa call center dan emergency telemedicine mempercepatrespon yang dapat diterima pasien yang berapa dalam kondisi darurat.Teleradiology saat ini merupakan salah satu penerapan aplikasi teknologi informasi yangsangat luas dan maju dikembangkan. Gambar-gambar hasil radiologi di transmisikan melaluiaplikasi tele-imaging atau radiograhy imaging agar dapat diterima oleh remote monitoruntuk diinterpretasikan oleh team medis melalui diagnostik system. Perkembangan kedepansistem teleradiology telah diintegrasikan dengan sistem Picture Archive and CommunicationSystems (PACS) yang mampu mengakuisisi, mengelola dan mentrasmisikan data sertagambar dalam satu kesatuan informasi.
  79. 79. 73Salah satu revolusi teknologi yang sangat signifikan terdapat dalam bidang telesurgery (longdistance surgery). Pada telesurgery terdapat integrasi dari berbagai bidang dan disiplin ilmuseperti : broadband audio, video, realtime data, robotik, mekanik, elektronik dan remotesistem. Canada berhasil melakukan telerobotic surgery dimana pasien yang akan dioperasilaparoskopi berada di suatu daerah terpencil yang berjarak sekitar 400 km dari kota besar.Dokter-dokter ahli bedah yang berada di kota besar melakukan remote operasi laparoskopidari suatu control room dengan memanfaatkan teknologi robotik. Persyaratan infrastrukturyang andal dengan layanan jaringan VPN dengan bandwidth 10-12 Mbps serta keandalankontrol gerak robotik yang memiliki delay gerak lebih kecil dari 150 miliseconmemungkinkan dokter bedah melakukan bedah laparoskopi dan endoscopi secara presisi.Metode ini merupakan suatu terobosan yang sangat berarti dalam menjembatanikekurangan dokter ahli bedah untuk daerah-daerah terpencil.Pemanfaatan teknologi informasi juga dilakukan untuk penelitian dibidang kesehatan danbioteknologi, dimana domain pengguna telah berkembang sangat jauh hingga bersifat tanpabatas (borderless). Para peneliti yang bermukim disuatu negara dapat melakukan kolaborasiriset dan penelusuran informasi dengan rekan-rekannya di berbagai negara diseluruh duniasecara bersama dan online. Salah satu contoh yang menarik adalah dalam penelitian HumanGenom Project yang dilakukan oleh lebih dari 50 negara. Saat ini telah berhasil diidentifikasisekitar 30.000 gen DNA manusia, sekitar 3 milyar pasangan kimia pembangun DNA, danberhasil diintegrasikan data dan informasi digital gen dalam database untuk dimodelkan.Bank data yang dibangun bersifat public domain sehingga dapat digunakan oleh seluruhumat manusia demi kesehatan masyarakat dan kemajuan teknologi informasi kesehatan.Program ini telah berjalan selama 13 tahun dan selesai pada tahun 2003. Suatukeberhasilan besar bagi umat manusia khususnya untuk bidang kesehatan dimana peta genmanusia dapat dibuat untuk memprediksi, mendiagnosis dan melakukan terapi gen untukpengobatan manusia. Indonesia dalam hal ini ikut terlibat aktif dalam projek tersebut yangdiwakili oleh Lembaga Biologi Molukular Eijkman (Eikman Institut) yang dipimpin oleh Prof.dr.Sangkot Marzuki, DSc.7. Asosiasi Informatika KesehatanDengan berkembangnya berbagai teknologi informasi dan komputer pada khususnya, saatini telah ada sosiasi yang menghimpun para praktisi medis di dunia yang tergabung dalamInternational Medical Informatics Assosiation (IMIA). Asosiasi ini merupakan wadah salingmempertukarkan informasi, pengalaman, teknologi dan penerapan kemajuan-kemajuanteknologi informasi di dunia kesehatan. Sedangkan di Indonesia baru-baru ini telah didirikanasosiasi serupa dengan nama Indonesia Health Informatics Assosiation (INAHIA) yangdiharapkan akan memacu dan memperluas penggunaan IT dibidang kesehatan dankedokteran.
  80. 80. 748. WEBSITE "e-health" di IndonesiaBeberapa website yang bisa mewakili e-health di Indonesia adalah :1. IDI (http://www.idionline.org)2. PERSI (http:// www.pdpersi.co.id);3. Deartemen Kesehatan ( http://www.depkes.go.id )4. Promosi Kesehatan ( http://www.promosikesehatan.com )5. Portal Satumed (http://www.satumed. com);6. Perusahaan farmasi Kalbe Farma (http: //www. kalbe. co.id).7. detikHealth-Detik.com ( http://www.detik.com/ )8. www.klinikpria.com10. MLDI (http:// www.mldi.or.id) dan lain-lain.Seperti rimba raya, beraneka jenis pula penghuni dunia maya, karena itu kita juga mesti jelimemilih situs web kesehatan yang baik dan dapat dipercaya. Bagaimanapun ruangkonsultasi kesehatan di jagat maya bisa menjadi alternatif untuk bertanya.Milis kedokteran : Milis merupakan wadah sebuah komunitas yang memiliki minat tertentudi internet dan berkomunikasi lewat e-mail. Untuk kesehatan, salah satu yang tertua adalahMailing List Dokter Indonesia (MLDI).1. dokter@itb.ac.id, sedang untuk mendaftar dapat secara langsung ke dokter-subscribe@itb.ac.id.2. doctors-l-subscribe@egroups.com untuk komunitas para dokter.3. idi-l-subscribe@egroups.com untuk anggota Ikatan Dokter Indonesia4. ginjal-subscribe@egroups.com5. dentistry-id-subscribe@egroups.com6. psikologi-subscribe@eGroups.com7. Public-Health-subscribe@egroups.com8. dan lain-lain9. KONDISI SAAT INITelemedicine akan berhasil bila ditunjang infrastruktur dan aplikasi yang berjalan diatasnya.Terhambatnya kemajuan telemedicine di Indonesia antara lain disebabkan karena saat ini :• Infrastruktur telekomunikasi dasar baru mencakup 76% Kab/kota.• Wasantara net baru melayani 167 kab/kota• Telkomnet instan baru melayani 180 kab/kota• Depdagri dengan VSATnya tinggal 10% pemanfaatannya.• Belum tersedia data dan standar data yang dapat dimanfaatkan secarabersama/terpadu.• Dasar hukum pengelolaan data elektronik Dokumen RS/medical record belum ada.• Belum ada hukum yang mengatur tentang pemanfaatan TI untuk transaksi bisnis danpertukaran data serta perlindungan terhadap data (Cyber Law).• Perlindungan atas Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).• Otonomi dan Desentralisasi.
