Perubahan perilaku konsumsi pangan masyarakat

5,755 views

Published on

Disampaikan dalam Acara,
SEMINAR NASIONAL DIVERSIFIKASI PANGAN
Selasa, 24 Agustus 2010 Pukul 10.30 s/d 13.00 wib
IPB International Convention Center, Bogor

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
5,755
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
146
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Perubahan perilaku konsumsi pangan masyarakat

  1. 1. OLEH, FRANCISCUS WELIRANG Disampaikan dalam Acara, SEMINAR NASIONAL DIVERSIFIKASI PANGAN Selasa, 24 Agustus 2010 Pukul 10.30 s/d 13.00 wib IPB International Convention Center, Bogor PERUBAHAN PERILAKU KONSUMSI PANGAN MASYARAKAT 1 FW/SD/VIII/2010/SP
  2. 2. DAFTAR ISI <ul><li>1. DAMPAK PERTUMBUHAN PENDUDUK INDONESIA……………………………………… 3 </li></ul><ul><li>SEGMENTASI PENDUDUK INDONESIA ………………………………………………………. 4 </li></ul><ul><li>PETA LAHAN PANGAN INDONESIA ………………………………………………………….. 5 </li></ul><ul><li>SUMBER PANGAN DAN UPAYA MENGKONSUMSI.………………………..…………... 6 </li></ul><ul><li>MEGA TREND PANGAN DUNIA …………………………………………………………….….. 7 </li></ul><ul><li>TRENDS IN FOOD, NUTRITION AND HEALTH …………………………………………... 8 </li></ul><ul><li>MICRO TRENDS ………………..…………………………………………………………………..…. 9 </li></ul><ul><li>PERUBAHAN KEBIASAAN MAKAN DAN DESAKAN WAKTU ………………………… 10 </li></ul><ul><li>HUBUNGAN TEMPAT MEMBELI DAN TEMPAT MAKAN …………………………….. 11 </li></ul><ul><li>DIAGRAM PRODUK MAKANAN SAMBILAN ………………………………………………… 12 </li></ul><ul><li>DIAGRAM WAKTU KONSUMSI MAKAN BERDASARKAN AKTIFITAS ……………. 13 </li></ul><ul><li>RANGSANGAN DALAM KONSUMSI MAKANAN SAMBILAN …………………………. 14 </li></ul><ul><li>MASALAH BUDAYA PANGAN …………………………………………………………………... 15 </li></ul><ul><li>TANTANGAN REKAYASA PANGAN NON BERAS ……………………………………….. 16 </li></ul><ul><li>MENGAPA KULINOLOGI PENTING …………………………………………………………… 17 </li></ul><ul><li>SPEKTRUM KULINOLOGI & PERUBAHAN PERILAKU KONSUMSI……………….. 18 </li></ul><ul><li>KESIMPULAN ………………………………………………………………………………….………. 19 </li></ul>2 FW/SD/VIII/2010/SP
  3. 3. DAMPAK PERTUMBUHAN PENDUDUK INDONESIA 3 TAHUN 30 TAHUN KRISIS 1998 & ASIA TUMBUH 80 JUTA MAYORITAS MASYARAKAT PENDAPATAN MENENGAH KE BAWAH 1. NUTRISI RENDAH 2. KESEHATAN RENTAN 3. PENDIDIKAN MUTU RENDAH 1. AIR BERSIH LANGKA 2. SAMPAH & POLUSI BERTAMBAH 3. KEBUTUHAN ENERGI BERTAMBAH 1. RESOURCES MAKIN TERBATAS 2. GAP (EKONOMI,AKSES SUMBER DAYA,INFORMASI) 3. EXPLOITASI MANUSIA & HUKUM 4. EXPLOITASI EKONOMI & SUMBER DAYA ALAM 5. LEDAKAN PENCARI KERJA ± 60 JT USIA PRODUKTIF <ul><li>MUTU SDM ? </li></ul><ul><li>DAYA NALAR </li></ul><ul><li>PASIF/ MUDAH MARAH </li></ul><ul><li>( AMUK MASSA /TAWURAN ) </li></ul>TUMBUH 82 JUTA MAYORITAS MASYARAKAT PENDAPATAN MENENGAH KE BAWAH IDEM JIKA TAK DITANGGULANGI JUMLAH PENDUDUK DAMPAK LANGSUNG DAMPAK TIDAK LANGSUNG DAMPAK LANJUT ? 20 TAHUN FW/SD/VIII/2010/SP PANGAN KESEMPATAN KERJA KORUPSI & PENEGAKAN HKM KEADILAN / WTO ENTERPRENEURSHIP TAHUN 1970 140 Juta Orang TAHUN 2000 220 Jt Orang TAHUN 2030 320 Juta Orang TAHUN 2010 233,4 Jt Orang
