Template undip presentation

3,240 views

Published on

template presentasi

Published in: Education, Business, Technology
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
3,240
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
12
Actions
Shares
0
Downloads
323
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Template undip presentation

  1. 1. TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) <ul><li>Disusun oleh: </li></ul><ul><li>DHIAR RATNASARI C2A008043 </li></ul><ul><li>FINTA ELVIRA C2A008064 </li></ul><ul><li>FRENDY AKHMAD TAUFAN C2A008 065 </li></ul><ul><li>GILAR ROSANDINI C2A008069 </li></ul><ul><li>IMAN EKO ARDIANTO C2A008076 </li></ul><ul><li>SYAEFUL AMRI C2A008143 </li></ul>Drs. Sugiono, MSIE & Imroatul Khasanah, S.E., M.M.
  2. 2. Total Quality Management (TQM) merupakan suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus menerus atas produk, jasa, tenaga kerja, proses dan lingkungannya. A. Definisi dan Unsur dalam TQM Definisi
  3. 3. Sepuluh unsur utama TQM (Goetsch dan Davis, 1994: 14-18): <ul><li>Fokus Pada Pelanggan </li></ul><ul><li>Obsesi Terhadap Kualitas </li></ul><ul><li>Pendekatan Ilmiah </li></ul><ul><li>Komitmen Jangka Panjang </li></ul><ul><li>Kerja Sama Tim ( Teamwork ) </li></ul><ul><li>Perbaikan Sistem Secara Berkesinambungan </li></ul><ul><li>Pendidikan dan Pelatihan </li></ul><ul><li>Kebebasan yang Terkendali </li></ul><ul><li>Kesatuan Tujuan </li></ul><ul><li>Adanya Keterlibatan dan Pemberdayaan Karyawan </li></ul>
  4. 4. B. KONSEP TQM TQM merupakan sistem manajemen yang berfokus pada semua orang/tenaga kerja, bertujuan untuk terus-menerus meningkatkan nilai yang diberikan bagi pelanggan dengan biaya penciptaan nilai yang lebih rendah daripada nilai suatu produk. Konsep TQM ini memerlukan komitmen semua anggota organisasi terhadap perbaikan seluruh aspek manajemen organisasi. <ul><li>Pada dasarnya, konsep TQM mengandung tiga unsur (Nounds et al., dalam hessel, 2003:77), yaitu berikut ini. </li></ul><ul><li>Perbaikan Kualitas Berkelanjutan </li></ul><ul><li>Sistem Organisasional </li></ul><ul><li>Strategi Nilai Pelanggan </li></ul>
  5. 5. Penerapan TQM pada proses produksi dilakukan pada setiap tahap dalam proses produksi. Proses produksi terdiri dari tiga tahap, yaitu preproduction, production, dan postproduction. Preproduction adalah tahap sebelum produksi yaitu penentuan sistem kualitas desain dan sertifikasi produk. Kualitas desain menetukan spesifikasi produk yang jelas melalui keterlibatan semua departemen dengan pembentukan tim yang anggotanya lintas fungsional dan berbagai disiplin yang dapat meningkatkan kualitas produk ( product features) dan serviceabillity. Tahap production (input, proses , dan output ) diperlukan jaminan kualitas produk denagn menggunakan pengawasan statistik. Dalam proses produksi, penerapan TQM melalui tiga cara, yaitu: pertama, meniadakan atau mengurangi penyimpanan proses produksi agar presentase kerusakan tidak ada atau kecil dan kualitas produk makin baik dengan menggunakan metode statistical quality control; kedua, menekankan pada preventive maintenence untuk mencegah kerusakan mesin dan mencegah kesalahan dalam proses produksi; ketiga, melalui employee self inspection sebagai salah satu unsur dalam “manajemen proses” yang akan meningkatkan kesadaran karyawan untuk selalu menjaga kualitas produk. Postproduction diperlukan jaminan kualitas mengenai ketepatan distribusi produk kepada pelanggan.
  6. 6. C. PRINSIP TQM <ul><li>Menurut Hensler dan Brunell (dalam Scheuing dan Christopher, 1993: 165-166), ada empat prinsip utama d a lam TQM. Keempat prinsip tersebut adalah: </li></ul><ul><li>Kepuasan Pelanggan </li></ul><ul><li>Respek terhadap Setiap Orang </li></ul><ul><li>Manajemen Berdasarkan Fakta </li></ul><ul><li>Perbaikan Berkesinambungan </li></ul>