  81. 81. 7510. PENUTUPMasih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bersama antara Pemerintah,Dunia pendidikan, para profesional dibidangnya dan dunia usaha. Untuk itu diperlukankerjasama yang erat dari seluruh unsur bangsa untuk memajukan dunia kedokteran dankesehatan dengan bantuan teknologi informasi khususnya untuk membangun jaringan antarrumah sakit di tahun 2005 dan pusat layanan kesehatan masyarakat ditahun 2010.Kepustakaan :1. Makalah pokja Bidang Pengembangan Infrastruktur pada Lokakarya TKTI, 21 Oktober20032. Makalah dari BKN pada pertemuan : Kesiapan publik dlm menghubungkan semua PusatKesehatan dan RS dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi, 16 Juni 20043. Makalah mengenai telemedicine; Website www.med.umich.edu/telemedicine/symposium2004/4. Human genom data bank; Website http://www.ncbi.nlm.nih.gov/5. Website http://www.eur.nl/FGG/MI/imia/home.html6. Association of Telemedicine Service Provider‟s www.atsp.org7. Human genom project www.DOEgenomes.org8. British Medical Informatics Society http://www.bmis.org/
  82. 82. 76
  83. 83. 77
  84. 84. 78
  85. 85. 79
  86. 86. 80
  87. 87. 81
  88. 88. 82
  89. 89. 83
  90. 90. 84
  91. 91. 85
  92. 92. 86
  93. 93. 87
  94. 94. 88
  95. 95. 89
  96. 96. 90
  97. 97. 91
  98. 98. 92
  99. 99. 93
  100. 100. 94
  101. 101. 95
  102. 102. 96
  103. 103. 97
  104. 104. 98
  105. 105. 99
  106. 106. 100
  107. 107. 101
  108. 108. 102I - 9PERANAN PEMBANGUNAN BIDANG TELEMATIKADALAM MEMBANGUN MASYARAKAT INFORMASIOrasi IlmiahOleh :DR. MOEDJIONO, M.Sc.Pada Acara:Wisuda Program Diploma, Sarjana dan Pasca Sarjana ke XXXVUniversitas Darul ’UlumJombang, 25 Juli 2004Assalammu‟alaikum Wr.Wb.,Yang saya hormati : Rektor Universitas Darul ‟Ulum, Seluruh Civitas Akademika Universitas Darul ‟Ulum, Yang berbahagia Para Wisudawan/Wisudawati, Para Orang Tua, Undangan dan Hadirin yang berbahagia.Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan YangMaha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya kita semua diberi kesempatanuntuk menghadiri dan mengikuti acara Wisuda Program Diploma, Sarjana danPasca Sarjana ke XXXV Universitas Darul ‟Ulum. Kami, sangat menghargaikepedulian Universitas Darul ‟Ulum dalam menyiapkan sumber daya manusia(SDM) bangsa Indonesia dalam menghadapi permasalahan di masa yang akandatang. Dalam kaitan ini, sesuai dengan tuntutan UU Sisdiknas, semua lembaga
  109. 109. 103pendidikan diharuskan menyusun kurikulum berbasis kompetensi yang mampumembentuk suatu link and match antara lulusan Pendidikan Tinggi dengankebutuhan pengguna jasa di bidang telematika yang di dalamnya termasuktelekomunikasi, media dan informatika.Pembangunan telematika merupakan upaya konkrit dalam menemukan link andmatch tidak saja untuk jangka waktu yang sedang berjalan, tetapi jugamengantisipasi perkembangan di masa yang akan datang yaitu membangunmasyarakat informasi, sesuai yang diamanatkan dalam pertemuan tingkat KepalaNegara sedunia (World Summit on the Information Society I tanggal 10-12Desember 2003).Dalam WSIS I 2003 tersebut telah disepakati bersama pelaksanaan duadokumen penting yang dihasilkan yaitu Prinsip-prinsip dan Rencana Aksi untukmembangun masyarakat informasi (Information Society) sebagai langkah untukmembangun masyarakat yang berpengetahuan (knowledge society). Dokumentersebut di antaranya mengharuskan bahwa pada tahun 2015 seluruh sekolahmulai SD sampai Universitas, perpustakaan, rumah sakit, pusat ilmu danpengetahuan, pusat kebudayaan, museum, kantor pos dan kearsipan, seluruhdesa harus sudah terhubung dengan fasilitas telekomunikasi dan informasi, danmemastikan bahwa lebih dari separuh jumlah penduduk dunia harus sudahmempunyai akses dengan teknologi informasi dan komunikasi.Dalam era globalisasi sekarang ini, informasi telah berkembang menjadikomoditas yang penting dan strategis, serta semakin luas memasuki berbagai sisidalam kehidupan masyarakat. Sulit dibayangkan kehidupan manusia modernsekarang ini dipisahkan dari informasi. Pengelolaan informasipun semakincanggih dan berkembang menjadi bisnis yang semakin menguntungkan,sehingga menampakkan wajah yang industrial-komersial. Proses produksi,pengolahan, dan penyebar-luasan informasi semakin dipermudah dan dipercepatkarena dukungan teknologi yang semakin canggih.Sedemikian pentingnya komunikasi dan informasi dalam kehidupan manusia,sehingga beberapa pakar menyebutkan bahwa siapapun yang dapat menguasaiinformasi, serta memanfaatkannya dengan bijak, maka dialah yang palingberpeluang meraih sukses di era informasi ini. Demikian juga dalam konteks
  110. 110. 104kehidupan berbangsa dan bernegara, bangsa yang paling menguasai informasidan secara tepat dan bijak mampu memanfaatkannya, maka bangsa itulah yangpaling siap menapaki milenium ke tiga ini.Fenomena inilah yang kemudian menjadi perhatian banyak pihak karenamempunyai implikasi luas terhadap aspek-aspek ideologis seperti identitasbangsa dan nasionalisme.Kita sadari bersama bahwa era sekarang ialah era persaingan bebas, di manahambatan dalam perdagangan antar negara ditekan seminimal mungkin ataubahkan dihilangkan. Tatanan itu telah kita sepakati, yaitu untuk tingkat ASEANsudah berlangsung mulai tahun 2003 yaitu dengan berlakunya AFTA, dan untuktataran Asia Pacific, secara bertahap sudah berlaku, yang mengharuskan kitauntuk menerapkan paperless trading, walaupun secara menyeluruh baru akanberlaku pada tahun 2020.Untuk ikut serta memanfaatkan peluang dalam persaingan tersebut, bangsaIndonesia mau tidak mau harus ikut serta dalam kompetisi tersebut, dan salahsatu strategi yang dipilih adalah melalui peningkatan peran teknologi telematika,yaitu suatu konvergensi antara telekomunikasi, media, dan informatika.Hadirin Sekalian yang saya hormati,Bagi bangsa Indonesia yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 200 juta yangtinggal di daerah kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau serta dengan sukubangsa yang beraneka ragam, peranan teknologi telematika mempunyai tigaperanan pokok yaitu, Pertama, teknologi telematika merupakan instrumen dalammengoptimalkan proses pembangunan yaitu dengan memberikan dukunganterhadap manajemen dan pelayanan kepada masyarakat. Kedua, produkteknologi telematika merupakan komoditas yang sama saja dengan komoditasekonomi lainnya yang mampu memberikan peningkatan pendapatan baik bagiperorangan, dunia usaha dan bahkan negara dalam bentuk devisa hasil eksporjasa dan produk industri telematika. Ketiga, teknologi telematika bisa menjadiperekat persatuan dan kesatuan bangsa, melalui pengembangan sisteminformasi yang menghubungkan semua institusi dan area seluruh wilayahnusantara.Untuk bisa memainkan ketiga peranan tersebut secara optimal, kita harusmampu melihat realitas kondisi kita sekarang ini dalam penyediaan infrastruktur,suprastruktur, sumberdaya manusia, dana, sistem manajemen dan prosedur
  111. 111. 105kerja serta peraturan perundang-undangan yang masih serba sangat terbatas.Dengan bertolak dari penglihatan atas kondisi yang ada mengenai pemanfaatanteknologi informasi dan komunikasi (ICT) yang ada selama ini, kita akan bisamenyusun langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan secara tepat.Secara umum penggunaan teknologi informasi dalam mendukung prosespembangunan masih dilakukan secara parsial oleh lembaga-lembagapemerintahan baik di pusat dan daerah telah dimulai, namun dilihat darikuantitas dan kualitasnya belum sebagaimana yang diharapkan dan belummerupakan suatu sistem yang terintegrasi. Oleh karena itu, kebijakanpemerintah ialah memprioritaskan pada pengembangan e-Government,sebagai layanan pemerintah kepada masyarakat berbasis teknologi telematika.Pemerintah telah mengeluarkan arahan melalui INPRES Nomor 3 Tahun 2003,tentang kebijakan dan strategi pengembangan e-government. Diharapkandengan terwujudnya e-government, akan terjadi peningkatan yang cukupsignifikan dalam efisiensi dan efektivitas pelayanan, serta transparansi akansemakin baik sehingga dapat terwujud pemerintahan yang baik (goodgovernance).Jika e-government bisa kita wujudkan, maka daya saing bangsa kita akansemakin meningkat. Hal ini akan dapat dilihat dari produktivitas kerja yangdipastikan akan meningkat sebab dalam proses transaksi dan pelayanan publikakan berjalan lebih efisien dan efektif. Selain itu, karena e-government menjaminadanya transparansi dalam proses penyelengga-raan pelayanan publik, makaakan membuka peluang secara transparan kepada industri-industri, baik di dalammaupun luar negeri untuk menanamkan investasinya. Selain melalui e-government, daya saing bangsa juga akan meningkat melalui layanan informasilainnya yang disampaikan melalui layanan-layanan sektoral baik oleh instansipemerintah maupun swasta, seperti e-education, e-health, e-bisnis dll.Selain melalui implementasi layanan informasi berbasis teknologi telematika baiklayanan publik maupun layanan komersial, daya saing bangsa akan meningkatmelalui upaya pengembangan teknologi telematika sebagai komoditas ekonomiyaitu dengan menjual produk-produk industri software maupun hardware dibidang telematika, terutama industri teknologi informasi dan elektronika. Dalamindustri software termasuk jasa, Indonesia mempunyai peluang yang lebih besar,sehingga perlu terus dipacu pengembangannya.Peluang-peluang penggunaan telematika dalam meningkatkan daya saingbangsa sangat terbuka, yaitu melalui peningkatan kapasitas layanan, baik