  4. 4. SEGMENTASI PENDUDUK INDONESIA 4 FW/SD/VIII/2010/SP PENDUDUK DALAM MASA GOLDEN AGE MEMBUTUHKAN NUTRISI YANG TINGGI JUMLAH USIA PRODUKTIF TAHUN 2010 SEBANYAK 132.643 ORANG (56,81%) YANG UMUMNYA MASUK DALAM KELOMPOK EKONOMI MENENGAH KE BAWAH PENDUDUK LANSIA YANG MEMBUTUHAN HEALTH FOOD TAHUN 2010 SEBANYAK 40.057 ORANG (17,16%) 233,477 230,633 227,779 TOTAL 7,587 7,401 7,177 70+ 4,854 4,718 4,620 65 – 69 6,595 6,306 6,047 60 – 64 9,061 8,618 8,194 55 – 59 11,960 11,472 10,972 50 – 54 14,445 14,402 13,630 45- 49 16,517 16,165 15,183 40 – 44 18,343 18,042 17,726 35 – 39 19,728 19,508 19,312 30 – 34 20,914 20,783 20,580 25 – 29 20,958 20,970 20,983 20 – 24 21,738 21,591 21,457 15 – 19 19,789 20,182 20,584 10 – 14 20,261 20,182 20,101 5 – 9 20,728 20,652 20,582 0 - 4 2010 2009 2008 USIA DATA PENDUDUK INDONESIA MENURUT UMUR (X 1000) USIA PRODUKTIF LANSIA
  5. 5. 5 PETA LAHAN PANGAN INDONESIA BUDAYA LOKAL PANGAN VS PERUBAHAN PERILAKU KONSUMSI PANGAN <ul><li>INDONESIA IS KNOWN AS AN AGRICULTURAL AND MARITIME COUNTRY WITH VAST AGRICULTURAL AREAS WITH 6 (SIX) ZONING. </li></ul><ul><li>THERE IS ABOUNDANT POTENTIAL OPPORTUNITIES </li></ul><ul><li>AS AN ARCHIPELAGO, EACH ISLAND HAS THEIR OWN UNIQUE AND </li></ul><ul><li>DIFFERENT OPPORTUNITIES DUE TO THEIR CLIMATIC AREA </li></ul>Kompas, 25 February 2010 TARGET OF AGRICULTURAL LAND EXPANSION FW/SD/VIII/2010/SP Jawa 44.135 ha Sulawesi 444.160 ha Bali dan Nusa Tenggara 111.560 ha Maluku & Papua 437.585 ha Kalimantan 347.435 ha Sumatera 615.125 ha
  6. 6. Keterangan : - Konsumsi Langsung : dibakar, direbus, dikukus, digoreng - Konsumsi Pengolahan : ditepungkan lewat INDUSTRI PANGAN sebagai bahan baku aneka makanan FW/SD/VIII/2010/SP SUMBER PANGAN DAN UPAYA MENGKONSUMSI 6 <ul><li>TANTANGAN 233,4 JUTA PENDUDUK </li></ul><ul><li>INDONESIA : </li></ul><ul><li>HASIL PERTANIAN PADI (KARBOHIDRAT) </li></ul><ul><li>OVER EXPLOITED 150% </li></ul><ul><li>HASIL UMBI-UMBIAN (KARBOHIDRAT) </li></ul><ul><li>MASIH UNDERUSED & TRADISIONAL </li></ul><ul><li>KACANG-KACANGAN (LEMAK & PROTEIN </li></ul><ul><li>NABATI) MASIH UNDERUSED & </li></ul><ul><li>TRADISIONAL </li></ul><ul><li>BATANG TANAMAN PENYIMPAN </li></ul><ul><li>KARBOHIDRAT SEPERTI AREN DAN SAGU </li></ul><ul><li>JUGA MASIH UNDERUSED DAN </li></ul><ul><li>TRADISIONAL </li></ul>PANGAN BERAGAM, BERGIZI DAN AMAN - <ul><ul><li>Sagu </li></ul></ul>- <ul><ul><li>Aren </li></ul></ul>4. Batang tanaman penyimpan karbohidrat al. : <ul><ul><li>Kacang hijau </li></ul></ul><ul><ul><li>Kacang tanah </li></ul></ul><ul><ul><li>Kedelai </li></ul></ul>3. Kacang-kacangan antara lain : <ul><ul><li>Kentang </li></ul></ul><ul><ul><li>Ubi kayu </li></ul></ul><ul><ul><li>Ubi jalar </li></ul></ul>2. Umbi-umbian antara lain : <ul><ul><li>Jagung </li></ul></ul>- <ul><ul><li>Padi </li></ul></ul>- <ul><ul><li>Gandum </li></ul></ul>1. Biji-bijian antara lain : Pengolahan Langsung Konsumsi Hasil Pertanian
