Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Bahan berbahaya dan beracun

10,647 views

Published on

Published in: Education
  • Dating for everyone is here: ♥♥♥ http://bit.ly/2Qu6Caa ♥♥♥
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Follow the link, new dating source: ❶❶❶ http://bit.ly/2Qu6Caa ❶❶❶
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Bahan berbahaya dan beracun

  1. 1. BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN<br />Anggota:<br /><ul><li>Frebu Trilangga A. (100534402662)
  2. 2. Faisol Badar F (100534402664)
  3. 3. Fitri Eni M. (100534402714)
  4. 4. Afdhua Novan R. (100534402725)</li></li></ul><li>Pengertian Bahan Berbahaya dan Beracun<br />Dalam Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2001 tentang pengelolaan B3, yang dimaksud dengan B3 adalah bahan yang karena sifat dan atau konsentrasinya atau jumlahnya baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan dan merusak lingkungan hidup dan dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia, serta makhluk hidup lainnya<br />B3 ada dalam tiga bentuk yaitu: bentuk padat, cair dan gas. <br />
  5. 5. Klasifikasi Bahan Berbahaya dan Beracun<br />Mudah meledak ( Explosive)<br />Pengoksidasi (Oxidizing)<br />Sangat mudah sekali menyala (Extremely Flamable)<br />Sangat mudah menyala ( Highly Flammable)<br />Mudah Menyala (Flammable)<br />Beracun (Moderately Toxic)<br />Berbahaya<br />
  6. 6. Komunikasi Bahaya (Hazard Communication)<br />Komunikasi bahaya adalah suatu cara untuk menunjukkan bahwa suatu benda atau area mengandung bahaya.<br />Manfaat Hazard Communication <br />Memudahkan mengetahui kandungan bahaya dalam suatu bahan / area<br />Penanganan bahan berbahaya tersebut dapat dilakukan dengan tepat sesua jenis bahan yang bersangkutan<br />Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai<br />Dapat dengan cepat mengetahui langkah- langkah pengobatan jika terkena bahan.<br />Penggunaan media pemadam yang sesuai<br />
  7. 7. Tata Cara Dalam Komunikasi Bahaya<br />1<br />2<br />3<br />Lisan<br />Tulisan<br />Visual<br />
  8. 8. MSDS (Material Safety Data Sheet)<br />MSDS adalah suatu informasi terperinci yang disiapkan oleh produsen atau manufaktur atau importer dari suatu bahan kimia yang menjelaskan mengenai sifat kimia dan fisika, bahaya yang ada, batas bahaya yang diperbolehkan, cara penanganan yang aman, serta pertolongan pertama.<br />Hak pekerja terkait dengan MSDS adalah : <br /><ul><li>Tempat kerja kita harus memiliki MSDS untuk setiap bahan kimia berbahaya yang kita gunakan dalam pekerjaan kita.
  9. 9. MSDS yang ada harus bisa dibaca dengan mudah.
  10. 10. Jika kita meminta MSDS pada perusahaan kita dan ternyata tidak tersedia maka dalam waktu satu hari kerja MSDS harus tersedia.</li></li></ul><li>Menandai dan Memberi Label<br />Sesuai dengan PP No.74 th 2001 tentang pengelolaan B3 pasal 15 ayat 1 yang menyatakan bahwa setiap kemasan B3 wajib diberikan simbol dan lebel serta dilengkapi dengan lembar data keselamatan bahan (MSDS).<br />Pemberian simbol dan label pada kemasan B3 dimaksudkan untuk mengetahui klasifikasi B3 sehingga pengelolaannya dapat dilakuan dengan baik, guna mengurangi resiko yang dapat ditimbulkan oleh B3.<br />
  11. 11. Cara Masuk B3 Dalam Tubuh<br />Terhirup<br />(Inhalation)<br />Tertelan<br />(Swallowing)<br />Terserap<br />(Absorption)<br />
  12. 12. Efek Yang Timbul Akibat B3 <br />Jangka Pendek<br />Jangka Panjang<br /><ul><li>Rasa Mual
  13. 13. Pusing
  14. 14. Gatal-gatal
  15. 15. Sesak Nafas
  16. 16. Leukimia
  17. 17. Kanker
  18. 18. Mutasi Gen</li></li></ul><li>UU dan Peraturan Pemerintah Tentang B3<br />UU No.1 th 1970 Tentang Keselamatan Kerja<br />UU No.74 th 2001 Tentang Pengelolaan B3<br />UU No.12 th 1992 Tentang Budidaya Tanaman<br />UU No.12 th 1995 Tentang Ketenaga Nukliran<br />UU No.23 th 1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan <br />
  19. 19. TERIMA KASIH<br />
  20. 20. Kritik dan Saran<br />Volume Narasi kurang Keras<br />Tulisan pada template yang berada dipojok kanan mengganggu perhatian audience<br />Slide kurang menarik, kurang menarik perhatian para audince<br />
  21. 21. Tanya & Jawab<br />Bagaimana cara mengatasi jika suatu ruangan terkontaminasi udara beracun?<br />Bagaimana jika salah satu dari cara komunikasi bahaya tidak dipakai?<br />Mengefektifkan komunikasi bahaya secara lisan?<br />Jawaban <br /> Membuka ventilasi agar sirkulasi udara dari luar mengalir lancar<br />Tidak berpengaruh, karena masing-masing dari cara komunikasi bahaya tersebut hanya bersifat opsional (pilihan) . <br />Memilih ketua atau manager yang memiliki jiwa kepemimpian atau orang yang mampu mempengaruhi pekerja<br />
  22. 22. Narasi semakin lama semakin kurang jelas<br />Slide kurang menarik/monoton<br />

×