  112. 112. 106layanan publik maupun layanan komersial, serta peningkatan kapasitas industritelematika untuk pasar dalam negeri dan luar negeri yang pada akhirnya akanmemberikan kontribusi pada upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat danpeningkatan devisa.Hadirin Sekalian yang saya hormati,Untuk mewujudkan peluang tersebut secara optimal kita masih dihadapkankepada banyak permasalahan. Di bidang layanan publik dan komersial, dan jugaindustri kita dihadapkan kepada dua permasalahan pokok yang satu sama lainterkait. Pertama ialah masalah infrastruktur termasuk jaringan dan sarana, danyang kedua ialah permasalahan sumber daya manusia (SDM).Pertama, di bidang infrastruktur, kemampuan kita seperti penetrasi telepon,penetrasi komputer dan penetrasi internet masih belum memadai untuk dapatmendukung berkembangnya layanan informasi berbasis teknologi informasi keseluruh rakyat Indonesia. Untuk itu, pemerintah akan melakukan programpengembangan jaringan telekomunikasi pedesaan untuk meningkatkan aksesmasyarakat di seluruh pelosok tanah air.Secara sistemik kita belum memiliki jaringan utama sebagai backbone nasionalatau sebagai jalan raya telematika Indonesia, sebagaimana halnya di Malaysiayang disebut multimedia super coridor. Upaya mengembangkan “jalan rayatelematika" tersebut di Indonesia merupakan upaya yang akan menghubungkanseluruh link informasi yang ada di pelosok nusantara, selain akan membukapeluang berkembangnya layanan informasi dan industri telematika juga akanmemiliki makna ideologis, yaitu akan menjalin keanekaragaman potensi danbudaya bangsa dalam suatu kesatuan yang mampu mengikat dan memperkuatintegritas bangsa. Oleh karena itu, saat ini sedang dikembangkan sistem jaringaninformasi yang tertampung dalam kerangka koseptual Sistem InformasiNasional (SISFONAS). Keberhasilan mengembangkan SISFONAS ini akanberimplikasi pada sejauhmana teknologi telematika memberikan kontribusi dalamupaya membuka peluang daya saing bangsa dalam era kompetitif dewasa ini dansekaligus akan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa, seperti yang kitaidamkan bersama.Selain itu, untuk memberikan landasan pada pemanfaatan telematika dalamberbagai penunjang kegiatan masyarakat dan pelayanan publik, diperlukanadanya landasan hukum yang mampu memberikan perlindungan kepada parapemilik dan pengguna atau pemakai. Untuk itu, sedang disiapkan peraturan
  113. 113. 107perundang-undangan yang diperlukan (cyber law), di mana saat ini sudahtersusun naskah cyber law yang sementara dikenal sebagai RUU Informasidan Transaksi Elektronik (RUU ITE). Diharapkan dengan terwujudnyaundang-undang ini perkembangan teknologi informasi dan komunikasi akansemakin pesat, serta efektif dan optimal pendayagunaannya.Salah satu hal penting lagi yang perlu saya kemukakan disini adalah telahterbitnya Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2003 tentang TimKoordinasi Telematika Indonesia (TKTI) tanggal 27 Januari 2003,sebagai perubahan terhadap KEPPRES Nomor 50 Tahun 2000. TKTI adalah Timyang terdiri dari 3 stakeholder penting, yaitu pemerintah, dunia usaha danmasyarakat. Tim tersebut mempunyai tugas memberikan arahan masukan dalamperumusan kebijaksanaan telematika nasional, optimalisasi SDM dan industritelematika, mendorong partisipasi masyarakat serta peningkatan koordinasi dansinergi seluruh komponen telematika Indonesia.Kedua, di bidang SDM sebagai isu pokok dalam pembahasan ini, merupakanmasalah yang sangat strategis yang perlu mendapat perhatian. MempersiapkanSDM di bidang telematika menurut hemat saya harus dilakukan sebelummenyiapkan infrastruktur, sarana dan prasarana. Selanjutnya pengembanganSDM ini harus secara terus menerus dilakukan setelah kita membanguninfrastruktur, sarana dan prasarananya. Hal ini perlu dilakukan karenakarakteristik teknologi telematika yang dinamis berkembang terus menerussecara cepat. Kesalahan kita pada awal mengembangkan telematika, antara lainialah karena lebih mendahulukan penyediaan hardware dengan tanpamempersiapkan SDM secara memadai. Oleh karena itu, perkembanganpendayagunaan telematika tampak lebih lambat di banding negara lain.Peranan SDM telematika dalam meningkatkan daya saing bangsa terletak padakemampuan SDM kita untuk meningkatkan kapasitas layanan informasi, baiklayanan publik maupun layanan komersial serta kemampuan SDM dalammeningkatkan kapasitas industri telematika yang mampu bersaing di pasarinternasional. Secara umum kondisi SDM telematika kita masih tertinggal jauhdibanding negara-negara lain yang sudah memanfaatkan telematika. Walaupunsecara umum kondisi SDM di bidang telematika masih belum sesuai dengan yangkita harapkan, namun sudah ada beberapa yang menunjukkan kualitasnya didunia internasional sebagaimana terlihat dari hasil-hasil penghargaan di bidang
  114. 114. 108telematika baik pada tingkat nasional maupun internasional. Sementara itu,beberapa produk dari industri telematika nasional telah digunakan di pasarandunia.Untuk meningkatkan kapasitas layanan publik dan komersial serta meningkatkankemampuan industri telematika, kita masih membutuhkan cukup banyak tenagadi bidang telematika. Untuk membangun e-government kita dapat menggunakantenaga yang berasal dari luar aparatur pemerintah yaitu untuk mengembangkansistem, aplikasi dan penyediaan hardware seluruh instansi pemerintah di pusatdan daerah. Namun untuk mengendalikan dan mengelolanya sertapemeliharaannya diperlukan adanya dukungan SDM yang berasal dari aparaturpemerintah sendiri. Di seluruh instansi pemerintah baik pusat maupun daerahakan memerlukan aparatur yang memiliki keterampilan dan keahlian di bidangtelematika, baik untuk operator, pengembang, analis dan tenaga pendukungteknik atau technical support, baik untuk website, back office, maupun sistempelayanan satu atap (front office).Kebutuhan SDM untuk pelayanan komersial, akan terus meningkat sejalandengan semakin berkembangnya berbagai jenis layanan informasi mulai darilayanan informasi pasif melalui website sampai kepada layanan interaktif dalambentuk e-bisnis, e-education, e-health dan lain-lainnya. Media cetak danelektronik, juga sudah mulai mengembangkan dirinya dengan memanfaatkanteknologi telematika untuk memperluas jaringan bisnis mereka yaitu denganmengembangkan media saiber (cyber media). Pertumbuhan situs-situs danportal layanan informasi tersebut akan terus meningkat seiring dengan semakinmeningkatnya akses masyarakat terhadap internet. Jumlah pengguna internetdewasa ini sekitar 4.500.000 orang, dan 44% di antaranya menggunakannyauntuk tujuan bisnis.Perkembangan layanan ini lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi perekonomiannegara kita dan jaminan serta perlindungan keamanan bagi pengguna jasatersebut. Jika kondisi perekonomian membaik dan jaminan hukum berupaperaturan perundang-undangan dan penegakan-nya sudah baik, maka layananinformasi inipun akan lebih baik.Kebutuhan akan SDM di bidang telematika tentunya tidak hanya untuk aktivitaslayanan informasi, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan dalammengembangkan industri telematika dan penunjangnya, seperti perangkat lunak,
