LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ANALITIK
ACARA VI
GRAVIMETRI
KELOMPOK 6:
1. Aldila Bunga H0912006
2. Antonius Y. Banindra H0912015...
ACARA VI
GRAVIMETRI
A. Tujuan Praktikum
Tujuan praktikum acara VI Gravimetri ini adalah :
a. Menentukan kadar sulfat dalam...
Selain peran nitrogen yang penting untuk tanaman, peran belerang
juga memberikan efek yang baik pada tanaman diantaranya :...
lain yang digunakan. misalnya, komponen volatil (H2O, CO2, dll) zat
yang sering ditentukan oleh volatilisasi, substansi ya...
Sebagian besar dari pengotor ini dapat dihilangkan dengan
pengendapan. Partikel - partikel yang berdiameter sangat kecil m...
membentuk endapan hanya dengan kelompok – kelompok tertentu ion.
Keselektifan zat pengendap itu sering masih dapat ditingk...
3. Cara Kerja
Dilarutkan 2,5 gr pupuk (NH4)2SO4 dalam 50ml aquades
Diambil 12,5ml larutan (NH4)2SO4 ke dalam gelas beker
D...
D. Hasil dan Pembahasan
Tabel 6.1 Hasil Penentuan Kadar Sulfat % dan ppm Sulfat
Kelompok Massa a
(gram)
Volume
Larutan
(mL...
kation anorganik serta zat-zat netral seperti air, belerang dioksida, karbon
dioksida, dan iodium. Sedangkan reagan spesif...
mempengaruhi penentuan kadar sulfat dalam pupuk ZA dan ppm sulfat karena
faktor pengenceran diperlukan agar endapan yang d...
Semakin besar nilai berat endapan sulfat, maka semakin tinggi pula
kadar larutan tersebut. Demikian juga untuk nilai ppm, ...
di permukaan kertas saring. Faktor-faktor yang berpengaruh dalam penentuan
kadar dan ppm sulfat dalam pupuk ZA yaitu fakto...
DAFTAR PUSTAKA
Alexeyev, V. N. 1958. Quantitative Analysis. Goskhimizdat. Moscow.
Basset, J. et al. 1994. Kimia Analisis K...
LAMPIRAN
A. Perhitungan
 Kadar (%) sulfat
1. % sulfat = x 100%
= 6,486 %
2. % sulfat = x 100%
= 6,988 %
3. % sulfat = x 1...
11. % sulfat = x 100%
= 3,771 %
 Ppm sulfat
1. Ppm = x 1000
= 64.868 ppm
2. Ppm = x 1000
= 69.878 ppm
3. Ppm = x 1000
= 3...
Gambar 4.1 Melarutkan (NH4)2SO4
Gambar 4.2 (NH4)2SO4 diambil ke dalam Erlenmeyer
Gambar 4. 3 Ditambah BaCl2
Gambar 4.4 Timbulnya Endapan
Gambar 4.5 Endapan Disaring dengan Kertas Saring
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

ITP UNS SEMESTER 2 Laporan KimTik Acara 4 gravimetri

5,498 views

Published on

0 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
5,498
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
165
Comments
0
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

ITP UNS SEMESTER 2 Laporan KimTik Acara 4 gravimetri

  1. 1. LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALITIK ACARA VI GRAVIMETRI KELOMPOK 6: 1. Aldila Bunga H0912006 2. Antonius Y. Banindra H0912015 3. Ayu Novia L H0912021 4. Diah Nur A. H0912038 5. Farida Sukma H0912049 6. Fransiska Putri H0912056 LABORATORIUM REKAYASA PROSES PENGOLAHAN PANGAN DAN HASIL PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET 2013