  7. 7. MEGA TREND PANGAN DUNIA 7 KESEHATAN KESENANGAN KENYAMANAN ( MEMUDAHKAN HIDUP) Penampilan makanan yang menarik, segar, dan beraroma; Produk etnik Ketersediaan produk makanan segar sepanjang hari; Mereduksi lama waktu memasak (“siap saji”) Konsumsi Makanan Organik (kebutuhan tubuh) Pengembangan sumber makanan dan lumbung pangan FW/SD/VIII/2010/SP
  8. 8. TRENDS IN FOOD, NUTRITION AND HEALTH 8 FW/SD/VIII/2010/SP <ul><li>ANTIOXIDANTS  BIG IN AMERIKA </li></ul><ul><li>WEIGHT MANAGEMENT </li></ul><ul><li>ENERGY  A WORLD OF UNTAPPED OPPORTUNITIES </li></ul><ul><li>BONES AND MOVEMENT </li></ul><ul><li>DIGESTIVE HEALTH  A MEGA TREND MOVES BEYOND THE TIPPING POINT </li></ul><ul><li>HEALTHY SNACKING </li></ul><ul><li>FRUIT AND SUPER FRUIT  THE FUTURE OF FOOD AND HEALTH </li></ul>Sumber : www.new-nutrition.com
  9. 9. MICRO TRENDS 9 FW/SD/VIII/2010/SP <ul><li>PROTEIN POWER </li></ul><ul><li>KID’S NUTRITION </li></ul><ul><li>NEW LIFE FOR HEART-HEALTH AND CHOLESTROL-LOWERING </li></ul><ul><li>PROBIOTICS  NEW PROSPECTS </li></ul><ul><li>IMMUNITY  A GREAT CLAIM THAT’S HARD TO USE </li></ul><ul><li>FRESH START FOR OMEGA-3 ? </li></ul><ul><li>BEAUTY  AN ULTRA-NICHE OPPORTUNITY </li></ul>Sumber : www.new-nutrition.com
  10. 10. PERUBAHAN KEBIASAAN MAKAN DAN DESAKAN WAKTU 10 Makan pagi Makan siang Makan malam Makan selingan Makan pagi Minum Tea Makan selingan Makan siang Minum Tea Makan malam Camilan/ “ ngemil” Camilan/ “ ngemil” Camilan/ “ ngemil” Camilan/ “ ngemil” Camilan/ “ ngemil” Camilan/ “ ngemil” Makan malam Pola makan tradisional Pola makan tradisi menuju pola konsumsi makan yang terfragmentasi Fragmentasi pola makan selanjutnya 05.00 07.00 09.00 11.00 13.00 15.00 17.00 19.00 21.00 Meningkatnya desakan waktu 23.00 FW/SD/VIII/2010/SP
  11. 11. Konsumsi sambilan (makan sebagai kegiatan sekunder) 11 FW/SD/VIII/2010/SP HUBUNGAN TEMPAT MEMBELI DAN TEMPAT MAKAN Tempat makan Tempat makan konvensional Tempat makan non konvensional Tempat membeli Jasa pelayanan makanan Pengecer Di rumah (duduk di meja makan) Di rumah (camilan) Di rumah (membeli makanan dari luar) Restoran, café, bar atau kantin (duduk di meja makan) Di perjalanan atau ketika melaju (on the move) Di tempat kerja atau sekolah (multitasking) Rekreasi (berlibur) <ul><li>Karakteristik peristiwa: </li></ul><ul><li>Bersama/individual </li></ul><ul><li>Perlengkapan </li></ul><ul><li>Tampilan dedikasi </li></ul><ul><li>Karakteristik peristiwa: </li></ul><ul><li>Individual </li></ul><ul><li>Perlengkapan dalam </li></ul><ul><li>perjalanan </li></ul><ul><li>Tampilan bersaing </li></ul>
  12. 12. 12 FW/SD/VIII/2010/SP DIAGRAM PRODUK MAKANAN SAMBILAN Memposisikan (positioning) produk makanan sambilan Sajian yang ramah Faedah fungsional Motivasi konsumen Suasana segar/ reward Kebutuhan spesifik konsumen Nutrisi yang efisien Camilan performa Camilan serius Memposisikan Produk “ Sajian yang ramah” “ Camilan yang cukup menyehatkan” “ Camilan yang dapat mengganti kebutuhan makanan” “ Makanan bergizi ditengah aktivitas”