  115. 115. 109jaringan dan sebagainya. Dengan demikian kebutuhan terhadap SDM semakinmeningkat tidak saja dari segi jumlah tetapi juga kualitasnya.Untuk mendapatkan tenaga profesional di bidang telematika di masa mendatang,diperlukan langkah antisipatif, sehingga pada saatnya kita akan mampumenyiapkan tenaga SDM di bidang telematika yang memadai. Kondisi inimerupakan tantangan bagi lembaga-lembaga pendidikan tinggi, untukmeningkatkan kinerjanya dalam menghasilkan SDM bidang telematika yangmemiliki kompetensi yang dibutuhkan pasar.Perkembangan kebutuhan akan SDM telematika tampaknya akan dipengaruhioleh upaya kita meningkatkan literasi telematika serta kultur telematika. Dengandemikian upaya menghasilkan SDM telematika, juga perlu diimbangi denganupaya meningkatkan literasi masyarakat di bidang telematika.Dilihat dari kondisi yang ada dan antisipasi ke depan, terlihat bahwaperkembangan layanan informasi baik layanan publik maupun layanan komersialakan semakin meningkat. Dengan demikian kebutuhan akan SDM di bidanglayanan informasipun akan meningkat pula. Di luar bidang layanan informasi,kebutuhan akan SDM bidang telematika juga ada pada bidang industri teknologiinformasi itu sendiri sebagai komoditas ekspor. Kebutuhan akan SDM untukmeningkatkan kapasitas ekspor, jika tanpa upaya terobosan untuk menghasilkanSDM profesional di bidang telematika, maka diperkirakan kapasitas SDM sebagaipendukungnya akan sulit diperoleh, sehingga diperkirakan akan terjadi masuknyatenaga profesional dari luar negeri. Selain itu, kecepatan pertumbuhan di bidanglayanan informasi tampaknya akan dipengaruhi oleh upaya kita meningkatkanliterasi telematika serta kultur telematika. Dengan demikian upaya menghasilkanSDM telematika, juga perlu diimbangi dengan upaya meningkatkan literasimasyarakat di bidang telematika.Selain upaya mengejar ketertinggalan kemampuan SDM kita di pasar kerja baikdalam dan luar negeri, permasalahan SDM yang dihadapi ialah kesenjangandalam pemanfaatan teknologi telematika atau yang kita kenal sebagai digitaldivide, antara SDM di pusat dengan daerah dan antar daerah serta antarkelompok masyarakat. Kesenjangan ini berpengaruh timbal balik dengankesenjangan intelektual dan kesenjangan kesejahteraan. Kemampuan intelektualdan kesejahteraan mempengaruhi kemampuan pemilikan dan kemampuanmenggunakan teknologi telematika. Sebaliknya dengan kemampuannyamenggunakan teknologi telematika akan mampu meningkatkan kembali kadar
  116. 116. 110intelektual dan kesejahteraannya. Sehingga bagi mereka yang secara intelektualdan kesejahteraannya tidak cukup untuk memiliki dan mengakses teknologitelematika akan semakin tertinggal. Dalam konteks inilah diperlukan adanyaperanan yang lebih besar dari lembaga pendidikan, asosiasi di bidang telematika,dunia usaha serta pemerintah untuk lebih memberikan perhatian dan mencariterobosan guna mengatasi digital divide ini.Hadirin sekalian yang saya hormati,Berbicara mengenai peranan SDM dalam upaya menciptakan keunggulankompetitif bangsa, dewasa ini sangat relevan. Data Program Pembangunan PBB(UNDP) menunjukkan bahwa indeks pembangunan manusia Indonesiamengalami penurunan dari urutan ke 110 ke urutan 112, dan Indonesia beradadi bawah Vietnam, sebagai negara yang relatif baru. Informasi itu tentunyadiharapkan tidak menjadi faktor yang menimbulkan pesimisme tetapi diharapkanmenjadi sumber motivasi kepada kita semua untuk meningkatkan kualitas SDMbangsa kita, sehingga kita dapat segera bangkit untuk berusaha memenangkanpersaingan.Dalam kondisi pemanfaatan teknologi telematika sebagaimana saya kemukakantadi, untuk meningkatkan peranan SDM telematika dalam meningkatkan dayasaing bangsa, diperlukan adanya langkah strategis. Pertama, ialah denganmengembangkan standar kompetensi nasional yang mengacu kepada standaryang berlaku internasional. Melalui standar kompetensi ini, akan diperolehmanfaat sebagai instrumen untuk melakukan recruitment SDM di dalam mengisikebutuhan dalam pengembangan jasa dan industri telematika, sehingga tenagayang dipilih akan terseleksi sesuai dengan kualitas yang dibutuhkan. Melaluistandar kompetensi, juga akan dapat disusun program pendidikan dan pelatihan,sebagaimana juga dibutuhkan lembaga pendidikan tinggi untuk kurikulumnya.Dalam konteks meningkatkan daya saing bangsa, juga standar kompetensi akanmenjadi ukuran dalam menunjukkan kemampuan SDM kita dan sebaliknya akanmenjadi penyaring masuknya SDM dari negara lain.Kedua, selain pengembangan standar kompetensi, diperlukan adanya upayaoptimal dalam meningkatkan sosialisasi serta mengembangkan pendidikan danpelatihan bagi masyarakat. Upaya ini selain untuk meningkatkan literasi
  117. 117. 111masyarakat terhadap telematika, juga akan meningkatkan kemampuanmasyarakat untuk mengakses informasi, melalui teknologi telematika.Oleh karena itu, kebijakan di bidang pengembangan SDM adalah denganmemberikan fasilitasi pendidikan dan pelatihan kepada lembaga-lembagapemerintahan dan kelompok masyarakat yang selama ini kurang tersentuh ataujauh dari pusat-pusat pendidikan teknologi, khususnya telematika. Selain ituKementerian Komunikasi dan Informasi serta TKTI juga berusaha untukmemfasilitasi asosiasi dalam mewujudkan standar kompetensi nasional di bidangtelematika.Konsentrasi peningkatan kualitas SDM telematika tampaknya sekarang ini lebihditujukan untuk menciptakan tenaga-tenaga pengelola. Sedangkan upaya untukmeningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam menggunakanteknologi telematika masih terbatas. Kita menyadari bahwa upaya penciptaantenaga pengelola tanpa diimbangi dengan upaya meningkatkan kesadaran dankemampuan masyarakat di bidang telematika atau upaya meningkatkanliterasinya, maka suatu waktu penggunaan akan tidak efektif dan dari aspekekonomi pasar di bidang telematika tidak akan berkembang. Kalau pasar tidakberkembang maka lulusan lembaga pendidikan telematika pun tidak akantertampung oleh pasar yang ada. Oleh karena itu, tantangan tidak saja untukmencetak tenaga-tenaga ahli di bidang telematika juga tantangan untukmeningkatkan kadar literasi telematika (e-literacy) bagi masyarakat umumnya.Untuk meningkatkan e-literacy generasi muda telah dicanangkan program SatuSekolah Satu Laboratorium Komputer (One School One Computer‟s Lab – OSOL).Program ini merupakan program fasilitasi kerjasama dan sinergi antara semuastakeholders di bidang pendidikan, keuangan, infrastruktur serta instansipemerintah di pusat dan daerah untuk menyediakan laboratorium komputer disekolah-sekolah.Selain program pemerintah dalam peningkatan kesadaran masyarakat untukmemanfaatkan telematika, upaya pengembangan literasi telematika juga dapatdilakukan oleh lembaga pendidikan terutama yang terkait pada pengabdiankepada masyarakat. Oleh karena itu, diharapkan lembaga pendidikan juga
  118. 118. 112melakukan gerakan untuk meningkatkan literasi telematika bagi masyarakat,sebagai kontribusi untuk pembangunan bangsa.Walaupun jumlah lembaga pendidikan tinggi yang melakukan programpendidikan di bidang telematika dan berkembang cukup pesat, namunlulusannya baik secara kuantitas maupun kualitas belum dapat memenuhikebutuhan. Untuk jangka panjang peranan lembaga pendidikan sangatdiharapkan untuk menyediakan tenaga telematika yang berkualitas sesuaidengan kebutuhan pasar, dan memiliki daya saing yang tinggi. Selain itu,diharapkan telematika tidak saja menjadi perhatian lembaga pendidikan tinggi,tetapi juga sebaiknya dimulai dari pendidikan tingkat dasar, bahkan dikenalkansecara dini di rumah.Hadirin sekalian yang saya hormati,Permasalahan penyiapan SDM di bidang telematika bukan merupakantanggungjawab lembaga pendidikan semata, karena penyiapan SDM merupakanbagian dari strategi untuk mengejar ketertinggalan Indonesia di bidang industridan aplikasi bidang teknologi informasi dan komunikasi. Dalam konteks inilahdiperlukan adanya visi bersama semua komponen bangsa, baik di pemerintahan,dunia pendidikan, dunia usaha dan masyarakat umumnya dalam pengembanganinformasi dan komunikasi. Visi bersama ini akan menjiwai dan mengarahkansetiap upaya dalam membangun masyarakat informasi seperti yang diamanatkandalam WSIS.Akhir kata, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada para Wisudawan danWisudawati, para Dosen dan seluruh Civitas Akademika, serta para Orang-Tuayang telah berhasil melaksanakan dan mendukung berhasilnya proses belajarmengajar pada Program Diploma, Sarjana dan Pasca Sarjana ke XXXVUniversitas Darul ‟Ulum. Semoga para Wisudawan dan Wisudawati dapatmemberikan kontribusi dan berkarya di berbagai bidang sebagai persembahanpengabdian terbaiknya untuk membangun bangsa dan negara kita tercinta ini.Amin Ya Robbal Alamin.Demikian, terima kasih, semoga sukses.Wassalamu‟alaikum Wr.Wb.