  2. 2. ACARA VI GRAVIMETRI A. Tujuan Praktikum Tujuan praktikum acara VI Gravimetri ini adalah : a. Menentukan kadar sulfat dalam (NH4)2SO4. b. Menentukan ppm ( part per million) pada sulfat. B. Tinjauan Pustaka a. Tinjauan Bahan Amonium sulfat (NH4)2SO4 merupakan pupuk yang menyediakan nitrogen (N) dan sulfur (S) hara bagi tanaman. dibandingkan dengan pupuk nitrogen seperti urea dan NH4NO3, (NH4)2SO4 memberikan manfaat agronomi dan lingkungan yang lebih baik, yang meliputi (1) (NH4)2SO4 adalah asam dalam larutan tanah, sehingga penguapan NH3, (2) (NH4)2SO4 memiliki efek positif pada pengasaman tanah yang meningkatkan ketersediaan fosfor tanah (P), (3) (NH4)2SO4 hasil dalam waktu kurang NO3 - (N) pencucian, sedangkan NO3 - ion dalam NH4NO3 rentan terhadap pencucian, dan (4) (NH4)2SO4 merupakan sumber S untuk tanah (Wang et al, 2013). Pupuk ZA ((NH4)2SO4) merupakan pupuk anorganik terdiri atas senyawa S Sulfur (24%) dalam Sulfat dan N Nitrogen (21%) dalam bentuk ammonium yang mdah larut dan diserap oleh tanaman. Peran nitrogen diantaranya • Membuat bagian tanaman menjadi lebih hijau segar karena banyak mengandung butir hijau daun yang penting dalam proses fotosintesis • Mempercepat pertumbuhan tanaman (tinggi, jumlah anakan, cabang dll) • Menambah kandungan protein hasil panen
  3. 3. Selain peran nitrogen yang penting untuk tanaman, peran belerang juga memberikan efek yang baik pada tanaman diantaranya : • Membantu pembentukan butir hijau daun sehingga daun lebih hijau • Menambah kandungan protein dan vitamin hasil panen • Meningkatkan jumlah anakan yang menghasilkan (pada tanaman padi) • Berperan penting dalam pembulatan zat gula (Kiswondo, 2011). b. Tinjauan Teori Analisis gravimetri, atau analisis kuatitatif berdasrkan bobot, adalah proses isolasi serta penimbangan suatu unsure atau suatu senyawaan tertentu dari unsure tersebut, dalam bentuk semurni mungkin. Faktor- faktor yang menentukan analisis dengan mengendapan yang berhasil adalah : 1. Endapan harus begitu tak dapat larut, sehingga tak akan terjadi kehilangan yang berarti, bila endapan dikumpulkan dengan penyaringnya. 2. Sifat fisika endapan harus sedemikian, sehingga endapan dapat dengan mudah dipisahkan dari larutan dengan penyaringan, dan dapat dicuci sampai bebas dari zat pengotor yang larut. 3. Endapan harus dapat diubah menjadi suatu zat yang murni dengan komposisi kimia yang tertentu. Ini dapat dicapai dengan pemijaran, atau dengan operasi – operasi kimia yang sederhana, seperti penguapan bersama cairan yang sesuai. (Basset et al, 1994). Isi dari suatu unsur tertentu (atau ion) dalam suatu zat biasanya ditemukan dalam analisis gravimetri dari berat endapan terbentuk ketika unsur atau ion diubah menjadi senyawa larut. selain curah hujan, metode
  4. 4. lain yang digunakan. misalnya, komponen volatil (H2O, CO2, dll) zat yang sering ditentukan oleh volatilisasi, substansi yang dipanaskan atau dinyalakan dan jumlah komponen yang ditemukan dari penurunan berat badan. sebuah compinent volatil (seperti CO2) juga dapat dipisahkan dari sampel dengan penyerapan dalam metode yang cocok (misalnya, oleh aksi HCL) dan ditentukan oleh penyerapan dalam penyerap yang cocok (Alexeyev, 1958) Data diperoleh dengan menggunakan gravimetri analisis mengukur cairan yang menembus meskipun bahan. seperti yang terlihat gambar 1, characteristik yang mempengaruhi kapasitas memegang cairan bahan memainkan peran penting dalam data persentase penetrasi menggunakan metode gravimetri. terlepas dari formulasi jumlah cairan yang menembus melalui kain poliester 100% (kain 1). hampir sama ketika analisis gravimetri digunakan untuk mengukur penetrasi persentase. ini adalah karena kapasitas memegang cair polyesterfabric hidrofobik rendah, dan