  13. 13. Waktu konsumsi makan berdasarkan aktivitas Duduk resmi di meja makan Aktivitas sambilan Dalam perjalanan Saat berlibur Diantara beragam tugas TINDAKAN PRIMER DALAM PERJALANAN MELAJU DALAM PEKERJAAN REKREASI Alasan untuk mengkonsumsi (tindakan sekunder) <ul><li>Saat makan yang </li></ul><ul><li>terabaikan </li></ul><ul><li>Mengkonsumsi camilan </li></ul><ul><li>secara impulsif </li></ul><ul><li>Camilan yang di </li></ul><ul><li>rencanakan </li></ul><ul><li>Saat makan yang </li></ul><ul><li>terabaikan </li></ul><ul><li>Camilan harian </li></ul><ul><li>Saat makan siang </li></ul><ul><li>di kantor </li></ul><ul><li>Konsumsi makan untuk </li></ul><ul><li>penampilan </li></ul><ul><li>(performance food) </li></ul><ul><li>Konsumsi makan untuk </li></ul><ul><li>Pengisi waktu </li></ul><ul><li>(play food) </li></ul>13 FW/SD/VIII/2010/SP DIAGRAM WAKTU KONSUMSI MAKAN BERDASARKAN AKTIFITAS
  14. 14. KONSUMSI SAMBILAN Dalam perjalanan Dalam pekerjaan Saat berlibur <ul><li>Rangsangan yang menarik: </li></ul><ul><li>1. Masyarakat yang dikejar </li></ul><ul><li>waktu: </li></ul><ul><li>Urbanisasi </li></ul><ul><li>Pembantu rumah tangga </li></ul><ul><li>Wanita karir </li></ul><ul><li>Semakin lamanya jam kerja </li></ul><ul><li>Teknologi yang mening </li></ul><ul><li>katkan kecepatan hidup </li></ul><ul><li>2. Meningkatnya kemakmuran: </li></ul><ul><li>3. Kecenderungan kebiasaan </li></ul><ul><li>Mengkonsumsi makanan </li></ul><ul><li>Kecil: </li></ul><ul><li>Pengeluaran untuk makanan </li></ul><ul><li>camilan </li></ul><ul><li>Pelayanan rumah makan yang </li></ul><ul><li>menarik dan membentuk </li></ul><ul><li>budaya makan </li></ul><ul><li>Rangsangan yang </li></ul><ul><li>mendorong: </li></ul><ul><li>1. Dorongan pengecer: </li></ul><ul><li>Pusat jajan serba ada </li></ul><ul><li>Jalur belanja yang nyaman </li></ul><ul><li>Jalur mesin perdagangan </li></ul><ul><li>Format pengecer baru </li></ul><ul><li>2. Dorongan dari pabrik: </li></ul><ul><li>Aliran baru terhadap konsep </li></ul><ul><li>penghasilan </li></ul><ul><li>Kontrol pembagian kerja </li></ul><ul><li>3. Pengiriman elektronik: </li></ul><ul><li>Skema pengiriman dari </li></ul><ul><li>kantor </li></ul>14 FW/SD/VIII/2010/SP RANGSANGAN DALAM KONSUMSI MAKANAN SAMBILAN
  15. 15. MASALAH BUDAYA PANGAN Makanannya cenderung berwarna merah <ul><li>Rasa Pahit </li></ul><ul><li>Makan pokok sagu </li></ul><ul><li>Memasaknya umumnya </li></ul><ul><li>menggunakan kelapa/ </li></ul><ul><li>santan </li></ul><ul><li>Pedas </li></ul><ul><li>RASA, WARNA DAN AROMA MAKANAN SETIAP DAERAH </li></ul><ul><li>BERBEDA – BEDA </li></ul><ul><li>LINGKUNGAN MENENTUKAN DALAM RASA, WARNA </li></ul><ul><li>DAN AROMA MAKANAN </li></ul><ul><li>INI SEMUA DI ” GOVERN” OLEH BUMBU </li></ul><ul><li>Rasa Manis </li></ul><ul><li>Beras </li></ul><ul><li>Rasa Pedas </li></ul><ul><li>Sayuran </li></ul><ul><li>Beras </li></ul>Memakai Kemiri 15 FW/SD/VIII/2010/SP <ul><li>Ikan </li></ul><ul><li>Sagu </li></ul><ul><li>Ikan </li></ul><ul><li>Jagung </li></ul>