  119. 119. 113
  120. 120. 114
  121. 121. 115
  122. 122. 116
  123. 123. 117
  124. 124. 118
  125. 125. 119
  126. 126. 120
  127. 127. 121
  128. 128. 122
  129. 129. 123
  130. 130. 124
  131. 131. 125
  132. 132. 126
  133. 133. 127
  134. 134. 128
  135. 135. 129
  136. 136. 130
  137. 137. 131
  138. 138. 132
  139. 139. 133
  140. 140. 134
  141. 141. 135
  142. 142. 136
  143. 143. 137
  144. 144. 138
  145. 145. 139
  146. 146. 140
  147. 147. 141
  148. 148. 142
  149. 149. 143
  150. 150. 144
  151. 151. 145
  152. 152. 146
  153. 153. 147
  154. 154. 148
  155. 155. 149
  156. 156. 150
  157. 157. 151
  158. 158. 152
  159. 159. 153
  160. 160. 154
  161. 161. 155
  162. 162. 156
  163. 163. 157
  164. 164. 158
  165. 165. 159
  166. 166. 160
  167. 167. 161
  168. 168. 162
  169. 169. 163
  170. 170. 164
  171. 171. 165
  172. 172. 166
  173. 173. 167
  174. 174. 168
  175. 175. 169
  176. 176. 170
  177. 177. 171
  178. 178. 172
  179. 179. 173
  180. 180. 174
  181. 181. 175
  182. 182. 176
  183. 183. 177
  184. 184. 178
  185. 185. 179
  186. 186. 180
  187. 187. 181
  188. 188. 182
  189. 189. 183
  190. 190. 184
  191. 191. 185
  192. 192. 186
  193. 193. 187
  194. 194. 188
  195. 195. 189
  196. 196. 190
  197. 197. 191
  198. 198. 192
  199. 199. 193
  200. 200. 194
  201. 201. 195
  202. 202. 196
  203. 203. 197
  204. 204. 198
  205. 205. 199
  206. 206. 200
  207. 207. 201
  208. 208. 202I - 18Sistem dan Media Informasi Negara Dalam Mencegah, MenyelesaikanKonflik dan Membangun Perdamaian BerkelanjutanOleh:Dr. Moedjiono, M.Sc.Disampaikan Pada Workshop THE NEW GENERATION OF RELIGIOUSLEADERSBanjarmasin, 6 Januari 20051. Seorang ahli futurologi, Alvin Toffler, pernah mengatakan bahwa :“ Information can be one of the most important influences shapingsociety. It can furnish facts, report ( or develop ) feelings, establishtrends, if communicated may effect decission and actions thatinfluences the world “.Pernyataan ini menunjukkan secara gamblang bahwa informasi menjadibegitu penting posisinya sehingga dirasakan perlunya penanganan secaracermat. Dalam pengertian untuk mendapatkan manfaat dari nilai danpentingnya informasi dimaksud. Dan yang menentukan suatu informasi itupenting atau tidak menurutnya, tergantung pada sistem nilai yang berlaku.2. Akibat adanya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi serta semakinmengglobalnya komunitas manusia di dunia ini, arti penting informasi itupun
  209. 209. 203relatif dan dapat berubah-ubah. Karenanya, siapapun yang berkecimpungdalam bidang komunikasi dan informasi perlu dapat melihat jauh kedepandan terus mereposisi, bagi terjaganya arti dan nilai pentingnya informasitersebut.3. Tantangan utama yang dihadapi bangsa Indonesia bukan semata-matapada bagaimana menyampaikan informasi, tetapi juga bagaimanamenciptakan suatu sistem yang bersifat kondusif bagi pembangunanbangsa menuju masyarakat yang CERDAS, MANDIRI DAN SEJAHTERA.Dengan demikian pengelolaan informasi dimaksudkan, disamping untukmemenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi juga senantiasa perludiarahkan untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia itu sendiri.4. Sebuah pemerintahan yang baik apabila sumber daya publik dan masalah-masalah publik, dikelola dengan efektif, efisien dan partisipatif. Hal inimenuntut adanya iklim demokrasi yang sehat yang didasarkan pada prinsipTANSPARANSI, PARTISIPASI, dan AKUNTABILITAS yang jugamerupakan prasyarat bagi penyelenggaraan pemerintahan yang terbuka(open government).Dalam konsep open government terdapat beberapa jaminan hak publikantara lain : (1) hak untuk memantau perilaku pejabat publik dalammenjalankan peran publiknya; (2) hak untuk memperoleh informasi; (3) hakuntuk berpartisipasi dalam proses pembentukan kebijakan publik; dan (4)hak untuk berekspresi. Dengan demikian ujung tombak untuk mewujudkanpemerintahan yang terbuka dan demokratis tersebut adalah jaminanperolehan informasi oleh masyarakat.
  210. 210. 2045. Bergulirnya era keterbukaan yang diharapkan menjadi wahana penataankembali segala perilaku bermasyarakat, berbangsa, dan bernegaratampaknya belum memberikan kontribusi yang memadai bagi terwujudnyakesejatian maksud dan tujuan reformasi yang kita dambakan bersama.Kondisi sosial politik seperti ini masih terlihat dari terpolarisasinyapemaknaan “nasionalisme” yang terjebak pada keinginan dan emosionalsementara masyarakat yang kurang dilandasi oleh nilai-nilai kebangsaandan komitmen bersama dalam membangun semangat dan jiwa masyarakatuntuk bangkit dari keterpurukan, bangkit dari kemerosotan moral, danbangkit untuk terhindar dari kenestapaan bangsa, serta bangkit untukmelepaskan diri dari aroma friksi dan konflik yang sering terjadi di negarakita tercinta Indonesia.6. Friksi-friksi sosial – ekonomi – keagamaan – suku - dan emosi-emosikelompok sering terjadi karena adanya bias pemaknaan nasionalismeyang kurang memberikan solusi dan tidak berujung pada pemahamanbahwa kita adalah bangsa yang besar didalam kerangka NKRI. Kondisi inijuga diperparah dengan adanya wacana yang cenderung mempolarisasikandan menyuburkan kontaminasi nilai-nilai kebangsaan, dengan berbagai motifatau kepentingan dan popularitas sesaat.7. Kondisi dan perkembangan masyarakat yang memberi nuansakerenggangan kohesivitas sosial masyarakat ini perlu adanya upayapenggalangan partisipasi masyarakat guna menjalin kembalikeeratan/kohesivitas lintas komunitas tersebut melalui - salah satunya -adalah aktivitas komunikasi kebangsaan. Komunikasi dimaksud untukmemberikan arah kepada seluruh komponen bangsa, khususnya
  211. 211. 205masyarakat di daerah-daerah konflik dan rawan konflik dalam upayameningkatkan kualitas nasionalisme anggota masyarakatnya. Diharapkanmelalui kegiatan workshop yang bertemakan : PEACE EDUCATION ANDCONFLICT RESOLUTION” ini, aktivitas komunikasi kebangsaan ini dapatmemberi kontribusi bagi pendidikan politik masyarakat dalammempersemaikan kembali potensi kekerabatan, persaudaraan, persatuandan kesatuan yang telah menjadi kesepakatan dan konsensus bagi semuaanak bangsa. Dengan workshop ini, kiranya dapat terbangun jalinan yangmampu mengingatkan kita semua, bahwa persatuan dan kesatuanmerupakan prasyarat mutlak dalam menangani permasalahan yang sedangdihadapi oleh bangsa Indonesia.8. Disinilah sebenarnya inti dari subtema workshop yang bertajuk :Membangun Sistem dan Media Informasi Negara dalam Mencegah,Menyelesaikan Konflik dan Membangun Perdamaian Berkelanjutan. Artinyadengan bangunan sitem dimaksud, Informasi terkelola dengan baik, jujur,transparan dan memiliki nilai tambah. Sehingga dari aspek kontennyainformasi yang terkelola tersebut memiliki nilai tambah, khususnya dalamhal:a. Menumbuhkan rasa aman, damai, tertib, dan tentram bagimasyarakat;b. Memelihara kohesivitas sosial masyarakat yang mantap dandinamis;c. Meningkatkan ketertiban perilaku kehidupan sosial masyarakat;d. Memelihara kehidupan masyarakat Indonesia yang damai,demokratis, berkeadilan dan sejahtera dalam wadah NKRI;e. Penegakan kedaulatan bangsa dalam segala aspek kehidupanbermasyarakat, berbangsa dan bernegara; serta
  212. 212. 206f. Memberikan nilai tambah bagi kehidupan ekonomi masyarakat.9. Dari aspek kemajuan teknologinya informasi, memberikan peluang-peluangkepada masyarakat luas untuk memperoleh pengetahuan dan ketrampilanbaru; peluang untuk memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dankomunikasi itu sendiri bagi pengembangan kesejahteraan; serta peluanguntuk mendapatkan manfaat yang lebih besar melalui perolehan informasiyang sebanyak- banyaknya. Menurut Burt Nanus dalam revolusi ke lima,menyatakan bahwa jutaan manusia sekarang ini mempunyai aksesterhadap pelayanan informasi secara cepat, murah dan dalam berbagailingkungan. Revolusi informasi itu dengan cepat telah berlangsung danmelanda hampir semua negara di dunia. Revolusi informasi telahmengantar masyarakat ke era baru yaitu masyarakat yang menguasaiinformasi, sehingga prinsip : “siapa menguasai informasi, ia akan lebihunggul dari yang lain”, menjadi sebuah cita-cita kita bersama.Demikian yang dapat saya sampaikan dalam kesempatan ini, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi penyelenggaraan workshop, dan bagikemajuan bangsa dan negara dimasa-masa yang akan datang.Terima kasihWassalamu’alaikum Warakhmatullahi Wabarokatuh.