dengan demikian lebih dari 60% dari cairan disaring melalui fabric.penetration cairan melalui berat katun ringan (kain 1). juga sangat tinggi karena kapasitas memegang cair dari bahan katun tampaknya telah tercapai. kapas / polyester dan kapas kain lebih berat kain 3 dan 4 memiliki penetrasi jauh lebih rendah. Kain 5 memiliki repellant selesai air dan penetrasi cairan sangat rendah (Shaw, 2004) Dalam melakukan verifikasi suatu metoda pengujian bahan yang digunakan harus dapat tertelusur ke satuan internasional dengan cara menggunakan CRM (Certificate Reference Material) atau ke bahan acuan yang bersertifikat. Parameter verifikasi analisis yang digunakan untuk memverifikasi metoda gravimetri terdiri dari: standar deviasi, presisi, akurasi serta perhitungan ketidakpastian. Standar devisasi digunakan untuk mengetahui unjuk kerja yang konsisten dari pengulangan pengukuran dari suatu metoda (Fatimah, 2009).
  5. 5. Sebagian besar dari pengotor ini dapat dihilangkan dengan pengendapan. Partikel - partikel yang berdiameter sangat kecil memerlukan waktu lama untuk mengendap karena partikelpartikel ini harus lebih dahulu menggumpal menjadi partikel yang lebih besar agar mudah mengendap. Kotoran yang terkandung di dalam air merupakan sol hidrofob, dapat dikoagulasi dengan elektrolit. Sol hidrofob mempunyai sifat listrik, dengan penambahan ion-ion yang mempunyai muatan berlawanan akan menimbulkan destabilisasi partikel koloid. Lapisan difusi akan mengecil dan memungkinkan bekerjanya gaya tarik menarik antara partikel koloid dengan ion-ion dari elektrolit yang muatannya berlawanan. Diharapkan muatan ini dapat dinetralkan, sehingga terjadi penggumpalan dan akhirnya mengendap (Linggawati, 2002). Ketika suatu presipitan ditambahkan ke suatu larutan, bahkan ketika larutan tersebut encer dan teraduk dengan baik, akan selau ada beberapa daerah local yang berkonsentrasi tinggi. Namun demikian, dengan menggunakan suatu prosedur di mana presipitan tersebut dihasilkan sebagai hasil reaksi yang terjadi dalam larutan, pengaruh local tersebut dapat dihindarkan. Teknik ini hiasanya disebut pengendapan dari larutan homogeny, dan dapat, menghasilkan partikel endapan yang besar murni. Contoh metode ini yang paling terkenal adalah penggunaan hidrolisis urea untuk meningkatkan pH dan mengendapkan hidrous, atau garam – garam dari asam lemah (Day dan A. L. Underwood, 2002). Metode- metode gravimetri berani bersaing dengan teknik-teknik analitis lain dalam hal ketepatan yang dicapai. Jika analitnya merupakan penyusun utama (> 1 % dari sampel) dapatlah diharapkan ketepatan beberapa bagian tiap ribu, jika sampel itu tidak terlalu rumit. Jika analitnya berada dalam jumlah yang kecil atau runutan (kuang dari 1%), biasa tidak digunakan dalam metode gravimetri. Pada umumnya, metode-metode gravimetri tidaklah sangat khas (spesifik). Seperti telah disebutkan diatas ahli – ahli kimia tertentu pernah memikirkan bahwa kita akhirnya harus mempunyai suatu pengendap spesifik untuk tiap kation. Sementara hal ini tidak lagi diharapkan, reagensia gravimetri bersifat selektif dalam arti mereka