  16. 16. 16 TANTANGAN REKAYASA PANGAN NON BERAS <ul><li>SYARAT PENGGANTI BERAS ; </li></ul><ul><li>1. SEPERTI BERAS TAPI TIDAK SERUPA (GRANULAR) </li></ul><ul><li>2. CARA MASAK SAMA – TANAK </li></ul><ul><li>3. MEMENUHI SYARAT GIZI </li></ul><ul><li>4. MEMENUHI AROMA SEJENIS BERAS </li></ul><ul><li>5. MEMENUHI KEDEKATAN TEXTURE BERAS </li></ul><ul><li>6. DAPAT DIPRODUKSI SECARA MASSAL (UNTUK MENGEJAR </li></ul><ul><li> HARGA KEEKONOMIAN) </li></ul>FW/SD/VIII/2010/SP ADDITIVE: • Enzyme • Flavour •Vitamin • Mineral •dan lain-lain 1 2 3 4 5 6 PROSES ANEKA TEPUNG ADONAN (DOUGH) EXTRUDER FORMING DRYING
  17. 17. 17 MENGAPA KULINOLOGI PENTING PANGAN = BARANG YANG BISA MASUK KE MULUT MENGOLAH <ul><li>KUKUS/SANGRAI/BAKAR </li></ul><ul><li>REBUS/GONGSO </li></ul><ul><li>POTONG – MEMOTONG </li></ul><ul><li>BUMBU-BUMBU </li></ul>KULINOLOGI BAHAN BAKU MASUK KE MULUT FW/SD/VIII/2010/SP <ul><li>BIBIT </li></ul><ul><li>LAHAN </li></ul><ul><li>PUPUK </li></ul><ul><li>OBAT </li></ul><ul><li>RASA : - PEDAS </li></ul><ul><li> - ASIN </li></ul><ul><li> - PAHIT </li></ul><ul><li> - MANIS </li></ul><ul><li> - ASAM </li></ul><ul><li>WARNA </li></ul><ul><li>BAU/AROMA </li></ul>DIPENGARUHI TEHNIK PERTANIAN DIPENGARUHI BUDAYA SETEMPAT
  18. 18. SPEKTRUM KULINOLOGI & PERUBAHAN PERILAKU KONSUMSI 18 FW/SD/VIII/2010/SP ADDITIVE • ENZYME • FLAVOUR • VITAMIN • PROTEIN • MINERAL DLL TEKNIK POTONG • POTONG DAGING • POTONG IKAN • POTONG BUAH • POTONG SAYUR ANEKA MAKANAN PERUBAHAN PERILAKU KONSUMSI PANGAN MASYARAKAT BAHAN PANGAN SYARAT : AMAN BERGIZI DIBUMBUI • REMPAH • BUMBU SIAP SAJI • BERANEKA DIOLAH • GORENG • REBUS • VITAMIN • KUKUS MEGA TREND • Sehat • kesenangan • Nyaman MARKETING • Antioxidants • Packaging / Premiumsation etc BUDAYA LOKAL KEBIJAKAN PEMERINTAH
  19. 19. KESIMPULAN <ul><li>PENDUDUK INDONESIA 233,4 JUTA ORANG DENGAN SEGMEN : </li></ul><ul><ul><li>8,88% BALITA  NUTRISI </li></ul></ul><ul><ul><li>56,81% USIA PRODUKTIF  PANGAN BERGIZI SEIMBANG </li></ul></ul><ul><ul><li>17,16% LANSIA  HEALTH FOOD </li></ul></ul><ul><li>MEGA TREND PANGAN DUNIA TIDAK TERHINDARKAN. KEBIJAKAN PANGAN NASIONAL HENDAKNYA JUGA MENGAKOMODIR HAL INI. </li></ul><ul><li>KULINOLOGI (CARA POTONG, CARA SAJI, CARA MASAK, BUMBU /RESEP KELUARGA) MENJADI KUNCI UTAMA PENDORONG PERUBAHAN POLA / PERILAKU KONSUMSI MASYARAKAT. </li></ul><ul><li>BUDAYA MAKAN SETEMPAT / LOKAL HARUS MENJADI PERTIMBANGAN PENTING. </li></ul><ul><li>BUMBU MENENTUKAN RASA, WARNA DAN AROMA MAKANAN. </li></ul><ul><li>KETERSEDIAAN PANGAN SANGAT DIPENGARUHI OLEH PERUBAHAN IKLIM </li></ul><ul><li>YOU ARE WHAT YOU EAT </li></ul>19 FW/SD/VIII/2010/SP
  20. 20. TERIMA KASIH 20 FW/SD/VIII/2010/SP

×