  213. 213. 207
  214. 214. 208
  215. 215. 209
  216. 216. 210
  217. 217. 211
  218. 218. 212
  219. 219. 213
  220. 220. 214
  221. 221. 215
  222. 222. 216
  223. 223. 217
  224. 224. 218
  225. 225. 219
  226. 226. 220
  227. 227. 221
  228. 228. 222
  229. 229. 223
  230. 230. 224
  231. 231. 225
  232. 232. 226
  233. 233. 227
  234. 234. 228
  235. 235. 229
  236. 236. 230
  237. 237. 231
  238. 238. 232
  239. 239. 233
  240. 240. 234
  241. 241. 235
  242. 242. 236
  243. 243. 237
  244. 244. 238
  245. 245. 239
  246. 246. 240
  247. 247. 241
  248. 248. 242
  249. 249. 243
  250. 250. 244
  251. 251. 245
  252. 252. 246
  253. 253. 247
  254. 254. 248
  255. 255. 249
  256. 256. 250
  257. 257. 251
  258. 258. 252
  259. 259. 253
  260. 260. 254
  261. 261. 255
  262. 262. 256
  263. 263. 257
  264. 264. 258
  265. 265. 259
  266. 266. 260
  267. 267. 261
  268. 268. 262
  269. 269. 263
  270. 270. 264
  271. 271. 265
  272. 272. 266
  273. 273. 267
  274. 274. 268
  275. 275. 269
  276. 276. 270
  277. 277. 271
  278. 278. 272
  279. 279. 273
  280. 280. 274
  281. 281. 275
  282. 282. 276
  283. 283. 277
  284. 284. 278
  285. 285. 279
  286. 286. 280
  287. 287. 281
  288. 288. 282
  289. 289. 283
  290. 290. 284
  291. 291. 285
  292. 292. 286
  293. 293. 287
  294. 294. 288
  295. 295. 289
  296. 296. 290
  297. 297. 291I - 24PERANAN TEKNOLOGI INFORMASIDALAM PEMBANGUNAN EKONOMI DANPERSAINGAN DUNIA USAHAOleh:Dr. Moedjiono, M.Sc.Disampaikan pada:Seminar Nasional Perspektif Ekonomi IndonesiaLima Tahun KedepanBalai Raya Tiara Convention, Medan, 20 Maret 2005IKATAN ALUMNI MAGISTER MANAJEMENUNIVERSITAS SUMATERA UTARA(IKA-MM-USU)Assalamu’alaikum Wr.Wb.Yth. Dewan Formatur, Ketua Umum, dan Panitia Pelaksana IKA-MM USU,Yth. Para ALUMNI Magister Manajemen USU,Yth. Para Undangan serta hadirin sekalian yang saya muliakan.Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadiratAllah SWT, karena berkat Rahmat, Hidayah dan Ridho-Nya, kitadapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat Wal’afiat,untuk mengikuti acara Seminar yang diselenggarakan olehALUMNI Magister Manajemen, Universitas Sumatera Utara.
  298. 298. 292Sebelum saya menyampaikan ceramah saya,perkenankanlah saya pada kesempatan yang berbahagia inimenyampaikan Ucapan Selamat sehubungan dengan pelantikanPengurus IKA-MM-USU.Saya akan memulai ceramah saya dengan menguraikankecenderungan perkembangan teknologi komunikasi daninformatika (ICT/Information and CommunicationTechnologies/TELEMATIKA) ke depan, selanjutnya kita akanmelihat bagaimana ICT berperan dalam pembangunan ekonomi(nasional), potensi pasar ICT, serta persaingan dunia usaha.Hadirin yang saya hormati,”Globalisasi”, yang ditandai dengan semakin meningkatnyainterkoneksi dan interdependensi dunia, memfasilitasipertumbuhan perdagangan, investasi, dan keuangan lebih cepatdari pendapatan nasional berbagai negara, sehingga ekonominasional suatu negara akan semakin terintegrasi menjadiekonomi global. Globalisasi memfasilitasi bergeraknya ”4i”:(informasi, investasi, infrastruktur, dan individu) melintasi batas-batas negara.Informasi dikumpulkan dan dikelola sebagai komoditistrategis dengan nilai ekonomi yang tinggi, didistribusikankepada siapa saja yang membutuhkan. Investasi akan mengalirke berbagai tempat di mana saja, apabila pasar tersedia.Infrastruktur akan dibangun di lokasi-lokasi dekat dengansumber daya (resources) yang tersedia. Individu akan bergerakdengan mobilitas tinggi ke mana saja, dengan membawaketrampilan dan kompetensi yang dimiliki. Akselerasi prosesglobalisasi yang dramatis, difasilitasi oleh revolusi di bidangteknologi, khususnya teknologi komunikasi dan informatika, yang
  299. 299. 293mentransformasikan masyarakat dunia (termasuk masyarakatIndonesia) memasuki suatu era yang kita kenal sebagai ”EraInformasi”.Era Informasi menjanjikan peluang akses yang sama danlebih luas terhadap informasi dan pengetahuan; menjanjikanpemberdayaan masyarakat yang lebih meningkat; pertumbuhanekonomi dan lapangan kerja; serta meningkatkan akses padalayanan dasar (seperti kesehatan dan pendidikan). Namunglobalisasi juga harus diwaspadai dan disikapi secara bijaksana,oleh karena kegagalan demi kegagalan perundingan liberalisasiperdagangan dalam kerangka WTO (World Trade Organization),serta semakin meningkatnya gerakan anti globalisasi di berbagainegara, mengindikasikan ada yang salah dengan pengelolaanglobalisasi selama ini. Joseph Stiglitz, pemenang Nobel dalamBidang Ekonomi pada tahun 2001 menyatakan bahwa berbagaiperjanjian perdagangan internasional yang telah memainkanperanan besar dalam menghapuskan hambatan-habatanperdagangan dan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkanpada negara-negara berkembang dalam proses globalisasi, perludipertimbangkan kembali secara radikal.Sebagaimana diketahui, Perjanjian GATT (GeneralAgreement on Tariff and Trade), GATS (General Agreement onTrade in Services), dan ITA (Information Technology Agreement)dalam kerangka WTO mencakup pula perdagangan barang danjasa di sektor teknologi komunikasi dan informatika, oleh karenaitu rangkaian perundingan yang selama ini dikoordinasikan olehTKBJ (Tim Koordinasi Bidang Jasa) Departemen Keuangan, sertaimplementasi berbagai Perjanjian WTO tersebut harus dapatmendorong pengembangan sektor ICT nasional, dan bukansemata-mata hanya membuka pasar domestik saja. Sebaliknya,
  300. 300. 294para pemain (players), operator ICT juga harus terusmeningkatkan kapasitasnya agar bisa memanfaatkan pasar asingyang terbuka sebagai hasil negosiasi dalam kerangka perjanjianWTO, sehingga tidak terus-menerus hanya menjadi pemaindomestik saja, tetapi dapat berkompetisi di arena global (melaluiinvestasi keluar negeri).Hadirin sekalian yang saya hormati,Peranan teknologi komunikasi dan informatika (ICT) telahdiakui secara luas di berbagai negara. Dalam konteks ini,Pemerintah telah menempatkan teknologi komunikasi daninformatika pada tataran penting, sebagai kekuatan pendorong(driving force) dalam upaya mencapai sasaran dan tujuanpembangunan nasional.ICT (sebagaimana pengalaman di berbagai Negara) terbuktitelah memainkan peranan penting, baik sebagai ”sektor”maupun sebagai ”enabler”. Sebagai ”sektor”, ICT penting bagipenyebaran teknologi. Sebagai ”enabler”, ICT penting bagipembangunan sosial-ekonomi negara. Sebagai contoh: Brasil,Costa Rica dan India melakukan pengembangan ICT denganpendekatan ICT sebagai “sektor”, dengan fokus padapengembangan kapasitas nasional, pasar domestik, dan pasarekspor. Malaysia, Irlandia, Afrika Selatan, dan Estoniamengembangkan ICT dengan pendekatan ICT sebagai “enabler”dengan fokus pada pencapaian sasaran pembangunan nasionalmasing-masing, dan meletakkan diri pada posisi global (sepertipembangunan Multimedia Super Corridor di Malaysia).Kenyataan menunjukkan kedua area strategis (ICT sebagai”sektor” dan ICT sebagai ”enabler”) saling tergantung satudengan yang lain. Area yang pertama (ICT sebagai sektor) tanpa
  301. 301. 295area kedua (ICT sebagai enabler) tidak memiliki arti dan dampakyang substansial, sebaliknya area yang kedua saja (ICT sebagaienabler) tanpa pengembangan infrastruktur yang dipersyaratkantidak akan memberi hasil bagi terwujudnya masyarakat informasiyang diinginkan. Oleh karena itu, Indonesia mengembangkansektor ICT dengan kedua pendekatan sekaligus (ICT sebagai”sektor” dan ICT sebagai ”enabler”).Apabila berbagai peluang ICT dapat dimanfaatkan secaratepat, dapat memberdayakan masyarakat untuk meningkatkankualitas hidup, serta memfasilitasi implementasi strategi nasionaluntuk mengurangi kemiskinan dan pencapaian Sasaran-sasaranPembangunan Millenium (Millenium Development Goals) padatahun 2015 sebagaimana telah ditetapkan oleh PBB yaitu:(1) Mengurangi kemiskinan dan kelaparan(2) Kemampuan untuk mengikuti danpendidikan dasar secara universal(3) Promosi persamaan gender danpemberdayaan perempuan(4) Mengurangi tingkat kematian anak-anak(5) Meningkatkan kesehatan ibu-ibu(6) Penanggulangan HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lainya(7) Memastikan perlindungan terhadap lingkunganyang berkelanjutan(8) Mengembangkan kerjasama (partnership) globalbagi pembangunan