  6. 6. membentuk endapan hanya dengan kelompok – kelompok tertentu ion. Keselektifan zat pengendap itu sering masih dapat ditingkatkan dengan mengendalikan faktor – faktor semacam pH dan konsentrasi zat - zat penopang tertentu (Day dan A. L. Underwood, 1992). C. Metodologi 1. Bahan a. 2,5 gr (NH4)2SO4 b. Aquades c. Larutan BaCl2 10% yang sudah diasamkan oleh HCl 2. Alat a. Gelas beker b Timbangan analitik c. Pipet ukur d. Labu takar e. Kertas saring f. Corong g. Oven listrik h. Desikator f. Erlenmeyer g. Stirrer i. Gelas ukur
  7. 7. 3. Cara Kerja Dilarutkan 2,5 gr pupuk (NH4)2SO4 dalam 50ml aquades Diambil 12,5ml larutan (NH4)2SO4 ke dalam gelas beker Ditambahkan 2,5ml larutan BaCl2 10% yang sudah diasamkan oleh HCl dan didiamkan selama 15 menit Disaring endapan yang terbentuk dengan menggunakan kertas saring Kertas saring yang digunakan harus dikeringkan dahulu dalam oven 105º C sampai berat konstan, lalu dinginkan dalam desikator dan timbang beratnya (a gram) Dikeringkan endapan kertas saring dalam oven sampai berat konstan, lalu didinginkan dalam desikator Ditimbang endapan dari kertas saring kering (b gram) Dicuci dengan 25 ml aquadest
  8. 8. D. Hasil dan Pembahasan Tabel 6.1 Hasil Penentuan Kadar Sulfat % dan ppm Sulfat Kelompok Massa a (gram) Volume Larutan (mL) Massa NH4SO2 (gram) Volume Dipipet (mL) Kadar % Ppm Sulfat 1 0,9821 50 2,5 12,5 6,486 64.868 2 1,003 50 2,5 12,5 6,988 69.878 3 1,016 50 2,48 12,5 3,475 34.756 4 1,0235 50 2,5 12,5 4,891 48.915 5 1,0565 50 2,5 12,5 4,265 42.659 6 1,0258 50 2,5 12,5 3,052 30.522 7 1,0327 50 2,5 12,5 3,052 30.522 8 1,0421 50 2,5 12,5 2,327 23.271 9 1,0519 50 2,5 12,5 2,426 24.260 10 0,9955 50 2,5 12,5 6,071 60.715 11 1,0422 50 2,5 12,5 3,771 37.708 Sumber : Laporan Sementara Cara analisis kuantitatif bedasarkan berat tetap (constant) merupakan analisis gravimetri. Pada analisis gravimetri ini, unsur atau senyawa yang dianalisis dipisahkan dari komponen lain dari bahan yang dianalisis dengan cara mengubahnya menjadi senyawa lain yang murni dan stabil sehingga dapat diketahui berat tetapnya atau berat konstannya. Pemisahan unsur murni yang terdapat dalam senyawa berlangsung melalui beberapa jalan dan salah satunya dengan cara pengendapan. Analisis dengan cara pengendapan ini sangat tergantung pada sifat endapan yang tidak mudah larut, mudah dipisahkan dari larutannya dan dapat diubah menjadi senyawa murni dengan susunan yang pasti. Dimana kemurniaan endapan tergantung pada bahan-bahan yang ada dalam larutan baik sebelum dan sesudah penambahan pereaksi dan juga pada kondisi pengendapan. Selain untuk mengetahui berat tetap dari suatu senyawa, analisis gravimetri juga dapat digunakan untuk menentukan hampir semua anion dan
  9. 9. kation anorganik serta zat-zat netral seperti air, belerang dioksida, karbon dioksida, dan iodium. Sedangkan reagan spesifik digunakan untuk memperoleh pengendapan unsur yang diinginkan. Pada praktikum kali ini pupuk ZA yang digunakan adalah 2,5 gram. Larutan yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah larutan BaCl2 10% yang sudah diasamkan dengan HCl. Kemudian pupuk ZA tersebut dilarutkan dalam 50 ml aquadest. Dari campuran pupuk dan air tersebut diambil 12,5 ml, kemudian dimasukkan dalam tabung Nessler. Dalam tabung Nessler ditambahkan 2,5 ml larutan BaCl2 10% yang sudah diasamkan dengan HCl. Setelah ditimbang kertas saringnya didapat berat kertas saring dalam endapan sebesar 1,0235 gram. Selanjutnya kertas saring tersebut dikeringkan dalam oven dengan suhu 