  7. 7. <ul><li>Beberapa ahli yang berkontribusi Total Quality Management: </li></ul><ul><li>W. Edwards Deming </li></ul><ul><li>Joseph M. Juran </li></ul><ul><li>Philip B. Crosby </li></ul>
  8. 8. D. METODE TQM <ul><li>W. Edward Deming </li></ul><ul><li>Joseph M. Juran </li></ul>Beberapa ahli yang berkontribusi Total Quality Management: Philip B. Crosby
  9. 9. Kontribusi Deming yang utama yaitu dengan adanya penciptaan konsep-konsep TQM berikut ini: <ul><li>1. Siklus Deming (Deming Cycle) </li></ul><ul><li>Mengembangkan rencana perbaikan ( plan ) </li></ul><ul><li>Melakukan tindakan penyesuaian bila diperlukan ( action ) </li></ul><ul><li>Memeriksa atau meneliti hasil yang dicapai ( check atau study ) </li></ul><ul><li>Melaksanakan rencana ( do ) </li></ul><ul><li>2. Deming’s Seven Deadly Diseases </li></ul><ul><li>Kurangnya keajekan tujuan untuk merencanakan barang dan jasa yang memiliki pasar yang cukup, </li></ul><ul><li>Penekanan pada laba jangka pendek, </li></ul><ul><li>Sistem pemeriksaan personal bagi para manajer dan manajemen, </li></ul><ul><li>Job hopping oleh para manajer, </li></ul><ul><li>Hanya menggunakan data dan informasi yang tampak dlam pengambilan keputusan, </li></ul><ul><li>Biaya medis yang terlalu berlebihan, </li></ul><ul><li>Biaya yang berlebihan. </li></ul>
  10. 10. Kontribusi Deming yang utama yaitu dengan adanya penciptaan konsep-konsep TQM berikut ini: <ul><li>Ciptakan keajekan tujuan dalam menuju perbaikan kualitas barang dan jasa, </li></ul><ul><li>Adopsilah falsafah baru, </li></ul><ul><li>Hentikan ketergantungan pada inspeksi dalam membentuk mutu produk, </li></ul><ul><li>Hentikan praktek menghargai kontrak berdasarkan tawaran yang rendah, </li></ul><ul><li>Perbaiki secara konstan dan terus-menerus sistem produksi dan jasa, </li></ul><ul><li>Lembagakan on the job training , </li></ul><ul><li>Lembagakan kepemimpinan, </li></ul>3. Empat Belas Poin Deming (Deming’s Fourteen Points)
  11. 11. 3. Empat Belas Poin Deming (Deming’s Fourteen Points) (con’t) <ul><li>Hapuskan rasa takut sehingga setiap orang dapat bekerja secara efektif, </li></ul><ul><li>Hilangkan dinding pemisah (barrier) antardepartemen sehingga orang dpat bekerja sebagai satu tim, </li></ul><ul><li>Hilangkan slogan, desakan, dan target bagi tenaga kerja, </li></ul><ul><li>Hilangkan kuota dan amanjemen berdasarkan sasaran, </li></ul><ul><li>Hilangkan penghalang yang dapat merampok kebebasan karyawan atas keahliannya, </li></ul><ul><li>Giatkan program pendidikan dan self-improvement, </li></ul><ul><li>Buatlah transformasi pekerjaan setiap orang dan siapkan setiap orang untuk mengerjakannya. </li></ul>
  12. 12. Metode Crosby (Philip B. Crosby) Terkenal dengan anjuran manajemen zero defect dan pencegahan, yang menentang tingkat kualitas yang dapat diterima secara statistic ( acceptable quality level ). Pandangan-pandangan Crosby dirangkum dalam dahlil-dahlil sebgaai berikut:
  13. 13. Penerapan TQM pada Toyota Motor Corporation Banyak perusahaan Amerika yan terkenal mempunyai rasa hormat terhadap individu, dan mempraktikkan kaizen dan alas-alas TPS lainnya. Namun yang penting adalah memadukan semua elemen ­elemen itu dalam sate sistem. Hal ini harus dipraktikkan dengan sangat konsisten setiap hari—tidak dikebut—secara konkret di lantai pabrik.
  14. 14. Toyota telah mengidentifikasi beberapa bentuk pemborosan yang tidak menambah nilai pada proses bisnis dan manufaktur. <ul><li>Produksi berlebih </li></ul><ul><li>Menunggu </li></ul><ul><li>Transportasi yang tidak perlu </li></ul><ul><li>Meproses dengan keliru </li></ul><ul><li>Persediaan berlebih </li></ul><ul><li>Produk cacat </li></ul><ul><li>Kreatifitas karyawan yang tidak dimanfaatkan </li></ul>

×