  302. 302. 296Pemenuhan keseluruhan target Millenium DevelopmentGoals (MDG) tersebut menjadi kewajiban setiap Negara(termasuk Indonesia). Untuk melaksanakan komitmen global(pemenuhan target-target MDG), maka Pemerintah melaluiDepartemen Komunikasi dan Informatika selaku Departemenyang mengkoordinasikan pengembangan ICT secara nasionaltelah menyusun e-Nasional Strategi(e-Indonesia), yang mendeskripsikan berbagai kebijakan danstrategi nasional (Indonesia) dalam bidang ICT, difokuskan padapeningkatan pembangunan nasional Indonesia melaluipenyebaran teknologi komunikasi dan informatika secara tepatdan efektif, serta penyiapan berbagai kondisi, persyaratan yangdibutuhkan (termasuk Rencana Aksi yang melibatkan seluruhstakeholder) untuk pencapaian target-target MDG.Hadirin yang saya hormati,Industri ICT/TELEMATIKA dunia berkembang amat pesat,dengan pertumbuhan 6.9% per tahun, dan tercatat pasar ICTtahun 2004 mencapai USD 533 miliar. Dari pasar yang demikianbesar, pasar Asia tercatat sebesar USD 42 miliar denganpertumbuhan 23% per tahun. Di Indonesia sendiri, pasar sektorini (ICT) tercatat baru sekitar USD 1,3 miliar denganpertumbuhan pada tahun 2004 dan 2005 masing-masing 9,8%dan 22,1%. Dari total penjualan sebesar ini, diperkirakan USD0,5 s/d 0,75 miliar diserap oleh sektor perbankan.Berdasarkan ISIC (International Standard IndustrialClassification) terhadap seluruh aktivitas ekonomi, yangdikeluarkan oleh PBB, industri ICT memiliki cakupan yang luas:
  303. 303. 297Penerbitan, percetakan, dan reproduksi media rekaman(penerbitan buku, brosur, dan publikasi lainnya;penerbitan surat kabar, jurnal, musik, dsb)Pos dan Telekomunikasi (telekomunikasi: long distance,local, wireless, data, Internet)Komputer dan aktifitas terkait (software publishing, dataprocessing, data activities and online distribution ofelectronic content, IT consulting, system integration,application management, hardware and software deployand support, IT education and training, customapplivation development, dsb)Rekreasi, budaya, dan aktifitas olah-raga (gambarbergerak, produksi dan distribusi video; kegiatan yangterkait dengan radio dan televisi, aktifitas kantor berita,aktifitas yang terkait dengan perpustakaan dan arsip,dsb)Secara kategori, sektor ICT dibagi kedalam group danclasses sbb:Manufacture of office, accounting and computingmachineryManufacture of electrical machinery and apparatusManufacture of radio and television and communicationequipment and apparatusManufacture of medical appliances and instruments andappliance for measuring, checking, testing, navigating,and other purposes, except optical instrumentsWholesale trade and commission trade, except of motorvehicles and motorcyclesPost and TelecommunicationsRenting of machinery and equipment without operatorand of personal and household goodsComputer and related activities
  304. 304. 298Cakupan industri ICT yang amat luas tersebut, menunjukanpotensi pasar ICT yang sangat besar. Indonesia, denganpenduduk sekitar 220 juta, dan proyeksi pertumbuhan ekonomimencapai 7.2% pada tahun 2009, serta meningkatnyapemanfaatan ICT oleh masyarakat luas, diyakini pasar industriICT nasional akan tumbuh sangat substansial, dan akanmenciptakan multiply effect bagi sektor lain, serta membukalapangan kerja baru.Hadirin yang saya hormati,Melangkah ke depan, kita menghadapi tantangan”globalisasi”, yang mensyaratkan demokratisasi, desentralisasi,transparansi dalam proses, kompetisi, serta perlakuan yang sama(equal treatment) bagi semua pihak (asing dan domestik).Seberapa jauh dunia usaha khususnya industri ICT/TELEMATIKAnasional dapat bersaing dan berkompetisi di arena global, amattergantung pada pemenuhan terhadap syarat-syarat prinsipilyaitu:Kemampuan untuk mengorganisasikan industri, bisnisyang efektif dan efisien, serta mampu mempertahankankeberlanjutannya (sustainable)Mampu melakukan akses langsung (lebih cepat) danmeresponse permintaan pasar dengan cepat. Dalamkaitan ini, ICT berperan sebagai ’tools” untukmerealisasikan kecepatan akses dan response ke pasar(akses informasi)Mampu melakukan inovasi produk dan jasa untukmemenuhi permintaan pasar yang berubah cepatMemiliki baik competitive advantage maupuncomparative advantage terhadap produk dan jasa yangditawarkan oleh pihak lain
  305. 305. 299Mampu mempertahankan kualitas dan deliverable sesuaidengan jadwal yang telah disepakatiPemenuhan terhadap syarat-syarat prinsipil yang sayakemukakan, akan dapat meningkatkan kemampuan industri ICTnasional untuk bersaing dan berkompetisi di arena global.Hadirin yang saya hormati,Memasuki epilog Ceramah saya, saya ingin mengajak kitabersama untuk mencermati berbagai kecenderungan (trend) kedepan sebagai berikut:1. Kita akan mengamati revolusi teknologi komunikasi daninformatika/ICT/TELEMATIKA yang berperan sebagai”episenter” serta kekuatan pendorong (driving force) bagitransformasi di berbagai bidang kehidupan manusia. Tahun1980-an kita menyaksikan keterhubungan berbagai datasecara online.Tahun 1990, kita menyaksikan berbagai dokumen dikirimmelalui Internet. Tahun 2000, kita menyaksikan munculnyademam Website atau gaya hidup web. Pada tahun 2010,kita akan menyaksikan produk ICT tertentu akan berperansebagai Global Brain di mana ”informasi”, ”pengetahuan”akan menjadi faktor yang amat menentukan bagipembangunan ekonomi suatu negara.2. Di bidang ekonomi, kita telah mengamati transformasi dariekonomi pertanian menuju ekonomi industri, dari ekonomiindustri menuju ekonomi jasa, dari ekonomi jasa menujuekonomi informasi. Perkembangan selanjutnya, kita akanmenyaksikan hadirnya ekonomi gaya hidup (lifestyleeconomy).
  306. 306. 3003. Dalam hal pengelolaan organisasi, akan terjadi prosestransformasi dari manajemen kinerja menuju manajemenproses, selanjutnya transformasi menuju manajemenpengetahuan, dan transformasi berlanjut menujumanajemen inovasi.4. Dibidang sektor publik, akan terjadi transformasi dariparadigma lama menuju paradigma baru yaitu:Dari pemerintah yang efisien menuju pemerintah yangefektifDari administrasi publik menuju layanan publikDari regulasi menuju promosi, fasilitatorDari layanan berantai menuju layanan satu pintu (one-stop services), dan selanjutnya menuju zero-stopservicesDari ketiadaan input dengan hasil tanpa output,bergeser ke tanpa keluaran tidak ada pendapatan.Demikian ceramah yang dapat saya sampaikan dalam ”SeminarNasional Perspektif Ekonomi Indonesia Lima Tahun ke depan”yang diselenggarakan oleh IKA-MM-USU, semoga bermanfaat.Pada kesempatan yang baik ini saya mengajak seluruh pesertaSeminar dan hadirin sekalian, marilah kita sumbangkanpengabdian terbaik kita bagi kejayaan bangsa dan negara kitatercinta ini, bersama kita bisa. Selamat berseminar dan semogasukses.Terima kasih.Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
  307. 307. 301
  308. 308. 302
  309. 309. 303
  310. 310. 304
  311. 311. 305
  312. 312. 306
  313. 313. 307
  314. 314. 308
  315. 315. 309
  316. 316. 310
  317. 317. 311
  318. 318. 312
  319. 319. 313
  320. 320. 314
  321. 321. 315
  322. 322. 316
  323. 323. 317
  324. 324. 318
  325. 325. 319
  326. 326. 320
  327. 327. 321
  328. 328. 322
  329. 329. 323I - 27STRATEGI PENGEMBANGAN TELEMATIKA INDONESIADAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGEMBANGANSUMBER DAYA MANUSIAORASI ILMIAHOleh:Dr. Moedjiono, M.Sc.PADA ACARAWISUDA SARJANA DAN AKHLI MADYASEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELKOMTAHUN AKADEMIK 2004/2005Bandung, 26 Maret 2005Yang Saya Hormati : Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Telekomunikasi, Civitas Academica Sekolah Tinggi Teknologi Telekomunikasi, Para Wisudawan dan Wisudawati, serta Hadirin yang berbahagia.Assalamu’alaikum Wr. Wb.Salam Sejahtera Bagi Kita Semua.Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT,karena atas rahmat dan ridho-Nya, pada hari ini 26 Maret 2005 kita dapatmenghadiri acara Wisuda Sarjana Strata Satu (S-1) dan Akhli Madya SekolahTinggi Teknologi Telkom Tahun Akademik 2004/2005. Dalam kesempatan yang