105˚C hingga diketahui berat konstannya. Endapan dan kertas saring kemudian dikeringkan dan didinginkan dalam desikator. Langkah terakhir yaitu menimbang endapan dan kertas saring. Dari hasil penimbangan didapat hasil bahwa berat endapan dan kertas saring sebesar 1,0721 gram. Dari percobaan penentuan kadar sulfat dan ppm sulfat dalam pupuk ZA, larutan BaCl2 berguna untuk mengikat sulfat pada pupuk ZA agar terbentuk endapan sulfat pada pupuk ZA. Endapan sulfat itu berasal dari pencampuran pupuk ZA dengan BaCl2, dengan warna endapan kuning kecoklat-coklatan. Langkah terakhir yang harus dilakukan adalah menghitung kadar sulfat dalam pupuk ZA. Ada dua rumusan atau teori untuk mengetahui kadar sulfat dalam ZA. Pertama yaitu menghitung dengan presentase dan yang kedua yaitu dengan perhitungan ppm. Dari perhitungan presentase, didapat kadar sulfat dalam pupuk ZA sebesar 10%. Sedangkan berdasarkan perhitungan ppm, didapat kadar sulfat dalam pupuk ZA sebesar 100.000 ppm. Dari kedua perhitungan didapat hasil yang mempunyai selisih tidak begitu besar. Sebenarnya kadar sulfat dalam pupuk ZA sekitar 90%, namun dalam percobaan kali ini hanya di dapat kadar 10%. Hal itu dikarenakan beberapa faktor yang meliputi faktor penimbangan , faktor pengenceran dan faktor volume larutan yang dipipet. Dalam hal ini faktor pengenceranlah yang sangat
  10. 10. mempengaruhi penentuan kadar sulfat dalam pupuk ZA dan ppm sulfat karena faktor pengenceran diperlukan agar endapan yang diperoleh dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Setelah terbentuk endapan, disaring dengan kertas saring yang telah di oven dalam suhu 1050 C dan didinginkan dalam desikator untuk mengetahui berat tetap dari kertas saring itu sendiri. Setelah didinginkan kemudian ditimbang dengan timbangan analitik dan diketahui beratnya tetap dari kertas saring sebesar 1,0258 gr. Kertas saring digunakan untuk menyaring endapan larutan, setelah tersaring dicuci dengan aquades yang berfungsi untuk mengumpulkan endapan yang tersaring pada kertas saring agar tidak tercecer di permukaan kertas saring serta pemurnian endapan dari pelarut (Harjadi, 1990). Setelah endapan tersaring kemudian dikeringkan dalam oven suhu 1050 C untuk mengetahui berat konstannya dan didapat berat konstan kertas saring dengan endapan sebesar 1,0721 gr. Kemudian setelah berat konstan kertas saring dan endapan didapat, maka dapat dihitung berat konstan dari endapan dengan rumus matematik sebagai berikut : Dari berat endapan tersebut dapat dihitung pula kadar sulfat (%) dan ppm sulfat yang menjadi tujuan dalam praktikum ini, untuk kadar sulfat dan ppm sulfat dapat dihitung menggunakan rumus : Kadar sulfat (%) = Ppm sulfat = Keterangan : a = berat kertas saring kosong konstan (gram) b = berat kertas saring dan endapan konstan (gram) Berat endapan = berat kertas saring dan endapan – berat kertas saring