  330. 330. 324berbahagia ini, saya selaku pribadi (Menkominfo) dan seluruh staf Depkominfomengucapkan selamat kepada Wisudawan dan Wisudawati Sekolah TinggiTeknologi (STT) Telkom yang telah berhasil menyelesaikan studinya. Harapansaya semoga ilmu pengetahuan dan keterampilan yang Saudara peroleh selamamengikuti pendidikan di Sekolah Tinggi Teknologi Telkom dapat diabdikanpada masyarakat.Saya juga mengucapkan selamat dan penghargaan kepada para orang tuawisudawan dan wisudawati serta semua Civitas Academica yang telahmembimbing, membekali dan menghantarkan mereka sehingga dapatmenyelesaikan tugas belajarnya di STT Telkom.Wisuda di lembaga pendidikan tidak hanya merupakan suatu prosesiyang menandai berakhirnya rangkaian proses belajar, tetapi juga merupakansimbol dari pengakuan dan pernyataan untuk mengembangkan ilmupengetahuan ke jenjang yang lebih tinggi atau siap mengimplementasikanilmunya ke dalam dunia nyata. Ilmu pengetahuan mempunyai hubungan timbalbalik dengan dunia nyata, dimana ilmu pengetahuan memberikan jalanpemecahan permasalahan yang dihadapi dalam kenyataan yang dihadapimanusia sehari-hari, baik masa sekarang maupun di masa yang akan datang.Dalam konteks itulah, sesuai dengan permintaan dari Civitas AcademicaSTT Telkom, saya akan membahas masalah strategi pengembangan telematikadan kaitannya dengan kebutuhan dan pengembangan sumber daya manusia(SDM) di bidang teknologi informasi dan komunikasi.1. Strategi Pengembangan Telematika.Strategi pengembangan telematika haruslah diletakkan dalam kerangkaperkembangan peradaban dunia. Dalam hubungan ini, Alfin Tofler membagiperadaban dunia menjadi tiga tingkatan, yaitu masyarakat pertanian (agraris),masyarakat industri dan masyarakat informasi. Ketiga peradaban tersebut di
  331. 331. 325Indonesia terjadi sekaligus, yaitu ada sebagian masyarakat kita yang sudahmemasuki peradaban masyarakat informasi, namun ada juga yang dalamtahapan peradaban masyarakat industri, dan bahkan yang terbanyak masih adadalam kelompok masyarakat agraris atau tradisional.Berdasarkan prediksi Alvin Tofler tersebut, peradaban masa depan adalahmasyarakat informasi (information society), yaitu peradaban dimana informasisudah menjadi komoditas atau kebutuhan utama dan merupakan bagian yangtidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Interaksi antar manusia sudahberbasis teknologi informasi dan komunikasi (ICT). Setiap orang dapatmenciptakan, mengakses, menggunakan dan membagi (share) informasi danpengetahuan, sehingga diharapkan dapat mendorong individu dan masyarakatuntuk mengembangkan potensi mereka dalam pembangunan yangberkelanjutan untuk memperbaiki kualitas hidup. Dewasa ini, masyarakat yangtelah memasuki peradaban masyarakat informasi telah mempersiapkan diriuntuk berkembang menjadi masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-basedsociety).Masyarakat informasi sudah menjadi target global, yang dirancangbersama oleh negara-negara di dunia pada KTT masyarakat informasi atauWorld Summit on the Information Society (WSIS) yang diselenggarakan pada bulanDesember 2003. Isi kesepakatan WSIS antara lain menjelaskan bahwamembangun masyarakat informasi menuju masyarakat berbasis pengetahuanadalah cara penting untuk meningkatkan perekonomian dan kualitas hidupmasyarakat. Kesepakatan lain ialah dengan memperhatikan tujuan dankondisi nasional masing-masing negara agar berupaya mencapai targetpembangunan pada tahun 2015, yaitu seluruh desa, sekolah dan perguruantinggi, perpustakaan, rumah sakit, serta kantor-kantor pemerintahan, sudahterhubung dengan teknologi informasi dan komunikasi. Pada waktu tersebut,diharapkan 50% penduduk dunia sudah mampu mengakses informasi dengan
  332. 332. 326ICT. Bila kita tidak berhasil melaksanakan program tersebut maka kita akanterisolasi dari perkembangan yang terjadi di lingkungan global.Pada tatanan global sebagaimana dikemukakan tadi terdapat perubahanparadigma pertumbuhan ekonomi dari konsep modal dan tenaga kerja kepadapenggunaan pengetahuan sebagai komponen utama pertumbuhan ekonomi danproduktifitas yang dikenal sebagai ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy). Dalam hal ini pertumbuhan ekonomi suatu bangsa didorong olehperkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat serta didukung olehpenggunaan ICT dalam segala segi kehidupan. Pendayagunaan ICT sebagaienabler dari knowledge economy dalam meningkatkan produktifitas danpertumbuhan ekonomi menjadi faktor utama, selain faktor modal dan tenagakerja. Pada era ekonomi baru ini informasi merupakan sumberdaya yang lebihpenting dibandingkan dengan sumberdaya lainnya (Men, Machines, Money, andMaterials), dimana informasi merupakan bahan baku dari knowledge danmerupakan modal dasar untuk dapat bersaing. Pengetahuan menjadi komoditasdan juga menjadi energi dalam transaksi antar pelaku pasar.Dengan melihat perhatian dalam forum dunia tersebut, dapat disimpulkanbahwa tatanan masa depan adalah masyarakat berbasis pengetahuan dan hal itudicapai setelah kita bisa mewujudkan tahapan masyarakat berbasis informasi.Menghadapi tantangan itu, jelas bangsa Indonesia harus mengikuti danmenyiapkan langkah-langkah stategis untuk mencapai target-target globaltersebut.Dalam mengembangkan telematika, Indonesia telah merumus-kan visi kedepan, yaitu : “Membangun Masyarakat Informasi Indonesia yang sejahtera,berlandaskan nilai budaya bangsa dan berperan dalam persaingan global”.Dengan visi tersebut, Indonesia mengarahkan pengembangan telematikauntuk mewujudkan masyarakat Indonesia sebagai masyarakat informasi, yang
  333. 333. 327mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Masyarakat InformasiIndonesia yang dibentuk merupakan bagian dari Information Society duniasebagaimana telah dicanangkan dalam Declaration of Principles dari World Summiton the Information Society (WSIS) di Jenewa pada tanggal 12 Desember 2003 yanglalu.Walaupun mengacu pada tatanan masyarakat informasi dunia, arahpengembangan telematika membingkai masyarakat Informasi Indonesia dengannilai-nilai budaya bangsa yang selama ini dijunjung tinggi oleh bangsaIndonesia. Dalam konteks persaingan global, sebagai negara yang keempatterbesar jumlah penduduknya di dunia, Indonesia akan berperan dalampersaingan global khususnya dalam memanfaatkan peluang di bidangTelematika.Pengembangan telematika dalam konteks peningkatan kesejahteraandititik beratkan pada upaya pengembangan nilai tambah dalam dua aspek,yaitu:1. Telematika sebagai sektor (industri), memproduksi barang(hardware/software) dan jasa yang dapat memberikan kontribusi dalammeningkatkan pendapatan negara dan pendapatan perkapita masyarakat.2. Telematika sebagai enabler (pendukung), mendukung aktivitas lembaga danmasyarakat di semua sektor untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas,antara lain untuk meningkatkan pelayanan publik melalui e-government, e-health, e-commerce, dan e-education.Dalam kaitan ini, fenomena yang kita hadapi adalah digital divide ataukesenjangan kemampuan mengakses ICT, baik antara wilayah maupun antarlapisan dan golongan masyarakat, serta dengan negara lain. Dalam konteks inidiperlukan upaya untuk menyiapkan SDM yang mampu menguasai ICT, untukdapat mengambil manfaat globalisasi.
  334. 334. 328Melihat fenomena tersebut, pemerintah terus berupaya menempatkanpengembangan dan pemanfaatan ICT sebagai salah satu prioritas pembangunan,agar manfaat ICT dapat dirasakan di seluruh strata kehidupan bangsa, tidakhanya di sektor bisnis dan dunia usaha, tetapi juga pemanfaatannya di sektorpemerintahan, baik di pusat dan daerah, di sektor pendidikan, sampai denganpemanfaatannya bagi peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.Konvergensi 3 C (Communications, Computing dan Content) telahmempengaruhi dengan sangat signifikan perkembangan ICT, dimana industriterkait telah berkembang sangat pesat memenuhi kebutuhan masyarakat agarmampu meningkatkan daya saing pada tataran lokal, regional maupun global.Apa yang dilakukan Indonesia dalam pengembangan telematika, sudahsejalan dengan program WSIS. Jika WSIS menghendaki adanya plan of actionpada tahun 2015, maka Sistem Informasi Nasional (SISFONAS), yang sedangdisusun merupakan embrio dari e-Indonesia sebagai plan of action yangdiharapkan WSIS. Dari segi kelembagaan, WSIS memberikan gambaranmengenai elemen yang mempunyai peranan penting untuk berpartisipasi dalampengembangan masyarakat informasi, yaitu seluruh stakeholder. Elemen tersebutadalah: pemerintah, dunia usaha dan civil society (masyarakat). Artinya ketigaelemen itulah yang akan menjadi tulang punggung dalam upaya mewujudkanmasyarakat informasi.Tindak lanjut hasil-hasil WSIS tersebut kita laksanakan dalam bentuk,antara lain : (a) diseminasi dan sosialisasi hasil-hasil WSIS, (b) mengakomodasidan memantau berbagai masukan dari masyarakat dalam rangkapenyempurnaan serta pencarian strategi yang tepat untuk menghadapi WSISTahap II di Tunisia tahun 2005, dan (c) “implementasi” butir-butir prinsip-prinsip Deklarasi dan butir-butir Rencana Aksi.

×