  11. 11. Semakin besar nilai berat endapan sulfat, maka semakin tinggi pula kadar larutan tersebut. Demikian juga untuk nilai ppm, jika massa endapan semakin tinggi, maka ppm larutan juga akan besar. Hal tersebut menunjukan kadar dan ppm berbanding lurus. Pengenceran larutan BaCl dengan aquades bertujuan untuk memperkecil kesalahan akibat kepresipitas. Kepresipitas adalah kontaminasi endapan oleh zat lain yang larut dalam pelarut. Larutan yang telah di encerkan kemudian dipanaskan. Pemanasan ini bertujuan agar kelarutannya bertambah besar dengan seiring bertambahnya temperatur. Penambahan (NH4)2SO4 secara perlahan pada larutan yang sudah diencerkan bertujuan untuk mencegah endapan terjadi terlalu cepat. Karena jika endapan terjadi terlalu cepat menyebabkan endapan yang diperoleh kecil permukaannya. Ini dikarenakan proses pembentukkan inti lebih cepat dibanding laju pertumbuhan inti. Untuk kesempurnana reaksi, pereaksi yang ditambahkan harus berlebih. Kesempurnaan reaksi terjadi jika nilai kelarutannya kecil. Selain dengan penambahan pereaksi pengendap yang lebih besar atau berlebih untuk mendapatkan kesempurnaan juga dapat dilarutkan zat sampel pada nilai yang kecil. Serta menggunakan suhu atau temperatur yang tepat dalam mengendapkan sample karena ada beberapa sampel yang dapat mengendap sempurna jika dipanaskan terlebih dahulu tetapi ada beberapa sample lain yang sebaliknya harus didinginkan dengan es agar dapat mengendap sempurna. Pada saat larutan BaCl2 yang didihkan ditetesi larutan (NH4)2SO4 setetes demi setetes sehingga larutan akan menjadi keruh dan lama-kelamaan akan terbentuk endapan yang berbentuk-bentuk kristal-kristal putih kecil yang dibiarkan akan mengendap di dasar wadah. Endapan yang terbentuk merupakan endapan BaSO4. Setelah endapan dapat disaring dengan kertas saring tebentuk endapan yang belum murni karena masih terdapat ion Cl- dapat mengikat 2H+ pada (NH4)2SO4. Faktor yang mempengaruhi kemurnian endapan adalah proses penyaringan dan proses pencucian. Fungsi dari pencucian adalah untuk mengumpulkan endapan yang tersaring pada kertas saring agar tidak tercecer
  12. 12. di permukaan kertas saring. Faktor-faktor yang berpengaruh dalam penentuan kadar dan ppm sulfat dalam pupuk ZA yaitu faktor penimbangan pupuk ZA, faktor pengenceran larutan pupuk ZA yang sudah dicampur dengan BaCl2, faktor larutan yang dipipet, faktor penyaringan yang kurang sempurna. Kegunaan gravimetri untuk pengolahan pangan yaitu menganalisis kadar bahan yang terkandung dalam suatu senyawa, menjadi salah satu metode analisis yang digunakan untuk memisahkan suatu analit dari campurannya, agar diperoleh bahan yang dibutuhkan, aplikasi dalam pengolahan pangan untuk proses analisis data yang sesuai dengan apa yang diinginkan. Selain itu dalam bidang pangan gravimetri juga berguna dalam pembuatan kemasan untuk makanan. E. Kesimpulan Dari praktikum acara VI Gravimetri yang telah dilakukan, dapat disimpulan bahwa : 1. Analisis gravimetri digunakan untuk mengetahui berat konstan suatu senyawa yang telah dianalisis menjadi senyawa murni dan stabil. 2. Untuk mengetahui kadar sulfat dalam (NH4)2SO4 dapat digunakan perhitungan dengan cara presentase dan dengan cara ppm. 3. Bahwa endapan sulfat yang dihasilkan dari pencampuran (NH4)2SO4. dengan BaCl2 bewarna kuning kecoklat-coklatan. 4. Kadar sulfat dalam (NH4)2SO4 dengan cara presentase sebesar 3,052%. 5. Kadar sulfat dalam (NH4)2SO4 dengan cara perhitungan ppm adalah 30.522 ppm. 6. Faktor-faktor yang berpengaruh dalam penentuan kadar sulfat dalam (NH4)2SO4 dan ppm sulfat yaitu faktor penimbangan (NH4)2SO4 sebelum dan sesudah dioven, faktor pengenceran larutan (NH4)2SO4 yang sudah dicampur dengan BaCl2, dan faktor larutan yang dipipet.
  13. 13. DAFTAR PUSTAKA Alexeyev, V. N. 1958. Quantitative Analysis. Goskhimizdat. Moscow. Basset, J. et al. 1994. Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik. Buku Kedokteran EGC. London. Day, R. A. dan A. L. Underwood. 1992. Analisis Kimia Kuatitatif Edisi Kelima. Erlangga. Jakarta. Day, R. A. dan A. L. Underwood. 2002. Analisis Kimia Kuatitatif Edisi Keenam. Erlangga. Jakarta. Fatimah, Syamsul, dkk. 2009. Verifikasi Metoda Gravimetri Untuk Penentuan Thorium. No. 03/ Tahun II. April 2009. Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir. Batan. Kiswondo, Sumiarjo. 2011. Penggunaan Abu Sekam dan Pupuk ZA terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat. Jurnal Embryo vol 8 (1) : 9 – 17. Linggawati, Amilia, dkk. 2002. Efektivitas Pati-Fosfat dan Aluminium Sulfat Sebagai Flokulan Dan Koagulan. Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Riau. Shaw, Anugrah and Ruchica Abbi. 2004. Comparison of Gravimetric and gas Chromotograpic Methods for assessing peformance of Textile Materials Againt Liquids Pesticide Penetration. Internasioanl Journal of Occupatial Safety and Ergonomic (Jose) Volume 10 No. 3, 255-261. United State. Wang, Guanda et al. 2013. Granulation by Spray Coating Aqueous Solution of Ammonium Sulfate to Produce Large Spherical Granules in A Fluidized Bed. Journal of Particuology. China.
  14. 14. LAMPIRAN A. Perhitungan  Kadar (%) sulfat 1. % sulfat = x 100% = 6,486 % 2. % sulfat = x 100% = 6,988 % 3. % sulfat = x 100% = 3,475 % 4. % sulfat = x 100% = 4,891 % 5. % sulfat = x 100% = 4,265 % 6. % sulfat = x 100% = 3,052 % 7. % sulfat = x 100% = 3,052 % 8. % sulfat = x 100% = 2,327 % 9. % sulfat = x 100% = 2,426 % 10. % sulfat = x 100% = 6,071 %
  15. 15. 11. % sulfat = x 100% = 3,771 %  Ppm sulfat 1. Ppm = x 1000 = 64.868 ppm 2. Ppm = x 1000 = 69.878 ppm 3. Ppm = x 1000 = 34.756 ppm 4. Ppm = x 1000 = 48.915 ppm 5. Ppm = x 1000 = 42.659 ppm 6. Ppm = x 1000 = 30.522 ppm 7. Ppm = x 1000 = 30.522 ppm 8. Ppm = x 1000 = 23.271 ppm 9. Ppm = x 1000 = 24.260 ppm 10. Ppm = x 1000 = 60.715 ppm 11. Ppm = x 1000 = 37.708 ppm B. Hasil Dokumentasi
  16. 16. Gambar 4.1 Melarutkan (NH4)2SO4 Gambar 4.2 (NH4)2SO4 diambil ke dalam Erlenmeyer Gambar 4. 3 Ditambah BaCl2
  17. 17. Gambar 4.4 Timbulnya Endapan Gambar 4.5 Endapan Disaring dengan Kertas Saring

×